Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Isup Cafe, Nongkrong Cantik Dengan Latar Rumput Pink Muhly

Isup Cafe
Isup Cafe
Isup Cafe

Ada beberapa kafe di Korea yang punya spesialisasi, terutama soal view dan daya tarik yang ditawarkan. Di Korea kebanyakan kafe tidak terlalu bersaing soal rasa minuman atau makanan, tapi lebih kepada keunikan dan experience apa yang ditawarkan kepada pengunjung.

Isup Cafe

Masih dalam nuansa musim gugur, kali ini saya berkesempatan mengunjungi kafe yang cantik banget ketika musim gugur tiba. Terutama pada awal musim gugur, kira-kira akhir September sampai dengan pertengahan bulan November. Nama kafenya adalah Isup Café, berlokasi di Kota Cheonan. Daya tarik utama café ini adalah hamparan rumput pink muhly dan sedikit sentuhan bunga cosmos.

Isup Cafe

Sedikit cerita, di Cheonan ada dua lokasi kafe favorit bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan background pink muhly. Pinseu Coffee dan Isup Café. Lokasi yang pertama, Pinseu Coffee lebih banyak direkomendasikan oleh blogger dan selebgram Korea. Maka sebenarnya tujuan utama saya adalah ke Pinseu Coffee ini. Namun ternyata lokasi café ini dari pemberhentian bus terdekat masih lumayan agak jauh dan tidak ada jalur khusus untuk pejalan kaki (maklum, lokasinya ada di pedesaan).

Isup Cafe
Pemandangan menuju Isup Cafe.

Kalau mau praktis sebenarnya bisa naik taksi, tapi waktu itu jarak tempuhnya cuma 30 menit jalan kaki. Jadi saya coba untuk jalan kaki saja sambil gandengan tangan sama pacar halal, eaaa :-D. Namun ternyata pilihan saya agaknya kurang tepat. Berkali-kali saya harus menepi karena ada mobil yang mau lewat. Ditambah saya kesana ketika weekend yang tentu saja sangat banyak pengunjung.

Isup Cafe

Sebelum sampai lokasi saya sudah bad mood duluan. Maka langsung saja saya putuskan untuk pindah tempat ke lokasi kafe kedua, Isup Café. Tidak seperti Pinseu Coffee yang agak jauh dari pemberhentian bus terakhir, Isup Café lumayan dekat dengan pemberhentian bus. Jadi sangat bisa dijangkau dengan jalan kaki. Dalam perjalanan, suami bercerita bahwa ada temannya yang sudah pernah Pinseu Coffee. Dari foto-fotonya memang bikin penasaran, karena bagus. Tapi Isup Café ternyata nggak kalah bagusnya dengan Pinseu Coffee. Oke, nggak jadi ‘ngreog’ lagi haha 😀

Isup Cafe

Isup Cafe

Daya Tarik dan Suasana Café

Isup Cafe

Kafe ini berlokasi di pinggiran kota, sehingga bagian belakang café adalah pepohonan yang mungkin sudah bagian dari tepi hutan. Jalan masuk ke kafe, di sebelah kiri dan kanan ditanami dengan padi, yang waktu saya kesana sudah menguning dan siap dipanen.

Isup Cafe
Kabel-kabelnya terlalu rapi 😀

Vibe-nya seperti kampung halaman. Kafe ini dengan mudah bisa dijangkau dengan transportasi umum. Space parkir untuk mobil tersedia cukup luas.

Isup Cafe
Area parkir.

Seperti yang saya tulis di atas, daya tarik utama tentu saja adalah pink muhly yang di tanam di halaman kafe. Desain kafenya juga cantik dengan dinding depan yang hampir semuanya terbuat dari kaca, sehingga pengunjung di dalam café bisa menikmati suasana luar kafe dengan nyaman.

Isup Cafe

Sedikit terpisah dari bangunan utama, ada bangunan kecil yang juga bisa digunakan pengunjung untuk duduk menikmati minuman. Bangunan ini bahkan bukan hanya dindingnya yang dari kaca melainkan juga atapnya. Nah, kalau kita bisa berkunjung di waktu yang tepat, di sekeliling bangunan kecil ini tumbuh beragam bunga utamanya bunga cosmos. Cantik sekali berfoto di depan rumah kaca dengan dikelilingi bunga-bunga.

