Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan ala Blogger

pangan2
Hamparan sawah di tanah surga katanya. Lokasi: Bungur Paron Ngawi.

Bicara tentang pangan, menurut saya sudah bukan menjadi hal yang asing lagi. Seperti kita tahu, pangan adalah salah satu dari tiga elemen bahan pokok selain sandang dan papan yang pemenuhannya berada di level penting sebagai inti kehidupan secara fisik. Pangan yang terdengar simpel dan terlihat sederhana di depan mata kita ternyata menyimpan permasalahan yang rumit dan meminta jalan keluar dari berbagai pihak.

Indonesia yang dalam sebuah lagu bak kolam susu yang mampu menghidupi siapa saja yang hidup dalam naungannya ternyata masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan karena krisis pangan. Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas dan subur. Koes Plus menggambarkan dalam baris lagunya bahwa orang bilang tanah kita, tanah surga tongkat kayu dan bambu jadi tanaman. Ya, betapa Indonesia telah memiliki anugerah besar berupa lahan pertanian yang luas, yang secara tidak langsung seharusnya tak ada kelaparan maupun krisis pangan di negeri gemah ripah loh jinawi ini.

Di sisi lain, sektor pertanian yang semestinya menjadi tulang punggung untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan kelaparan justru menurun. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia pada tahun 2013 mencapai 28.070.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, 17.740.000 jiwa adalah penduduk desa yang mayoritas adalah petani. Selain itu, keragaman genetika juga semakin terancam ketika benih menjadi komoditi ekonomi yang dikuasai oleh industri.

Mengenal Lebih Dekat Pertanian Berkelanjutan dan Permasalahannya

Hari Minggu lalu (30/10) saya berkesempatan mengikuti sebuah seminar yang diinisiasi oleh Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) dengan tajuk “Memajukan Pertanian Berkelanjutan untuk Wujudkan Hak Atas Pangan” dengan mengangkat sejumlah isu krusial tentang pertanian berkelanjutan dan pemenuhan hak atas pangan. Dalam seminar tersebut menghadirkan narasumber berkompeten di antaranya pemerhati isu pangan, pemerintah, dan NGO diskusi publik kali ini terasa istimewa karena hadir artis Dea Ananda yang turut menjadi pembicara.

Tjuk Eko Hari Basuki dari Kementrian Pertanian mengawali presentasi tentang konsep pertanian berkelanjutan dengan kearifan lokal. “Pertanian sebaiknya jangan disempitkan artinya sebatas produksi pangan, tapi merupakan kehidupan itu sendiri,” tuturnya. Menurut Tjuk, sistem pertanian di Indonesia sebenarnya sangat dekat dengan nilai-nilai kearifan lokal setiap daerah yang dianut dan dijalankan oleh masyarakat. Misalnya pertanian di Jawa mengenal istilah pranoto mongso sebagai metode pertanian berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan jejaring pangan. Menurutnya, melalui pranoto mongso petani bisa mengetahui dan memprediksikan pola bercocok tanam yang tepat di masa-masa krisis.

Dalam sebuah sistem pertanian, selain mengenal metode pertanian berkelanjutan dengan kearifan lokal, kita juga perlu mengenal bagaimana peranan perempuan dalam praktik pertanian berkelanjutan. Menurut Direktur Keadilan Ekonomi Oxfam Indonesia Dini Widiastuti menjelaskan bahwa perempuan seharusnya terus dilibatkan dalam mekanisme produksi pangan, berperan aktif melaksanakan pertanian bekelanjutan. Misalnya, sifat perempuan yang lebih telaten bisa dimanfaatkan untuk memilah dan memilih bijih benih terbaik. Selain itu, peranan perempuan dalam hal pengolahan pangan lokal memiliki peranan yang juga tak kalah penting hingga ketercukupan gizi dari setiap aktifitas dapur rumah masing-masing setiap harinya.

Perencana Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN (Bappenas) Noor Avianto memberikan pandangan tentang kebijakan produksi lima tahun ke depan dan kondisi saat ini terhadap konsumsi pangan. Terkait pangan dan pertanian berkelanjutan, pemerintah akan meningkatkan tanaman pangan padi mencapai surplus beras. Memfokuskan jagung untuk memenuhi keragaman pangan lokal, mengamankan kecukupan kebutuhan kedelai untuk konsumsi produsen tahu dan tempe. Selain itu pemerintah akan memfokuskan pemenuhan konsumsi rumah tangga terkait gula, daging sapi dan garam. Selain itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi saat ini terhadap konsumsi pangan di antaranya kemiskinan, jumlah penduduk Indonesia, keberagaman konsumsi pangan, dan gizi.

Segala sesuatu di dunia ini, saya pikir pasti memiliki trendnya sendiri-sendiri begitu juga dengan pangan yang biasanya kita kenal dengan trend pangan global yang gencar dibawa ke ranah publik. Dalam kesempatan ini, Khudori sebagai pengamat pangan dan pertanian yang merupakan anggota FAA PPMI menyebutkan sejumlah kecenderungan tentang tren pangan global. Misalnya telah terjadi reduksi keanekaragaman hayati, saat ini petani kian tergantung pada paket teknologi, benih, pupuk, pestisida, dari luar negeri.

