Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Enaknya Bakmi Jawa Kondang MIROSO Terban

Bakmi Jawa Miroso Terban

Bakmi Jawa Miroso Terban

Siapa yang tak kenal menu satu ini? Bagi saya pribadi, Bakmi Jawa ini selayaknya comfort food sekaligus menu favorit. Salah satu Bakmi Jawa enak di Jogja, bagi saya adalah Bakmi Jawa MIROSO yang berada di daerah Terban, kalau saya lebih familiar dengan daerah Sagan. Tempat makan yang sangat sederhana tapi nggak dengan rasa masakannya.

Bakmi Jawa MIROSO Terban
Warung Bakmi Jawa MIROSO, Terban.

Kemarin, ketika berada di Jogja dan harus menginap di sekitar daerah Sagan, saya keluar hotel dengan tujuan membeli nasi gudeg untuk anak saya, Bilgi. Setelah itu kami lanjut ke Social Agency, sebuah toko buku yang juga berada di deretan yang sama dengan warung nasi gudeg. Keluar dari toko buku, kami masih lanjut jalan-jalan karena ada makanan yang ingin saya beli untuk makan malam. Baru beberapa Langkah, eh, ketemu kemudian teringat lagi dengan Bakmi Jawa MIROSO, udahlah ya otomatis ganti haluan dan pesan 1 porsi Bakmi Jawa goreng untuk dimakan di hotel.

Bakmi Jawa MIROSO Terban

Hal yang spesial dari Bakmi Jawa MIROSO atau Bakmi Jawa yang lain adalah dimasak dengan tungku tradisional dengan arang dan juga wajan untuk memasaknya itu bahannya seperti beda dengan wajan-wajan pada umumnya. Kalau kata saya sebagai orang Jawa, wajannya anteb, berat tapi mantab plus tebal.

Bakmi Jawa MIROSO Terban

Cara memasak dengan menggunakan arang juga memberi hasil yang sedap dan wangi, begitu kata bapak penjualnya. Ya menurut saya memang beda, ada aroma khasnya gitu jadinya. Bakmi Jawa MIROSO ini juga menggunakan cara yang seperti itu. Favorit saya di sini adalah Bakmi Jawa Goreng. Rasanya enak, gurih, dan manisnya pas. Ayam untuk campurannya menggunakan ayam kampung. Jika ingin tambah ampela ati, paha, sayap atau bagian ayam yang lain bisa minta sesuai selera. Menu yang saya pesan kemarin adalah menu yang sama yang saya pesan tahun 2019 saat makan bersama sahabat rasa kakak dari Jakarta. Oh iya, untuk harga satu porsi Bakmi Jawa kemarin Rp 17.000,00. Masih termasuk terjangkau ya mengingat ayam yang digunakan itu adalah ayam kampung dan rasanya pun bikin puas.

Bakmi Jawa MIROSO Terban
Bakmi Jawa goreng favorit saya. Ini foto saya ambil tahun 2019. 😀
Bakmi Jawa MIROSO Terban
Menu Bakmi Jawa rebus dan partner makan, Kak Anazkia. Tentu ini foto 2019.

Bakmi Jawa MIROSO juga menyediakan menu lain, seperti Bakmi Jawa rebus yang kuahnya pakai kaldu ayam kampung. Jadi kebayang kan betapa gurih kuahnya? 😀 Ada lagi menu nasi goreng dan nasi rebus. Warung bakmi yang berada di Jalan Prof. Herman Yohanes No. 117A ini mulai buka sejak sore hari sekitar pukul 17.00 hingga pukul 23.30 atau sampai habis. Oh iya, Bakmi Jawa MIROSO ini mudah sekali ditemukan, tepatnya berada di sebrang jajaran Beauty Lux, The Cabin Tanjung Jogja, dan Klinik Peri Gigi, dekat dengan Mall Galeria.

Bakmi Jawa MIROSO Terban
Ini Bakmi Jawa goreng yang saya pesan kemarin. Maret 2023. Dengan rasa dan bapak yang masak sama.

Hal menarik lainnya dari warung Bakmi Jawa MIROSO atau jadi ciri khas warung Bakmi Jawa lainnya adalah ayam yang digunakan untuk masakan menu itu diletakkan dengan cara digantung, satu ayam utuh gitu. Pas dilihat antara iba dan gemas gitu 😀

Bakmi Jawa MIROSO Terban
Ayam yang digantung dan menurut saya jadi ciri khas warung Bakmi Jawa.

Nah, jika ingin mencicipi menu di warung Bakmi Jawa MIROSO ini harus siap sabar menunggu yaa karena memang selalu ramai. Satu pelanggan bisa memesan lebih dari dua menu. Belum termasuk memasaknya itu satu per satu meski menu yang sama. Misal ada pesanan dua Bakmi Jawa goreng ya dimasak satu per satu. Selain masakannya yang enak, acar timun pelengkapnya juga mantab. Saling melengkapi. Pun wajan untuk memasak menu rebus dan goreng juga berbeda.

