Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Melihat Korea dari Sisi Tradisional di Korean Folk Tourism

Korean Folk Village

Bagi teman-teman yang bosan dengan sisi modern Korea dan ingin melihat sisi tradisional dari Korea, tempat ini patut dikunjungi. Namanya adalah Korean Folk Village. Dari Namanya saja sudah kelihatan ya, kalau ini adalah wisata berbau pedesaan (village). Tapi ternyata bukan desa beneran. Korean Folk Village adalah sebuah tempat yang dikonsep supaya kita bisa merasakan suasana jadul korea jaman dahulu sebelum menjadi modern seperti sekarang. Hitung-hitung belajar Sejarah Korea, namun dengan cara yang menyenangkan.

Korean Folk Village

Apa itu Korean Folk Village?

Korean Folk Village (Bahasa Korea: 한국민속촌) bisa dikategorikan sebagai sebuah museum (living museum). Tempat ini pertama kali dibuka pada 3 Oktober 1974 (pembangunan dimulai pada tahun 1973 dan selesai pada tahun 1974). Korean Folk Village sebenarnya adalah tujuan wisata yang cukup populer bagi baik warga Korea sendiri maupun wisatawan asing.

Korean Folk Village

Konsepnya, rumah-rumah asli dari seluruh negeri dibangun kembali di tempat ini untuk menciptakan replika desa dari periode Joseon akhir dengan skala yang sebenarnya. Jadi luas tempat ini hampir sama seperti satu komplek perumahan. Cukup luas untuk membuat kaki gempor menelusuri setiap sudutnya. Bagaimana tidak, replika rumah-rumah disini dibangun seriil dan selengkap mungkin supaya pengunjung memahami bagaimana kehidupan desa Korea pada jaman dahulu. Setiap bangunan diberi keterangan sebagai penjelasannya. Jadi pengunjung akan tahu bagaimana bentuk rumah orang miskin pada jaman dahulu, bagaimana bentuk rumah orang kaya (tuan tanah), bagaimna  bentuk rumah kepala desa, sampai dibangun pula replika rumah bangsawan. Lebih dari 260 rumah tradisional yang mengingatkan pada Dinasti Joseon akhir dapat ditemukan di sana.

 

Daya Tarik

Komplek replika rumah-rumah pedesaan Korea pada jaman dulu yang dijelaskan di atas adalah salah satu daya tarik dari Korean Folk Village. Ada beberapa atraksi dan fasilitas yang bisa pengunjung nikmati antara lain:

Festival Musiman

Korean Folk Village

Ada beberapa fastival dan acara pertunjukana yang berbeda-beda setiap musimnya. Antara bulan Desember hingga Januari diselenggarakan Cold Winter Rural Home Tales, yaitu gambaran aktivitas masyarakat Joseon selama musim dingin yang mengajak pengunjung memancing di kolam es dan berburu hewan. Kemudian antara bulan Februari hingga Maret ada The Play from The Old Days yang berisi tentang nostalgia masa kecil masyarakat Korea Selatan pada tahun 70-an atau 80-an. Para pengunjung akan diajak membuat dalgona (membuat figur dari gula yang meleleh), memanggang ubi atau chestnut di atas kompor tradisional, tinggal di ruang ondol dalam rumah beratap jerami, dan membuat layang-layang tradisional.

Korean Folk Village

Antara bulan Mei hingga Juni ada kegiatan “Welcome to Joseon” yang akan mengajak pengunjung mengenal tokoh-tokoh terkenal pada era Joseon yang sering muncul dalam cerita rakyat Korea Selatan. Antara bulan Juli hingga Agustus ada festival musim panas masyarakat Joseon dengan cara “perang air”. Dan puncaknya antara bulan September hingga November ada “Historical Drama Festival” yang menyuguhkan berbagai pertunjukan dari cerita rakyat atau dongeng pada era Joseon.

Korean Folk Village

Pertunjukan Tradisional

Setidaknya ada 3 pertunjukan tradisional yang ditampilkan setiap harinya, yaitu Pungmul yang menampilkan berbagai tarian dan musik tradisional Korea. Kemudian ada Eolssigu Jeolsiggu atau parade rakyat dengan tarian tradisional dan drama humor dalam cerita rakyat tradisional. Dan terakhir adalah prosesi upacara pernikahan tradisional yang paling diminati pengunjung, khususnya dari mancanegara. Para pemeran mengenakan pakaian pengantin tradisional lengkap dengan riasan, dekorasi pernikahan, hingga prosesi pernikahan yang khidmat sehingga hal ini terlihat sangat nyata.

