Ruang Tumbuh & Bersenang-Senang

Naik-Naik ke Air Terjun Wera di Kabupaten Sigi

15

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi…tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara a-a..”

Teman-teman tentu masih ingat dengan potongan lirik lagu itu bukan? Saya menyenandungkannya sepanjang perjalanan di mana pemandangan di depan mata ada gunung dengan nuansa hijau yang menenangkan. Dari rumah, suami hanya berpesan agar saya memakai sandal yang mudah dilepas dan nyaman. Ketika saya sadar, perjalanan kami telah keluar dari Kota Palu, saya pun makin penasaran akan dibawa ke mana.

Air Terjun Wera Sigi
Jalan menuju jembatan yang merupakan titik awal perjalanan ke Air Terjun Wera. | Dok. Pribadi

“Ke air terjun itu”, katanya sambil menunjuk ke arah air terjun yang terlihat masih begitu jauh. Bayangan saya selama sisa perjalanan, air terjun tujuan kami ini layaknya air terjun Tawangmangu di mana aksesnya mudah dan tetap bisa ‘jalan-jalan cantik’ atau ‘foto-foto cantik ala model’ 😀

Air Terjun Wera Sigi
Foto ini diambil di atas jembatan yang merupakan titik awal menuju air terjun. | Dok. Pribadi

Perjalanan sekitar 30 menit dari Kota Palu berakhir, kami parkir dan memulai perjalanan menuju air terjun yang bernama Air Terjun Wera. Tak perlu waktu lama, akhirnya saya buru-buru membuang segala ekspektasi tadi karena saat memasuki wilayah Air Terjun Wera ini masih sangat alami. Dari parkiran masuk ke area awal melalui jalan kecil dan turun melalui tangga alami dari akar pohon yang dibuat undak-undakan. Melewati jembatan, sungguh pemandangannya sangat bagus. Ada jalan paving dari batu alam yang dibuat rapi memudahkan untuk berjalan. Sepanjang jalan, ada sungai berbatu di sisi kiri dengan deru suaranya yang riuh. Sungai ini membelah hutan yang akan jadi teman perjalanan menuju Air Terjun Wera.

Air Terjun Wera Sigi
Terdapat pohon yang berukuran besar dan suasana yang sangat alami. | Dok. Pribadi.
Air Terjun Wera Sigi
Jalannya ramah 😀 | Dok. Pribadi.

Saya berjalan sebentar dengan jalan paving halus dan di bagian yang mulai menanjak, di sisi kiri terdapat semacam pagar untuk pegangan. Saya pikir, oke, termasuk ramah kalau aksesnya seperti ini, batin saya waktu. Hingga akhirnya, saya tiba di ujung di mana ada batu besar dan di baliknya adalah jalan terjal yang harus ditempuh untuk sampai Air Terjun Wera 😀

Air Terjun Wera Sigi
Mulai menggunakan mode tracking-hiking 😀 | Dok. Pribadi
Air Terjun Wera Sigi
Mulai mode gendong juga 😀 | Dok. Pribadi

Saya harus melepas sandal karena harus masuk sungai untuk menyebrang, lalu naik, naik, naik lagi, terus sambil tetap waspada dan memilah mana pijakan yang kuat untuk saya pijak selanjutnya, memastikan pijakan berikutnya aman. Perjalanan di area yang masih sangat alami ini ternyata lebih panjang daripada jalan paving sebelumnya 😀 Jadilah saya tracking-hiking untuk mencapai air terjun. Kegiatan tracking-hiking di bagian ini menantang wisatan  karena terdapat bebatuan terjal dan membuat beberapa titik jalur menyempit.

