Tag Archive | "BOOK"

Pertemuan: Jodoh, Passion, dan Blogging

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar

DSC_0001 (3)*dokumentasi pribadi: diambil dari gedung SCTV Tower lantai 14 saat Blogger Gathering BloggerCrony dan Liputan6*

  • Judul Buku: Blogging: Have Fun And Get The Money
  • Penulis: Carolina Ratri
  • Penyunting: Herlina P Dewi
  • Penerbit: Stiletto Book
  • Tebal: 246 halaman
  • ISBN: 978-602-7572-44-7
  • Cetakan I, Desember 2015

Bicara tentang jodoh, saya yakin topik ini akan menduduki ranking pertama di kalangan pemuda pemudi Indonesia. Jodoh yang hampir selalu diidentikkan dengan pasangan hidup. Namun, bagi saya jodoh tak hanya soal pasangan hidup semata, mimpi yang terwujud dengan proses dan jalan yang menyenangkan juga sebuah jodoh. Saling melengkapi dan saling menggenapkan.

Sudah Sewindu saya memiliki blog, sudah sedari kecil saya mencintai aktifitas menulis yang pada akhirnya saya menyadari itulah passion. Sesuatu yang keluar dari hati dan dengan hati. Menentramkan dan menawarkan kedamaian. Sejak 2008, saya memiliki blog dan hanya saya isi yang sebagian besar adalah remah-remah curhatan :D. Kemudian, suatu ketika di tahun 2013 saya memiliki mimpi bahwa saya ingin sekali jalan-jalan dan menjemput pengalaman melalui aktifitas menulis dari blog. Punya keinginan tulisan-tulisan di blog akan lebih memberi manfaat bagi saya ataupun orang yang iseng-iseng main ke blog saya.

Ada semangat menulis, tapi malas untuk nge-blog. Ada berjuta alasan yang akhirnya tulisan-tulisan numpuk di laptop. Lalu diam-diam saya memiliki pinta agar passion saya bertemu dengan jodohnya dalam bentuk apa pun asal dalam kebaikan, gitu aja. Sangat sederhana.

Suatu hari, di sebuah klub baca sebut saja Stiletto Book Club ada pengumuman buku baru yang akan segera terbit. Sampulnya eye-catching dengan paduan warna yang pas dengan judul yang memikat bagi pencari jodoh seperti saya. Dengan kemajuan teknologi yang semakin memudahkan, akhirnya saya mendapatkan jodoh untuk passion saya di dunia blogging tanpa adegan-adegan dramatis tapi tetap romantis. *haha :D. Yuk, kenalan dengan jodoh saya yang satu ini Blogging: Have Fun And Get The Money.

Sebuah buku  yang sangat saya butuhkan layaknya pendamping sebagai bekal untuk merawat dan mengembangkan passion menulis di dunia blogging. Saya pikir, sebagian besar orang akan menganggap bahwa nge-blog itu hal yang mudah: tulis lalu upload. Beres. Bagi saya sendiri, aktifitas nge-blog itu susah-susah-gampang. Susah menjaga mood yang naik turun, melawan segala macam pembenaran menunda nge-blog yang sampai sekarang saya masih berperang melawannya (doakan saya menang*hahaha), menyalurkan manfaat lewat tulisan, cara membuatnya tetap asyik dibaca hingga sebuah kenyataan bahwa nge-blog itu seperti passive income. Yap, bisa mendatangkan rejeki yang ternyata tak hanya materi.

Dalam buku Blogging: Have Fun And Get The Money, sang penulis Mbak Carolina Ratri menjelaskan dengan sangat rinci dan rapi. Mulai dari langkah yang sangat awal tentang sebuah alasan kenapa nge-blog, cara membuat blog, menentukan mau dibawa ke mana blog kita, hingga membuka kenyataan bahwa sebuah blog bisa menjadi ladang passive income bagi pemiliknya.