Workshop Kerajinan Tangan

Di Korean Folk Village, para pengunjung juga dapat mengikuti workshop atau pelatihan kerajinan tangan yang akan mengasah kreativitas. Beberapa pelatihan yang dapat diikuti antara lain: menempa bahan-bahan dari kuningan dan perunggu; pelatihan kerajinan kayu; pelatihan kerajinan tembikar; pelatihan kerajinan bambu; pelatihan pyrografi (menulis di atas kayu atau kertas); pembuatan topeng kayu tradisional; pelatihan dyeing (pewarnaan alami menggunakan warna-warna dari tumbuhan dan alam); pelatihan pembuatan alat musik tradisional seperti danso (seruling bambu pendek) dan bermain mulpiri (seruling air); pembuatan pipa tembakau; dan pembuatan sepatu jerami.

Theme Park

Tempat ini cocok untuk pengunjung yang membawa anak kecil. Supaya tidak bosan, mereka bisa bermain di theme park ini. Ada berbagai macam wahana permainan disini. Ada bombom car, bianglala, perahu naga, dll. Bahkan ada juga rumah hantu yang tentu saja “menampilkan” hantu-hantu tradisional Korea.

Restoran dan Toko Suvenir

Ada beberapa restoran di dalam Korean Folk Village yang menjual berbagai macam masakan tradisional Korea. Ada juga toko suvenir yang sayang kalau dilewatkan

 

Selain berfungsi sebagai destinasi wisata, Korean Folk Village kadang-kadang juga dipakai sebagai set Drakor dan film khususnya yang bertema kerajaan. Antara lain Jewel in The Palace/Dae Jang Geum (2003-04), The Great Queen Seondeok (2009), Dong Yi (2010), Sunkyunwan Scandal (2010), Moon Embracing The Sun (2013), My Love from the Star (2013), 100 Days My Prince (2018), dan Crowned Clown (2019).

 

Lokasi dan Tiket Masuk

Lokasi Korean Folk Village terletak di wilayah Yongin, sebuah kota satelit di Kawasan Metropolitan Seoul di Provinsi Gyeonggi di Korea Selatan, bersebelahan dengan kota Suwon. Alamat lengkapnya di 경기도 용인시 기흥구 민속촌로 90 (보라동) (90 Minsokchon-ro, Giheung-gu, Yongin-si, Gyeonggi-do). Tinggal cari saja di Naver Map, pasti ketemu.

 

Untuk dapat memasuki kompleks Korean Folk Village, para pengunjung akan dikenakan biaya bervariasi sebesar KRW 32.000 (dewasa), KRW 26.000 (anak-anak), dan 22.000 (senior/disabilitas).

 

Korean Folk Village ini buka sepanjang tahun dan waktu operasionalnya menyesuaikan dengan musim dan cuaca di Korea Selatan, misalnya pada bulan Februari-April (peralihan musim dingin ke musim semi) buka pada pukul 09.30-18.00 (weekdays) dan 09.30-18.30 (weekend).Namun, ketika musim semi dan musim panas, waktu operasional akan lebih panjang 30 menit. Sedangkan pada musim gugur dan musim dingin lebih pendek 30 menit.

 

Informasi harga tiket dan jam buka mungkin dapat berubah, jadi mending ngecek aja di web resmi Korean Folk Village. Tenang, ada beberapa pilihan bahasa, termasuk Bahasa Inggris.

 

Baca juga: Pengalaman Keliling Menikmati Demilitarized Zone (DMZ) Korea.

Pengalaman Keliling Demilitarized Zone (DMZ)

DMZ

DMZ adalah sesuatu yang baru dan unik karena tidak banyak tempat dengan status DMZ (Demilitarized Zone). Area DMZ di Korea bukanlah satu-satunya di dunia, tapi merupakan salah satu yang paling terkenal dan dijaga ketat. Selain itu, di Korea Selatan, area DMZ telah menjadi salah satu objek wisata paling populer, terutama bagi turis asing. Mereka ingin melihat Korea Utara, salah satu negara yang paling terisolasi di dunia, dari area DMZ.

