Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Asiknya Berkunjung ke Monumen Pers Nasional Solo

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional merupakan bangunan monumen sekaligus museum khusus pers nasional Indonesia. Bagi saya, Monumen Pers Nasional ini sangat familiar, mengingat dulu jaman saya masih SMA di Solo sering sekali melewatinya ketika hendak ke Gramedia, Sami Luwes atau Pasar Klewer. Meski begitu, baru Rabu (18/10) lalu adalah kali pertama saya masuk ke dalam gedung Monumen Pers Nasional.

Monumen Pers Nasional

Alangkah senangnya saya ketika kunjungan saya bersama Bilgi di luar ekspektasi. Saya pikir hanya aka nada museum tentang pers Indonesia. Ternyata jauh menyenangkan saat tiba dan mendapat penjelasan dari petugas di lobi. Ada apa saja di Monumen Pers Nasional Solo?

Monumen Pers Nasional

Museum Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Museum ini merupakan museum khusus pers nasional Indonesia mulai dari awal lahirnya, perjalanannya hingga saat ini. Perkembangan pers khusus di wilayah Solo pun juga dijelaskan secara tuntas di museum ini melalui infografis di setiap ruang. Museum yang berada di Gedung utama dekat lobi menyajikan banyak pengetahuan tentang pers nasional disertai pameran koleksi buku-buku yang tertata rapi.

Monumen Pers Nasional

Ruang Pameran Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Ruang ini berada di gedung kedua, samping gedung utama. Ruang pameran ini berisi koleksi meliputi teknologi komunikasi dan teknologi reportase seperti penerbangan, mesin ketik, pemancar, telepon, radio, kamera dan kentongan besar.

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Perpustakaan

Monumen Pers Nasional
Saya masuk ruang perpustakaan umum ini hanya sebentar karena saya bersama anak saya usia 6 tahun. Demi menjaga ketenangan dan kenyamanan sih 😀

Di gedung kedua tepatnya lantai dua terdapat dua perpustakaan yaitu perpustakaan umum dan perpustakaan (khusus) anak-anak dengan ruang terpisah. Perpustakaan umum di Monumen Pers Nasional ini sangat tenang, tersedia banyak koleksi buku, meja kursi beserta colokan, wifi, dan AC yang dingin yang benar-benar mendukung untuk belajar atau bekerja jarak jauh di perpustakaan ini.

Monumen Pers Nasional

Perpustakaan (khusus) anak berada tepat di depan perpustakaan umum. Perpustakaan anak di sini menyediakan berbagai macam buku untuk anak-anak yang mayoritas adalah buku-buku ensiklopedia. Ada juga perosotan, mainan edukatif dan TV sebagai media belajar untuk anak. Saat saya ke sana dan TV dinyalakan, perpustakaan ini memutar lagu-lagu anak. Bilgi betah di ruang perpustakaan anak ini. 😀

Monumen Pers Nasional

Ruang Baca

Monumen Pers Nasional

Ruang baca di Monumen Pers Nasional Solo ini mengingatkan saya pada sebuah drama detektif yang sedang mencari informasi bertahun silam melalui surat kabar 😀 . Nah, bayangan saya, ini adalah ruang baca semacam perpustakaan. Ternyata ini adalah ruang baca untuk membaca surat kabar dalam bentuk cetak dan digital. Terdapat beberapa komputer untuk mengakses koran dalam bentuk digital atau membaca surat kabar cetak yang jumlahnya sangat banyak dan tertata di rak.

Lokasi dan Jam Operasional

Monumen Pers Nasional berada di Jalan Gajahmada No. 59, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Lokasinya sederet sangat dekat dengan RS Muhammadiyah Solo dan Tahu Kupat ‘Sido Mampir’ Gajahmada.

Jam operasional Monumen Pers Nasional mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dan buka setiap hari. Iya, Hari Minggu tetap buka. Kalau saya tinggal di Solo beneran bakal betah dan jadi tempat favorit sih ini. 😀

Fasilitas di Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional
Lobi

Sebuah tempat yang menyenangkan tentu saja harus didukung dengan fasilitas yang nyaman juga ya. Begitu juga di Monumen Pers Nasional ini juga menyediakan kenyamanan bagi pengunjung. Di antara fasilitas yang ada yaitu area parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat, ada toilet yang bersih, musola yang nyaman digunakan untuk ibadah, akses wifi yang cepat, tidak ada tiket masuk (pengunjung hanya mengisi buku tamu di komputer yang tersedia di lobi) dan juga ada tour guide yang menemani berkeliling ke museum.

