Categorized | Arabic

Biografi Ghada as Samman

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi BesarFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Sumber Gambar: alchetron(dot)com

Pendidikan dan Karir Ghada as Samman

Ghada as-Samman adalah seorang penulis dan novelis yang lahir di as-Shamiya, Damaskus, Suriah pada tahun 1942. Ayahnya bernama Dr. Ahmed as-Samman, Ph.D., seorang profesor, dekan di Universitas Damaskus, dan anggota kabinet. Ibunya seorang penulis lepas yang meninggal ketika  Ghada as-Samman masih kecil. Ia kemudian diasuh oleh ayahnya (Vinson, 2002).

Karmi (dalam www(dot)arabwomenwriters(dot)com) menuliskan bahwa Ghada as-Samman menyelesaikan studi di kota kelahirannya hingga memperoleh ijazah di bidang Bahasa Inggris dari Universitas Damaskus. Pada tahun 1964 ia pindah ke Beirut dan mengambil program magisternya di Universitas Amerika yang berada di Beirut dan mendapat gelar doktor dari Universitas Kairo. Ayahnya menghendaki Ghada as-Samman untuk belajar ilmu kedokteran akan tetapi setelah menyelesaikan pendidikan sarjana muda ia beralih fokus belajar Sastra Inggris. Ghada as-Samman belajar menikmati kemandirian finansial dengan menjadi pengajar Bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah di Damaskus, menjadi pegawai perpustakaan di sebuah perguruan tinggi, bekerja sebagai guru di Sekolah Saad Charles di Choueifat, Damaskus, sebagai penulis untuk majalah berita al-Usbu al-‘Arabi dan menghabiskan waktu yang singkat sebagai penyiar radio Kuwait dan mendirikan penerbitan bernama “Ghada as-Samman”.

Cowling (2011) menulis bahwa pada tahun 1966, Ghada as-Samman dijatuhi hukuman penjara selama tiga bulan karena mengekspresikan anti-otoriter dan meninggalkan Suriah tanpa izin negara lalu menetap di Beirut, Lebanon.Bertahun-tahun Ghada as-Samman menghabiskan waktunya sebagai wanita lajang, tinggal dan bekerja di beberapa negara Arab dan Eropa.Akhirnya Ghada as-Samman memutuskan menetap di Beirut karena Beirut baginya melambangkan sebuah oase kemerdekaan orang Arab dan bekerja sebagai dosen di Fakultas Sastra Universitas Damaskus.

Albany (2005:4) menjelaskan bahwa tulisan-tulisan Ghada as-Samman fokus pada isu-isu tentang perempuan Arab, nasionalisme Arab, dan tentang kebebasan yang dinikmati oleh kelas atas. Lebih lanjut, Vinson (2002) menjelaskan bahwa Ghada as-Samman selalu mengemukakan pendapatnya secara jujur dan apa adanya. Salah satu karyanya adalah Beirut 75 yang menceritakan tentang keadaan masyarakat Lebanon. Dalam novel tersebut, Ghada as-Samman menceritakan keadaan sosial, ekonomi, kondisi politik, dan bentuk kejahatan dari sistem dominasi feodalisme serta menyoroti tentang proses dari faktor-faktor penyebab terjadinya perang penduduk Lebanon pada tahun 1975. Ghada as-Samman mengungkapkannya secara jujur dan apa adanya. Di Beirut, Ghada as-Samman mendirikan sebuahperusahaan penerbitan yang bertujuan untuk menerbitkan karya-karyanya tanpa sensor atau tanpa suntingan. Ghada as-Samman adalah salah satu anggota Jamiyyah al-Qisshah wa ar-Riwayah dan ia telah menerbitkan beberapa kumpulan cerita pendek, esai, puisi, novel, dan wawancara.

Ghada as-Samman adalah salah satu dari penulis-penulis wanita di Beirut yang menyuarakan feminis secara jujur yang dijatuhi hukuman penjara. Cooke (dalam Badawi, 1997: 454)  memaparkan bahwa pada pertengahan tahun 1970 telah menjadi periode penting dalam sejarah kritik feminis internasional dan kesusasteraan. Teori sastra feminis tidak lebih sekedar sebuah pandangan yang keliru.Teori sastra feminis menjadi kebutuhan penting untuk penelitian sastra sebagai pendekatan material.Karya fiksi feminis pada saat itu menjadi lebih radikal dalam masyarakat.

