Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Kerja Dari Mana Saja #3: Glory Coffeenery

 

Dalam hidup, ada kalanya bertemu momen yang tidak mudah tapi ada saat di mana segala terasa mudah. Sama halnya dengan bekerja. Ada kalanya susah, ada kalanya mudah dan menyenangkan. Apalagi sekarang di era new normal setelah ada work from home. Semua pekerjaan diselesaikan di rumah atau di mana saja yang penting terhubung dengan internet dan semua kewajiban harus diselesaikan dengan baik. Kali ini Kerja Dari Mana Saja the series kembali lagi setelah lama hiatus. 🙂

 

Kisah Kerja Dari Mana Saja #3 kali ini datang dari Glory Coffeenery. Salah satu coffee café yang berada di jantung Kota Ngawi. Kota paling barat dari Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Kota Sragen, Jawa Tengah. Kalau teman-teman pernah dengar lagu “Kartonyono Medot Janji”, nah itu di Kota Ngawi. Glory Coffeenery ini terletak di lantai dua Indomaret Jalan Trunojoyo. Di sini bisa memilih tempat di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kalau saya, lebih suka bekerja dengan duduk di teras (outdoor), langsung bisa menatap langit. Apalagi kalau ke sini saat sore menjemput senja gitu. Aduhai sekali melankolisnya 😀

 

Kafe yang mengusung semangat life with glory ini menurut saya nyaman untuk dijadikan tempat kerja sekaligus bikin semangat ngeruk recehan hahaha… 😀 Selain itu, teamwork-nya memang masih muda-muda, jadi terasa semangatnya juga. Ngaruh kan ya?

 

 

Di Glory Coffeenery ini, saya suka dengan hot coffee latte terlebih cara menyajiannya si gula dibuat terpisah tanpa request sebelumnya. Untuk yang saya yang pengen defisit kalori tapi angin-anginan alias sering khilaf, jadi merasa diberi pilihan di depan meja ‘oke, tanpa campur gula’ gitu kira-kira. 😀 Selain minuman based on coffee, saya tetap suka teh-tehan yaitu Lychee Tea. Nah, enaknya lagi, biasanya setelah kerja di mana otak diperas biasanya perut harus terima asupan kan ya? Di Glory Coffeenery juga menyediakan menu makan berat dan camilan dengan pilihan yang beragam. Beberapa waktu lalu, saya sempat memesan Rice Bowl Beef Blackpaper. Bayangan saya, ya namanya rice bowl ya disajikan dalam porsi kecil ternyata oh ternyata porsinya cukup besar untuk saya dengan rasa yang enak plus telur mata sapi dan harga terjangkau. Terlebih waktu saya memesannya saat ada promo diskon 17 belasan. Gimana nggak makin worth to eat. 😀 Sedangkan untuk camilan, saya pernah memesan mix dimsum. Satu porsi berisi empat dimsum beragam rasa seperti namanya mix dimsum. Ada dimsum ranjau (pedas), seafood, ayam, dan satu lagi mirip choipan. Kalau saya sih udah bisa kenyang dengan empat dimsum itu plus segelas Lychee Tea.

 

 

Ngomong-ngomong tentang fasilitas, kenapa nyaman bekerja dari Glory Coffeenery ini tidak lepas dari ketersediaan jaringan wifi. Aksesnya cepat, tempat nyaman dan bersih. Akses wastafel mudah dijangkau dan toilet pun juga tersedia. Kalau ke sini malam hari, suasananya mendadak romantis karena setting lampu-lampunya. Selain untuk kerja, bisa juga dijadikan untuk tempat reuni atau ketemuan dengan teman lama atau sama mantan juga boleh hahaha, becanda boleh ya? 😀

 

Lebih lengkap, boleh banget berkunjung dulu ke Instagram Glory Coffeenery, informasinya lengkap termasuk menu beserta info harganya. Selain itu, ada info live music juga. Setelah dari sini, jika teman-teman penasaran dengan seri ‘Kerja Dari Mana saja’ bisa langsung klik di sini 🙂 Bocorannya, seri kedua berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah. ^^

