Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Gulo Jowo, Nostalgia Lewat Jajanan Pasar Tradisional di ‘Taman Surga’ Solo

Gulo Jowo

Gulo Jowo

Saat kita khususnya saya berkunjung ke sebuah kota, hal yang saya cari selain destinasi wisata tentu saja juga aneka kulinernya. Dunia kuliner saat ini pun juga sangat banyak ragamnya dan kita sebagai penikmat tentu memiliki banyak pilihan. Ada aneka pilihan kuliner kekinian dan juga beragam kuliner tempo dulu. Tentu saja dengan daya Tarik dan keunikan masing-masing.

Selayang Pandang Gulo Jowo

Gulo Jowo

Begitu juga saya, setiap akan ke Solo, saya akan cari-cari tempat untuk memuaskan lidah saya. Entah itu dengan citarasa modern atau tempo dulu, biasanya saya akan mengikuti apa yang sangat saya inginkan. Seringnya sih gitu 😀

Gulo Jowo

Kafe Gulo Jowo namanya. Kafe yang menawarkan konsep yang unik di mana di tengah era yang serba modern di dunia kuliner, Gulo Jowo seakan melawan arus. Kafe yang menurut saya tumbuh dengan sederhana tetapi memiliki daya tarik. Gulo Jowo berdiri dengan membawa misi melestarikan warisan kuliner nenek moyang.

Gulo Jowo

Bagi saya ini juga penting untuk sarana edukasi bagi generasi penerus agar memiliki pengetahuan yang kaya tentang aneka kuliner tradisional. Tidak hanya itu, bagi saya yang tumbuh di tahun 90-an tentu menjadi tentu menjadi tempat untuk nostalgia jaman di mana tak ada hal yang pelik 😀

Gulo Jowo

Menu

Gulo Jowo

Gulo Jowo

Hal unik yang sangat menonjol dari Gulo Jowo adalah menunya. Kafe ini menawarkan menu sekaligus mengajak nostalgia dengan aneka jajanan pasar tempo dulu khususnya kuliner tradisional khas Jawa yang sulit ditemukan saat ini. Menu-menu itu antara lain semar mendem, getuk, cenil, lenjongan, gendar juruh, grontol, carang gesing, cabuk rambak dan lainnya.

Gulo Jowo

Menu minumannya antara lain wedang ronde, angsle, kunir asem, wedang tape, wedang rempah, es jeruk dan es teh pun ada. Bilgi memesan es teh saat kami berkunjung ke Gulo Jowo. Betapa kaget saya dan bahagia anak saya, es teh disajikan dalam gelas ukuran super jumbo. Cocok sekali jika ke sana untuk menikmati waktu agak lama gitu, entah untuk berbincang atau membaca buku. Es tehnya pun menurut saya ala es teh Solo ‘wasgitel’ (wangi, sepet, legi, kenthel). Approved!

Gulo Jowo

Untuk makanan, saya memesan semar mendem yang telah lama saya inginkan. Semar mendem di Gulo Jowo ini berbeda dengan semar mendem yang saya temui. Biasanya semar mendem berukuran kecil, diberi hiasan irisan cabai merah dan dibungkus plastik saat dijajakan. Nah, semar mendem milik Gulo Jowo ini berukuran besar dan ada kuah yang disiramkan di bagian atas. Kuahnya putih dan kental, rasanya manis gurih. Saat dinikmati dengan potongan semar mendem rasanya enaaakkkkk.

Gulo Jowo

Lokasi dan Jam Operasional

Gulo Jowo

Kafe Gulo Jowo terletak di Jalan Museum No. 22, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Di kafe ini, pengunjung bisa sekaligus menikmati area Sriwedari bagian belakang. Kafe Gulo Jowo berada di antara kios-kios pigura di sepanjang Jalan Museum. Terdapat papan namanya yang memudahkan pengunjung menemukannya.

Gulo Jowo

Gulo Jowo membuka pintu untuk para pelanggan mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB di Hari Senin sampai dengan Sabtu. Khusus Hari Minggu, kafe ini tutup. Saat jam makan siang juga ramai pengunjung.

Gulo Jowo

Lokasi Gulo Jowo ini ada di tengah Kota Solo, sangat dengan dengan Jalan Slamet Riyadi, Museum Radya Pustaka dan Taman Surga atau bias akita kenal dengan Sriwedari. Salah satu tempat yang cocok untuk nostalgia jajanan tradisional dan menikmati waktu khususnya di akhir pekan.

