Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Good Guides

Original Captured by Cindi

Memiliki kampung halaman baru adalah ‘sesuatu’. Memiliki keluarga, tetangga, saudara, dan spesial memiliki “anak-anak” yang tidak sedikit dengan segala polah dan pemikiran mereka. Sebuah desa yang tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, bising kendaraan, yang hadir adalah serangkaian musik alam yang menghadirkan kenyamanan, ketenangan bahkan menyulut kerinduan. Teringat pada anak-anak yang hadir dengan banyak tingkah dan polah. Kami berkenalan di sebuah mushalla yang sangat sederhana, fasilitas seadanya tapi semangat mereka mengalahkan semua kesederhanaan dan menyajikannya dalam bentuk kemewahan.

Malu-malu, kami saling bertanya dan mengingat nama. Melantunkan asmaul husna, mereka menjadi pengajar, kami jadi pendengar. Saling belajar. Meskipun mereka nakal, mereka tetaplah anak-anak yang masih bisa dibina dan diarahkan serta dibiasakan pada kebaikan.

Anak-anak itu pemandu yang baik, baru diawal perjumpaan, mereka menawarkan ‘objek wisata’ kepada kami. Mengajak kami berkenalan pada alam tempat mereka tumbuh dan bertegur sapa kepada tiap orang yang kami jumpai meskipun belum mengenalnya, sesuatu yang jarang dilakukan di perkotaan.

Di sepanjang perjalanan kami bernyanyi, menyanyikan lagu yang baru sehari dilaunching khusus untuk mereka ^^. Senangnya mendengarkan mereka bernyanyi, terasa ringan dan menyenangkan.

Original Captured by Yorki

Momen ‘wisata’ ini lalu kami manfaatkan untuk mengenalkan pada mereka betapa pentingnya cinta lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya sekaligus pelaksanaan program berupa pemilahan sampah organik dan anorganik pada anak-anak. Sebelum berangkat, kami membagikan kantong palstik yang nantinya akan digunakan untuk memungut sampah sepanjang perjalanan, mereka mendapat tugas untuk memilah sampah organik dan anorganik serta menyisip pesan agar tidak sembarangan membuang sampah sebagai wujud cinta lingkungan.

Wajah Indonesia

Pantai Siung, Gunung Kidul Jogjakarta (captured by: Cindi)

Pekan kemarin memang pekan yang panas. Panas dalam artian sebenarnya maupun secara kias, demo di mana-mana menuntut atas kenaikan BBM. Tidak hanya mereka yang turun ke jalan, para dewan yang bertanggung jawab pun juga ‘kepanasan’ untuk mengambil keputusan yang terbaik. Banyak poster-poster yang terpampang di sudut-sudut perempatan jalan yang meneriakkan hal serupa. Rasa-rasanya semua itu menekan dan menyudutkan Indonesia dari berbagai arah yang itu akan memicu rasa kecewa pada Indonesia.

(captured by: Cindi)

Menyisih ke pinggiran Jogja menilik Indonesia dari Gunung Kidul Jogjakarta, hanya ingin bertanya pada Indonesia bagaimana keadaannya. Indonesia masih memiliki pesona yang tak kalah dengan ‘kawan-kawannya’ di dunia. Pemilik pesona bahari yang cantik. Debur ombak dan sebuah triakan tak terlupakan “Kami mencintaimu Indonesia dan kami akan belajar merawatmu”, merawat melalui bidang yang kami tekuni.

Foto dari Tebing

Terimakasih telah membawaku ke pantai, merapati negri dari bahari untuk meletupkan rasa bangga dan memeriksa bahwa aku masih memilki kebanggaan ini sebagai anak negri.

