Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Asiknya Mengunjungi Bawa Buku dan Arka Coffee Space Yogyakarta

Bawa Buku & Arka Coffee Space

Bawa Buku & Arka Coffee Space

A-B-C-D-E, B for book, C for coffee, close each other. Begitu kata suami saya :-D. Kebayang sih, kedai kopi dan toko buku dalam satu atap betapa harmonis dan romantis terutama bagi saya dan suami. Salah satu tempat yang seprti itu adalah Bawa Buku dan Arka Space Jogjakarta. Buku dan kopi terasa begitu dekat satu sama lain. Perjalanan kali ini membawa saya dan anak saya, Bilgi, ke sebuah kedai kopi sekaligus terdapat toko buku di Bulan Maret 2023, H-2 sebelum Ramadan.

Bawa Buku & Arka Coffee Space

Lokasi Bawa Buku dan Arka Coffee Space

Bawa Buku adalah sebuah toko buku kecil di Selatan Jogja, satu lokasi dengan Arka Coffee Space. Terletak di Jalan Taman Sari No. 1/310, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Tepat di jalan menuju gerbang Taman Sari. Jadi Bawa Buku dan Arka Coffee Space ini terletak dekat dengan pintu gerbang Taman Sari. Kebayang kan betapa strategis dan mudah menemukannya. Saat saya ke sana bersama anak, saya menggunakan salah satu aplikasi taxi online.

Untuk jam operasionalnya adalah setiap hari mulai dari pukul 09.00 hingga 00.00 WIB. Durasi bukanya lumayan panjang kan ya? Jadi ketika berencana ke sana bisa lebih santai karena tidak terburu-buru mereka tutup.

Alasan Harus Mampir ke Bawa Buku dan Arka Coffee Space Ketika di Yogyakarta

Bawa Buku dan Arka Coffee Space

Bagi saya yang suka sekali dengan kopi dan buku, tentu sebenarnya tanpa butuh banyak alasan pasti akan ke sana karena ada dua hal kesukaan yang akan saya dapatkan. Buku dan Kopi. Namun, bagi yang hanya suka salah satu saja bahkan bukan peminat keduanya, berkunjung ke sana tetaplah menyenangkan.

Bawa Buku dan Arka Coffee Space

Banyak pilihan menu

Bawa Buku & Arka Coffee Space

Ada menu lain selain kopi di Arka Coffee Space. Yap, bagi yang bukan pecinta kopi garis keras, Arka Coffee Space menyediakan menu minuman selain kopi di antaranya varian teh, coklat, dan Yakult (orange yakult, lychee yakult dan melon yakult). Ada yang disajikan panas dan dingin. Selain minuman di Arka Coffee Space juga menyediakan menu makanan dan cemilan.

Bawa Buku & Arka Coffee Space

Ada pilihan outdoor dan indoor space

Bawa Buku & Arka Coffee Space

Di sini tersedia dua ruang yaitu ruang terbuka dan ruang tertutup ber-AC. Tempatnya termasuk lega, bagian outdoor ada kursi meja yang ditata dekat dengan pohon dan tanaman-tanaman. Kalaupun ingin kerja atau nugas dari Bawa Buku dan Arka Coffee Space saya pikir akan tetap aman terkendali.

Memilih buku dengan santai

Bawa Buku dan Arka Coffee Space

Bagi kutu buku, santai dalam memilih buku adalah sebuah kenikmatan dan kebahagiaan. Bisa dengan membaca sinopsisnya, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sampulnya bahkan bisa jatuh cinta dengan mudah pada tata cara peletakan buku serta buku-buku apa saja yang ada. Begitu juga di Bawa Buku, meski kecil, buku-buku yang dihadirkan juga berkualitas dan menarik hati untuk dimiliki. Oh iya, di sini juga sering diadakan event seperti musik dan diskusi buku.

Wifi dan parkir aman

Bawa Buku dan Arka Coffee Space

Bawa Buku dan Arka Coffee Space menyediakan wifi yang bisa diakses dan bisa mendukung aktifitas online kita saat di sana. Ini juga alasan bisa bikin betah ya ^^ Selain wifi, parkir juga bagian terpenting dari daya tarik suatu tempat. Nah, di sini tersedia area parkir yang lega terutama motor yang bisa dibawa masuk ke halaman dan untuk mobil harus parkir di luar halaman.