Sebagai penutup seminar memperinagti Hari Pangan, Pelantun lagu anak-anak di era 90-an itu menyampaikan pandangan tentang pentingnya mempromosikan pangan lokal di dunia internasional seperti Korea dan Jepang yang mampu menjadikan produk pangan lokal mereka sebagai konsumsi masyarakat di negara lain. Indonesia yang kaya akan keberagaman tanaman pangan seharusnya bisa lebih baik dari Korea dan Jepang. Selain itu menurut Dea yang mengaku sedari kecil terbiasa mengkonsumsi makanan sehat, organik dan sesuai porsi yang berdampak positif bagi kelangsungan kesehatan tubuh. Sebelum mengakhirinya, Dea pun mengingatkan pada kita pada lagu Dudidam yang di era 90an dinyanyikan oleh Enno Lerian bahwa sebenarnya secara tidak langsung sedari kita kecil, kita sudah dikenalkan dengan produk makanan lokal dari kekayaan negeri kita sendiri dan dari dapur rumah kita sendiri.

Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan

Segala macam permasalahan saya pikir pastilah memiliki solusi melalui upaya-upaya yang terus diusahakan, termasuk upaya mewujudkan ketahanan pangan. Seperti halnya, pemerintah mengembangkan pertanian berbasis ekoregion yang menggunakan pendekatan sesuai kondisi dan kebutuhan region sekaligus menerapkan nilai-nilai kearifan lokal, bukan pendekatan komoditas. Elite daerah seharusnya menganggap isu tentang ketahanan pangan ini penting.

Dalam peningkatan hasil pertanian, sebenarnya pemerintah telah berperan dengan memberikan bantuan berupa alat pertanian. Namun, di sisi lain harga pupuk dan harga beli terhadap hasil pertanian pada para petani masih belum memadai. Hasil panen harus diputar untuk membeli pupuk serta biaya untuk pengairan yang cukup tinggi. Ke depannya, semoga harga untuk hasil panen para petani bisa lebih baik lagi.

Upaya yang baru-baru ini digalakkan untuk mewujudkan ketahanan pangan adalah dengan regenerasi para petani muda melalui Petani Muda Award. Tujuannya adalah agar ada yang menjadi tonggak estafet dari para petani senior pada petani muda dalam mendukung dan mewujudkan ketahanan pangan bagi Indonesia.

pangan1
cinta buah dan sayur (pangan) lokal

Nah, sebagai blogger tentunya kita juga memiliki peran untuk mendukung program yang mulia ini dalam mewujudkan ketahanan pangan. Para blogger bisa menjadi trend setter untuk memperkenalkan aneka macam hasil (olahan) pangan lokal melalui tulisan, melakukan pendekatan melalui aktifitas di dunia maya untuk mengurangi foodwaste serta ajakan untuk bisa lebih menghargai makanan yang ada di hadapan kita. Bukan sekedar menghargai makanannya tetapi lebih pada menghargai proses lika-liku bagaimana makanan itu bisa tersaji di atas piring kita. Tak bisa dipungkiri bahwa sekarang ini dengan kemajuan teknologi yang tak terbendung, kekuatan media sosial akan sangat membantu mengampanyekan upaya-upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan kekuatan media sosial, para blogger bisa berperan sebagai role model dalam pola konsumsi  aneka (olahan) pangan lokal dan menguraikan kandungan gizi yang ada di dalamnya serta menanamkan rasa cinta pada ragam hasil olahan pangan lokal yang tak kalah dengan makanan olahan  luar negeri yang dianggap kekinian.

Seperti yang telah disampaikan oleh Mas Agung Sedayu sebagai koordinator presidium PPMI bahwa program pertanian berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi perhatian dari semua pihak. Tentunya dengan kapasitas dan masing-masing peranan.

Jadi, mari kita upayakan usaha terbaik kita untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

Di mana (Seharusnya) Meletakkan Mimpi dan Hati?

blogpost

Saya pikir, setiap orang pastilah memiliki mimpi yang ingin mereka raih untuk benar-benar mewujudkan agar menjadi nyata. Saat kita sedang berproses membuatnya nyata, mimpi-mimpi itu akan kita simpan di sebuah tempat yang hanya kita tahu. Saya pun demikian, saya memiliki tempat untuk menyimpannya.

Menempuh perjalanan udara adalah hal istimewa, bagi saya. Udik? Ah, biarlah. *hahaha. Berada di ketinggian 29.000 kaki di atas permukaan laut, menikmati awan-awan putih seperti kapas terkoyak oleh si burung besi. Menikmati lapis demi lapis arakan awan yang akhirnya menyadarkan saya pada sebuah kata bijak, “Di atas langit masih ada langit.” Biasanya kata bijak itu digunakan ibu sebagai pengingat untuk saya bahwa di dunia ini masih akan ada yang lebih di atas saya. Sekaligus mengingatkan saya, karena akan ada langit di atas langit maka menundukkan hati akan jauh lebih baik.

Saya menyukai ketika pesawat menuju titik tertinggi. Ketika bumi terlihat menjauh namun tetap memesona seperti maket para arsitek. Seriously, momen ini saya ingat drama korea “Personal Taste”, ingat Jo Ji Hoon seorang arsitek muda yang akrab dengan desain dan maket. *hahaha. Oke, back to the main topic, pesawat yang perlahan naik yang mampu menawan mata atas keindahan bumi yang lama-lama akan sejenak menghilang tertutup arakan awan.

Langit. Di antara arak-arakan awan itulah, saya menyimpan setiap harap dan mimpi-mimpi. Meletakkannya di antara arak-arakan awan di tiap lapisan langit. Membumbung tinggi yang akan dijangkau dengan semangat dan rasa optimis. Jarak yang sangat jauh akan terasa dekat dengan untaian doa-doa yang menguatkan dan tangan Tuhan yang bekerja memberi jalan dalam kemas kemudahan. Di antara mimpi dan saya ada ruang yang penuh dengan kejutan, di dalamnya ada ikhtiyar dan tawakkal, ada kisah tentang lelah bahkan sesenggukan yang terkadang tanpa alasan, begitu saya menyebutnya.

