Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Menikmati Pesona Wisata Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

Bagi penikmat wisata religi dan budaya sekaligus penikmat wisata alam khususnya pegunungan tentu sudah tak asing dengan destinasi wisata Candi Gedong Songo. Setiap candi memiliki sejarah dan kekayaannya sendiri. Menurut beberapa literatur yang saya baca, Candi Gedong Songo termasuk juga memiliki ciri khas tersendiri yang menunjukkan kekayaan berupa adanya akulturasi budaya di mana terdapat gambaran ruh nenek moyang yang bersatu dengan Dewa Siwa pada Candi Gedong Songo yang disimbolkan dengan Lingga-Yoni yang dibersamai tiga dewa yaitu Durga, Ganesha, dan Agastya.

Candi Gedong Songo

Tentang Candi Gedong Songo dan Letaknya

Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, bertempat dalam komplek candi Hindu yang ditemukan sekitar abad VIII masehi. Nama Gedong Songo adalah penamaan dari masyarakat sekitar. Begitu penuturan Mas-Mas penjaga kuda yang mengantar saya berkeliling komplek Candi Gedong Songo. Nama Candi Gedong Songo berasal dari Bahasa Jawa yang berarti ‘Gedong’ adalah bangunan atau rumah, sedangkan ‘Songo’ berarti sembilan. Jika diartikan secara utuh adalah candi atau bangunan yang berjumlah sembilan.

Apakah benar berjumlah sembilan? Ini adalah pertanyaan saya pada penjaga kuda yang mengantar saya berkeliling. Menurut si Mas penjaga ini, jumlah candi keseluruhan ada 8 karena satu candi telah runtuh atau menjadi puing-puing. Di sisi lain, ada juga yang berpendapat jumlah candi kurang dari 8 dan ada juga pendapat bahwa jumlah candi ada lebih dari 40 jika dihitung hingga puncak Gunung Ungaran.

Bagi saya, letak Candi Gedong Songo yang berada di lereng Gunung Ungaran ini juga menarik. Gunung dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa dan sebuah persembahan terbaik. Selain itu, posisinya pun juga menarik, berderet dari bawah hingga atas perbukitan yang melambangkan hierarki kesucian yang berarti bahwa semakin candi berada lebih tinggi dari candi sebelumnya maka candi yang berada paling atas bernilai paling suci.

Candi Gedong Songo

Perjalanan saya berkunjung ke Candi Gedong Songo dimulai dari candi I yang terletak di ketinggian 1.208m. Di dalam bilik candi I masih terdapat Yoni namun Lingga sudah tidak ada. Candi II terletak di ketinggian 1.274m terdapat dua candi induk dan berhadapan candi perwara yang telah runtuh. Kali ini saya memilih berkeliling dengan naik kuda dan diantar oleh penjaga yang biasa merawat kuda tersebut. Asik banget bisa sambil ngobrol dan mendengar cerita tentang Candi Gedong Songo.

Candi Gedong Songo
Komplek Candi II

Kemudian, candi III terletak di ketinggian 1.297m, terdiri dari tiga gedong yaitu candi induk dilengkapi dengan arca, candi apit dan candi perwara di depan candi induk. Mahakala dan Nandiswara ada di kanan dan kiri pintu candi. Candi IV berada di ketinggian 1.295m, di komplek candi keempat ini terdapat tiga sub kelompok. Candi V terletak di ketinggian 1.308m dan bisa dijumpai Arca Ganesha.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo
Candi III.
Candi Gedong Songo
Masih di komplek candi III.
Candi Gedong Songo
Masih di komplek candi III.

Saat ini Candi Gedong Songo berada di bawah pengelolaan Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Candi Gedong Songo terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Ambarawa, Jawa Tengah. Berwisata ke Candi Gedong Songo menurut saya, selain menikmati keindahan alam dan menikmati udara sejuk khas pegunungan juga bisa dijadikan tujuan wisata budaya serta bisa turut serta melestarikan bangunan cagar budaya.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo
Komplek candi V dari candi III.

 

Fasilitas di Candi Gedong Songo

Rasanya, fasilitas di sebuah destinasi wisata merupakan bagian penting ya Teman-Teman. Termasuk juga jika bicara fasilitas di Candi Gedong Songo ini. Dari pengamatan saya saat berkunjung ke Candi Gedong Songo, pengelola telah menyediakan fasilitas yang sangat memadai.

