Ruang Tumbuh & Bersenang-Senang

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Danau Tambing Poso Sulawesi Tengah

14

 

Hampir dua tahun tinggal di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Palu tentu secara emosional saya merasa ada ikatan yang tidak main-main. Terlebih ini pengalaman pertama kali tinggal di pulau Sulawesi dan hal yang membuat berkesan juga adalah saat saya pindah ke Kota Palu, kota ini masih dalam tahap recovery pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi. Antara mudah dan tidak mudah. Ternyata oh ternyata, Kota Palu menawarkan banyak keindahan setelah benar-benar tinggal di Bumi Kaktus ini.

Suasana perjalanan menuju Danau Tambing

 

Bagaimana tidak, saya menyebut kota ini sebagai kota kombo di mana perbukitan yang berderet-deret dan juga deretan pantai yang indah. Kedua saling berhadapan, kalau couple sih udah saling tatap gitu posisinya. Betapa gampang jadi pemburu sunset di pantai, pun tak kalah mudah menjadi pemburu sunrise di bukit atau pegunungan. Tanpa keluar kota saya sudah mendapatkan paket kombo bahagia itu. Itu di dalam kota ya, bagi saya lebih spesial lagi alam Sulawesi Tengah ini jika mau dan ada kesempatan ke luar Kota Palu.

 

Menuju akhir tahun 2021 menurut foto di galeri smartphone saya 😀 meski belum akhir tahun banget sih, suami mengajak saya dan Bilgi pergi ke Danau Tambing, Poso. Itu destinasi pertama saya di Poso. Jaraknya cukup dekat dari Kota Palu, seingat saya hanya sekitar 2 jam dengan mobil. Kawasan Danau Tambing ini berbatasan dengan Kabupaten Sigi. Jadi kalau dari Kawasan Danau Tambing ke Danau Poso, Poso Kota atau Tentena masih sangat jauh, pun beda rute. Perjalanan ke Danau Tambing melalui Sigi, sedangkan ke Poso Kota atau Danau Poso melewati Kebun Kopi, Parigi Moutong bahkan melewati depan Pondok Pesantren Modern Gontor 6.

 

Pemandangan dari sisi yang lain setelah tracking

 

Danau Tambing dalam Bahasa Pamona yaitu Rano Kalimpaa atau Rano Tambing ini berada di Desa Sedoa, Lore Utara. Danau yang masih bagian dari wilayah Taman Nasional Lore Lindu. Danau yang terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut ini  selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai usia. Selain itu, udara di Danau Tambing juga sangat sejuk cenderung dingin. Saat saya berkunjung masih bisa dijumpai berbagai macam jenis burung yang dirawat secara bebas. Pohon-pohon dari berbagai varietas bisa dijumpai bahkan ada yang berukuran sangat besar dengan usia puluhan bahkan ratusan tahun. Bagi saya yang seorang pendatang baru, Danau Tambing tentu menjadi tempat baru yang juga berkesan karena di kawasan sekitar danau memang terawat dan bersih. Saya melihat para pengunjung Danau Tambing ini tertib juga untuk urusan sampah yang mereka bawa. Gimana nggak jatuh cinta kan ya?

 

Gambaran tentang kenyamanan di Danau Tambing ini juga mendukung bagi para pengunjung untuk beraktifitas. Apa itu?

 

Berkemah

 

Di area Danau Tambing ini terdapat area khusus yang disediakan oleh pengelola untuk berkemah. Tidak hanya para muda mudi yang berkemah tetapi juga mereka yang telah berkeluarga juga ada yang berkemah di sana. Tidak hanya berkemah sebagai keluarga kecil bahkan ada yang berkemah dengan keluarga besar. Seru banget! Saat malam juga diijinkan membuat api unggun tetapi harus dengan tanggung jawab. Ketika selesai berkemah ya sisa-sisa kayu atau sampah harus benar-benar bersih. Tak kalah penting, sebelum berkemah di Danau Tambing harus ijin pada pengelola, jumlah anggota yang berkemah, durasi berkemah, jumlah dan jenis kendaraan yang akan menempati lahan parkir, semua harus dilaporkan dengan jelas. Di area berkemah juga sudah disediakan lampu penerangan secukupnya, tetap syahdu kok.

 

Camping di Danau Tambing
Suasana berkemah di Danau Tambing

 

Kalau berkemah, bagaimana dengan mandi, cuci alat makan atau buang air di mana? Tenang! Don’t worry 😀 Di Kawasan Danau Tambing disediakan toilet dengan jumlah yang cukup tanpa harus antri panjang. Kamar mandi yang ada sangat bersih dan jauh dari aroma-aroma tak sedap khas kamar mandi. Urusan toilet, aman. Tak hanya itu, di kawasan ini juga sudah ada musola beserta tempat wudlu yang bersih dan nyaman bagi pengunjung muslim.

 

Tracking

 

Tracking di Danau Tambing

 

Setelah sempat ditutup karena pandemi, Kawasan Danau Tambing dibuka kembali tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. Seingat saya, dibuka sekitar 23 Oktober 2021. Selain berkemah, kawasan ini saya juga bisa melakukan trekking bersama anak dan suami. Jalur tracking dibuat oleh pengelola kawasan Danau Tambing.

Salah satu jalur tracking yang telah disediakan oleh pengelola.

