
Kali ini perjalanan traveling kami adalah ke Nami Island yang berlokasi di pinggiran Kota Seoul, agak jauh sih. Nami Island adalah sebuah pulau di tengah sungai Han (Han River). Nami Island adalah destinasi populer bagi turis yang berkunjung ke Korea, khususnya di Kota Seoul. Pulau ini memiliki pemandangan yang cantik sepanjang tahun dan menampilkan pemandangan yang berbeda setiap musimnya, tapi yang paling terkenal dan ramai adalah saat musim gugur sekitar September-Oktober. Selama musim gugur, pulau ini dipenuhi dengan maple tree yang berwarna merah dan pohon ginko biloba yang berwarna kuning, sesuatu yang tidak dapat ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Selain itu, bagi penggemar drama jaman dahulu, pasti tidak asing dengan Drama Korea yang berjudul Winter Sonata. Yap, karena lokasi syutingnya adalah di pulau ini.

Cara Menuju ke Nami Island dan Biayanya

Cara menuju Nami Island ada beberapa transportasi yang bisa digunakan, tapi yang paling nyaman menurut saya adalah menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan turun di Stasiun Gapyeong. Lebih nyaman karena tidak perlu pesan tiket dan bayar pakai T-Money saja. Perjalanan sekitar 1,5 jam dari Kota Seoul. Kalau ingin lebih cepat bisa pakai Kereta ITX dari Stasiun Yongsan dan turun di Stasiun Gapyeong, kira-kira Cuma memakan waktu 55 menit. Tapi harus pesan tiket dulu sebelumnya, biasanya bisa dipesan online.

Dari Stasiun Gapyeong perjalanan dilanjutkan menggunakan bus sampai ke lokasi penyeberangan ke Nami Island. Menyeberang ke Nami Island pun ada dua cara, bisa pakai Kapal Feri atau kalau mau sekalian uji nyali bisa pakai wahana zip wire (semacam flying fox). Tapi memang untuk naik zip wire agak mahal sih, sekitar ₩38.000 sudah termasuk tiket masuk dan biaya naik Kapal Feri ketika pulang dari Nami Island. Kalau mau lebih murah ya naik Kapal Feri saja, dengan biaya ₩13.000 untuk perjalanan pulang pergi, jadi pastikan tiket tidak hilang ya supaya bisa pulang dari Nami Island.

Uniknya, sebelum naik Kapal Feri, kita harus membeli entry visa untuk masuk ke Nami Island. Lho, kok bisa? Bukannya ketika mau ke Korea kita sudah ngurus visa terlebih dahulu? Karena sejak tahun 2006 Nami Island mendeklarasikan Cultural Independence dari Korea Selatan dan bisa disebut sebagai Naminara Republic, bahkan mereka punya bendera sendiri lho. Mungkin semacam micronation seperti Vatikan City yang punya keistimewaan tersendiri.
Hal yang Bisa Dilakukan di Nami Island dan Fasilitasnya

Trus, kita bisa ngapain aja di Nami Island? Masa iya jauh-jauh cuma lihat pohon doang? Iya sih, pohon-pohonnya cantik banget pas musim gugur, tapi itu doang? Nggaklah, sebagai “negara independent” spesialis tourist attraction pasti ada lebiihi yang bisa ditawarkan dari “sekadar” pohon. Ini beberapa hal yang bisa dilakukan di Nami Island.
-
Pohon Ginko Biloba dan Maple
Saat musim gugur, kedua pohon ini adalah primadonanya. Daun di pohon Ginko menjadi berwarna kuning cerah dan daun pohon Maple berubah warna menjadi merah terang. Ketika saya tunjukkan foto pohon itu pada ibu saya, beliau bahkan mengira itu adalah pohon plastik saking bagusnya. Berfoto dengan latar belakang pohon iconic saat musim gugur adalah sesuatu yang tidak boleh terlewat. Di negara empat musim, rata-rata kebanyakan pohon akan berubah warna menjadi kecoklatan saat musim gugur menjelang musim dingin, tapi dua pohon ini adalah yang terbaik.
-
Naik Sepeda
Nami Island cukup luas untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Alternatif lain bisa menggunakan sepeda yang disewakan. Ada tiga tipe sepeda yang bisa disewa: sepeda gowes biasa, sepeda listrik, atau sky-bike.
Sepeda gowes biasa bisa disewa seharga ₩5.000 untuk 30 menit atau ₩8.000 untuk sejam. Kalau mau lebih seru naik sepeda tandem untuk dua orang seharga ₩10.000 untuk 30 menit dan ₩16.000 untuk durasi sejam pemakaian.
Kalau sepeda listrik mirip kayak sepeda roda tiga tapi pakai listrik, jadi gak capek-capek gowes. Harga sewanya ₩12.000 (30 menit) dan ₩4.000 tiap 10 menit berikutnya.
Sky-bike ini yang paling seru. Kita bisa mengayuh “sepeda” tapi di atas semacam rel beberapa meter dari permukaan tanah. Karena ada track-nya, kita gak bisa bebas kemana-mana. Tapi cukup murah, sekali muter biayanya ₩3.000 untuk dewasa dan ₩2.000 untuk anak-anak.
-
Melihat Binatang
Binatangnya nggak banyak sih, tapi seru juga bagi orang kota yang jarang lihat binatang hutan. Disini kita bisa melihat Ostrich (sejenis burung onta), kelinci, dan burung merak. Kadang-kadang kalau beruntung bisa lihat juga squirrel di pepohonan.
-
Exhibition Hall dan Art Activities
Exhibition hall ini kayak museum tapi lebih fancy dan nggak membosankan. Ada beberapa macam exhibition hall yang bisa dinikmati, Moomin Exhibition Hall, Hongjun Ryu World Music, Yuqingcheng Clay Exhibition, lalu ada toko seni dan souvenir.

Selain itu, art activities yang bisa dilakukan adalah Ceramic Mug Painting (ngecat sendiri cangkir keramikmu), Stamp Making (bikin stempel khas Korea), Picture Frame (bikin bingkai foto sesuai selera), karikatur wajah, dan Glass Craft (bikin kerajinan dari kaca).
-
Tempat Kuliner dan Musola


Tentu kalau capek muter-muter butuh tempat istirahat kan. Di Nami Island terdapat beberapa café dan restaurant, dan sangat muslim friendly. Ada beberapa restoran dan kafe halal, bahkan ada mushola yang sangat nyaman dan proper untuk sholat. Tempat sholat dipisah antara jamaah laki-laki dan perempuan. Sesuatu yang sangat jarang sekali bisa kalian temukan di lokasi wisata di Korea.


Baca juga: Pengalaman Pertama Berkunjung ke Seoul Wave Art Center.













