Cara Menjaga Kesehatan Mental Dengan Memaksimalkan Teknologi Di Tengah Pandemi

Posted on
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Kita sama-sama tahu, mengalami, dan merasakan betapa campur aduknya kondisi di tahun ini terutama sejak Indonesia juga menghadapi hal yang sama seperti negara-negara lainnya di dunia. Sebagian besar tatanan kehidupan mengalami perubahan. Kerja dari rumah, window shopping juga dari rumah, sekolah dari rumah, bahkan acara semacam konser musik juga dilakukan dari rumah masing-masing. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, karena kita didukung dengan adanya teknologi informasi yang kita sudah tidak asing lagi. Tiga bulan menjalani karantina di rumah juga bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Misal seorang ibu yang memiliki tugas ganda ketika anak-anak berada di rumah dan sekolah dari rumah, belum termasuk harus memasak, bersih-bersih, mencuci, dan tugas rumah yang seakan tiada pernah ada habisnya. Contoh lainnya, ketika seorang ayah yang terbiasa tiap pagi selalu rapi dan siap pergi bekerja tetapi harus bekerja dari rumah dengan tantangan digelayuti anak-anak usia balita, omelan istri karena hal remeh seperti meletakkan handuk di atas tempat tidur. Setiap hari, setiap waktu, mulai dari membuka mata hingg membuka mata lagi keesokan harinya bertatap muka dengan wajah yang ‘itu-itu saja’.

Tentu saja tiap satu orang dengan orang yang lainnya akan berbeda kisah yang dilewati selama bertahan di tengah pandemi ini. Namun, semuanya memiliki perjuangan yang sama dalam menjaga kesehatan mental di tengah pandemi ini terutama ketika harus berdampingan dengan teknologi informasi yang harusnya sangat liar dan deras. Hanya kita yang bisa memilih dan memutuskan dengan bijaksana agar tetap sehat mental dengan memaksimalkan teknologi informasi di tengah pandemi.

Teknologi vs Kesehatan Mental: Dunia Yang Saling Terhubung

John Connor dalam film Terminator Genisys tahun 2015 berkata, “Inilah dunia masa kini. Terus terhubung ke jejaring sosial. Mereka tidak bisa hidup tanpa ponsel”. Teknologi dalam hal ini adalah sepasang perangkat dan koneksi internet yang sudah sangat dekat dan melekat dengan kehidupan kita. Dari mulai bangun pagi, di rumah sambal menikmati sarapan, naik kendaraan, di sekolah, di kantor sampai pulang kembali ke rumah selepas beraktifitas pun tidak pernah absen membuka gawai pintar atau smartphone kesayangan kita. Apapun yang kita lakukan dengan gawai kita, baik untuk berkomunikasi, mencari informasi, melakukan transaksi, mencari hiburan atau sekadar scroll media sosial.

Bukankah kita harus membayar mahal waktu kita yang seakan habis di dunia yang tak memiliki dimensi itu? Yap, karena hal itu seharusnya kita bisa mendapatkan manfaat, keuntungan, dan kesenangan yang jauh lebih banyak melalui hal-hal positif, bukan?

Ketika ‘hanya’ berada di rumah, mencoba segala daya dan upaya untuk bertahan serta menahan diri untuk mengurangi intensitas keluar rumah memang terlihat gampang ya, jika satu dua tiga hari, kalau sampai tiga bulan atau hingga entah kapan, bagaimana? Tak bisa dipungkiri bahwa kondisi di tengah pandemi ini juga ujian bagi kesehatan mental bagi kita. Kadang-kadang, disadari atau tidak, kesehatan mental kita diuji ketika di rumah pun kita masih saja sekali dua kali dihinggapi perasaan cemas dan panik apalagi jika menimbulkan rasa sedih atau swing mood yang terus menerus atau bahkan berkepanjangan hingga menimbulkan rasa stress. Meskipun setiap orang memiliki toleransi stress yang berbeda. Tetap saja, kita membutuhkan kegiatan yang mendorong kita untuk terus memproduksi hormon endorphin agar tetap merasa bahagia dan bersyukur.

