Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Floe Coffee and Space: Tempat Ngopi Baru di Kota Ngawi

Floe Coffee and Space Ngawi

Floe Coffee and Space Ngawi

Salah satu hobi saya adalah jalan-jalan secara virtual, jalan-jalan di Google Maps. Seringkali saya menemukan tempat-tempat baru atau tempat unik dari jalan-jalan virtual ini. Saya lebih sering membuka GMaps daripada main Instagram 😀

Floe Coffee and Space Ngawi

Floe Coffee and Space ini salah satu tempat yang saya temukan di GMaps kemudian baru saya cari akun Instagram-nya. Saya tentu merasa senang, saya suka minum kopi dan tak jarang memang butuh space untuk kerja. Semacam menemukan tempat kerja gitu ya hahaha..

Floe Coffee and Space

Alasan Harus Mampir di Floe Coffee and Space

Floe Coffee and Space Ngawi

Floe Coffee and Space ini terletak di pinggir jalan besar, tepatnya jalan antar propinsi. Jangan khawatir juga soal kebisingan kendaraan, aman kok. Kalau untuk kerja juga sangat kondusif. Termasuk juga mudah dijangkau dan mudah ditemukan.

Floe Coffee and Space Ngawi

Selain bisa untuk kerja, juga bisa untuk janjian ketemu teman atau family time. Ruang yang disediakan ada dua macam. Area ber-AC dan area non-AC. Menurut saya, ketika saya datang pertama kali saat sore menjelang maghrib hingga malam itu lebih nyaman di area non-AC, berada di luar ruangan. Sedangkan ketika saya berkunjung siang hari lebih nyaman di ruangan ber-AC.

 

Menu di Floe Coffee and Space

Floe Coffee and Space Ngawi
Paperless ^^

Menu incaran saya adalah Coffee Latte tanpa gula. Saya suka menu kopi apa pun terutama Coffee Latte yang penting tanpa gula. Coffee Latte di sini tersedia dua macam sajian: panas dan dingin. Untuk sajian dingin tersedia regular cup dan large cup. Jika tak suka atau tak terbiasa dengan kopi, bisa memesan menu varian non kopi.

Floe Coffee and Space Ngawi

Tak hanya menu minuman, Floe Coffee and Space juga menyediakan menu makanan, main course dan aneka snack. Favorit saya adalah Rice Bowl Beef Brown Sauce. Porsi nasinya cukup untuk saya dengan sayur, salad dan tentu saja beef brown sauce ya. Selain itu, masih banyak pilihan menu lain yang bisa dipesan sesuai selera.

Floe Coffee and Space Ngawi
Rice Bowl Beef Brown Sauce.

Floe Coffee and Space Ngawi

Alamat dan Jam Buka Floe Coffee and Space

Floe Coffee and Space

Floe Coffee and Space terletak di Jalan Raya Ngawi-Caruban KM 2, Karangasri, Kecamatan Ngawi. Jika dari arah Ngawi Kota hampir dekat gapura batas kota. Floe Coffee and Space mulai membuka pintu di pukul 11.00 hingga 23.00 WIB setiap hari. Hari Raya atau hari libur waktu buka menyesuaikan atau aka nada info di akun Instagram-nya.

Jika Teman-Teman sedang berada di Ngawi, bisa banget mampir di Floe Coffee and Space ini ^^

Floe Coffee and Space Ngawi

Baca juga: Lagi di Ngawi? Yuk, Main ke Museum Trinil. 

Menunggu Wijayakusuma di Warung Sastra Kota Jogja

Warung Sastra

Warung Sastra

Toko buku bagiku adalah surga. Tempat ilmu pengetahuan dan hiburan tersedia. Tempat di aku bisa merasakan kenyamanan sekaligus kedamaian. Bukankah semua itu ada di surga? AL Dhimas, Penulis.

