Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Ngudar Rasa Kangen Jogja Lewat Sepotong Browniese Wong Jogja

Terhanyut aku akan nostalgia. Saat kita sering luangkan waktu. Nikmati bersama, suasana Jogja

Tahu dong itu cuplikan lagu judulnya apa? Dan siapa yang nyanyiin? Hits bangetlah yaaa…

Yap, lagu sangat populer dibawakan Kla Project berjudul Yogyakarta. Lagu yang seakan bisa menyihir pendengarnya dengan imajinasi visual memory tentang kota Jogja.

Saya pribadi yang pernah menghabiskan waktu tujuh tahun tinggal di Jogja benar-benar merasa rindu. Udah overload rasanya. Terlebih masa pandemi yang sungguh luar biasa. Benar, udah new normal sich tapi lebih baik menahan diri dulu yaa..

Biar benar-benar aman dan wabah korona ini menghilang.

Minggu lalu, seperti biasa, saat menikmati waktu rebahan hahaha saya windowshopping melalui status WA story teman-teman yang menggelar barang dagangannya. Nah, saya lihat tuh story Mama Aqila, tetangga baik hati saat dulu tinggal di Tangerang Selatan. Ia menawarkan Browniese Wong Jogja, yang benar-benar diproduksi dan dikirim dari Jogja. Tepatnya dari Bangunjiwo, Bantul.

Senanglah saya, sabtu kemarin terima paket berisi Browniese Wong Jogja. Oh, tenang, Browniese Wong Jogja ini brownies panggang ya, jadi lebih awet. Pun packaging-nya aman, dalamnya dilapisi bubble wrap, bagian luar kardusnya dilapisi plastik. Jadi tetap aman. Aman saat proses pengiriman dan aman dari serangan semut-semut manis :-D. Nggak basi saat diterima. Rasanya? Nah, bagian ini yang bikin saya semangat 😀 Browniese Wong Jogja ini crunchy di bagian luar tapi padat, empuk, dan lembut di bagian dalam. Yes, we are usually called it by chewy. Manisnya pas, rasa coklatnya juga pas, nggak ada yang mendominasi rasa. Saling melengkapi gitu lah kalau misal dua sejoli, hahaha… Pas banget untuk buka puasa tadi ditemani teh hangat manis atau tawar. Oh ya, satu lagi, Browniese Wong Jogja ini bukan bikinan pabrik ya, tapi rumahan. I love it, anyway.

Baca juga: Membangun Pabrik Roti di Rumah

Ngomongin soal rasa, saya jadi ingat tentang varian rasa Browniese Wong Jogja. Ada banyak sih, yang seingat saya ada rasa almond, keju, cochochips, oreo dan varian sekat. Varian sekat ini special karena semua varian masuk dalam satu box. Ukurannya ada tiga macam: size S, M, dan L. Nah, perdana saya icip-icip Browniese Wong Jogja ini saya pesan sekat dan keju ukuran M.

Kalau teman-teman suka hal-hal vintage, maka Browniese Wong Jogja ini bisa bikin cinta pada pandangan pertama. Yap, kemasannya dus coklat polos, nuansa vintage gitu. Untuk hadiah orang tersayang udah fix cocok, nggak malu-maluin. Ditambah lagi masih dapat kantong plastik khusus Browniese Wong Jogja, tapi dengar kabar, mulai minggu ini Browniese Wong Jogja menggunakan paperbag. Aih, makin kece lho teman-teman misal untuk seserahan atau hadiah.

Kita sama-sama tahu ya, Browniese Wong Jogja ini proses pembeliannya via online untuk kita yang tinggal di luar Jogja. Jadi nggak bisa untuk dadakan kayak tahu bulat, sekarang pesan sejam kemudian datang. Jadwal pengirimannya hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Jadi untuk teman-teman luar Jogja, harus sabar dengan sistem belanja online yaaa… 

Ini cerita pengalaman saya ya, tentang ‘jalan-jalan’ lewat rasa. Memindahkan memori manisnya Jogja dalam bentuk sepotong brownies. Sama-sama manis.

Biar ada variasi gitu deh selain ‘jalan-jalan’ lewat galeri HP hihihi…

Teman-teman yang tertarik Browniese Wong Jogja boleh banget pesan lewat Mama Aqila, sila tinggalkan jejak di kolom komentar, nanti saya bisikin kontak Mama Aqila.

Selamat ‘jalan-jalan’ lewat rasa, teman-teman semua ^^

 

Natur Hair Mask Aloe Vera Perawatan Rambut Praktis Untuk Para Mama Muda

Dulu, saat masih menjadi high quality single, saya termasuk yang bermasalah dengan kesehatan rambut yaitu rambut rontok di mana akar rambut memang rapuh. Sayangnya, hal itu berlanjut hingga saya jadi macan alias mama cantik…haha. saat hamil dan pasca melahirkan rambut rontok semakin banyak meski katanya memang wajar. Hal wajar bukan berarti harus dibiarkan saja kan ya? Pasti harus tetap dirawat dengan usaha yang baik juga. Apalagi setelah melahirkan ada makhluk mungil yang menyita waktu dan perhatian. Udah deh, bakal banyak alasan, eh, pembenaran untuk melewatkan merawat rambut karena sudah terbayang keriweuhannya. Jadilah saya mulai mencari perawatan rambut praktis tapi hasilnya maksimal :D, bertemulah dengan Natur Hair Care.