Menjaga Kesehatan Mental Agar Tetap Waras 

Setidaknya, ada cara sederhana menjaga kewarasan atau kesehatan mental di tengah pandemik seperti sekarang ini dengan memaksimalkan teknologi informasi meskipun hanya dari rumah.

  1. Mengikuti kursus, seminar, workshop secara daring

Selama pandemi di mana segala hal dilakukan dari rumah dan memiliki tingkat kecenderungan didera rasa bosan, saat itulah kehadiran teknologi informasi menjadi sangat berarti. Meskipun dari rumah dengan keadaan memakai baju seadanya bahkan skip mandi pagi, kita masih bisa memberi makan otak kita dengan pengetahuan dan wawasan baru melalui berbagai kursus, seminar, workshop secara daring. Ada yang gratis dan ada yang berbayar, tinggal pilih saja sesuai kebutuhan dan kemampuan, jangan hanya asal ikut-ikutan ya!

Ada berbagai macam kursus yang tersedia di beberapa platform mulai dari kursus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing, meningkatkan skill seperti fotografi, menulis, financial planning, dan sebagainya di mana semua itu sangat mudah dijangkau dari rumah dan dari layar gawai.selain itu juga ada seminar atau workshop yang durasinya berlangsung lebih singkat daripada kursus atau kelas online.

  1. Mengikuti virtual traveling

Di tengah pandemi di mana ruang gerak kita sangat terbatas. Hal ini juga berpengaruh dalam dunia pariwisata ketika traveling bukan saja sebuah lifestyle tetapi juga telah menjadi sebuah kebutuhan. Traveling yang bisa dijadikan sarana sebagai pelepas penat dan sarana belajar secara langsung bisa tentang alam hingga sosial budaya suatu tempat. Akhir-akhir ini virtual traveling telah naik daun. Tentu saja dengan memanfaatkan teknologi berupa gawai yang memadai dan koneksi internet dengan akses yang cepat. Kegiatan tetap dilakukan di rumah tetapi bisa menikmati sebuah perjalanan layaknya secara langsung bahkan didampingi oleh seorang tour guide.

  1. Mencoba bisnis secara online

Tak ada salahnya mencoba peruntungan di dunia bisnis terlebih secara online. Tak ada usaha yang sia-sia, kita hanya butuh niat dan tekat yang kuat untuk memulai. Ketika segalanya mulai beralih dari luring menjadi daring termasuk kegiatan belanja, maka tak ada masalah ketika kita ingin mencoba merambah dunia ini. Banyak cara yang bisa dimanfaatkan terlebih dengan keberadaan teknologi informasi yang mendukung. Perangkat yang memadai, beragam media sosial yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan target pasar, menjamurnya marketplace yang semakin dekat dengan masyarakat serta adanya perubahan cara berbelanja, dan kemudahan akses yang ada. Betapa itu bisa menjadi alasan kita untuk terus maju bukan?

  1. Menulis dengan media blog

Menulis merupakan salah satu cara menjaga kesehatan mental. Menulis apapun yang kita mau, membagikan banyak hal bisa berupa pengalaman sebuah perjalanan wisata atau perjalanan hidup, berbagi inspirasi, berbagi buku bacaan, berbagi resep, berbagi ide bermain untuk anak-anak, dan berbagi berbagai informasi yang tentu saja membutuhkan media yang bisa dijangkau oleh banyak orang, kapan pun dan di mana pun. Salah satu media yang bisa digunakan adalah blog, secara sederhana, blog seperti buku diary tetapi dalam wujud online melalu gawai dan diakses dengan internet. Saat ini, blog juga memiliki ragam, kita memiliki banyak pilihan. Ada blog yang tersedia gratis dan ada yang berbayar atau biasa disebut dengan top level domain atau dikenal akrab dengan sebutan TLD. Ketika kita memakai blog TLD maka kita akan memiliki blog atau web di bawah nama yang kita inginkan. Namanya juga berbayar, tentu saja kita akan menemui banyak pilihan harga. Perlu diingat bahwa tidak semua harus dibayar secara mahal ya, kita yang harus pintar memilahnya, memilih, dan memutuskannya.