Saat segala kerja dan tenaga dikeluarkan untuk mencapai mimpi-mimpi yang ada di langit, saat itu juga saya akan merasa di titik bahagia. Titik bahagia di mana sering melenakan, yang tanpa sadar membuat saya jumawa. Jumawa pada diri, jumawa pada usaha yang seakan segalanya ada di tangan saya. Jumawa pada buket-buket pujian yang menghampiri. Saat itu akan ada masa saya lupa.

Mengertikah kalian siapa yang tiba-tiba membuat saya terlena pada pencapaian? Ada makhluk kecil yang bersemayam dalam diri saya. Ia seperti ruang dengan serat-serat yang halus. Segala suara yang terdengar darinya, sejatinya adalah kejujuran. Namun, tak jarang saya pun mengabaikannya. Ia, makhluk kecil yang rapuh, mudah terbolak-balik, mudah goyah, mudah lemah. Ia, makhluk kecil yang senantiasa digenggam oleh Tuhan yang karenanya saya selalu meminta untuk ketetapannya.

Ia adalah hati (nurani). Ia adalah makhluk kecil pengendali rasa yang bahkan logika tak mampu berdebat dengannya. Kejujurannya yang bahkan otak akan menolaknya hingga saya sebagai pemilik makhluk kecil itu menjadi tak waras dalam bimbang. Makhluk sekecil itu, mampu mengambil alih segala apa yang ada pada diri. Ia mampu mengendalikan kata, sikap, pola pikir, sudut pandang, segalanya ada di tangannya. Ia, makhluk kecil itu selalu mudah goyah hingga saya selalu ingin mengajukan proposal pada Tuhan agar selalu menjaganya dalam keadaan baik, memiliki prasangka yang baik, sikap yang baik, hingga kata yang menenangkan bagi hati-hati yang lain.

blogpost2
hati memandang mimpi

Karakternya yang seperti itu membuat saya mencari tempat yang nyaman untuk menyimpannya. Tempat di mana ia akan terjaga dari jumawa dan sia. Akhirnya, biarlah si kecil ini berada di bumi. Biarlah tetap bisa rendah hati namun bukan rendah diri. Biarlah ia selalu menengadah pada langit sekadar menengok mimpi yang akan menunggu giliran untuk menjadi kenyataan. Biar si kecil ini menjadi prasangka baik di tiap ikhtiyar, doa, dan rasa lelah saat harus memangkas jarak antara ‘bumi’ dan ‘langit’. Ia, kecil namun tidak kerdil.

Di antara arakan awan yang terbelah oleh si burung besi ini, salah satu doaku membumbung menuju arsy semoga Engkau berkenan menyimpan mimpi-mimpi dan harapan-harapan hamba tetap di langit dan meletakkan hati hamba untuk tetap tinggal di bumi.

Ini ceritaku, mana ceritamu? Di mana kalian meletakkan mimpi dan hati kalian? ^^

Mencicipi ‘Welcome to the Premier Life’ di Best Western Premier Solo Baru

bwp3

Minggu lalu, saya berkesempatan mencicipi ‘surga dunia’ yang memiliki motto Welcome to the Premier Life di sebuah hotel mewah bintang lima di Premier Solo Baru. Saya bisa berkunjung ke hotel yang berdiri di bulan Maret 2015 itu dalam acara bloggerview, saya salah satu dari 10 blogger dari BloggerCrony. Kali ini, pertama kalinya, saya datang ke hotel sebagai blogger melalui passion, menulis. Biasanya kalau keluar masuk hotel dalam rangka jalan-jalan dengan sponsorship Mas Partner. 😀

Berkisah tentang sebuah hotel, pastilah akan membicarakan fasilitas-fasilitas yang tersedia karena memang itulah yang dicari untuk akhirnya memutuskan hotel mana yang akan disinggahi. Nah, fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh Best Western Premier Solo Baru inilah yang bagi saya bisa jadi favorit dan pertimbangan. Harganya pasti mahal bukan? Yah, jika saya akan menjawab itu soal relatif. Ada rupa ada harga (kualitas) yang harus dibayar. Dengan fasilitas dan pelayanan yang baik berapapun harganya tak akan ada apa-apanya jika kita merasa puas dan membuat orang yang kita ajak menikmatinya juga ceria dan bahagia.

Best Western Premier Solo Baru mampu memberikan itu, rasa bahagia dan puas. Berbagai macam fasilitas utama atau pun fasilitas pendukung yang sangat bagus dan mewah. Saat kita datang ke sana, kita bak raja atau pun ratu dalam istana dan inilah pengalaman saya sebagai ‘ratu’ di Best Western Premier Solo Baru.

Violan Meeting Room

Violan meeting room berada di lantai dasar dan terdiri atas delapan ruang. Violan meeting room bisa memuat 60 hingga 80 orang dengan sistem round-table yang dilengkapi dengan koneksi internet yang cepat, proyektor LCD, whiteboard and Flipchart dengan markers, writing pads and pencils, dan air mineral botol dan permen.