 

 

Sejak jaman masih gadis, saya sudah kenal dengan produk Natur, lebih-lebih Natur memiliki ciri khas yaitu memiliki aroma rerempahan atau semacam jamu-jamuan. Namun, para generasi senior di rumah suka menggunakan produk dari Natur untuk merawat kesehatan rambut, nggak sekadar untuk keramas-keramas aja gitu sih..

Beauty Sharing & Gathering Natur X Blogger Jogja

Nah, gayung bersambut, saya menemukan produk Natur hair mask lanjutlah saya kepo-kepo dan berjodoh sekali saat ada salah satu sahabat saya mengajak untuk hadir di event Beauty Sharing & Gathering Natur Hair Care X Blogger Jogja. Gathering tersebut diadakan di Bong Kopitown daerah Sagan Jogja pada hari Sabtu (6/7). Event tersebut tidak hanya belajar tentang optimasi blog bersama ahlinya, Mbah Indah Juli tetapi juga saya dapat informasi mengenai perawatan rambut praktis dari Natur dan yang paling menyenangkan adalah perawatan ini bisa dijadikan sebagai perawatan mingguan. Seneng banget kan Mamak-Mamak macam saya ini >.<

 

Nah, gayung bersambut, saya menemukan produk Natur hair mask lanjutlah saya kepo-kepo dan berjodoh sekali saat ada salah satu sahabat saya mengajak untuk hadir di event Beauty Sharing & Gathering Natur Hair Care X Blogger Jogja. Gathering tersebut diadakan di Bong Kopitown daerah Sagan Jogja pada hari Sabtu (6/7). Event tersebut tidak hanya belajar tentang optimasi blog bersama ahlinya, Mbah Indah Juli tetapi juga saya dapat informasi mengenai perawatan rambut praktis dari Natur dan yang paling menyenangkan adalah perawatan ini bisa dijadikan sebagai perawatan mingguan. Seneng banget kan Mamak-Mamak macam saya ini >.<

Salah satu perawatan rambut yang ditawarkan oleh Natur salah satunya adalah hair mask. Nah, Natur Hair Mask menyediakan tiga varian hair mask yaitu Hair Fall Treatment Ginseng Extract, Hair Nutritive Treatment Olive Oil & Vitamin E, dan Hair Nutritive Treatment Aloe Vera. Dari ketiganya tersebut saya menggunakan Hair Nutritive Treatment Aloe Vera. Namun, sebelumnya saya menggunakan Shampoo dan Hair Tonic Ginseng Extract. Ekstrak ginseng untuk mengatasi rambut rontok dan Hair Mask Hair Nutritive Treatment Aloe Vera untuk menutrisi dan menjaga kesuburan rambut dengan harapan rambut tumbuh lebat.

Naaah, yuuk, kita kenalan! Tak kenal maka tak sayang lhooo 😀

Berawal dari pandangan mata lalu turun ke hati dan mengendap diingatan, begitulah Mamak-Mamak macam saya menggambarkan Natur Hair Mask saat berusaha mengekspresikan tentang first impression pada kemasannya ‘+50% LEBIH BANYAK 15g + 7.5g’ prinsip Mamak-Mamak muda banget kan, modal seminimal mungkin tapi dapat banyak…hahaha :D. Di sisi lain, tidak hanya isi tetapi juga dengan hijau-hijau seger aloe vera yang bikin nyes-nyes imajinasi melayang-layang saat menggunakan hair mask Aloe Vera 😀

First Impression saya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan :D. Beneran iya, isinya lebih banyak…hahaha, rasanya nyes-nyes karena aromanya wangi segar bukan jamu-jamuan. Wujudnya dalam bentuk krim yang lembut (bingung menarasikannya, pokoknya lembut gitu deh :D). Yang tak kalah penting lagi adalah prinsip kepraktisan bagi Mamak-Mamak Muda yang memiliki bayi atau toddler karena Natur Hair Mask ini bisa digunakan secara praktis. Jadi setelah keramas menggunakan Natur shampoo Ginseng Extract, usapkan Natur Hair Mask varian Aloe Vera ini secara merata pada tiap helai rambut, pijat dari pangkal hingga ujung rambut. Lalu diamkan 1-2 menit kemudian bilas hingga bersih. Nah, perawatan ini bisa digunakan sekali seminggu atau sesuai kebutuhan, enak kan bisa untuk me-time saat anak tidur siang :D.

Hair Nutritive Treatment Aloe Vera ini mengandung ekstrak Aloe Vera yang khasiatnya kita sudah familiar kan ya? Bahkan bisa jadi diantara kita menggunakan Aloe Vera dengan mengusapkannya langsung pada rambut, pernah kan? Pernah kan? Atau hanya saya aja yang seperti itu? 😀 Sudah jadi rahasia umum bahwa Aloe Vera ini dapat membantu menutrisi helai rambut kita, menjaga kesuburan rambut sehingga rambut tampak lebat, halus, lembut, lembab, serta mudah diatur, nggak mudah kusut gitu lah yaaaa… Manfaat itulah dikemas secara praktis oleh Natur Hair Care ini dalam bentuk Natur Hair Mask varian Hair Nutritive Treatment Aloe Vera ini.