Jadi, mau seberat apa pun pekerjaannya, jangan lupa ngopi dan menikmatinya. Sampai jumpa di seri berikutnya…

Kerja Dari Mana Saja #2: Kopitaro Manual Brew

 

Katanya, secangkir kopi dapat membuat kita belajar bahwa rasa pahit juga dapat dinikmati. Iya kah? Saya pikir memang iya dan menikmati secangkir hangat atau segelas dingin kopi itu sangatlah menyenangkan.

 

Dokumentasi Pribadi

 

Setelah beberapa bulan vakum dari seri perjalanan Kerja Dari Mana Saja dengan sangat gembira dan riang hati saya umumkan the series is back! Kali ini saya kembali dengan seri cerita perjalanan ini di Kopitaro Manual Brew. Kali pertama mengunjungi kedai ini di Bulan Februari lalu, saya langsung jatuh cinta. Vibe-nya terasa filosofis gitu dan tentu kedai ini memiliki ciri khas dari kedai-kedai yang pernah saya kunjungi di Kota Palu.

 

Dokumentasi Pribadi

 

“Di sini kami masih menyeduh kopi secara manual, Kak”, begitu percakapan saya dengan seorang barista yang pada waktu itu saya tebak adalah pemilik Kopitaro. Bagi saya, cara menyajikan kopi di Kopitaro ini terasa otentik. Masih manual, menyeduh secara manual tanpa mesin. Selagi menunggu pesanan, saya bisa melihat proses pembuatan kopi yang saya pesan sambil sesekali berbincang dengan kakak baristanya. Ada interaksi bukan sekadar menikmati kopi. Ini asik menurut saya. Ya meski tak bisa dipungkiri bahwa proses manual ini memang memakan waktu lebih lama. Bagi saya tak masalah karena sepanjang proses pembuatan pesanan, obrolan hangat antara penikmat kopi dan barista bisa tercipta.

 

Proses Manual Brew

 

Manual Brew yang masih dipertahankan oleh Kopitaro ini akhirnya menjadi identitas. Identitas yang bagi saya sulit lho diciptakan terlebih jadi icon. Salah satu menu yang unik di Kopitaro ini adalah Red Wine. Bukan, bukan wine yang itu 😀 Red Wine ala Kopitaro ini adalah kopi yang ditambah dengan sari mulberry diproses secara manual dan terpenting halal. Saya belum pernah mencobanya sih karena menu favorit saya di sini adalah caramel latte yang saat dinikmati itu saat di ujung ada rasa pahit kopi setelah sebelumnya ada rasa manis dan gurih. Gimana ya? Gitu pokoknya…hahaha

 

Caramel Latte Manual Brew, Favorit!

 

Kedai yang terletak di Jalan Swadaya ini menyediakan buku-buku yang bisa dibaca sambil menikmati kopi jika sendirian. Selain itu, Kopitaro juga menyediakan ruang yang nyaman untuk chit-chat bersama kawan. Tak hanya itu, ruang di kedai ini cukup luas dan bisa memfasilitasi komunitas untuk sebuah pertemuan. Desain ruangnya pun juga instagramable industrial gitu, menurut saya. Karena tempatnya yang nyaman ini, untuk kerja pun mendukung, capek lihat layar, bisa ambil jeda keliling lihat-lihat koleksi buku atau alat-alat perkopian di bar.

 

[Dokumentasi Pribadi]

Saya suka mengambil tempat di bagian belakang karena outdoor. Bisa menikmati angin sepoi-sepoi sambil menikmati caramel latte dan tentu saja, kerja. Kopitaro juga menyediakan varian kopi asli Sulawesi Tengah lhoo, Arabika Gawalise Lewara. Lewara adalah nama sebuah desa di Kabupaten Sigi dan terletak di Pegunungan Gawalise. Tak hanya menyeduh kopi tetapi juga memiliki idealisme untuk mengenalkan kopi asli Sulawesi Tengah. Hal seperti ini bagi pendatang macam saya seperti harta karun untuk belajar dan menambah informasi tentang Sulawesi Tengah dari sebutir kopi.

