Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Carani Hotel adalah salah satu hotel yang terletak di Jalan Prof. Herman Yohanes No. 16 Terban, Yogyakarta. Salah satu area yang menurut saya sangat strategis, dekat dengan salah satu pusat perbelanjaan dan banyak di sekitar dekat hotel terdapat deretan kuliner yang legendaris. Misalnya, depan Carani Hotel ada Gudeg Yu Djum, sampingnya ada Lotek Bu Bagyo, ada juga Gudeg Sagan hingga Ayam Geprek Keprabon. Selain itu juga ada banyak pilihan kedai kopi di sepanjang Jalan Prof. Herman Yohanes. Lokasi Carani Hotel juga sangat dekat dengan UGM dan UNY.
Fasilitas Carani Hotel
Tempat strategis disertai dengan fasilitas yang memuaskan tentu akan menarik peminat termasuk saya. Saya dua kali memutuskan menginap di Carani Hotel salah satu alasannya adalah lokasi yang dekat dengan kuliner-kuliner yang enak. Termasuk juga ada Bakmi Jawa saat malam dekat hotel.
Bicara fasilitas, Carani Hotel memiliki fasilitas yang bagus. Di dalam kamar sudah tersedia water heater, gula, teh, kopi, cangkir, dan sendok. Oh iya, tidak ada air minum dalam botol plastik. Carani Hotel menerapkan sistem eco-friendly, pihak manajemen telah menyiapkan teko air dan kita bisa mengisinya dari dispenser yang sudah disiapkan di tiap sudut lorong hotel. Air dalam dispenser tersedia dingin dan panas. Fasilitas lain ada brankas, TV dan alat mandi lengkap beserta hair dryer dan air hangat. Tak kalah penting, Carani Hotel juga menyediakan akses wifi secara gratis dengan akses yang lumayan cepat.
Tipe Kamar di Carani Hotel
Ada tipe kamar yang bisa dipilih di Carani Hotel yaitu, pertama, Twin Bed (Room Only) atau Twin Bed with breakfast dengan harga antara Rp 322.222,00/malam hingga Rp 377.778,00/malam. Kedua, tipe Hollywood yang memiliki dua pilihan yaitu Room Only atau With Breakfast dengan kisaran harga yang sama dengan tipe twin bed. Bedanya, Hollywood menggunakan 1 double bed. Ketiga, adalah tipe Family with breakfast dengan kisaran harga Rp 433.333,00/malam dengan ukuran kamar yang lebih luas.
Menurut saya, sistem pesannya juga sangat mudah dengan pesan langsung di Carani Hotel dan melalui aplikasi online seperti Traveloka. Untuk pemesanan langsung bisa tetap dapat kamar jika tidak sedang musim liburan yaa, kalau musim liburan sebaiknya pesan melalui aplikasi daring aja biar aman. Iya nggak?
Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Kariim. Mohon maaf lahir batin ya Teman-Teman ^^ Bagaimana libur lebarannya?
Tahun ini akhirnya mudik lagi setelah tiga kali lebaran tanpa mudik dan dua lebaran kemarin saya rayakan di tanah rantau. Merasakan lagi mudik ke Kota Trenggalek. Makan-makan lagi dengan menu khas keluarga dan tentunya cemal-cemil jajanan khas lebaran dan jajanan khas kota ini. Iya ya, makanan akan selalu jadi sesuatu yang mengesankan. Termasuk juga oleh-oleh jajanannya. Iya kan ya?
Salah satu toko di pusat oleh-oleh Khas Trenggalek di Kranding, Bendorejo, Pogalan. Berada di jalan utama menuju Trenggalek kota dari arah Tulungagung.
Nah, ini ada beberapa rekomendasi oleh-oleh dari Kota Trenggalek yang menurut saya jadi favorit.
Manco
Manco dengan dua varian.
Bagi saya jajanan ini khas, cemilan ringan macam krupuk. Bentuknya bulat tetapi bagian dalamnya kopong. Luarnya dilapisi gula dan krupuk nasi kering seperti remahan reginang dan ada juga yang berupa wijen. Jadi rasanya itu perpaduan gurih dan manis.