Air Terjun Wera Sigi
Momen menyeberangi sungai. | Dok. Pribadi

Selama perjalanan saya sudah tidak berpikir untuk bisa foto-foto cantik ala model tapi lebih kepada gimana nanti turunnya :-D, semoga pemandangan di depan sana sepadan dengan perjalanannya. Meski harus tracking-hiking, naik-naik, ternyata anak kami yang usia 3 tahun jauh lebih menikmatinya meski sekali dua kali dia minta gendong. Selama perjalanan naik ini kami hanya dua kali berpapasan dengan kelompok pemuda-pemudi yang baru saja turun dari air terjun.

Air Terjun Wera Sigi
Tracking-Hiking ke Air Terjun Wera ini semakin asik dengan kerja sama gantian gendong seperti ini 😀 | Dok. Pribadi

Sampai Puncak, Melihat Pesona Air Terjun Wera

Sungguh, segala peluh terbayar saat melihat air terjun yang indah, yang dikelilingi pohon-pohon dan tumbuhan-tumbuhan lain dengan warna hijau menawan. Air terjun yang terletak di Desa Balumpewa, Dolo Barat, Kabupaten Sigi ini dapat dinikmati keindahannya dari dua tempat atau dua sudut pandang, bagian atas dan bagian bawah air terjun yang lebih landai. Saat itu, saya menikmatinya di bagian atas, sudah tak sanggup lagi jalan ke bawah 😀

Air Terjun Wera Sigi
Air Terjun Wera dari sisi atas. | Dok. Pribadi.

Bagi pengunjung, selain menikmati keindahan alam dan setelah uji adrenalin, kurang rasanya jika tak berfoto ria atau setidaknya mengabadikan momen indah Air Terjun Wera. Selain keindahan air terjun, kawasan yang akhirnya saya tahu bahwa ini adalah kawasan hutan lindung makanya keadaannya sangat alami termasuk aksesnya. Suara-suara burung dan serangga terdengar jelas, karena itu memang setiap sudutnya harus diabadikan. Apalagi Air Terjun Wera ini berada di kawasan hutan lindung  di mana pepohonan tua berukuran besar yang bagi saya sendiri jarang saya jumpai.

Fasilitas di Kawasan Air Terjun Wera

Saat saya ke sana, sekitar awal Maret 2021, ternyata sudah dua tahun (dan baru saya tulis di tahun 2023, sungguh terlalu :-D), tidak ada fasilitas berupa toilet atau kamar ganti. Tidak ada musola atau warung makan. Saat itu tarif parkirnya pun sangat murah, Rp 5.000,00 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Masih sangat terjangkau kan? Di area parkir ini ada dua kedai kecil yang dikelola perorangan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Waktu yang disarankan saat ke Air Terjun Wera adalah saat musim kemarau karena saat musim penghujan dikhawatirkan debit air meningkat mengingat untuk sampai ke air terjun harus menyebrangi sungai secara langsung (masuk ke dalam sungai). Memakai alas kaki yang nyaman dan simpel yang mudah dilepas jika tidak nyaman menggunakan alas kaki basah. Membawa makanan dan minuman secukupnya agar perjalanan tracking-hiking lebih ringan. Selain itu, harus tetap memperhatikan keamanan diri dan bawaan seperti kamera atau telepon genggam. Tak lupa yang juga sangat penting, jika pergi ke Air Terjun Wera bersama anak usia di bawah 5 tahun harus diawasi dengan maksimal dan sebaik mungkin. Tak hanya waspada kepada diri sendiri dan barang bawaan, tentu saja kita harus tetap menjaga kebersihan, sisa bungkus jajan harus kita bawa turun dan buang di tempat sampah karena alam yang cantik ini harus benar-benar kita jaga.

 

Gimana teman-teman, siap uji adrenalin di Air Terjun Wera? 