Skyline 88-89

Skyline 88-89 berada di lantai 21 dan memiliki beranda yang merupakan spot terbaik untuk menikmati Solo dari ketinggian. It has been a big deal, guys! Saya berkesempatan makan malam, menikmati konser mini akustik sambil menikmati aneka jamuan makan malam. Hembusan angin yang tak hanya semilir, tapi cukup kencang dan tetap saja, romantis! Skyline 88-89 ini biasanya digunakan untuk ruang rapat juga, yang bisa memuat 120 hingga 140 orang dengan fasilitas yang sama dengan Violan Meeting Room. Hanya saja, Skyline 88-89 menawarkan pemandangan yang berbeda, ia menawarkan keromatisan dari sebuah ketinggian.

Ruby Convention Hall

bwp1

BWP Solo Baru memiliki convention hall bernama Ruby. Ruangan ini bisa dibagi menjadi dua ruangan, disesuaikan dengan kebutuhan si pemesan. Satu ruang penuh bisa memuat 1200 orang dengan sistem raound-table dan 1800 orang dengan sistem theater. Jika dibagi menjadi dua ruangan, Ruby Convention Hall 1 dan Ruby Convention Hall 2 maka bisa memuat 450-650 orang dengan sistem round-table dan 700-1000 dengan sistem theater. Ruangan yang nyaman dan dingin dengan hiasan lampu yang mewah. Convention hall ini biasanya dipakai untuk acara perusahaan, konser, dan pesta pernikahan. Ohya, hari ini (26/10) Raisa menggelar konser di convention hall Best Western Premier Solo Baru.

Kamar yang Mewah

Yippii, cerita tentang kamar, saya mendapat kesempatan menikmati tiga hari dua malam di kamar deluxe lantai 18 dengan nomor kamar 1807. Nyaman banget. AC dingin, kamar mandi bersih, meski shower sempat nggak nyala karena mungkin putaran leher si shower agak longgar, semoga bisa diperbaiki dan lebih lancar lagi ^^, ada air panas dan air dingin, segala macam perlengkapan untuk mandi tersedia dengan lengkap termasuk shower cap dan pelengkapan grooming, handuk yang setiap hari diganti, kamar yang selalu dibersihkan, ada mini di kamar dengan beberapa makanan dan minuman ringan, welcome fruit and cake, tv, sandal, tissu, sangat lengkap.

BWP Solo Baru memiliki lima ragam kamar dengan rincian superior terdiri atas 66 kamar, deluxe terdiri atas 256, super deluxe 15 kamar, suite terdiri atas 10 kamar, dan premier ada 1 kamar. Kamar Premier ini yang paling besar dan mewah yang berada di lantai 22.

Spa dan Sauna

Spa dan sauna berada di lantai 3. Ruang spa terdiri dari 6 ruang, seingat saya. Ada satu ruang yang spesial karena digunakan untuk menikmati spa dengan pasangan. Ruangannya ini bisa bikin baper 11 purnama. *haha

Ruang sauna ada 2 area, area perempuan dan laki-laki. Ruang sauna bisa digunakan satu atau dua orang. Sauna ini bisa dinikmati gratis saat menginap, berbeda dengan spa yang memang harus merogoh kocek lagi.

Infinity Swimming Pool

Kolam renang BWP Solo Baru berada di lantai 3 dengan pemandangan yang menawan. Saya yang hanya bisa gaya batu akhirnya memilih menikmati kolam renang ini dari pinggirannya saja. *haha 😀

Fitness Center

Area fitness center ini berada di lantai 3. Selain menyediakan sarana gym, fitness center juga menyediakan trainer untuk membersamai tamu yang akan berolah raga di sana.

Restoran

Ini dia, bagi saya yang suka makan, restoran adalah adalah telaga pelepas segala lapar dan dahaga. Restoran BWP Solo Baru terletak di lantai 2 dengan menyediakan menu yang bisa dibilang komplit. Ada buah potong, salat buah, beragam masakan berat, makanan khas solo, bubur, dan masih banyak lagi. Ohya, bagi teman-teman yang menganut Food Combining sangat mendukung program FC kalian di sini. Kalau bagi saya, semua menu sangat memuaskan namun bagi teman yang vegetarian mungkin sedikit kurang bersahabat karena menu masakan sayuran masih terbatas, semoga akan ditambah aneka olahan sayuran yang lebih banyak lagi.

Menu favorit saya adalah laksa, enak banget, apalagi ditambah sambal dan kecap. Ada aneka jus yang segar, aneka yogurt, aneka pastries modern dan tradisional, aneka puding, sushi, dan masih banyak lagi, bahkan angkringan pun ada dengan menu lengkap hingga minuman hangat wedang uwuh dan jahe. Welcome drink pun juga ada dibuat dari teh, jahe, dan pandan. Saya lupa namanya, yang jelas bikin haus pergi dari tenggorokan.

Mini Bar

Mini bar berada di lantai dasar dekat lobi. Mini bar ini menyediakan aneka koktail dan moktail.

Meja Bilyar

bwp2

Meja bilyar ini bisa dijumpai di lantai dasar depan mini bar di antara sofa empuk area lobi. Meja bilyar ini disediakan bagi tamu untuk mengurangi rasa jenuh jika harus menunggu seseorang atau misal menunggu kamar yang sedang dibersihkan. Namun, fasilitas meja bilyar ini dikenakan charge Rp 50.000/jam.

Bussiness Center

Bussiness Center berada di antara lobi, mini bar, meja bilyar, dan violan meeting room. Bussiness center melayani akses internet hingga jika tamu membutuhkan printer untuk menyetak surat atau berkas penting lainnya. Asik kan? 😀

Musola

Musola di Best Western Premier Solo Baru cukup luas, bersih, dan nyaman, salah satunya terletak di dekat violan meeting room.