Untuk lebih meyakinkan lagi, dalam kemasan varian Hair Nutritive Treatment Aloe Vera juga dicantumkan komposisi yang terkandung dalam hair mask, di antaranya water, Olive (Olea europaea) Oil, Aloe barbadeniss extract, Lanolin, dan kawan-kawannya. Karena itulah, setelah pemakaian rambut terasa lembut dan tentunya, wangi!

Jatuh cintalah pastinya kalau rambut kita sehat, eh, suami kita juga 😀

Oh iya, untuk mendapatkan produk Natur Hair Care ini mudah banget, bisa pesan dari mana saja tentunya lewat gawai kita yaaa. Salah satunya bisa didapat di Shopee lhoo… Selain itu juga bisa follow instagram Natur @backtonatur dan like Facebook FP back to natur untuk mendapat informasi tentang perawatan rambut praktis dan alami. Mudah kan? Mudah kan?

Yuuuk, pilih yang alami karena alami lebih baik!

Salam cinta dari Mamak Cantik ^^

Roller Coaster Kehidupan StudentMom

Neng Koala

Diskusi Perempuan dan Pendidikan Tinggi Bersama Neng Koala

 

Keluarlah dari zona nyaman. Sembilu yang dulu. Biarlah membiru. Berkarya bersama hati. Bergeraklah dari zona nyaman. ~Fourtwnty~

 

Saat pagi di tanggal merah kemarin, saya dan suami menjemur pakaian bersama dengan sebelumnya suami memutar lagu dari iTunes-nya. Sayup-sayup saya dengar kalimat di lirik lagu “keluarlah dari zona nyaman” yang dinyanyikan Fourtwnty. Bagi saya saat ini bukanlah masa yang bisa dianggap santai dengan ritme kehidupan yang dianggap wajar oleh orang pada umumnya. Sebagai istri sekaligus ibu tentu saja konstruksi pemikiran di masyarakat (dan teori pengasuhan) idealnya adalah fokus pada anak,  suami dan urusan rumah tangga, sedangkan saya berada dalam fase di mana harus membagi fokus pada suami dan anak dengan segala macam tugas dan jurnal. Iya, saya berada di zona yang tidak nyaman, setidaknya begitu anggapan orang.

Dulu sekali, saya memiliki angan-angan ingin terus melanjutkan sekolah meskipun sudah menikah dan memiliki anak. “Pasti akan menyenangkan”, begitu pikir saya waktu itu. Ketika suatu ketika saya mengungkapkan khayalan saya itu, hampir sebagian besar akan menjawab bahwa itu tidak mungkin atau sekadar ditanggapi ‘untuk apa sekolah lagi?’. Kemudian banyak yang menyarankan untuk sekolah dulu baru menikah dan punya anak.

Kemudian, takdir membawa saya berdiri di pelaminan terlebih dahulu dan suasana kehidupan pernikahan membuat saya (sedikit) terlena pada cita-cita. Memasuki tahun ke empat pernikahan sekaligus menanti buah hati yang ternyata belum mengisi rahim, akhirnya saya kembali memutuskan untuk belajar, melanjutkan sekolah lagi dengan harapan perjalanan belajar kali ini bisa menjadi jalan spiritual lebih dekat dengan-Nya dan dianugerahi buah hati. Akhirnya, proposal saya pada Tuhan yang sedikit memaksa itu dikabulkan. Mulailah saya memainkan peran ganda di fase baru kehidupan.

Januari 2017 adalah awal saya memiliki status baru sebagai mahasiswi di Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia. Satu bulan berselang, saya menyadari ada yang sedikit berbeda dari diri saya, sekitar bulan Maret saya memutuskan ke dokter kandungan. Ternyata saya sudah hamil dengan usia kandungan delapan minggu. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan bagi orang-orang di sekitar saya, itu terlihat mudah bagi saya…haha.

Hamil muda dan kuliah lagi ditambah dengan perjalanan Bintaro-Salemba menggunakan commuter line sungguh menjadi hal luar biasa. Kehidupan yang drastis saya jalani, sebelumnya ritme kehidupan yang berjalan santai berubah menjadi ritme yang begitu cepat. Waktu terasa amat sangat berharga dan akhirnya benar kata kawan bahwa kehidupan Jakarta itu keras. Tantangan pada waktu itu adalah saya menyadari sering kontraksi saat di trimester pertama dan kedua. “Pegangan yang kuat ya Kak”, “Maaf ya Kak, ibuk belum bisa ngajak Kakak santai-santai, tiduran, atau tidur yang cukup”, “Kita sekolah ya Kak, semoga Allah menitipkan ilmu yang berkah untuk kita.” Hanya kalimat-kalimat itu yang terus menerus saya sounding pada bayi yang masih di rahim. Betapa bahagianya saya ketika saya mendapati tidak pernah absen di semester pertama dalam kondisi hamil muda.

Memasuki semester kedua perkuliahan dan saya sudah berada di akhir trimester ketiga bahkan H-2 sebelum melahirkan saya masih hadir di kelas. Selama masa kehamilan dengan ritme menjadi mahasiswa ternyata tidak semudah dalam angan meskipun tetap membahagiakan hingga datang waktu melahirkan yang saya jalani melalui operasi sesar. Saya tidak mengambil cuti perkuliahan, hanya memanfaatkan ijin tidak masuk kepada dosen dan administrasi di bagian akademik. Hari ketujuh pasca melahirkan sesar, ujian tengah semester dua datang menyapa dan saya tempuh jarak Bintaro-Salemba dengan commuter line demi ujian. Bisa? Alhamdulillah bisa dengan sangat menyakitkan…hahaha.

