Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Melihat Semesta Affandi Koesoema di Museum Affandi

Museum Affandi

Pamela Chandler pernah berkata, “Ketika Anda bepergian dengan anak-anak Anda, Anda memberi mereka sesuatu yang tidak akan pernah bisa diambil yaitu pengalaman, paparan dan cara hidup”. Karena itulah liburan bersama anak atau keluarga akan selalu menjadi ide yang bagus. Saat anak sudah sekolah maka momen jalan-jalan ini menjadi momen yang berharga.

 

Pertengahan Juli lalu, saya, suami dan Bilgi menutup momen libur sekolah dengan pergi ke Yogyakarta. Salah satu tujuan kami adalah Museum Affandi. Sebuah museum yang mengoleksi mahakarya Affandi, salah satu maestro seni lukis di Indonesia.

 

Lokasi

 

Museum Affandi berada di Jalan Laksda Adisucipto No. 167, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Museum Affandi mulai buka pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Hari Senin hingga Sabtu. Hari Minggu museum tutup.

 

Dunia Affandi Koesoema

 

Awal memasuki area museum, pandangan kita akan dimanjakan dengan hijau-hijau di area museum yang membuat perasaan kita terasa adem. Museum yang berada di tepi Sungai Gajah Wong ini mampu memberi tahu kita tentang perjalanan hidup dan dunia sang maestro lukis Indonesia, Affandi Koesoema.

 

Tour di Museum Affandi dimulai dari gedung pertama. Ada tiga gedung besar yang menyimpan maha karya beserta barang-barang kesayangan Affandi. Di gedung atau galeri pertama, kita akan tahu tentang kehidupan sehari-hari Affandi, aktifitasnya, interaksinya hingga orang-orang terdekatnya yang beliau abadikan dalam lukisan. Di gedung pertama ini juga ada barang-barang Affandi seperti mobil, piala-piala, piagam penghargaan, perabot rumah hingga pakaian.

 

Setelah puas eksplorasi di galeri pertama plus foto-foto tentu saja, perjalanan kita akan lanjut ke galeri kedua. Di sini kita akan melihat perjalanan Affandi keliling dunia yang diabadikan dalam lukisan. Selain lukisan-lukisan perjalanan Affandi, di galeri ini juga ada beberapa barang-barang Affandi yang dipamerkan.

 

Lanjut ke gedung ketiga, khusus di gedung ini menyimpan karya-karya Kartika, putri Affandi yang karyanya sungguh cantik dan menawan. Selain memamerkan lukisan, di galeri tiga tersedia TV LED yang berisi perjalanan Affandi.

 

Museum Affandi ini menurut saya memang spesial ya karena kita tidak hanya melihat mahakarya Affandi tetapi juga kita bisa melihat rumah Affandi. Museum Affandi memang dibangun di area kediaman pribadi Affandi. Rumah beliau pun masih dihuni. Ada juga perpustakaan yang digunakan Affandi dan keluarga yang berada di lantai dua. Oh iya, di antara gedung satu dan dua, terdapat makam Affandi dan istri.

 

Fasilitas

 

Fasilitas yang tersedia di Museum Affandi benar-benar mendukung. Mulai dari area parkir yang luas dan disediakan juga area tunggu untuk para sopir yang mengantar. Ada musola yang dibangun seperti rumah panggung beserta toilet yang bersih. Ada kantin yang menyediakan beberapa menu minuman dan makanan. Ruang kantin untuk pengunjung sangat nyaman dan tersedia wifi.

 

Selain fasilitas di atas, ada fasilitas tour guide di setiap gedung atau galeri. Kita sebagai pengunjung bisa mendapat informasi lebih banyak atau kita juga bisa bertanya apapun tentang karya-karya Affandi.

 

Baca juga: Lagi di Yogyakarta? Yuukk, Mampir ke Museum Coklat Monggo.

Rekomendasi Tempat Ngopi Sore di Warung Kopi Anthurium

Beberapa waktu lalu, sepulang dari dokter anak untuk screening kesehatan Bilgi, saya menemukan tempat ngopi yang bukanya sore hingga malam. Selama ini tiap ke area Ngawi kota lebih sering di jam-jam pagi atau siang. Saya sangat jarang ke area Ngawi Kota saat sore atau malam. Maca manak rumahan banget gitu yaaa hehehe…

 

Warung Kopi Anthurium namanya. Lampu-lampu penghias namanya terdiri atas dua warna, putih dan merah. Saat memasuki warung kopi ini, rasanya seperti berkunjung ke rumah nenek. Berada di sebuah halaman dan teras samping rumah kayu klasik dan kursi-kursi di warung kopi ini juga menggunakan kursi rotan mix jati. Rasa klasiknya dapatlah.