Opak Kali
Opak Kali jadi salah satu favorit saya karena saya pikir ini rendah kalori π Opak Kali ini digoreng dengan pasir, tanpa minyak. Dimakan dengan sambel pecel. Tiap anjangsana ke rumah-rumah saudara atau tetangga-tetangga mbah biasanya disediakan Opak Kali ini. Makan Opak Kali sambil ngobrol sana-sini sungguh menyenangkan. π
Alen-Alen
Alen-Alen khas Trenggalek ini bentuknya bulat seperti cincin. Ada yang bagian dalamnya kopong dan ada yang berisi atau nggak kopong tapis ama-sama empuk dan renyah. Kalau dari rasanya, saya pikir berbeda dengan Lanting khas Kebumen.
Alen-Alen dari Kota Trenggalek yang berwarna kuning, pojok kiri paling bawah.
Tempe Kripik
Tempe Kripik mungkin akan dengan mudah kita jumpai di beberapa kota, tetapi Tempe Kripik Khas Trenggalek ini bentuknya mirip tempe mendoan, bukan tempe kripik yang tempenya diiris gitu. Jadi bentuk tempe kripiknya seperti tempe dibungkus daun, berukuran cukup besar dan tipis. Rasanya gurih dan renyah.
Apakah Teman-Teman sudah pernah mencoba salah satu dari oleh-oleh Kota Trenggalek?
Sebenarnya, kalau boleh jujur penginapan ini adalah pilihan ke-3 ketika merencanakan liburan ke Danau Poso. Jadi pilihan ke-3 karena pilihan pertama dan pilihan kedua sedang penuh, maklum peak session karena memang sedang masa libur lebaran. Lalu kenapa Danau Poso Resort ini menjadi pilihan ketiga? Apakah memang tidak lebih baik dari pilihan pertama dan pilihan kedua? Ternyata tidak. Lalu, mengapa penginapan ini menjadi pilihan ketiga? Jawabannya karena hanya masalah promosi dan ketidaktahuan saya tentang mana-mana saja tempat menginap yang recommended di sekitar Danau Poso. Penginapan pertama dipilih karena sebelumnya memang sudah pernah menginap di sana, dan lumayan menyenangkan experience-nya. Sedangkan penginapan kedua dipilih karena lokasinya dekat dengan penginapan pilihan pertama, thatβs it.
Fasilitas di Danau Poso Resort
Kolam renang, ruang terbuka untuk menikmati pemandangan Danau Poso dan tepat di sampingnya ada ruang gym.
Kalau mencari di google map teman-teman bisa temukan dengan keyword Poso Lake Resort. Walaupun, sekali lagi, penginapan ini adalah pilihan ke 3, tapi secara experience menginap, penginapan ini bisalah disejajarin dengan penginapan yang lain. Bahkan mungkin secara fasilitas, Danau Poso Resort adalah yang terlengkap di antara yang lainnya. Apa saja fasilitasnya? Ada kamar dengan beberapa pilihan tipe kamar, restoran yang buka sampai malam, tempat parkir, mushola, kolam renang, tempat bermain anak, wahana air (perahu dan semacam speed boat gitu), ruang hiburan (pas ngintip sih kayak ada meja biliardnya), aula serba guna yang bisa digunakan untuk pertemuan, dan semacam saung untuk sekadar nongkrong sambil menikmati luasnya Danau Poso, dan tempat gym yang langsung menghadap Danau Poso.
Area parkir yang cukup luas.
Tuh, lengkap banget kan fasilitasnya. Kayaknya emang niat banget waktu bangun penginapan ini. Ditambah lagi, ketika baru saja tiba di penginapan ini disambut samar-samar sedikit kabut karena memang penginapannya berada di ketinggian. Jadi suasananya memang pegunungan banget ya teman-teman.
Alasan Menjadikan Tentena Sebagai Tujuan Menikmati Libur Lebaran
Seperti yang sudah ditulis di atas, di google map penginapan ini bisa dengan mudah ditemukan dengan keyword Poso Lake Resort. Berlokasi tentu saja di pinggir Danau Poso, Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Dari Kota Poso sendiri, tempat ini masih perlu kira-kira 1,5 jam perjalanan menggunkan mobil. Sedangkan jika berangkat dari Kota Palu, siap-siap untuk spare energi ekstra karena masih sekitar 7 jam perjalanan. Waktu itu suami saya nyetir sendiri selama 7 jam dari Kota Palu menuju Kota Poso lanjut ke Tentena khusus untuk berlibur bersama dan saya pikir lama perjalanan tidak masalah sama sekali. Pertama, karena Tentena adalah salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi, bukan hanya dengan Danau Poso-nya, namun juga wisata alam lain di sekitar danau seperti misalnya air terjun dan goa-goa alami.
