Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Rekomendasi Kedai Menu Korea di ONO AE Ngawi

Ono Ae Cafe Ngawi

Ono Ae Cafe Ngawi

Korean Wave atau gelombang Korea tak sekadar dalam lingkaran lagu-lagu K-POP atau K-Drama tetapi juga dunia kulinernya. Nama-nama makanan khas Korea bisa jadi sangat lekat dalam hidup kita. Di antaranya Bibimbap, Gimbap , Teobokki, Ramyeon dan Rapokki. Kita juga tak perlu jauh-jauh juga ke Korea untuk menikmatinya. Makanan-makanan itu sudah bisa dijumpai di Indonesia, mulai dari kedai pinggir jalan hingga tempat bintang lima. Ngawi, di mana ini kota kecil pun juga bisa menikmati menu Korea meski ala kadarnya. 😀

Ono Ae Cafe Ngawi

Lokasi dan Jam Operasional Ono Ae Café

Ono Ae café namanya. Letaknya ada di tengah kota, sangat dekat dengan Alun-Alun Kota Ngawi. Tepatnya berada di utara Polres Ngawi berseberangan dengan Toko Meubel Sidodadi 2. Karena letaknya sangat strategis dan memang berada di tengah Kota Ngawi maka kafe ini, menurut saya mudah sekali dijangkau dan ditemukan.

Ono Ae Cafe Ngawi

Ono Ae CafĂ© mulai melayani para pelanggannya pada pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Kabar baiknya lagi adalah Ono Ae CafĂ© ini buka setiap hari. Jam buka juga termasuk friendly ya, nggak terlalu siang, untuk emak-emak seperti saya bisa langsung bablas setelah jemput anak sekolah. 😀

Menu di Ono Ae Café

Ono Ae Cafe Ngawi

Saya akui menu di Ono Ae Café ini termasuk banyak pilihan. Untuk pilihan menu makanan ada main course dan camilan. Pilihan makanannya ada aneka rice bowl, menu nusantara seperti nasi goreng dan menu makanan Korea. Di kunjungan pertama kali ini saya memesan Bibimbap atau biasa disebut dengan nasi campur Korea. Menurut saya tetap enak kok, saus gochujangnya juga cukup enak tapi porsi nasinya termasuk banyak untuk saya yang nggak bisa makan karbohidrat dalam jumlah banyak. Selain Bibimbap, Chicken Teriyaki di Ono Ae Café juga enak dan kid friendly.

Ono Ae Cafe Ngawi

Menu minumannya juga beragam dan banyak pilihan. Aneka kopi dan non kopi tersedia dan bisa dihidangkan dalam keadaan panas atau dingin sesuai selera pelanggan. Saya memesan Coffee Latte sugar free dan saya suka. Minuman dengan dasar teh pun juga banyak pilihan. Ada teh leci, lemon hingga original, lengkap. Ada juga menu gelato dengan beberapa pilihan juga.

Ono Ae Cafe Ngawi

Fasilitas di Ono Ae Café

Ono Ae Cafe Ngawi

Ono Ae Café menurut saya kedai kopi yang nyaman apalagi untuk work from café. Tersedia area indoor tanpa AC, indoor ber-AC dan outdoor. Sepertinya jika ke Ono Ae saat sore atau malam akan lebih aduhai sih yaa daripada siang. Area outdoor termasuk sejuk karena ada pepohonan. Oh iya, di sini ada live music juga saat malam. Tersedia toilet dan tempat untuk salat.

Ono Ae Cafe Ngawi

Untuk area parkir, menurut saya memang terbatas yaaa apalagi jika naik mobil. Parkir mobil di pinggair jalan tepat depan kafe dengan space terbatas. Sedangkan untuk parkir motor, masih lumayanlah ya kecuali di jam-jam ramai pengunjung. Semua menu di Ono Ae Café juga bisa dipesan secara online melalui aplikasi.

Jika Teman-Teman menyukai kuliner citarasa Asia, bisa lho menikmati menu-menu khas Korea atau bisa juga menu-menu khas Jepang. ^^

 

Baca juga: Ke Ngawi? Jangan lupa ke Ngawioboro yaa…!

