Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Resika Caesaria: Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dengan Cimol

Mark Manson dalam buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck mengatakan bahwa orang-orang ingin memulai bisnis mereka sendiri tetapi mereka tidak akan menjadi pengusaha sukses kecuali menemukan cara untuk menghargai risiko, ketidakpastian, kegagalan berulang, jam-jam gila yang dicurahkan untuk sesuatu yang mungkin tidak menghasilkan apa-apa. Hal ini mengingatkan pada sosok muda inspiratif yang memiliki julukan Ratu Cimol dari Banyumas. Ya, sosok itu adalah Resika Caesaria Priyono, seorang gadis muda yang memiliki daya juang yang tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga mengubah kondisi ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik.

 

Alasan Menjadi Pengusaha Cimol

 

Menjadi wirausaha adalah sebuah keputusan yang berani dan tidak semua orang memiliki keberanian untuk memulai sebuah usaha mandiri, terlebih dengan modal yang sangat terbatas. Kemandirian ini bukan berarti tidak membutuhkan bantuan dari orang lain. Di sisi lain, kemandirian ini juga tidak menjadikan beban untuk orang lain.

 

Resika Caesaria Priyono atau dikenal dengan nama panggilan Chika atau Resika ini adalah bungsu dari empat bersaudara yang terlahir ketika usia kedua orangtua sudah terbilang lanjut. Kondisi tersebut menjadi tamparan sekaligus semangat bagi Resika untuk melakukan sesuatu agar bisa terus melanjutkan sekolah. Keinginannya yang kuat akan Pendidikan membuatnya memutar otak untuk menambah penghasilan meskipun saat itu kakak pertamanya bersedia membantu biaya pendidikannya saat masuk SMA. Namun, Resika berkeras hati mencari sendiri untuk kebutuhan setiap bulan dari kerja kerasnya.

 

Pada tahun 2005, saat itu Ajibarang, Jawa Tengah, tempat di mana Resika tinggal mulai dilanda ‘demam cimol’ atau Bahasa kerennya saat ini dilanda ‘cimol wave’, Resika menagkap peluang dan melihat ada celah harapan dari cemilan yang populer di tanah Sunda ini. Meskipun, diawal kedatangan cemilan ini di Ajibarang, Resika sempat melihat fenomena ‘cimol wave’ itu sebagai tren kuliner seperti biasa. Usaha dikatakan sukses jika sudah benar-benar dimulai dengan sebuah langkah nyata sekecil apapun itu usahanya.

 

Peran Utama Keluarga

 

Saat Resika memulai usahanya, ia masih berusia 16 tahun. Seorang gadis belia yang belum memiliki pengalaman, lebih-lebih modal yang sama sekali tidak ada. Kondisi yang dijalani Resika saat itu mendorongnya untuk memulai usaha cimol di daerahnya dengan modal minim sebesar Rp 63.000,00. Resika mengungkapkan keinginannya untuk berjualan cimol kepada orangtuanya. Semesta menyambut keinginannya. Kedua orangtuanya memiliki peran sebagai tim produksi dan ia memiliki peran di bagian tim marketing. Bagi Resika, keluarga adalah support system utamanya. Keluarga adalah benteng semangat paling depan bagi seseorang sekaligus tempat untuk mengisi daya semangat juang. Peran keluarga sangatlah luar biasa bagi kesuksesan seseorang.

 

Langkah selanjutnya yang ditempuh oleh Resika adalah memasarkan produknya yaitu cimol kepada teman-temannya serta menitipkan di kantin sekolah. Ia tak menyangka bahwa cimol buatannya disukai oleh banyak orang. Tak berhenti sampai di situ, Resika juga harus mengatur keuangannya. Uang hasil penjualan cimol tetap harus diputar untuk produksi selanjutnya, untuk biaya hidup sehari-hari bahkan Resika bisa menyelesaikan Pendidikan SMA hingga menyelesaikan kuliahnya. Selama menempuh Pendidikan di perguruan tinggi, Resika tetap menjalankan bisnisnya.