Warung Sastra

Alasan Harus ke Warung Sastra

Warung Sastra

Pilihan Buku Beragam, Kopi dan Makan

Warung Sastra

Hari itu, Jumat yang penuh berkah, saya menunggu waktu sore di sebuah tempat yang saya banget. Tempat dengan nuansa rumahan dan lingkungan yang cukup tenang. Tak kalah penting ada banyak buku berderet di rak-rak ruang utama. Yap, seperti itulah betapa menyenangkan berkunjung ke toko buku terlebih toko buku indie yang memiliki ciri khas masing-masing. Seperti kata AL Dhimas, layaknya sedang bermain di surga. Apakah ada yang merasakan hal yang sama? ^^

Warung Sastra

Selama kurang lebih dua jam, saya menikmati detik demi detik waktu saya di sebuah toko buku indie yang berada di tengah Kota Jogja. Warung Sastra namanya. Waktu dua jam rasanya sangat singkat. Sembari menunggu pukul 16.40 demi war tiket kereta jarak jauh untuk pulang ke Ngawi, saya menikmati sore itu dengan dua buku yang saya beli di Warung Sastra dan segelas Coffee Latte.

Warung Sastra

Warung Sastra ini merupakan toko buku three in one menurut saya. Tidak hanya menjual buku-buku berkualitas tetapi juga kedai kopi dan warung makan dengan menu penyetan. Buku yang dijual di sini berupa buku non-fiksi dan fiksi dengan banyak pilihan judul. Udah ada menu kopi dan non kopi plus ada menu makan berat juga. Komplit!

Warung Sastra

Paling menyenangkan jika saya ingat lagi adalah berkunjung ke Warung Sastra ini memang di luar rencana. Adik Angkatan semasa kuliah yang merekomendasikan sekaligus mengantar saya ke sini karena awalnya dia pikir lokasinya dekat ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Alasan ini pula yang membuat kunjungan ke Warung Sastra menjadi makin berkesan.

Memiliki Perpustakaan

Warung Sastra

Selain menjual buku-buku berkualitas, Warung Sastra juga memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang nggak sedikit. Ruang perpustakaan di sini nyaman untuk para pembaca. Di dalam ruang perpustakaan terdapat satu sofa, dua rak buku ukuran besar yang penuh dengan buku dan TV LED berukuran besar.

Warung Sastra

Ruang perpustakaan ini ada dua, satu ruang berikutnya terdapat dua rak ukuran besar tanpa sofa dan di ruang perpustakaan yang ini bisa sekaligus digunakan untuk salat. Di ruang perpustakaan yang ini terdapat buku anak-anak juga. Misal nggak ingin beli buku, tetap bisa baca sambil minum kopi atau makan.

Ada Merchandise

Warung Sastra

Di Warung Sastra juga menyediakan merchandise kaos lengan pengen dengan desain yang tidak jauh dengan buku. Tipe-tipe kaos antimainstream gitu deh ya.. Harganya juga masih terjangkau.

Ada Diskusi Buku

Nah, satu lagi kegiatan literasi yang asik di Warung Sastra berupa diskusi buku atau bedah karya. Kegiatan ini biasanya diadakan setiap Jumat malam. Saat itu saya pun rasanya pengen nginap aja tapi apa daya, nggak bisa. 😀 Kan asik bisa saling bersua dengan teman-teman bookworm plus bisa meluaskan genre bacaan ya…

Alamat dan Jam Operasional Warung Sastra

Warung Sastra

Warung Sastra berada di lingkungan perumahan sepengamatan saya dan cukup tenang walaupun tepat di pinggir jalan. Perjalanan saya ke Warung Sastra dari UGM melewati Jalan Monjali, tepat di seberang Hotel Tentrem masuk gang ke arah timur. Tepatnya, terletak berhadapan dengan Indonesia College, Blunyahrejo TR II No. 1180 Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta.

Warung Sastra

Jam operasionalnya dari Hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 15.00 sampai pukul 22.00 WIB. Hari Minggu tutup ya Teman-Teman ^^

Akhirnya, tepat pukul 17.15 WIB saya mengakhiri waktu saya di Warung Sastra setelah menang war tiket kereta Wijayakusuma. Sangat menyenangkan menikmati dua jam di Warung Sastra.