Selamat bernostalgia dan menikmati warisan kuliner Indonesia, Teman ^^

Gulo Jowo
Kios-kios pigura dan cermin di Jalan Museum, Solo.

Baca juga: Menikmati Jalan Slamet Riyadi Solo Versi Low Budget. 

Matalokal ID Lokananta, Surga Pernak-Pernik Unik Desainer Indonesia di Solo

Matalokal

Matalokal

Akhir-akhir ini, seperti yang kita tahu seruan ‘pilih lokal’ menjadi sangat hangat dan dekat dalam aktifitas keseharian kita. Seruan ini menjadi salah satu kesempatan emas bagi pelaku UMKM di Indonesia. Kualitas produknya pun juga nggak mengecewakan bahkan ada produk-produk yang unik bahkan nyentrik.

Matalokal

Matalokal ID

Salah satu store yang menyediakan aneka produk lokal ini adalah Matalokal ID. Gerai yang memiliki tagline: Indonesia’s Artisant-Designers ini menyediakan produk beragam yang berkualitas.

Matalokal

Matalokal ID adalah sebuah toko yang menampilkan dan melakukan akurasi produk lokal terbaik para desainer dan seniman Indonesia. Gerai Matalokal ID dipenuhi dengan barang-barang unik dan cantik yang dibuat dengan penuh cinta. Selain itu, saat saya memasuki gerai Matalokal ID Lokananta, saya memang diberi pengalaman berbelanja yang berbeda.

Matalokal

Lokasi dan Jam Operasional

Sebenarnya, Matalokal ID berada di tiga kota. Matalokal ID pertama ada di Jakarta, tepatnya di M Bloc Space. Matalokal ID kedua lahir di Kota Seminyak, Bali. Selanjutnya, Matalokal ID buka store di Lokananta.

Matalokal

Matalokal ID Lokananta mulai buka pukul 10.00 WIB yang menurut saya sih menyesuaikan jam operasional Lokananta Bloc. Saat saya berkunjung sekitar pukul 14.00 WIB, jadi ya memang sudah buka 😀 dan buka setiap hari. Stafnya pun juga sangat ramah. Saya pun merasa nyaman saat masuk ke Matalokal Lokananta.

Matalokal

Ada apa saja di Matalokal ID Lokananta?

Di store area Lokananta Bloc ini, gerai Matalokal ID berada di samping kedai Sawahita. Berada di sebuah ruangan yang cukup lega menurut saya tapi super lengkap. Ada berbagai macam pernak-pernik perhiasan yang unik. Tentu saja nggak pasaran ya..

Matalokal

Semua pernak-pernik ini stoknya nggak banyak. Terlihat cantik-cantik. Ada juga arloji yang terbuat dari kayu, beneran deh semua lucu-lucu. Ada juga aneka totebag dengan motif yang langka, topi-topi bucket, stiker, notebook, sticky note, mug, tumbler, pakaian-pakaian etnik, kain dan lainnya.

Matalokal

Ada juga produk dari Cocona Care. Sebuah brand perawatan tubuh yang didirikan oleh Sri Lestari. Produknya berupa body moisturizer, hair conditioning dan beragam aroma terapi yang aromanya enak dan wangi.

Matalokal
Mata Patjar.

Pojok yang menarik bagi saya di Matalokal ID Lokananta ini adalah pojok Mata Patjar. Sebuah pojok dengan jajaran buku-buku dari Patjar Merah. Bagi bookworm tentu ini adalah hal yang menyenangkan dan akhirnya ada dua buku yang saya boyong: Hai, Nak! dan Cerita Tentang Placemaking. Bisa belanja buku dan cuci mata pada sebuah yang ada di gerai Matalokal ID Lokananta. Oh iya, di gerai ini juga sering mengadakan event lho, bisa selalu cek di Instagram Matalokal.

Matalokal

Matalokal

Selain itu, ada photobox yang bisa dicoba juga bareng bestie, keluarga atau dengan diri sendiri 😀 Asik kan? Ada rencana akhir pekan ini ke Matalokal ID Lokananta, Temans?

