
Sejak resmi menikah dan berumah tangga, saya dan suami termasuk pasangan nomaden alias rajin pindah dari satu propinsi ke propinsi lain di Indonesia. Biasanya setiap 2 atau 3 tahun, saya harus siap melow saat berkemas barang-barang yang harus dikirim ke tempat tinggal baru sesaat suami menerima SK mutasi.
Ya mudah nggak mudah, sedih nggak sedih tiap pindahan. Tetap ada senangnya kok. Sedihnya ya pasti saat terakhir menjelang pindah dan adaptasi pertama saat tiba di kota yang baru. Nobody is fully happy all the time, but similarly, nobody is fully unhappy all the time, either. Iya kan? 🙂
Di tempat yang baru, salah satu kegiatan menyenangkan selain kuliner, bagi saya adalah menemukan tempat kopi di kota yang baru saja saya jajaki. Saya cenderung tertarik pada kedai atau tempat ngopi ‘lokal’. Maksud saya, kedai kopi yang dikelola oleh perorangan setempat atau kedai kopi yang bukan brand nasional apalagi internasional gitu deh…
Termasuk tempat ngopi dengan suasana baru yang saya temui di Kota Palu khususnya yang dekat dengan tempat tinggal saya. Saat berada di Kota Palu, saya tinggal di sebuah komplek perumahan yang lokasinya dekat dengan Kantor Walikota Palu di mana jaraknya kurang dari 750 meter.
Nah, ada lima rekomendasi tempat ngopi di sekitar Kantor Walikota Palu yang menjadi langganan saya selama dua tahun tinggal di sana.
Ruang Koffie
Ruang Koffie ini berada tepat di belakang gedung Kantor Walikota Palu, tepatnya di Jalan Balai Kota Timur no.1. Di kedai ini saya suka dengan menu kopi Americano. Cita rasanya ada rasa asam aroma lemon padahal kata baristanya tanpa ada tambahan lemon ditambah pahitnya itu kuat. Saya menyukai perpaduan asam dan pahitnya. Ruang Koffie ini memiliki dua area, outdoor dan indoor. Kedai yang terletak satu deret dengan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Palu ini juga menyediakan minuman non kopi serta aneka kudapan. Cocok untuk catch up dengan teman atau kerja dari mana saja.

M Corner Street
Geser beberapa meter, ada tempat ngopi asik bernama M Corner Street. Kedai ini ada pertengahan 2021, seingat saya…hehe. Kedai yang terletak di pojok perempatan Jalan Nuri dan Jalan Cendrawasih ini memiliki konsep simple garden café. Suami lebih sering beli di sini varian Americano atau Latte. Saat malam, kedai ini terlihat paling cemerlang karena lighting-nya bagus. Simpel tapi romantic gitu. M Corner Street juga menyediakan menu non kopi dan camilan. Jadi cocok untuk ngobrol atau diskusi bareng teman atau pasangan.

TeBe (Tempat Berkumpul)
Geser lagi, tepatnya agak naik lagi, tempat ngopi yang tak kalah nyaman yaitu TeBe atau Tempat Berkumpul. Seperti Namanya, TeBe ini juga termasuk tempat ngopi yang ramai pengunjung. Rata-rata ya muda-mudi yang berkumpul di sana sambil menikmati kopi. Di kedai yang terletak di Jalan Swadaya ini saya juga dengan varian kopi gula arennya. Pahit, manis, gurihnya dapat. Selain itu, saya juga sangat suka menu nasi paru khas TeBe, nasi hangat dipadukan dengan telur orak-arik dan tentu saja paru yang dimasak pedas huhah gitu 😀 Nah, selain menu nasi paru, TeBe juga satu lokasi dengan kedai Sate Taichan dan ada pula toko pakaian anak yang buka saat siang. Saat saya tiba di Kota Palu, TeBe belum ada, mereka buka di pertengahan tahun 2021, seingat saya ya…

A.M Kopi
This is it! Bisa dibilang, A.M Kopi ini adalah kedai pertama kali yang saya temukan dan saya kunjungi yang akhirnya jadi tujuan untuk kerja jarak jauh juga saat malam. Terletak di Jalan Swadaya no. 25 di mana masih dekat dengan Kantor Walikota Palu, yang penting lagi, ini juga dekat sekali dari rumah kurang lebih 250 meter. A.M Kopi ini kedai yang menurut saya super simpel tapi menunya nggak bisa dibilang biasa-biasa aja.

Menu kopi favorit saya di A.M Kopi adalah kopi rantau dan kopi lemonade. Kopi rantau ini semacam kopi susu tapi beda, pun di sana menu kopi susu juga ditulis dengan jelas. Kopi rantau ini ngangenin bagi saya, cita rasanya entah berbeda, gurih manis di top note-nya lalu di ujung ada rasa pahit gurih. Di aplikasi go-food pun kopi rantau juga jadi menu favorit. Selain menu varian kopi juga ada yang non kopi, misal varian teh dan coklat. Tak lupa juga, tersedia camilan berupa brownies, bakpao, dan camilan kesukaan saya yaitu panada. Saya gambarkan panada itu seperti donat lalu ada isian berupa ikan yang dimasak bumbu pedas, kadang dicampur soon dikit atau semacam lobak.

Kalau kurang kenyang dengan camilan yang ada di A.M Kopi, pengunjung bisa langsung merapat ke BORS Café yang letaknya bergandengan, satu lokasi. Menunya berupa hamburger dan menu aneka nasi. Favorit saya? Beef Burger dan Beef Teriyaki. Isian daging untuk burger mereka memasaknya mendadak, jadi bukan olahan daging frozen gitu. Jadi memang nunggu sedikit lebih lama tapi ya lama-lama amat sih.
Kopitaro
Lanjuuuttt, yuk mari, geser sedikit lagi dari A.M Kopi ke Kopitaro. Lokasi Kopitaro ini juga berada di Jalan Swadaya, masih dekat dengan Kantor Walikota Palu sekaligus dekat tempat tinggal saya. Kopitaro ini seingat saya saat ngobrol dengan pemiliknya sudah buka cukup lama, tetapi lokasi di Jalan Swadaya ini baru di awal tahun 2022 adalah tempat baru. Jadi saya sempat menikmati suasana grand opening Kopitaro saat itu.

Hal yang spesial di kedai ini adalah kopinya diracik secara manual dan saat proses itu pengunjung bisa menyaksikan langsung sambil membuka obrolan dengan barista yang juga pemiliknya langsung atau dengan barista yang lain. Favorit saya di kedai ini adalah Caramel Latte dengan less sugar. Kopitaro menyediakan ruang indoor dan outdoor dengan akses wifi yang cepat. Jadi cocok untuk kerja jarak jauh juga. Saya pun sudah pernah menulis cerita tentang Kopitaro.
Kelima tempat ngopi ini berada tidak jauh dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu. Jadi ketika teman-teman sedang transit di Kota Palu bisa mampir di tempat ngopi di atas. Kira-kira mana yang membuat kalian tertarik untuk mengunjunginya? 🙂
Baca juga: Jajanan Khas Kota Palu yang Wajib Dicicipi.
