Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Rekomendasi Destinasi Wisata Sejarah di Kota Ngawi

Wisata Sejarah Ngawi

Libur hari raya selalu identik dengan momen pulang kampung, berkumpul dengan keluarga dan silaturrahim. Selain itu, momen libur lebaran juga bisa digunakan untuk berwisata bersama keluarga atau sahabat.

 

Setiap kota tentu memiliki beberapa destinasi wisata. Begitu juga dengan kota saya tercinta ini, Ngawi. Kali ini saya ingin berbagi rekomendasi destinasi wisata sejarah di Kota Ngawi yang harus dikunjungi. ^^

 

Museum Trinil

Museum Trinil Ngawi

Museum Trinil adalah sebuah museum khusus yang mengoleksi dan menyimpan beragam jenis fosil manusia purba dan hewan purba. Perintis berdirinya Museum Trinil ini adalah Wirodiharjo pada tahun 1980. Kemudian museum ini diresmikan olehh gubernur Jawa Timur Bapak Soelarso pada 20 November 1991.

Museum Trinil Ngawi

Museum Trinil buka dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB dan tutup setiap Hari Senin. Sepertinya memang hari liburnya museum itu Hari Senin ya. Di Hari Minggu, museum ini tetap buka. Durasi jam operasionalnya pun lumayan ya sekitar 8 jam, udah bisa puas kalau berkunjung ke museum.

 

Cerita lengkap berkunjung ke Museum Trini ada di halaman ini ^^

 

Benteng Pendem (Van Den Bosch)

Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch terletak di Jalan Untung Suropati No. II, Pelem II, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Gapura Benteng Van Den Bosch tepat berseberangan dengan Taman Makam Pahlawan Ngawi. Letak Benteng Pendem ini dekat dengan Pasar Besar Ngawi dan pusat Pemerintahan Kabupaten Ngawi.

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Salah satu sisi dari Benteng Van Den Bosch, Ngawi.

Benteng Van Den Bosch atau biasa dikenal dengan nama Benteng Pendem Ngawi. Letaknya berada di tengah Kota Ngawi, tepatnya di Kelurahan Pelem tak jauh dari Alun-Alun Ngawi. Lokasinya sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti becak, bentor atau ojek.

 

Cerita lengkap berkunjung ke Museum Trini ada di halaman ini ^^

 

Ide Kegiatan Asik di Waduk Sangiran Ngawi

Waduk Sangiran

Berbalut angin sepoi-sepoi saat saya tiba di Waduk Sangiran Ngawi membuat tertarik untuk lebih menikmati waduk atau bendungan ini. Selama tinggal di Ngawi, ini adalah kali pertama saya main ke Waduk Sangiran dan ternyata menyenangkan. Waduk yang berjarak kurang lebih 22,9 KM dari Alun-Alun Ngawi memiliki suasana yang tenang dengan udara yang sejuk.

Waduk Sangiran

Lokasi

Waduk Sangiran merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kota Ngawi. Waduk yang berjarak kurang lebih 22,9 KM dari Alun-Alun Ngawi. Tepatnya di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Jika ingin ke sana bisa mengikuti arahan dari google maps.

Waduk Sangiran

Tiket

Bicara soal tiket di Waduk Sangiran adalah sebuah kabar gembira. Bagaimana tidak, di sini tidak ada tiket masuk. Parkirnya juga gratis dan luas. Cocok untuk jalan-jalan dengan budget minimalis tapi happy maksimal. 😀

Ide Kegiatan di Waduk Sangiran

Waduk Sangiran

Menurut Bappelitbang Ngawi, Waduk Sangiran ini memiliki luas sekitar 300 ha. Luas ya? Dan lagi, waduk ini dikelilingi pepohonan, ladang dan perbukitan. Berikut kegiatan yang bisa dilakukan di Waduk Sangiran.

Naik Perahu

Waduk Sangiran

Menurut saya, naik perahu ini menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan ketika berkunjung ke Waduk Sangiran. Perahu-perahu yang ada dikelola oleh warga sekitar. Biaya sewa perahu sekali jalan adalah Rp 60.000,00. Perahu bisa memuat 5-6 orang dewasa.