Lobbi yang Nyaman

Lobi adalah ruang yang pertama kali dituju oleh tamu jika berkunjung ke sebuah hotel. Jadi, lobi memang seharusnya dibuat dengan nyaman. Lobi hotel Best Western Premier Solo Baru menyediakan sofa yang nyaman jika harus menunggu, staff lobi yang ramah, dan juga disediakan cemilan. *hahaha ujung-ujungnya makanan 😀

Tempat Parkir yang Luas

Salah satu kelebihan Best Western Premier Solo Baru adalah memiliki parkir yang luas di bagian basement. Jika sudah tidak memungkinkan menampung kendaraan para tamu, maka akan diarahkan di space parking Hartono Mall yang ada pintu penghubung menuju hotel. Jadi jangan khawatir jika hotel sedang ramai atau ada event besar kena mimpi buruk nggak dapat jatah parkir ya..

Laundry

Ada fasilitas yang mungkin dianggap remeh tapi esensial banget, salah satunya adalah laundry. BWP Solo Baru menyediakan sameday-laundry dan drycleaning-laundry. Jadi bisa membantu meringankan beban pikiran tamu dari bayang-bayang cucian kotor. *hehehe

Toilet yang Bersih

Bagi saya, ini juga fasilitas yang bisa dianggap remeh namun keberadaannya sangatlah penting. Di BWPSolo Baru hampir di setiap sudut terutama di lantai dasar, area lobi terdapat toilet yang bersih serta toilet yang berada di dekat musola yang bersebelahan dengan violan meeting room. Jadi, kalau tiba-tiba kebelet nggak harus lari ke kamar untuk menyelesaikan hajat.

Para Staff yang Ramah

Tamu adalah raja dan ratu yang harus mendapatkan keramahan dan senyuman di wajah para staff. Bagi saya, ini mutlak harus ada. Di Best Western Premier Solo Baru para staffnya sangat ramah, bahkan ketika saya berpapasan dengan staff cleaning service yang telah selesai merapikan kamar tetangga menyapa saya dengan senyum yang ramah. Itu posisinya hanya berpapasan dan tidak secara langsung melayani saya lho. Jadilah saya makin senang akan totalitas pelayanannya.

Di sisi lain, selain bicara tentang fasilitas yang sempat saya cicipi, saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan belajar origami dengan bahan handuk. Dipraktekkan langsung oleh Mas Nuryanto dan kami juga mempraktekkannya melalui mini lomba dadakan. Sayangnya, tangan saya ini bukan terlatih untuk hal-hal kreatif yang penting udah nyoba dan tahu, oh, ternyata begitu! 😀

Banyak ilmu yang saya dapat, banyak teman yang luar biasa, relasi yang profesional dan sangat ramah, mengunjungi tiga tempat destination tourism di Solo Raya. Yeah, your passion can bring you to everywhere you want!

Baca juga: Menziarahi Tiga Warisan Budaya di Solo Raya 🙂

Menziarahi Tiga Warisan Budaya di Solo Raya

Masih dalam rangka bloggerview bersama teman-teman blogger dan Best Western Premier Solo Baru di Solo Raya, hari kedua ini kami memiliki destination tourism di Solo Raya. Tim BWP Solo Baru mengajak kami, para blogger, menziarahi dua tempat menarik. Tujuan dari destination tourism ini adalah untuk mengenalkan warisan budaya di wilayah Solo Raya. Dua tempat yang kami kunjungi adalah Kampung Batik Kauman di showroom ‘Gunawan Setiawan’ dan Candi Cetho.

“Tak kenal maka tak sayang” jargon yang sudah sangat familiar terdengar di telinga kita bukan? Tak hanya untuk modal PDKT sama gebetan, jargon itu saya pikir juga cocok untuk mengenal warisan budaya kita, biar makin greget kenalannya. Biar jadi anak gaul yang paham tentang warisan budaya di negeri tercinta. 😀

Kampung Batik Kauman “Gunawan Setiawan”

6

Batik adalah salah satu dari banyak ragam warisan budaya yang ada di Indonesia. Jenisnya bermacam-macam dan berasal dari berbagai daerah yang memiliki corak khusus dalam setiap lembar kain batik. Bahkan di Solo tak hanya Kampung Batik Kauman, ada juga Kampung Batik Laweyan atau mungkin ada kampung batik lainnya yang saya belum tahu dan belum saya kunjungi. Di Kampung Batik Kauman pun juga terdapat banyak showroom batik, salah satunya adalah showroom batik “Gunawan Setiawan”.

untitled-12

Tak hanya sebuah outlet, “Gunawan Setiawan” merupakan showroom yang memperlihatkan setiap proses yang harus dilalui untuk melahirkan selembar kain batik yang bagus dan elegan. Ada tetes demi tetes peluh yang harus diseka oleh perajinnya. Di showroom tersebut ada dua proses pembuatan batik yang ditunjukkan pada kami, proses canting dengan malem yang hasil batiknya kita sebut dengan batik tulis dan ada batik cap. Setiap hari para perajin dengan telaten melahirkan batik-batik elegan yang selama ini kita lihat.