DMZ

Sebenarnya, ada DMZ lain di berbagai bagian dunia, tapi tidak sepopuler DMZ. Misalnya, ada DMZ di Siprus yang disebut sebagai the United Nations Buffer Zone atau the Green Line, yang memisahkan bagian utara Siprus yang dikuasai oleh Turki dari bagian selatan yang dikuasai oleh Yunani. DMZ ini didirikan pada tahun 1964 dan dipantau oleh PBB. Contoh lainnya adalah the Western Sahara Berm, sebuah dinding pasir yang diperkuat yang berfungsi sebagai DMZ de facto antara Maroko dan Republik Arab Sahrawi Demokratik. Dibangun pada tahun 1980-an dan memisahkan wilayah yang dikuasai oleh Maroko dari wilayah yang dikuasai oleh Sahrawi.

 

Tempat Menarik di DMZ

Ada banyak tempat menarik di DMZ, tapi karena keterbatasan waktu, kami hanya bisa mengunjungi beberapa di antaranya, seperti:

 

Taman Imjingak, Paju

Imjingak Park adalah taman yang terletak di Paju, Provinsi Gyeonggi, sekitar 7 kilometer barat daya dari Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea. Berfungsi sebagai simbol harapan untuk rekonsiliasi kedua Korea. Taman ini adalah tujuan wisata populer, menawarkan pengunjung sekilas tentang sejarah dan ketegangan Semenanjung Korea. Tempat ini adalah lokasi terjauh yang bisa dicapai oleh peradaban tanpa pemeriksaan dari militer.

DMZ

Taman Imjingak didirikan pada tahun 1972 sebagai penanda bagi mereka yang terpisah dari keluarga mereka selama Perang Korea dan tidak bisa kembali ke kampung halaman mereka di Korea Utara. Taman ini dinamai dari Sungai Imjin yang berdekatan, yang mengalir dari Korea Utara ke Korea Selatan.

DMZ

Di dalam taman ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai atraksi dan monumen. Salah satu yang paling terlihat adalah Lonceng Perdamaian Imjingak, sebuah lonceng perunggu besar yang melambangkan perdamaian dan persatuan. Ada pula Deck observasi yang memberikan pemandangan panoramik dari DMZ dan ada Jembatan Kebebasan (Freedom Bridge) yang digunakan untuk pertukaran tawanan selama Perang Korea.

 

Taman ini memiliki beberapa tugu dan pameran lainnya, termasuk Tembok Harapan, di mana pengunjung dapat meninggalkan pesan dan harapan untuk rekonsiliasi. Altar Mangbaedan, situs simbolis di mana orang menawarkan doa bagi leluhur mereka dari Korea Utara. Selain itu, ada patung, patung, dan artefak sejarah terkait Perang Korea dan pembagian dua Korea.

 

Kereta Gantung (Gondola) dan Observatorium Sungai Imjin

Lokasinya masih di Imjingak Park. Selesai pada tahun 2020, Gondola Perdamaian Imjingak Paju menawarkan pandangan udara dari DMZ sambil membawa penumpangnya melintasi Sungai Imjin. Setelah turun dari gondola dan berjalan sekitar 300 meter, kalian akan melihat observatorium yang menghadap Sungai Imjin. Observatorium memberikan pandangan panoramik dari Zona Demiliterisasi.

 

Terowongan Ketiga (3rd Tunnel)

DMZ

Terowongan Infiltrasi Ketiga atau Terowongan 3 adalah salah satu dari empat terowongan yang diketahui digali di bawah perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang membentang di selatan Panmunjom. Terowongan yang tidak selesai ini ditemukan pada Oktober 1978 setelah deteksi ledakan bawah tanah pada Juni 1978.

DMZ

Terowongan ini sekarang menjadi situs wisata, meskipun masih dijaga ketat. Pengunjung dapat memasuki terowongan dengan berjalan menuruni lereng curam yang panjang. Fotografi dilarang dalam terowongan. Pihak Korea Selatan telah memblokir Garis Demarkasi Militer yang sebenarnya dalam terowongan dengan tiga barikade beton. Wisatawan dapat berjalan sejauh barikade ketiga, dan barikade kedua terlihat melalui jendela kecil di barikade ketiga.