Nah, perkenalkan, namanya Qwords merupakan satu diantara layanan penyedia jasa web hosting. Qwords menyediakan layanan penyewaan space untuk menyimpan file atau data website dan akses email yang kita pakai di internet. Selain itu, Qwords juga menyediakan layanan registrasi Domain Name atau alamat untuk website kita di internet agar mudah ditemukan dan diakses.

Penampakan Halaman Untuk Log-In atau Daftar Untuk Membuat Akun Baru

Bagaimana? Tertarik memiliki blog dengan nama sendiri? Atau masih ingin coba-coba untuk cek nama blog TLD impian? Bisa di tengah waktu luang kita manfaatkan untuk cek domain beserta hostingnya, apalagi kalau dapat hosting murah berkualitas. Iya kan?

Penampakan halaman setelah Log-In beserta layanan dari Qwords

Nah, agar lebih memudahkan bisa dengan daftar sebagai member Qwords di laman resminya. Setelah kita punya akun, log-in deh, dengan begitu kita akan mendapatkan informasi detail tentang seluk beluk domain, hosting, tipe-tipenya agar kita tahu kebutuhan kita, layanannya, hingga rincian harganya. Yakin nggak mau log-in dulu? 🙂

Saat kita tidak bisa ke mana-mana dan bertemu siapapun dengan sangat bebas seperti sebelumnya, di sisi lain kita juga harus dituntut memiliki mental yang sehat dan waras. Sekalipun gerak kita terbatas, tetapi keberadaan teknologi mendukung kita untuk terus bisa bermanfaat. Kita dituntut untuk bijaksana dan cerdas, mengambil dan memanfaatkan hal-hal baik yang datang dari pesatnya teknologi. Kita selain menjadi pengguna juga harus menjadi pendorong edukasi literasi digital. Kita yang juga bagian dari masyarakat juga harus saling mendukung dalam rangka meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk tujuan-tujuan yang lebih positif dan lebih produktif terutama di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Stay Sane! Tetap semangat dan produktif di tengah pandemi ^^

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeby feather
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

10 thoughts on “Cara Menjaga Kesehatan Mental Dengan Memaksimalkan Teknologi Di Tengah Pandemi

  1. Travelling lewat dunia maya bener-bener bisa menenangkan hati sih, apalagi saat ini sehari-hari hidup hanya di dalam rumah (kamar kos kalau saya).
    Sambil browsing foto-foto travelling tahun yang lalu-lalu. Hm..kayaknya harus mulai ngisi blog lagi sama cerita-cerita travelling yang belum sempat ketulis. Thx ka, atas info ttg Qwords, kucoba buka2 dulu deh, kali aja cocok harganya

    1. scroll up and down galeri itu juga bisa jadi hiburan, Mba..
      Aku pun gitu wkwkwkw

      Yuuklah, aktif ngeblog lagi… ^^

      Yaps, Mba, seemoga bermanfaat yaaa infonya…

      1. Cucok nih nday artikelnya. Sebenernya gag cuma yg wfh nih yang butuh menjaga kewarasan.. aq yg wfh (work from hospital) pun juga kerasa mental breakdown.. 🤣🤣

  2. Waaah, rasanya tricky banget ya pas pandemi kayak gini. Ngatasin caranya biar tetep di rumah tapi juga wajib waras jiwa raga, wkwkw. Opsi ikutan kursus2 daring aku coba pas awal2 dan berhasil. Akhir2 ini nyobain rileks karena masih parno sm new normal, huhu. Btw, jadi bikin blog baru buat resensi buku, Cin? Eciee sekalian aja pake qwords

    1. niat dan keinginan masih terjaga dengan baik, Ay 😀 wkwkwkw
      semoga dimudahkan menjalani aktifitas di era new normal yaaaa…

  3. Wah mbak Cindi…Artikelnya hooh bener. Menjaga kewarasaan di tengah pandemi memang perlu banget. Aku juga ikut gunain tehnologi untuk kursus dan mengasah ilmu. Plus lihat drama korea pastinya biar balance. Hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *