Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Asiknya Mengenal Sejarah Surakarta di Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan namanya. Tempatnya cukup tersembunyi dan sekilas tidak tampak seperti destinasi wisata sejarah yang ada di Kota Solo. Pemandangan dari luar seperti bangunan khas Jawa atau Joglo yang selalu terlihat menawan. Saya penasaran tentang Rumah Budaya Kratonan (RBK) dari Mas Arkha, owner Titilaras saat saya walking tour di Pasar Gede, Solo di Bulan Juli lalu. Apa yang membuat saya penasaran dengan RBK? Ada apa saja di sana? ^^

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan
Taman bagian depan dan Laras Resto.

Galeri Sejarah Surakarta

Rumah Budaya Kratonan
Ruang pertama di Galeri Sejarah Surakarta, RBK.

Galeri Sejarah Surakarta memiliki beberapa ruang yang memberi edukasi sejarah dari yang kompleks menuju spesifik. Di ruang ini menampilkan sejarah perjalanan revolusi industry hingga tumbuhnya kolonialisme di Indonesia. Tentu saja, di galeri ini menampilkan sejarah Surakarta. Setiap ruang memiliki vibe yang berbeda, nggak monoton. Jadi nggak membosankan.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang kedua.

Saya teringat, saat di ruang kedua yang menampilkan sejarah perjuangan di Surakarta, pengunjung tidak hanya membaca informasi-informasi yang tertera tetapi juga bisa menggunakan alat peraga yang tersedia.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan
Terdapat empat jendela seperti ini di ruang kedua.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Begitu juga di ruang ketiga. Ruang ini didesain sebagai ruang cermin, dikelilingi dengan cermin. Selain belajar sejarah khususnya Multatuli, di ruang ketiga ini bisa mirror selfie juga 😀 Selanjutnya masih ada dua ruang yang didesain berbeda dari ruang-ruang sebelumnya.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang ketiga.

Nah, di ruang terakhir menampilkan kekayaan Kota Solo berupa batik dan kekayaan kuliner Solo dalam bentuk gambar. Menurut saya, ini adalah salah satu cara menyenangkan untuk belajar sejarah terutama untuk anak-anak.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang keempat.

 

 

 

Rumah Budaya Kratonan
Ruang terakhir.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Perpustakaan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Ada perpustakaan juga lho di Rumah Budaya Kratonan dengan koleksi buku-buku yang beragam bahkan buku-buku anak pun tersedia. Perpustakaan di RBK ini didesain semi open space dan instragammable 😀 Mau baca buku atau kerja di perpustakaan RBK ini benar-benar nyaman. Untuk nugas mandiri atau kelompok juga oke banget!

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Resto

Rumah Budaya Kratonan

Resto di Rumah Budaya Kratonan ini bernama Laras. Namanya cantik ya? Kalau kata saya sih njawani, menggambarkan perempuan Jawa yang lembut gitu 😀 Laras Resto menyediakan berbagai pilihan menu makanan mulai dari main course, snack hingga menu penutup ada.

Rumah Budaya Kratonan

Saat saya di Rumah Budaya Kratonan tepat saat jam makan siang. Saya memesan nasi goreng yang nggak pedas untuk Bilgi dan kroket untuk saya. Nasi gorengnya enak, gurihnya pas dan tipe nasi goreng khas Solo gitu. Untuk porsinya menurut saya ini adalah nasi goreng porsi jumbo karena akhirnya harus kami habiskan berdua 😀 Untuk kroketnya enaaaaaakkkkk, bagian dalam teksturnya lembut dan bagian luarnya renyah. Rasa gurihnya pas, maksud saya kalau untuk camilan gurihnya pas, bukan yang kebangetan gitu.

Rumah Budaya Kratonan

Untuk minuman, kami memesan es teh gula sedikit dan es jeruk tanpa gula. Harga minuman dan makanan di Laras Resto ini masih terjangkau. Ya karena yang makan dan minum di resto ini menjangkau semua kalangan termasuk pelajar. Jadi soal harga masih bersahabat. ^^

Rumah Budaya Kratonan

Pendopo

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan juga memiliki pendopo yang cukup luas. Biasanya pendopo ini disewakan untuk acara-acara tertentu seperti pernikahan atau gathering. Adakalanya digunakan untuk kegiatan budaya Rumah Budaya Kratonan seperti pelatihan gamelan, tari dan belajar menulis aksara Jawa. Semua kegiatan tersebut dibuka untuk umum.

Lokasi dan Jam Operasional

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan berada di Jalan Manduro No. 6, Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Solo. Akses menuju RBK ini sangat mudah termasuk juga jika menggunakan transportasi online.

Untuk jam operasional kafe di Rumah Budaya Kratonan mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00 setiap harinya dan Galeri Sejarah Surakarta mulai buka pukul 09.00 hingga 15.00 dibagi menjadi empat sesi di Selasa hingga Sabtu.

Rincian sesinya adalah sesi I pukul 09.00, sesi II pukul 11.00, sesi III pukul 13.00, dan sesi IV pukul 15.00. Khusus Hari Minggu ada dua sesi pukul 11.00 dan 13.00. Saat saya ke sana di Hari Minggu, ada sesi III pukul 15.00 karena yang akan masuk Galeri Sejarah Surakarta ini rombongan atau group.

Rumah Budaya Kratonan

Tiket

Rumah Budaya Kratonan

Tiket masuk ke area Rumah Budaya Kratonan ini gratis kecuali galeri. Untuk tiket masuk galeri sangat terjangkau yaitu Rp 25.000,00 untuk dewasa dan Rp 10.000,00 untuk tiket usia pelajar.

Fasilitas

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan ini menurut saya sangat nyaman untuk berakhir pekan, chatch up dengan teman-teman atau berkumpul dengan keluarga. Fasilitas yang disediakan juga mendukung mulai dari parkir yang cukup untuk kendaraan roda empat dan roda dua, terdapat musola untuk salat, toilet yang bersih dan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Fasilitas terpenting adalah ada tour guide selama berkeliling galeri. Selain tour guide juga disediakan ‘tour guide’ dalam bentuk audio.

Rumah Budaya Kratonan

Bagi saya berkunjung ke Rumah Budaya Kratonan ini sangatlah menyenangkan. Termasuk juga untuk Bilgi. Kami sama-sama mendapat pengalaman baru yang tak terlupakan. Jika ada kesempatan lagi main ke Solo, akan mampir lagi ke RBK. Ada yang mau ketemuan di sana? ^^

Baca juga: Ke Solo? Yuk, Intip Keseruan Berkunjung ke Monumen Pers Nasional!

Rumah Budaya Kratonan
Spot wajib ‘mirror selfie’ di Rumah Budaya Kratonan 😀

Asiknya Berkunjung ke Monumen Pers Nasional Solo

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional merupakan bangunan monumen sekaligus museum khusus pers nasional Indonesia. Bagi saya, Monumen Pers Nasional ini sangat familiar, mengingat dulu jaman saya masih SMA di Solo sering sekali melewatinya ketika hendak ke Gramedia, Sami Luwes atau Pasar Klewer. Meski begitu, baru Rabu (18/10) lalu adalah kali pertama saya masuk ke dalam gedung Monumen Pers Nasional.

Monumen Pers Nasional

Alangkah senangnya saya ketika kunjungan saya bersama Bilgi di luar ekspektasi. Saya pikir hanya aka nada museum tentang pers Indonesia. Ternyata jauh menyenangkan saat tiba dan mendapat penjelasan dari petugas di lobi. Ada apa saja di Monumen Pers Nasional Solo?

Monumen Pers Nasional

Museum Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Museum ini merupakan museum khusus pers nasional Indonesia mulai dari awal lahirnya, perjalanannya hingga saat ini. Perkembangan pers khusus di wilayah Solo pun juga dijelaskan secara tuntas di museum ini melalui infografis di setiap ruang. Museum yang berada di Gedung utama dekat lobi menyajikan banyak pengetahuan tentang pers nasional disertai pameran koleksi buku-buku yang tertata rapi.