1. Penyewaan kuda

Candi Gedong Songo
Yang mengantar kami berkeliling Candi Gedong Songo di atas kuda bernama Lili dan Kaila. Kedua sangat ramah.

Area Candi Gedong Songo ini sangat luas dan jalannya pun bukan tipe yang datar lurus gitu 😀 Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran jadi track keliling candi ya ada naik, ada turun, ada kelokan dengan pemandangan yang super indah. Nah, karena track yang ‘unik’ ini maka di Candi Gedong Songo terdapat penyewaan kuda untuk berkeliling candi. Tarifnya beragam mulai dari Rp 75.000,00 disesuaikan rute dan berat badan penyewa. Jangan khawatir juga jika memang belum pernah berkuda sebelumnya karena akan ditemani oleh penjaga kudanya, seperti saya kemarin juga seperti itu. Asik juga selain bisa memiliki pengalaman berkuda, saya juga bisa mendengar sekaligus bertanya tentang Candi Gedong Songo.

Candi Gedong Songo
Bilgi bersama Pakde. Ini di area komplek candi III.

2. Area parkir yang luas

Area parkir di Candi Gedong Songo sangat luas. Ada area parkir ini terdiri dari area parkir kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 dan bus. Tarif parkirnya juga masih terjangkau yaitu Rp 5.000,00 untuk kendaraan roda 2 dan Rp 15.000,00 untuk kendaraan roda 4.

3. Area camping dan penginapan

Di dalam area Candi Gedong Songo, di antara komplek candi I menuju candi II terdapat area untuk camping dan penginapan. Menurut Mas-Mas yang menemani saya, area camping ini biasa dipakai berkemah kegiatan sekolah atau keluarga dan ramai saat musim liburan. Untuk penginapannya memang terbatas, jika menginginkan menginap harus reservasi terlebih dahulu.

4. Ayana Gedong Songo

Nah, ada spot foto-foto yang instagrammable juga lho di Candi Gedong Songo, namanya Ayana Gedong Songo. Terdapat coffee shop juga di sini. Letaknya di dekat komplek candi I. Setelah keliling di Candi Gedong Songo bisa banget istirahat di Ayana Gedong Songo ini.

5. Sumber air panas

Di area Candi Gedong Songo terdapat sumber air panas dan pemandian. Letaknya ada di bawah komplek candi III. Jika ingin merasakan sumber air panas di sini bisa menghubungi penjaga atau pengelolanya.

6. Area kuliner

Candi Gedong Songo
Area kuliner di dekat pintu masuk. [In frame: Bilgi bersama Pakde].
Di area Candi Gedong Songo juga tersedia deretan kedai makanan yang menyediakan beragam pilihan menu makanan berat atau camilan. Kalau saya, teh hangat atau kopi dinikmati dengan mie rebus cocok dengan cuaca di Candi Gedong Songo yang sejuk cenderung dingin. Bisa juga memilih menu lain seperti wedang ronde, tiwul bakar, soto, jagung rebus dan lainnya.

7. Area souvenir

Candi Gedong Songo

Pengelola Candi Gedong Songo juga menyediakan area souvenir. Area ini letaknya di arah jalan menuju pintu keluar. Semua ditata rapi dan bersih. Sepanjang jalan menuju pintu keluar terdapat banyak toko oleh-oleh. Ada toko oleh-oleh berupa makanan, baju dan barang-barang kerajinan. Pengunjung bisa memilih sesuai selera apa yang ingin dibeli untuk oleh-oleh keluarga atau teman.

8. Musola

Di area wisata Candi Gedong Songo juga disediakan musola yang lebih dari satu, seingat saya. Intinya sangat mudah jika pengunjung muslim akan melaksanakan salat di tengah waktu kunjung di Candi Gedong Songo.

9. Toilet

Toilet bagi saya menjadi fasilitas penting yang harus tersedia di sebuah destinasi wisata. Nah, di area Candi Gedong Songo ini juga sangat mudah dijumpai toilet. Semua toilet dalam keadaan bersih ya Teman-Teman. Jadi jangan khawatir.