Monumen Pers Nasional
Penanda arah menuju ruang perpustakaan dan ruang baca.

Main kali ini sungguh menyenangkan, berkunjung ke Monumen Pers Nasional tidak hanya menambah wawasan saya tentang perkembangan pers tetapi juga tahu bahwa di sana tersedia perpustakaan umum, perpustakaan anak dan ruang baca. Benar-benar mengasyikkan. Jika Teman-Teman sedang jalan-jalan ke Solo, wajib singgah di Monumen Pers Nasional Solo. ^^

Baca juga: Menikmati Jalan Slamet Riyadi Solo Versi Low Budget ^^

Monumen Pers Nasional

Menikmati Coffee Latte Spesial di Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi adalah salah satu kedai kopi yang saya temukan di daerah Yosodipuro, Ketelan, Solo saat berjalan kaki usai makan siang di daerah sekitar Hotel Solia Yosodipuro. Panasnya Kota Solo membuat saya akhirnya memutuskan untuk singgah sejenak di Tanaku Kopi.

Tanaku Kopi

Ketika saya berada di depan kedai kopi ini, hal pertama yang membuat saya menyukainya adalah kedai kopi ini terasa homey. Kedai kopi ini mengusung konsep rumah kuno sebagai eksteriornya. Suasana vintage pun juga terasa di Tanaku Kopi dan juga instagrammable.

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Lokasi dan Jam Operasional

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi berada di Jalan Yosodipuro No. 11, Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Kedai ini tepat berada sederet dengan Solia Hotel Yosodipuro, Solo. Ya, kurang lebih 200 meter, tepat di sebrang Parahita Lab. Kedai ini mulai buka pada pukul 09.00 hingga 24.00 WIB dan buka setiap hari. Yap, masih termasuk bisa untuk tujuan ngopi pagi ya Teman-Teman.

Menu Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi menyajikan berbagai minuman dengan coffee based, milk based dan non-coffee. Termasuk juga pengunjung bisa pesan sesuai permintaan. Misal seperti yang saya lakukan kemarin. Saat itu, saya memesan Coffee Oat Latte Sugar Free dan teh kampung tanpa gula. Coffee latte yang saya pesan menggunakan susu oat sebagai pengganti dairy milk yang biasa digunakan dalam coffee latte.

Tanaku Kopi
Lupa kentang goreng nggak terabadikan 🙁

Teh Kampung di Tanaku Kopi juga enak, saya nyebutnya ‘Solo banget’. Kalau Teman-Teman pernah dengar istilah wasgitel alias wangi sepet legi kentel, nah, Teh Kampung Tanaku Kopi seperti itu serta penyajiannya menggunakan gelas enamel jadul. Selain minuman, saya juga pesan kentang goreng yang saya french fries potong kecil ternyata potongannya besar seperti kentang wedges dan renyah bagian luar empuk di bagian dalamnya.

Fasilitas Tanaku Kopi

Musola

Saat saya menunggu pesanan siap, waktu menunjukkan waktu salat Asar dan memang terdengar adzan. Saya bertanya kepada salah satu staf di sana di mana masjid atau musola terdekat dari Tanaku Kopi. Dua staf yang berada di depan saya langsung memberitahu bahwa di Tanaku disediakan tempat untuk salat. Tempatnya kecil tetapi nyaman untuk salat dan saya bersyukur bisa salat dengan tenang tanpa harus keluar dari kedai kopi.

Toilet

Tanaku Kopi

Kedai kopi ini juga menyediakan toilet yang bersih dan menghibur. Iya, menghibur, bahkan saya bisa tertawa saat di toilet karena himbauan yang tertulis di dinding toilet. Sebuah himbauan atau pemberitahuan dengan pendekatan yang kekinian, nggak kaku gitu. 😀

Parkir

Di Tanaku Kopi tersedia parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk mobil saya lihat terbatas ya tapi di sana ada juru parkir yang akan membantu setiap pengunjung yang datang. Jadi jangan khawatir soal parkir.

Area Outdoor dan Indoor

Tanaku Kopi
Pintu paling depan adalah area indoor untuk smoking area dan pintu kedua itu adalah ruang utama, indoor, no smoking area.