Kuliah bersama kelas besar atau antar peminatan

Hingga di sini, saya bersyukur bisa sekolah lagi dengan sebuah peran ganda menjadi mama dan mahasiswi. Allah Maha Tahu, jika saya sekolah terlebih dahulu di jenjang magister sebelum menikah dan punya anak, bisa jadi ritme kehidupan saya sama seperti ritme kehidupan di Jogja yang serba santai dan damai. Namun, kali ini saya bersyukur dan beruntung bisa mencicipi dua peran dengan perasaan macam naik roller coaster.

Ya, roller coaster kehidupan sebagai studentmom atau mamasiswa ternyata tidak semudah dalam khayalan. Tidak mudah menata waktu dan ego, bernego dan menjalin komunikasi, berdamai dengan diri, mengatur naik turun emosi, hingga menyeleksi komentar orang atas pilihan kita. “Ngapain sekolah lagi?”, “Fokus aja di rumah dan anak-anak, ngapain repot sekolah lagi, kapan senang-senangnya?”, “Udah nikah dan punya anak udah bukan waktunya sekolah lagi. Sekolah itu dulu sebelum menikah”, “Masa golden age anak itu sekali seumur hidupnya, kalau sekolah kamu ketinggalan dong ya?”, “Iya sih bisa sekolah lagi tapi kasihan banget sih anakmu.” Daaaan masih banyak yang lainnya. 😀

Bagaimana rasanya menghadapi komentar orang yang mengungkapkan fakta? Saya semacam menjadi perempuan yang nestapa dan dibanjiri rasa bersalah terutama pada anak dan suami. 😀 Di sisi lain, saya bahagia bahwa ternyata saya memiliki support system yang solid, good vibes dan positive people yang ternyata jauh lebih banyak. Salah satunya, saya menjadi bagian kecil bahkan seperti butiran deterjen dari sebuah komunitas bloger yaitu, BloggerCrony dengan prinsipnya adalah positive people dengan positive attitude yang memberi saya kesempatan hadir di launching buku Neng Koala yang berisi kisah-kisah mahasiswi Indonesia di Australia sekaligus diskusi bertemakan perempuan dan pendidikan tinggi di Aula Univeritas Binus tepat seminggu lalu (25/4). Dalam diskusi tersebut ada lima narasumber sekaligus penulis buku Neng Koala yang berbagi pengalamannya selama belajar di Australia dengan kondisi yang berbeda. Sharing pengalaman yang paling berkesan adalah ternyata saya tidak sendiri menjalani peran ganda sebagai mama dan mahasiswi yang pada waktu itu disampaikan oleh Mbak Adhityani “Dhitri” Putri, Alumnus Australian National University. Saya menyadari ternyata apa yang saya jalani masih tergolong ringan karena saya masih menjalaninya di Indonesia. *hoho*

Dalam tulisannya di buku Neng Koala, Mbak Dhitri menceritakan ada dua tantangan besar ketika melanjutkan kuliah di Australia sekaligus memiliki bayi dalam waktu yang bersamaan yaitu, mendapatkan tempat penitipan anak yang bagus dengan harga terjangkau dan membagi waktu dan perhatian antara kebutuhan si kecil, kebutuhan rumah, kebutuhan pribadi dan suami. Yap, saya bisa saja memberi jawaban yang mudah dengan “planning” atau “direncanakan dong!” Eitttsss, tahan dulu memberi jawaban yang super mudah itu karena bagi yang sudah punya anak pasti tahu bahwa rencana sematang apa pun itu bisa kandas seketika. Anak bayi dan balita mana bisa disuruh mengikuti jadwal deadine tugas ibunya? Daaaaaan, saya sudah mengalami itu…wkwkwk rela ngerjain tugas dengan menggadai waktu tidur malam demi tugas kelar, masalah besok berangkat ke kampus sambil melek merem urusan besok, syukur-syukur kalau dapat tempat duduk di commuter line untuk sekedar merem sebentar. It is heaven in the earth, Moms! 😀

Selain tulisan Mbak Dhitri di buku Neng Koala, saya juga memiliki kesan khusus kepada Mbak Cucu Saidah yang memiliki semangat dan daya juang yang tinggi. Bagaimana tidak, di tengah keterbatasannya di mana segala aktivitasnya dilakukan di atas kursi roda, ternyata tidak menghalanginya untuk melanjutkan sekolah di jenjang master bersama suaminya yang sama-sama memiliki keterbatasan. Dari Mbak Cucu lagi-lagi saya diingatkan lagi bahwa bagaimanapun kondisi kita bukan menjadi penghalang untuk banyak kebaikan termasuk menjemput ilmu. Hal yang membedakan adalah adanya niat dan tekad yang kuat dan berani merealisasikannya.

Saat saya membaca lembar demi lembar kisah Neng Koala, saya juga menemukan tulisan berjudul “Merajut Mimpi Bersama: Kuliah Bareng Suami” yang ditulis oleh Mbak Melati, founder Neng Koala. Tulisan itu lagi-lagi menyemangati saya dari sisi yang lain tentang keinginan saya dan suami untuk kuliah bareng, bareng secara waktu dan universitasnya bersama anak kami tentu saja. Mimpi besar yang tinggi itu tentu saja tidak bisa diwujudkan dengan mudah. Namun, Mbak Melati berpesan dalam tulisannya bahwa niat kuat bahkan nekat dan optimisme adalah kunci terwujudnya mimpi serta selalu bersyukur atas pilihan yang telah diambil bersama. Yaa, saya pun sepakat.