Menurut Cowling (2011) Ghada as-Samman adalah seorang penulis yang telah menghasilkan banyak karya.Ia telah menulis lebih dari dua puluh lima karya dalam berbagai genre termasuk jurnalistik, puisi, cerpen, dan novel. Ia menulis secara terang-terangan, jujur, inovatif, dan provokatif. Oleh karena itu, ia dikenal sebagai penulis kontroversial di dunia Arab dan namanya semakin dikenal di dunia internasional. Beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing di antaranya, bahasa Inggris, bahasa Perancis,  bahasa Italia, bahasa Spanyol, bahasa Rusia, bahasa Polandia, bahasa Jerman, bahasa Jepang, dan bahasa Persia.

Karya-karya Ghada as Samman

goodreads(dot)com

Karya Ghada as-Samman yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris di antaranya adalah Beirut 75 (Beirut 75, 1975) dan Beirut Nightmares (Kawabisu Bairut, 1976), keduanya diterjemah oleh Nancy Robert.The Square Moon (al-Qamaru al-Murabba‘u, 1996) diterjemahkan oleh Issa J. Boullata yang menjadi pemenang dalam perhargaan penerjemahan karya sastra Arab terbaik di Universitas Arkansas (Vinson, 2002).

Sfeir (1997: 34) memaparkan dalam tulisannya bahwa Ghada as-Samman telah menghasilkan banyak karya, di antaranya Ainaaka Qadriy(1962), Laa Bahr fii Bairut (1963), Lailu al-Guraba’i (1966), Hubbun (1973), Rahiilu al- Marafi’i al-Qadiimati (1973), Bairut 75 (1975), A‘lantu ‘alaika al-Hubbi (1976), Kawabisu Bairut (1976), Zamanual- Hubbi al-Akhari (1978), I‘tiqaal Lahdzah Haaribah (1978), al-Jasad Haqiibah Safar (1979), as-Sibaahatu fii Buhairati asy-Syaitaani (1979), Khatmu az-Dzaakirati bi as-Syam‘i al-Ahmari (1979), Muwatinatun Mutalabbisatun bi al-Qiraa’ati (1979), ar-Raghiibu Yanbudu ka al-Qalbi (1980), Syafaaratu Indzaar Daakhila Ra’siy(1980), Kitaabaat Ghairu Multazimah (1980), al- Hubbu min al-Waridi ila al-Wariidi (1980), al-Qabiilatu Tastajwibu al-Qatiilata (1981), Lailatu al-Milyaari (1986), al-Bahru Yuhaakimu Samakah (1986), Ghurbatun Tahta as-Shifri (1986), Asyhadu‘Aksa ar-Riihi (1987), al-A‘maaq al-Muhtallah (1987), Tasakku‘u Daakhil Jurhi (1988), at-Taryaaqu (1991), Asiqatu fii Mihbarati (1995), Syahwatu al-Ajnihati (1995), al-Qamaru al-Murabba‘u (1996), Rasaailu al-Haniini ila al-Yaasamiin (1996), dan ar-Riwaayatu al-Mustakhiilatu (1997).

Sumber Bacaan

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby featherCatatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar

This post was written by:

- who has written 118 posts on Ruang Cindi.


Contact the author

4 Responses to “Biografi Ghada as Samman”

  1. Riski Ringan says:

    Saya baru mendengar nama Ghada As Saman, Kak Cindi. Ternyata beliau pemberani ya, karyanya juga enggak sedikit ^_^
    Terimakasih informasinya…

  2. Vinny says:

    Baca tulisan mbak cindi, berasa baca wikipedia. Keren, lengkap. Terima kasih informasinya mbak Cindi. Aku juga baru ada penulis tema feminis asal damaskus.

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

MY ARCHIVES

FOLLOW ME

SHARING