Monumen Pers Nasional

Ruang Pameran Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Ruang ini berada di gedung kedua, samping gedung utama. Ruang pameran ini berisi koleksi meliputi teknologi komunikasi dan teknologi reportase seperti penerbangan, mesin ketik, pemancar, telepon, radio, kamera dan kentongan besar.

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Perpustakaan

Monumen Pers Nasional
Saya masuk ruang perpustakaan umum ini hanya sebentar karena saya bersama anak saya usia 6 tahun. Demi menjaga ketenangan dan kenyamanan sih 😀

Di gedung kedua tepatnya lantai dua terdapat dua perpustakaan yaitu perpustakaan umum dan perpustakaan (khusus) anak-anak dengan ruang terpisah. Perpustakaan umum di Monumen Pers Nasional ini sangat tenang, tersedia banyak koleksi buku, meja kursi beserta colokan, wifi, dan AC yang dingin yang benar-benar mendukung untuk belajar atau bekerja jarak jauh di perpustakaan ini.

Monumen Pers Nasional

Perpustakaan (khusus) anak berada tepat di depan perpustakaan umum. Perpustakaan anak di sini menyediakan berbagai macam buku untuk anak-anak yang mayoritas adalah buku-buku ensiklopedia. Ada juga perosotan, mainan edukatif dan TV sebagai media belajar untuk anak. Saat saya ke sana dan TV dinyalakan, perpustakaan ini memutar lagu-lagu anak. Bilgi betah di ruang perpustakaan anak ini. 😀

Monumen Pers Nasional

Ruang Baca

Monumen Pers Nasional

Ruang baca di Monumen Pers Nasional Solo ini mengingatkan saya pada sebuah drama detektif yang sedang mencari informasi bertahun silam melalui surat kabar 😀 . Nah, bayangan saya, ini adalah ruang baca semacam perpustakaan. Ternyata ini adalah ruang baca untuk membaca surat kabar dalam bentuk cetak dan digital. Terdapat beberapa komputer untuk mengakses koran dalam bentuk digital atau membaca surat kabar cetak yang jumlahnya sangat banyak dan tertata di rak.

Lokasi dan Jam Operasional

Monumen Pers Nasional berada di Jalan Gajahmada No. 59, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Lokasinya sederet sangat dekat dengan RS Muhammadiyah Solo dan Tahu Kupat ‘Sido Mampir’ Gajahmada.

Jam operasional Monumen Pers Nasional mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dan buka setiap hari. Iya, Hari Minggu tetap buka. Kalau saya tinggal di Solo beneran bakal betah dan jadi tempat favorit sih ini. 😀

Fasilitas di Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional
Lobi

Sebuah tempat yang menyenangkan tentu saja harus didukung dengan fasilitas yang nyaman juga ya. Begitu juga di Monumen Pers Nasional ini juga menyediakan kenyamanan bagi pengunjung. Di antara fasilitas yang ada yaitu area parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat, ada toilet yang bersih, musola yang nyaman digunakan untuk ibadah, akses wifi yang cepat, tidak ada tiket masuk (pengunjung hanya mengisi buku tamu di komputer yang tersedia di lobi) dan juga ada tour guide yang menemani berkeliling ke museum.

Monumen Pers Nasional
Penanda arah menuju ruang perpustakaan dan ruang baca.

Main kali ini sungguh menyenangkan, berkunjung ke Monumen Pers Nasional tidak hanya menambah wawasan saya tentang perkembangan pers tetapi juga tahu bahwa di sana tersedia perpustakaan umum, perpustakaan anak dan ruang baca. Benar-benar mengasyikkan. Jika Teman-Teman sedang jalan-jalan ke Solo, wajib singgah di Monumen Pers Nasional Solo. ^^

Baca juga: Menikmati Jalan Slamet Riyadi Solo Versi Low Budget ^^

Monumen Pers Nasional

Menikmati Coffee Latte Spesial di Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi adalah salah satu kedai kopi yang saya temukan di daerah Yosodipuro, Ketelan, Solo saat berjalan kaki usai makan siang di daerah sekitar Hotel Solia Yosodipuro. Panasnya Kota Solo membuat saya akhirnya memutuskan untuk singgah sejenak di Tanaku Kopi.

Tanaku Kopi

Ketika saya berada di depan kedai kopi ini, hal pertama yang membuat saya menyukainya adalah kedai kopi ini terasa homey. Kedai kopi ini mengusung konsep rumah kuno sebagai eksteriornya. Suasana vintage pun juga terasa di Tanaku Kopi dan juga instagrammable.

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Lokasi dan Jam Operasional

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi berada di Jalan Yosodipuro No. 11, Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Kedai ini tepat berada sederet dengan Solia Hotel Yosodipuro, Solo. Ya, kurang lebih 200 meter, tepat di sebrang Parahita Lab. Kedai ini mulai buka pada pukul 09.00 hingga 24.00 WIB dan buka setiap hari. Yap, masih termasuk bisa untuk tujuan ngopi pagi ya Teman-Teman.

Menu Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi menyajikan berbagai minuman dengan coffee based, milk based dan non-coffee. Termasuk juga pengunjung bisa pesan sesuai permintaan. Misal seperti yang saya lakukan kemarin. Saat itu, saya memesan Coffee Oat Latte Sugar Free dan teh kampung tanpa gula. Coffee latte yang saya pesan menggunakan susu oat sebagai pengganti dairy milk yang biasa digunakan dalam coffee latte.

Tanaku Kopi
Lupa kentang goreng nggak terabadikan 🙁

Teh Kampung di Tanaku Kopi juga enak, saya nyebutnya ‘Solo banget’. Kalau Teman-Teman pernah dengar istilah wasgitel alias wangi sepet legi kentel, nah, Teh Kampung Tanaku Kopi seperti itu serta penyajiannya menggunakan gelas enamel jadul. Selain minuman, saya juga pesan kentang goreng yang saya french fries potong kecil ternyata potongannya besar seperti kentang wedges dan renyah bagian luar empuk di bagian dalamnya.

Fasilitas Tanaku Kopi

Musola

Saat saya menunggu pesanan siap, waktu menunjukkan waktu salat Asar dan memang terdengar adzan. Saya bertanya kepada salah satu staf di sana di mana masjid atau musola terdekat dari Tanaku Kopi. Dua staf yang berada di depan saya langsung memberitahu bahwa di Tanaku disediakan tempat untuk salat. Tempatnya kecil tetapi nyaman untuk salat dan saya bersyukur bisa salat dengan tenang tanpa harus keluar dari kedai kopi.

Toilet

Tanaku Kopi

Kedai kopi ini juga menyediakan toilet yang bersih dan menghibur. Iya, menghibur, bahkan saya bisa tertawa saat di toilet karena himbauan yang tertulis di dinding toilet. Sebuah himbauan atau pemberitahuan dengan pendekatan yang kekinian, nggak kaku gitu. 😀

Parkir

Di Tanaku Kopi tersedia parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Untuk mobil saya lihat terbatas ya tapi di sana ada juru parkir yang akan membantu setiap pengunjung yang datang. Jadi jangan khawatir soal parkir.

Area Outdoor dan Indoor

Tanaku Kopi
Pintu paling depan adalah area indoor untuk smoking area dan pintu kedua itu adalah ruang utama, indoor, no smoking area.

Tanaku Kopi menyediakan area outdoor dan indoor. Area outdoor berada di halaman depan sekaligus smoking area. Kalau sore menuju senja atau malam pasti nyaman di area outdoor ini. Area indoor dibagi menjadi dua area, pertama smoking area. Kedua, no smoking area yang dibagi menjadi tiga ruang, yaitu 1 ruang utama dengan jajaran meja kursi dan dua ruang lainnya terdapat meja kursi dengan konsep lesehan, gimana ya nyebutnya 😀

Tanaku Kopi

Tanaku Kopi

Secara keseluruhan, saya senang bisa singgah di Tanaku Kopi dan menikmati menu spesialnya, coffee oat latte dan camilannya, kentang goreng wedges. Pertama kali mampir dan ingin singgah lagi karena saya ingin mencicipi menu-menu Tanaku Kopi yang lain serta sekaligus work from café.

