Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Danau Tambing Poso Sulawesi Tengah

 

Hampir dua tahun tinggal di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Palu tentu secara emosional saya merasa ada ikatan yang tidak main-main. Terlebih ini pengalaman pertama kali tinggal di pulau Sulawesi dan hal yang membuat berkesan juga adalah saat saya pindah ke Kota Palu, kota ini masih dalam tahap recovery pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi. Antara mudah dan tidak mudah. Ternyata oh ternyata, Kota Palu menawarkan banyak keindahan setelah benar-benar tinggal di Bumi Kaktus ini.

Suasana perjalanan menuju Danau Tambing

 

Bagaimana tidak, saya menyebut kota ini sebagai kota kombo di mana perbukitan yang berderet-deret dan juga deretan pantai yang indah. Kedua saling berhadapan, kalau couple sih udah saling tatap gitu posisinya. Betapa gampang jadi pemburu sunset di pantai, pun tak kalah mudah menjadi pemburu sunrise di bukit atau pegunungan. Tanpa keluar kota saya sudah mendapatkan paket kombo bahagia itu. Itu di dalam kota ya, bagi saya lebih spesial lagi alam Sulawesi Tengah ini jika mau dan ada kesempatan ke luar Kota Palu.

 

Menuju akhir tahun 2021 menurut foto di galeri smartphone saya 😀 meski belum akhir tahun banget sih, suami mengajak saya dan Bilgi pergi ke Danau Tambing, Poso. Itu destinasi pertama saya di Poso. Jaraknya cukup dekat dari Kota Palu, seingat saya hanya sekitar 2 jam dengan mobil. Kawasan Danau Tambing ini berbatasan dengan Kabupaten Sigi. Jadi kalau dari Kawasan Danau Tambing ke Danau Poso, Poso Kota atau Tentena masih sangat jauh, pun beda rute. Perjalanan ke Danau Tambing melalui Sigi, sedangkan ke Poso Kota atau Danau Poso melewati Kebun Kopi, Parigi Moutong bahkan melewati depan Pondok Pesantren Modern Gontor 6.

 

Pemandangan dari sisi yang lain setelah tracking

 

Danau Tambing dalam Bahasa Pamona yaitu Rano Kalimpaa atau Rano Tambing ini berada di Desa Sedoa, Lore Utara. Danau yang masih bagian dari wilayah Taman Nasional Lore Lindu. Danau yang terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut ini  selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai usia. Selain itu, udara di Danau Tambing juga sangat sejuk cenderung dingin. Saat saya berkunjung masih bisa dijumpai berbagai macam jenis burung yang dirawat secara bebas. Pohon-pohon dari berbagai varietas bisa dijumpai bahkan ada yang berukuran sangat besar dengan usia puluhan bahkan ratusan tahun. Bagi saya yang seorang pendatang baru, Danau Tambing tentu menjadi tempat baru yang juga berkesan karena di kawasan sekitar danau memang terawat dan bersih. Saya melihat para pengunjung Danau Tambing ini tertib juga untuk urusan sampah yang mereka bawa. Gimana nggak jatuh cinta kan ya?

 

Gambaran tentang kenyamanan di Danau Tambing ini juga mendukung bagi para pengunjung untuk beraktifitas. Apa itu?

 

Berkemah

 

Di area Danau Tambing ini terdapat area khusus yang disediakan oleh pengelola untuk berkemah. Tidak hanya para muda mudi yang berkemah tetapi juga mereka yang telah berkeluarga juga ada yang berkemah di sana. Tidak hanya berkemah sebagai keluarga kecil bahkan ada yang berkemah dengan keluarga besar. Seru banget! Saat malam juga diijinkan membuat api unggun tetapi harus dengan tanggung jawab. Ketika selesai berkemah ya sisa-sisa kayu atau sampah harus benar-benar bersih. Tak kalah penting, sebelum berkemah di Danau Tambing harus ijin pada pengelola, jumlah anggota yang berkemah, durasi berkemah, jumlah dan jenis kendaraan yang akan menempati lahan parkir, semua harus dilaporkan dengan jelas. Di area berkemah juga sudah disediakan lampu penerangan secukupnya, tetap syahdu kok.