Β Air Terjun Saluopa di Tentena.
Kedua, karena selama perjalanan dari Kota Palu ke Tentena, kami banyak singgah di sepanjang perjalanan, benar-benar menikmati perjalanan, karena di sepanjang perjalanan ada banyak alasan untuk sekadar mampir, misalnya melihat kumpulan monyet hitam di Kebon Kopi, melewati Pondok Pesantren Gontor 6 di Poso, mampir di pantai-pantai sepanjang perjalanan Parigi-Poso, mampir beli lalampa terenak di Toboli atau makan siang di food court Poso City Mall. Kalau tidak suka suasana modern bisa juga makan siang di warung ikan bakar di pinggir pantai. Pokoknya, kami benar-benar menikmati perjalanannya.
Tipe-Tipe Kamar di Danau Poso Resort
Foto diambil sesaat sebelum check out π
Oke, sekarang kita ngomongin harga ya. Danau Poso Resort ini punya banyak pilihan harga dari yang termurah Rp 400.000,00Β sampai yang termahal di harga Rp 1.000.000,00. Rinciannya sebagai berikut:
Standar room: Rp 400.000,00.
Superior room: Rp 500.000,00.
Deluxe room: Rp 650.000,00.
Grand deluxe: Rp 700.000,00.
Suite room: Rp 850.000,00.
Junior suite: Rp 850.000,00.
Family room: Rp 1.000.000,00.
Executive room: Rp 1.000.000,00.
Semua kamar sudah dilengkapi dengan AC dan wifi. Pengen tau lebih lanjut perbedaan kelas kamar-kamar yang disebutin di atas? Jangan khawatir, informasi detail sekaligus pemesanan bisa kalian dapatkan di aplikasi booking online populer seperti Traveloka. Ini juga merupakan salah satu nilai lebih bagi Danau Poso Resort karena dua penginapan populer lain yang saya sebut diawal hanya bisa dipesan lewat reservasi langsung ke nomor telp/HP hotelnya.
Seokchon Lake adalah salah satu tempat paling populer untuk melihat cherry blossom di Seoul. Selain memang tempatnya yang indah, tempat ini juga mudah diakses melalui transportasi umum, saya sendiri lebih suka diajak suami menggunakan subway dari Kota Suwon, tempat suami saya tinggal. Kalau naik subway, turun di Jamsil Station dan keluar melalui exit 1 atau 2 untuk menuju sisi danau bagian timur dan exit 3 atau 4 untuk menuju sisi danau bagaian barat. Selain naik subway, Seokchon Lake bisa juga diakses menggunakan bus. Saya suka menggunakan aplikasi Naver Map untuk menuju ke suatu tempat. Di situ akan dikasih tahu naik bus nomor berapa dan turun di halte mana bahkan akan dikasih tahu berapa menit lagi bus akan tiba di halte keberangkatan. Seriously, aplikasi semacam Naver Map ini yang suatu saat pengen banget ada di Indonesia, minimal di Jakarta dule deh. Amal jariyah banget sih orang yang bikin aplikasi ini, bener-bener berguna soalnya, hehe.
Antara danau sisi timur dan barat dihubungkan oleh jembatan di bawah jalan raya. Di tengah danau sisi barat terdapat Lotte World Magic Island sedangkan danau di sisi timur nampak lebih lapang karena hanya berupa hamparan danau saja. Jadi saat ke sini memang menyesuaikan saja dengan selera kita ingin yang mana. Kalau ingin background foto yang variatif, bisa ke danau sisi barat atau kalau suka background foto yang agak lapang bisa ke danau di sisi timur.