Banyak kisah berharga untuk mengisi semangat dari buku Neng Koala dan ini berharga sekali untuk saya yang sedang menjalani peran ganda sebagai mamasiswa. Kisah-kisah Neng Koala sangat beragam, bisa dibaca oleh semua kalangan, tidak harus jadi mamasiswa dulu baru membaca Neng Koala kok! Bagi perempuan Indonesia yang enerjik, penuh semangat dan cita-cita tinggi pada pendidikan, buku Neng Koala ini bisa jadi daftar bacaan dan teman slonjoran…hehe. Saya tidak memungkiri bahwa setelah menjadi ibu kewajiban bertambah seolah waktu selalu kurang dan tidak memungkinkan untuk sekolah lagi. Bukan tidak mungkin, mungkin kok asal berani mengambil keputusan dan tanggung jawab menyelesaikan apa yang sudah menjadi keputusan, semua itu tidak ada yang tidak mungkin tergantung kita berani atau tidak mengambil kesempatan untuk keluar dari zona nyaman. Ohya, selain para perempuan, buku Neng Koala juga bisa dibaca oleh para laki-laki agar bisa memiliki gambaran tentang dunia perempuan dan pendidikan tinggi.

Selesai membaca Neng Koala secara paripurna, saya memilih untuk tetap bersyukur dan bahagia menikmati roller coaster kehidupan sebagai mamasiswa.

Salam dari mamasiswa terenerjik di dunia Bilgi! 😀

 

 

 

 

 

Inspiring Mom: Di Balik Tangan Dingin JeDar Couture

Don’t judge the book by its cover.

Saya pikir, kata bijak tersebut benar adanya dan semakin menyadarkan saya bahwa segala penilaian harus dimulai dengan berbagai macam pendekatan. Salah satu cara pendekatan yang bisa dilakukan adalah membangun komunikasi yang baik. Itu pun juga banyak jalannya, misalnya dengan ngobrol santai atau bahasa kekiniannya ngobrol cantik.

Nah, bertepatan pada peringatan Hari Kartini pada 21 April lalu, saya berkesempatan ngobrol cantik dengan sosok di balik tangan dingin JeDar Couture. Kesempatan tersebut saya dapat dari event BloggerCrony spesial blogger view bertajuk “Inspiring Mom: Look Great Think Smart”. Panasnya Ibukota benar-benar semakin membakar semangat saya untuk berangkat meskipun akan jadi kali pertama serta harus mencari alamat. Alhamdulillah, bukan alamat palsu.*hahaha*

DSC_0007 (1).jpg*dokumentasi pribadi*

Bicara tentang Inspiring Mom tentu saja tidak akan ada habisnya dan tentu saja memiliki standar ukuran masing-masing. Di kesempatan Kartinian kali ini, saya berkesempatan mengikuti acara ngobrol cantik bersama ibu muda yang dari tangannya terlahir sebuah karya bernama JeDar Couture. JeDar Couture bernaung di bawah PT. Buana Lautan Mas Garmindo yang terletak di pusat belanja sejuta umat ibukota bahkan dari luar ibukota.

JeDar Couture adalah sebuah brand clothing line yang dilahirkan oleh Jessica Iskandar. Iya, Jessica Iskandar yang sering terlihat di layar kaca sebagai public figure. Ibu Muda kelahiran tahun 1988 ini memulai karir di dunia modelling dan sebagai bintang layar lebar “Dealova”. Jessica Iskandar atau yang lebih akrab di sapa JeDar yang membangun personal brandingnya di dunia hiburan sebagai sosok yang terlihat tidak begitu cerdas. Namun, setelah ngobrol cantik di acara Blogger Gathering ternyata di luar dugaan. JeDar selain memang benar-benar cantik, bahkan lebih cantik dari pada saat di layar televisi, ia juga seorang sosok yang cerdas dan kuat.

Ibu muda yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Trisakti memulai melebarkan sayap di dunia bisnis di akhir tahun 2015, yang awalnya dirintis bersama-sama dengan Raffi Ahmad. Tidak hanya ajimumpung karena JeDar adalah seorang artis dan public figure, tetapi JeDar memang memiliki darah seni di bidang desain sesuai dengan jurusan yang pernah diambilnya ketika kuliah. Kemampuannya di bidang desain dan kecermatannya menjemput peluang tidak disia-siakan olehnya. Apalagi JeDar telah memiliki putra yang menjadi pusat segala semangatnya.

DSC_0001 (2).jpg*dokumentasi pribadi*

Menjadi single mom, mompreneur sekaligus public figure bukanlah hal yang mudah. Perlu manajemen waktu yang sangat ketat untuk menjalankan semuanya. Perlu mental kuat dan mental pemenang untuk menggerakkannya, itulah yang dimiliki oleh JeDar. Apa sajakah itu?