 

Camping di Danau Tambing
Suasana berkemah di Danau Tambing

 

Kalau berkemah, bagaimana dengan mandi, cuci alat makan atau buang air di mana? Tenang! Don’t worry 😀 Di Kawasan Danau Tambing disediakan toilet dengan jumlah yang cukup tanpa harus antri panjang. Kamar mandi yang ada sangat bersih dan jauh dari aroma-aroma tak sedap khas kamar mandi. Urusan toilet, aman. Tak hanya itu, di kawasan ini juga sudah ada musola beserta tempat wudlu yang bersih dan nyaman bagi pengunjung muslim.

 

Tracking

 

Tracking di Danau Tambing

 

Setelah sempat ditutup karena pandemi, Kawasan Danau Tambing dibuka kembali tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. Seingat saya, dibuka sekitar 23 Oktober 2021. Selain berkemah, kawasan ini saya juga bisa melakukan trekking bersama anak dan suami. Jalur tracking dibuat oleh pengelola kawasan Danau Tambing.

Salah satu jalur tracking yang telah disediakan oleh pengelola.

 

Jalur tracking ini mengelilingi Danau Tambing sembari bisa kita menikmati pemandangan alam yang benar-benar alami. Jalur tracking ini pun menurut saya juga masih termasuk jalur tracking alami atau ‘liar’. Benar-benar bisa untuk olahraga sekaligus cuci mata.

 

Berburu Foto

 

Alam yang indah tentu tak bisa dilewatkan tanpa mengabadikan momen kan ya? Selain berfoto dengan keluarga, teman, pasangan, atau siapa pun, di kawasan Danau Tambing ini juga bisa dimanfaatkan untuk hunting photo bahkan saat saya di sana, ada juga yang sedang memanfaatkan kunjungannya untuk membuat video pendek tentang Danau Tambing dan ada juga yang sedang membuat film pendek untuk tugas kuliah. Pun termasuk saya, momen di Danau Tambing saya abadikan di blogpost ini, hehehe..

 

 

Selain 3 kegiatan tadi, ada juga yang memancing dan juga berpiknik dengan menggelar tikar lalu menyiapkan kudapan. Aktifitas yang tak kalah membuat iri saat saya ke sana adalah ada salah satu pengunjung yang dengan santainya menghabiskan waktu di sana dengan membaca buku.

 

Yap, apa pun aktifitasnya semoga kita melewatinya dengan orang-orang tersayang. Kalau pun ke Danau Tambing sendirian ya nggak apa-apa lah ya 😀 Yang penting tetap ingat jaga kebersihan.

 

Sampai jumpa di Danau Tambing, Lore Lindu, Poso 

Tak lupa, cerita lain tentang Poso juga bisa dinikmati di sini ya teman-teman… ^^

Menikmati Danau Poso dari Torau Resort

 

Dulu, ketika saya masih duduk di sekolah dasar kelas 5 atau kelas 6, nama Danau Poso seolah sangat familiar. Di buku sekolah akan saya jumpai nama Danau Poso di bagian pengetahuan dasar atau pengetahuan alam. Lalu, saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama, nama Danau Poso kian mudah dijumpai, lebih-lebih di sekolah menengah pertama ini ada mata pelajaran Geografi. Apakah teman-teman juga menjumpainya di buku sekolah?

 

Semacam photobooth dengan latar Danau Poso
Semacam photo booth dengan latar Danau Poso

 

Saat itu, Danau Poso yang saya baca di buku pelajaran mengatakan bahwa danau ini terletak di Pulau Sulawesi, tepatnya di Propinsi Sulawesi Tengah. Saat itu bagi saya tentulah itu adalah sebuah tempat yang jauh untuk dijangkau bagi anak usia sekolah yang tinggal di Kota Ngawi, sebuah kota yang berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah. Di peta saja, menjangkau Pulau Sulawesi harus melewati Pulau Kalimantan yang sangat besar. Ketika itu Danau Poso merupakan nama tempat yang ‘wah’ untuk saya.

 

Berpuluh tahun berlalu hingga nama Danau Poso teralihkan dengan mimpi dan ambisi lain 😀 tapi bukan sepenuhnya melupakan juga sih. Hingga akhirnya, Januari 2021 adalah awal Sulawesi Tengah menjadi ‘tempat bermain’ bagi saya karena harus pindah tinggal di Kota Palu. Momen ini menjadi kesempatan bagi saya untuk bermain dan menikmati Sulawesi Tengah, termasuk Kota Poso. Finally, here we go, Poso. Perjalanan dari Kota Palu ke Kota Poso memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam. Itu baru sampai kotanya ya. Jika lanjut hingga Danau Poso maka estimasi perjalanan dari pusat kota adalah 1,5 jam hingga 2 jam. Perjalanan ditempuh jalur darat.