Matalokal

Baca juga: Main di Lokananta Bloc, Yuk Mampir Ngopi di Sawahita.

 

Trikopi Tawang, Ngopi Tepi Sawah Sekitar Terminal Purbaya

Trikopi

Trikopi

Menikmati akhir pekan kali ini bersama setumpuk tugas yang harus selesai. Bisa ditebak ya, mari kita selesaikan dengan kerja dari kedai kopi saja biar terasa santai menikmati akhir pekan. Work from coffeeshop kali ini saya menempuh kurang lebih 33 KM ke tenggara Ngawi (semoga nggak salah nyebut arah :-D). Ada yang bisa nebak nama kotanya? ^^

Trikopi

Yap, saya dan Bilgi nyoba mlipir ke Madiun dengan perjalanan selama kurang lebih dua jam pulang-pergi. Kedai kopi ini udah lama jadi incaran WFC karena dari akun Instagram-nya terlihat nyaman dan punya pemandangan sawah.

Trikopi

Trikopi nama kedai kopi ini, tepatnya Trikopi Tawang. Bangunannya khas dengan bangunan Jawa yang dominasi dengan bangunan kayu ala rumah joglo. Benar saja, Trikopi Tawang ini memiliki suasana pedesaan yang tenang dengan vibe ngopi tepi sawah.

Trikopi

Menu dan Harga

Trikopi

Kedai kopi Trikopi Tawang menyediakan pilihan menu minuman berupa kopi dan non kopi. Kami memesan es teh less sugar dan coffee latte sugar free dengan gelas ukuran besar. Oh iya, di sini pengunjung diberi pilihan memesan dengan ukuran regular atau besar.

Trikopi

Selain minuman, ada pilihan menu snack di antaranya kentang goreng, dimsum udang, dimsum nori, dimsum ayam, baso aci dan lainnya. Bilgi memesan dua porsi kentang goreng dan saya memilih menu dimsum ayam.

 

Rate harganya juga terjangkau mulai dari Rp 13.000,00 hingga Rp 18.000,00 untuk makanan dan Rp 8.000,00 hingga Rp 20.000,00 atau kisaran dua puluhan ribu untuk menu minuman.

 

Lokasi dan Jam Operasional

 

Trikopi Tawang berada di Jalan Tawang Sakti, Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Madiun. Trikopi Tawang ini berada sangat dekat dengan Terminal Purbaya, Madiun. Oh iya, selain di Tawangrejo, Trikopi juga membuka kedai di Jalan Diponegoro, berada di tengah Kota Madiun, dekat dengan Alun-Alun Madiun, serta Trikopi Kampungbaru. Trikopi juga hadir di Semarang.

 

Trikopi Tawang mulai menyeduh pukul 09.00 dan terakhir menyeduh pukul 23.00 WIB. Selalu buka tiap hari.

 

Daya Tarik Trikopi Tawang

 

Hal yang menarik saya menempuh jarak 33KM adalah daya Tarik ngopi di tepi sawah. Suasananya tenang. Tempatnya asri, ada dua pilihan tempat. Bangunan utama di bagian depan, ruang terbuka di bagian tengah dan semi rumah terbuka di bagian belakang.

 

Tersedia wifi dan colokan yang mendukung work from coffeeshop ^^. Jika WFC di sini, kita bisa mengedarkan pandangan dari laptop ke pemandangan sawah yang ada di sekeliling Trikopi.

Trikopi
Musola berada paling depan.

Ada juga toilet, tempat cuci tangan, mainan anak jadi terasa kids friendly, musola dan tersedia parkir juga.

 

Ada yang punya rencana ke Madiun? Yuk mampir ngopi di tepi sawah, Trikopi Tawang ^^

 

Baca juga: After Run Coffee, Tropical Coffee Shop di Madiun.

After Run Coffee, Rekomendasi Tropical Coffee Shop Dekat Stasiun Madiun

After Run Coffee

After Run Coffee

Awalnya tidak ada rencana untuk menikmati kopi hari itu. Hari di mana harus mengantar dan menemani Bilgi, anak saya, mengikuti lomba di English First (EF) Kota Madiun. Setelah keluar gedung EF, dia geger karena lapar dan butuh istirahat. Dan, tidak jauh dari EF Kota Madiun, kami menemukan sebuah kedai kopi yang asri dari pinggir jalan raya.