  • Pandai mengatur waktu. JeDar menjelaskan bahwa mengatur waktu untuk menjangkau semua rutinitas untuk menjalani hari-hari memang melelahkan. Oleh karena itu, JeDar benar-benar membaginya dengan secermat mungkin, terlebih sudah ada El Barrack yang membutuhkannya. JeDar memanfaatkan waktu senggangnya misal saat di perjalanan sambil menikmati kemacetan, ia manfaatkan untuk membalas chat yang masuk pemesanan JeDar Couture. Weekend adalah waktu yang dimanfaat untuk El Barrack, putranya dan JeDar mulai mengurangi shooting sinetron kejar tayang agar bisa tetap membesarkan JeDar Couture dan lebih banyak meluangkan waktu untuk El.
  • Fokus. Dalam menjalankan bisnisnya, JeDar mengatakan bahwa fokus adalah kunci utama. Salah satunya fokus untuk memilih media marketing. Misalnya, JeDar lebih fokus menggunakan Instagram sebagai campaign untuk mengenalkan brandnya.
  • Bangga dan bersyukur menggunakan brand hasil karya sendiri. Sebagai artis dan pusat perhatian, gaya busana JeDar pun tak lepas dari seribu pasang mata yang melihatnya. Style yang terlihat casual namun tetap elegan banyak melahirkan pertanyaan padanya. Dari sanalah, salah satu alasan JeDar Couture dilahirkan. Agar tidak hanya JeDar yang bangga memakai brand karya sendiri tetapi juga masyarakat luas ikut bangga mengenakan clothing karya anak negeri.
  • Ringan tangan dalam berbagi ilmu. JeDar menyadari bahwa segala pencapaian dan kerja kerasnya bisa tercapai dan dijalani dengan mudah juga karena keberadaan teman-teman dan para fans-nya. Di mana pun, dengan siapa pun, ia pun siap berbagi ilmu tentang bisnis clothing line-nya. Karena dengan berbagi itulah sebenarnya JeDar sedang membangun relasi, begitu ungkapnya.
  • Aktif berperan. JeDar melahirkan JeDar Couture tidak sendirian, ada tim yang hebat yang senantiasa mendukung dan membantunya. Namun, ikut aktif di dalamnya adalah hal yang penting. Bukan tidak percaya, namun ada sebuah bahagia ketika ikut aktif di dalamnya dan JeDar mendesain sendiri JeDar Couture. Menuangkan semua kreatifitas dan imajinasi dalam karyanya secara langsung sehingga brand yang ia miliki benar-benar mencerminkan pemiliknya.
  • Memenuhi Hak Anak. Menajdi ibu muda dengan segudang aktifitas, JeDar tidak lantas melupakan hal El Barrack untuk mendapatkan ASI eksklusif. Inspiring Mom ini juga selalu berupaya agar El Barrack lulus ASI hingga 2 tahun. Kebayang kan gimana tantangan yang harus ditaklukkan?

Yap, itulah sosok tangan dingin dibalik JeDar Couture yang hangat, ceria, dan penuh semangat. Lalu, apa sih JeDar Couture itu?

DSC_0010.jpg*dokumentasi pribadi: Koleksi JeDar Couture*

JeDar Couture adalah sebuah brand fashion yang dirintis oleh Jessica Iskandar. Koleksi JeDar Couture terdiri atas T-shirt, jogger, pants, denim, dress, juga jumpsuit. Nyot Nyot adalah sebuah nama celana denim strict yang ringan dan elegan. Celana Nyot Nyot ini salah satu produk yang paling hits, lhooo. Bahannya lembut dan bagus. Tidak hanya celana, JeDar juga mengeluarkan aneka T-shirt yang bahannya sangat lembut dan menyerap keringat, nyaman dipakai dan cocok dikenakan di negara tropis seperti Indonesia yang mendapat cahaya matahari terus-menerus. Modelnya juga kekinian, bisa dipakai oleh kalangan remaja, wanita dewasa, bahkan ibu-ibu sekalipun tetapi tetap up to date dan memancarkan semangat jiwa muda.

Harga JeDar Couture antara Rp 149.000 hingga Rp 700.000. Ada harga ada rupa ya :D. Tenang, kualitas dijamin bahkan JeDar yang memilih, menentukan, dan mengawasinya secara langsung. Di waktu-waktu tertentu juga tersedia diskon yang menggoda iman, jadi sering-seringlah stalking ke instagramnya @jedar_superbintangid.

Produk brand JeDar Couture juga mudah didapatkan kok, bisa pemesanan langsung via LINE, Instagram, blibli.com, Lazada, dan Zalora. Bisa juga didapatkan di offline market, yaitu di Ramayana dan Lotus.

Bulan ini rasa-rasanya saya sedang dididik oleh Tuhan lewat beragam cara dengan beragam hikmah tentang hidup. Salah satunya yang dikatakan JeDar adalah jangan pernah merasa lelah, terus berjuang memberikan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan tidak hanya untuk kita melainkan untuk orang lain. Selain itu, saya juga belajar tentang penilaian bahwa jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dalam menilai seseorang. Semoga semangat JeDar sebagai seorang ibu dan mompreneur menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk tidak mudah menyerah dan terus semangat menciptakan kebaikan-kebaikan. ^^

FB_IMG_1461240685907
*sumber foto: kiriman*

Screenshot_2016-05-04-22-28-13.png
*sumber: Instagram @jedar_superbintangid*

 

Tips Menikmati Euforia The Big Bad Wolf Book Sale 2016

DSC_0003 (1)