Perajin batik tulis, mencanting pola batik di atas selembar kain dengan malem yang dicairkan dan digoreskan di kain dalam keadaan panas. Tak jarang, malem panas ini juga singgah di jari manis para perajin. Bayangkan panasnya! Itulah alasannya kenapa batik tulis itu mahal, tak sekadar mahal hasilnya tetapi juga betapa mahal juga prosesnya karena tak semua orang bisa menguasai teknik mencanting dengan baik. Batik cap berbeda dengan batik tulis. Batik cap sudah tersedia cetakan polanya. Cetakan dimasukkan ke dalam malem yang dipanaskan lalu diangkat dan dicapkan di atas selembar kain putih yang sudah disiapkan. Seperti orang menyetrika baju tetapi hanya dengan satu sentuhan.

34Setelah proses tulis maupun cap selesai, maka akan menuju tahap selanjutnya yaitu pewarnaan. Proses pewarnaan ini masih sangat alami dengan pemanfaatkan bahan-bahan alami dari alam. Seperti tingi untuk menghasilkan warna merah, kliki duwet untuk mengahsilkan warna ungu dan masih banyak lagi yang lainnya. Proses pewarnaan juga ada beberapa tahap hingga nanti akhirnya selembar kain batik dijemur agar kering.

5

Selembar kain batik yang sudah jadi, di showroom “Gunawan Setiawan” diproses lagi agar menjadi sebuah baju yang siap pakai. Mulai dari kemeja lengan panjang dan pendek untuk pria, kemeja untuk wanita, rok, celana aladin, baju anak-anak, gamis hingga daster. Selain itu juga dijual dalam bentuk kain batik lembaran berbagai motif. Di showroom batik “Gunawan Setiawan” kita juga bisa menjumpai batik dalam bentuk macam-macam aksesoris lucu mulai dari bros, kalung, dan gelang. Ada juga berbagai macam tas batik, clutch, sandal, pensil, sepatu, binder batik, blankon dan kawan-kawannya. Saya pun juga akhirnya tahu bahwa ada sabun khusus batik yang seharusnya digunakan saat kita mencuci baju batik agar warnanya tidak cepat memudar.

Candi Cetho

c1

Jujur saja, destination tourism dari Premier Solo Baru ini benar-benar sebuah kejutan karena memang tidak diberitahukan sebelumnya. Bagi saya pribadi, ini sangat membahagiakan karena sebelumnya rencana saya untuk bisa berkunjung ke Candi Cetho selalu saja tertunda. Jika sudah tertunda, saya hanya bisa berbisik menenangkan hati ‘gak apa-apa, masuk wish-list di buku mimpi dulu deh!’. Minggu kemarin akhirnya terwujud melalui rejeki dari Premier Solo Baru. Melalui passion juga. Betapa bahagianya saya saat itu. 😀

c2

Candi Cetho terletak di kaki Gunung Lawu, Karanganyar, Solo Raya tepat di sebelahnya adalah salah satu jalur pendakian menuju Gunung Lawu. Berada di kaki gunung sudah tentu udaranya sangat sejuk dan berada di ketinggian yang menawarkan pemandangan yang sangat indah. Candi Cetho ini adalah candi Hindu yang masih aktif dalam artian masih digunakan untuk ibadah. Candi akan ditutup jika ada perayaan hari besar agama Hindu. Oleh karena itu, saat akan memasuki komplek candi para pengunjung diwajibkan menggunakan kain kampuh yang sudah disiapkan oleh petugas setempat.

Wisata Candi Cetho dibuka dari pagi hingga pukul 17.00. Sebelum memasuki kawasan candi, kita harus membeli tiket terlebih dahulu dengan tarif Rp 7.000 bagi wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan mancanegara. Saya pikir sangat terjangkau jika harus mengeluarkan kocek dari kantong sendiri. Kalau saya sih, dapat traktiran dari BWP Solo Baru.

c4

Ohya, sebelum menjangkau gerbang candi yang kental seperti nuansa bali, kita harus sedikit berjuang menaiki anak tangga yang kurang lebih berjumlah 32 anak tangga. Di tangga tertinggi pandangan kita akan dimanjakan dengan hamparan yang indah, menenangkan tanpa batas. Semilir anginnya semakin terasa.

Memasuki kawasan candi di mana ada simbol lingga dan yoni, saya jadi teringat sebuah tempat warisan budaya yang terkenal dari Peru, yaitu Machu Pichu. Indah. Selain menikmati keindahan alam, kita juga bisa belajar tentang sejarah yang menjadi warisan budaya yang memperkaya khazanah bangsa yang seharusnya kita jaga.

c3c5

Rumah Teh Ndoro Donker

Bagi para aktifis intagram, Rumah Teh Ndoro Donker saya pikir bukanlah hal yang asing lagi. Rumah teh ini sangat ngehits dan sangat intagramable lho. Sebuah restoran atau semacam kafe di tengah perkebunan teh Kemuning yang menyajikan teh hangat dari bermacam jenis teh. Dilihat dari sejarahnya, Rumah Teh Ndoro Donker bisa dikatakan sebagai warisan budaya. Betapa tidak, perkebunan teh Kemuning telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Tanaman teh yang ditanam oleh penduduk lokal di bawah tekanan Belanda pada saat itu. Meski dari masa ke masa mengalami pasang surut dalam hal pengelolaan, akhirnya Rumah Teh Ndoro Donker menyewa dan membeli beberapa lahan perkebunan teh untuk dijaga dan dipertahankan pelestariannya.

c6c7

Berdirinya rumah teh tersebut diharapkan bisa menjaga dan menghalangi segala macam bentuk pembangunan di kawasan perkebunan teh Kemuning, sekaligus ingin menjadi tempat untuk memperkenalkan segala macam variasi teh yang dihasilkan oleh perkebunan teh di Indonesia, tidak hanya perkebunan teh Kemuning saja. Dari rumah teh inilah, pemilik ingin mengampanyekan agar kita senantiasa mencintai dan menggunakan produk dalam negeri yang juga berkualitas baik.