Bawa Buku dan Arka Coffee Space

Yap, inilah cerita perjalanan saya dan Bilgi, mengunjungi tempat romantis ala kami. ^^

 

Baca juga: Pengalaman Menginap di Carani Hotel Yogyakarta.

Mam’s Well Café, Ngopi Nuansa Hutan di Tengah Kota Jogja

Mams Well Cafe Jogja

Mams Well Cafe Jogja

Pulang ke kotamu. Ada setangkup haru dalam rindu….

Rasanya memang benar potongan lirik lagu KLA PROJECT ini, sekali ke Jogja maka akan rindu untuk ke Jogja lagi. Lebih-lebih, macam saya yang sempat kuliah di Jogja dan tinggal selama 7 tahun lamanya. Tiap ada alasan ke Jogja, rasanya seperti pulang. Teman-teman apakah merasakan hal seperti itu ketika di Jogja?

Jogja, saat saya kuliah dulu di tahun 2008 tentu sudah sangat berbeda dari tahun ke tahun. Pertumbuhan kian cepat meski ada juga tempat-tempat yang masih ada dan bertahan. Ada yang tumbuh, ada yang hilang, dan ada yang bertahan. Alamiah ya..

Begitu juga, tempat-tempat ngopi yang makin menggemaskan dan uwu sekali. Banyak bermunculan kafe atau tempat ngopi dengan ciri khas yang makin unik. Tentu saja sebagai identitas agar berkesan di benak pengunjung. Fasilitasnya pun juga beragam dan tak ketinggalan adalah menu-menunya serta harga yang bersaing.

Mams Well Cafe Jogja
Mam’s Well Cafe di Jogja dengan nuansa mini forest.

Nah, Senin kemarin saya menemukan salah satu tempat ngopi yang menurut saya asik dengan nuansa hutan nan asri di tengah Kota Jogja. Iya, di tengah kota dengan nuansa mini forest, teman-teman. Mam’s Well Café namanya. Lokasinya nggak nyangka aja akan ada kafe di situ bahkan driver ojol yang antar jemput saya juga mengatakan hal serupa, “Nggak nyangka di situ ada kafe, Mba.” Lalu, bapak driver yang jemput saya juga bilang, “Saya kira ini Mba titiknya salah, soalnya hutan-hutan gini sih Mba.” 😀 Untuk open hour Mam’s Well Café, teman-teman bisa berkunjung mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB.

Mams Well Cafe Jogja
Coffee Bar, Mam’s Well Cafe Jogja.

Saya ke Mam’s Well Café di jam istirahat siang sekitar pukul 13.00, saya tiba di sana memang ramai dan meja-meja di bangunan utama dan teras depan dalam keadaan penuh. Mayoritas pengunjung saat itu memang para mahasiswa. Saya memesan coffee latte dan menikmatinya di area no-smoking yang berada di belakang. Tata ruang Mam’s Well Café ini semi-outdoor di tengah nuansa hutan, ya semacam mini forest. Ada suara kicauan burung, desir angin yang mengenai pohon-pohon.

Mams Well Cafe Jogja
Akses dari jalan raya menuju halaman Mam’s Well Cafe.

Berbeda jika menikmati Mam’s Well Café ini di area no-smoking, di area belakang. Fix, bahagia banget saya waktu itu memilih area belakang. Di area ini pandangan saya disuguhi pemandangan kolam besar dengan ikan koi, pohon-pohon besar yang hijau, dan suara sungai yang alirannya cukup deras. Jadi sangat cocok untuk untuk melepas penat, belajar, mengerjakan tugas atau bengong seperti yang saya lakukan kemarin. Iya, bengong sambil menikmati kopi sesekali sambil nulis, sayang aja nggak bawa laptop. 😀 Fasilitasnya pun juga oke, ada musala, toilet, area parkir yang luas, dan tentu saja wifi.

Mams Well Cafe Jogja
Area parkir Mams Well Cafe.

Coffee latte yang saya pesan pun juga mengesankan. Perpaduan espresso dan susu menurut saya pas. Selain coffee latte ada juga cappuccino, americano, dan non-coffee seperti lychee tea, lemon tea, matcha, dan lainnya. Selain itu, juga tersedia aneka camilan dan main course. Tempat ngopi yang berlokasi di Seturan ini juga menyediakan menu es krim dengan berbagai varian rasa. Sayangnya, saya belum coba menu lain selain coffee latte karena sebelum ke Mam’s Well Café saya sudah makan bersama para dosen dan setelah dari Mam’s Well Café saya lanjut ke Kopi Klothok. Menyenangkan untuk kembali lagi ke Mam’s Well Café.