Pengalaman Ngopi Dengan Nuansa Groovy di Groovy Café

Groovy Cafe

Groovy Cafe

Di dekat kampus suami,  Ajou University, ada sebuah kawasan yang namanya Gwanggyo Café Street. Sesuai dengan namanya, di tempat ini banyak sekali berderet-deret macam-macam kafe yang bisa kita temui. Suatu saat saya iseng memilih satu kafe secara random dan ingin membuktikan sendiri, apakah kafe ini nanti mampu merepresentasikan nama Gwanggyo Café Street.

Sekilas Tentang Groovy Café

Kafe yang saya pilih namanya adalah Groovy Café atau Geurubi kalau ditulis menggunakan Hangeul. Lokasinya berada di pinggir sungai dan agak tricky untuk menemukan pintu masuknya karena harus memutar sedikit dari jalan utama. Gwanggyo Café Street sendiri berlokasi di antara Ajou University dan Kyonggi University, Suwon City. Cukup ketik saja di google maps atau better di Naver map: Gwanggyo Café Street, maka akan muncul lokasi yang dimaksud. Untuk menuju lokasi juga cukup mudah, bisa menggunakan bus umum atau subway, sangat mudah dijangkau.

 

Kesan pertama ketika pertama kali masuk, saya langsung nyaman dengan konsep kafenya. Lampu-lampu yang dipasang tidak terlalu terang, malah lebih cenderung temaram. Di sekeliling dinding dipasang rak-rak buku yang menampung berbagai buku. Lampunya didesain nuansa old style yang bikin suasana lebih cozy. Sesuai dengan namanya, groovy kadang-kadang bisa diartikan sebagai sesuatu yang membuat nostalgia. Contoh misalnya: musiknya groovy banget, jadi inget musik-musik tahun 60-an. Jadi mengasosiasikan kalau style musiknya cukup retro dan terkesan old style. Material yang digunakan untuk kursi dan meja terbuat dari kayu yang memiliki nuansa tua. Entah kayunya memang sudah tua atau dikonsep sedemikian rupa, namun yang jelas furniture-nya ngeblend banget dengan konsep kafenya, ditambah karpet tua yang menambah vibe old stylenya.

 

Menu dan Harga di Café Groovy

Menu yang ditawarkan cukup variatif. Ada macam-macam kopi atau varian teh, juga menyediakan berbagai macam kue. Cukup untuk menemani sejam-dua jam baca buku atau bincang-bincang ringan. Sayangnya menunya menggunakan huruf Hangeul, jadi kalau tidak bisa baca siapkan saja aplikasi penerjemah, hehe. Harganya cukup standar dengan harga kafe-kafe di Korea. Kopi dan teh ditawarkan di kisaran harga 5-7 ribu won (sekitar 50-70 ribu rupiah). Sedangkan kue-kuenya di harga 7 ribu won. Paling mahal adalah bir, seharga 8 ribu won.

 

So, dengan konsep kafenya yang groovy banget, tempat ini cocok untuk baca buku, kerja sambil buka laptop atau ngobrol-ngobrol santai dengan teman. Dengan memilih kafe secara random saja, kesan yang saya dapat tidak mengecewakan. Nampaknya saya perlu mencoba kafe-kafe lain di kawasan Gwanggyo Café Street ini. Korea memang banyak sekali pilihan kafe dengan beragam tema, jadi tidak ada salahnya next time kita mencoba kafe lain di kawasan ini.

 

Baca juga: Menikmati Langit di Haneul Park, Taman di Atas Awan.

Menikmati Keindahan Langit di Haneul Park, Taman di Atas Awan

Haneul Park

Haneul Park

Haneul Park, atau kalau diartikan secara harfiah adalah “Taman Langit,” adalah salah satu taman yang terletak di dekat komplek Piala Dunia di Seoul, Korea Selatan. Mungkin sukar dipercaya, namun taman yang indah ini dulunya merupakan tempat pembuangan sampah, tetapi kini telah bertransformasi menjadi tempat yang memukau untuk dinikmati oleh para pengunjung.

 

Keindahan dan Sejarah Haneul Park

 

Haneul Park terletak di bagian tertinggi dari Taman Piala Dunia di Distrik Mapo, Seoul. Taman ini dibuka untuk umum pada tahun 2002, tepat waktu untuk Piala Dunia FIFA yang diadakan di Korea Selatan dan Jepang. Salah satu ciri khas yang membedakan Haneul Park adalah lanskapnya yang menakjubkan, dengan bukit-bukit yang menggelombang, padang rumput luas, jalur-jalur untuk pejalan kaki, dan berbagai jenis tanaman.

