Ruang Tumbuh & Bersenang-Senang

Jajanan Khas yang Harus Dicicipi Saat Berkunjung ke Kota Palu

24

Jajanan Khas Kota Palu

 

Jonathan Safran Foer pernah menuliskan ‘food is culture, habit ,craving and identity’ dan di saat saya membacanya saya pun membenarkan. Kuliner di suatu daerah atau kota akan menjadi sebuah identitas sekaligus simbol budaya. Saat awal-awal tinggal di Kota Palu, hal yang saya cari pertama kali adalah soal makanannya beserta jajanannya. Rumah belum menjadi ‘rumah’ jika belum terisi dengan makanan. Saya menjadikan sebuah kota yang baru menjadi ‘rumah’ ya lewat makanannya itu 😀

Kota Palu
Pasha Ungu saat menjabat wakil walikota Palu. | Dok. Pribadi.

 

Seperti kota-kota lain, saya percaya pasti akan memiliki kekayaan kuliner, entah dari makanannya, kudapannya hingga minumannya. Termasuk juga Kota Palu, di awal 2021 yang terasa begitu asing kecuali spanduk yang terpasang di kantor walikota Palu, gambar Pasha Ungu pakai seragam korpri waktu itu, hehe…
Saya sedikit demi sedikit mencari tahu tentang kota ini dari jajanannya. Menurut saya, ada beberapa jajanan yang harus dicicipi jika sedang di Kota Palu, terlebih jika baru pertama kali ke Kota Palu.

 

Lalampa

Jajanan Khas Kota Palu Lalampa
Lokasi di Jalan Veteran, dekat toko grosir telur dan showroom Edison. | Dok. Pribadi.

 

Jajanan ini kalau di Jawa seperti kue lemper, bedanya adalah lalampa ini berisi ikan yang dimasak pedas. Biasanya ikan yang digunakan jenis cakalang, tuna atau tongkol. Lalu dibungkus dengan daun pisang. Setelah sempurna bungkusannya, dilumuri dengan minyak sayur atau minyak kelapa lanjut dibakar. Lalampa ini dinikmati selagi hangat. Kalau saya, beli di mana pun sama enaknya 😀 tapi memang dari sekian tempat yang jual lalampa, paling enak lalampa di pojok pertigaan Toboli, ke arah Parigi Moutong setelah melewati Kebun Kopi. Nah, dari segi ukuran, kalau lemper ukurannya bisa padat berisi sedangkan lalampa ukurannya kecil (langsing) dan saya makan satu rasanya kurang. 😀

Jajanan Khas Kota Palu Lalampa
Lalampa Toboli. | Dok. Pribadi

 

Panada

Kue ini, menurut saya yang nggak pintar dalam hal masak dan baking, adonannya mirip seperti donat tapi nggak bolong. Bentuknya setengah lingkaran dengan bagian pinggir diuntir-untir dan bagian dalam ada isiannya. Nah, isiannya ini juga bervariasi. Ada yang isian berupa ikan, lobak dan so’on. Ada juga yang isiannya ikan dan bihun. Rasa panada ini manis, gurih, dan pedas. Jika isiannya tidak dimasak pedas ya hanya manis dan gurih. Favorit saya sekaligus jarak mendapatkannya dekat adalah panada di A.M Kopi. ^^

Panada A.M Kopi
Panada yang saya beli di A.M Kopi. | Dok. Pribadi.

Baroncong

Jajanan Khas Kota Palu Baroncong
Proses pembuatan Baroncong. Berada di perempatan Jalan Garuda-Jalan Maleo. | Dok. Pribadi.

 

Kue satu ini paling enak dinikmati saat pagi sebagai teman minum teh atau minum kopi. Sekilas, baroncong ini mirip pukis karena memang dimasak dicetakan kue pukis tapi dari segi adonannya berbeda. Baroncong ini rasanya manis legit tapi nggak bikin eneg. Di dalamnya terdapat serutan kelapa muda. Ah, kue ini ngangenin!

Jajanan Khas Kota Palu Baroncong
Kue Baroncong | Dok. Pribadi.