 

Jalur tracking ini mengelilingi Danau Tambing sembari bisa kita menikmati pemandangan alam yang benar-benar alami. Jalur tracking ini pun menurut saya juga masih termasuk jalur tracking alami atau ‘liar’. Benar-benar bisa untuk olahraga sekaligus cuci mata.

 

Berburu Foto

 

Alam yang indah tentu tak bisa dilewatkan tanpa mengabadikan momen kan ya? Selain berfoto dengan keluarga, teman, pasangan, atau siapa pun, di kawasan Danau Tambing ini juga bisa dimanfaatkan untuk hunting photo bahkan saat saya di sana, ada juga yang sedang memanfaatkan kunjungannya untuk membuat video pendek tentang Danau Tambing dan ada juga yang sedang membuat film pendek untuk tugas kuliah. Pun termasuk saya, momen di Danau Tambing saya abadikan di blogpost ini, hehehe..

 

 

Selain 3 kegiatan tadi, ada juga yang memancing dan juga berpiknik dengan menggelar tikar lalu menyiapkan kudapan. Aktifitas yang tak kalah membuat iri saat saya ke sana adalah ada salah satu pengunjung yang dengan santainya menghabiskan waktu di sana dengan membaca buku.

 

Yap, apa pun aktifitasnya semoga kita melewatinya dengan orang-orang tersayang. Kalau pun ke Danau Tambing sendirian ya nggak apa-apa lah ya 😀 Yang penting tetap ingat jaga kebersihan.

 

Sampai jumpa di Danau Tambing, Lore Lindu, Poso 

Tak lupa, cerita lain tentang Poso juga bisa dinikmati di sini ya teman-teman… ^^

14 Comments
  1. vika says

    putranya sadar kamera ya, hihi gemesin.btw sulawesi asri bingit ya alamnya, mana ademmm lihatnya

  2. Maria G says

    duh danaunya cantik banget

    semakin pingin traveling ke Sulawesi

    saya belum pernah beranjak jauh dari pulau Jawa

    Paling jauh ke pulau Madura dan Lampung

  3. Adi says

    Jadi ngiri dan pengen ke sana deh. Indah banget ya. Berkemah di alam liat nan sejuk

  4. Annie Nugraha says

    Saya belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di Sulawesi Tengah. Lihat foto-foto danau Tambing ini jadi pengen banget main ke Palu. Danaunya terlihat tenang dan semakin indah dengan pohon-pohon tinggi yang berada di pinggirnya. Spot foto yang bagaikan surga bagi para pejalan dan photographer.

  5. lendyagassi says

    Damainyaa..
    Piknik dan berkemah kemudian memancing di Danau Tambing, Poso atau beberapa danau lain di Palu.
    Rasanya back to nature tuh membuat para manusia sadar kalau hidup serasi dengan alam itu penting.

  6. Mpo Ratne says

    Suasana indah dan cakep banget . Yang hoby mancing kesempatan emas bisa dapat ikan sekaligus menyalurkan hoby di danau Tambing poso

  7. Okti Li says

    Selasa mau naik Gede Pangrango, mau treking foto foto dulu samping danau. Hehehe…
    Palu khususnya di Sulawesi tanahnya masih luas banget ya, jarak dua jam dibilang dekat hehehe…
    Baru tahu juga ternyata di Palu ada pondok modern Darussalam Gontor ya …

  8. Bayu Fitri says

    Pengen banget traveling ke Sulawesi karena alamnya yang saya dengar dari teman masih alami dan indah, btw danau Tambing Poso ini sudah jadi destinasi wisata yang menarik dikunjungi ya kak..jadi masuk bucket list nih.

  9. Yuni Bint Saniro says

    Wah.. Berkemah, treking dan bikin video tentu terasa menyenangkan dan syahdu banget karena suasananya yang indah.

    Plus baca buku dong. Bakalan fokus banget pasti. Ah Sulawesi ini ternyata menyimpan banyak keindahan yang perlu ku jelajahi.

  10. Nanik Nara says

    Air danaunya jernih, lingkungannya bersih. Perpaduan pas banget ini mbak, dan lebih senang lagi karena para pengunjung punya kesadaran untuk mengurusi sampahnya, maksudnya sampahnya nggak di buang sembarangan.

    Duh saya baca ini kok jadi pengen piknik ke alam, tracking juga.

    Yang saya ingat tentang Palu itu malah bawang gorengnya mbak hehehe… soalnya pas ke sana nggak sempat jalan-jalan

    1. cindiriy says

      Iya Mba, bawang goreng Palu memang beda, pernah diulas juga di acara Jejak Si Gundul..hehe, adalagi sambal roa dan toko oleh-oleh yang terkenal itu di Toko Mbok Sri, dekat banget dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, kayaknya sekitar 250m…

  11. Fenni Bungsu says

    Wah pas melihat trackingnya lumayan juga nih, terlebih buat yang jarang trecking seperti saya, hehe.
    Bisa banget nih jadi destinasi wisata, dan pastinya kudu menjaga kebersihan setempat juga ya.

    1. cindiriy says

      Iya Mba, jalur trekingnya bikin keringetan 😀

  12. Lia Yuliani says

    Wah asri sekali pemandangan di Danau Tambing Poso. Pasti Seneng bisa ke sini bareng keluarga. Kangen deh jalan-jalan ke tempat bernuansa alam begini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.