Tanaku Kopi

Baca juga: Menikmati Makan Siang di Tahu Kupat ‘Sido Mampir’ Gajahmada Solo.

 

 

Pantai, Sunset, Windmill: Kombinasi Epik di Tandohang Port Ansan

Tandohang Port

Tandohang Port

Sebenarnya, bukan Windmill Beach nama pantai ini tapi lokasi tepatnya di Tandohang Port (Naver Map) atau Tando Port (google maps) (탄도항). Untuk ukuran sebuah pantai, lokasi ini biasa saja. Jauh lebih banyak pantai-pantai di Indonesia yang lebih bagus. Tapi ada tiga buah objek berupa windmill yang membuat view dari pantai ini jadi lebih ikonik. Apalagi pantai ini berada di kawasan sebelah barat, sehingga matahari terbenam di ujung cakrawala bisa kita nikmati. Pantai, windmill dan senja. Kombinasi yang menyenangkan untuk dinikmati.

Tandohang Port

Lokasi dan Akses

Tandohang Port

Pantai ini masih berada di kawasan Ansan, tapi agak jauh di pinggir. Secara penampakan di peta, lokasinya hampir terpisah dari daratan utama Korean Peninsula, hanya menyisakan sedikit daratan yang menghubungkannya. Di peta Teman-Teman bisa search Tando/Tandohang Port (탄도항) dan ikuti saja transportasi yang direkomendasikan di aplikasi Naver Map.

Tandohang Port

Walaupun masih berada di kawasan Ansan-si, cukup effort juga untuk mengunjungi tempat ini. Dari Kota Suwon kira-kira 3 jam waktu yang dibutuhkan. Bisa menggunakan bus atau kombinasi kereta dan bus. Saya dan suami lebih suka naik kereta, turun di Stasiun Oido dan nyambung dengan bus nomor 123, sampai deh. Bus 123 memang cukup lama intervalnya, kira-kira 30 menit waktu rata-rata untuk menunggu bus-nya lewat.

Tandohang Port

Fasilitas dan Daya Tarik

Tandohang Port

Sebenarnya daya tarik di pantai ini hanya satu: pantai dengan view windmill di kejauhan. Tapi entah kenapa banyak sekali pengunjungnya, terutama menjelang sunset. Apalagi di akhir pekan atau hari libur. Pemandangannya memang sebagus itu sih.

Tandohang Port

Kalau kalian mau, sebenarnya kita bisa mendekat sampai di bawah windmill ini. Tapi lihat-lihat situasi saja, karena kadang-kadang ketika laut sedang pasang jalanan yang menghubungkan ke arah windmill tertutup air laut. Makanya di pinggir pantai banyak yang menjual atau menyewakan semacam sepatu boot panjang sampai lutut dari karet untuk mereka yang tetap ingin menyeberang ketika pasang. Kalau sedang surut, masih agak becek sih, tapi cukup aman dengan sepatu biasa aja.

Tandohang Port

Di pinggir pantai dibangun undakan-undakan semacam tangga yang memanjang, dan bisa digunakan pengunjung yang nggak pengen becek-becekan ke tengah laut, untuk sekadar duduk sambil menikmati matahari terbenam. Pengunjungnya cukup merata, ada pasangan muda, keluarga kecil dengan anak-anaknya dan sekelompok ibu-ibu/bapak-bapak. Ada juga beberapa pengunjung yang datang sendirian sambil bawa kamera untuk ngembil beberapa foto bagus di sini.

Tandohang Port

Di sepanjang pantai, ada beberapa café yang tentu saja “menu” utamanya adalah view pantai dengan windmill. Selain itu ada beberapa convenience store khas Korea, kayak CU, GS25, atau Seven Eleven. Tempatnya lumayan sepi dan agak pelosok di pedesaan sih ya.