Waduk Sangiran

Saat berkeliling di atas perahu, penumpang atau para wisatawan diperbolehkan makan dan minum sambil menikmati pemandangan. Ini menjadi pengalaman tak terlupakan dan menyenangkan.

Waduk Sangiran

Memancing

Waduk Sangiran

Saat saya main di Waduk Sangiran, saya melihat cukup banyak orang-orang yang sedang menikmati waktu dengan memancing. Entah itu memancing berkelompok atau perorangan. Memancing di pinggiran atau sampai nyemplung ke area waduk. Jenis ikan di sini pun juga beragam, ada mujair, nila, gabus dan beberapa jenis ikan air tawar lainnya.

Waduk Sangiran

Menikmati Nasi Pecel

 

Di pinggir Waduk Sangiran ada sebuah warung dengan tiga gazebo menghadap waduk. Menu yang ditawarkan di antaranya nasi pecel dan aneka gorengan yang masih hangat. Beneran nikmat banget ngemil di gazebo dengan pemandangan waduk yang serba hijau bersama keluarga tersayang.

 

Mumpung libur lebaran yang cukup panjang, jika rute Teman-Teman melewati Kota Ngawi, boleh banget sempatkan mampir ke Waduk Sangiran ^^

 

Baca juga: Ide Kegiatan Saat Main ke Alun-Alun Ngawi ^^

Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Ngawi

Oleh-Oleh Ngawi

Momen mudik dan liburan panjang menyambut Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi datang. Adakah Teman-Teman yang akan pulang kampung arah Jawa Timur dan melewati Ngawi? Ngawi adalah sebuah kabupaten di wilayah Propinsi Jawa Timur bagian paling barat yang berbatasan dengan Kota Sragen, Jawa Tengah.

 

Jika dari Solo, Ngawi adalah kota pertama yang menjadi gerbang memasuki wilayah Jawa Timur setelah Kota Sragen. Jika melewati jalan toll, bisa banget mampir Ngawi melalui exit tol Ngawi. Exit tol Ngawi ini letaknya juga strategis, dekat dengan Terminal Kertonegoro Ngawi dan area Ngawi kota.

 

Pernah dengar Lagu ‘Kartonyono Medot Janji’? Nah, Kartonyono itu ada di jantungnya Ngawi, sebuah tugu gading gajah ikonnya Kota Ngawi. Selain Kartonyono yang jadi primadona, Ngawi juga memiliki oleh-oleh yang bisa dibawa pulang untuk keluarga atau kerabat tercinta.

 

Rekomendasi Oleh-Oleh Kota Ngawi

 

Kripik Tempe Ngawi

 

Kripik Tempe Ngawi yang terkenal adalah kripik tempe Sadang karena rasanya yang enak, gurih dan kriuknya bikin nagih 😀 Seiring berjalannya waktu, banyak industri skala rumahan yang memproduksi kripik tempe khas Ngawi. Selain rasa original, sekarang juga ada variasi rasa misal pedas atau balado.

 

Biji Kedawung

Oleh-Oleh Ngawi

Bagi saya, satu ini cukup unik karena memang masih jarang dan ini Biji Kedawung ini bisa dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke Ngawi. Biji Kedawung ini diolah dengan cara digoreng. Kalau saya boleh nebak sih semacam digoreng sangan atau digoreng kering tanpa minyak di wajan tembikar. Rasanya mirip biji Trembesi tapi Kedawung ini lebih gurih dan nggak ada pahitnya.

Oleh-Oleh Ngawi

Biji Kedawung bisa dibeli di Toko PKK di Mall Pelayanan Publik Ngawi atau bisa menghubungi di toko Nyamikan Mbak Nung di nomor 085729514684 (melayani pembelian online juga). Biji Kedawung juga bisa didapatkan di toko depan Mabrur Frozen Food jalan DR. Sutomo, Ngawi.

 

Balung Kuwuk

 

Sewaktu kecil, saya menyebut Balung Kuwuk ini dengan nama Balung Kethek. Jajanan yang terbuat dari singkong dengan irisan kecil dan tipis. Proses pembuatannya dengan cara digoreng kemudian disajikan dalam pilihan rasa gurih (original), manis dan manis pedas.