Purnama #1


#Langit Jogja#

Malam itu seperti pakaian, waktu menyandarkan kelelahan dan kepenatan. Layaknya pakaian, malam mampu menyelimuti jagad raya. Layaknya pakaian, tak hanya menawarkan kepolosan akan tetapi selalu ada pilihan manik-manik apa yang ingin kita punya di atas pakaian kita. Tentang malam dan hamparan langit yang demikian sempurna, dengan manik-manik alam yang kian memikat dan penyembuh segala lara.

Dan purnama malam ini, kami menikmatinya di tempat yang berbeda. Sambil berbincang dan meninggalkan sejenak kewajiban yang menuntut untuk segera dilaksanakan…

Bersama al Qamaar dan al Anjaam…

Untuk kedua sahabatku, suguhan malam ini indah sekali bukan? ^^

Hujan: Cerita Pagi


Aku teringat pada detik-detik yang kugenggam. Hangat senyum penyeruak semangat. Awal harapan, nyatanya tak kudapatkan sepagi ini. Ada yang datang menyergap tentang rasa ‘panas’, sederhana, mengena, menerbangkan miniatur angan di awal hari ini. Lalu hujan ini mengguyur ‘panas’ itu, menghanyutkannya bersama air sungai, bermuara entah kemana. ‘Panas’ itu mendobrak paksa genggamanku dan merampas milikku yang berharga untuk hari ini. Tetapi hujan ini mampu mendahului tangis bahkan mampu membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis. Aku tidak ingin menangis. Aku hanya ingin ‘ia’ kembali. ‘Ia’, semangatku, my good mood.

Setitik rasa hangat muncul, berbaur dengan dingin hujan, tapi kutahu hangat itu nyata. Menggunung di pelupuk mataku lalu meleleh pelan di pipi.

Hujan, tetaplah di sini mencipta cerita pagi…

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

i will break these chains that bind me, happiness will find me
leave the past behind me, today my life begins
a whole new world is waiting it’s mine for the taking
i know i can make it, today my life begins
[Bruno Mars]

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

لم تشتكى وتقول إنك معدم # والأرض ملكك والسما والأنجم
ولك الحقول وزهرها وأريجها # ونسيمها والبلبل المترنم
والماء حولك فضة رقراقة # والشمس فوقك عسجد ينضرم
أحبابنا ما أجمل الدنيا بكم # لا تقبح الدنيا وفيها أنتم
ايليا أبو ما ضى

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Sensasi [Pasca] OD

OD, bukan over dosis lho melainkan itu adalah istilah yang digunakan oleh dokter gigi saya di detik-detik menjelang operasi pengangkatan gigi bungsu saya yang melintang. Sayangnya, setelah ‘ritual’ itu selesai, saya lupa untuk bertanya apa OD itu dalam dunia kedokteran gigi karena saya telah teralihkan oleh rasa takut apa yang akan saya rasakan jika bius itu telah habis.

Flashback: aku dan ‘bungsu’

Saya masih teringat saat tengah malam saya menangis dalam keadaan tidur, bahkan setelah bangun saya justru merasakan sakit yang luar biasa di bagian gigi geraham paling belakang sebelah kanan hampir berdekatan dengan telinga. Saat itu saya menangis di depan teman-teman kos lantai tiga yang ada di depan saya, bisa dibilang saat itu saya lupa dengan umur saya (hahaha…). Karena ‘ulah bungsu’ saat tengah malam itu, saya bisa merasakan The Amazing of Cengtri seperti dalam film 3idiots menuju kediaman sekaligus tempat praktek my fairy tooth di Kawasan Malioboro dekat Hotel Melia Purosani. Ya, malam itu saya diaba-aba untuk segera menjalani OD karena jika ‘bungsu’ tak segera diangkat maka saya harus rela merasakan sakit jika ‘bungsu’ ‘berulah’ lagi. Rasa sakit itu tidak bisa diprediksi kapan akan menyerang lagi. Jika sudah menyerang, saya akan susah membuka mulut dan merasakan sakit kepala yang amat sangat. Meskipun ada obatnya tetapi jika terus-terusan mengandalkan obat dampaknya juga akan kurang sehat. Apalagi jika ditunda terlalu lama dan mendapati ‘bungsu’ telah berlubang, rasanya akan semakin sulit saja nantinya. Tak perlu menunggu lama, siangnya, saya pun dianjurkan untuk rontgent merekam jejak ‘bungsu’ yang ternyata posisinya melintang alias tertidur.