 

Lokasi

 

Warung Kopi Anthurium berada di Jalan Hasanudin No.11 Margomulyo, Ngawi. Sepanjang jalan ini memang terasa adem yak arena banyak perumahan yang dihiasi pepohonan pun juga sepanjang jalannya. Termasuk juga Warung Kopi Anthurium. Warkop ini juga adem saat masuk ke dalam karena banyak tanaman di taman bagian depan. Warung Kopi Anthurium mulai buka pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Buka di Hari Senin hingga Sabtu dan tutup di Hari Minggu.

 

Menu

 

Menu di sini banyak pilihan ya. Ada menu kopi seperti kopi tubruk, kopi jahe, kopi rempah, kopi beras kencur dankopi lemon. Ada juga menu Espresso Based seperti espresso, americano, cappuccino, latte, macademia, hazelnut latte, caramel latte dan lainnya. Ada menu manual brew, moctail dan non kopi.

 

Untuk menu makanan ad amie goreng atau rebus telur dan nasi goreng. Untuk menu snack, ada mendoan, sosis bakar, bakso bakar, tahu gejrot, roti bakar, kentang, nugget, mix platter dan dimsum. Kemarin saya pesan roti maryam dengan cocolan coklat untuk takeaway. Untuk minumannya saya pesan latte dingin tanpa gula. Racikannya saya suka, aroma ‘sangit’ kopinya terasa sekali.

 

Soal harga, menurut saya masih standar Kota Ngawi ya dengan racikan kopi yang memuaskan. Termasuk juga harga untuk menu makanan atau camilannya. Oh iya, di Warung Kopi Anthurium juga menyediakan menu nasi kucing khas angkringan.

 

Fasilitas

 

Nah, fasilitas di Warung Kopi Anthurium ini termasuk menyenangkan yaaa. Mulai dari area parkir untuk kendaraan roda dua dan khusus kendaraan roda empat memang terbatas. Tersedia musola kecil, toilet, colokan-colokan dan free wifi.

Pengalaman Tracking Bersama Teman Jalan di Kawah Ratu

Berlokasi di Kabupaten Bogor, Kawah Ratu Gunung Salak menjadi destinasi yang manarik untuk liburan singkat yang menenangkan tanpa perlu banyak persiapan. Untuk menuju ke Kawah Ratu, kalian tidak perlu menginap, bisa diselesaikan tek-tok dalam satu hari saja. Cocok untuk pekerja kantoran yang cuma punya hari libur di akhir pekan.

 

Dengan akses jalan yang baik, logistik yang mudah, dan fasilitas yang memadai, Kawah Ratu Gunung Salak menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan. Untuk memastikan kamu siap berkunjung, berikut ini informasi lengkap tentang lokasi, jam buka, harga tiket, fasilitas, daya tarik, dan tips perjalanan ke Kawah Ratu Gunung Salak.

 

Lokasi

Kawah Ratu berlokasi di Gunung Sari, Pamijahan, Kabupaten Bogor. Dari stasiun bogor menuju lokasi start pendakian kira-kira butuh waktu dua jam. Kawah sebuah gunung kan biasanya berada di puncak gunung, nah kalau Kawah Ratu ini sebenarnya masih berada di punggung Gunung Salak, jadi tidak terlalu payah untuk mendakinya. Ada tiga jalur resmi untuk mencapai Kawah Ratu: melalui Bumi Perkemahan Gunung Bunder, Pasir Reungit, dan Bumi Perkemahan Cengkuang.

 

Jika kamu memilih jalur Bumi Perkemahan Gunung Bunder, waktu perjalanan sekitar 3-4 jam. Sementara itu, rute dari Bumi Perkemahan Cengkuang memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 4-5 jam.

 

Pasir Reungit sering menjadi pilihan favorit para pengunjung karena waktu tempuhnya yang lebih singkat, hanya 2-3 jam, dan kebetulan saya juga memilih jalur ini untuk menuju ke Kawah Ratu. Meski begitu, setiap jalur memiliki pesona dan tantangannya sendiri.

 

Tiket dan Jam Buka

Jika kamu berencana mengunjungi Kawah Ratu di Gunung Salak, penting untuk mengetahui jam operasionalnya. Kawasan ini sudah bisa mulai untuk mendaki sejak pagi, kira-kira pukul 6. Nah, ketika sudah di atas kami diinformasikan oleh pemandu kami bahwa pengunjung hanya diperbolehkan di kawasan Kawah Ratu sampai pukul 3 sore, dan harus turun. Dengan harapan para pendaki bisa kembali sebelum gelap. Info mengenai jam buka mungkin bisa berubah-ubah tergantung kondisi dan cuaca. Di sana juga ada beberapa penjaga (semacam ranger) yang stand by.

 

Tidak ada informasi tertulis yang saya dapatkan di lokasi mengenai berapa harga tiket masuk. Ada yang bilang berkisar antara 15.000 s.d 20.000. Kenapa saya tidak tahu harga tiket masuknya, padahal saya sendiri berkunjung ke sana? Nanti saya kasih tahu di akhir artikel.