 

Fasilitas ruang nyaman dan aneka pilihan menu kopi bisa menghadirkan suasana homey. Jika tak terbiasa menikmati kopi, Kopitaro juga menyediakan menu non kopi seperti Green Matcha, Chocolatier Ice, Mawar Merah, dan Sakura Girl. Menu makanan yang tersedia ada aneka mie tapi saya belum pernah pesan makanan sih..hehe. Jadi spesial lagi, Kopitaro ini dekat rumah. 😀

 

Yuuk, mampir ke Kopitaro jika teman-teman sedang di Kota Palu. ^^

 

 

Kopitaro Manual Brew

Titik seduh #ngopisampaipintar: Jalan Swadaya, Lr. Sawerigading 1 no. 18, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kerja Dari Mana Saja #1: Ruang Dualapan Creative Space

Cover RDL

Sekitar tahun 2010, jauh sebelum pandemi, saat itu saya kuliah tahun kedua di Jogja, saat  saya memulai ‘karir’ sebagai penulis atau editor lepas. Saya tetap berorganisasi di kampus tapi memang lebih suka kerja lepas sebagai penulis konten. 2010 jadi penulis konten masih belum familiar yaa.. Mengingat di tahun itu wifi masih terbatas, bisa bebas akses internet ya harus di kampus, perpustakaan, warnet atau puskom di UNY, itupun pakai antre. 😀 Dulu yang namanya kerja ya di kantor, di sekolah, di kampus, dan di di di yang lain yang menunjukkan nama instansi. Dulu sering ditanya orangtua, bisa bolak-balik beli buku uang dari mana dan pertanyaan apa selama kuliah nggak makan. Dulu pendapatan hasil nulis konten terbilang nggak banyak sih ya, tapi sebagai mahasiswa yang haus pengalaman dan yang penting bisa beli buku lebih banyak, itu sudah cukup. Dulu prinsipnya adalah yang penting bisa beli buku dulu, masalah makan bisa dipikir belakangan.

Tahun demi tahun berlalu, segala hal beralih menjadi digital. Bekerja sebagai penulis konten lepas juga semakin banyak yang paham dan familiar. Lalu, datanglah pandemi yang mengubah banyak hal. Salah satunya adalah bekerja dari rumah atau dikenal dengan istilah work from home (WFH). Dulu kerja dari rumah dianggap nggak kerja. Bisa menimbulkan bisik-bisik tetangga, kok bisa hidup tanpa kerja. Setelah memasuki tahun kedua pandemi, kerja menjadi lebih fleksibel. Bisa di mana saja. Ada yang sudah memulai bekerja di kantor, ada yang menghabiskan jam kerja di restoran, di warteg, di rumah, atau pun bisa kerja di kedai kopi dengan syarat ada wifi. Iya kan ya?

Ruang Dualapan (RDL) Creative Space

Pintu masuk Ruang Dualapan Creative Space

Yap, pandemi mengajarkan dan menyadarkan saya bahwa bekerja bisa dari mana saja. Salah satu tempat favorit saya adalah di kedai kopi. Kedai kopi kali ini yang saya coba adalah Ruang Dualapan Creative Space. Terletak di Kota Palu, tepatnya di Jalan Ki Hajar Dewantoro no. 28. Di sini tidak hanya sekadar tempat minum kopi tetapi memang memiliki konsep sebagai coworking space. Ruang Dualapan menyediakan dua area, yaitu indoor dan outdoor. Area indoor pun sangat nyaman menurut saya, ada tiga jendela besar sebagai ventilasi. Posisi jendela menghadap halaman belakang yang asri. Meskipun duduk di dalam ruangan tetap terasa sejuk. Masih bagian indoor, di Ruang Dualapan ini ada buku-buku yang berjajar rapi, suasana ruang bacanya dapat. Buku-buku di sini bisa dibaca di tempat sambil minum kopi atau teh.

