Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Raindear Coffee House, Coffee Shop Family Friendly di Bogor

Ada beberapa lokasi Raindear di Kota Bogor, masing-masing dengan konsep yang berbeda. Ada Raindear Coffee House, Raindear Coffee and Kitchen, dan Raindear Taman Budaya. Dari namanya Raindear ini sebenarnya mencerminkan Kota Bogor banget. Raindear merepresentasikan Kota Bogor yang hampir setiap hari hujan, dan memilih kepala rusa sebagai logo café-nya. Hewan rusa sendiri identik dengan Kota Bogor juga karena banyak sekali bisa ditemukan di Kebun raya Bogor. Dear dan Deer dalam bahasa inggris juga memiliki pengucapan yang mirip-mirip.

 

Saya berkesempatan untuk mengunjungi Raindear Coffee House yang beralamat di Jalan Kantor Pos No. 6, Baranangsiang, Kota Bogor. Lokasinya mudah dijangkau karena masih berada di seputaran pusat kota, dan dekat dari exit tol. Lokasi parkir yang lumayan, tidak sempit tapi juga tidak terlalu luas. Mungkin karena lokasinya di pusat kota dan di pinggir jalan.

 

Saat masuk ke dalam, kita langsung disambut dengan receptionis yang merangkap kasir, dan di belakangnya tempat barista sedang meracik kopi. Kita akan ditanyai untuk berapa orang dan akan direkomendasikan tempat yang cocok sesuai dengan jumlah pengunjung. Ada beberapa pilihan, bisa indoor atau outdoor, lantai satu atau pun lantai dua. Di bagian outdoor bagian belakang terdapat panggung kecil yang biasanya ada live musik.

 

Menu dan makanan

Ornamen dalamnya terkesan mewah, dengan suara live musik yang cukup keras, sekilas tempat ini mirip dengan club and bar. Tapi tenang saja, mereka meng-klaim halal, sehingga kemungkinan besar tidak menjual minuman beralkohol.

 

Menu yang disajikan cukup lengkap, ada berbagai kopi dengan macam-macam variasinya, minuman non kopi pun tersedia. Makanan pun lengkap, dari makanan ringan sampai makanan berat tersedia. Ada taco, pizza, nachos, Thai spring roll, truffle, salad, steak, dll. Ada juga makanan berat khas Nusantara, yaitu ikan dori dengan sambal matah, nasi goreng cumi hitam, iga bakar, dan sopnya yang creamy. Saya sendiri memesan coffee latte dengan nasi goreng cumi hitam, dan rasanya lumayan enak.

 

Di setiap meja ada barcode yang bisa digunakan untuk melihat-lihat menu yang tersedia dan bisa juga pesan disitu. Atau kalian bisa juga meminta buku menu dan memesan langsung ke waitress-nya, kalau kalian adalah tipe konvensional yang harus pegang buku menu dan dilayani oleh waitress.

 

Raindear Coffee House saja sudah menyajikan menu yang cenderung lengkap, suatu saat nampaknya perlu mencoba Raindear Coffee and Kitchen, yang harusnya lebih lengkap lagi menunya. Atau Raindear Taman Budaya Sentul yang katanya estetik banget.

Menikmati Kopi Favorit di Kopi Tuku Bogor

Brand kopi ini belakangan sedang viral karena buka cabang di Gangnam, Korea. Di Indonesia sendiri, kopi ini sudah lama berdiri dan punya banyak cabang yang tersebar di berbagai kota. Saya sendiri berkesempatan mencoba Kopi Tuku di area Bogor. Di Bogor sendiri, ada dua lokasi Kopi Tuku, di Tanah Sareal dan di Sentul. Uniknya, lokasi kedai Kopi Tuku biasanya ada dalam satu komplek dengan Pom Bensin BP (British Petroleum). Saya mencoba Kopi Tuku di Sentul, dan memang berada dalam satu komplek dengan Pom Bensin BP.

 

Outlet kopinya sendiri tidak terlalu besar, bahkan bisa dibilang cukup kecil dan nampaknya hanya bisa take away. Bangku-bangku yang tersedia lebih difungsikan sebagai tempat menunggu kopi pesanan selesai dibuat. Jadi, kedai kopi ini tidak cocok bagi kalian yang ingin ke kedai kopi sambil ngobrol dengan kawan atau sambil kerja di depan laptop. Tapi antriannya cukup panjang, kadang-kadang bisa sampai luar pintu.

