Di Korea, mencari restoran halal agak gampang-gampang-susah. Gampang karena memang sudah mulai banyak restoran yang menyematkan label halal pada restorannya. Agak susah karena harus effort dulu dengan searching di internet di mana lokasi restoran tersebut. Kadang-kadang lokasi restoran agak jauh dari tempat kita berada dan kalau beruntung bisa ketemu lokasi yang dekat-dekat.

Suatu hari saya pernah berkunjung ke salah satu Palace di Seoul, namanya Changdokkung Palace. Ketika hari sudah beranjak siang, perut terasa lapar menandakan waktunya makan siang telah tiba. Saya coba mencari restoran halal di dekat saya berada menggunakan link di google maps yang menunjukkan peta lengkap lokasi restoran halal di Korea (tentang peta restoran halal ini, akan kita bahasa di lain kesempatan). Dan saya termasuk beruntung karena di dekat lokasi saya ada restoran halal bernama Persian Palace.

Di Korea, saya belum pernah menemukan restoran halal dengan “label” Persia. Kebanyakan adalah restoran India, Uzbekistan, Mesir, Malaysia atau Indonesia. Jadi ini adalah pertama kali saya berkunjung ke Persian Restaurant. Jadi, tanpa banyak pertimbangan lagi, saya ingin mencobanyya.
Lokasi
Persian Palace beralamat lengkap di 9, Sungkyunkwan-ro 6-gil, Jongno-gu, Seoul. Dilihat dari nama jalannyya (Sungkyunkwan-ro). Restoran ini terletak tidak jauh dari Sungkyunkwan University Seoul, yang merupakan salah satu universitas tertua di Korea karena didirikan sejak tahun 1398, sudah berumur 600 tahun lebih.

Lokasi restoran agak menjorok dari jalan utama dan memang terlihat kecil dari luar. Namun ketika masuk ke dalam, ruangannya cukup lega. Walaupun agak menjorok dari jalan utama, harusnya tidak susah menemukannya karena “rame”.
Suasana dan Menu

Berdasarkan penelusuran di internet, Persian Palace dibuka pada tahun 2002 dan dioperasikan oleh pemilik asal Iran. Ornamen di restoran ini terkesan “rame” dengan banyaknya pernak-pernik khas Persia yang berwarna-warni dan cenderung mencolok. Di dalam restoran juga dihiasi dengan beberapa lukisan tokoh-tokoh yang saya tidak paham siapa mereka. Mungkin tokoh-tokoh bersejarah Persia jaman dahulu.

Di pintu masuk, kita langsung disuguhkan dengan foto pemilik restoran dengan ukuran yang lumayan besar. Masuk lagi agak ke dalam, terpajang foto-foto pemilik restoran yang nampaknya banyak diundang oleh stasiun TV Korea. Hal ini mengesankan bahwa pemilik restoran ini adalah seorang yang bukan sembarangan dan memiliki kualitas bagus di bidangnya. Mungkin hal inilah yang membuat harga di restoran ini kalau menurut saya cukup mahal. Menu kebab (bukan wrapped kebab ya, tapi kayak daging yang ditusuk dengan batang besi, mirip sate) ada di harga 23,000 – 24,500 won (230.000 – 245.000 rupiah).

Ada juga menu-menu sederhana yang harganya masih masuk di kantong. Saya sendiri memesan kari kambing dan nasi di harga 12,000 won (120.000 rupiah). Untuk minuman, salah satu yang khas di sini adalah Zaffron Tea di harga 6,000 won (60.000 rupiah). Selain itu ada Persian Tea, Turkish Coffe, dan Arabic Ghawa (coffee).

Recommended?

Bagi teman-teman yang sedang berada di Korea dan ingin mencoba sesuatu yang baru, saya rasa restoran ini patut dicoba. Restoran ramah muslim dari negara lain bisa jadi sering kalian temui, tapi restoran Persia mungkin agak jarang. Selain itu, di lantai bawah ada tempat sholat juga. Di Korea, bisa ketemu tempat istirahat untuk makan sekaligus bisa sholat ketika jalan-jalan/traveling adalah sesuatu yang mewah.
Baca juga: Pengalaman Tak Terlupakan Menikmati Immersive Art di Arte Museum Jeju.