 

Observatorium Dora

Observatorium Dora berada di sisi Korea Selatan dari garis imajiner paralel 38. Observatorium ini terletak di puncak Dorasan (Gunung Dora) di Paju dan memberikan pemandangan indah melintasi Zona Demiliterisasi. Pengunjung dapat melihat wilayah Korea Utara melalui teropong. Mereka dapat melihat “desa propaganda” Korea Utara di DMZ dan kota Kaesong. Observatorium ini dekat dengan Terowongan Infiltrasi Utara Ketiga yang digali oleh Korea Utara ke Selatan. Stasiun Dorasan, juga dekat, dirancang untuk menjadi stasiun yang menghubungkan rel kereta api Selatan dan Utara suatu hari nanti di masa depan.

 

Reunifikasi?

Saya merasa tidak berhak mencampuri urusan antara kedua negara tersebut. Tapi kalau sebatas opini setelah mengunjungi DMZ adalah, bahwa Korea Selatan siap untuk reunifikasi karena kita dapat melihat beberapa fasilitas yang telah disiapkan untuk reunifikasi kapan pun itu terjadi. Beberapa contohnya antara lain:

 

Daerah Keamanan Bersama Panmunjom (Panmunjom Joint Security Area (JSA))

Terletak di dalam DMZ. Sayangnya, kami tidak sempat mengunjungi tempat ini saat itu. JSA adalah satu-satunya bagian dari DMZ di mana pasukan Korea Utara dan Korea Selatan berdiri berhadapan. Mungkin tempat ini foto-fotonya sudah sering terlihat di internet.

 

Ini merupakan simbol penting dari pembagian wilayah berdaulat antara kedua Korea tetapi juga berfungsi sebagai tempat untuk pembicaraan dan negosiasi antara Korea Utara dan Selatan.

 

Stasiun Dorasan

Stasiun Dorasan adalah stasiun kereta api yang dibangun untuk menghubungkan jalur kereta api Korea Utara dan Korea Selatan. Meskipun hubungan kereta api belum sepenuhnya terwujud, Stasiun Dorasan melambangkan harapan untuk reunifikasi dan potensi integrasi transportasi dan ekonomi antara Korea Utara dan Korea Selatan.

 

Jejak Perdamaian (Peace Trails)

Korea Selatan telah mengembangkan beberapa peace trails dan dek observasi sepanjang DMZ. Jejak-jejak ini memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi keindahan alam sambil belajar tentang sejarah dan pentingnya DMZ. Tempat ini juga berfungsi sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi.

 

Desa Pemersatu (Unification Village)

Desa Persatuan (Daeseong-dong) adalah desa kecil yang dihuni oleh penduduk dan petani Korea Selatan. Desa ini mewakili keinginan untuk reunifikasi, karena didirikan untuk menunjukkan bahwa orang dapat hidup dan berkembang di daerah perbatasan yang rawan. Selain itu, desa ini merupakan simbol harapan karena salah satu alasan orang tinggal di desa ini dengan sukarela adalah karena memiliki anggota keluarga yang terpisah di Korea Utara. Mereka ingin menjadi orang pertama yang bertemu dan mendekap kerabat mereka ketika reunifikasi terjadi suatu hari nanti.

 

Fasilitas dan inisiatif-inisiatif ini nampaknya menunjukkan komitmen Korea Selatan terhadap perdamaian, dialog, dan upaya potensi reunifikasi.

 

Baca juga: Menikmati The Garden of Morningcalm Saat Musim Dingin.

Nikmati Seblak Sepuasmu di Raja Seblak Prasmanan Ngawi

Raja Seblak Prasmanan

Saya masih nggumun ketika mendapati bahwa sekarang makan seblak bisa pilih sendiri apa saja isian seblak yang ingin kita nikmati. Ternyata tidak hanya rumah makan yang menawarkan gaya prasmanan, menu seblak pun juga ada model prasmanan.

Raja Seblak Prasmanan

Gaya prasmanan semacam ini memang bisa memuaskan tetapi bagi saya juga melenakan hahaha. Lebih-lebih kalau pas lapar mata. Bagaimana tidak, menu isian seblak yang tersaji sangat lengkap, mulai dari pilihan sayur, aneka macam pilihan krupuk, ada mie, telur ayam, telur puyuh dan beraneka ragam pilihan frozen food yang enak-enak.

Raja Seblak Prasmanan

Kebayang kan misal sedang kalap? 😀 Nah, salah satu warung seblak dengan gaya prasmanan di Kota Ngawi adalah Raja Seblak Prasmanan. Saat memasuki warung atau kedai ini, mata langsung dimanjakan dengan aneka isian seblak yang menggoda iman. Mulai sayurannya yang fresh dan pilihannya lebih dari satu, belum isian lain-lainnya.