 

Taman ini memiliki sejarah yang menarik, di mana dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Namun, berkat upaya yang luar biasa, tempat ini telah berubah menjadi tempat yang ramah lingkungan dan indah. Saat ini, Haneul Park menjadi simbol transformasi yang menginspirasi, menunjukkan bahwa tempat yang dulunya kotor dan tercemar dapat diubah menjadi ruang yang hijau dan indah.

 

Kalau misalnya digali, di bawah taman ini pada kedalaman kira-kira 2 meter masih akan ditemukan sampah-sampah sisa masa lalu. Pertanyaan berikutnya, bukankah sampah yang membusuk lama-lama akan menghasilkan gas ya, apa tidak berbahaya? Inilah smart-nya penanganan sampah di Korea. Gas yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah tersebut malah dijadikan sumber energi listrik untuk menerangi sebagian wilayah Seoul. Sekali tepuk dua lalat mati: gunung sampah menjadi taman dan menghasilkan energi listrik untuk kota.

 

Akses Menuju ke Taman di Atas Awan

 

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan Haneul Park, akses ke tempat ini relatif mudah karena masih di dalam Kota Seoul. Anda dapat menggunakan transportasi umum seperti kereta bawah tanah dan bus untuk mencapainya. Berhenti di stasiun atau Halte World Cup Stadium. Setelah tiba di sana, pengunjung dapat mengikuti petunjuk menuju Haneul Park.

 

Perjalanan menuju taman ini juga bisa menjadi bagian dari petualangan yang menyenangkan. Teman-Teman akan melewati jalan-jalan yang mengarah ke puncak, memberikan pengalaman yang memikat dengan pemandangan yang mengagumkan. Perjalanan ini dapat membangkitkan semangat petualang dalam diri dan membuat saya semakin bersemangat untuk tiba di destinasi akhir, di atas awan. Mungkin terlalu berlebihan, namun tempat ini memang menjadi salah satu rekomendasi jika ingin menikmati kota Seoul dari ketinggian.

 

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Haneul Park buka pada jam-jam tertentu sesuai dengan musimnya. Biasanya, taman ini buka dari pagi hingga sore hari. Namun, penting untuk memeriksa jam buka terbaru sebelum mengunjungi taman.

 

Sebagai taman umum, Haneul Park tidak mengenakan biaya tiket masuk. Ini membuatnya menjadi tempat rekreasi yang terjangkau dan menyenangkan untuk dikunjungi bersama keluarga, teman, atau sendirian. Pengunjung dapat dengan bebas menjelajahi taman ini, berjalan-jalan di jalur yang disediakan dan menikmati pemandangan yang disajikan oleh alam.

 

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Haneul Park

 

Haneul Park bukan hanya tempat yang indah untuk berjalan-jalan, tetapi juga tempat yang ideal untuk berfoto. Pemandangan langit yang luas dan padang rumput yang menghijau memberikan latar belakang yang sempurna untuk mengambil gambar yang cantik. Terutama saat musim gugur tiba, taman ini berubah menjadi lautan emas dengan rerumputan Eulalia yang berubah warna. Tempat ini juga sering digunakan oleh pasangan yang ingin mengambil foto Prewed.

 

Sekadar duduk santai menikmati pemandangan adalah hal yang umumnya dilakukan disini. Teman-Teman dapat membawa bekal piknik, membaca buku atau hanya merenung sambil menikmati udara segar dan pemandangan menakjubkan di sekitar. Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Seoul yang menjulang, serta Sungai Han yang mengalir tenang di kejauhan.

 

Haneul Park adalah bukti nyata bahwa transformasi luar biasa dapat terjadi jika kita merawat lingkungan dan masyarakat kita. Dari tempat pembuangan sampah yang tak terpakai, taman ini telah berubah menjadi oase hijau yang menjadi tempat rekreasi, inspirasi, dan refleksi bagi penduduk kota dan pengunjung. Haneul Park adalah contoh hidup tentang bagaimana upaya kolektif dapat menciptakan perubahan yang positif.

 

Jika Teman-Teman berencana mengunjungi Seoul dan sudah bosan dengan tempat-tempat mainstream di Kota Seoul, tempat ini bisa menjadi pilihan yang sayang dilewatkan. Apalagi sebentar lagi musim gugur. Tempat ini akan semakin maksimal indahnya.

 

Baca juga: Kesejukan Alam di Yeongheung Arboretum Suwon.