After Run Coffee

Setelah masuk ke coffee shop ini, nuansa gaya tropikalnya kian terasa. Suasananya mengedepankan keleluasaan dan kebebasan dengan meminimalisir adanya sekat yang membatasi tiap ruang. Dari pintu masuk kita melewati satu ruang yang terdapat meja kursi dan sebuah standing mirror yang langsung menuju main bar-nya.

After Run Coffee

Di sisi kiri ada dua ruangan tanpa sekat dengan bentuk meja kursi yang berbeda dan di sisi kanan terdapat satu ruang tertutup dengan pendingin ruangan.

After Run Coffee
Indoor, tanpa AC.

Lokasi dan Jam Operasional

After Run Coffee

Kedai kopi yang bangunannya dominan warna orange ini berada di Jalan Biliton No. 3, Madiun Lor, Keacamatan Manguharjo, Kota Madiun. After Run Coffee ini letaknya sederet dengan Rumah Sakit Santa Clara, dekat dengan English First dan SMAN 2 Madiun.

After Run Coffee
Area indoor, AC.

Lokasinya sangat mudah ditemukan dan dijangkau oleh para pengunjung dengan kendaraan sendiri maupun transportasi online seperti Gojek. Selain itu, After Run Coffee ini juga sangat dekat dengan Stasiun Madiun, sangat direkomendasikan sebagai tempat transit ketika harus menunggu jadwal keberangkatan atau kedatangan kereta. After Run Coffee memulai aktifitasnya pada pukul 09.00 hingga 23.00 WIB setiap hari.

After Run Coffee
Indoor, AC.

Menu dan Harga

After Run Coffee

After Run Coffee menyediakan beberapa pilihan menu minuman aneka kopi dan non kopi. Untuk menu makanannya tidak begitu banyak pilihan tetapi menurut saya sudah cukup sebagai pilihan menemani minuman pilihan kita. Ada menu camilan seperti kentang goreng, platter dan onion ring. Sedang menu main course ada beberapa pilihan seperti pasta, katsu don, katsu burger dan sandwich.

After Run Coffee

Harga setiap menu bervariasi antara Rp 15.000,00 hingga Rp 22.000,00 untuk snack dan Rp 22.000,00 hingga Rp 25.000,00 untuk main course. Untuk menu perkopian mulai dari Rp 13.000,00 hingga Rp 20.000,00 sedang non kopi seperti chocolate, matcha, choco candy mulai dari Rp 18.000,00 hingga Rp 23.000,00. Untuk memesan menu minuman teh bisa langsung request pada barista.

Fasilitas

After Run Coffee

Menjadikan After Run Coffee sebagai tempat melepas lelah atau tempat transit sebelum melanjutkan perjalanan adalah hal yang tepat karena kedai ini memiliki fasilitas yang bagus. Toilet cukup lega dan bersih, area parkir tersedia, tersedia area outdoor yang asri dan area indoor dengan pilihan AC ataupun non-AC. Hal yang menyenangkan begitu yang saya rasakan saat memutuskan beristirahat sejenak di After Run Coffee ini ^^

After Run Coffee

Baca juga: Rekomendasi Kedai Kopi di Kampung Batik Kauman, Solo.

Sawahita Lokananta Bloc, Enaknya Baca Buku Di Mana?

Sawahita Lokananta

Sawahita Lokananta

Saya dan Bilgi kembali lagi ngider di Kota Solo. Kali ini tujuan kami adalah kedai kopi pilihan Bilgi setelah dia membeli buku incarannya di Gramedia. Setelah menemukan buku incarannya, dia bertanya sekaligus menjawab pertanyaannya sendiri, “Enaknya baca buku di mana ya Bu? Di Lokananta aja, ada Sawahita.” Ternyata dia masih ingat bahwa di Lokananta ada coffee shop salah satunya adalah Sawahita yang belum sempat kami kunjungi saat ke galeri musik Lokananta beberapa waktu lalu.