15 Comments
  1. Dian Restu Agustina says

    Hihi batal foto-foto cantiknya ya, Mbak…Tapi lihat kiri-kanan masih alami begini puas pasti saat sampai tujuan di Air Terjun Wera meski jalanan ada yang berkontur terjal dan sesekali gendong si kecil pula…Semoga saat ini sudah dilengkapi fasilitas ya di sana

  2. Myra (Jalan-Jalan KeNai) says

    Kalau untuk alas kaki, suami saya selalu mewajibkan pakai sepatu tertutup dengan kaos kaki. Pernah saya pakai sepatu sandal, malah dilarang ikut ma dia :D. Anak-anak memang biasanya staminanya lebih kuat. Apalagi kalau udah lihat air terjunnya. Bisa tambah semangat, deh

  3. YSalma says

    Perjalanan yang sepadan dengan keanggunan yang dapat dilihat dari air terjun Wera.
    Masih sangat alami. Paru-paru dan mata dibuat segar selama perjalanan.
    Semoga saat ini tracknya sudah semakin baik.

  4. Sylvianayy says

    Seru banget deh travelling ke air terjun sama si kecil. Jadi inget aku udah lama gak main ke wisata air terjun. Pengen jalan jalan juga jadinya. Liat air terjunnya seger, pemandangan sekitar saat perjalanan juga sejuk ya

  5. Maria G says

    ya ampun Mbak Cindi, tulisannya bikin mupeng pingin ke sana juga

    harus tambah kenceng nabung nih, supaya bisasegera ke Palu, atau kawasan Sulawesi lainnya

  6. dea says

    Masyaa Allah keren banget, pengen deh bawa anak ke alam kaya gitu, adek ga rewel mba?

  7. Alif says

    Sudah ada trackingnya jadi lebih nyaman ya. Jadi kebayang deh suasana alamnya yang serba ijo ditambah suara binatang khas hutan

  8. Akarui Cha says

    Sampai harus menyeberang sungai segala dong. Kirain jalanan ramah dan beralih ke jalanan terjal sudah cukup, eeehhh taunya. Semoga akan ada fasilitan sesederhana kamar mandi atau toilet lah ya di sekitar air terjun biar memudahkan pengunjung kalau butuh ke ‘belakang’. Tapi karena masih banyak sekali rerimbunan pohon besar, kebayang sih betapa sejuknya udara saat berada di sana.

  9. […] cocok lagi, mampir makan di La Toratima dalam keadaan setelah tracking dari Air Terjun Wera Sigi. […]

  10. Ririn Wandes Melalak Cantik says

    Sejauh mata memandang tampak pepohonan hijau ya, Mba dengan suara gemercik air yang mengalir juga tuh. Bayangin kakak pakai baju gamis gendong adek gitu yah, kakak strong banget sih. Sepertinya pemilihan alas kaki yang tepat, nyaman dipakai penting sekali deh agar perjalanan naik ke air terjun makin happy ya,kak.

  11. Yuni Bint Saniro says

    Berarti kalau mau ke air terjun Wera itu juga harus sediakan fisik juga ya. Biar strong dan asyik tracking dan hickingnya. Hehehe

    Tapi worth itu sih kalau sekeren itu air terjunnya.

  12. Desliyani Natalia says

    seru banget pasti perjalanan ke air terjun wera. Masya Allah yah Indonesia ini indah-indah sekali alamnya. jadi ingin ikut menjelajah ke sekuruh Indonesia.

  13. Desliyani Natalia says

    seru banget pasti perjalanan ke air terjun wera. Masya Allah yah Indonesia ini indah sekali alamnya. jadi ingin ikut menjelajah dan menikmati suasananya.

  14. Fenni Bungsu says

    Kalau lihat suasana alam ini jadinya tuh seger buat pikiran dan jiwa. Walau mungkin buat menelusurinya bakal menguras energi hehe, tetapi tetep aja bahagia ya

  15. lendyagassi says

    Alhamdulillah,
    Dari yang tadinya mengendap berupa draft, jadi bisa dinikmati dan pembaca jadi tahu Air Terjun Wera yang indah. Rasanya kalau sama anak-anak tuh jadi lebih challenging yaa…

    Keren kak Cindi…perjuangannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.