10. Tempat cuci tangan

Di area wisata Candi Gedong Songo juga menyediakan banyak sekali tempat cuci tangan. Protokol kesehatan telah diterapkan juga di sini. Jangan khawatir jika ingin mencuci tangan, tempat cuci tangan sangat mudah dijangkau.

Candi Gedong Songo
Komplek candi III. Sejauh mata memandang, sungguh cantik.
Candi Gedong Songo
Komplek candi III.

Jam Operasional dan Tiket Masuk Candi Gedong Songo

Ini juga hal penting yang harus diperhatikan juga ya Teman-Teman ^^. Jam operasional Candi Gedong Songo mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Saya kemarin datang berkunjung sekitar pukul 13.30 WIB. Untuk tiket masuk ke area Candi Gedong Songo adalah Rp 15.000,00 untuk wisatawan lokal seperti saya.

Candi Gedong Songo
Komplek candi III.

Tips Berkunjung ke Candi Gedong Songo

Nah, dari pengalaman saya berkunjung kemarin, ada beberapa tips yang saya rangkum jika nanti ke Candi Gedong Songo lagi atau untuk Teman-Teman yang akan berkunjung ke sana.

Candi Gedong Songo
Komplek candi I.
  • Lebih baik datang ke Candi Gedong Songo saat pagi atau sebelum pukul 12.00 WIB karena setelah itu kabut mulai turun. Saat saya ke sana, kabut mulai turun tapi memang tidak mengurangi keindahan dan kesyahduan sih, hanya terasa lebih dingin aja.
  • Lebih baik datang saat musim kemarau, jadi saat berkeliling di area candi bisa lebih nyaman ya, nggak basah-basah, bisa motret tanpa ribet sambil megang paying hehe. Selain itu, jika datang sangat musim kemarau kemungkinan tidak akan sedingin saat musim hujan.
  • Hal penting lagi, jaga kebersihan. Buanglah sampah di tempat yang telah disediakan. Jangan mencoret-coret di area wisata Candi Gedong Songo karena ini adalah kawasan cagar budaya yang berarti kekayaan budaya negara kita.
  • Bagi saya, wisata ke Candi Gedong Songo ini termasuk ramah anak ya. Areanya yang luas bisa dimanfaatkan untuk sarana belajar anak dan juga bisa digunakan untuk melatih sensori juga serta aktifitas fisik juga tidak terbatas. Namun, sebagai orangtua harus tetap mengawasi dan selalu mendampingi anak-anak bersama kita.
  • Oh iya, sebaiknya siapkan uang tunai lebih jika berencana ingin naik kuda, beli oleh-oleh atau souvenir dan jajan-jajan ya ^^

Yap, inilah cerita pengalaman saya berkunjung ke Candi Gedong Songo yang menawan. Sampai jumpa di Candi Gedong Songo, Teman-Teman ^^

[Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Wisata Kabupaten Semarang]

Candi Gedong Songo
Meski udaranya sejuk cenderung dingin, menikmati es tungtung [es krim tradisional, menurut saya] di kawasan wisata Candi Gedong Songo tetap terasa enak.

Baca juga: Menikmati Tahu Kupat Khas Solo, Jawa Tengah.

Menikmati Tahu Kupat Sido Mampir Gajah Mada di Kota Solo

Tahu Kupat Sido Mampir

Tahu Kupat Sido Mampir

Kota Solo memiliki ragam kuliner khas yang tidak sedikit. Selain nasi liwet, selat Solo, nasi timlo dan tengkleng, ada menu kuliner Kota Solo yang tak kalah spesial. Yap, tahu kupat. Dari segi bumbu, menurut saya menu tahu kupat ini termasuk sederhana tetapi saat menyantapnya rasanya jadi ‘rumit’ dalam artian jadi berkesan.

Tahu Kupat

Alamat dan Jam Buka Tahu Kupat Sido Mampir

Tahu Kupat

Ada beberapa tempat Tahu Kupat di Kota Solo yang menjadi langganan sekaligus favorit bagi saya. Salah satunya adalah Tahu Kupat Sido Mampir yang berada di jantung Kota Solo. Tahu Kupat Sido Mampir ini terletak di Jalan Gajah Mada, tepat di dekat lampu merah perempatan Jalan Gajah Mada. Di sini ada tiga atau empat warung Tahu Kupat yang berjejer saling berdampingan, meskipun juga ada kedai makan Chinese Food dan tengkleng, seingat saya. Di antara jejeran warung makan itu, Tahu Kupat Sido Mampir yang jadi tujuan saya. Warung tahu kupat yang berada paling ujung tepat di samping Masjid Solikhin.