Warung Sastra

Baca juga:

Toko Buku Natan, Toko Buku Indie Heritage di Sudut Mondorakan

Toko Buku Natan

Toko Buku Natan

Saya sangat terobsesi dengan toko buku indie. Alasannya simpel karena setiap toko buku indie memiliki nilai dan suasana yang berbeda. Di setiap kota, saya selalu mencari tahu kemudian membuat daftar untuk mengunjunginya. Termasuk momen kali ini, akhirnya satu toko buku indie di Jogja sudah saya centang dari daftar. Alhamdulillah…

Toko Buku Natan

Cerita ke Toko Buku Natan: Lokasi dan Jam Operasional

 

Toko Buku Natan

Toko Buku Natan

Toko Buku Natan namanya. Terletak di Jalan Mondorakan No. 5, Prenggan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. Sebenarnya nggak persisi di sudut Jalan Mondorakan ya tapi memang sangat dekat dengan pertigaan Jalan Mondorakan, samping outlet HS Silver. Toko Buku Natan mulai buka pinti pukul 09.00 hingga 18.00 WIB setiap hari. Yap, kali ini mlipir ke selatan main-main ke toko bukunya. 😀

Toko Buku Natan

Toko Buku Natan ini menurut saya unik, memasuki halamannya sudah langsung disuguhi suasana klasik. Toko Buku Natan berada dalam sebuah bangunan nuansa Jawa klasik yang ternyata telah dikukuhkan sebagai bangunan cagar budaya. Toko buku ini berada di komplek bangunan Natan’s Royal Heritage atau dalam Bahasa Jawa disebut Ndalem Natan yang menurut informasi dibangun sejak 1857.

Toko Buku Natan

Bagi saya, senang sekali rasanya akhirnya bisa ke Toko Buku Natan dan menikmati buku-buku yang ada. Menenggalamkan diri dengan menelusuri rak demi rak, buku demi buku. Ada banyak sekali buku yang ada di Toko Buku Natan bahkan ada judul-judul yang menurut saya jarang saya temui justru ada di sini.

Toko Buku Natan

Toko Buku Natan menawarkan beberapa genre buku diantaranya sejarah, filsafat, seni rupa, politik, budaya hingga fiksi dan komik pun tersedia. Ada juga buku-buku resep masakan nusantara hingga buku traveling. Ada juga buku-buku karya penulis Indonesia ternama yaitu Dee Lestari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Leila Chudori dan lain-lain. Selain buku berbahasa Indonesia, di Toko Buku Natan juga menyediakan buku-buku berbahasa Inggris.

Toko Buku Natan

Nah, kalau saya kemarin memang dari awal ngincar buku anak yang ada di Toko Buku Natan. Buku anak yang ada pun termasuk cukup lengkap. Oh iya, semua buku yang dijual di Toko Buku Natan juga bisa dibeli secara daring melalui pesan whatsapp atau melalui marketplace Toko Buku Natan. Saya akui, memang lebih puas saat bisa berkunjung langsung ke sana. No debate! 😀

Toko Buku Natan

Tips Ketika Berkunjung Ke Toko Buku Natan

Toko Buku Natan

Tips ketika ke Toko Buku Natan adalah bawalah totebag. Toko Buku Natan tidak menyediakan kantong plastik untuk wadah belanjaan buku. Jadi kalau Teman-Teman bawa tas kecil maka bawalah serta totebag. Kalau lupa kayak saya kemarin, bisa beli totebag khas Toko Buku Natan seharga Rp 30.000,00. Tasnya simpel dengan desain bagus dan bisa dipakai berulang-ulang.

Toko Buku Natan

Selain toko buku, di komplek Ndalem Natan ini juga ada penginapan, kafe, ruang pameran untuk karya-karya seni dan juga museum. Di satu alamat tetapi bisa menikmati lebih dari satu hal selain ke toko buku.