 

Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dengan Cimol

 

Menurut Resika, cemilan sederhana seperti cimol saja bisa mengangkat perekonomian keluarga maka ia pun meyakini bahwa cimol juga memiliki peluang bisa mengangkat perekonomian keluarga lain. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Resika. Saat ia telah menyelesaikan kuliahnya, ia mengambil langkah untuk serius membuat badan usaha formal dan mengurus merk dagang cimol miliknya.

 

Bisa dibaca secara lengkap di sini.

 

Ketika ia melihat ekonomi keluarganya jauh lebih baik dari usaha cimol yang ia dirikan dan melihat keluarga lain di sekitarnya yang masih kesulitan secara ekonomi, maka Resika pun tak tinggal diam. Ia mengambil langkah untuk memberdayakan orang-orang di sekitar ia tinggal. Resika mengajak beberapa orang tetangganya sebagai karyawan dan mengembangkan waralaba gratis untuk masyarakat yang kurang mampu. Resika juga membuka waralaba untuk kalangan menengah dan para pekerja dengan sistem berbayar. Hasil dari pendapatan waralaba berbayar ini digunakan sebagai subsidi untuk waralaba gratis.

 

Tantangan lain bagi Resika adalah ketika gelombang pandemi datang yang tentu saja memberi dampak buruk bagi industri kuliner yang ia jalankan. Tentu saja Resika tak tinggal diam dengan keadaan seperti itu. Akhirnya, ia menemukan perubahan pola belanja masyarakat dari yang awalnya offline menjadi online.  Bagi Resika menyerah pada keadaan saat itu bukanlah pilihan.

 

Mendirikan usaha yang melibatkan masyarakat luas tentu saja ada ujian yang harus dihadapi. Bagi Resika, hal yang cukup menantang adalah mengubah pola pikir masyarakat yang kurang mampu di mana sudah terbiasa untuk pasrah dan cukup menunggu bantuan datang dari pemerintah. Menurut Resika, pola pikir seperti itu akan menghambat bagi masyarakat untuk lebih sejahtera dan mandiri. Sebuah usaha yang besar dan perlu pendampingan yang tidak main-main, namun minimal bagi Resika adalah bisa mengubah pola pikir itu di kalangan yang bekerja sama dengannya. Resika juga berprinsip bahwa usaha yang ditekuninya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya tetapi juga bermanfaat untuk orang lain.

 

Usaha Resika ini tidak hanya membuahkan hasil bagi dirinya tetapi juga mengangkat kualitas perekonomian masyarakat terlebih masyarakat di sekitar ia tinggal. Prinsipnya yang kuat juga kegigihannya berjuang mengantarkan Resika menjadi salah satu penerima apresiasi SATU INDONESIA AWARD 2014 dari ASTRA.

 

Semangat Terpadu ASTRA Untuk Indonesia 

Pengalaman Lolos Seleksi TLC Fall Semester 2020 Yunus Emre Institute Washington DC

 

Noam Chomsky said, “A language is not just words. It’s a culture, a tradition, a unification of a community, a whole history that creates what a community is. It’s all embodied in a language.” Pernyataan Chomsky tersebut saya pakai untuk mengawali personal statement yang menjadi salah satu syarat administrasi mengikuti seleksi TLC Fall 2020 di Yunus Emre Institute. Pernyataan Chomsky tersebut, bagi saya adalah sebuah semangat besar bahwasanya bahasa adalah sebuah pintu gerbang menuju sebuah pengetahuan yang luas. Seperti halnya ketika saya menyelesaikan tesis dengan rujukan primernya menggunakan Bahasa Arab dan belum ada terjemahannya dalam Bahasa Inggris. Momen seperti itu terasa sangat mewah sekali, iya nggak sich?

Begitu juga keinginan saya untuk bisa memahami Bahasa Turki, baik secara verbal atau non-verbal. Lagi-lagi alasannya, salah satunya adalah Turki memiliki peradaban yang megah, terutama bagi saya tentang peradaban Islamnya serta kepemimpinan (Islam) yang bisa diajarkan kepada anak-anak. Tentu saja, sumber yang ada tidak semua sudah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris tetapi tetap ada sumber pengetahuan yang ditulis dalam Bahasa Turki. Serta alasan berupa keinginan-keinginan (yang tinggi…hahaha) tentang Turki.

TLC Fall 2020, apa itu?

 

 

Di blogpost kali ini, saya ingin berbagi tentang TLC Fall 2020 ini dengan harapan, jika teman-teman ada yang membutuhkan info atau tertarik belajar Bahasa Turki, bisa banget dicoba.

TLC Fall 2020 adalah kepanjangan dari Turkish Language Course atau kursus Bahasa Turki di semester musim gugur tahun ini, 2020. Kursus ini diadakan secara online. Yap, bisa diikuti di mana saja, kapan saja. Meskipun online, saya pikir tidak bisa diremehkan juga ya karena kursus ini menggunakan bahasa pengantar berupa Bahasa Inggris, ada ujiannya juga, dan ada sertifikat setiap levelnya mulai dari level A1 hingga C1. Justru yang seperti ini menguji komitmen, kesetiaan, dan seberapa besar diri ini bisa tahan banting. 😀

Turkish Language Course is free, no charge alias gratis. Gratis biaya kursusnya dan gratis buku-buku untuk belajar Bahasa Turki. Tinggal nyiapin kuota atau memastikan wifi stabil dan semangat yang membara karena saya ikut kelas TLC Yunus Emre Institute cabang Washington DC. 😀

 

 

Apalagi perbedaan waktu antara Indonesia (WIB) dan Washington DC, USA, yang selisihnya ada kurang lebih 11 jam. Jadi, jadwal kelas perdana level pemula akan dimulai di Hari Senin, 14 September pukul 18.00 waktu Washington (EST) maka saya akan online (live) kelas Hari Selasa pukul 05.00 WIB. Begitu juga pertemuan hari Rabu, pukul 18.00 EST maka di Indonesia WIB pukul 05.00. Nggak masalah, itu waktu di mana otak sedang fresh di level tinggi. Iya kan? Tolong iyain aja…haha

Yunus Emre Institute, siapa gerangan?

Turkish Language Course (TLC) ini diakan oleh Yunus Emre Institute, biasa dikenal dengan singkatan YEE, yang dalam Bahasa Turki disebut dengan Yunus Emre Enstitüsü adalah organisasi nirlaba yang berada di berbagai negara, didirikan oleh Pemerintah Turki pada tahun 2007. Nama YEE diadobsi dari nama penyair terkenal abad ke-14 yaitu Yunus Emre. YEE sendiri memiliki misi untuk mempromosikan bahasa dan buadaya Turki di seluruh dunia. YEE ini dianggap sebagai institusi berdasarkan soft-power Turki dan dibuat berdasarkan keputusan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. YEE ini memiliki banyak cabang di seluruh dunia diantaranya di Tokyo, London, Astana, Paris, Lahore, Doha, Beirut dan masih banyak lagi. Kalau yang paling dekat dengan Indonesia itu YEE Cabang Kuala Lumpur dan Melbourne. Sebenarnya akan klob waktunya kalau bisa berjodoh dengan kelas Bahasa Turki di YEE di dua cabang tersebut.

Sebagai institusi yang bergerak di bidang bahasa dan budaya Turki, YEE memiliki beberapa program yang ditawarkan kepada khalayak umum, mulai dari Turkish Language Course (TLC) yang dilakukan secara online maupun kegiatan secara offline seperti Summer Course. Selengkapnya bisa kepo-kepo langsung ke web Yunus Emre Institute ya teman-teman ^^

Seleksi Turkish Language Course, bagaimana prosesnya?

Untuk proses seleksi sendiri, ternyata di tiap cabang itu beda-beda. Ada seorang sahabat yang mengikuti Turkish Language Course di cabang YEE Melbourne, pada saat pendaftaran dan seleksi cukup simpel melalui google form. Namun, ketika saya mendaftar di YEE cabang Washington DC, saya diminta melengkapi berkas yang berisikan tentang informasi pribadi, informasi level keahlian Bahasa Inggris dan jika ada bahasa lain bisa disertakan ditambah dengan menulis sebuah personal statement. Menurut saya, bagian personal statement ini memiliki peranan penting saat seleksi, yaaaa meskipun ini kursusnya ‘hanya’ secara daring yaa…

Saat saya mendaftar dan deadline submit berkas sekitar satu minggu, di Hari Senin, 7 September. Saya butuh waktu sekitar 5 hari untuk menulis personal statement sekitar 250 kata. Lama ya? 😀 Tahapan yang membuat lama itu bagi saya seperti benar-benar cek ke diri sendiri, iya kah seperti itu? Semacam memberi ‘feel’ atau ruh gitu. Belum termasuk koreksi koherensi antar kalimat dan grammar-nya. Ya memang, apa-apa nggak bisa disiapkan secara mendadak kecuali tahu bulat yaa 😀

Nah, teman-teman yang tertarik ingin mengikuti seleksi Turkish Language Course di cabang lain di mana proses seleksinya memakai personal statement juga, boleh nanti kita diskusi via email atau saya dengan senang hati akan berbagi personal statement saya sebagai contoh. I will send my personal statement by email personally.

Ini cerita saya selama di rumah aja di masa pandemi ini. Semoga pandemi ini segera berlalu. Stay positive, stay healthy, and stay productive! ^^

Sosok Di Balik Kepopuleran Jalan H.R Rasuna Said Jakarta

rasunasaid*sumber gambar di sini.*

Bagi saya, sebagai newcomer di Jakarta sebuah jalan bernama H.R Rasuna Said sudah cukup familiar di telinga, apalagi bagi warga Jakarta jalan H.R Rasuna Said tentu sudah tidak asing lagi, bahkan saya pikir sebagian besar warga Jakarta menghabiskan waktu untuk beraktifitas di kasawan H.R Rasuna Said yang memang terletak di jantung ibukota.

Jalan H.R Rasuna Said adalah salah satu jalan utama Jakarta sekaligus pusat bisnis dan perekonomian ibukota yang biasa dikenal sebagai Financial District  (Poros Sudirman-Thamrin-Kuningan), begitu kata seseorang yang saya tanyai saat berada dalam TransJakarta. Jalan ini membentang menghubungkan  Menteng, Jakarta Pusat ,Tendean hingga Mampang Prapatan Jakarta Selatan. *semoga saya benar nyatatnya saat mendengar jawaban yang saya dapat*haha 😀

Sebelum saya berstatus newcomer, saya pernah beberapa kali berkunjung ke sebuah kantor yang bertempat di Menara Jamsostek kawasan Sudirman dan di saat bersamaan kawasan H.R Rasuna Said juga disebut-sebut. Ternyata memang saling berdekatan. Kawasan H.R Rasuna Said akan banyak dijumpai banyak perantoran dan kantor-kantor kedutaan besar, di antaranya Kedutaan Polandia, Kedutaan Turki, Kedutaan Belanda, Kedutaan India, Kedutaan Singapura, Kedutaan Swiss, Kedutaan Hungaria, dkk.

Lalu, siapakah sosok di balik nama besar H.R Rasuna Said?

Awalnya, saya tebak-tebak (tanpa) berhadiah bahwa sosok di balik nama besar H.R Rasuna Said adalah seorang laki-laki. Namun, tebakan saya salah. Di balik nama besar H.R Rasuna Said adalah seorang wanita tangguh dan pemberani. Hal yang cukup menakjubkan bagi publik saat beberapa poster beredar di lini masa Facebook yang membagikan informasi tentang sosok H.R Rasuna Said.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang kemudian dikenal dengan nama H.R Rasuna Said adalah sosok wanita pemberani, berwawasan luas dan bekemauan keras. Sosok wanita yang dilahirkan di Maninjau, Agam, Sumatra Barat ini juga disebut sebagai srikandi kemerdekaan karena perjuangannya yang gigih melawan penjajahan Belanda serta ketika kependudukan Jepang, H.R Rasuna Said ikut berpartisipasi aktif sebagai pendiri organisasi pemuda Nippon Raya di Padang. Meskipun pada akhirnya organisasi yang didirikannya dibubarkan oleh Pemerintah Jepang.

Dalam kesempatan yang lain, H.R Rasuna Said juga menjadi anggota Persatuan Muslim Indonesia. Di sisi lain, karena sikap tegas dan berpikir kritis itulah H.R Rasuna Said ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Belanda sekaligus menjadi sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict yang dianggap menentang pemerintah Belanda.

Sebagai srikandi kemerdekaan, H.R Rasuna Said juga memiliki prestasi di dalam karir politinya di DPR RIS dan kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sejak tahun 1959 hingga meninggal. Sosok kelahiran September 1910 ini juga memiliki amanah sebagai Sekretaris Cabang Sarekat Rakyat, Anggota Dewan Pertimbangan Agung, dan Dewan Perwakilan Sumatera. Atas segala usaha yang beliau upayakan akhirnya sosok H.R Rasuna Said mendapat gelar pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

Jadi, itulah sosok di balik nama besar Jalan H.R Rasuna Said. Sosok pemberani dan berwawasan luas yang akhirnya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di jantung ibukota kota. Sebuah nama jalan yang menurut saya memiliki nilai filosofis dan menyimpan harapan yang tinggi agar pemuda-pemudi generasi sekarang maupun mendatang mampu meneladani semangat juang meski di zaman yang berbeda dan dengan cara yang beragam pula. Tidak kalah penting, kita seharusnya sebagai generasi masa depan setidaknya menyisihkan ruang untuk mengingat pahlawan-pahlawan kita bukan untuk terjebak nostalgia kemenangan di masa lalu, tetapi juga untuk tidak mudah putus asa berjuang demi mimpi dan cita-cita.

Sumber Bacaan:
*http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/295-pahlawan/1934-orator-srikandi-kemerdekaan
*http://profil.merdeka.com/indonesia/r/rasuna-said/
*https://id.wikipedia.org/wiki/Rasuna_Said
*http://jualtasrajut.com/blog/biografi-singkat-hr-rasuna-said/
*http://www.kusuka.com/2015/11/11/sejarah-rasuna-said/

Catatan Penting (banget): Bertanya sana-sini saat berada di KRL maupun TJ “Mbak, udah lama di Jakarta? Asli Jakarta?”, jika suatu saat bertemu dengan Mbak-Mbak yang bertanya seperti itu, mungkin itu adalah saya…hahaha 😀

 

Produktif Belajar Dari Rumah

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa teknologi makin berkembang serta didukung internet yang sudah ada di mana-mana atau dengan mudah kita dapatkan. Seakan-akan kehadiran internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar orang.

Kehidupan yang kompetitif juga tidak bisa lagi dibendung, tidak bisa dihindari dan memang harus dihadapi, dijalani dengan ilmu, wawasan, dan keterampilan. Untuk bisa meningkatkan kualitas diri kita butuh membaca buku atau artikel, hadir workshop, mengikuti seminar, bahkan sekolah lagi. Sekolah lagi? Atau kursus? Mana sempat, nggak ada waktu. Nah, sekarang kan jaman teknologi didukung internet di mana-mana dan kabar bahagianya adalah telah banyak bermunculan kursus-kursus atau kuliah (kelas) jarak jauh atau biasa kita sebut dengan kursus online, sebutan kerennya MOOC (Massive Open Online Course). Sangat cocok bagi teman-teman yang haus akan ilmu boleh nih dicoba, ada beberapa kursus online yang bisa mengobati dahaga akan ilmu dan pengetahuan. Kalau saya pribadi, sekalian memaksimalkan keberadaan wifi di rumah. 😀

  1. Sekolah TOEFL

Sekolah TOEFL ini didirikan dan diampu oleh Mr. Budi Waluyo. Di  Sekolah TOEFL ini kita akan belajar Bahasa Inggris dari dasar. Jadi jangan khawatir bagi yang belum belajar Bahasa Inggris sebelumnya. Metode pembelajarannya pun asik, handbook diberikan setiap awal minggu (hari senin) untuk dibaca dan dikerjakan soal-soal latihannya. Sangat fleksibel karena bagi teman-teman yang super sibuk bisa mengatur sendiri atau meluangkan waktu kapan akan ‘menyapa’ handbook yang sudah diunduh.