Saya pribadi sangat menikmati buku Blogging: Have Fun And Get The Money. Yaah, seolah-olah saya berjodoh dengan buku ini ketika 2016 ini saya memiliki keinginan untuk semakin fokus nge-blog meski bukan money-oriented tapi lebih kepada mendapat kepuasaan dari nge-blog.

Salah satu dari banyak hal bermanfaat yang disajikan oleh Mbak Carolina Ratri dalam Blogging: Have Fun And Get The Money yang berkesan sangat mendalam untuk saya adalah bagian Memelihara Semangat Nge-Blog. Di bagian ini ada 6 tips yang membuat saya senyum-senyum sendiri karena saya seakan memiliki jeda untuk praktek. Lebih-lebih di poin yang terakhir Menghadiri acara-acara yang mengundang para blogger, karena di poin ini seakan sangat ajaib menjawab keinginan-keinginan yang sudah lama ada. Hingga buku ini akhirnya saya bawa ke mana-mana saat berkesempatan mengikuti blogger gathering. Di poin itu Mbak Carolina Ratri mengatakan bahwa hadir di sebuah blogger gathering akan membuat kita memiliki bahan untuk menulis di blog, bisa memperluas networking, saling sharing antar blogger hingga mendapat kenalan dengan agensi secara langsung (yang mungkin nantinya akan menawarkan job review), pulang membawa bahan tulisan hingga mendapat suntikan semangat (halaman 113). Bagi saya, it works!

DSC_0002.jpg*dokumentasi pribadi: diambil di news-meeting room SCTV Tower lantai 14 saat Blogger Gathering BloggerCrony dan Liputan6*

Selain semangat menulis, diam-diam buku ini juga memberi suntikan untuk terus banyak membaca karena memperbanyak membaca adalah salah satu cara mencari ide tulisan yang ditawarkan dalam buku Blogging: Have Fun And Get The Money. Sebagai penulis, Anda pasti sudah tahu, bahwa tak mungkin orang bisa menulis dengan baik tanpa membaca buku-buku yang bagus. Ini juga berlaku untuk para penulis blog. (Ratri, 2015:97)

Hal menyenangkan lainnya dari buku ini dalam hal mencari ide adalah Go out and socialize. Bagi saya yang seperti layang-layang, kegiatan Go out and socialize adalah hal yang menyenangkan. Belajar bersosialisasi di dunia maya dan di dunia nyata. Menulis jangan sampai membuat seseorang apatis karena terlalu sering di depan laptop. Bersosialisasi di dunia nyata menawarka banyak hal yang bisa dilihat, dirasa, dan didengar. Bersosialisasi di lingkungan bisa menumbuhkan rasa peka yang memang harus dilatih terus menerus serta jangan malas memerhatikan sekitar kita di manapun kita berada. Begitu pesan sang penulis di halaman 96 hingga 97.

Nah, masuk di chapter 4 di buku Blogging: Have Fun And Get The Money adalah memasuki inti dari mengapa buku ini dilahirkan. Dalam chapter 4, dibahas secara mendalam tentang apa itu job review, how to get job review, seluk-beluk ratecard, menulis artikel, when it’s published, dan bookmarking. Setiap poin dijelaskan secara detail dan dilengkapi dengan contoh langkah-langkahnya dalam bentuk gambar tutorial. Jadi jangan khawatir dan takut tidak paham. Dalam buku ini juga dijelaskan tentang Google Adsense dan Program Afiliasi.

Buku ini disajikan dalam susunan yang runut, rapi, dan detail di setiap chapter. Jadi benar-benar sangat mudah dipahami dan memudahkan ketika dipraktekkan. Bahasanya ringan dan mengalir. Kalau saya pribadi, bahagia dan puas berjodoh dengan buku ini. Namun, ada kesalahan teknis atau typo, misal di daftar isi tertulis Google Adesense yang seharusnya tertulis Google Adsense meskipun demikian itu tidak mengubah kualitas buku serta kualitas isi materi. Bukankah typo juga hal yang wajar? Buku ini benar-benar layak dimiliki oleh para blogger khususnya bagi yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang blogger yang profesional.

