Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Hal-Hal Menarik di Hamzah Batik Malioboro

Hamzah Batik Malioboro

Yogyakarta masih menjadi kota favorit kami untuk escape sejenak. Semua sisi Yogyakarta itu menarik termasuk juga Malioboro. Ada yang setuju? 😀 Malioboro menjadi salah satu destinasi wisata belanja yang tak boleh dilewatkan. Salah satu rekomendasi toko batik dan oleh-oleh khas Yogyakarta di Malioboro versi saya adalah Hamzah Batik.

 

Dulu, saat masih kuliah di Yogyakarta, Hamzah Batik dikenal dengan nama Mirota Batik dan juga dikenal dengan nama Raminten Malioboro. Toko yang berada hampir di ujung Malioboro ini adalah salah satu tempat belanja unik di Malioboro. Toko ini tidak hanya menjadi destinasi untuk membeli kain batik dan oleh-oleh tetapi juga menawarkan pengalaman belanja yang unik dengan sentuhan Budaya Jawa.

 

Menurut saya ada hal-hal menarik saat berbelanja di Hamzah Batik Malioboro.

 

Pilihan Produk yang Beragam

 

Hamzah Batik menyediakan berbagai jenis batik tidak hanya dalam bentuk pakaian tetapi juga perlengkapan rumah tangga seperti tirai, bedcover, sprei, sarung bantal, sarung guling, jarit dan lainnya. Ada juga tas, lampu klasik, dompet, mainan anak tradisional, aksesoris serta pernak pernik. Ada pilihan batik tulis, batik cap hingga kombinasi yang sesuai dengan anggaran kita.

 

Selain aneka macam souvenir, hamzah Batik juga menyediakan produk makanan yang bisa dijadikan untuk oleh-oleh. Di antaranya ada aneka pilihan bakpia, kripik, abon hingga minuman seperti teh, kopi serta beragam pilihan wedang atau minuman tradisional.

 

Harga yang Terjangkau

 

Meski terletak di Kawasan wisata Malioboro, Hamzah Batik dikenal menwarkan harga yang ramah di kantong. Kita masih dapat menemukan barang-barang dengan kualitas baik tanpa harus membayar mahal. Selain itu, jika kita memiliki tiket kereta keluar Yogyakarta saat berbelanja, Hamzah Batik akan memberi tambahan diskon sebesar 10%. Lumayan banget kan?

 

Dekorasi Interior Tradisioanl

 

Hamzah Batik memiliki interior yang kental dengan nuansa Jawa. Kita akan merasakan suasana yang khas mulai dari ornament tradisional hingga alunan musik gamelan yang lembut. Oh iya, jika beruntung saat berbelanja bertepatan dengan show tari, kita akan bisa menyaksikan tari tradisional di depan Hamzah Batik.

 

Fasilitas Hamzah Batik

 

Hamzah Batik terkenal memiliki karyawan yang melayani dengan ramah. Mereka bersedia memberi saran tentang produk yang cocok yang sedang kita butuhkan. Mereka juga tak segan memberi penjelasan perbedaan kualitas batik jika kita membutuhkan. Fasilitas lain adalah tempat penitipan barang serta toilet.

 

Tips Berbelanja di Hamzah Batik

 

Hamzah Batik tak pernah sepi, karena itu agar belanja kita nyaman di sana, cobalah tips berikut,

  • datang di pagi atau siang hari untuk menghindari keramaian,
  • jika ingin berbelanja dalam jumlah banyak, jangan pernah ragu untuk bertanya ada diskon atau tidak,
  • bawa tas belanja sendiri jika ingin menerapkan ramah lingkungan, jika tidak memungkinkan Hamzah Batik tetap menyediakan kantong belanjaan.

 

Menurut saya, Hamzah Batik tidak hanya menawarkan lebih dari sekedar wisata belanja tetapi juga memberi pengalaman budaya yang autentik di tengah Kawasan Malioboro. Bagaimana pengalaman Teman-Teman di Hamzah Batik Malioboro? ^^

 

Baca juga: Tips Traveling Bersama Anak dengan Kereta Api.

Belajar Budaya Jawa dengan Menyenangkan di Museum Sonobudoyo

Beberapa waktu lalu, lagi-lagi kami berkunjung ke Yogyakarta. Pokoknya nggak ada kata bosan! 😀 Jalan-jalan kali ini lebih banyak explore wisata budaya. Salah satu tujuan kami adalah Museum Sonobudoyo. Museum ini merupakan museum kunci untuk mengenal dan memahami budaya serta sejarah Jawa.

 

Lokasi

 

Museum Sonobudoyo berada di Jalan Pangurakan No. 6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Tepatnya, berada di sebelah utara Alun-Alun Utara. Museum ini sangat mudah di akses karena berada di pusat kota. Untuk menuju Museum Sonobudoyo bisa menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum atau online.

