Tag Archive | "MOTIVASI"

Kisah Lampu Duduk di Sudut Ruangan

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar
DSC_0004 (1)

Lokasi: Community Coffee Bintaro, Lantai 2

Jam berdentang ratusan kali. Ia, duduk terdiam. Tak peduli orang-orang yang berada di sekelilingnya, meski dalam satu ruangan. Begitu juga orang-orang itu, tak peduli akan kehadirannya walau dalam satu ruang yang sama juga. Mereka terus berbincang, berfoto, membentuk koloni, tertawa kencang, tertunduk di depan gadget atau hanya asyik menikmati hidangan.

Jam berdentang ratusan kali. Ia, masih terlihat. Sama, di tempat itu di pojok ruangan. Ia hanya akan bertukar posisi jika sang pemilik ruang datang dan ingin pemandangan yang berbeda. Namun, tempatnya tetaplah di sudut ruangan. Orang-orang silih berganti dalam ruangan. Tetap saja tak ada yang menyapanya. Jangankan menyapa, menganggapnya ada itu suatu hal yang langka.

Jam berdentang ratusan kali. Ia, masih di sana. Menunggu ada yang menyapanya. Menunggu ada yang memberi salam dan bertanya kabarnya. Menunggu ada seseorang saja yang menyadari kehadirannya. Ia, menyukai saat jelang senja. Saat matahari mulai turun dari singgasana. Jelang senja memberi arti untuknya. Saat jelang senja, ia akan menyala berharap menarik banyak perhatian setiap hiruk pikuk di ruangan.

***

Saya berlama-lama menatapnya, sebuah lampu duduk yang berada di sudut ruangan. Saat saya menikmatinya, saya justru didatangi banyak ingatan tentang curhatan-curhatan atau pun cerita dari beberapa orang yang berkisah tentang terasing, (merasa) diasingkan, dikucilkan, tak dianggap hingga berkurangnya rasa percaya diri. Saya mendapatkan cerita secara langsung, maupun berupa kisah, atau bahkan hanya sebuah celetukan candaan.

Ada masa di mana seseorang atau bahkan saya yang tiba-tiba merasa seperti butiran milo. Suatu saat, ketika air panas datang maka larutlah sudah. Benar-benar ada yang seperti ini. Ada yang (merasa) tak dianggap karena bisa dengan banyak alasan yang ada. Atau dengan menarik diri dengan sengaja karena sikap orang-orang di sekitarnya.

Salah satu dari sekian banyak kesukaan saya adalah saya akan banyak diam di tempat yang benar-benar baru saya kunjungi. Saya diam bukan karena saya sombong tapi saya sedang berpikir dan melakukan pengamatan. Yaah, sambil menutupi sikap norak dan ndeso saya saja sih. 😀

Saya menyadari dan saya pikir ada orang-orang yang merasa bernasib sama dengan kisah lampu duduk di sudut ruangan. Namun, saat itu benar-benar menampar saya ketika saya terlalu jumawa karena sebuah pengakuan. Apa yang sudah saya lakukan? Ah, betapa sebenarnya saya seharusnya malu pada si lampu duduk di sudut ruangan itu. Ia, banyak terabaikan dari pandangan. Ia, banyak terlewat dari perhatian. Namun, ia adalah sebenar-benar penggembira karena terangnya. Yap, bermanfaat!

Seringkali, saya ataupun kita melupakan kehadiran seseorang atau (sedikit) meremehkan seseorang dengan sangat cepat dan mudah. Namun, kita terlupa dan mungkin pandangan kita tertutup bahwa sebenarnya ia yang kita anggap di barisan terakhir itu adalah orang yang paling aktif menebarkan manfaat. Ia bergerak tanpa pujian. Ia berkarya tanpa ingin dianggap ada. Terus menerus tanpa henti dan tanpa rasa penat di hati, pun tanpa menarik diri.

Dalam sebuah diri, dalam sebuah jiwa sudah ada kelebihan yang Tuhan titipkan. Potensi dan kelebihan itu menunggu untuk terus diulang-ulang. Tak perlu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Bukan membandingkan, tapi jadikan orang lain sebagai semangat. Tak perlu menarik diri, tak perlu menenggelamkan diri di dasar lautan kenyataan, tak perlu merasa sedang berada di pojokan karena sungguh setiap diri yang berharga adalah yang paling bermanfaat dengan beragam cara, beragam jalan, dan berbagai rupa. Tak melulu menempuh dengan jalan yang sama. Ya, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=8zVlfGd5qXQ&w=560&h=315]

“Mungkin mereka bulan, tapi ingat kau MATAHARI. Cahaya mereka darimu.” -Tulus-

Jadilah dirimu dengan segudang kelebihanmu. Seperti kisah lampu duduk di sudut ruangan itu yang terus menyala meski tak banyak orang yang memedulikannya. Kita cukup berkarya dan semoga menjadi bagian dari insan yang paling banyak memberi manfaat untuk semesta. Bergembiralah dengan caramu!

 

Catatan Perjalanan si Kecil, Pemimpi Besar

Posted in RenunganComments (33)


BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

MY ARCHIVES

FOLLOW ME

SHARING