Tahu Kupat
1 porsi tahu kupat biasa dan es teh adalah Rp 16.000,00.

Tahu Kupat Sido Mampir Gajah Mad aini mulai buka pukul 06.00 hingga sore atau akan tutup jika sudah habis. Di warung ini selalu ramai pengunjung terutama di jam makan siang plus liburan. Buka dan melayani para penggemar tahu kupat setiap hari. Oh ya, di warung ini juga ada live music-nya lho..

Tahu Kupat

Gambaran Tahu Kupat Khas Kota Solo

Tahu Kupat

Tahu kupat menurut saya hidangan yang sederhana dan berkesan bagi penikmatnya. Dalam sepiring tahu kupat terdiri atas tahu yang digoreng garing, irisan kupat, kubis segar yang diiris kecil, tauge rebus, mie kuning (bukan mie kuning pada umumnya dalam bakso atau mie ayam), bihun, kacang goreng dan potongan bakwan. Bumbu siramnya berupa kecap, air asam (karena ada rasa asam segar gitu), ada ulekan bawang putih, plus sambal. Tipe cita rasa manis pedas.

Tips Makan Tahu Kupat Sido Mampir Gajah Mada

Tahu Kupat

Warung Tahu Kupat Sido Mampir ini sangat ramai khususnya saat jam makan siang atau jam sarapan ditambah lagi jika saat momen liburan. Di sisi lain, area parkir di sini sangat terbatas. Jika datang menggunakan kendaraan roda dua, saya pikir akan gampang soal parkir tapi jika berkendara dengan kendaraan roda empat sebaiknya datang di jam-jam selain waktu makan siang dan sarapan. Ada tukang parkir yang mengarahkan dan menjaga jadi tetap aman ya soal parkir.

Tahu Kupat Sido Mampir menyediakan pilihan menu tahu kupat biasa dan spesial. Biasa berarti tanpa telur sedangkan spesial berarti tambah telur. Bagi saya, menu tahu kupat biasa sudah sangat kenyang dan lebih dari cukup. Pesan saya sih, pesan sesuai kebutuhan dan kemampuan dalam menghabiskan makanan agar tidak menyisakan makanan ya Teman-Teman ^^

Tahu Kupat

Yuhuuu, kalau datang ke Kota Solo jangan lupa mampir menikmati Tahu Kupat Sido Mampir di Jalan Gajah Mada ini ya 🙂

 

Baca juga: Cerita dari Festival Literasi Patjar Merah di Kota Solo.

Play Book Dating Bersama Patjar Merah di Kota Solo, Ngapain Aja?

Patjar Merah

Patjar Merah

Bahagianya bookworm itu seakan simpel, menemukan ‘surga’ berisi beragam buku didukung dengan diskon yang menyertainya. Iya nggak? Ya, setidaknya begitu sih bagi saya sendiri, hehehe. Berada dalam event yang berkaitan dengan buku, melihat beragam genre buku hingga rasanya bisa mencium aroma buku dalam waktu bersamaan itu seperti hujan oksitosin. Bahagia banget!

Patjar Merah

Mengenal Festival Literasi Patjar Merah

Patjar Merah

Salah satu event literasi yang membuat para bookworm bahagia adalah Patjar Merah. Nama Patjar Merah merupakan sebuah nama dari judul novel tahun 1930-an yaitu Patjar Merah Indonesia. Dalam novel tersebut ada seorang tokoh Bernama Patjar Merah. Dia adalah sosok yang cerdik, pandai, gemar membaca, dan seorang tokoh pahlawan. Yap, dia adalah Tan Malaka.