 

Kalau teman-teman sedang berada atau merencanakan traveling di Sulawesi tepatnya di Sulawesi Tengah, Danau Poso adalah tempat yang layak untuk dijadikan tujuan. Danau Poso merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia setelah Danau Toba di Sumatra Utara dan Danau Singkarak di Sumatra Barat. Karena menjadi salah satu danau terbesar di Indonesia, danau ini menyuguhkan suasana yang berbeda dibandingkan danau-danau kecil lainnya. Vibe-nya seperti berada di pinggir pantai, padahal sebenarnya adalah danau. Danau Poso terkenal dengan pasirnya yang berwarna kuning keemasan. Gelombang air di danau ini juga mirip dengan gelombang air laut. Jika diperhatikan secara seksama, warna air di Danau Poso cukup unik. Di bagian pinggir danau, air berwarna hijau dan terdapat perbedaan dengan warna air di bagian tengah danau dimana air berwarna biru.

 

 

Berada di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut, danau dengan luas seluas 32.000 Ha membentang luas dari utara ke selatan dan mempunyai kedalaman mencapai 510 meter. Jika berangkat dari Kota Poso, Danau ini berjarak 56 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1,5 jam. Sedangkan dari Kota Palu, Danau Poso dapat dicapai setelah menempuh jarak sekitar 283 km dengan estimasi waktu perjalanan darat sekitar 8 jam.

 

Mengingat jaraknya yang lumayan juga dari Kota Palu, tentu pertanyaan berikutnya adalah dimana tempat menginap yang bagus? Ada banyak tempat penginapan di sekitar Danau Poso. Salah satu penginapan yang menarik untuk menikmati Danau Poso dari dekat adalah Torau Resort. Lokasi penginapan ini tepat berada di tepi Danau Poso. Sayangnya, hanya memiliki sedikit kamar, sekitar 6-7 kamar saja. Kamar yang terbatas, lokasi bagus, fasilitas lengkap, dan dekorasi kamar yang sangat indah, menjadikan Torau Resort sebagai salah satu tujuan utama ketika menginap di sekitar Danau Poso. Pemesanan kamar harus dilakukan jauh-jauh hari. Saya sendiri sering sekali kehabisan kamar, apalagi di musim liburan, harus gercep pokoknya.

 

Alasan Torau Resort Laris Manis

Model di foto tetap suami 😀 | Dari kolam renang seakan tanpa sekat dengan Danau Poso.

 

Kolam Renang Torau Resort

 

Memangnya apa yang bikin Torau Resort laris ya? Salah satunya adalah fasilitas yang lengkap. Selain ada kamar tempat menginap, di Torau Resort juga ada restoran dan kolam renang bagi pengunjung yang ingin berenang tapi takut berenang di danau yang lumayan dalam dan posisi kolam renang ini menghadap langsung ke Danau Poso. Ada juga wahana banana boat untuk pengunjung yang ingin basah-basahan di danau. Selain itu, spot-spot di Torau Resort menurut saya sangat instagramable. Bahkan, disediakan semacam photo booth di pinggir kolam renang.

 

 

Bagi saya, kamar-kamar di Torau Resort memiliki desain yang sangat unik, beraksen rumah kayu dan dibangun di atas danau. Sambil bersantai di depan kamar, anak-anak juga bisa diajak ngasih makan ikan-ikan yang berenang bebas di bawah kamar.

 

Kamar Torau Resort
Penampakan Kamar di Torau Resort

 

Dengan segala fasilitas yang ditawarkan, dari segi harga menurut saya termasuk cukup kompetitif ya.. 😀 Tarifnya di kisaran 600.000 rupiah saat weekend atau musim liburan dan 485.000 untuk weekday. Selain kamar, ada juga paket menginap di tenda ala camping di tepi danau dengan biaya pertenda 400.000 per malam. Sedangkan tiket masuk bagi yang hanya ingin berenang saja cukup membayar 15.000 per orang. Bagaimana menurut teman-teman, mahal kah atau murah? 😀 Mengingat penginapan yang sering sekali sold out nampaknya harga segitu cukup layak untuk dicoba bukan? 🙂 Oh iya, cerita tentang Kota Poso di kesempatan yang lain juga bisa dinikmati di sini 🙂

Sampai jumpa di tepi Danau Poso, teman-teman ^^