Kemarin (1/5), saya dan sparing life partner memutuskan untuk mengunjungi The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale di Indonesia Convention  Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD). Perjalanan kurang lebih 30-45 menit ditempuh dari Pondokaren, terasa tidak begitu jauh ketika sampai di lokasi dan melihat buku-buku yang sangat banyak. Nggak rugilah ya…

Pameran diadakan di Hall 10, bagi yang berangkat ke sana dengan naik mobil bisa langsung parking di depan Hall 10. Namun, bagi pengunjung yang bersepeda motor, tempat parkir berada di LG Hall 1 lalu berjalan kaki menuju LG Hall 3 setelah itu naik menuju Hall 3 dan tinggal berjalan melewati setiap hall. Hall 10 berada paling ujung. Ohya, tempat parkir di LG Hall 1, jika setelah belok dari perempatan lurus sedikit, ada pertigaan belok kiri, pintu parkir di sebelah kanan jalan setelah belok di pertigaan pertama tadi. Karena jika kebablasan putar baliknya jauh…hahaha

BBW Sale pertama kali diinisiasi oleh direktur eksekutif BookXcess, Andrew Yap. Awalnya, dulu BBW Sale pertama kali diadakan tahun 2009 di Malaysia dan sukses sebagai acara tahunan sampai sekarang sedangkan tahun ini adalah tahun pertama diadakan di Indonesia. Kalau saya sih ya, semoga menjadi agenda tahunan. Di BBW ini harga buku dipatok dari harga Rp 30.000-Rp 200.000, tetapi rata-rata Rp 45.000-Rp 95.000 itu sudah dapat buku dengan kualitas sangat bagus.

DSC_0005.jpg

BBW Book Sale 2016 kali ini terbagi dalam dua jenis buku berdasarkan asal kedatangannya, ada buku dalam negeri dan buku impor. Namun, buku impor tetap mendominasi dan buku dalam negeri hanya ada dari penerbit Mizan Group. Jadi, terselenggaranya BBW ini menurut saya bisa memfasilitasi warga Indonesia akan buku-buku berbahasa Inggris, bukan karena tidak cinta bahasa Indonesia tetapi agar lebih memiliki wawasan yang lebih luas dan mendapat buku-buku berbahasa Inggris dengan harga yang sangat murah dan tetap berkualitas. Saya pernah punya pengalaman beli novel di Amazon ketika dilihat dari nilai dolar sih sedikit, tapi setelah dikurs-kan ke rupiah memang bikin dompet jebol belum termasuk tambahan biaya dari masuk Indonesia hingga ke tangan (Ayah) saya*hahaha* Ketika ada BBW ini, saya pribadi sangat senang. Dengan budget beli di Amazon/Periplus bisa dapat banyak buku di BBW. *Pokoknya gak mau rugi…haha*
Semoga penilaian kita terhadap keberadaan BBW ini tidak terlalu sempit ya ^^

Saya mengamati buku-buku impor yang dijual dalam ajang BBW ini termasuk buku-buku best-seller dan buku-buku eksklusif yang dikenal mahal tetapi bisa diboyong dengan harga miring plus tiarap. Beneran! Buku-buku yang tersedia terdiri atas beragam genre. Ada family, cook, art and craft, photography, references, fiction, dan berbagai macam buku anak-anak. Ada juga poster yang dijual dengan gambar menarik nuansa vintage. Bagi yang sedang merencanakan dekorasi rumah bisa langsung lihat-lihat posternya. Meskipun BBW Book Sale diselenggarakan di hall yang sangat luas, tetapi para pengunjung tidak perlu khawatir karena setiap genre panitia memberikan tulisan untuk memudahkan para book hunter. 

Tips dari saya untuk memudahkan dan semakin nyaman berkunjung di BBW Book Sale:

  1. Buat daftar buku dan tetapkan budget yang akan digunakan. Menurut saya, hal ini penting dilakukan agar menghindari rasa kalab di ‘medan perang’ *haha
  2. Bawalah uang tunai. Jika melihat kondisi kemarin, saya lebih menyarankan untuk membawa uang tunai, meski di sana juga ada atm di ICE BSD di hall 4 (seingat saya) dan ada mobil atm juga namun dengan antrean. Ohya, kemarin diumumkan bahwa debit atm BCA tidak bisa digunakan untuk transaksi di sana. (Ntah kenapa, namun hanya itu yang saya dengar)
  3. Bawalah kantong sendiri dari rumah. Nah, karena di sana pengunjungnya sangat banyaaaaak, akan ada kemungkinan kehabisan troly. Jadi daripada membawa buku incaran ke mana-mana lebih baik diletakkan di kantong yang sudah disiapkan dari rumah sekaligus diet kantong plastik ketika nantinya sudah selesai transaksi di kasir.
  4. Menyiapkan bekal atau setidaknya makan terlebih dahulu. Di BBW, sangat sedikit yang menjual makanan bahkan bisa dihitung jari dengan menu fast food tentu saja. Harganya antara Rp 25.000-Rp 40.000. Kalau saya melihatnya dari segi porsi, daripada dibelikan makan lebih baik dibelikan buku udah dapat 1. *haha
  5. Lihat dan ingat-ingat denah. Hal ini penting dilakukan agar kita bisa memetakan ke arah mana yang pertama kali akan dituju. Denah diletakkan di samping pintu masuk. Boleh juga foto-foto di depan denah. It’s free!
  6. Pakailah pakaian yang nyaman. Karena di sana banyak sekali pengunjung dan meski sudah ada AC tetep saja akan terasa gerah, itu wajar dan jangan terlalu menghakimi dengan keadaan yang seperti itu. Jadi pakailah pakaian yang nyaman dan bagi perempuan, bawalah tas yang tidak membuat repot.
  7. Sparing Partner yang sama-sama suka baca atau setidaknya suka dengan buku. Poin ini juga tidak kalah penting. Setiap momen memang memiliki rasa dan nuansa yang berbeda bagi setiap orang. Tentukan partner yang memiliki selera yang sama ketika berkunjung ke BBW. Bagi yang sudah memiliki life-time partner dan bisa selalu satu radar, maka bersyukurlah karena mendapat dalam satu paket komplit. 😀