Ada yang mengklaim lebih dari 1000 pohon cherry blossom berjejer di sepanjang jalur yang mengelilingi danau. Saya sendiri gak sempat menghitungnya, ngapain juga kan, haha. Tapi yang jelas di sepanjang kiri kanan jalan yang mengelilingi danau tumbuh rapat berjejer pohon cherry blossom. Selama festival cherry blossom di Seokchon Lake, kita bisa berjalan-jalan dengan santai di bawah kanopi bunga cherry blossom yang berwarna merah muda pucat yang indah. Selain karena keindahan bunga cherry blossom, tempat ini populer karena berada satu komplek dengan Lotte World Magic Island dan Lotte World Tower. Teman-teman bisa di mana saja berfoto dengan background cherry blossom, tapi berfoto dengan tambahan background Lotte World Tower yang iconic, ya cuma ada di sini.
Tips Menikmati Cherry Blossom dan Angle Foto Terbaik di Seokchon Lake
Festival cherry blossom di Seokchon Lake sendiri biasanya diadakan pada minggu pertama dan kedua bulan April setiap tahunnya. Tips dari saya, kalau memang ingin mengunjungi danau ini tidak perlu menunggu hari festival diadakan, datang saja saat bunga cherry blossom sedang mekar dengan sempurna. Hari diadakan festival tidak selalu bertepatan dengan saat mekarnya bunga dengan sempurna. Misalnya festival tahun 2023 yang diadakan tanggal 5 β 9 April 2023. Saya sendiri datang tanggal 1 dan 2 April 2023 karena berdasarkan perkiraan cuaca tanggal 5 akan hujan sepanjang hari yang tentu saja akan membuat bunga cherry blossom menjadi rontok.
Cherry blossom ini meskipun cantiknya bukan main, tapi hatinya rapuh, kena angin saja rontok, apalagi kena hujan, habislah dia. Jadi, harus cermat memperkirakan kapan bunga ini akan mekar sempurna karena satu tempat dengan tempat yang lain akan berbeda waktunya, dan tentu saja cek juga perkiraan cuaca beberapa hari ke depan, jangan sampai sentuhan tanganmu didahului oleh sentuhan hujan. Di Korea, perkiraan cuaca akuratnya bukan main bahkan jamnya pun lumayan akurat. Suami pernah memiliki pengalaman bahwa dia satu hari melihat perkiraan cuaca hari itu pukul 12:00 akan hujan lebat, padahal pagi hari dia berangkat ke kampus, matahari masih terang benderang. Benar saja, kurang lebih pukul 12:00 turun hujan lumayan lebat. Tuh, jadi ingat dramanya Song Kang dan Park Min Young kan π Teman-teman ingat judulnya apa? π
Dari tadi yang dibahas gimana cara dapat foto bagus saat musim mekarnya cherry blossom ya. Ya memang apalagi yang dicari oleh turis macam saya selain foto-foto dan eksis di media sosial, haha. Eh, untuk update di blog juga π
Di negara empat musim bulan Maret-April mungkin jadi bulan favorit bagi sebagian besar orang, karena bulan ini, khususnya di Korea musim semi mulai menunjukkan keindahannya. Tunas baru mulai tumbuh, rerumputan mulai menghijau, dan bunga mulai bermekaran. Di Korea, tidak ada daya tarik paling utama yang melebihi mekarnya cherry blossom di musim semi.
Menikmati Cherry Blossom di salah satu sudut University of Ajou, Kota Suwon.
Oh iya, satu hal yang baru saya tahu bahwa ternyata cherry blossom adalah bunga yang rapuh macam saya hahah :-D, kena angin saja rontok, apalagi kena hujan, biasanya sejak mekar mereka cuma bisa bertahan 1 β 2 minggu doang, so we have to grab it fast.
Menikmati musim semi di salah satu sudut kampus, KyungHee University, Suwon.
Sebagai orang dari negara tropis yang hanya memiliki dua musim, this is my first spring and I hope it is not the last time. Kali pertama juga berkunjung di Kota Suwon karena suami sedang tinggal di sini. Kota Suwon dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Seoul, tidak terlalu jauh. Tentu saja ingin memaksimalkan pengalaman the first spring dengan sebaik-baiknya dengan mengunjungi spot terbaik menikmati cherry blossom di Suwon. Inilah beberapa spot terbaik di Kota Suwon.
Cherry Blossom dari Hwaseong Fortress, Suwon.