Putu

Jangan dibayangkan kue ini rasanya manis seperti yang saya lakukan saat pertama kali di Kota Palu. Saya mengikuti feed obrolah netizen tentang kue ini beserta rekomendasi tempat yang mereka sebutkan. Salah satu netizen menuliskan sebuah tempat yang ternyata dekat rumah. Tanpa pikir panjang, keesokan hari, pagi-pagi sekali saya bergegas membeli dengan bayangan kue putu yang gurih manis. 😀

Jajanan Khas Kota Palu Putu
Putu Kota Palu. | Dok. Pribadi

 

Ternyata kue ini berbeda dengan putu yang biasa saya makan. Putu di Kota Palu ini dari ketan dicampur kelapa muda dan dinikmati dengan duo. Ap aitu duo? Nah, duo ini enak banget, semacam ikan kecil-kecil atau seperti ebi segar dimasak dengan tomat dan cabai (tapi bukan seperti sambal tomat). Enak lagi kalau makan ini saat Minggu pagi di Kampung Nelayan sambil menikmati ombak Teluk Palu dengan pemandangan Gunung Nokilalaki.

 

Jepa’

Jajanan Khas Kota Palu Jepa'
Proses pembuatan jepa’ dengan cara ditindih bergantian dengan tembikar panas. Di foto ini ada dua tembikar yang dipakai untuk proses pembuatan jepa’. | Dok. Pribadi.

 

Dari tampilannya saat pertama kali melihat saya langsung suka padahal belum mencoba, baru lihat proses masaknya 😀 Jepa’ ini terbuat dari tepung sagu dimasak di atas tembikar tanpa minyak. Biasanya, isi jepa’ adalah ikan suwir yang dimasak pedas atau taburan gula merah. Jajanan ini pun mudah didapatkan. Spot favorit saya menikmati jepa’ ini di anjungan pantai Talise. Makan jepa’ sore-sore sambil nunggu sunset dengan deburan ombak Teluk Palu dan pemandangan Gunung Nokilalaki. Bisa juga menikmati jepa’ di kafe jepa’ di tengah kota. Di kafe itu bisa menikmati juga surabi dan nasi kuning khas Kota Palu.

Jajanan Khas Kota Palu
Menikmati jepa’ di Pantai Talise, Teluk Palu. | Dok. Pribadi

 

Selain lima jajanan di atas, masih ada jajanan-jajanan baru yang membuat saya jatuh cinta dengan Kota Palu. Tulisan ini sepertinya akan lanjutan bagian keduanya, sih. 😀 Dari kelima jajanan ini, adakah yang membuat teman-teman penasaran tertarik untuk mencoba? Jajanan apa?
Yuk, berbagi di kolom komentar 

24 Comments
  1. Helena says

    Yang belum pernah makan jepa dan baroncong. Lalampa kesukaanku tapi beli yang di toboli.

    Nah yang unik itu putu karena beda jauh dari putu Jawa. Aslinya ini ketan dikasih roa. Enaaaak!

    1. cindiriy says

      Bener banget Mba Helena, Lalampa Toboli emang enak, sesuai dengan perjuangannya melewati Kebun Kopi.
      Iyak, putunya beda jauh 😀

  2. Dessy Achieriny says

    Aku baru makan Panada dan Lalampa selebihnya belum ahaha. Aku pikir Putu ini mirip sama kue putu di sini, ternyata beda. Kalau di sini diisi gula jawa.

    1. cindiriy says

      Kalau putu Jawa, di Palu sebutannya putu menangis, Mba.. 😀

  3. YSalma says

    Ingin nyoba semuanya mba. Kayaknya enak semua dari bahan-bahan yang digunakan.
    Lalampa mirip otak-otak sepertinya ya.
    Jepa dari sagu pastinya aromanya khas banget, auto ingin nyicipin.

    1. cindiriy says

      Mirip otak-otak dari segi visualnya sih Mba, kalau dari isinya mirip kue lemper..

  4. Maria G says

    duh gak satu pun yang pernah saya makan, keterlaluan banget ya?

    besok saya mau coba bikin panada ah

    karena saya sering bikin pastel, jadi udah setengah jalan ya?

    1. cindiriy says

      Yap, pastel versi besar..hehe

      1. Wahid Priyono says

        Pastel paling suk. Pas nanti ke Palu bolehlah coba gimana sih rasanya. Apakah versi lokal disitu lebih enak daripada disini.