Isup Cafe

Lokasi

Isup Cafe
Suasana pedesaannya dapet banget.

Café ini berlokasi di pinggiran kota Cheonan. Ada banyak cara menuju kafe ini, bisa menggunakan kereta kemudian disambung dengan bus atau bus seluruhnya dengan beberapa kali transit. Pokoknya pilih saja yang menurut kalian nyaman. Karena lokasinya agak di pinggir kota, bus menuju tempat ini tidak sebanyak di dalam kota. Jadi agak sedikit sabar menunggu, atau kalau tidak sabar naik taksi pun bisa jadi salah satu opsi. Lebih jelasnya ketik saja Isup Café atau 이숲카페,디저트 di Naver Map. Enjoy!

Baca juga: Ngopi Asik Dengan Nuansa Industrial di Vonzrr Cafe, Suwon, Korea Selatan.

Isup Cafe
Pohon Buah Kesemek.

Vonzrr Café, Ngopi Dengan Nuansa Industrial

Vonzrr Cafe

Vonzrr Cafe

Ada sebuah café yang namanya susah diucapkan karena hampir semua hurufnya menggunakan huruf konsonan. Namanya adalah Vonzrr Café, agak unik bukan namanya. Café ini sebenarnya ada beberapa cabang, ada di Suwon dan ada juga di Seoul. Saya sendiri baru mencoba yang ada di Suwon (본지르르 수원).

Vonzrr Cafe

Lokasi 

Lokasinya masih berada dalam komplek Hwaseong Fortress. Kafe ini walaupun berada di pinggir jalan utama, namun agak tersembunyi untuk bisa menemukannya. Pasalnya, lokasi café ini berada di lantai dua dan tidak ada papan nama di luar yang menunjukkan lokasi café ini. Saya sendiri tahu lokasi café ini dari rekomendasi Instagram. Sempat kebingungan karena merasa sudah di lokasi yang pas tapi cafenya tidak ketemu. Akhirnya tahu kalau lokasi café di lantai dua setelah mencocokkan bentuk jendela di foto dengan café di lantai dua.

Vanzrr Cafe

Café Vibe

Entahlah apakah café ini memang sengaja untuk susah ditemukan, namun kenyataannya café ini jarang sekali sepi. Bahkan beberapa orang rela menunggu giliran (waiting list) untuk bisa sekadar mendapat tempat duduk.

Vanzrr Cafe

Café ini nampaknya sedikit bernuansa industrial dan klasik atau bahasa gampangnya agak jadul. Mejanya didominasi dari bahan kayu sedangkan kursinya dari bahan besi. Di tengah ruangan terdapat meja kayu yang besar dan mencolok serta tanaman yang walaupun kecil, tapi terasa pas banget sama konsepnya. Langit-langit dan lantainya dibiarkan “setengah jadi” untuk menambah konsep industrial.

Vanzrr Cafe

Masih di tengah ruangan, ada pemutar musik jadul karena masih ada tempat untuk memutar CD. Entah hanya sebagai pajangan atau memang beneran bisa berfungsi, soalnya musik-musik yang diputar sumbernya dari laptop, yang juga dipajang di tengah ruangan.

Vanzrr Cafe

Di ruangan yang dekat dengan jendela diperuntukkan untuk pengunjung yang ingin “bekerja” mejanya lumayan lebar untuk menaruh laptop dan kursi yang keras (walaupun ada lapisan busanya sih). Di meja juga disediakan colokan listrik dan lampu baca.

Vanzrr Cafe

Sedangkan ruangan yang agak dalam digunakan untuk pengunjung yang memang ingin bersantai karena kursi duduknya berupa sofa yang empuk dan meja yang kecil dan rendah, yang tentu tidak nyaman untuk bekerja dengan laptop.

Vanzrr Cafe

Menu dan Fasilitas

Vanzrr Cafe

Menu yang disediakan cukup standar sebagaimana café-café lain di Korea. Ada menu coffee atau non coffee, tea, dan dessert. Harganya pun cukup standar, tidak murah namun juga tidak mahal. Kalau berkunjung kesini saya rekomendasikan untuk mencoba cheese cake-nya, lumayan enak. Fasilitas lain yang hampir selalu ada di café Korea adalah toilet, biasa saja sih, masih dengan tema industrial, tapi bersih dan wangi toiletnya.