Gimana? Adakah Teman-Teman ingin berkunjung juga ke Toko Buku Natan? ^^

Toko Buku Natan

Baca juga: Buku Akik, Toko Buku Indie di Jogja Utara, Sleman dan Bawa Buku, Toko Buku Indie Dekat Tamansari.

Berakhir Pekan di Muslim Life Fair Jogja Setelah Pandemi

Muslim Life Fair Jogja

Muslim Life Fair Jogja

Dengan tagar Mlaku Meneh rasanya ada sebuah harapan baik yang besar dan bahagia di Muslim Life Fair chapter Jogja. Bertempat di Jogja Expo Center event Muslim Life Fair ternyata memiliki magnet yang besar dan menarik perhatian. Saya berkesempatan berkunjung di hari pertama menemui suasana yang ramai. Rasanya dapat gitu ‘euforia’-nya apalagi setelah pandemi yang lumayan dan lebih spesial lagi bagi saya pribadi adalah mumpung sementara balik tinggal di Jawa. 😀

Muslim Life Fair Jogja

Selayang Pandang Muslim Life Fair

Muslim Life Fair Jogja

Event ini sebenarnya bukan sekadar event untuk senang-senang saja tetapi juga menjadi pameran produk halal dan gaya hidup syariah. Muslim Life Fair dibuka mulai hari Jumat (9/6) hingga hari ini, Minggu (11/6). Pameran ini diikuti 150 exhibitors dari berbagai kategori produk di antaranya kuliner, modest fashion & accessories, kids & baby products, komunitas dan hobi, Islamic book & publisher, kosmetik halal, travel, multi product & Islamic finance.

Muslim Life Fair Jogja

Selain menjadi kesempatan untuk mengenal berbagai produk dan jasa, Muslim Life Fair juga menjadi sebuah kesempatan mendukung percepatan sertifikasi halal. Hal itu menjadi penting karena sertifikasi halal menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas produk-produk UMKM yang lebih kompetitif dan memudahkan meluaskan jaringan usaha secara global.

Stan Favorit di Muslim Life Fair Versi Pribadi

Kuliner

Muslim Life Fair Jogja

Ada banyak stan di Muslim Life Fair tapi pasti setiap pengunjung akan memiliki tempat-tempat favorit yang dituju yaa termasuk saya. Saya paling suka di area kuliner hahaha 😀 Kemarin sempat jajan kebab, salad, dan segelas jus buah tanpa tambahan gula. Di area kuliner ini diikuti banyak stan yang menawarkan bermacam-macam menu mulai menu nusantara, menu Timur Tengah seperti nasi kebuli, kebab dan nasi mandhi hingga menu jajanan Korea yang ada di stan Lawson. Ada stan Kopi Kenangan dan Waroeng Steak juga. Di area kuliner ini juga dilengkapi meja kursi dalam jumlah yang banyak.

Muslim Life Fair Jogja

Namla dan Pinisi

Namla dan Pinisi adalah penerbit buku anak-anak islami. Saya tentu senang sekali menemukan mereka membuka stan di Muslim Life Fair. Jadilah kemarin saya mampir dan memboyong dua buku. Lebih menyenangkan lagi, kemarin ada diskonnya lho Teman-Teman 😀

Muslim Life Fair Jogja

Kaktusqu Lucu

Muslim Life Fair Jogja

Stan yang satu ini bagi saya bukan sesuatu yang baru. Saya mengenal Kaktusqu Lucu sejak 2020 seingat saya saat awal-awal Kaktusqu Lucu lahir hingga sebesar sekarang. Kaktusqu Lucu juga menjadi bagian dari usaha menjaga kewarasan masa-masa pandemi yang harus tetap tinggal di rumah saja. Memelihara kaktus saat itu adalah hal yang menyenangkan. Kemarin pun sebenarnya ingin ikut mewarnai di stan Kaktusqu Lucu tapi barengan sama anak-anak kicik yang imut-imut sedang asik mewarnai pot pilihan mereka.