Yuklah, jangan buang waktu kalau ke Jogja, mampir juga makan Bakmi Jawa MIROSO di Terban, Sagan ^^

 

Baca juga: Cerita di Museum dan Pabrik Cokelat Monggo, Jogjakarta. 

Memanjakan Lidah ala Cita Rasa Korea di Dae Jang Geum Jogja

Dae Janggeum Jogja
Dokumentasi Pribadi

Jogja menawarkan segala keindahan dalam balut kenangan. Komposisinya begitu sempurna yang terdiri atas nostalgia, rindu, dan pulang. Jogja mampu memikat dengan beragam cara. Menyentuh indera rasa atas nama perasaan dan ingatan hingga indera rasa dalam cecap lidah beragam cita rasa yang begitu menggoda. Cita rasa masakan yang menjadi lambang Jogja mau pun cita rasa internasional yang ikut bertumbuh dengan Jogjakarta.

Dokumentasi Pribadi

Salah satu restoran dengan menu makanan yang menyajikan nuansa internasional dalam balutan cita rasa masakan Asia salah satunya adalah Dae Jang Geum Jogja. Suasana restoran satu ini ditata dan dikondisikan hampir mendekati asalnya dengan nuansa klasik ala Korea. Para pramusaji juga memakai kostum hanbok yang merupakan baju khas dari Korea Selatan.

Dokumentasi Pribadi

Tata ruang Dae Jang Geum ada dua yaitu nuansa indoor dan outdoor. Tata ruang indoor segala macam interiornya didesain seperti kerajaan-kerajaan yang digambarkan dalam drama-drama korea *ini kenyataan bukan khayalan…haha :D* sedangkan bagian outdoor terdapat taman yang bersih dan begitu terawat beserta gasebo-gasebo berkursi mau pun berleseh-lesehan untuk menikmati hidangan yang telah kita pesan sekaligus tempat yang nyaman untuk berdiskusi ataupun bercanda ria.

Dokumentasi Pribadi

Bicara tentang cita rasa, bagi saya Dae Jang Geum masih menyajikan cita rasa yang sangat mendekati rasa asli dari negara asalnya, meskipun saya belum pernah benar-benar ke Korea Selatan tapi saya sempat mendengar testimoni teman-teman dari Korea yang sedang belajar di Jogja yang saya kenal saat belajar bahasa Korea di Pusat Studi Korea maupun testimoni teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke sana. Semoga saya suatu saat juga kecipratan bisa ke sana 😀

Dokumentasi Pribadi

Adalah Teobokki makanan khas Korea yang sangat saya suka. Terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan saos merah, beberapa irisan daging, dan wortel sebagai tambahan. Jika dalam drama, Teobboki diceritakan sebagai street food yang dinikmati saat masih hangat. Sederhananya, Teobokki itu ciloknya orang Indonesia. *haha 😀

Selanjutnya, adalah Bibimbap. Semacam nasi campur yang disajikan dalam hot bowl. Terdiri atas nasi, daging, sayuran, saus kedelai, dan telur kuning setengah matang. Ketika akan menyantapnya, semua yang ada di hot bowl diaduk hingga rata tercampur setalah itu siap disantap selagi hangat. Aromanya seperti nasi terbakar, rasanya saya tak bisa menerjemahkannya. Pokoknya level terpujilah wahai engkau Bibimbap.

Dokumentasi Pribadi

 

 

Menu yang ditawarkan tak hanya Teobokki dan Bibimbap, ada juga Kimbap yang sangat mirip dengan Sushi dari Jepang, sup rumput laut (yang saya lupa nama Koreanya), Bulgogi, Kimchi (menu gratis), Acar (menu gratis), Ca Jang Bap (nasi dengan bumbu tauco goreng), Yuk Ge Jang (sop daging sapi yang dicampur dengan sayuran jamur tiram, tauge, daun bawang, bombay), Kim Chi Cige dan masih banyak menu yang lainnya. Range harganya mulai dari harga dua puluh ribuan hingga seratusan ribuan. Keuntungan makan di Dae Jang Geum adalah bisa nyicip pesanan teman yang makan bareng kita alias bisa joinan karena menunya disajikan dengan ukuran untuk dinikmati bersama-sama.

Untuk menikmati hidangan di Dae Jang Geum, saya lebih senang malam hari daripada siang hari karena romantismenya terasa dan tak kalah penting dengan siapa kita menikmati setiap cecapnya. 😀

Tertarik? Datang langsung ke Dae Jang Geum jika teman-teman sedang piknik ke Jogja di Jalan Palagan Tentara Pelajar KM. 8.5 Donoharjo Ngaglik Sleman DIY.

Selamat menikmati romantisme makan malam di sana yaaa ^^

 

Baca juga: Lumpia Samijaya Malioboro yang legendaris.