Vanzrr Cafe

Kalau menurut saya, daya tarik café ini terletak dari interiornya yang memang nyaman banget untuk kerja atau bersantai. Lampunya juga dipilih yang bernuansa lembut dan agak berwarna orens temaram. Dan ini adalah salah satu café yang baru saya datangi dan jadi tempat favorit suami untuk belaja.  Selain karena dekat juga karena memang nyaman dan dekat dengan tempat wisata.

Vanzrr Cafe

Baca juga: Pantai, Sunset, Windmill: Kombinasi Epik di Tandohang Port Ansan.

Pengalaman Ngopi Dengan Nuansa Groovy di Groovy Café

Groovy Cafe

Groovy Cafe

Di dekat kampus suami,  Ajou University, ada sebuah kawasan yang namanya Gwanggyo Café Street. Sesuai dengan namanya, di tempat ini banyak sekali berderet-deret macam-macam kafe yang bisa kita temui. Suatu saat saya iseng memilih satu kafe secara random dan ingin membuktikan sendiri, apakah kafe ini nanti mampu merepresentasikan nama Gwanggyo Café Street.

Sekilas Tentang Groovy Café

Kafe yang saya pilih namanya adalah Groovy Café atau Geurubi kalau ditulis menggunakan Hangeul. Lokasinya berada di pinggir sungai dan agak tricky untuk menemukan pintu masuknya karena harus memutar sedikit dari jalan utama. Gwanggyo Café Street sendiri berlokasi di antara Ajou University dan Kyonggi University, Suwon City. Cukup ketik saja di google maps atau better di Naver map: Gwanggyo Café Street, maka akan muncul lokasi yang dimaksud. Untuk menuju lokasi juga cukup mudah, bisa menggunakan bus umum atau subway, sangat mudah dijangkau.

 

Kesan pertama ketika pertama kali masuk, saya langsung nyaman dengan konsep kafenya. Lampu-lampu yang dipasang tidak terlalu terang, malah lebih cenderung temaram. Di sekeliling dinding dipasang rak-rak buku yang menampung berbagai buku. Lampunya didesain nuansa old style yang bikin suasana lebih cozy. Sesuai dengan namanya, groovy kadang-kadang bisa diartikan sebagai sesuatu yang membuat nostalgia. Contoh misalnya: musiknya groovy banget, jadi inget musik-musik tahun 60-an. Jadi mengasosiasikan kalau style musiknya cukup retro dan terkesan old style. Material yang digunakan untuk kursi dan meja terbuat dari kayu yang memiliki nuansa tua. Entah kayunya memang sudah tua atau dikonsep sedemikian rupa, namun yang jelas furniture-nya ngeblend banget dengan konsep kafenya, ditambah karpet tua yang menambah vibe old stylenya.

 

Menu dan Harga di Café Groovy

Menu yang ditawarkan cukup variatif. Ada macam-macam kopi atau varian teh, juga menyediakan berbagai macam kue. Cukup untuk menemani sejam-dua jam baca buku atau bincang-bincang ringan. Sayangnya menunya menggunakan huruf Hangeul, jadi kalau tidak bisa baca siapkan saja aplikasi penerjemah, hehe. Harganya cukup standar dengan harga kafe-kafe di Korea. Kopi dan teh ditawarkan di kisaran harga 5-7 ribu won (sekitar 50-70 ribu rupiah). Sedangkan kue-kuenya di harga 7 ribu won. Paling mahal adalah bir, seharga 8 ribu won.

 

So, dengan konsep kafenya yang groovy banget, tempat ini cocok untuk baca buku, kerja sambil buka laptop atau ngobrol-ngobrol santai dengan teman. Dengan memilih kafe secara random saja, kesan yang saya dapat tidak mengecewakan. Nampaknya saya perlu mencoba kafe-kafe lain di kawasan Gwanggyo Café Street ini. Korea memang banyak sekali pilihan kafe dengan beragam tema, jadi tidak ada salahnya next time kita mencoba kafe lain di kawasan ini.

 

Baca juga: Menikmati Langit di Haneul Park, Taman di Atas Awan.