Sawahita Lokananta

Lokasi dan Jam Operasional

Sawahita Lokananta

Seingat saya, ada 3-4 kedai kopi di Lokananta Bloc. Salah satunya adalah Sawahita. Kedai ini merupakan cabang dari Sawahita yang berada di Kota Klaten. Sawahita Solo ini berada di Lokananta Bloc daerah Kerten Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Lokananta Bloc berada tepat di seberang The Sunan Hotel Solo dan juga dekat dengan Stadion Manahan Solo. Sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Sawahita Lokananta

Sawahita yang berada di Lokananta Bloc ini buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB setiap hari. Saya dan Bilgi ke Sawahita Lokananta sekitar pukul 14.00 WIB di Hari Rabu, jadi cukup tenang saat di sana.

Sawahita Lokananta

Menu

Sawahita Lokananta

Menu-menu di Sawahita Lokananta cukup beragam. Ada menu-menu nusantara seperti iga bakar dan ayam betutu. Sedangkan menu minumannya ada kopi dan non kopi. Pesanan saya tentu saja coffee latte sugar free dan teh hangat less sugar untuk Bilgi.

Sawahita Lokananta

Coffee latte-nya enak, pahit kopinya dapat dan gurih susu juga pas. Nah, untuk tehnya enak banget. Rasa tehnya khas banget Kota Solo. Ada sepet dan wanginya seperti calling the memories gitu tentang Solo 😀 Selain minuman kami juga sempat icip-icip kentang gorengnya, enak dengan taburan parsley dan saus. Cocok untuk teman baca buku siang itu.

Fasilitas

Sawahita Lokananta

Sawahita Lokananta ini menawarkan kenyamanan, pengunjung bisa memilih area outdoor atau indoor. Area indoor tentu saja ber-AC dan ada wewangian seperti aromaterapi gitu. Area indoor ini benar-benar nyaman untuk para bookish atau nerd seperti kami menghabiskan satu buku sambil ngopi atau ngeteh. Tidak hanya untuk membaca, area ini juga nyaman untuk kerja bahkan me-time dengan diri sendiri.

Sawahita Lokananta

Ada wifi. Tersedia wifi juga untuk menunjang kebutuhan para penikmat kopi yang datang ke Sawahita Lokananta. Termasuk juga colokan, jadi jangan khawatir.

Sawahita Lokananta

Instagrammable. Penataan area indoor Sawahita ini menurut saya menggemaskan ya 😀 Setiap sudutnya bisa untuk foto estetik. Ada sentuhan Jawa dan modern minimalist beserta pernak-perniknya. Kita juga bisa mirror selfie di Sawahita.

Sawahita Lokananta

Selain fasilitas di atas, ada area parkir yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Tersedia toilet yang bersih dan nyaman juga. Ohya, di Sawahita juga menyediakan high chair untuk balita juga.

Sawahita Lokananta

Tips Jajan di Sawahita

Bawa tumbler atau termos. Kemarin saat ke Sawahita, saya sengaja membawa termos untuk coffee latte yang saya beli agar bisa jadi teman di jalan saat perjalanan pulang ke Ngawi. Sedikit menyesal karena hanya bawa satu termos padahal tehnya enak.

Di Sawahita jika meminta memakai wadah gelas plastik atau gelas kertas itu dikenakan seribu rupiah dan free jika memakai cangkir atau gelas untuk dinikmati di tempat. Nah, saya biasanya nggak bisa langsung habis sekali duduk, jadi memang selalu bawa termos. Saya juga suka dengan kebijakan seperti yang menambah biaya jika memakai gelas sekali pakai agar bisa meminimalkan penggunakan plastik. Iya ribet sih harus bawa termos atau iya sih hanya seribu aja mungkin nggak masalah ya. Tapi entah saya lebih milih ‘ribet’ bawa termos aja 😀 Kalian tim bawa termos atau pakai pilih praktis dengan gelas plastik? 😀

Overall, Sawahita Lokananta Bloc ini nyaman. Sangat mendukung untuk kegiatan baca dan mendiskusikan buku. Selanjutnya, baca buku di mana lagi ya?

 

Baca juga: Ke Kampung Batik Kauman, Mampir Ngopi di Kooken Cafe & Resto yaa…

Kooken Café & Resto, Ngopi dengan Suasana Jawa Klasik dan Bernilai Sejarah

Kooken Cafe & Resto

Kooken Cafe & Resto

Ketika memasuki jalan sempit layaknya gang yang menjadi pintu gerbang Kampung Batik Kauman, kita akan mendapati sebuah bangunan unik, menarik sekaligus nyentrik. Sebuah bangunan dengan gaya arsitektur Eropa Jawa yang tidak akan kita lewatkan. Termasuk saya sih ini.