Ada satu rak buku ukuran lebih besar di sisi bagian dalam.

Bagian indoor yang saya suka adalah meja panjang yang tepat di depan jendela. Yap, cocok untuk yang datang sendirian. Selain itu juga disediakan meja kursi untuk duduk berkelompok, misal untuk mengerjakan tugas bersama atau meeting. Dari segi pencahayaan juga bagus dan terpenting tempatnya bersih. Lalu, seperti apa bagian outdoor-nya? Nah, bagian outdoor-nya ini cantik, lagi-lagi menurut saya ya… Disediakan beberapa meja kursi yang tetap bisa dipakai untuk bersantai, baca buku sambil menikmati pesanan bahkan asyik juga untuk melamun asal jangan lupa pesan dulu minuman kesukaan teman-teman. 😀

Menu di Ruang Dualapan Creative Space

Satu ini tak boleh ketinggalan yaa…

Di Ruang Dualapan menyediakan aneka macam kopi dan non kopi. Ada Ruang Dualapan Signature, yaitu Araceae (es kopi susu+gula aren), Hazel-Tov (es kopi susu+susu hazelnut), Caramello, Butterscoth, White Poppy, Kopi Susu Kita, dan Si Pandan. Menu selanjutnya adalah sajian minuman dari kopi di antaranya Ice Americano, Mochacinno, Ice Caffe Latte, Extra Shot, Affogato, Hot Americano, dan Hot Caffe Latte. Lalu, gimana dong kalau nggak bisa minum kopi? Tenaaaaang, di Ruang Dualapan ini juga menyediakan aneka minuman non kopi dengan pilihan beragam. Ada Strawberry Cheesecake, Ice Chocolate, Hot Chocolate, Ice/Hot Red Velvet, Ice/Hot Thai Tea, Ice Vanilla, Ice/Hot Taro, Ice Lychee Tea, Ice Lemonade Tea, dan kesukaan saya Ice Matcha. Tidak hanya minuman, di Ruang Dualapan juga menyiapkan menu kudapan, seperti RDL Crispy Burger, French Fries, RDL Platter (kentang, sosis, dan nugget), donat, dan brownies. Cukup lengkap untuk aktifitas selama di Ruang Dualapan. Semua menu di atas bisa dinikmati dari Hari Selasa hingga Hari Minggu, mulai pukul 15.00-22.00 WITA. Catatan penting bahwa setiap Senin Ruang Dualapan tutup.

Fasilitas di Ruang Dualapan Creative Space

Selain menyediakan tempat yang nyaman seperti yang saya ceritakan di atas, di sini juga ada toilet yang bersih dan bagi saya sebagai muslim, ada fasilitas untuk salat yang nyaman, bersih, dan tenang. Area salat ada di lantai atas dengan view pepohonan dan langit. Depan tempat salat, dipasang semacam lonceng tapi terbuat dari bambu. Oh iya, semacam angklung gitu. Saat angin berhembus, angklung gantungnya akan berbunyi dan menurut saya kok syahdu gitu yaa…haha

Selain fasilitas di atas, Ruang Dualapan juga siap ‘menyapa’ teman-teman untuk take-away dengan jasa Grab atau Maxim. Bisa juga langsung pesan via go-food. Nah, lebih menarik lagi, jika teman-teman order via go-food maka bapak atau kakak driver yang ambil pesanan teman-teman akan mendapat satu gelas kopi gratis dari Ruang Dualapan. Asyik kan? 🙂

Overall, sangat menyenangkan bisa mampir dan bekerja dari Ruang Dualapan Creative Space kali ini. Selamat bekerja dari mana saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ya teman-teman. Tetap sehat dan bahagia. Sampai jumpa di cerita Kerja Dari Mana Saja #2. ^^