Tanaku Kopi menyediakan area outdoor dan indoor. Area outdoor berada di halaman depan sekaligus smoking area. Kalau sore menuju senja atau malam pasti nyaman di area outdoor ini. Area indoor dibagi menjadi dua area, pertama smoking area. Kedua, no smoking area yang dibagi menjadi tiga ruang, yaitu 1 ruang utama dengan jajaran meja kursi dan dua ruang lainnya terdapat meja kursi dengan konsep lesehan, gimana ya nyebutnya 😀

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Secara keseluruhan, saya senang bisa singgah di Tanaku Kopi dan menikmati menu spesialnya, coffee oat latte dan camilannya, kentang goreng wedges. Pertama kali mampir dan ingin singgah lagi karena saya ingin mencicipi menu-menu Tanaku Kopi yang lain serta sekaligus work from café.

Tanaku Kopi

Baca juga: Menikmati Makan Siang di Tahu Kupat ‘Sido Mampir’ Gajahmada Solo.

 

 

Pantai, Sunset, Windmill: Kombinasi Epik di Tandohang Port Ansan

Tandohang Port

Tandohang Port

Sebenarnya, bukan Windmill Beach nama pantai ini tapi lokasi tepatnya di Tandohang Port (Naver Map) atau Tando Port (google maps) (탄도항). Untuk ukuran sebuah pantai, lokasi ini biasa saja. Jauh lebih banyak pantai-pantai di Indonesia yang lebih bagus. Tapi ada tiga buah objek berupa windmill yang membuat view dari pantai ini jadi lebih ikonik. Apalagi pantai ini berada di kawasan sebelah barat, sehingga matahari terbenam di ujung cakrawala bisa kita nikmati. Pantai, windmill dan senja. Kombinasi yang menyenangkan untuk dinikmati.

Tandohang Port

Lokasi dan Akses

Tandohang Port

Pantai ini masih berada di kawasan Ansan, tapi agak jauh di pinggir. Secara penampakan di peta, lokasinya hampir terpisah dari daratan utama Korean Peninsula, hanya menyisakan sedikit daratan yang menghubungkannya. Di peta Teman-Teman bisa search Tando/Tandohang Port (탄도항) dan ikuti saja transportasi yang direkomendasikan di aplikasi Naver Map.

Tandohang Port

Walaupun masih berada di kawasan Ansan-si, cukup effort juga untuk mengunjungi tempat ini. Dari Kota Suwon kira-kira 3 jam waktu yang dibutuhkan. Bisa menggunakan bus atau kombinasi kereta dan bus. Saya dan suami lebih suka naik kereta, turun di Stasiun Oido dan nyambung dengan bus nomor 123, sampai deh. Bus 123 memang cukup lama intervalnya, kira-kira 30 menit waktu rata-rata untuk menunggu bus-nya lewat.

Tandohang Port

Fasilitas dan Daya Tarik

Tandohang Port

Sebenarnya daya tarik di pantai ini hanya satu: pantai dengan view windmill di kejauhan. Tapi entah kenapa banyak sekali pengunjungnya, terutama menjelang sunset. Apalagi di akhir pekan atau hari libur. Pemandangannya memang sebagus itu sih.

Tandohang Port

Kalau kalian mau, sebenarnya kita bisa mendekat sampai di bawah windmill ini. Tapi lihat-lihat situasi saja, karena kadang-kadang ketika laut sedang pasang jalanan yang menghubungkan ke arah windmill tertutup air laut. Makanya di pinggir pantai banyak yang menjual atau menyewakan semacam sepatu boot panjang sampai lutut dari karet untuk mereka yang tetap ingin menyeberang ketika pasang. Kalau sedang surut, masih agak becek sih, tapi cukup aman dengan sepatu biasa aja.

Tandohang Port

Di pinggir pantai dibangun undakan-undakan semacam tangga yang memanjang, dan bisa digunakan pengunjung yang nggak pengen becek-becekan ke tengah laut, untuk sekadar duduk sambil menikmati matahari terbenam. Pengunjungnya cukup merata, ada pasangan muda, keluarga kecil dengan anak-anaknya dan sekelompok ibu-ibu/bapak-bapak. Ada juga beberapa pengunjung yang datang sendirian sambil bawa kamera untuk ngembil beberapa foto bagus di sini.