Recommended?

Tandohang Port

Kalau ditanya apakah worth it tempat ini dikunjungi mengingat jarak tempuhnya yang lumayan dan lokasinya agak terpencil tanpa banyak fasilitas pendukung? Kalau menurut saya cukup worth it. Saya cukup puas menikmati pemandangan sunset sambil duduk-duduk santai di pinggir pantai.

Tandohang Port

Kalau kalian menginginkan lebih, di dekat pantai ini ada sebuah pulau namanya Jebu-ri(제부리). Saya belum banyak mengeksplore pulau ini, tapi yang bikin seru adalah kalian bisa menuju pulau ini dengan naik kereta gantung. Kebayang kan asiknya 😀  Jarak pulaunya lumayan jauh lho, jadi kalian bisa berlama-lama naik kereta gantungnya dengan view windmill & sunset di kejauhan. Fix, next time kayaknya aku harus coba ke pulau ini. Minimal bisa naik kereta gantungnya.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset Kota Suwon dari Starbucks 41F.

Pengalaman Berkunjung ke Gwanggyo Purunsup Library

Gwanggyo Library

Bicara fasilitas publik di Korea benar-benar nggak akan habis. Bagus, sangat terawat dan nyaman. Tidak hanya taman bermain atau transportasi publik, perpustakaan pun juga sangat nyaman dan mudah ditemui. Salah satu perpustakaan umum yang tidak jauh dari kampus suami dan Gwanggyo Lake, sekitar 20 menit jalan kaki, atau bisa lebih cepat lagi kalau naik bus.

Gwanggyo Library

Nah, di tepi Gwanggyo Lake ini ada satu perpustakaan umum namanya Gwanggyo Purunsup Library (광교푸른숲도서관). Perpustakaan ini dikelola oleh pemerintah setempat dan nyaman banget. Bayangkan sebuah perpustakaan dengan desain yang nggak monoton, nyaman dipandang dan nyaman untuk belajar.

Gwanggyo Library

Gwanggyo Library

Suasananya sejuk di tepi danau dan dikelilingi pepohonan. Saya bisa menghabiskan waktu seharian nunggu suami di tempat ini atau jika saya seorang mahasiswa di sini, pasti akan betah kapanpun belajar di perpustakaan ini seperti halnya suami.

Gwanggyo Library

Gwanggyo Library

Fasilitas dan Jam Buka

Gwanggyo Library

Perpustakaan ini ada beberapa lantai, dan tiap-tiap lantai ada peruntukannya sendiri.

Lantai B1 Underground Parking Lot.

Lantai 1 Auditorium, Ruang Serbaguna, Ruang kelas.

Lantai 2 Ruang perpustakaan umum (fisik dan digital), Lounge, Teras Outdoor.

Lantai 3 Perpustakaan anak, Café, dan Teras Outdoor.

Lantai 4 Tempat baca Outdoor.

Gwanggyo Library

Jadi tempat ini tuh nggak cuma menyediakan tempat baca yang nyaman dan cozy, tapi juga ada café di lantai 3. Jadi kalau bosan di ruang baca atau ruang kerja, bisa ke café sebentar sekadar minum kopi atau bisa juga baca/kerja-nya pindah ke café sekalian. Kalau saya sendiri, tempat favorit adalah di teras outdoor kalau sudah menjelang sore. Selain itu ada ruang dan lantai khusus untuk anak-anak. Jadi, para pengunjung bisa mengenalkan budaya baca pada anak-anak sejak dini. Kita pun nggak kekurangan tempat bermain untuk anak-anak, karena nyaman banget dan kids friendly anak-anak nggak merasa sedang berada di tempat belajar/perpustakaan.