Patjar Merah

Menjadikan sosok Tan Malaka sebagai nama event literasi tentu memiliki tujuan harapannya semangat Tan Malaka yang pandai dan gemar membaca menginspirasi acara ini dan semua para pengunjungnya. Selain itu, bagi saya ada hal menarik lain di festival literasi Patjar Merah adalah tempat pameran yang digunakan. Adakah Teman-Teman bisa menebaknya? 😀

Patjar Merah
Patjar Merah 1 atau ruang pameran utama.

Patjar Merah bagi saya selalu menarik setiap mengadakan pameran kelilingnya di beberapa kota di Jawa seperti Jakarta, Yogyakarta, Malang, Semarang dan sekarang di Solo. Venue yang dikonsep oleh Patjar Merah adalah bentuk apresiasi ruang-ruang lama yang tidak terpakai untuk mengaktualisasi kembali gedung-gedung tersebut. Termasuk Denyut Merah Solo ini bertempat di Ndalem Djojokoesoeman yang merupakan bangunan cagar budaya. Jika Teman-Teman mengikuti perjalanan Patjar Merah pasti ingat ya tempat-tempat yang dipakai untuk pameran di kota-kota yang pernah disambangi Patjar Merah kan ya?

Patjar Merah
Patjar Merah 2 atau ruang pameran 2.
Patjar Merah
Patjar Merah 3 atau ruang pameran 3.

Hal-Hal Menyenangkan di Patjar Merah Solo

Patjar Merah
Kado dari Patjar Merah saat Jelajah Baluwarti bersama Soerakarta Walking Tour.

Denyut Patjar Merah di Kota Solo tidak hanya sekadar pameran buku saja tetapi juga banyak workshop dan acara lain seperti beberapa heritage walking tour dan pertunjukan paper moon puppet. Seperti halnya kemarin, di Hari Minggu ada agenda dari Patjar Merah dan Soerakarta Walking Tour dalam ‘Jelajah Baluwarti’. Bagi saya acara itu sangat mengasyikkan, kapan lagi kan ya? Jalan-jalan sambil diceritakan tentang sejarah tempat-tempat yang mungkin saat kita lewati biasa saja ternyata menyimpan sejarah. Ada juga nanti di Hari Minggu ada jelajah rasa di pojok Pasar Gede, Solo. Untuk workshop di Patjar Merah juga diisi oleh tokoh-tokoh terkenal serta ada beberapa seniman dari Solo.

Patjar Merah
Buku karya dari salah satu penulis Kota Solo.

Selain kegiatan-kegiatan yang menyenangkan itu, Denyut Patjar Merah Solo juga menyediakan buku-buku yang beragam genre dari banyak penerbit, penerbit mayor dan penerbit indie. Soal harga jangan khawatir, didukung dengan diskon hingga 80%. Ada buku-buku non-fiksi, buku fiksi, buku anak-anak hingga buku mewarnai pun juga ada.

Patjar Merah
Ketemu Mba Reda Gaudiamo ^^
Patjar Merah
Salah satu karya Mba Reda, udah pernah baca?

Fasilitas di Festival Patjar Merah Solo

Fasilitas yang disiapkan menyambut Denyut Patjar Merah Solo ini sangat ‘mewah’ lho. Area parkir yang luas untuk roda dua dan kendaraan roda empat. Toilet yang bersih di beberapa sudut dalam venue. Ada musola untuk melaksanakan salat bagi pengunjung muslim. Area Ndalem Djojokoesoeman yang sejuk dan asri serta tidak ada tiket masuk ke venue Patjar Merah. Denyut Patjar Merah Solo ini ada tiga ruang pameran buku karena memang banyak sekali judul buku yang disediakan.

Patjar Merah
Suasana Patjar Merah, Minggu (2/7).

Tips Berkunjung ke Patjar Merah Solo

Patjar Merah

  • Tetap terapkan protokol kesehatan ya Teman-Teman, kenakan masker dan siapkan Bisa juga mencuci tangan di tempat yang telah disiapkan.
  • Sebaiknya bawa totebag atau paperbag (jika pakai tas kecil) karena Patjar Merah tidak menyediakan kantong sekali pakai jika berbelanja buku.
  • Patjar Merah menyediakan totebag untuk pembelian buku minimal Rp 200.000,00.
  • Karena bertempat di bangunan cagar budaya, sebagai pengunjung kita harus tetap menjaga kebersihan, jauhi kegiatan merusak fasilitas di Ndalem Djojokoesoeman.