Mam's Well Cafe Jogja
Coffee Latte dengan nuansa alam di Mam’s Well Cafe, Jogja.

Baga juga: Berkunjung ke Buku Akik di Jogja. ^^

Mams Well Cafe Jogja
No-Smoking Area. Area ini berada di belakang.

Buku Akik, Indie Vintage Book Shop di Jogja

Buku Akik Jogja

Buku Akik Jogja

“Home is wherever I am with books.” Kalimat itu saya temukan di salah satu sudut di Buku Akik yang menurut saya menjadi salam hangat bagi setiap pembaca yang baru saja masuk ke dalamnya. Senang rasanya, Senin lalu bisa berkunjung ke Buku Akik selepas mengisi kuliah umum di Jurusan Sastra Arab FIB UGM. Di sisa waktu sebelum jadwal keberangkatan kereta menuju Ngawi benar-benar harus dimanfaatkan dengan baik, ya kan teman-teman?

Buku Akik Jogja
Bagian depan Buku Akik.
Buku Akik Jogja
Bagian teras depan Buku Akik.

Saya tahu Buku Akik dulu adalah sebuah toko buku daring, kemudian di akhir 2018 membuka toko buku luring di Jalan Kaliurang KM. 12, tepatnya di Jalan Gang Besi Raja no. 60D Candi Karang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Seperti teman-teman ketahui, kalau sudah Jakal (Jalan Kaliurang) KM. 12 itu berarti sudah jauh dari pusat kota. Namun, letak Buku Akik yang jauh dari pusat kota tidak menghalangi para pembaca untuk berkunjung termasuk saya.^^ Menurut saya, pemilihan tempat yang ‘menepi’ ini justru menjadi nilai tambah tersendiri, yaitu kenyamanan dan ketenangan bagi para pembaca.

Buku Akik Jogja
Sayap utara Buku Akik adalah area koleksi buku-buku yang dijual.

Buku Akik adalah sebuah Independent Book Shop bergaya vintage sekaligus sebuah perpustakaan. Selain bergaya vintage, Buku Akik juga unik. Hal ini terlihat dari setting buku yang berada di rak-rak buku di dalam toko. Penataan buku tidak mengikuti pakem toko-toko buku (besar) pada umumnya. Jika biasanya buku best seller diletakkan di rak paling depan agar langsung menarik perhatian pembaca, maka di Buku Akik kebalikannya. Buku yang dipajang di rak paling depan tidak mengikuti selera pasar dan saya menebaknya penataan buku-buku ‘bestseller’ di rak paling depan ini menurut selera owner. Yap, buku bestseller di mata owner Buku Akik semisal karya Leo Tolstoy, Alen Ginsberg, Jack Keronac yang mungkin kurang familiar.

Buku Akik Jogja
Sayap utara, bagian buku-buku yang dijual di Buku Akik.

Menurut saya, langkah yang dipilih owner Buku Akik itu asik juga, sih karena agar pembaca tahu buku-buku bestseller ala Buku Akik. Selain itu, di bagian paling depan di dekat rak-rak buku juga terdapat rak untuk pernak-pernik yang berhubungan dengan buku. Pernak-pernik yang tersedia di Buku Akik di antaranya aneka pin, gantungan kunci, pembatas buku hingga totebag. Harganya pun juga cukup terjangkau.

Buku Akik Jogja
Aneka pin yang ada di Buku Akik.

Hal yang menarik dan tentu saya mengasyikkan di Buku Akik adalah pengunjung sekaligus pembaca seperti saya yang datang tidak hanya menikmati buku-buku yang dijual tetapi juga bisa berlama-lama membaca buku di bagian perpustakaan Buku Akik di sayap selatan. Perpustakaan di sayap selatan ini terdiri atas dua sisi, timur dan barat yang letaknya berdampingan. Perpustakaan terdapat beragam genre koleksi buku seperti musik, politik, seni, dan sastra. Buku-buku berbahasa Indonesia dan Inggris. Di sayap utara, terdapat jajaran rak-rak buku yang dijual dan rak pernak-pernik. Kemudian, di sisi belakang digunakan untuk menunjang kegiatan penjualan secara daring.