Gwanggyo Library

Perpustakaan ini buka setiap hari termasuk weekend. Tutup setiap hari Jumat dan hari libur nasional. Ruang anak-anak buka dari pukul 09:00 pagi hingga pukul 18:00 sore. Sedangkan ruang baca umum buka dari jam 07:00 pagi hingga pukul 23:00 untuk weekday dan pukul 21:00 untuk weekend. Tentu saja free access alias gratis kalau mau masuk. Sebagai bookworm dan bisa menikmati tinggal (meski sebentar) di Korea sungguh menyenangkan, seakan kebutuhan kita akan membaca benar-benar tersalurkan dan difasilitasi 😀

Baca juga: Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park Kota Suwon.

Gwanggyo Library

Menikmati Sunset Kota Suwon dari Starbucks Café 41F

Starbucks 41F Suwon

Starbucks 41F Suwon

Di Korea, coffee shops sangat banyak dan hampir bisa ditemukan di manapun dengan beragam tema dan keunikannya masing-masing. Teman-teman bisa mencari di google dengan keyword: café cantik Korea, pasti akan muncul banyak sekali rekomendasi dan semuanya bagus-bagus.

Starbucks 41F Suwon

Kali ini saya menemukan salah satu hidden gem coffee shop di dekat kampus suami, Ajou University. Saya menyebutnya hidden gem karena lokasinya tidak nampak dari luar (karena harus masuk lobby gedung dulu). Ditambah bukan berada di kawasan tourist attraction yang biasa orang-orang lalu-lalang. Nama coffee shop-nya Starbucks Café 41F. Ya, Starbucks yang sudah banyak dikenal dan ada dimana-mana. Yang membuat Starbucks ini berbeda adalah karena lokasinya yang berada di lantai 41 gedung perkantoran SK Tower.

Starbucks 41F Suwon

Fasilitas dan Daya Tarik

Sebenarnya, kalau dilihat dari fasiliutas yang ditawarkan dan desain cafenya tidak ada yang istimewa. Ada toilet, ruang duduk yang nyaman dengan colokan listrik di beberapa tempat, dan tentu saja internet kenceng tanpa password.

Starbucks 41F Suwon

Karena lokasinya yang berada di lantai 41, tentu saja yang paling istimewa adalah view dari jendela yang begitu indah. Ada balkon yang tersedia untuk lebih menikmati pemandangan Kota Suwon dari ketinggian. Gwanggyo Lake Park akan sangat terlihat jelas dari sini.

Starbucks 41F Suwon

Menjelang sunset, gorden yang menutupi ruangan dari silaunya sinar matahari akan dibuka oleh pegawai. Dan pemandangan sunset dari ketinggian adalah salah satu sunset terbaik menurut saya. Malam makin gelap, dan selanjutnya pemandangan lampu dari gedung-gedung kota Suwon akan lebih memanjakan mata pengunjung.

Starbucks 41F Suwon

Dengan pemandangan yang demikian bagusnya, tidak heran tempat ini hampir selalu penuh, terutama sore manjelang malam. Jadi kalau mau berkunjung kesini pintar-pintar mengatur waktu aja ya, biar tetap bisa dapat tempat duduk.

Starbucks 41F Suwon

Dapat tempat duduk di manapun tidak masalah, karena tidak harus berada dekat jendela untuk dapat foto-foto bagus. Taruh saja tas, dan pergi ke balkon untuk dapat foto terbaik. Kecuali Teman-Teman kesini juga sekalian kerja dengan laptop yang butuh colokan listrik, harus sabar dapat tempat duduknya, karena nggak semua tempat duduk ada colokannya.

Starbucks 41F Suwon

Lokasi dan Jam Buka

Starbucks 41F Suwon
Starbucks 41F berada di gedung sebelah kiri di lantai 41.

Agak sulit untuk ngasih arahan lokasi Starbucks ini, tapi kalian bisa mencarinya di maps dengan keyword: 스타벅스 광교SK뷰레이크41F점. Cari gedung SK Tower, masuk lobby-nya dan akan kelihatan plang yang mengarahkan langsung ke lantai 41.

Starbucks 41F buka dari jam 7 pagi dan tutup jam 11 malam.

Starbucks 41F Suwon

Baca juga: Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park di Kota Suwon, Korea Selatan.

Starbucks 41F Suwon