Muslim Life Fair Jogja

Fasilitas di Muslim Fair Jogja

Muslim Life Fair Jogja
Salah satu produk yang menurut saya lucu sih ini..

Fasilitas yang disiapkan penyelenggara Muslim Life Fair menurut saya sangatlah rapi hingga terasa nyaman. Ada toilet yang bersih, tempat salat yang nyaman, hingga disediakan tempat sampah yang sangat mudah dijangkau. Tak lupa, area parkir yang disediakan pun juga sangat luas dan tentu saja aman ya..

Muslim Life Fair Jogja
Gerai Angelina Atelier langsung penuh dan dari obrolan saya bersama Kak Kartina memang karena harganya lebih murah daripada biasanya. Tentu saja juga jasa titip.

Overall, saya senang dan bersyukur bisa berakhir pekan di Jogja dan mengunjungi Muslim Life Fair. Kalau Teman-Teman, stan favorit kalian apa di Muslim Life Fair?
Muslim Life Fair Jogja

Baca juga: Ke Jogja, Jangan Lupa ke Arka Coffee Space dan Bawa Buku. 

Kampung Seni Kemlayan: Jejak Laku Piwulang Dunia Seni di Kota Solo

Kemlayan Solo

Kemlayan Solo

Salah satu point dalam kegiatan Heritage Walking Tour bersama Soerakarta Walking Tour adalah Kampung Seni Kemlayan. Salah satu tujuan dari tema Jejak Laku Piwulang atau Jejak Pendidikan non formal di Kota Solo bidang seni. Perjalanan kali ini bagi saya sangatlah menarik karena ini kali pertama bagi saya dan baru saya dengar juga namanya.

Kemlayan Solo
Main stage.

Selayang Pandang Kampung Seni Kemlayan

Kemlayan Solo

Kemlayan Solo
Jalan sepanjang Kampung Seni Kemlayan.

Kemlayan merupakan nama sebuah kelurahan di Kota Solo. Berada di pusat kota layaknya daerah Kauman yang terkenal dengan batik. Tapi, saya benar-benar baru tahu tentang Kampung Seni Kemlayan ini padahal dulu saya menghabiskan 3 tahun SMA di Kota Solo. Kemlayan pun memiliki sejarah perkembangan seni tari dan seni musik dalam menjaga dan melestarikannya.

Kemlayan Solo
Karya lukis dari workshop di galeri.
Kemlayan Solo
Salah satu karya lukisan di galeri.

Dari penjelasan guide kami dari Soerakarta Walking Tour dan penjaga pusat seni Kemlayan, awal mula Kampung Kemlayan bernama ‘Mlaya’ yang ditinggali para seniman pemain gamelan Keraton Kasunanan Surakarta. Nama-nama seniman yang terkenal pada saat itu adalah S. Ngaliman, Mlayawidada, Hardiman Sindhuatmaja, Sutidja Tedjapangrawit, Yosopradangga dan K.R.T Warsodiningrat. Setiap tokoh tersebut merupakan maestro di bidangnya masing-masing misalnya S. Ngaliman adalah seorang maestro seni tari dan Mlayawidada adalah maestro seni karawitan. Sayangnya, itu saja yang saya ingat, hiks. Dari Kemlayan ini lahirlah tiga sekolah seni di Surakarta.

Kemlayan Solo
Lantai 2 yang biasa dipakai acara untuk sastra.

Sepanjang jalan di Kampung Seni Kemlayan ini dipenuhi dengan mural atau lukisan-lukisan yang cantik serta jalanannya pun bersih. Saat saya dan teman-teman tiba di galeri yang menurut saya adalah jantung dari Kampung Seni Kemlayan, justru semakin penasaran. Di galeri seni ini terdapat ruang khusus untuk Latihan vokal yang kedap suara dan luarnya rimbun dengan tanaman-tanaman liar. Ada juga main stage yang digunakan untuk pertunjukkan seni tari, gamelan atau karawitan, teater dan kegiatan seni lainnya. Kemudian, di lantai dua digunakan untuk pameran sastra dan terdapat flyer biografi para sastrawan Indonesia dan luar negeri.

