Categorized | Life-Style

Memanjakan Lidah ala Cita Rasa Korea di Dae Jang Geum Jogja

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi BesarFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Dokumentasi Pribadi

Jogja menawarkan segala keindahan dalam balut kenangan. Komposisinya begitu sempurna yang terdiri atas nostalgia, rindu, dan pulang. Jogja mampu memikat dengan beragam cara. Menyentuh indera rasa atas nama perasaan dan ingatan hingga indera rasa dalam cecap lidah beragam cita rasa yang begitu menggoda. Cita rasa masakan yang menjadi lambang Jogja mau pun cita rasa internasional yang ikut bertumbuh dengan Jogjakarta.

Dokumentasi Pribadi

Salah satu restoran dengan menu makanan yang menyajikan nuansa internasional dalam balutan cita rasa masakan Asia salah satunya adalah Dae Jang Geum Jogja. Suasana restoran satu ini ditata dan dikondisikan hampir mendekati asalnya dengan nuansa klasik ala Korea. Para pramusaji juga memakai kostum hanbok yang merupakan baju khas dari Korea Selatan.

Dokumentasi Pribadi

Tata ruang Dae Jang Geum ada dua yaitu nuansa indoor dan outdoor. Tata ruang indoor segala macam interiornya didesain seperti kerajaan-kerajaan yang digambarkan dalam drama-drama korea *ini kenyataan bukan khayalan…haha :D* sedangkan bagian outdoor terdapat taman yang bersih dan begitu terawat beserta gasebo-gasebo berkursi mau pun berleseh-lesehan untuk menikmati hidangan yang telah kita pesan sekaligus tempat yang nyaman untuk berdiskusi ataupun bercanda ria.

Dokumentasi Pribadi

Bicara tentang cita rasa, bagi saya Dae Jang Geum masih menyajikan cita rasa yang sangat mendekati rasa asli dari negara asalnya, meskipun saya belum pernah benar-benar ke Korea Selatan tapi saya sempat mendengar testimoni teman-teman dari Korea yang sedang belajar di Jogja yang saya kenal saat belajar bahasa Korea di Pusat Studi Korea maupun testimoni teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke sana. Semoga saya suatu saat juga kecipratan bisa ke sana πŸ˜€

Dokumentasi Pribadi

Adalah Teobokki makanan khas Korea yang sangat saya suka. Terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan saos merah, beberapa irisan daging, dan wortel sebagai tambahan. Jika dalam drama, Teobboki diceritakan sebagai street food yang dinikmati saat masih hangat. Sederhananya, Teobokki itu ciloknya orang Indonesia. *haha πŸ˜€

Selanjutnya, adalah Bibimbap. Semacam nasi campur yang disajikan dalam hot bowl. Terdiri atas nasi, daging, sayuran, saus kedelai, dan telur kuning setengah matang. Ketika akan menyantapnya, semua yang ada di hot bowl diaduk hingga rata tercampur setalah itu siap disantap selagi hangat. Aromanya seperti nasi terbakar, rasanya saya tak bisa menerjemahkannya. Pokoknya level terpujilah wahai engkau Bibimbap.

Dokumentasi Pribadi

Menu yang ditawarkan tak hanya Teobokki dan Bibimbap, ada juga Kimbap yang sangat mirip dengan Sushi dari Jepang, sup rumput laut (yang saya lupa nama Koreanya), Bulgogi, Kimchi (menu gratis), Acar (menu gratis), Ca Jang Bap (nasi dengan bumbu tauco goreng), Yuk Ge Jang (sop daging sapi yang dicampur dengan sayuran jamur tiram, tauge, daun bawang, bombay), Kim Chi Cige dan masih banyak menu yang lainnya. Range harganya mulai dari harga dua puluh ribuan hingga seratusan ribuan. Keuntungan makan di Dae Jang Geum adalah bisa nyicip pesanan teman yang makan bareng kita alias bisa joinan karena menunya disajikan dengan ukuran untuk dinikmati bersama-sama.

Untuk menikmati hidangan di Dae Jang Geum, saya lebih senang malam hari daripada siang hari karena romantismenya terasa dan tak kalah penting dengan siapa kita menikmati setiap cecapnya. πŸ˜€

Tertarik? Datang langsung ke Dae Jang Geum jika teman-teman sedang piknik ke Jogja di Jalan Palagan Tentara Pelajar KM. 8.5 Donoharjo Ngaglik Sleman DIY.

Selamat menikmati romantisme makan malam di sana yaaa ^^

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby featherCatatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar

This post was written by:

- who has written 118 posts on Ruang Cindi.


Contact the author

24 Responses to “Memanjakan Lidah ala Cita Rasa Korea di Dae Jang Geum Jogja”

  1. wahhh berarti makannya khas korea semua itu di sana?wahhhh recomended untuk di coba ini…

    • cindiriy says:

      iyap, korea semua.
      dari tiga resto korea, yang masakannya hampir mendekati rasa asli di sana, gitu sih kata teman2. Sekaligus banyak orang Korea yang makan di sana juga… πŸ™‚

  2. zata ligouw says:

    tempatnya asik banget buat nongrong kayaknya yaa.. Teobokinya tampak lezattt.., yummm..

  3. WIsata kuliner satu ini banyak digandrungi anak-anak muda, apalagi yang suka nonton drama Korea,, hahahah

  4. mupengggggg ciiinn.. itu yg pot2 kayak tempat nyimpen kimchi di jaman kerajaan.. hahaa

  5. April Hamsa says:

    Baru tau ada resto korea kyk gtu di Yogya.
    Itu gentong2nya beneran buat nyimpen fermentasi makanan kyk di korea beneran apa cuma hiasan mbak?
    TFS πŸ˜€

    • cindiriy says:

      Gentong-gentong yang di luar (dalam foto) itu hiasan aja Mbak tapi gentong2 yg di dalam deket musola dan dapur beneran untuk nyimpan kimchi..
      Aku pernah nanya gitu πŸ˜€

  6. Kalau korea yang pertama kali saya inget adalah kimchinya πŸ˜€

  7. Heni Puspita says:

    Wah ada guci2 besarnya segala seperti di Jewel in the Palace. Saya suka tteokbokki. Sebelumnya cuma bikin yang abal-abal pakai saus sambel ternyata yang asli sausnya nggak pedas (buat saya si nggak pedas hi hi)

  8. waktu ke jogja ngga sempet kesini πŸ™
    penasaraan sama rasanyaa >.<
    sama ngga ditempat makanan korea yg lain hihi

  9. Ih coba di Jakarta ada yak pasti sering didatangi deh, di Jakarta mah restonya ngemall semua alias modern…

  10. Awie Yang says:

    Rate harga menu disana kurang lebih berkisar dari berapa sampai berapa ya ?

  11. novi says:

    masuk list ini… kali ajah liburan bisa ke sini πŸ™‚ ayoh gaes, rencanakan liburan akhir tahun πŸ˜€

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

MY ARCHIVES

FOLLOW ME

SHARING