Raja Seblak Prasmanan

Lokasi dan Jam Operasional

 

Makanan khas Sunda yang berasal dari wilayah Parahyangan yang biasanya didominasi dengan krupuk, sekarang sudah banyak berinovasi terutama isiannya. Cita rasa gurih dan pedas serta rasa kencur yang khas dalam masakan ini memang tidak berubah tapi isiannya jadi lebih beragam.

Raja Seblak Prasmanan

Raja Seblak Prasmanan Ngawi juga menyediakan hal yang menyenangkan ini, memberi banyak pilihan penikmat seblak dengan ragam pilihan isian seblak. Para pengunjung bisa mulai menikmati seblak prasmanan di Raja Seblak mulai pukul 10.00 WIB hingga habis.

Raja Seblak Prasmanan

Raja Seblak Prasmanan berada di Jalan MH. Thamrin No. 32 Ngawi, samping Gang Ketonggo IV. Lokasinya sangat dekat dengan Alun-Alun Kota Ngawi. Sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

 

Menu

Raja Seblak Prasmanan

Menu utama di warung ini adalah seblak yang isiannya bisa kita pilih sendiri, jenis dan jumlahnya. Perlu hati-hati juga biar nggak lapar mata dan akhirnya mubadzir ya. Level pedasnya juga bisa kita tentukan sesuai kemampuan dan selera kita. Selain itu juga ada menu ayam geprek dan menu minuman yang banyak, tidak hanya es teh dan es jeruk tetapi juga aneka minuman seperti teh tarik, jus dan lainnya.

Raja Seblak Prasmanan

Kesan Makan Seblak Prasmanan

Raja Seblak Prasmanan

Saya benar-benar senang dengan gaya makan seblak seperti ini. Pengalaman pertama juga makan seblak prasmanan bersama teman wali murid dan salah satu ustadzah Bilgi . Raja Seblak Prasmanan ini sangat ramai pengunjung tetapi jangan khawatir dengan tempat duduk jika dimakan di sana. Tersedia meja kursi dan area lesehan.

Raja Seblak Prasmanan

Makan di sini harus super sabar karena harus dimasak dahulu sesuai antrian. Cocok jika datang bersama teman karena waktu tunggu bisa sambil ngobrol haha hihi. Masakannya pun enak, balance semuanya, nggak dominan asin, manis atau rasa kencur. Pokoknya pas dan saya akan kembali lagi.

 

Kalau Teman-Teman sudah punya pengalaman menikmati seblak dengan gaya prasmanan seperti ini? ^^

 

Baca juga: Ide Kegiatan Menyenangkan yang Bisa Dilakukan di Alun-Alun Ngawi.

Rekomendasi Oleh-Oleh dari Pasar Wisata Tawangmangu

Oleh-Oleh Pasar Tawangmangu

Pertengahan Februari lalu saat ada long weekend, saya berkesempatan menikmati tanggal merah itu di Tawangmangu. Pagi hari sebelum pulang, saya menyempatkan untuk jalan kaki menuju Pasar Wisata Tawangmangu. Selain ingin menikmati udara pagi Tawangmangu, saya juga ingin tahu menu sarapan warga sekitar. Ternyata momen jalan pagi itu benar-benar mempertemukan saya dengan jajan tradisional Tawangmangu bernama Cothot.

 

Setelah puas antri dan makan Cothot di emper toko yang masih tutup, saya melanjutkan jalan-jalan saya dengan masuk ke area Pasar Wisata Tawangmangu. Niat tetap sama, jajan! Nah, ada beberapa rekomendasi oleh-oleh yang bisa kita bawa dari Pasar Wisata Tawangmangu, setidaknya ini versi saya 😀

 

Tanaman Hias

 

Yap, di pintu masuk utama Pasar Wisata Tawangmangu, para pengunjung akan disambut dengan banyak tanaman hias yang berjejer. Ragamnya pun juga banyak, mulai dari bunga seperti Mawar, Krisan, Melati Belanda dan lainnya. Tak hanya itu, ada juga aneka bibit buah seperti jeruk, alpukat, durian dan lainnya yang bisa kita pilih.

 

Ada juga beraneka ragam jenis dan bentuk kaktus hias. Kaktus berukuran mini yang telah ditanam didalam pot kecil. Pecinta kaktus pasti senang dan gemas ingin membawa semua kaktus-kaktus di sana.