Buku Akik Jogja
Sayap selatan bagian barat, area perpustakaan.
Buku Akik Jogja
Perpustakaan Buku Akik.

Tempatnya nyaman, penataan ruangnya unik, lalu apa saja fasilitasnya? Tenang, teman-teman, Buku Akik menyediakan parkir yang luas dan tentu saja gratis. Ada toilet yang bersih dan musala terbuka untuk melaksanakan salat. Tidak hanya itu, di sisi utara bagian depan Buku Akik terdapat jajaran meja kursi untuk bersantai menikmati suasana dan udara sejuk khas Jakal atas. Teman-teman bisa berkunjung dan menikmati aroma buku-buku di Buku Akik mulai pukul 10.30 hingga 17.00 WIB. Bagaimana teman-teman, tertarik berkunjung ke Buku Akik? 🙂

Buku Akik Jogja
Meja-kursi di bagian luar sisi utara dari Buku Akik.
Buku Akik Jogja
Sambutan manis tepat di samping pintu masuk Buku Akik.

Baca juga: Book Shop Tour di Madiun.

Buku Akik Jogja
Hasil ‘buruan’ di Buku Akik, Jogja.

Kenali Lebih Dekat Inovasi BCA Lewat Ngobrol Blogger DIY

senja-jogja-fileminimizer

Matahari yang mulai turun di ufuk barat seakan menambah kecantikan dan pesona Kota Jogja. Bagi saya, kembali ke Jogja adalah sebuah kata pulang seperti rindu rumah dan pelukan orangtua. Jogja menjelang senja selalu indah nan memesona apa lagi saat saya tiba hari ini (5/9) di Jogja, saya akan menghabiskan bersama para blogger DIY di Roaster and Bear.

Acara dibuka oleh Band AkustikMiracle of Love yang melantunkan lagu-lagu romantis yang sukses bikin baper. Sukses menyempurnakan Jogja saat senja menjelang. Syahdu. Menemani kehangatan senyum, sapa, salam dan kehangatanobrolahantarapara blogger di Roaster and Bear sambil menikmati tiga macam hidangan, yaitu hidangan pembuka, inti, dan penutup yang lezat.

inovasi-bca-fileminimizer

Berbicara tentang inovasi pastilah tidak terlepas dengan teknologi. Kemajuan pesat bidang teknologi dapat dimanfaatkan untuk melejitkan potensi dan kreativitas serta menjadikan kemajuan teknologi ini bisa digunakan untuk mempublikasikan pada dunia yang serba tanpa batas. Sekaligus kemajuan teknologi menghadirkan tantangan-tantangan baru untuk selalu berinovasi.

Sakuku, inovasi terbaru BCA

Nah, BCA mengambil selangkah lebih maju di depan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan sebuah inovasi kekinian. Salah satu inovasi terhangat yang memanfaatkan kemajuan teknologi yang diluncurkan BCA adalah Sakuku. Sakuku ibarat dompet virtual elektronik yang memudahkan segala transaksi perbankan untuk segala acara atau hangout. Sakuku sangatlah simpel, karena segala transaksi bisa dilakukan melalui smartphone yang ada di  genggaman. Dompet ketinggalan, tak perlu risau jika kita memiliki Sakuku di smartphone. Sakuku can save your life! 😀

Sakuku, untuk apa saja?

Sakuku mengusung slogan “Sakuku bikin hang out makin all out” terlihat jelas bahwa Sakuku menawarkan kemudahan yang nyata melalui sebuah smartphone. Sakuku dapat digunakan untuk pembayaran transaksi Bayar Belanja, Isi Pulsa, dan transaksi perbankan lainnya, misal Transfer antar Sakuku, Cek Saldo, Split Bill, dan Tarik Tunai di ATM BCA.

Seiring dengan pengembangan Sakuku, nantinya diharapkan Sakuku akan semakin memudahkan untuk membayar tagihan-tagihan rumah tangga, seperti membayar tagihan air, listrik, TV kabel, modem, dan sebagainya.

Bagaimana cara memiliki Sakuku?