Ajou University
Ngapain jauh-jauh kalau di kampus suami, juga bisa menikmati cherry blossom yang tak kalah bagus dari tempat lain. Spot terbaik adalah di Student Union, taman belakang Central Library, dan di samping soccer field. Sore menjelang malam, banyak mahasiswa yang terlihat menikmati mekarnya cherry blossom sambil duduk di bangku taman. Entah sekadar duduk, baca buku, atau ngobrol dengan kawan-kawan yang sembari minum soju (non halal ya) dan ngemil.
Cerita dari suami, pihak kampus juga memanjakan mahasiswa dengan memasang lampu-lampu di bawah pohon supaya masih bisa dinikmati saat malam hari. Sebegitu effort-nya padahal lampu-lampu tadi gak sampe satu minggu sudah dibongkar lagi, why? Ya karena si cherry blossom udah rontok. Korea memang terbaik kalau masalah instalasi-instalasi cantik di setiap sudut kota.
KyungHee University
Berasa lihat drama nggak sih? π
Kali ini kalau kata suami, melipir sebentar ke kampus tetangga, KyungHee University kampus Suwon. Kampus ini katanya merupakan salah satu spot terbaik menikmati cherry blossom di Kota Suwon.
Ketika saya mengunjunginya saat puncaknya cherry blossom mekar, well no debate at all, secantik itu. Desain kampus yang dibangun dengan konsep neo renaissance semakin nambah cantik dan anggun.
Hwaseong Fortress
Pada jaman Dinasti Joseon, Suwon adalah salah satu pusat pemerintahan Korea. Nah, Hwaseong Fortress ini adalah bangunan semacam benteng yang dibangun untuk melindungi kota dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO.
Di sekitar fortress banyak sekali cafe cantik untuk tempat ngopi dan nongkrong. Ngafe sambil menikmati eksotisnya warisan sejarah di bawah cantiknya cherry blossom, because why not?Β Coba bayangkan minum kopi, baca buku, dan cherry blossomΒ sama dengan isi energi dan tangki cinta. Eaaaa π
Gwanggyo Lake Park
Bisa dibilang, tempat ini adalah hidden gem di Kota Suwon. Karena teman-teman suami yang sudah lebih lama tinggal di Kota Suwon mengaku belum pernah dan tidak tau ada tempat ini. Gwanggyo Lake Park berlokasi di depan gerbang utama Kyonggi University.
Kalau naik kereta dari Ajou University hanya berjarak satu stasiun. Pohon cherry blossom berjajar rapat di sepanjang tepi danau, dan di samping danau terdapat jalan raya yang pohon cheryy blossom-nya berjajar rapat sepanjang jalan, dramatis banget kayak dalam drama. Tempat ini gak diragukan lagi jadi salah satu tempat favorit kami terutama suami.
Benteng Van Den Bosch atau biasa dikenal dengan nama Benteng Pendem Ngawi. Letaknya berada di tengah Kota Ngawi, tepatnya di Kelurahan Pelem tak jauh dari Alun-Alun Ngawi. Lokasinya sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti becak, bentor atau ojek.
Gerbang masuk ke Benteng Van Den Bosch, Ngawi.
Lokasi
Pintu masuk menuju area Benteng Van Den Bosch, Ngawi.
Benteng Van Den Bosch terletak di Jalan Untung Suropati No. II, Pelem II, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Gapura Benteng Van Den Bosch tepat berseberangan dengan Taman Makam Pahlawan Ngawi. Letak Benteng Pendem ini dekat dengan Pasar Besar Ngawi dan pusat Pemerintahan Kabupaten Ngawi.
Sejarah Benteng Van Den Bosch
Pintu bagian dalam dari Benteng Van Den Bosch Ngawi. Area bagian dalam yang terlihat belum dibuka untuk umum.Salah satu sisi dari Benteng Van Den Bosch, Ngawi.
Benteng Van Den Bosch adalah sebuah bangunan peninggalan di jaman penjajahan Belanda. Benteng ini berada di dekat dengan sudut pertemuan Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Saat saya mengunjungi Benteng Van Den Bosch, benteng ini dibangun lebih rendah daripada posisi tanah di sekitarnya. Jadi dari luar seperti tidak terlihat bahwa ada sebuah benteng dan memenuhi unsur sebagai benteng pertahanan. Meskipun posisinya lebih rendah tapi benteng ini terhindar dari banjir.
Deretan jendela di salah satu sisi benteng.