Tandohang Port

Di sepanjang pantai, ada beberapa café yang tentu saja “menu” utamanya adalah view pantai dengan windmill. Selain itu ada beberapa convenience store khas Korea, kayak CU, GS25, atau Seven Eleven. Tempatnya lumayan sepi dan agak pelosok di pedesaan sih ya.

Recommended?

Tandohang Port

Kalau ditanya apakah worth it tempat ini dikunjungi mengingat jarak tempuhnya yang lumayan dan lokasinya agak terpencil tanpa banyak fasilitas pendukung? Kalau menurut saya cukup worth it. Saya cukup puas menikmati pemandangan sunset sambil duduk-duduk santai di pinggir pantai.

Tandohang Port

Kalau kalian menginginkan lebih, di dekat pantai ini ada sebuah pulau namanya Jebu-ri(제부리). Saya belum banyak mengeksplore pulau ini, tapi yang bikin seru adalah kalian bisa menuju pulau ini dengan naik kereta gantung. Kebayang kan asiknya 😀  Jarak pulaunya lumayan jauh lho, jadi kalian bisa berlama-lama naik kereta gantungnya dengan view windmill & sunset di kejauhan. Fix, next time kayaknya aku harus coba ke pulau ini. Minimal bisa naik kereta gantungnya.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset Kota Suwon dari Starbucks 41F.

Pengalaman Berkunjung ke Gwanggyo Purunsup Library

Gwanggyo Library

Bicara fasilitas publik di Korea benar-benar nggak akan habis. Bagus, sangat terawat dan nyaman. Tidak hanya taman bermain atau transportasi publik, perpustakaan pun juga sangat nyaman dan mudah ditemui. Salah satu perpustakaan umum yang tidak jauh dari kampus suami dan Gwanggyo Lake, sekitar 20 menit jalan kaki, atau bisa lebih cepat lagi kalau naik bus.

Gwanggyo Library

Nah, di tepi Gwanggyo Lake ini ada satu perpustakaan umum namanya Gwanggyo Purunsup Library (광교푸른숲도서관). Perpustakaan ini dikelola oleh pemerintah setempat dan nyaman banget. Bayangkan sebuah perpustakaan dengan desain yang nggak monoton, nyaman dipandang dan nyaman untuk belajar.

Gwanggyo Library

Gwanggyo Library

Suasananya sejuk di tepi danau dan dikelilingi pepohonan. Saya bisa menghabiskan waktu seharian nunggu suami di tempat ini atau jika saya seorang mahasiswa di sini, pasti akan betah kapanpun belajar di perpustakaan ini seperti halnya suami.

Gwanggyo Library

Gwanggyo Library

Fasilitas dan Jam Buka

Gwanggyo Library

Perpustakaan ini ada beberapa lantai, dan tiap-tiap lantai ada peruntukannya sendiri.

Lantai B1 Underground Parking Lot.

Lantai 1 Auditorium, Ruang Serbaguna, Ruang kelas.

Lantai 2 Ruang perpustakaan umum (fisik dan digital), Lounge, Teras Outdoor.

Lantai 3 Perpustakaan anak, Café, dan Teras Outdoor.

Lantai 4 Tempat baca Outdoor.

Gwanggyo Library

Jadi tempat ini tuh nggak cuma menyediakan tempat baca yang nyaman dan cozy, tapi juga ada café di lantai 3. Jadi kalau bosan di ruang baca atau ruang kerja, bisa ke café sebentar sekadar minum kopi atau bisa juga baca/kerja-nya pindah ke café sekalian. Kalau saya sendiri, tempat favorit adalah di teras outdoor kalau sudah menjelang sore. Selain itu ada ruang dan lantai khusus untuk anak-anak. Jadi, para pengunjung bisa mengenalkan budaya baca pada anak-anak sejak dini. Kita pun nggak kekurangan tempat bermain untuk anak-anak, karena nyaman banget dan kids friendly anak-anak nggak merasa sedang berada di tempat belajar/perpustakaan.

Gwanggyo Library

Perpustakaan ini buka setiap hari termasuk weekend. Tutup setiap hari Jumat dan hari libur nasional. Ruang anak-anak buka dari pukul 09:00 pagi hingga pukul 18:00 sore. Sedangkan ruang baca umum buka dari jam 07:00 pagi hingga pukul 23:00 untuk weekday dan pukul 21:00 untuk weekend. Tentu saja free access alias gratis kalau mau masuk. Sebagai bookworm dan bisa menikmati tinggal (meski sebentar) di Korea sungguh menyenangkan, seakan kebutuhan kita akan membaca benar-benar tersalurkan dan difasilitasi 😀

Baca juga: Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park Kota Suwon.