Baca juga: Semangat Nasionalisme dari Rumah Teh Ndoro Donker

Nah, itulah tiga tempat bersejarah yang saya ziarahi bersama teman-teman blogger bersama BWP Solo Baru di Solo Raya. Semoga ada rejeki, kesempatan, kemudahan, dan kesehatan untuk menjelajahi tempat-tempat warisan budaya di Solo Raya yang lainnya khususny dan seluruh Indonesia.

 

Semangat Nasionalisme dari Rumah Teh Ndoro Donker

4

Masih dalam rangka stay vacation bersama para blogger dan Premier Solo Baru. Kali ini kejutan kembali hadir ketika perjalanan pulang dari Candi Cetho menuju hotel. Mobil kami berbelok menuju halaman rumah yang didominasi  dengan warna putih di tengah perkebunan teh Kemuning yang asri berbalut dengan udara yang sejuk khas pegunungan. Nyaman dan tentram sekali! Ditambah sangat instagramable!

3

Tempat nyaman itu adalah Rumah Teh Ndoro Donker, dekorasinya menarik dengan sentuhan vintage. Area belakang didesain ruang terbuka dan langsung bersentuhan dengan kebun teh Kemuning. Sejauh mata memandang hamparan hijau yang memanjakan pandangan dan dominasi warna putih di Rumah Teh Ndoro Donker semakin memberi kesan tanpa batas. Bebas.

7     8

Saat saya beserta rombongan teman-teman blogger dan tim dari Best Western Premier Solo Baru tiba, kami disambut langsung oleh Bu Ratna dengan sangat ramah, pemilik Ndoro Donker. Kami memilih area belakang untuk menikmati secangkir teh hangat. Tak hanya sambutannya yang hangat dari owner, kami juga mendapat welcome snack untuk menemani secangkir teh hangat yang terhidang begitu kami menempati tempat duduk pilihan kami.

6

Bicara tentang welcome snack, jangan dibayangkan sebagai makanan ringan seperti kripik atau chips. Saya memasukkan welcome snack dalam kategori cemilan berat tetapi memiliki ciri khas dan cita rasa tradisional. Soal rasa pun juga tidak bohong, terasa pulang ke rumah. Menikmati cemilan rumahan yang berbeda sekedar kita beli gorengan. Welcome snack yang datang pada kami ada empat pilihan, yaitu pia-pia (biasa dikenal dengan bakwan), timus, singkong goreng, dan pisang goreng. Dari keempat pilihan itu, paling favorit bagi saya adalah pia-pia karena saya habis tiga buah belum yang lainnya dan itu sebelum makan siang yang berat. *hahaha. Rasa pia-pia itu seperti buatan ibu saya di rumah.

Welcome snack yang lezat dinikmati dengan secangkir teh hangat dan angin yang bertiup sepoi-sepoi. Aduhaiiiii, lezat nian kolaborasinya. Gimana gak bikin lapar (mata)? 😀

5

Saat welcome snack belum purna dihabiskan, makan siang kami pun datang. Bukan porsi yang kecil, melainkan porsi yang besar dan berat. Bukannya malas-malasan untuk melahap makan siang, namun saya sendiri justru semangat dengan menunya. Ada nasi, lalapan, dan ayam goreng. Just like back home. Tak hanya suasananya, bahkan snack, teh hangat, dan menu masakan di Rumah Teh Ndoro Donker seakan memboyong rasa ‘selamat datang di rumah, sayang.’

Selain menu yang nikmat, Rumah Teh Ndoro Donker juga menyediakan fasilitas yang nyaman, seperti toilet yang bersih dan terpisah antara toilet laki-laki dan perempuan, serta musola yang disediakan bagi para muslim agar tetap nyaman menjalankan ibadah saat di Rumah Teh Ndoro Donker. Musola yang bersih, cukup luas, dan mukena yang bersih. Ada satu lagi fasilitas yang tak kalah penting, yaitu tempat parkir. Rumah Teh Ndoro Donker menyediakan fasilitas tempat parkir yang luas, ada tempat parkir tepat di depan Rumah Teh Ndoro Donker dan satu lagi ada di seberangnya yang dikelilingi perkebunan teh yang luas. Ohya, ada lagi fasilitas yang tak kalah spesial adalah macam-macam teh yang ada di Rumah Teh Ndoro Donker, bisa pilih sesuai selera, namun tetap ada teh andalan dong ya? Teh andalannya  adalah Black Tea dan Green Tea.

1

Kisah Tentang Rumah Teh Ndoro Donker

2

Tak berhenti di sesi memanjakan lidah, saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Bu Ratna atau biasa dipanggil dengan Bu Nana, pemilik Rumah Teh Ndoro Donker. Perbincangan itulah yang membuka informasi bagi kita tentang eksistensi Rumah Teh Ndoro Donker yang bukan sekadar tempat menikmati secangkir teh hangat.

Di balik keberadaan Rumah Teh Ndoro Donker ada sebuah campaign tentang semangat nasionalisme yang ingin ditularkan. Dorongan yang melatar belakangi berdirinya Rumah Teh Ndoro Donker adalah ingin memperkenalkan berbagai macam teh yang ada di negeri kita tercinta. Tak perlu jauh-jauh harus keluar negeri, teh yang dihasilkan bumi di negeri kita tak kalah dan mampu bersaing. Selain kualitas yang bagus, ragam variasi tehnya pun juga tak hanya satu atau dua bahkan banyak sekali, begitu tutur Bu Nana.