Yuk berkunjung ke Denyut Patjar Merah Solo yang masih berlangsung hingga Hari Minggu, 9 Juli 2023 nanti di Ndalem Djojokoesoeman, Solo ^^

 

Baca juga: Jalan-Jalan ke Kampung Seni Kemlayan, Solo.

Asiknya Susur Sungai Maron ‘Sungai Amazon’ Pacitan

Sungai Maron

Sungai Maron

Ada satu episode kisah Upin dan Ipin di mana mereka sangat ingin naik kapal seperti teman mereka, Ehsan. Kemudian si Kembar membuat kapal dari kardus bekas bersama Kak Ros tapi saat mereka menerima tantangan untuk membawa kapal kardus mereka di parit atau sungai kecil, rusaklah kapal kardus mereka. Cerita berlanjut ketika Atok mengajak mereka naik sampan menyusuri sungai dengan standar keamanan juga, mereka memakai rompi keselamatan. Ingatkah episode ini?

Sungai Maron

Hal pertama yang terbayang saat akan menaiki kapal di Sungai Maron adalah kisah Upin dan Ipin itu :-D. Ternyata menyenangkan naik kapal kecil atau sampan dengan mesin dan baling-baling yang kecil juga padahal Sungai Maron ini bisa disebut sebagai sungai yang besar juga.

 

 

Sungai Maron
Dermaga
Sungai Maron
Loket untuk sewa kapal.

Lokasi, Tiket Masuk, dan Tiket Naik Kapal di Sungai Maron

Sungai Maron
Ujung dari Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo.

Jelajah Sungai Maron merupakan pengalaman pertama saya naik perahu di kanal di antara pohon-pohon palem ke Pantai Ngiroboyo berpasir hitam. Sungai Maron menawarkan spot yang Instagrammable dan wahana yang asik untuk liburan bersama teman atau keluarga. Tipe tujuan wisata yang asik untuk rame-rame, kurang asik kalau datang sendiri.

Sungai Maron

Wisata alam Sungai Maron terletak di Dersono, Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Operasional wisata Sungai Maron dibuka mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Destinasi wisata Sungai Maron buka setiap hari dan di masa liburan akan sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Sungai Maron

Tiket masuk menuju destinasi ini adalah Rp 5.000,00/orang dan anak-anak usia TK tidak perlu membayar tiket alias gratis. Untuk sewa perahu dikenakan biaya Rp 100.000,00/perahu yang bisa dinaiki 4 orang. Menurut saya harga ini masih terjangkau mengingat jarak tempuh pulang-pergi kurang lebih 45-60 menit hingga berujung di Pantai Ngiroboyo. Bapak ‘nahkoda’ perahu pun juga bisa menunggu jika kita ingin mampir sejenak di pantai sebelum kembali ke titik awal. Tak lupa, pengelola juga menyediakan rompi keselamatan yang harus dipakai oleh pengunjung jika akan naik perahu.

Sungai Maron

Fasilitas di Destinasi Wisata Sungai Maron

Sungai Maron

Menikmati liburan di Sungai Maron rasa-rasanya dimanjakan dengan pemandangan alam dengan nuansa hutan yang asri. Liburan yang terasa menyenangkan ini tentu harus didukung dengan fasilitas yang oke juga ya. Ada beberapa fasilitas di Sungai Maron yang membuat saya nyaman sebagai pengunjung, diantaranya adalah area parkir yang luas, tarifnya pun juga masih sangat wajar untuk kendaraan roda empat Rp 5.000,00 dan Rp 3.000,00.

Ada juga beberapa kedai dengan menyediakan menu es kelapa muda yang harganya Rp 7.000,00 per buah utuh, ada mushola, serta toilet.