Kemlayan Solo
Belakang main stage.
Kemlayan Solo
Bagian samping dari main stage.

Saya merasa beruntung bisa mengikuti kegiatan ini karena kalau jalan sendiri pun juga nggak bakal sampai lokasi dan krik-krik juga kan ya 😀 Banyak informasi yang didapatkan juga karena guide kami di kegiatan ini super unik dan ramah sekali. Jadi jalan-jalan kali ini rasanya sangat berkesan dan ingin lagi jalan bareng Soerakarta Walking Tour di rute yang lain.

Kemlayan Solo

Baca juga: Mengingat Kembali Aksara Jawa Dengan Cara Menyenangkan ala Soerakarta Walking Tour.

Mengingat Aksara Jawa Dengan Cara Menyenangkan ala Soerakarta Walking Tour

Aksara Jawa

Aksara Jawa

Aksara dalam Bahasa Jawa berarti huruf. Aksara Jawa merupakan aksara yang digunakan pada jaman dahulu sebagai sarana penulisan dalam buku-buku berbahasa Sanskerta. Aksara Jawa juga disebut Hanacaraka, yang merupakan baris pertama sekaligus lima huruf pertama. Aksara Jawa merupakan aksara tradisional Indonesia yang berkembang di Pulau Jawa khususnya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Aksara Jawa

Aksara Jawa
Dok: Soerakarta Walking Tour.

Dulu, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, aksara Jaw aini masuk dalam mata pelajaran muatan lokal atau Bahasa Jawa. Terdiri dari 20 huruf dasar yang awalnya terdapat 33 huruf. Aksara Jawa merupakan bagian dari budaya yang seharusnya tetap dijaga tapi seiring dengan perkembangan jaman, lama kelamaan seperti kita lupa akan keberadaan aksara Jawa. Terutama saya sih ya bahkan saya pun telah lupa cara menulis dengan aksara Jawa.

Aksara Jawa

Aksara Jawa

Salah satu cara menjaga dan melestarikan aksara Jaw aini selain dikenalkan di sekolah melalui muatan lokal. Selain itu, menjaga dan mengingat kembali aksara Jawa juga bisa melalui workshop yang menyenangkan. Salah satu workshop untuk nostalgia mengingat aksara Jawa seperti pekan lalu (27/5) diadakan oleh Soerakarta Walking Tour dengan media pot mini.

Aksara Jawa

Aksara Jawa

Saya dan teman-teman diberikan masing-masing satu pot mini beserta cat dan kuas untuk mewarnai pot mini. Sebelum mewarnai, Mbak Putri menjelaskan macam-macam aksara Jawa lengkap dengan sandangan beserta huruf-huruf tambahan seperti ‘f’ dan ‘z’. Setelah itu, kami diminta mewarnai pot mini dan menuliskan nama kami masing-masing menggunakan aksara Jawa.

Aksara Jawa
Dibaca: Cindi.
Aksara Jawa
Dibaca: Nugi.

Iya, rasanya seperti kembali ke masa kanak-kanak, kembali ke masa sekolah dulu. Betapa menyenangkan mengingatkan kembali aksara Jawa dan menuliskan nama kami di atas pot mini dengan warna yang kami pilih. Kami bebas mewarnai pot mini sesuai keinginan dan kreatifitas kami. Termasuk juga saat kami menuliskan nama kami di pot mini dengan aksara Jawa menggunakan warna cat pilihan kami.

Aksara Jawa

Aksara Jawa

Jaman boleh berubah dan berkembang dengan pesat tapi budaya yang sudah ada tetap harus kita jaga dengan berbagai cara termasuk melalui workshop dengan media pot mini dan berbagai cat warna-warni.

Aksara Jawa

Aksara Jawa

Adakah yang tertarik mengingat aksara Jawa melalui workshop seperti ini? 🙂

 

Baca juga: Ngopi Dengan Suasana Klasik Khas Jawa di Kulonuwun Kopi.