Gwanggyo Library

Menikmati Sunset Kota Suwon dari Starbucks Café 41F

Starbucks 41F Suwon

Starbucks 41F Suwon

Di Korea, coffee shops sangat banyak dan hampir bisa ditemukan di manapun dengan beragam tema dan keunikannya masing-masing. Teman-teman bisa mencari di google dengan keyword: café cantik Korea, pasti akan muncul banyak sekali rekomendasi dan semuanya bagus-bagus.

Starbucks 41F Suwon

Kali ini saya menemukan salah satu hidden gem coffee shop di dekat kampus suami, Ajou University. Saya menyebutnya hidden gem karena lokasinya tidak nampak dari luar (karena harus masuk lobby gedung dulu). Ditambah bukan berada di kawasan tourist attraction yang biasa orang-orang lalu-lalang. Nama coffee shop-nya Starbucks Café 41F. Ya, Starbucks yang sudah banyak dikenal dan ada dimana-mana. Yang membuat Starbucks ini berbeda adalah karena lokasinya yang berada di lantai 41 gedung perkantoran SK Tower.

Starbucks 41F Suwon

Fasilitas dan Daya Tarik

Sebenarnya, kalau dilihat dari fasiliutas yang ditawarkan dan desain cafenya tidak ada yang istimewa. Ada toilet, ruang duduk yang nyaman dengan colokan listrik di beberapa tempat, dan tentu saja internet kenceng tanpa password.

Starbucks 41F Suwon

Karena lokasinya yang berada di lantai 41, tentu saja yang paling istimewa adalah view dari jendela yang begitu indah. Ada balkon yang tersedia untuk lebih menikmati pemandangan Kota Suwon dari ketinggian. Gwanggyo Lake Park akan sangat terlihat jelas dari sini.

Starbucks 41F Suwon

Menjelang sunset, gorden yang menutupi ruangan dari silaunya sinar matahari akan dibuka oleh pegawai. Dan pemandangan sunset dari ketinggian adalah salah satu sunset terbaik menurut saya. Malam makin gelap, dan selanjutnya pemandangan lampu dari gedung-gedung kota Suwon akan lebih memanjakan mata pengunjung.

Starbucks 41F Suwon

Dengan pemandangan yang demikian bagusnya, tidak heran tempat ini hampir selalu penuh, terutama sore manjelang malam. Jadi kalau mau berkunjung kesini pintar-pintar mengatur waktu aja ya, biar tetap bisa dapat tempat duduk.

Starbucks 41F Suwon

Dapat tempat duduk di manapun tidak masalah, karena tidak harus berada dekat jendela untuk dapat foto-foto bagus. Taruh saja tas, dan pergi ke balkon untuk dapat foto terbaik. Kecuali Teman-Teman kesini juga sekalian kerja dengan laptop yang butuh colokan listrik, harus sabar dapat tempat duduknya, karena nggak semua tempat duduk ada colokannya.

Starbucks 41F Suwon

Lokasi dan Jam Buka

Starbucks 41F Suwon
Starbucks 41F berada di gedung sebelah kiri di lantai 41.

Agak sulit untuk ngasih arahan lokasi Starbucks ini, tapi kalian bisa mencarinya di maps dengan keyword: 스타벅스 광교SK뷰레이크41F점. Cari gedung SK Tower, masuk lobby-nya dan akan kelihatan plang yang mengarahkan langsung ke lantai 41.

Starbucks 41F buka dari jam 7 pagi dan tutup jam 11 malam.

Starbucks 41F Suwon

Baca juga: Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park di Kota Suwon, Korea Selatan.

Starbucks 41F Suwon

Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park di Kota Suwon

Gwanggyo Lake Park

Gwanggyo Lake Park

Menurut saya, untuk urusan ruang publik, di Korea memang cukup mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Entah itu taman kota, taman bermain anak, danau-danau kecil yang multifungsi. Tidak perlu jauh-jauh, dekat Ajou University, kampus suami, ada sebuah danau yang indah dan terawat. Orang-orang lebih mengenalnya dengan nama Gwanggyo Lake Park, walaupun di peta (naver map) nama danaunya Woncheon Lake dan Sindae Lake. Gwanggyo Lake Park merupakan Lake Park paling luas di Korea (so far) dengan luasnya mencapai 2.05 juta meter persegi. Ini juga mengingatkan saya akan cerita seorang teman yang tinggal di Kota Sejong, Korea Selatan.