Sungai Maron

Tips Berkunjung ke Sungai Maron

Sungai Maron

Ketika Teman-Teman berencana menghabiskan waktu liburan dengan susur Sungai Maron, berikut tips dari saya untuk kalian 🙂

Sungai Maron
Selain sebagai destinasi wisata, Sungai Maron juga digunakan jalur transportasi untuk membawa rumput pakan ternak.
  • Menurut saya, waktu terbaik untuk susur Sungai Maron adalah pagi hari, selain belum terlalu panas, suasana juga masih relatif sepi.
  • Pastikan kondisi badan dalam keadaan fit ya Teman-Teman agar bisa menikmati keindahan sepanjang Sungai Maron.
  • Siapkan uang tunai dan jangan lupa bawa smartphone atau kamera dalam keadaan full battery biar puas foto-foto dan bikin videonya.
  • Selalu berhati-hati dan tetap jaga kebersihan yaaa…

 

Sampai berjumpa dengan keindahan Sungai Maron, Teman 

 

Baca juga: Ke Pacitan, Jangan Lupa Mampir Pantai Klayar ^^

 

Pengalaman Pertama Berlibur ke Pantai Klayar Pacitan

Pantai Klayar

Pantai Klayar

Pantai Klayar yang terletak di Kabupaten Pacitan adalah salah satu pantai hits yang masuk daftar pantai yang harus dikunjungi. Demikian dengan saya yang akhirnya juga bisa berkunjung ke Pantai Klayar di Pacitan. Setelah hampir satu tahun tak melihat pantai, yak arena sebelumnya saya tinggal di Kota Palu, tempat ‘main’ saya lebih banyak ke pantai. Hal yang sama pun dirasakan oleh Bilgi, anak saya.

Pantai Klayar

Saat mendengar bahwa akan pergi ke pantai, bayangan di benak Bilgi adalah dia bisa berenang dan mengapung di laut seperti yang bisa dia lakukan jika pergi ke pantai-pantai di Kabupaten Donggala. Ternyata jangankan berenang, mengejar ombak pun tak diperbolehkan. 😀 Meski begitu, anak-anak akan selalu punya cara menikmati banyak hal di depan mata.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Pantai Klayar

Pantai Klayar

Pantai Klayar memiliki tipe ombak yang besar dengan pasir putih serta tebing-tebing batu yang mengelilinginya. Keindahan Pantai Klayar membuatnya tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan yang datang dari berbagai penjuru kota. Saat saya ke sana yang tidak sedang masa liburan pun Pantai Klayar juga dalam keadaan yang cukup ramai. Meski suasana cukup ramai, kami sangat menikmati keindahan Pantai Klayar dengan beberapa kegiatan yang menyenangkan.

Bermain Pasir dan ‘Berenang’

Pantai Klayar

Pantai Klayar memiliki tipe pasir yang halus berwarna putih yang bisa dipakai untuk membuat istana atau bermain bentuk. Selain bermain pasir, hal menyenangkan lainnya bagi anak-anak adalah ‘berenang’ ketika ombak datang menuju pantai. Nah, tipe ombak di sini adalah ombak besar. Jadi sangat menyenangkan bagi anak-anak tapi juga harus ekstra pengawasan ya…

Pantai Klayar

Ala-Ala Piknik

Menggelar tikar dan duduk menikmati keindahan pantai dengan backsong deburan ombak juga sangat menyenangkan. Sepertinya hal ini akan sulit dilakukan jika masih punya toddler hahaha karena pasti turun basah-basahan lebih menyenangkan.

Jajan dan Makan

Rasa-rasanya ini tak bisa ditinggalkan ya. Di Pantai Klayar banyak yang menjajakan makanan dan camilan-camilan khas Pacitan. Snack ringan dan aneka minuman, paling favorit dan cocok dengan suasana pantai tentu saja es degan atau kelapa muda.

Tips Saat Berkunjung ke Pantai Klayar

Pantai Klayar

Beberapa tips dari saya agar main di Pantai Klayar lebih menyenangkan, diantaranya membawakan peralatan bermain untuk anak seperti sekop mainan, ember kecil, cetakan-cetakan mainan atau apa pun yang dimiliki di rumah dan sesuai kebutuhan saat nanti di pantai. Jangan lupa bawa baju bersih dan perlengkapan mandi. Di Pantai Klayar ada beberapa penyewaan kamar mandi yang tidak menjual perlengkapan mandi seperti sabun. Ya lebih baik sudah siap dari rumah kan ya.