  5. Annie Nugraha says

    Setuju banget. Kekayaan kuliner satu daerah mencerminkan budaya dari daerah tersebut. Termasuk juga kebiasaannya. Yang dekat perairan biasanya banyak sekali olahan dari ikan, seperti Palembang.

    Kalau lihat list di atas, ada beberapa jenis kuliner yang sama dimiliki oleh daerah lain. Lalampa juga sama pernah saya temukan di Tidore (Maluku Utara). Panada dan Baroncong di Makassar. Putu di Jawa. Yang baru ini saya lihat dan belum pernah dicoba tuh Jepa. Tapi kelihatan semua enak dan menyelerakan dan menjadi kekayaan kuliner nusantara.

    1. cindiriy says

      Iya betul Mba, di Palu mudah sekali mendapat ikan segar.
      Kalau putu Jawa, di Palu nyebutnya putu menangis, Mba 😀 , isi gula merah ditabur kelapa parut dan gula putih bubuk
      Putu palu itu dari ketan langsung campur kelapa parut dimakan bareng duo.

  6. Suci says

    Waktu saya nulis soal luti gendang oleh2 dari Batam banyak yang bilang mirip panada. Ternyata bener, beda di bentuknya aja. Aku pingin nyicip panada dan lalampa…. hmm keliatan enak

  7. Yuni Bint Saniro says

    Aku belum pernah nyicipin kelima jajanan itu. Cuma temenku sering kali cerita tentang lalampa.

    Saking seringnya dia bercerita betapa nikmatnya lalampa. Membuatku jadi pingin nyicipin juga. Hehehe…

    1. cindiriy says

      Iya Mba, nikmat banget. Beneran nggak cukup 1 😀

  8. Adi says

    Rasa-rasanya mau saya beli dan makan semuanya. Lalampa, jepa daj baroncong kelihatannya menggoda banget. Keren abis.

  9. Ira Hamid says

    Panada dan baroncong juga ada di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Jepa’ mirip makanan khas Buton, namanya lanta, terbuat dari sagu yang isiannya dicampur kelapa dan gula merah

    1. cindiriy says

      Semoga bisa ke Buton Tengah dan bisa makan Lanta langsung di sana ^^

  10. Fenni Bungsu says

    Ahh, jadi mau Lalampa dan Jepa, karena unik dan dari penampakannya tersirat aromanya sampai sini loh kak, hehe.
    Kalau panada karena di sini ada, jadi pernah coba.

  11. Nanik Nara says

    Duh saya jadi membayangkan makan Jepa sore-sore di pinggir pantai, menantikan saat matahari tenggelam.

    Baroncong ini kalau di sini kayak kue rangin ya mbak, cetakannya emang pakai cetakan pukis, tapi adonannya beda. Rasa gurih dari parutan kelapanya bikin nagih

    1. cindiriy says

      Beda, Mba. Kalau rangin menurut saya lebih kering gitu, nah kalau Baroncong ini cenderung basah atau lembek gitu sih..

  12. lendyagassi says

    Makanan khas Kota Palu rata-rata gurih ya..
    Dinikmati bersama teh hangat sungguh nikmat sekali..
    Apalagi pas masih anget-anget makanan dan minumannya.

    Yang paling unik tuh Putu sih ya..
    Hehhe, semacam kena prank pas pesen…soalnya jauh dari bayangan.
    Alhamdulillah, jadi tahu bahwa nama tidak paten untuk sebuah wiskul.

    1. cindiriy says

      Iya Mba 😀
      Justru itu malah jadi kenangan..

  13. Meilia Wuryantati says

    Aku belum pernah ke Kota Palu, duh lihat jajanan nya enak2 yah kak, menggoda banget deh.. owh Iyah aku sih pernah nyoba Panada nya, tapi beli disini aja, tetep beda yah kak rasanya pasti dengan yang aslinya di kota Palu, make wish semoga kapan2 bisa wiskul kesana aamiin

  14. Tanti Amelia says

    Udah pernah makan lalampa karena dibawain temen yang orang SUlawesi, dan panada! Ya karena temennya ibuku adalah orang Manado asli

    Panada itu favorit banget loh, kalau jepa malah bikin penasaran ya

Leave A Reply

Your email address will not be published.