 

Transportasi

 

Jika menggunakan transportasi umum, misal kereta api jarak jauh atau lokal bisa turun Stasiun Tugu/Yogyakarta kemudian bisa lanjut naik bentor atau jalan kaki di sepanjang Malioboro hingga nol KM menuju Museum Sonobudoyo. Pilihan lain, bisa dengan naik Trans Jogja dari Halte Malioboro 1 dan turun di Halte Museum Vredeburgh lanjut jalan kaki. Ingin lebih praktis lagi? Bisa naik transportasi online yang bisa dipesan dari smartphone.

 

Jam Buka

 

Jam buka Museum Sonobudoyo mulai dari 08.00 hingga 20.00 WIB di Hari Selasa hingga Minggu. Khusus Hari Senin tutup. Pastikan hari dan jam kedatangan Teman-Teman yaaa..

 

Tiket

 

Masuk Museum Sonobudoyo dikenakan tarif tiket sebesar Rp 10.000,00 untuk dewasa dan Rp 5.000,00 untuk anak-anak, khusus wisatawan mancanegara Rp 20.000,00. Menurut saya masih sangat terjangkau untuk media belajar anak-anak. Pembayarannya bisa dilakukan secara tunai atau cashless. 

 

Pameran dan Koleksi

 

Sangat menyenangkan meluangkan waktu untuk menjelajahi Museum Sonobudoyo, melihat koleksi berupa artefak sejarah, seni dan budaya. Di dalamnya, kita juga bisa melihat aneka wayang, baju adat, alat musik dan masih banyak lainnya di gedung pertama. Di gedung kedua, kita juga bisa melihat diorama sejarah, alat transportasi tradisional hingga mini bioskop tentang sejarah Yogyakarta.

 

Display atau penataannya sungguh mendukung dan menarik untuk pengunjung khususnya anak-anak. Ada juga sensor agar para pengunjung tidak melebihi batas jadi koleksi akan terjaga keamanannya. Terdapat juga permainan tentang sejarah budaya di lantai atas gedung kedua yang diperuntukkan untuk anak-anak.

 

Dari gedung pertama hingga gedung kedua, suasana museum tidak monoton. Ada part dengan nuansa Bali, ada yang dikemas dengan lampu-lampu, akses dari satu sesi ke sesi berikutnya seperti berjalan dalam goa dengan lampu-lampu. Terasa warna-warni dan menyenangkan berada di Museum Sonobudoyo.

 

Aktifitas Tambahan

 

Ada beberapa aktifitas tambahan setelah berkunjung ke Museum Sonobudoyo di antaranya wisata kuliner di sekitar Alun-Alun Utara, Tamansari, wisata belanja di Pasar Beringharjo, Malioboro, Taman Pintar, Keraton Yogyakarta, Museum Vredeburgh atau ngopi-ngopi cantik. Selain itu, kita juga bisa menyaksikan beberapa pentas seni atau pertunjukan di sekitar Museum Sonobudoyo.

 

Jangan lupa untuk menikmati untuk pengalaman belajar dan menggali lebih dalam tentang budaya yang kaya di Yogyakarta.

 

Baca juga: Jangan Lupa ke Museum Coklat Monggo Saat di Yogyakarta ^^

Pengalaman Menginap di Yellow Star Hotel Ambarukmo

Yellow Star Hotel Ambarukmo

Liburan menjadi momen yang kami nantikan termasuk juga proses menentukan tempat menginap. Biasanya, sebelum booking, kami akan menyusun rencana tempat-tempat yang akan kami kunjungi atau menentukan apa yang paling ingin kami nikmati saat menginap. Kali ini, kami menentukan salah satu hotel di Jogja untuk kami singgahi dengan pertimbangan dekat dengan toko buku indie yang saya ingin kunjungi sekaligus hotel yang memiliki rooftop café.

 

Yap, karena saya memilih, pilihan jatuh di Yellow Star Ambarukmo. Saya lihat lokasinya juga strategis dan ternyata di samping hotel ini ada sebuah toko buku yang cukup besar. Akses ke mana pun juga mudah termasuk juga berjarak sangat dekat dengan galeri seni Museum Affandi.

 

Lokasi

 

Yellow Star Hotel Ambarukmo ini berada di pinggir jalan raya yang ramai dengan pertokoan dan restoran. Hotel dengan fasad kontemporer modern ini sangat mencolok dan membuatnya menarik. Berada di Jalan Laksda Adisucipto No. 23 Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Bersebelahan dengan sebuah toko buku dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

 

Sesuai dengan namanya, hotel ini memiliki jarak yang dekat dengan Ambarukmo Plaza, kurang lebih 5 menit berjalan kaki dan dekat dengan klinik serta apotek Kimia Farma. Berseberangan dengan hotel ini juga terdapat toko oleh-oleh yang bisa dikunjungi sebelum pamitan dengan Yogyakarta.

 

Fasilitas Hotel

 

Kita ceritakan fasilitas hotel ini mulai dari kamarnya. Saat proses check-in, saya meminta kamar di lantai atas. Kamar yang saya pesan double bed dengan ukuran kamar yang luas. Di dalamnya terdapat lemari, TV, AC, lampu atas ataupun lampu tidur, kamar mandi yang ukurannya cukup lega beserta perlengkapan mandi. Tak kalah penting, tersedia akses wifi yang cepat.