Fasilitas dan Tiket Masuk ke Pantai Klayar

Pantai Klayar

Salah satu fasilitas di Pantai Klayar yang bagi saya penting adalah area parkir. Di sini area parkir sangat luas. Ada yang masuk kategori dekat pantai atau agak jauh tapi jangan khawatir, di Pantai Klayar ada ojek motor yang bisa mengantar pengunjung dari area parkir hingga pantai dengan biaya yang terjangkau yaitu Rp 5.000,00 sekali jalan.

Pantai Klayar

Tiket masuk Pantai Klayar saat saya berkunjung saat itu adalah Rp 15.000,00 per orang dan Rp 5.000,00 untuk parkir kendaraan roda empat. Menurut saya masih terjangkau untuk tempat yang indahnya MasyaAllah.

Teman-Teman tim pantai atau tim gunung?

Pantai Klayar

Baca juga: Menikmati Pantai Taipa, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

 

Yuk, Kenalan Dengan Ngawioboro

Ngawioboro

Ngawioboro

Adakah Teman-Teman pernah dengar lagu hits Denny Caknan yang berjudul Kartonyono Medot Janji? Di salah satu barisnya terlantun ‘Kartonyono ning Ngawi medot janjimu’ auto nyanyi nggak? 😀

Ngawioboro

Kartonyono dalam lagu tersebut adalah sebuah perempatan di pusat Kota Ngawi yang di bagian tengahnya terdapat tugu gading gajah. Karena di sini terdapat icon-nya Ngawi, maka di sekitar Kartonyono ini di bangun trotoar yang akhirnya juga jadi icon sekaligus tempat tujuan main ke pusat kota. Meski hanya sekadar jalan dari ujung ke ujung atau duduk-duduk.

Ngawioboro

Ngawioboro

NgawioboroNgawioboro namanya. Dulu hanya sebuah trotoar di sepanjang Jalan Yos Sudarso yang disulap sedemikian rapi yang terinspirasi dari Malioboro Jogja.  Ngawioboro memiliki panjang sekitar 700 meter dimulai dari perempatan Kartonyono hingga samping Lapas Ngawi tepat di depan alun-alun. Sepanjang Ngawioboro ini terdapat beberapa toko besar, bank, perkantoran, beberapa rumah dan kedai-kedai.

Ngawioboro

Ngawioboro

Selain itu, di sepanjang Ngawioboro juga disediakan kursi-kursi dari kayu dan batu alam, tak ketinggalan juga kursi-kursi yang terbuat dari akar pohon besar yang menambah kecantikan. Ada juga patung dengan nilai artistik, lampu-lampu yang menambah suasana kian romantis.

Ngawioboro

Ngawioboro

Saat sore hari, Ngawioboro menjadi tujuan untuk jalan-jalan atau bercengkerama bersama teman-teman sambil menikmati minuman atau camilan yang bisa dibeli dari penjual di sekitar Ngawioboro. Tersedia banyak kedai makanan atau pedagang kaki lima yang menjajakan aneka camilan.

Ngawioboro
Tepat saat maghrib.

Di Ngawioboro juga sudah tersedia banyak tempat sampah yang ditata dengan rapi dan sangat mudah dijangkau. Udah taka da lagi alasan untuk meninggalkan sampah bungkus makanan atau membuangnya dengan sembarangan. Sangat sederhana ya tapi menurut saya sangat membahagiakan saat menikmati sore di Ngawioboro.

Tips berkunjung ke Ngawioboro

Ngawioboro

Teman-Teman nggak sempat menyiapkan bekal atau jajan, di Ngawioboro ada banyak pilihan camilan yang bisa dibeli dan dinikmati bersama orang tersayang. Kalau memang ingin bawa bekal, ya oke juga.

Ngawioboro

Jangan khawatir tentang parkir, para pengunjung bisa parkir di tempat yang telah disediakan. Nah, tempat parkirnya ini dibatasi oleh patung-patung ladybug untuk kendaraan roda dua, sedangkan mobil nanti akan diarahkan tukang parkir di sekitar Ngawioboro.

Ngawioboro

Menurut saya, waktu paling menyenangkan saat berkunjung sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 atau menjelang maghrib. Saat malam pun sepertinya lebih asik ya tapi saya belum pernah mencoba main ke Ngawioboro di atas pukul 19.00 WIB 😀

 

Baca juga: Yuk, Main ke Sumber Koso Ngawi ^^