 

Nah, favorit saya adalah Balung Kuwuk dari Nyamikan Mbak Nung. Balung Kuwuk satu ini nggak keras, justru renyah banget. Tersedia dalam tiga pilihan rasa dan bisa disorder via online sekaligus melayani pengiriman juga.

 

Gethuk Anyar

Oleh-Oleh Ngawi

Jajanan ini terbuat dari bahan baku berupa singkong. Gethuk Anyar merupakan home industry asli dari Ngawi. Rasanya perpaduan gurih manis dengan tekstur gethuk yang lembut. Kelebihan dari Gethuk Anyar ini adalah memiliki beberapa varian rasa. Produk lain dari Gethuk Anyar ini adalah kripik gethuk yang nggak kalah enaknya.

 

Baca juga: Yuk, Menikmati Kota Ngawi di Ngawioboro, ‘Malioboro’-nya Ngawi.

Rekomendasi Resto dengan Suasana Tenang di Ngawi

Resto dengan Suasana Tenang

Libur menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan momentum mudik atau pulang kampung selalu membawa kehangatan tersendiri. Termasuk juga bagi para perantau yang berasal dari Ngawi, pasti ada rasa mengharu biru ketika pulang ke kota tercinta.

 

Momentum ini tentu saja akan menjadi saat-saat berharga untuk berkumpul dengan keluarga atau reuni dengan teman-teman masa sekolah. Menikmati waktu dengan makan bersama atau berbuka puasa bersama merupakan salah satu hal yang dinantikan. Sekaligus menjadi waktu spesial yang tidak setiap hari datang.

 

Kota Ngawi memiliki banyak sekali warung makan atau resto yang bisa dijadikan untuk tempat reuni dan berbuka puasa bersama. Kita bisa mendapatkan resto yang kita inginkan sesuai budget atau kebutuhan. Termasuk juga, jika kita mencari resto di Ngawi dengan suasana yang tenang dan intimate, gitu ya…

 

Oke, check this out ^^

 

Rekomendasi Resto dengan Suasana Tenang

 

Saben Ayu

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Wedang uwuh, Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Resto ini, menurut saya sangatlah tenang dan memiliki pemandangan sawah yang menenangkan juga. Selain itu, menu-menu yang tersedia juga bervariasi dari menu makan, menu camilan hingga menu minuman. Untuk menu minuman tersedia beraneka ragam jenis minuman rempah.

 

Lokasi Saben Ayu bisa dibilang memang jauh dari jalan raya bahkan admin instagramnya pun pernah menuliskan rasa terimakasih atas kedatangan para tamu ke Saben Ayu meskipun butuh effort lebih. Terletak di Jambe Kulon, RT. 09/RW.06, Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Teras depan bangunan utama Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Salah satu fasilitas yang asik bagi saya di Saben Ayu selain tersedia wifi adalah tersedia QRIS atau pembayaran non-tunai.

 

Cerita lengkap pengalaman dan foto-foto di Saben Ayu, ada di sini ^^

 

Kayangan Café and Space

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Selamat makan siang ^^

Kayangan Café termasuk resto yang saya rekomendasikan dengan suasana yang tenang. Resto ini memiliki pemandangan hamparan sawah yang luas, terdapat taman hidroponik dan terdapat suara gemericik air dari kolam ikan. Resto ini memiliki halaman yang luas dan playground yang membuat anak-anak bermain dengan space yang leluasa.

Kafe Kayangan Desa Wisata Brubuh Ngawi
Kayangan cafe and space tampak dari depan.

Menu makan, minum dan camilan juga bervariasi. Bagi saya, resto sangat cocok untuk tempat reuni atau buka bersama dengan keluarga atau teman. Tapi, lokasinya memang tidak berada di tengah Kota Ngawi. Kayangan Café berada di Desa Brubuh, Jogorogo.

Cerita lengkap beserta foto-foto di Kayangan Café and Space, ada di sini ^^

 

Gubuk Reneo

Gubuk Reneo Ngawi

Sepanjang perjalanan dari rumah menuju lokasi, pemandangan kami dimanjakan dengan suasana persawahan hingga tiba di sana. Resto yang terletak di Dusun Kayut, Desa Guyung ini berada di tengah area persawahan. Seperti namanya, resto ini ditata apik berupa gubuk-gubuk yang berjajar dan makin cantik lagi dilengkapi dengan kolam Ikan Koi yang cukup luas.