Di sisi lain, Rumah Teh Ndoro Donker telah menjalin beberapa kerjasama dengan beberapa PTPN salah satunya PTPN Jambi. Keberadaan Ndoro Donker ingin mendukung dalam memasarkan dan mempernalkan bahwa ada banyak ragam teh di Indonesia yang berkualitas kepada khalayak tak hanya masyarakat lokal bahkan internasional. Selain itu, tempatnya juga dikondisikan agar tamu yang datang merasa nyaman, menikmati secangkir teh hangat di tengah perkebunan teh yang sangat luas.

Keberadaan Rumah Teh Ndoro Donker secara fisik, keberadaannya memiliki tujuan agar tetap bisa menjaga kelestarian perkebunan teh yang ada di sekitarnya. Semaksimal mungkin akan terus dan selalu mempertahankan perkebunan teh Kemuning dari pembangunan-pembangunan yang akan menggeser keberadaan perkebunan teh Kemuning. Rumah Teh Ndoro Donker benar-benar ingin menjaga keberadaannya. Ada semangat besar untuk mengajak kita agar lebih mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

Jadi, sudah tak ada alasan bagi kita untuk tidak cinta dan mengonsusmsi teh dari perkebunan negeri sendiri bukan? 🙂

Wonderful Life Movie: Bukankah Setiap Anak Itu Istimewa?

poster-wonderful-life

Harus pintar. Harus berprestasi. Harus ‘jadi orang’.

Hal-hal di atas mau tidak mau telah menjadi bagian nilai prestigious bagi setiap orangtua karena adanya tuntutan sosial di lingkungannya. Prinsip-prinsip di atas juga dipegang oleh Amalia, seorang perempuan perfeksionis dan cerdas selama menjalani kehidupannya. Prinsip itupun ia coba terapkan pada anak semata wayangnya, Aqil. Namun, hidup berkata lain, Aqil divonis mengalami disleksia. Sebuah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Dalam kondisi ini, berprestasi secara akademis tentulah menjadi sebuah hal yang tidak mungkin.

Dalam penyangkalannya, Amalia berupaya melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan Aqil. Siapa sangka, perjalanan penyembuhan ini ternyata membawa pada petualangan yang menghadapkan Amalia pada kemungkinan terburuk dalam hidupnya: kehilangan Aqil. Pada titik inilah Amalia menyadari, ada yang lebih penting daripada sekadar mementingkan prinsip dan konflik batinnya, yaitu jalan hidup dan kebahagiaan sang anak.

Tak sekadar cerita tentang disleksia

Cerita di atas adalah potongan singkat film Wonderful Life yang dibintangi oleh Atiqah Hasiholan dan aktor muda berbakat, Sinyo. Film ini disutradrai oleh Agus Makkie merupakan adaptasi dari kisah nyata yang juga dituangkan dalam sebuah novel oleh Amalia Prabowo sendiri. Sekilas, film Wonderful Life adalah film keluarga tentang disleksia. Namun sesungguhnya ada begitu banyak nilai dan pesan yang ingin disampaikan melalui film ini, khususnya tentang bagaimana orangtua harus bisa melihat lebih dekat dan merasakan lebih dalam setiap tantangan yang dihadapi dengan anaknya. Film ini juga mengajak para orangtua, para perempuan khususnya untuk menyadari bahwa setiap anak memiliki road map-nya masing-masing dan orangtua bertugas memfasilitasi bakat dan kelebihan anak, daripada sekadar fokus pada kekurangan mereka.

Awal sebuah gerakan perubahan

dsc_9825

Film Wonderful Life yang dipersembahkan oleh Sariayu bersama Visimedia, Creative & Co, dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Hal ini menjadi pembuka gerakan perubahan yang diinisiasi oleh Sariayu Martha Tilaar yaitu, Be Wonderful Movement. Gerakan ini akan menjadi gerakan berkesinambungan yang mengajak para perempuan Indonesia untuk membuat perubahan dalam hidupnya. Harapannya, Be Wonderful Movement menjadi gerakan pemberdayaan perempuan Indonesia yang menginspirasi lahirnya sosok perempuan-perempuan yang berwawasan luas, mandiri, kuat, dan memiliki kepedulian yang tinggi. Para perempuan ini diharapkan dapat menjadi agent of change yang akan memotivasi dan menjadi cahaya penerang bagi orang-orang dan lingkungan di sekitarnya. Selain mengangkat Empowering Women yang menjadi salah satu dari pilar Martha Tilaar Group. Ke depannya  Be Wonderful Movement juga akan mengangkat isu-isu terkait Beauty Green, Beauty Education, dan Beauty Culture dengan merangkul sosok-sosok perempuan inspiratif di tanah air. Mari rayakan hidup dengan membuat perubahan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita.

dsc_9798

Film Wonderful Life ini dibintangi oleh Atiqah Hasiholan, Sinyo, Lidya Kandou, Alex Abbad, Putri Ayudya, Arthur Tobing, Abdul Arif, Totos Rasiti, dan Didi Nini Thowok. Jadi jangan lewatkan film ini dan saksikan film Wonderful Life yang tayang perdana pada hari ini, Kamis, 13 Oktober 2016 di seluruh XXI Indonesia. Jangan lupa yaa karena setiap anak itu istimewa…. 🙂