Kooken Cafe & Resto

Ternyata oh ternyata, Kooken Café & Resto ini dulunya adalah rumah pimpinan Muhammadiyah pertama Kota Solo, Muhtar Bukhori. Bangunan ini menjadi saksi sejarah panjang jejak Islam di Kauman. Seperti yang telah kita tahu bahwa Kauman dikenal sebagai tempatnya para santri dan ulama abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Jadi di rumah yang sekarang bernama Kooken Café & Resto ini tertinggal jejak bernilai sejarah.

Kooken Cafe & Resto

Lokasi dan Jam Operasional

Kooken Cafe & Resto

Kooken Café & Resto namanya. Sebuah kedai kopi klasik dengan sentuhan Jawa-Eropa. Tempatnya nyaman dan teduh meski berada di tengah Kota Solo. Berada di Jalan Wijaya Kusuma No. 30, Kauman yang mudah sekali ditemukan.

Kooken Cafe & Resto

Kita bisa menuju ke sana dengan transportasi umum seperti Batik Trans Solo (BST) turun di halte Nonongan Selatan atau Nonongan Utara (tinggal nyebrang aja) lalu lanjut jalan kaki kurang dari 5 menit. Lebih praktis lagi kalau naik ojek online biar nggak ribet soal parkir. Saya banget sih ini 😀

Kooken Cafe & Resto

Kooken Café & Resto mulai buka pukul 06.30 hingga 20.00 WIB setiap hari. Jam bukanya mendukung untuk para morning person. Sekaligus enak juga untuk tujuan jalan-jalan sekaligus sarapan dan ngopi pagi.

Kooken Cafe & Resto

Menu

Menu di Kooken Café & Resto menurut saya bervariasi. Mulai dari menu minumannya, ada menu beragam kopi dan non kopi. Nggak hanya ngopi tetapi juga bisa ngeteh di sana. Menu makanannya juga mendukung bahkan tersedia untuk menu breakfast.

Kooken Cafe & Resto

Pertama kali ke Kooken Café & Resto tentu saya memesan coffee latte sugar free dan teh hangat untuk Bilgi. Selain minum, Bilgi juga memesan nasi goreng ayam yang menjadi comfort food baginya 😀 Untuk porsinya bisa dibilang porsi dewasa yang besar alias jumbo dengan tambahan telur ceplok.

Kooken Cafe & Resto

Nasi goreng ayam di Kooken Café & Resto bisa request nggak pedes sama sekali. Potongan ayamnya cukup besar dan banyak. Rasanya gurihnya pas, bukan yang cenderung asin atau manis. Udah cocok pokoknya ^^

Kooken Cafe & Resto

Alasan Menarik Ngopi di Kooken Café & Resto

Selain menjadi sebuah kedai, Kooken Café & Resto ini menjadi satu lokasi dengan outlet Batik Gunasti Kauman. Bisa ngopi sambil belanja batik sekaligus. Hal menarik lainnya adalah kita bisa menikmati interiornya yang (terasa) mewah ala bangsawan gitu di area teras.

Kooken Cafe & Resto

Kooken Café & Resto menyediakan area indoor ber-AC dan outdoor yang berada di teras bangunan ini hingga area halaman. Tinggal pilih aja sesuai selera ingin menikmati suasana Kooken Café & Resto ini dari sebelah mana.

Kooken Cafe & Resto

Kooken Cafe & Resto

Setiap sudut Kooken Café & Resto ini sungguh estetik, nggak bakal mati gaya mau foto di sudut manapun bahkan dinding samping bagian luar pun sungguh menggemaskan untuk foto-foto.

Kooken Cafe & Resto

Oh iya, di Kooken Café & Resto ini tersedia area parkir tapi terbatas. Kalau kita naik kendaraan roda dua saya pikir mudah banget ya untuk parkir. Tapi kalau naik kendaraan roda empat kayaknya harus effort sih ya dan jangan khawatir karena akan dipandu juga untuk parkir.

Kooken Cafe & Resto

Yuukk, kita janjian ngopi di sana, Temans? ^^

Baca juga: Belajar Sejarah Surakarta Nggak Harus dari Buku, Yukk ke Rumah Budaya Kratonan Solo.