 

Jajan Tradisional

 

Setelah melewati area tanaman hias, kita akan melewati kios-kios yang menyediakan aneka snack tradisional. Saat ke sana, saya lihat ada krupuk rambak kulit sapi khas Tawangmangu. Ada gula kacang, sale pisang, mete dan lainnya. Selain itu ada aneka oleh-oleh minuman tradisional seperti wedang uwuh dan teh khas wilayah Kemuning, Tawangmangu, Karanganyar.

 

Buah-Buahan

 

Tawangmangu yang berada di kawasan Gunung Lawu dengan udara yang sejuk cenderung dingin, tentu wilayahnya banyak menghasilkan buah-buahan khususnya durian, manggis, stroberi dan alpukat. Selain itu, jambu biji yang sempat saya beli di sana juga rasanya lebih manis dan kriuk. Di area samping Pasar Wisata Tawangmangu terdapat area khusus yang menjual berbagai jenis pisang seperti pisang Ambon, kepok, susu hingga pisang tanduk yang biasanya jarang saya temui.

 

Sayur-Sayuran

 

Berada di area pegunungan, tentu saja di Pasar Wisata Tawangmangu ini sangat mudah menjumpai beraneka ragam sayur terutama kubis, kol, wortel, daun bawang, seledri dan lainnya. Termasuk juga lobak dan beet.

 

Ternyata asik juga cuci mata pagi-pagi ke Pasar Wisata Tawangmangu, terlebih saat saya bisa membawa satu pot bunga krisan pink yang cantik sebagai buah tangan saat kembali ke rumah.

 

Baca juga: Menikmati Jajanan Tradisional, Cothot Khas Tawangmangu.

THX Coffee, Kedai Kopi dengan Nama Unik di Ngawi

THX Coffee

Salah satu rekomendasi kedai kopi di tengah Kota Ngawi dengan nama yang unik. Nama kedai kopi ini terdiri dari tiga huruf konsonan THX yang dibaca Thanks. Yap, THX Coffee. Seakan memiliki makna yang dalam gitu ya, agar para pengunjungnya senantiasa berterima kasih setidaknya pada diri sendiri, mencintai diri sendiri.

THX Coffee

Lokasi dan Jam Operasional

 

THX Coffee berada di Jalan Ahmad Yani No. 5, Beran I, Beran, Kecamatan Ngawi, Ngawi. Kedai kopi ini ada di seberang Pasar Beran. Menurut saya, posisinya sangat strategis dan mudah ditemukan. Dari Terminal Ngawi Lama juga dekat dan mudah dijangkau.

THX Coffee

Jam operasional THX Coffee buka setiap hari dengan jadwal menyeduh yang berbeda. Hari Senin hingga Rabu memulai menyeduh pukul 13.00-23.00 WIB. Sedangkan Hari Kamis hingga Minggu pukul 11.00-23.00 WIB.

 

Menu

 

THX Coffee tentu saja menyediakan aneka menu kopi. Mulai Espresso, Americano, Cappuccino, Coffee Latte dan lainnya. Selain menu kopi juga ada menu non kopi seperti menu teh dan coklat. Semua menu minuman bisa dihidangkan panas atau dingin sesuai selera kita. Menu yang saya pesan tentu saja, Coffee Latte dingin tanpa gula ^^

 

Menu minuman selalu ada temannya yaitu menu makanan. THX Coffee menyediakan aneka camilan seperti kentang goreng, cireng, croffle dan lainnya. Spesial menu croffle tersedia empat pilihan topping yaitu keju, coklat, strawberry dan green tea.

 

Fasilitas

THX Coffee

THX Coffee menyediakan beberapa fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Diantaranya, THX Coffee menyediakan area no smoking dengan AC dan area smoking tanpa AC indoor. Selain itu, kedai kopi ini juga menyediakan beberapa meja kursi di area depan kedai yang nyaman untuk menikmati suasana malam atau sore.

THX Coffee
Spot favorit ^^

Jika datang ke THX Coffee karena work from café, THX Coffee menyediakan akses internet yang cepat dan tempat yang nyaman. Selain itu, juga tersedia area parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

 

Baca juga: Rekomendasi Kedai-Kedai Kopi di Kota Ngawi.