Saat OD: seperti melahirkan

Jujur saja, saya sebenarnya belum tahu bagaimana proses dan rasanya melahirkan tetapi pasca OD hari Senin (28/3) rasanya plong seperti seorang ibu yang selesai melahirkan melalui operasi cesar. Betapa tidak, saat itu hanya menggunakan bius blok untuk mematikan rasa untuk sementara. Semua proses dapat dilihat dan dinikmati, mulai dari pisau yang membedah gusi, proses pengangkatan hingga penjahitan. Saat ‘bungsu’ diangkat saya pun melihatnya, saat ia dikeluarkan dari persembunyiannya lalu dikeluarkan dari mulut saya dan diletakkan di selembar tissu putih. Melihat bahwa saya telah berpisah dengan ‘bungsu’ sebenarnya ada rasa sedih dalam benak saya tetapi di sisi lain saya merasa lega sesaat setelah OD.

Pasca OD: terasa sensasinya

Tak seperti cabut gigi biasa, setelah ‘bungsu’ diangkat dampaknya baru terlihat: bengkak, demam, susah buka mulut, susah makan dan susah bicara, tentunya sakit dan nyeri karena luka dan jahitan. Dari semua dampak yang bermunculan saya susah sekali menahan sakit dan keinginan untuk makan bahkan saya memanfaatkan buku ide redaksi Mini Magz untuk menulis makanan-makanan yang ingin saya makan (bersama teman-teman redaksi Mini Magz…hehehe…) dan di hari kelima pasca OD alhamdulillah saya bisa membuka mulut, bicara, sedikit lancar mengunyah meskipun belum say goodbye pada rasa sakit dan nyeri. Pasca OD juga memberi saya kesempatan ekstra untuk istirahat sejenak di rumah walaupun harus benar-benar rela meninggalan banyak tugas dan kewajiban. Saya harus senang karena hati yang senang adalah obat ^^ serta perhatian dari sahabat-sahabat saya atas saran-sarannya, terimakasih ^^

Saya hanya bisa berharap semoga setelah dilepas jahitannya akan sembuh total dan rasa sakit pasca OD selama beberapa hari ini akan terganti dengan sehat seterusnya. Bisa tersenyum, beraktivitas dan menikmati romansa diantara tumpukan tugas dan kewajiban-kewajiban yang lain ^^
Ya, inilah romantisme saya bersama ‘bungsu’ dan hal-hal konyol yang telah terjadi di antara kami. Meskipun sakit, saya menikmatinya.

*Sedikit saran dari saya, rutinlah memeriksakan gigi kalian ke dokter gigi. Itu sangat bermanfaat sekali. Sejak saya memutuskan untuk ‘berpagar ayu’ saya berkewajiban mengunjungi dokter gigi setiap dua minggu sekali dan itu sangat bermanfaat karena saya bisa bertanya tentang banyak hal seputar kesehatan gigi.

Percaya Saja


“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu erat”, kata Arai.

Saya percaya dengan mimpi, karena mimpi adalah rencana paling sederhana yang kita punya. Terwujud atau tidaknya sebuah mimpi terletak pada kekuatan tekad kita untuk merealisasikannya atau hanya akan membiarkannya menjadi setumpuk koleksi angan-angan saja, tentunya tak lepas dari kemurahan Tuhan.

Asykuru syukran ‘ala ihsaasiKa annabiil syukran jaziilan. Terimakasih telah mewujudkan mimpi-mimpi kecilku Rabbi ^o^

Dan diantara mimpi-mimpiku selanjutnya adalah memiliki bayi harimau 😀