Lalu, bagaimana memiliki Sakuku? Caranya sangatlah mudah, kita tinggal download aplikasinya di Google Play Store atau App Store. Setelah download, isi data diri dan verifikasi maka nomor handphone yang kita punya otomatis akan menjadi nomor Sakuku di smartphone kita. Langkah selanjutnya, kita harus top up untuk mengisi saldo Sakuku. Top up bisa dilakukan melalui ATM BCA, KlikBCA, dan BCA mobile. Mudah bukan? Ngurus Sakuku jauh lebih mudah daripada ngurus e-KTP kok, percaya deh… *haha 😀

Keuntungan memakai Sakuku

Biar makin greget tertarik dengan Sakuku, saya mau pamer tentang keuntungan menggunakan Sakuku jika kita sudah install dan verifikasi di smartphoneplus top up saldonya, antara lain,

  • Mudah

Kita hanya perlu usaha untuk download aplikasinya di application store untuk membuka uang elektronik Sakuku. Saat isi data dan verifikasi pun juga sangat mudah, tanpa ribet dan menghabiskan waktu.

  • Praktis

Nomor handphone sebagai nomor kepemilikan Sakuku. Jadi akan mudah bagi kita untuk mengingatnya.

  • Gratis

Nah, inilahhal yang menyenangkan di dunia. Yap, gratis. Sakuku bebas dari biaya administrasi bulanan. Tanpa potongan, tanpa charge apa pun. Jadi, saldo di Sakuku hanya akan berkurang setiap kita melakukan transaksi saja bahkan jika kita melakukan transfer tidak akan kena charge.

Ohya, biaya transaksi dikenakan pada saat registrasi Sakuku, biayanya sama dengan biaya 1x SMS (Rp. 250 – Rp. 350,-tergantung jenis operator). Biaya SMS akan memotong pulsa (prabayar) atau masuk ke tagihan bulanan (pascabayar).

Nah, setiap aplikasi pasti memiliki fitur unggulan, begitu juga dengan fitur Sakuku BCA,

  • Info : berisi informasi saldo dan informasi mutasi transaksi
  • Bayar Belanja : dapat dilakukan di merchant fisik/toko dan merchant online/website
  • Isi Pulsa : dapat dilakukan di atau ke nomor sendiri, nomor lain, dan permintaan pulsa
  • Transfer : dapat dilakukan untuk mengirim atau permintaan
  • Split Bill : dapat digunakan untuk membagi tagihan kepada teman
  • Tarik Tunai: dapat digunakan untuk tarik tunai di ATM BCA
  • Kontak : untuk melihat sesama pengguna Sakuku
  • Inbox : sebagai tempat menerima bukti transaksi dan transaksi tertunda
  • Pengaturan : pengaturan menu berisilog out, ganti pin dan lain-lain

Siapasaja yang bisamengaksesSakuku?

Inovasi BCA melalui layanan aplikasi Sakuku ini tidak terbatas hanya untuk nasabah BCA saja, tetapi bisa diakses oleh semua orang dengan syarat memiliki smartphone Android (OS. 4.0 ke atas) atau iPhone (iOS 7.1 ke atas) dan kartu SIM GSM yang aktif. Oleh karena itu, Sakuku diharapkan bisa semakin dekat dan bermanfaat untuk memberikan pelayanan yang terbaik di tengah kemajuan teknologi yang tak bisa dibendung lagi.

Dimana Sakuku bisa digunakan?

Sakuku dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran untuk pembelian barang atau makanan di berbagai merchant. Jadi, saat teman-teman hang out dan dompet ketinggalan, kalian masih bisa belanja atau makan dengan membayar transaksi kalian  menggunakan Sakuku. Merchant Sakuku sangat banyak, diantaranya Kaskus, Bhinneka, Blibli, dan CGV Blitz. Untuk lebih detail bisa dicek di gambar di bawah ini.

merchant-2-fileminimizer

Merchant khusus wilayah Yogyakarta

merchant-jogja-fileminimizer

Mudah bukan? Yuk, jadi sahabat Sakuku!

<img src=”http://tag.ripre.com/campaign?guid=on&k=cxjiSqCb05D7OfAzH963ZsKT186ka2qZ&c=4181ea78cb67d60f748539eb615672bc” width=”1″ height=”1″ />

<a href=”http://s.bblog.web.id/c/3E5w00″ rel=”nofollow” >BCA Sakuku</a>