Persian Palace, Restoran Halal Persia di Seoul

Persian Palace Seoul

Di Korea, mencari restoran halal agak gampang-gampang-susah. Gampang karena memang sudah mulai banyak restoran yang menyematkan label halal pada restorannya. Agak susah karena harus effort dulu dengan searching di internet di mana lokasi restoran tersebut. Kadang-kadang lokasi restoran agak jauh dari tempat kita berada dan kalau beruntung bisa ketemu lokasi yang dekat-dekat.

Persian Palace Seoul

Suatu hari saya pernah berkunjung ke salah satu Palace di Seoul, namanya Changdokkung Palace. Ketika hari sudah beranjak siang, perut terasa lapar menandakan waktunya makan siang telah tiba. Saya coba mencari restoran halal di dekat saya berada menggunakan link di google maps yang menunjukkan peta lengkap lokasi restoran halal di Korea (tentang peta restoran halal ini, akan kita bahasa di lain kesempatan). Dan saya termasuk beruntung karena di dekat lokasi saya ada restoran halal bernama Persian Palace.

Persian Palace Seoul

Di Korea, saya belum pernah menemukan restoran halal dengan “label” Persia. Kebanyakan adalah restoran India, Uzbekistan, Mesir, Malaysia atau Indonesia. Jadi ini adalah pertama kali saya berkunjung ke Persian Restaurant. Jadi, tanpa banyak pertimbangan lagi, saya ingin mencobanyya.

Lokasi

Persian Palace beralamat lengkap di 9, Sungkyunkwan-ro 6-gil, Jongno-gu, Seoul. Dilihat dari nama jalannyya (Sungkyunkwan-ro). Restoran ini terletak tidak jauh dari Sungkyunkwan University Seoul, yang merupakan salah satu universitas tertua di Korea karena didirikan sejak tahun 1398, sudah berumur 600 tahun lebih.

Persian Palace Seoul

Lokasi restoran agak menjorok dari jalan utama dan memang terlihat kecil dari luar. Namun ketika masuk ke dalam, ruangannya cukup lega. Walaupun agak menjorok dari jalan utama, harusnya tidak susah menemukannya karena “rame”.

Suasana dan Menu

Persian Palace Seoul

Berdasarkan penelusuran di internet, Persian Palace dibuka pada tahun 2002 dan dioperasikan oleh pemilik asal Iran. Ornamen di restoran ini terkesan “rame” dengan banyaknya pernak-pernik khas Persia yang berwarna-warni dan cenderung mencolok. Di dalam restoran juga dihiasi dengan beberapa lukisan tokoh-tokoh yang saya tidak paham siapa mereka. Mungkin tokoh-tokoh bersejarah Persia jaman dahulu.

Persian Palace Seoul

Di pintu masuk, kita langsung disuguhkan dengan foto pemilik restoran dengan ukuran yang lumayan besar. Masuk lagi agak ke dalam, terpajang foto-foto pemilik restoran yang nampaknya banyak diundang oleh stasiun TV Korea. Hal ini mengesankan bahwa pemilik restoran ini adalah seorang yang bukan sembarangan dan memiliki kualitas bagus di bidangnya. Mungkin hal inilah yang membuat harga di restoran ini kalau menurut saya cukup mahal. Menu kebab (bukan wrapped kebab ya, tapi kayak daging yang ditusuk dengan batang besi, mirip sate) ada di harga 23,000 – 24,500 won (230.000 – 245.000 rupiah).

Persian Palace Seoul

Ada juga menu-menu sederhana yang harganya masih masuk di kantong. Saya sendiri memesan kari kambing dan nasi di harga 12,000 won (120.000 rupiah). Untuk minuman, salah satu yang khas di sini adalah Zaffron Tea di harga 6,000 won (60.000 rupiah). Selain itu ada Persian Tea, Turkish Coffe, dan Arabic Ghawa (coffee).

Persian Palace Seoul

Recommended?

Persian Palace Seoul

Bagi teman-teman yang sedang berada di Korea dan ingin mencoba sesuatu yang baru, saya rasa restoran ini patut dicoba. Restoran ramah muslim dari negara lain bisa jadi sering kalian temui, tapi restoran Persia mungkin agak jarang. Selain itu, di lantai bawah ada tempat sholat juga. Di Korea, bisa ketemu tempat istirahat untuk makan sekaligus bisa sholat ketika jalan-jalan/traveling adalah sesuatu yang mewah.

 

Baca juga: Pengalaman Tak Terlupakan Menikmati Immersive Art di Arte Museum Jeju.