Gubuk Reneo Ngawi

Selain pemandangan sawah, di Gubuk Reneo kita juga bisa menikmati Ikan Koi yang berwarna-warni di saung yang kita pilih. Selain itu kita juga bisa memberi makan ikan-ikan ini dengan membeli pelet ikan di kasir.

Gubuk Reneo

Untuk menu makan dan minumnya bervariasi. Kita bisa memilih sesuai selera dan juga budget 😀 Di sini ada wahana kolam renang juga serta fasilitas pendukung lainnya.

 

Cerita dan foto-foto lengkap saat mampir di Gubuk Reneo, ada di sini ^^

 

Peta Lengkap Restoran Halal di Korea

Peta Restoran Halal di Korea

Peta lengkap seluruh restoran hahal di korea ini berupa sebuah QR code yang ketika kalian scan, akan diarahkan menuju aplikasi google maps yang sudah ditandai lokasi-lokasi mana yang muslim friendly. Saya dapat kode QR code ini pada sebuah kartu mirip kartu nama yang diberikan oleh seseorang di depan Masjid Itaewon ketika selesai sholat jumat.

Peta Restoran Halal di Korea

Saya sudah lupa di mana saya menaruh kartu yang berisi QR code tersebut, tapi untungnya saya sudah sempat memfotonya. Dan kali ini akan saya bagikan kepada Teman-Teman semua.

Peta Restoran Halal di Korea

Nama perusahaan yang berbaik hati telah mendata restoran halal di google maps ini, kalau berdasarkan kartu tersebut adalah icucompany.com. Kalau saya coba buka web-nya, ternyata icucompany.com adalah sebuah website yang memang khusus membantu kita untuk mudah menemukan “halal things” di Korea, namanya adalah Korehalal Trip. Di website ini kalian bisa menemukan restoran halal, toko yang menjual produk halal, dan juga tempat sholat di Korea. Selain itu mereka juga menyediakan paket tour yang tentu saja Muslim Friendly.

Peta Restoran Halal di Korea

Cara Menggunakan

Cara menggunakan link ini sangat gampang, kalian tinggal scan QR code-nya, dan nanti akan diarahkan ke aplikasi google maps. Nah, di aplikasi google maps tersebut, sudah ada semacam icon-icon yang menunjukkan lokasi restoran halal di seluruh Korea. Kalian tinggal lihat, icon mana yang berlokasi paling dekat dengan posisi kalian sekarang.

Peta Restoran Halal di Korea

Cara kedua, kalian bisa langsung menuju website icucompany.com. Pada tampilan awal website langsung klik saja “Find Restaurant and Masjid”, dan kalian akan diarahkan menuju link google maps yang sama.

Peta Restoran Halal di Korea

Pada tampilan di google maps, ada beberapa macam icon yang berbeda, yang bertujuan agar kita mudah mencari dan mengklasifikasikan apa yang mau kita cari. Contohnya icon berwarna hijau gelap adalah restoran halal, icon warna hijau muda adalah restoran yang tidak ada label halal tapi menyediakan menu halal, icon yang berwarna biru muda adalah restoran seafood,

warna hitam adalah lokasi masjid dan mushola, dan masih ada beberapa icon lagi dengan deskripsi yang berbeda. Untuk memunculkan keterangan icon ini, pada tampilan awal google maps klik saja di bagian bawah: view map legend. 

Peta Restoran Halal di Korea

Peta Restoran Halal Korea

Kalau saya, setelah saya memutuskan akan menuju restoran mana, biasanya restoran tersebut akan saya cari lagi lokasi tepatnya di Naver Map. Setelah ketemu lokasinya di Naver Map, baru saya ikuti petunjuk dari Naver, bagaimana cara menuju restoran tersebut. Soalnya, kalau langsung menggunakan google maps, kadang tidak akurat.

 

Baca juga: Yeongheung Arboretum, Memasuki Kesejukan Alam di Tengah Kota Suwon.

