Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Wajah Baru Stasiun Ngawi, Langkah Awal Lebih Nyaman Memulai Perjalanan

Stasiun Ngawi

Wajah Baru Stasiun Ngawi

Dulu, orang-orang mengenalnya dengan nama Stasiun Paron. Hal itu dikarenakan letak stasiun berada dalam wilayah Kecamatan Paron. Nama Stasiun Paron berganti ketika selesai dibangun ulang sekitar tahun 2019. Stasiun Ngawi merupakan salah satu dari empat stasiun yang berada di Kabupaten Ngawi. Ketiga stasiun lainnya yaitu Stasiun Walikukun, Stasiun Kedunggalar, dan Stasiun Geneng. Stasiun Paron atau sekarang dikenal dengan Stasiun Ngawi menjadi stasiun paling besar di Kota Ngawi.

Wajah Baru Stasiun Ngawi

Stasiun Ngawi berjarak kurang lebih 8KM dari Ngawi Kota. Tidak terlalu jauh dibandingkan dengan tiga stasiun lainnya. Jadi saya pikir, bisa jadi jawaban kenapa akhirnya Stasiun Paron berganti nama menjadi Stasiun Ngawi. Semoga nggak ngawur sih ini 😀

Stasiun Ngawi
Wajah Lama Stasiun Ngawi yang dulunya bernama Stasiun Paron. Ini sekitar bulan November 2018.

Saya merasa termasuk orang yang beruntung, meski tinggal bukan di area pusat Kota Ngawi, tapi saya tinggal dekat Stasiun Ngawi. Nggak ada 5 menit sudah sampai stasiun jika ingin bepergian menggunakan kereta api. Meski begitu, saya juga pernah ketinggalan kereta saat akan keluar kota dan itu rasanya jadi kebiasaan. 😀

Wajah Baru Stasiun Ngawi
Peron Stasiun Ngawi. Untuk kantor dan ‘pusat kendali’ berubah letaknya.

Dulu, bangunan Stasiun Ngawi itu termasuk kecil. Turun dari kendaraan, masuk teras stasiun sudah langsung pintu pemeriksaan. Memasuki stasiun, ruang tunggu dan peron juga begitu dekat. Dalam ingatan saya, dulu, ada dua kios atau toko oleh-oleh dan jajanan dalam stasiun, sedangkan di area parkir juga masih ada deretan warung nasi pecel dan toko jajan yang buka 24 jam. Sekarang, area Stasiun Ngawi sudah tidak ada warung maupun kios jajan lagi.

Wajah Baru Stasiun Ngawi
Menuju pintu pemeriksaan dan ruang tunggu.
Wajah Baru Stasiun Ngawi
Ruang Tunggu di Stasiun Ngawi.

Kini, Stasiun Ngawi lebih instagramble. Bangunannya memberi nuansa klasik modern. Jauh lebih bersih, jauh lebih tertata, dan jauh lebih baik semuanya. Padahal dulu, juga sudah termasuk bagus dalam hal penataan dan kebersihan. Karena bangunan Stasiun Ngawi jauh lebih besar, kalau tiba di stasiun mepet dengan keberangkatan kereta dijamin lelah jiwa raga 😀 Dari pintu masuk yang sekarang ada palang parkir, melewati halaman yang lumayan luas, naik tangga melewati pintu masuk stasiun, dari pintu masuk ke pemeriksaan, lalu ruang tunggu yang sekarang juga jadi ruang yang leluasa. Bagi saya juga tantangan meninggalkan kebiasaan datang mepet ke stasiun saat akan bepergian.

Wajah Baru Stasiun Ngawi
Area parkir Stasiun Ngawi yang sekarang, lebih luas.

Fasilitas di Stasiun Ngawi seperti toilet dan musala yang sama seperti dulu, sekarang jelas jauh lebih bersih dan nyaman. Parkir pun demikian, kini Stasiun Ngawi lebih sistematis soal parkir dan bisa dibilang lebih aman karena menggunakan karcis dan gate otomatis. Area parkir pun jadi lebih luas karena sudah tidak ada warung atau kios-kios. Jadi wajib siapkan bekal sebelum ke stasiun karena di area dalam stasiun belum ada gerai atau kios jajan lagi. Tidak hanya itu, di salah satu sudut stasiun, dekat pintu masuk tepat di samping loket, ada pojok klasik, gitu sih saya nyebutnya. Ada beberapa items benda-benda tradisional yang dipamerkan di sana. Ada tumbu, pawon, kukusan, sutil kayu, serta kain batik yang dipajang dan alat membatik. Banyak pembaharuan pihak KAI ini khususnya di Stasiun Ngawi, bagi pengguna seperti saya juga menjadi bagian dari langkah awal memulai perjalanan dengan nyaman dan menyenangkan.

wajah Baru Stasiun Ngawi
Sudut klasik, ini penamaan saya sih, karena bingung nyebutnya gimana 😀

Jika Teman-Teman sedang naik kereta api dan berhenti sejenak di Stasiun Ngawi, feel free colek-colek saya atau semoga tulisan ini mengingatkan Teman-Teman pada saya, hehehe… 🙂

 

Mampir juga di Gubuk Reneo Ngawi atau Ngopi di Glory Coffeenery.