Yuk, semangat ngeblog, semangat berbagi! ^^

 

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar

Posted in Life-StyleComments (18)

Tips Menikmati Euforia The Big Bad Wolf Book Sale 2016

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar

DSC_0003 (1)

Kemarin (1/5), saya dan sparing life partner memutuskan untuk mengunjungi The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale di Indonesia Convention  Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD). Perjalanan kurang lebih 30-45 menit ditempuh dari Pondokaren, terasa tidak begitu jauh ketika sampai di lokasi dan melihat buku-buku yang sangat banyak. Nggak rugilah ya…

Pameran diadakan di Hall 10, bagi yang berangkat ke sana dengan naik mobil bisa langsung parking di depan Hall 10. Namun, bagi pengunjung yang bersepeda motor, tempat parkir berada di LG Hall 1 lalu berjalan kaki menuju LG Hall 3 setelah itu naik menuju Hall 3 dan tinggal berjalan melewati setiap hall. Hall 10 berada paling ujung. Ohya, tempat parkir di LG Hall 1, jika setelah belok dari perempatan lurus sedikit, ada pertigaan belok kiri, pintu parkir di sebelah kanan jalan setelah belok di pertigaan pertama tadi. Karena jika kebablasan putar baliknya jauh…hahaha

BBW Sale pertama kali diinisiasi oleh direktur eksekutif BookXcess, Andrew Yap. Awalnya, dulu BBW Sale pertama kali diadakan tahun 2009 di Malaysia dan sukses sebagai acara tahunan sampai sekarang sedangkan tahun ini adalah tahun pertama diadakan di Indonesia. Kalau saya sih ya, semoga menjadi agenda tahunan. Di BBW ini harga buku dipatok dari harga Rp 30.000-Rp 200.000, tetapi rata-rata Rp 45.000-Rp 95.000 itu sudah dapat buku dengan kualitas sangat bagus.

DSC_0005.jpg

BBW Book Sale 2016 kali ini terbagi dalam dua jenis buku berdasarkan asal kedatangannya, ada buku dalam negeri dan buku impor. Namun, buku impor tetap mendominasi dan buku dalam negeri hanya ada dari penerbit Mizan Group. Jadi, terselenggaranya BBW ini menurut saya bisa memfasilitasi warga Indonesia akan buku-buku berbahasa Inggris, bukan karena tidak cinta bahasa Indonesia tetapi agar lebih memiliki wawasan yang lebih luas dan mendapat buku-buku berbahasa Inggris dengan harga yang sangat murah dan tetap berkualitas. Saya pernah punya pengalaman beli novel di Amazon ketika dilihat dari nilai dolar sih sedikit, tapi setelah dikurs-kan ke rupiah memang bikin dompet jebol belum termasuk tambahan biaya dari masuk Indonesia hingga ke tangan (Ayah) saya*hahaha* Ketika ada BBW ini, saya pribadi sangat senang. Dengan budget beli di Amazon/Periplus bisa dapat banyak buku di BBW. *Pokoknya gak mau rugi…haha*
Semoga penilaian kita terhadap keberadaan BBW ini tidak terlalu sempit ya ^^

Saya mengamati buku-buku impor yang dijual dalam ajang BBW ini termasuk buku-buku best-seller dan buku-buku eksklusif yang dikenal mahal tetapi bisa diboyong dengan harga miring plus tiarap. Beneran! Buku-buku yang tersedia terdiri atas beragam genre. Ada family, cook, art and craft, photography, references, fiction, dan berbagai macam buku anak-anak. Ada juga poster yang dijual dengan gambar menarik nuansa vintage. Bagi yang sedang merencanakan dekorasi rumah bisa langsung lihat-lihat posternya. Meskipun BBW Book Sale diselenggarakan di hall yang sangat luas, tetapi para pengunjung tidak perlu khawatir karena setiap genre panitia memberikan tulisan untuk memudahkan para book hunter. 