Bangunan-Bangunan yang Menjadi Saksi Sejarah Demokrasi Korea

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Korea Democracy Foundation (KDF), yang beralamat di 132 Naesonsunhwan-ro, Uiwang-si, Gyeonggi-do. KDF adalah organisasi nirlaba yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan (MOIS). Tujuannya adalah untuk menetapkan sejarah yang benar, menghormati semangat mereka yang berkomitmen pada negara, dan meneruskan pengalaman yang tak ternilai dari gerakan pro-demokrasi kepada generasi mendatang.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Di dalam Gedung KDF, ada sebuah ruangan yang cukup luas yang disebut Open Archive. Ruangan luas ini menyerupai perpustakaan besar, memuat berbagai artefak yang menjadi saksi proses demokrasi Korea. Mulai dari buku dan catatan harian demonstran, spanduk, potongan kayu, foto bahkan barang-barang bersejarah seperti meja belajar dan gitar yang konon dulunya dipakai oleh mahasiswa yang tewas dalam demonstrasi. Ruang arsip ini mengandung lebih dari 800.000 buah benda bersejarah.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Bangunan Bersejarah di Seoul

Setelah menjelajahi fasilitas di Gedung KDF, kami berkesempatan untuk mengunjungi beberapa bangunan bersejarah di Seoul yang memainkan peran penting dalam proses demokrasi Korea. Bangunan-bangunan ini menjadi saksi beberapa peristiwa penting di masa lalu.

 

Katedral Katolik Seoul

Juga dikenal sebagai Katedral Myeongdong. Katedral ini memiliki hubungan dekat dengan beberapa pemberontakan dan gerakan penting dalam sejarah modern Korea. Misalnya, selama Gerakan 1 Maret (1919), katedral ini memainkan peran sentral ketika aktivis kemerdekaan Korea berkumpul untuk membaca Deklarasi Kemerdekaan Korea, menandai momen penting dalam gerakan kemerdekaan Korea.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Kenapa mereka memilih untuk berkumpul di Katedral? Karena pada waktu itu rumah ibadah adalah salah satu lokasi yang tidak bisa diintervensi oleh Polisi dan Tentara. Aparat tersebut tidak diperkenankan masuk tanpa ijin ke dalam area rumah ibadah.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Bekas Pusat Kebudayaan Amerika

Awalnya dibangun sebagai markas besar YMCA Korea (NGO yang bergerak di bidang sosial dan kemanuasiaan) pada tahun 1928. Setelah Perang Korea bangunan ini berfungsi sebagai Pusat Kebudayaan United States Information Service (USIS). Bangunan ini menjadi salah satu bangunan bersejarah karena pada tahun 1980-an, dengan aktivis pro-demokrasi mahasiswa menduduki bangunan ini sebagai bentuk protes. Bahkan bekas-bekas tembakan peluru aparat pada dinding bangunan masih bisa kita lihat sampai sekarang.

 

Yangijae Gyeongungung

Bangunan ini merupakan salah satu istana kerajaan yang didirikan pada tahun 1905. Istana kerajaan ini sekarang berfungsi sebagai kantor Gereja Anglikan Seoul di Korea. Mungkin secara langsung kaitan dengan proses demokrasi korea tidak terlalu signifikan. Tapi tempat ini dijadikan salah satu tempat berkumpul aktivis pro-demokrasi pada masa lalu. Aparat tidak terlalu mengusik tempat ini karena mungkin lokasinya yang bersebelahan dengan Kedutaan Besar Inggris.

 

Sebenarnya masih banyak tempat bersejarah lain yang bisa kita kunjungi. Bukan hanya di Seoul tapi juga di kota lain, salah satunya yang terkenal adalah di Kota Gwangju. Satu hal yang bisa kita pelajari adalah Korea tidak secara instan menjadi negara maju seperti yang bisa kita saksikan saat ini. Mereka pun pernah mengalami masa-masa sulit karena perang, pemerintahan militer yang otoriter dan konflik internal lain. Tanggal kemerdekaan Korea dengan Indonesia pun sebenarnya hanya selisih 2 hari saja. Korea merdeka pada tanggal 15 Agustus 1945 dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

 

Baca juga: Ke Seoul? Jangan Lupa Mampir ke Starfield Library.