 

Selain kamar yang nyaman, Yellow Star Hotel Ambarukmo juga menyediakan area parkir yang cukup dan tidak dipungut biaya tambahan. Fasilitas lain juga ada layanan binatu dan spa tetapi berbayar, tidak termasuk dengan harga kamar yang kita sewa. Di hotel ini juga terdapat rooftop café yang buka mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB. Oh iya, setiap tamu akan mendapatkan kupon gratis menikmati welcome drink dan snack (waktu itu bakpia) di rooftop café.

 

Di hotel ini juga menyediakan perhiasan dan aneka rupa aksesoris perak dari HS Silver Kotagede. Selain itu juga menawarkan beberapa baju kebaya atau kain jumputan yang bisa dibeli untuk souvenir.

 

Fasilitas selanjutnya adalah menu sarapan. Di sini, menu sarapan bisa dipilih dan dinikmati dalam beragam menu. Ada menu masakan tradisional hingga sandwich. Makanan berat dengan menu nasi atau pun menu makanan ringan, ada pula aneka jajanan pasar, tersedia pilihan menu mie instan yang bisa dimasak mandiri, aneka buah dan beragam menu minumannya. Oh iya, untuk anak usia di atas 5 tahun akan dikenakan biaya tambahan.

Melihat Semesta Affandi Koesoema di Museum Affandi

Museum Affandi

Pamela Chandler pernah berkata, “Ketika Anda bepergian dengan anak-anak Anda, Anda memberi mereka sesuatu yang tidak akan pernah bisa diambil yaitu pengalaman, paparan dan cara hidup”. Karena itulah liburan bersama anak atau keluarga akan selalu menjadi ide yang bagus. Saat anak sudah sekolah maka momen jalan-jalan ini menjadi momen yang berharga.

 

Pertengahan Juli lalu, saya, suami dan Bilgi menutup momen libur sekolah dengan pergi ke Yogyakarta. Salah satu tujuan kami adalah Museum Affandi. Sebuah museum yang mengoleksi mahakarya Affandi, salah satu maestro seni lukis di Indonesia.

 

Lokasi

 

Museum Affandi berada di Jalan Laksda Adisucipto No. 167, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Museum Affandi mulai buka pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Hari Senin hingga Sabtu. Hari Minggu museum tutup.

 

Dunia Affandi Koesoema

 

Awal memasuki area museum, pandangan kita akan dimanjakan dengan hijau-hijau di area museum yang membuat perasaan kita terasa adem. Museum yang berada di tepi Sungai Gajah Wong ini mampu memberi tahu kita tentang perjalanan hidup dan dunia sang maestro lukis Indonesia, Affandi Koesoema.

 

Tour di Museum Affandi dimulai dari gedung pertama. Ada tiga gedung besar yang menyimpan maha karya beserta barang-barang kesayangan Affandi. Di gedung atau galeri pertama, kita akan tahu tentang kehidupan sehari-hari Affandi, aktifitasnya, interaksinya hingga orang-orang terdekatnya yang beliau abadikan dalam lukisan. Di gedung pertama ini juga ada barang-barang Affandi seperti mobil, piala-piala, piagam penghargaan, perabot rumah hingga pakaian.

 

Setelah puas eksplorasi di galeri pertama plus foto-foto tentu saja, perjalanan kita akan lanjut ke galeri kedua. Di sini kita akan melihat perjalanan Affandi keliling dunia yang diabadikan dalam lukisan. Selain lukisan-lukisan perjalanan Affandi, di galeri ini juga ada beberapa barang-barang Affandi yang dipamerkan.

 

Lanjut ke gedung ketiga, khusus di gedung ini menyimpan karya-karya Kartika, putri Affandi yang karyanya sungguh cantik dan menawan. Selain memamerkan lukisan, di galeri tiga tersedia TV LED yang berisi perjalanan Affandi.

 

Museum Affandi ini menurut saya memang spesial ya karena kita tidak hanya melihat mahakarya Affandi tetapi juga kita bisa melihat rumah Affandi. Museum Affandi memang dibangun di area kediaman pribadi Affandi. Rumah beliau pun masih dihuni. Ada juga perpustakaan yang digunakan Affandi dan keluarga yang berada di lantai dua. Oh iya, di antara gedung satu dan dua, terdapat makam Affandi dan istri.

 

Fasilitas

 

Fasilitas yang tersedia di Museum Affandi benar-benar mendukung. Mulai dari area parkir yang luas dan disediakan juga area tunggu untuk para sopir yang mengantar. Ada musola yang dibangun seperti rumah panggung beserta toilet yang bersih. Ada kantin yang menyediakan beberapa menu minuman dan makanan. Ruang kantin untuk pengunjung sangat nyaman dan tersedia wifi.

 

Selain fasilitas di atas, ada fasilitas tour guide di setiap gedung atau galeri. Kita sebagai pengunjung bisa mendapat informasi lebih banyak atau kita juga bisa bertanya apapun tentang karya-karya Affandi.

 

Baca juga: Lagi di Yogyakarta? Yuukk, Mampir ke Museum Coklat Monggo.