Baca juga: Heritage Loco Tour Cepu, Wisata Sejarah Kereta Api di Kota Blora.

Santai Sejenak di Kayangan Café and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi

Kayangan Cafe Desa Wisata Brubuh

Kayangan Cafe Desa Wisata Brubuh

Tak bisa dipungkiri jika geliat wisata Indonesia semakin berkembang termasuk juga salah satu wisata yang ada di Kota Ngawi ini. Jogorogo adalah salah satu kecamatan di Ngawi yang memiliki keindahan alam memikat khas pegunungan karena terletak di kaki Gunung Lawu. Di sini banyak dijumpai wisata alam seperti Air Terjun Srambang, Air Terjun Pengantin, dan lainnya. Namun terdapat objek wisata yang menggabungkan antara konsep alam dan petualangan menarik yang ditawarkan oleh Desa Wisata Brubuh.

Kafe Kayangan Desa Wisata Brubuh Ngawi
Kayangan cafe and space tampak dari depan.

Desa Wisata Brubuh ini bagi saya spesial karena berbeda dari objek wisata lainnya yang biasanya dikelola pribadi atau pemerintah, tapi wisata baru di Desa Brubuh ini dibangun atas inisiatif warga Desa Brubuh Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi. Pengelolaannya juga dilakukan oleh warga setempat di bawah naungan BUMDES Duta Karya. Salah satu yang menarik di Desa Wisata Brubuh ini adalah Kayangan Café and Space.

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Ngawi
Kafe Kayangan dilihat dari depan.

Kayangan Café and Space memiliki dua macam ruang yang bisa digunakan untuk menikmati suasana alam sekitar, yaitu ada sisi indoor dan outdoor. Kafe ini memiliki pemandangan berupa hamparan sawah yang luas dengan sistem berundak atau terasiring. Suasana di sekitar kafe ini juga sangat tenang dan sesekali terdengar kicauan burung. Kafe ini mulai ‘membuka pintu’ pada pukul 08.30-17.00 WIB di Hari Senin hingga Jumat dan pukul 08.30-21.00 WIB di Hari Sabtu dan Minggu.

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Salah satu sudut bagian dalam Kayangan Cafe and Space tepat di depan pintu masuk samping area kasir.
Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Area lantai 2 di Kayangan Cafe and Space.

Di sekitar kafe ini tersedia arena flying fox tetapi saat saya ke sana sedang tidak bisa digunakan. Ada juga ayunan dan arena permainan anak-anak. Selain pemandangan dan suasana yang nyaman, menu di Kayangan Café and Space ini juga beragam dengan menyediakan aneka comfort foods menurut saya. Di antaranya kwetiau goreng dan rebus, nasi goreng, mie rebus dan goreng, gado-gado dan lainnya. Untuk pilihan minuman ada es teh, es jeruk, aneka minuman hangat bahkan minuman tradisional semacam jamu. Untuk harga menu yang ditawarkan menurut saya sangat affordable.

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Area flying fox yang berada di luar kafe.
Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Salah satu pembatas antar ruang di Kayangan Cafe and Space yang terbuat dari rak berisi cangkul.

Tempat ini sangat nyaman untuk bersantai bersama keluarga ataupun bisa digunakan untuk bekerja. Namun, di kafe ini tidak menyediakan wifi saat saya datang ke Kayangan Café and Space di Bulan Agustus 2022 lalu. Bagi saya tidak jadi masalah dengan tidak adanya wifi. Justru tidak ada wifi membuat saya bisa bersantai dan langsung menutup laptop setelah menyelesaikan pekerjaan saya. Menikmati kwetiau goreng dan es kunir asam yang saya pesan lalu duduk bengong sambil menikmati pemandangan alam yang indah.

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Daftar menu di Kayangan Cafe and Space, Desa Wisata Brubuh Ngawi beserta harga tiap menunya.
Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Selamat makan siang ^^

Kayangan Café and Space juga memberikan fasilitas yang oke punya untuk para pengunjung yang datang. Area parkir yang luas untuk mobil atau motor, toilet yang tak perlu antri serta bersih, dan musala yang nyaman dengan konsep semi outdoor. Selain itu, jika pengunjung menginginkan untuk lesehan di luar kafe, pengelola tidak hanya menyediakan tikar tetapi juga dilengkapi dengan beanbag yang nyaman.

