Ruang Tumbuh & Bersenang-Senang

Wonderful Life Movie: Bukankah Setiap Anak Itu Istimewa?

4

poster-wonderful-life

Harus pintar. Harus berprestasi. Harus ‘jadi orang’.

Hal-hal di atas mau tidak mau telah menjadi bagian nilai prestigious bagi setiap orangtua karena adanya tuntutan sosial di lingkungannya. Prinsip-prinsip di atas juga dipegang oleh Amalia, seorang perempuan perfeksionis dan cerdas selama menjalani kehidupannya. Prinsip itupun ia coba terapkan pada anak semata wayangnya, Aqil. Namun, hidup berkata lain, Aqil divonis mengalami disleksia. Sebuah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Dalam kondisi ini, berprestasi secara akademis tentulah menjadi sebuah hal yang tidak mungkin.

Dalam penyangkalannya, Amalia berupaya melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan Aqil. Siapa sangka, perjalanan penyembuhan ini ternyata membawa pada petualangan yang menghadapkan Amalia pada kemungkinan terburuk dalam hidupnya: kehilangan Aqil. Pada titik inilah Amalia menyadari, ada yang lebih penting daripada sekadar mementingkan prinsip dan konflik batinnya, yaitu jalan hidup dan kebahagiaan sang anak.

Tak sekadar cerita tentang disleksia

Cerita di atas adalah potongan singkat film Wonderful Life yang dibintangi oleh Atiqah Hasiholan dan aktor muda berbakat, Sinyo. Film ini disutradrai oleh Agus Makkie merupakan adaptasi dari kisah nyata yang juga dituangkan dalam sebuah novel oleh Amalia Prabowo sendiri. Sekilas, film Wonderful Life adalah film keluarga tentang disleksia. Namun sesungguhnya ada begitu banyak nilai dan pesan yang ingin disampaikan melalui film ini, khususnya tentang bagaimana orangtua harus bisa melihat lebih dekat dan merasakan lebih dalam setiap tantangan yang dihadapi dengan anaknya. Film ini juga mengajak para orangtua, para perempuan khususnya untuk menyadari bahwa setiap anak memiliki road map-nya masing-masing dan orangtua bertugas memfasilitasi bakat dan kelebihan anak, daripada sekadar fokus pada kekurangan mereka.

Awal sebuah gerakan perubahan

dsc_9825

Film Wonderful Life yang dipersembahkan oleh Sariayu bersama Visimedia, Creative & Co, dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Hal ini menjadi pembuka gerakan perubahan yang diinisiasi oleh Sariayu Martha Tilaar yaitu, Be Wonderful Movement. Gerakan ini akan menjadi gerakan berkesinambungan yang mengajak para perempuan Indonesia untuk membuat perubahan dalam hidupnya. Harapannya, Be Wonderful Movement menjadi gerakan pemberdayaan perempuan Indonesia yang menginspirasi lahirnya sosok perempuan-perempuan yang berwawasan luas, mandiri, kuat, dan memiliki kepedulian yang tinggi. Para perempuan ini diharapkan dapat menjadi agent of change yang akan memotivasi dan menjadi cahaya penerang bagi orang-orang dan lingkungan di sekitarnya. Selain mengangkat Empowering Women yang menjadi salah satu dari pilar Martha Tilaar Group. Ke depannya  Be Wonderful Movement juga akan mengangkat isu-isu terkait Beauty Green, Beauty Education, dan Beauty Culture dengan merangkul sosok-sosok perempuan inspiratif di tanah air. Mari rayakan hidup dengan membuat perubahan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita.

dsc_9798

Film Wonderful Life ini dibintangi oleh Atiqah Hasiholan, Sinyo, Lidya Kandou, Alex Abbad, Putri Ayudya, Arthur Tobing, Abdul Arif, Totos Rasiti, dan Didi Nini Thowok. Jadi jangan lewatkan film ini dan saksikan film Wonderful Life yang tayang perdana pada hari ini, Kamis, 13 Oktober 2016 di seluruh XXI Indonesia. Jangan lupa yaa karena setiap anak itu istimewa…. 🙂

4 Comments
  1. Dewi Nielsen says

    Benar mbak, setiap anak itu istimewa..nggak ada yang mesti dibedakan waalau tiap pribadi memiliki keunikan masing masing 🙂

  2. agi pranoto says

    bagus ya kayanya filmnya. saya belom nonton sampai sekarang karena takut bakal nangis nangis sepanjang film. maklum cengeng huhuhu

    1. cindiriy says

      bagus, kak.. 🙂
      ngaduk-ngaduk perasaan sih…hehe

  3. Ucig says

    Sedih ya mba filmnya, udah baca ulasannya tmn2 lain. Setuju, tiap anak istimewa…

Leave A Reply

Your email address will not be published.