 

Informasi tambahan dari berbagai sumber, setiap tim yang ingin mendaki Kawah Ratu harus terdiri dari minimal tiga orang. Jika timmu kurang dari tiga, kamu diwajibkan untuk menyewa pemandu. Aturan ini diberlakukan demi keselamatan para pendaki, karena keberadaan pemandu sangat penting dalam memberikan panduan tambahan dan perhatian khusus, terutama untuk kelompok yang lebih kecil. Tapi di perjalanan saya sempat melihat pendaki yang cuma 2 orang. Tapi siap-siap saja lah dengan semua skenarionya ya.

 

Daya Tarik

Kawah sebuah gunung yang masih aktif tidak terlalu sering kita jumpai. Keunikannya yang terus mengepulkan asap putih, aliran air panas, dan bau belerang menyengat adalah daya tarik tersendiri. Selain daya tarik dari keindahan alamnya, ada beberapa hal menarik lainnya yang membuat banyak orang tertarik untuk berkunjung ke Kawah Ratu.

 

Jalur Pendakian

Kegiatan mendaki seringkali digunakan sebagian orang sebagai proses healing. Puncak bukan tujuan, tapi proses mendaki bisa menjadi kenikmatan tersendiri. Kawah Ratu tidak hanya memiliki satu jalur pendakian, tetapi jalurnya sangat jelas dan dilengkapi dengan papan petunjuk arah serta tanda jalur yang mudah diikuti. Ini memudahkan pendaki untuk tetap berada di jalur yang benar dan mengurangi risiko tersesat. Jalur ini juga sangat menarik karena beragam: mulai dari trek lurus hingga jalur berkelok, melintasi sungai kecil, dan melewati kawah-kawah vulkanik yang masih aktif. Beberapa kali saya bertemu dengan rombongan monyet yang bergelantungan di pohon. Tapi ingat, jangan diberi makan ya, nanti mereka jadi ketergantungan dan agresif ke pengunjung.

 

Udara Segar dan Suasana Sejuk

Terletak di tengah hutan, Kawah Ratu menawarkan udara segar yang jauh dari polusi perkotaan, menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat. Suasana yang sejuk dan nyaman di kawasan ini membuatnya semakin cocok sebagai destinasi liburan. Selain itu, kebersihan di Kawah Ratu juga terjaga dengan baik. Sampah-sampah dikelola dengan benar, menjaga keindahan alam tetap alami dan bersih. Hal ini tentu saja menambah kenyamanan dan memberikan kesan positif bagi para pendaki.

 

Sumber Mata Air Jernih

Di sepanjang perjalanan ada beberapa curug yang bisa dikunjungi. Dan tentu saja banyak mata air mengalir jernih yang bisa dimanfaatkan. Disini kalian bisa mengisi persediaan air minum, sebelum sampai ke puncak. Karena di puncak Kawah Ratu airnya sudah terkontaminasi dengan belerang.

 

Teman Jalan

Kegiatan mendaki memang menyenangkan jika dilakukan bersama kawan-kawan. Selain karena alasan keamanan, mendaki bersama teman juga bisa mengurangi kepayahan selama perjalanan. Nah, kegiatan mendaki saya ke Kawah Ratu ini sebenarnya difasilitasi oleh IG: temanjalan2503. Konsepnya adalah open trip, jadi siapapun bisa mendaftar dan nanti selama perjalanan kita akan bertemu dengan teman baru sesama peserta open trip. Biayanya lumayan terjangkau, hanya sebesar 189.000 sudah termasuk angkutan dari stasiun bogor ke lokasi pendakian, makan siang, dan tiket masuk. Makanya saya tidak tahu pasti berapa harga tiket masuknya karena sudah diurus oleh TemanJalan.

 

Ada beberapa destinasi open trip lain yang bisa difasilitasi oleh TemanJalan. Ada gunung, curug, kawah, dll. Wish list saya berikutnya adalah Gunung Papandayan, dan Canyonering. Sengaja saya memilih yang tek-tok sehari selesai. Maklum, pekerja kantoran.

 

Tips Tambahan

Berikut beberapa tips yang bisa kamu persiapkan:

  • Datang lebih awal, supaya bisa berlama-lama, tidak buru-buru, dan tidak kemalaman di jalan.
  • Gunakan Alas Kaki yang Sesuai. Walaupun jalur treking tidak terlalu ekstrim, alas kaki yang sesuai minimal bisa membuat perjalanan menjadi lebih nyaman.
  • Bawa jas hujan. Walaupun cuaca mungkin sedang cerah, tapi siapa tahu, namanya Bogor kan kota hujan, sering sekali cuaca berubah mendung menjelang sore hari.
  • Hindari berlama-lama di kawah dan bawa masker. Di lokasi kawah, terdapat bau belerang yang sangat menyengat dan berpotensi beracun jika terhirup terlalu lama.
  • Bawa air minum. Berdasarkan pengalaman saya minimal 1,5 liter sudah cukup untuk pulang-pergi.