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Ini adalah area musala di Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh, Ngawi.
Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Bagian dalam dari musala di Kayangan Cafe and Space, Desa Brubuh Ngawi.

Jika teman-teman berada di Kota Ngawi jangan lewatkan kesempatan untuk datang ke Kayangan Café and Space ini ya ^^ Meskipun ya jarak dari Ngawi Kota ke Kayangan Café and Space ini cukup lumayan tapi saat sampai tujuan, semua lelah perjalanan akan terbayar kok 🙂

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Kerja with a view 🙂

Baca juga: Gubuk Reneo, New Hidden Gem Wisata Kuliner di Ngawi.

Kerja Dari Mana Saja #3: Glory Coffeenery

 

Dalam hidup, ada kalanya bertemu momen yang tidak mudah tapi ada saat di mana segala terasa mudah. Sama halnya dengan bekerja. Ada kalanya susah, ada kalanya mudah dan menyenangkan. Apalagi sekarang di era new normal setelah ada work from home. Semua pekerjaan diselesaikan di rumah atau di mana saja yang penting terhubung dengan internet dan semua kewajiban harus diselesaikan dengan baik. Kali ini Kerja Dari Mana Saja the series kembali lagi setelah lama hiatus. 🙂

 

Kisah Kerja Dari Mana Saja #3 kali ini datang dari Glory Coffeenery. Salah satu coffee café yang berada di jantung Kota Ngawi. Kota paling barat dari Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Kota Sragen, Jawa Tengah. Kalau teman-teman pernah dengar lagu “Kartonyono Medot Janji”, nah itu di Kota Ngawi. Glory Coffeenery ini terletak di lantai dua Indomaret Jalan Trunojoyo. Di sini bisa memilih tempat di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kalau saya, lebih suka bekerja dengan duduk di teras (outdoor), langsung bisa menatap langit. Apalagi kalau ke sini saat sore menjemput senja gitu. Aduhai sekali melankolisnya 😀

 

Kafe yang mengusung semangat life with glory ini menurut saya nyaman untuk dijadikan tempat kerja sekaligus bikin semangat ngeruk recehan hahaha… 😀 Selain itu, teamwork-nya memang masih muda-muda, jadi terasa semangatnya juga. Ngaruh kan ya?

 

 

Di Glory Coffeenery ini, saya suka dengan hot coffee latte terlebih cara menyajiannya si gula dibuat terpisah tanpa request sebelumnya. Untuk yang saya yang pengen defisit kalori tapi angin-anginan alias sering khilaf, jadi merasa diberi pilihan di depan meja ‘oke, tanpa campur gula’ gitu kira-kira. 😀 Selain minuman based on coffee, saya tetap suka teh-tehan yaitu Lychee Tea. Nah, enaknya lagi, biasanya setelah kerja di mana otak diperas biasanya perut harus terima asupan kan ya? Di Glory Coffeenery juga menyediakan menu makan berat dan camilan dengan pilihan yang beragam. Beberapa waktu lalu, saya sempat memesan Rice Bowl Beef Blackpaper. Bayangan saya, ya namanya rice bowl ya disajikan dalam porsi kecil ternyata oh ternyata porsinya cukup besar untuk saya dengan rasa yang enak plus telur mata sapi dan harga terjangkau. Terlebih waktu saya memesannya saat ada promo diskon 17 belasan. Gimana nggak makin worth to eat. 😀 Sedangkan untuk camilan, saya pernah memesan mix dimsum. Satu porsi berisi empat dimsum beragam rasa seperti namanya mix dimsum. Ada dimsum ranjau (pedas), seafood, ayam, dan satu lagi mirip choipan. Kalau saya sih udah bisa kenyang dengan empat dimsum itu plus segelas Lychee Tea.

 

 

Ngomong-ngomong tentang fasilitas, kenapa nyaman bekerja dari Glory Coffeenery ini tidak lepas dari ketersediaan jaringan wifi. Aksesnya cepat, tempat nyaman dan bersih. Akses wastafel mudah dijangkau dan toilet pun juga tersedia. Kalau ke sini malam hari, suasananya mendadak romantis karena setting lampu-lampunya. Selain untuk kerja, bisa juga dijadikan untuk tempat reuni atau ketemuan dengan teman lama atau sama mantan juga boleh hahaha, becanda boleh ya? 😀

 

Lebih lengkap, boleh banget berkunjung dulu ke Instagram Glory Coffeenery, informasinya lengkap termasuk menu beserta info harganya. Selain itu, ada info live music juga. Setelah dari sini, jika teman-teman penasaran dengan seri ‘Kerja Dari Mana saja’ bisa langsung klik di sini 🙂 Bocorannya, seri kedua berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah. ^^

Jadi, mau seberat apa pun pekerjaannya, jangan lupa ngopi dan menikmatinya. Sampai jumpa di seri berikutnya…