 

Menu

Menu yang ditawarkan tidak terlalu banyak. Minuman hanya seputar kopi beserta variannya dan non kopi, serta sedikit makanan cemilan pendamping kopi, seperti donat, bolu, lumpia, tahu schotel, kukis, martabak linting, onigiri, dan segowo (nasi bungkus dengan porsi kecil). Dari menu yang disajikan, nampaknya kopi ini ingin lebih menonjolkan khas nusantara di tengah gempuran coffee shop lain yang biasanya menyajikan menu western sebagai pendamping kopi, seperti croissant, cheese cake, dan sejeninsnya.

 

Saya sendiri memesan menu kopi dengan nama Kopi Susu Tetangga, perpaduan antara kopi, susu, dan gula. Sebetulnya saya tidak terlalu suka banyak campuran dalam kopi yang saya minum, paling kalau sedang tidak ingin minum kopi hitam pahit, saya memilih latte (kopi + susu). Tapi karena di Kopi Tuku ini menu Latte yang simpel lebih mahal dibanding menu Kopi Susu Tetangga, maka saya memilih menu yang lebih murah saja. Dan rasanya lumayan enak. Bagi kalian pecinta kopi yang cenderung manis dengan rasa cream yang kental, kopi susu tetangga ini cocok untuk kalian. Memang, yang namanya rumput tetangga selalu lebih hijau, hehe.

 

Selain menjual minuman dan makanan, di sudut outlet Kpi Tuku juga menjual berbagai merchandise khas Kopi Tuku, seperi totte bag, mug, tumbler, t-shirt, dan payung.

 

Menikmati Sup Matahari Khas Solo di Dapoer Sangit Ngawi

Saya merasa memiliki keterikatan dan ketertarikan dengan Solo karena masa putih abu-abu saya habiskan di kota itu. Tentu saja banyak cerita dan banyak kenangan. Termasuk juga ada rasa rindu yang seringnya melintas begitu saja. Entah itu tempat-tempat yang dulu saya kunjungi atau makanan-makanannya.

 

Selain Tahu Kupat, Selad Solo, Timlo dan Nasi Liwet, Sop Matahari Khas Solo juga bagian dari kenangan yang tetap akan selalu saya rindukan. Sebenarnya, Solo dan kota tempat saya tinggal saat ini jaraknya cukup dekat. Berkendara via tol hanya butuh waktu sekitar kurang dari 1,5 jam. Tapi yaaaa, ternyata nggak bisa selalu langsung cusss ke Solo kalau ingin makan ini dan itu. 😀

 

Betapa senang hati saya, saat menemukan menu Sop Matahari Khas Solo dapat dinikmati di Ngawi. Yap, salah satu resto yang menyediakan menu spesial ini ada di Dapoer Sangit. Nama restonya pun unik ya? Sangit dalam Bahasa Indonesia berarti aroma gosong. Padahal saat ke Dapoer Sangit nggak ad aitu aroma-aroma sangit. Hahaha…

 

Lokasi

 

Dapoer Sangit berada di Jalan Patiunus No. 17, Pelem, Ngawi. Letaknya berada di tengah Kota Ngawi dan sangat mudah dijangkau. InsyaAllah nggak akan nyasar kok. 😀 Untuk jam bukanya mulai pukul 11.00 hingga 20.30 WIB. Dapoer Sangit tutup setiap Hari Jumat, selain itu buka yaa…

 

Menu

 

Soal menu, Dapoer Sangit memiliki menu istimewa. Ada dua menu best seller di sini yaitu Sop Matahari dan Sop Rambutan. Sop Matahari di Dapoer Sangit ini citarasanya nyaris seperti Sop Matahari Khas Solo. Enak dan wajib pesan saat ke Dapoer Sangit.

 

Sop Matahari ini rasanya gurih, light karena kuahnya bening dan bentuknya cantik seperti matahari. Matahari yang terbuat dari telur dadar dengan 4 atau 5 isian di dalamnya. Disajikan dalam keadaan hangat, tanpa tambah nasi pun sudah bikin perut kenyang.

 

Selain menu andalan di atas, ada beberapa menu lain yang bisa dipesan. Seperti nasi ayam penyet, lele penyet, steak dan lainnya. Menu minumannya juga beragam mulai dari es teh hingga es campur.

 

Fasilitas

 

Dapoer Sangit menyediakan area semi indoor dengan pilihan area meja kursi, lesehan dan gazebo. Tersedia area parkir beserta juru parkir. Tak lupa juga, tersedia tempat cuci tangan yang bersih dan toilet.

 

Baca juga: Menikmati Kopi Lokal Ngawi di Kedai Omah Jengki, Ngawi.