Gwanggyo Lake Park

Danau ini dibangun bersamaan dengan dibangunnya “Kota Baru” Gwanggyo. Di Korea kalau kotanya tidak ada kabel listrik berseliweran dan tertata rapi, bisa dipastikan itu kota yang baru-baru ini dibangun, katanya gitu.

Gwanggyo Lake Park

Fasilitas dan Akses ke Gwanggyo Lake Park

 

Gwanggyo Lake Park

Gwanggyo Lake Park menyediakan banyak sekali fasilitas dan kenyamanan untuk para pengunjungnya. Fasilitas yang lengkap agak terpusat di sekitar Woncheon Lake dibandingkan dengan di Sindae Lake. Fasilitas yang ada antara lain:

  1. Café-café di sepanjang tepi danau.
  2. Menara pandang untuk menikmati pemandangan dari ketinggian
  3. Perpustakaan indah di tengah rimbunnya taman
  4. Ruang-ruang terbuka hijau untuk sekadar duduk santai atau bermain anak
  5. Jembatan dengan dihiasi lampu neon yang berwarna-warni
  6. View lampu-lampu apartemen ketika malam hari
  7. Toilet di beberapa titik

 

Lokasi Gwanggyo Lake Park adalah di 102, Gwanggyohosugongwon-ro, Yeongtong-gu, Suwon-si. Lokasinya yang lumayan dekat dengan Kantor Provinsi Gyonggi-do, membuatnya mudah sekali diakses. Bisa naik subway atau bus dan free access sepanjang hari, sepanjang tahun.

Gwanggyo Lake Park

Aktivitas yang bisa dilakukan di Gwanggyo Lake Park

Banyak fasilitas yang bisa dilakukan. Di taman ini saya dan pengunjung lain bisa sekadar jalan-jalan, joging, jajan di café, atau sekadar duduk-duduk di taman sekitar danau. Kalau mau kesini saya rekomendasikan sore hari menjelang malam.

Gwanggyo Lake Park

Di sore hari kalian bisa bersantai di sekitar taman, lalu ketika hari gelap pemandangan di sekitar danau akan menjadi sangat cantik dengan lampu-lampu neon warna-warni di jembatan pinggir danau dan lampu-lampu dari gedung apartemen tinggi yang mengelilingi danau.

Gwanggyo Lake Park
Saat malam hari.

Versi saya, menyenangkan sekali jika luang di sore hari, saya datang ke danau ini sekadar untuk berjalan santai mengelilingi danau, kemudian menjelang senja mampir ke café untuk istirahat, buka laptop, atau baca buku, lalu pulang sambil menikmati malam di sekitar danau. Lebih-lebih jika bisa tinggal di sini dalam waktu lama, healing-nya gampang dan anti bosan yak 😀

Gwanggyo Lake Park

Gwanggyo Lake Park
Saat malam hari.

Lokasi K-Drama

Bagi kalian pecinta K-Drama, beberapa spot di Gwanggyo Lake Park juga pernah digunakan sebagai lokasinya lho. Beberpa K-Drama yang pernah take di sini:

  1. Penthouse 2/The Penthouse: War in Life Season 2 (펜트하우스 2) (SBS, 2021)

Adegan ketika Cheon Seo-jin (Kim So-yeon) menanyakan ke Ha Eun-byeol (Choi Ye-bin) tentang apa yang terjadi selama the Cheonga Arts Festival (episode 6)

  1. KBS Drama Special: My Lilac (그곳에 두고 온 라일락) (KBS2, 2020)

Kang Yeon-woo (Sul Jung-hwan) propose ke Ra Shin-hye (Jung Yoo-min) ketika sedang jalan-jalan sore di danau ini.

  1. KBS Drama Special: Reason Not To Confess (고백하지 않는 이유) (KBS2, 2020)

Kim Ji-hoo (Shin Hyun-soo) ketemu temannya yang sama-sama pernah ambil kelas fotografi di taman ini, yang akhirnya akan menjadi crush-nya di universitas, Seo Yoon-chan (Go Min-si).

 

Baca juga: Menikmati Kesejukan Yeongheung Arboretum di Kota Suwon.