Menurut Bappelitbang Kabupaten Ngawi, dulu sekitar abad 19, Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur. Kemudian dijadikan pusat pertahanan Belanda di wilayah Madiun dan sekitarnya dalam Perang Diponegoro. Tahun 1825, Ngawi direbut dan diduduki Belanda. Untuk mempertahankan kedudukan, mempertahankan fungsi strategis Ngawi dan menguasai jalur perdagangan, Pemerintah Hindia Belanda membangun benteng yang dipimpin oleh Johannes Van Den Bosch.
Salah satu sisi bagian belakang dari beteng.
Benteng Van Den Bosch dibangun tepat di sudut pertemuan Bengawan Solo dan Sungai Madiun yang pada saat itu menjadi jalur perdagangan strategis. Pada saat itu, jalur lalu lintas sungai dapat dilalui oleh perahu-perahu yang cukup besar. Tak hanya itu, perahu-perahu yang lalu Lalang memuat berbagai macam hasil bumi berupa rempah-rempah dan palawija dari wilayah Solo-Ngawi-Madiun menuju Gresik dan sebaliknya.
Menuju sisi belakang dari Benteng Van Den Bosch, Ngawi.Masih di bagian sisi belakang dari Beteng Van Den Bosch, Ngawi.Salah satu pintu berukuran besar di sisi belakang benteng.
Wajah Baru Benteng Van Den Bosch
Area belakang.
Saya menganggap, saya termasuk yang kurang beruntung, tumbuh besar di Ngawi tapi saya belum pernah berkunjung ke Benteng Pendem dalam bentuk bangunan asli atau sebelum dipugar. Kemarin saat ke Benteng Pendem, saya sudah melihatnya dalam balutan wajah baru. Sejak 2021, Benteng Van Den Bosch telah dipugar oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Penampakan depan pintu masuk pertama dari atas.
Benteng Van Den Bosch telah dibuka untuk umum tapi hanya bisa berkeliling di bagian luar benteng. Bagian dalam belum dibuka dan masih dalam tahap pemugaran. Menurut saya, tempatnya asik untuk berjalan-berjalan, masih banyak pohon-pohon yang membuatnya terlihat asri. Wajah baru Benteng Van Den Bosch didominasi dengan warna putih, jalur pejalan kaki terdapat jalan paving block yang nyaman bahkan rerumputan pun juga terlihat terawat serta kebersihan terjaga.
Fasilitas dan Tiket Masuk Benteng Van Den Bosch
Penampakan area parkir dan halaman depan area parkir.
Benteng Van Den Bosch menyiapkan fasilitas yang memadai bagi para pengunjung. Diantaranya area parkir yang luas, toilet yang mudah dijangkau yaitu tersedia toilet di sudut-sudut jalur keliling di area benteng, lingkungan yang bersih serta terdapat taman labirin dan air mancur.
Tiket masuk Benteng Van Den Bosch.
Harga tiket menuju Benteng Van Den Bosch ini juga sangat terjangkau yaitu Rp 5.000,00/orang sudah termasuk parkir. Di area parkir juga ada beberapa kedai yang menjual aneka minuman dan cemilan. Jam operasional Benteng Van Den Bosch mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan buka setiap hari.
Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Benteng Van Den Bosch
Outing class anak-anak SD.Dua bapak guru yang sedang beristirahat.
Tak hanya belajar sejarah, saat main ke Benteng Van Den Bosch saya melihat beberapa pasangan yang sedang melakukan sesi foto prewedding dan ada juga yang sedang melakukan sesi foto untuk katalog bisnis fashion. Ada juga yang melakukan piknik dengan menggelar karpet, menikmati bekal dan mengobrol. Di bagian belakang benteng, saya pun juga melihat ada rombongan anak-anak SD beserta bapak guru yang sedang melakukan outing class. Ada juga di sudut pintu masuk, sekelompok ibu-ibu sedang berkumpul dan mengadakan rapat. Ada juga kelompok senam yang mengadakan senam pagi di area Benteng Pendem.
Pemandangan di belakang salah satu kedai.
Cerita kali ini saya tutup dengan perasaan senang karena akhirnya saya main-main ke Benteng Van Den Bosch di Tengah Kota Ngawi. Yuk, Teman-Teman mampir main di Benteng Van Den Bosch saat kalian berada di Ngawi.