Di Sekolah TOEFL ini ada temu online setiap hari minggu pukul 20.00-22.00. Selain bisa tanya jawab di temu online, kita bisa diijinkan juga untuk bertanya langsung kepada Mr. Budi melalui private message (Line atau Inbox FB). Selain belajar materi, disediakan TOEFL Prediction Test sebagai pemanasan, tolak ukur sejauh mana perkembangan kita selama belajar. Saya adalah salah satu siswa Sekolah TOEFL angkatan 3. ^^

Tak hanya belajar TOEFL, para siswa juga diberikan bekal dalam pembuatan essai serta cerita-cerita inspiratif para awardees dari berbagai macam beasiswa. Benar-benar bisa jadi ‘kompor’ penyemangat belajar. Sekolah TOEFL ini gratis, modalnya hanya semangat dan komitmen yang tinggi. Serta kabar gembiranya, Sekolah TOEFL akan ada pembukaan angkatan ke 5. Yuk…yuk, bagi yang ingin belajar dengan happy dan fun bisa bergabung.

12809601_1145690042131482_7605140948512429861_n
*sumber gambar dari FB Mr. Budi Waluyo

2. IndonesiaX

Saya tahu tentang IndonesiaX saat mengikuti Youth Media Festival di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Saya mendapatkan kelas diskusi bersama Mas Riski pendiri IndonesiaX.

IndonesiaX menyediakan kursus-kursus yang diampu oleh beberapa universitas dan institusi terbaik di Indonesia. Kalau saya sedang ambil 2 kelas Pak Rhenal Kasali dari Rumah Perubahan dan dari ITB tentang sistem informasi. Materi disampaikan melalui handbook dan video serta ada ujiannya tiap minggu sesuai dengan materi. Jadi ketika lulus dari setiap kelas yang diambil akan mendapat sertifikat. Kelas-kelas yang ditawarkan pun gratis. Tiap pekan ketika ada materi baru, para siswa akan mendapat pemberitahuan melalui email.

Nah, tertarik? Langsung daftar aja yaa ^^

3. Future Learn

Untuk program yang satu ini saya sudah mengikuti sejak 2014 *haha. Belajar di Future Learn it is free dan disediakan sertifikat. Banyak program yang ditawarkan di Future Learn dari berbagai universitas di dunia. Terakhir program yang saya ambil Community Journalism: Digital and Social Media dari Universitas Bristol. Programnya banyaaaaak, bisa dipilih sesuai hati nurani. ^^

Bisa kenalan-kenalan dulu dengan berkunjung Future Learn secara langsung.

4. Bahasa Arab

Setahu saya, ada beberapa pilihan untuk belajar Bahasa Arab online. Salah satunya di Arab Academy UGM. Link webnya menyusul yah, tapi bisa tanya-tanya langsung ke Mbak Aminah di no 085647478775 atau chat melalui FB Siti Aminah. Kalau saya belum pernah ambil kursus online, tapi saya memang salah satu alumni dari Sastra Asia Barat prodi Sastra Arab UGM. Jadi, di Arab Academy UGM memang diajar oleh beliau-beliau yang ahli di bidang Bahasa Arab. Kualitas terjamin.

IMG_2005
*foto saat launching Arab Academy, sumber foto di sini.

Nah, ada empat tempat belajar jarak jauh yang bisa dicoba. Sebenarnya masih banyak platform yang menyediakan program belajar jarak jauh, seperti CourseraDuolingo, Fluentland dan lain-lain. Namun, saya baru mengikutinya empat tempat yang saya sebut di atas atau dulu saya pernah ikut kelas kepenulisan online di writing revolution dan kelas menulis kearifan Tarbawi. Pesan saya, saat mengambil keputusan untuk kelas online ini haruslah sabar, telaten, rajin, dan tanam komitmen kuat-kuat agar maksimal, amanah, dan mendatangkan berkah.

Nah, bagi teman-teman yang sudah pernah mengikuti kelas online bisa loh di share di kolom komentar, agar saya juga bisa semakin tahu kelas online yang belum pernah saya ambil…hehe 😀

Semoga bermanfaat ^^