Selanjutnya, tentang ketersediaan tempat salat bagi pengunjung muslim. Jangan khawatir, tersedia musalla di lantai 2 hall 8 dengan suasana yang nyaman, dingin dan karepet yang wangi. Namun, bagi muslimah yang mungkin seperti saya (yang seringnya dianggap ribet ketika berwudlu), tempat wudlu yang disediakan it is not moeslema-friendly karena wudlunya harus berbarengan dengan jamaah laki-laki. Hanya ada 2 kran air. Kalau saya kemarin, wudlu di toilet yang saya pikir ada kran air di setiap kotak toilet, tapi saya tidak menemukan. Konsep toilet modern yang ada di ICE BSD. Namun, karena kepepet akhirnya saya wudlu di wastafel 😀 Jadi bagi muslimah yang sedang tidak salat justru lebih diuntungkan karena sedang datang bulan. *hehehe*

Yap, itulah pengalaman kemarin mengunjungi The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale 2016. Semoga tips dan sedikit gambaran dari saya bisa bermanfaat untuk yang memiliki rencana berkunjung ke BBW saat longweekend besok. Semoga bermanfaat dan tetap menyenangkan. ^^

DSC_0006.jpg

 

[Review]: Mie Setan Jahanam Ngawi

DSC_0002

Saya akui bahwa Ngawi mengalami perkembangan yang pesat termasuk dunia kulinernya. Saya banyak menjumpai resto atau semacam kafe yang baru. Menu yang ditawarkan pun juga beragam dan penuh dengan inovasi. Jika dulu menu yang ada ‘hanya itu-itu saja’ misal nasi pecel, soto, gule, chinese food, rawon, sate ayam, sate kambing, bakso, mie ayam dkk, maka sekarang tempat makan baru yang didesain ala-ala kafe serta menawarkan menu yang segar atau menu baru, sebut saja steak, mie yang disajikan dengan suasana baru (yang belum ada di Ngawi) seperti ramen atau mie yang disajikan dengan cara lain. Salah satunya adalah Mie Setan Jahanam Ngawi.

Bagi teman-teman yang ada di Ngawi dan ingin wasting time untuk ngobrol, ketemuan, malam mingguan, atau bahkan sekedar makan, nah, ini di Ngawi ada tempat makan baru terlebih bagi penyuka mie serba pedas. Yes, Mie Setan Jahanam ini baru dibuka, menyediakan makanan pedas dengan menu andalan mie, sesuai slogannya ‘Eat Mie’. Ada mie goreng dan mie rebus tanpa kuah. Penasaran? *haha. Bagi yang tidak menyukai pedas jangan khawatir karena di sana disediakan pilihan level 0 alias tidak pedas. Makan berat selain mie juga ada yaitu, nasi goreng dengan pilihan mulai level 0. Menu mie dan nasi goreng disajikan dengan tambahan nugget dan ham (daging sapi olahan). Dari segi rasa, menurut saya rasanya berada di level terpuji ^^ enaaaaaak.

Selain menu utama, Mie Setan Jahanam juga menyediakan dessert atau makanan pencuci mulut, seperti pancake eskrim, 3in1 (sosis, kentang stik, nugget), eskrim goreng. Kalau saya nagih dengan sekrim gorengnya. Level rasa terpuji. Mungkin, karena masih baru menu dessert-nya masih sedikit, belum banyak pilihan. Kemarin sempat usul untuk menambah menu baru untuk dessert.

Selanjutnya, kelompok minuman. Di Mie Setan Jahanam ini menyediakan aneka pilihan menu minuman seperti es teh, es jeruk yang gelasnya bikin customer sukaaaaa, karena apa? Yap, karena ukurannya yang jumbo :D, ada red squash, blue squash, dan green squash (aslinya ada namanya, tapi saya lupa *haha) ketiga minuman squash ini saya sudah coba semua dan yang terakhir ada aneka milkshake (khusus milkshake belum pernah nyoba).

Mie Setan Jahanam ini terletak di Jalan Ronggowarsito no 102A, jika dari arah SMPN 1 Ngawi lurus saja hingga melewati klinik merah putih, lurus dikit sebelum pertigaan RSUD Ngawi. Buka dari jam 9 pagi hingga 9 malam. Menurut pengalaman sih, ketika pertama kali ke sana sebelum jam 8 sudah habis karena memang ramai. Untuk range harga, tenaaaaaang, cukup bahkan ramah di kantong dengan tempat yang nyaman dan bersih. Ada TV dan wifi juga.

Semoga bisa memberi rekomendasi bagi teman-teman yang butuh tempat untuk melepas kangen dengan sahabat-sahabat tercinta saat pulang ke Ngawi. ^^