Tips dari saya untuk memudahkan dan semakin nyaman berkunjung di BBW Book Sale:

  1. Buat daftar buku dan tetapkan budget yang akan digunakan. Menurut saya, hal ini penting dilakukan agar menghindari rasa kalab di ‘medan perang’ *haha
  2. Bawalah uang tunai. Jika melihat kondisi kemarin, saya lebih menyarankan untuk membawa uang tunai, meski di sana juga ada atm di ICE BSD di hall 4 (seingat saya) dan ada mobil atm juga namun dengan antrean. Ohya, kemarin diumumkan bahwa debit atm BCA tidak bisa digunakan untuk transaksi di sana. (Ntah kenapa, namun hanya itu yang saya dengar)
  3. Bawalah kantong sendiri dari rumah. Nah, karena di sana pengunjungnya sangat banyaaaaak, akan ada kemungkinan kehabisan troly. Jadi daripada membawa buku incaran ke mana-mana lebih baik diletakkan di kantong yang sudah disiapkan dari rumah sekaligus diet kantong plastik ketika nantinya sudah selesai transaksi di kasir.
  4. Menyiapkan bekal atau setidaknya makan terlebih dahulu. Di BBW, sangat sedikit yang menjual makanan bahkan bisa dihitung jari dengan menu fast food tentu saja. Harganya antara Rp 25.000-Rp 40.000. Kalau saya melihatnya dari segi porsi, daripada dibelikan makan lebih baik dibelikan buku udah dapat 1. *haha
  5. Lihat dan ingat-ingat denah. Hal ini penting dilakukan agar kita bisa memetakan ke arah mana yang pertama kali akan dituju. Denah diletakkan di samping pintu masuk. Boleh juga foto-foto di depan denah. It’s free!
  6. Pakailah pakaian yang nyaman. Karena di sana banyak sekali pengunjung dan meski sudah ada AC tetep saja akan terasa gerah, itu wajar dan jangan terlalu menghakimi dengan keadaan yang seperti itu. Jadi pakailah pakaian yang nyaman dan bagi perempuan, bawalah tas yang tidak membuat repot.
  7. Sparing Partner yang sama-sama suka baca atau setidaknya suka dengan buku. Poin ini juga tidak kalah penting. Setiap momen memang memiliki rasa dan nuansa yang berbeda bagi setiap orang. Tentukan partner yang memiliki selera yang sama ketika berkunjung ke BBW. Bagi yang sudah memiliki life-time partner dan bisa selalu satu radar, maka bersyukurlah karena mendapat dalam satu paket komplit. 😀

Selanjutnya, tentang ketersediaan tempat salat bagi pengunjung muslim. Jangan khawatir, tersedia musalla di lantai 2 hall 8 dengan suasana yang nyaman, dingin dan karepet yang wangi. Namun, bagi muslimah yang mungkin seperti saya (yang seringnya dianggap ribet ketika berwudlu), tempat wudlu yang disediakan it is not moeslema-friendly karena wudlunya harus berbarengan dengan jamaah laki-laki. Hanya ada 2 kran air. Kalau saya kemarin, wudlu di toilet yang saya pikir ada kran air di setiap kotak toilet, tapi saya tidak menemukan. Konsep toilet modern yang ada di ICE BSD. Namun, karena kepepet akhirnya saya wudlu di wastafel 😀 Jadi bagi muslimah yang sedang tidak salat justru lebih diuntungkan karena sedang datang bulan. *hehehe*

Yap, itulah pengalaman kemarin mengunjungi The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale 2016. Semoga tips dan sedikit gambaran dari saya bisa bermanfaat untuk yang memiliki rencana berkunjung ke BBW saat longweekend besok. Semoga bermanfaat dan tetap menyenangkan. ^^

DSC_0006.jpg

 

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar

Posted in Review, TipsComments (15)


BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

MY ARCHIVES

FOLLOW ME

SHARING