Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Rekomendasi Resto dengan Suasana Tenang di Ngawi

Resto dengan Suasana Tenang

Libur menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan momentum mudik atau pulang kampung selalu membawa kehangatan tersendiri. Termasuk juga bagi para perantau yang berasal dari Ngawi, pasti ada rasa mengharu biru ketika pulang ke kota tercinta.

 

Momentum ini tentu saja akan menjadi saat-saat berharga untuk berkumpul dengan keluarga atau reuni dengan teman-teman masa sekolah. Menikmati waktu dengan makan bersama atau berbuka puasa bersama merupakan salah satu hal yang dinantikan. Sekaligus menjadi waktu spesial yang tidak setiap hari datang.

 

Kota Ngawi memiliki banyak sekali warung makan atau resto yang bisa dijadikan untuk tempat reuni dan berbuka puasa bersama. Kita bisa mendapatkan resto yang kita inginkan sesuai budget atau kebutuhan. Termasuk juga, jika kita mencari resto di Ngawi dengan suasana yang tenang dan intimate, gitu ya…

 

Oke, check this out ^^

 

Rekomendasi Resto dengan Suasana Tenang

 

Saben Ayu

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Wedang uwuh, Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Resto ini, menurut saya sangatlah tenang dan memiliki pemandangan sawah yang menenangkan juga. Selain itu, menu-menu yang tersedia juga bervariasi dari menu makan, menu camilan hingga menu minuman. Untuk menu minuman tersedia beraneka ragam jenis minuman rempah.

 

Lokasi Saben Ayu bisa dibilang memang jauh dari jalan raya bahkan admin instagramnya pun pernah menuliskan rasa terimakasih atas kedatangan para tamu ke Saben Ayu meskipun butuh effort lebih. Terletak di Jambe Kulon, RT. 09/RW.06, Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Teras depan bangunan utama Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Salah satu fasilitas yang asik bagi saya di Saben Ayu selain tersedia wifi adalah tersedia QRIS atau pembayaran non-tunai.

 

Cerita lengkap pengalaman dan foto-foto di Saben Ayu, ada di sini ^^

 

Kayangan Café and Space

Kayangan Cafe and Space Desa Wisata Brubuh Ngawi
Selamat makan siang ^^

Kayangan Café termasuk resto yang saya rekomendasikan dengan suasana yang tenang. Resto ini memiliki pemandangan hamparan sawah yang luas, terdapat taman hidroponik dan terdapat suara gemericik air dari kolam ikan. Resto ini memiliki halaman yang luas dan playground yang membuat anak-anak bermain dengan space yang leluasa.

Kafe Kayangan Desa Wisata Brubuh Ngawi
Kayangan cafe and space tampak dari depan.

Menu makan, minum dan camilan juga bervariasi. Bagi saya, resto sangat cocok untuk tempat reuni atau buka bersama dengan keluarga atau teman. Tapi, lokasinya memang tidak berada di tengah Kota Ngawi. Kayangan Café berada di Desa Brubuh, Jogorogo.

Cerita lengkap beserta foto-foto di Kayangan Café and Space, ada di sini ^^

 

Gubuk Reneo

Gubuk Reneo Ngawi

Sepanjang perjalanan dari rumah menuju lokasi, pemandangan kami dimanjakan dengan suasana persawahan hingga tiba di sana. Resto yang terletak di Dusun Kayut, Desa Guyung ini berada di tengah area persawahan. Seperti namanya, resto ini ditata apik berupa gubuk-gubuk yang berjajar dan makin cantik lagi dilengkapi dengan kolam Ikan Koi yang cukup luas.

Gubuk Reneo Ngawi

Selain pemandangan sawah, di Gubuk Reneo kita juga bisa menikmati Ikan Koi yang berwarna-warni di saung yang kita pilih. Selain itu kita juga bisa memberi makan ikan-ikan ini dengan membeli pelet ikan di kasir.

Gubuk Reneo

Untuk menu makan dan minumnya bervariasi. Kita bisa memilih sesuai selera dan juga budget 😀 Di sini ada wahana kolam renang juga serta fasilitas pendukung lainnya.

 

Cerita dan foto-foto lengkap saat mampir di Gubuk Reneo, ada di sini ^^

 

Peta Lengkap Restoran Halal di Korea

Peta Restoran Halal di Korea

Peta lengkap seluruh restoran hahal di korea ini berupa sebuah QR code yang ketika kalian scan, akan diarahkan menuju aplikasi google maps yang sudah ditandai lokasi-lokasi mana yang muslim friendly. Saya dapat kode QR code ini pada sebuah kartu mirip kartu nama yang diberikan oleh seseorang di depan Masjid Itaewon ketika selesai sholat jumat.

Peta Restoran Halal di Korea

Saya sudah lupa di mana saya menaruh kartu yang berisi QR code tersebut, tapi untungnya saya sudah sempat memfotonya. Dan kali ini akan saya bagikan kepada Teman-Teman semua.

Peta Restoran Halal di Korea

Nama perusahaan yang berbaik hati telah mendata restoran halal di google maps ini, kalau berdasarkan kartu tersebut adalah icucompany.com. Kalau saya coba buka web-nya, ternyata icucompany.com adalah sebuah website yang memang khusus membantu kita untuk mudah menemukan “halal things” di Korea, namanya adalah Korehalal Trip. Di website ini kalian bisa menemukan restoran halal, toko yang menjual produk halal, dan juga tempat sholat di Korea. Selain itu mereka juga menyediakan paket tour yang tentu saja Muslim Friendly.

Peta Restoran Halal di Korea

Cara Menggunakan

Cara menggunakan link ini sangat gampang, kalian tinggal scan QR code-nya, dan nanti akan diarahkan ke aplikasi google maps. Nah, di aplikasi google maps tersebut, sudah ada semacam icon-icon yang menunjukkan lokasi restoran halal di seluruh Korea. Kalian tinggal lihat, icon mana yang berlokasi paling dekat dengan posisi kalian sekarang.

Peta Restoran Halal di Korea

Cara kedua, kalian bisa langsung menuju website icucompany.com. Pada tampilan awal website langsung klik saja “Find Restaurant and Masjid”, dan kalian akan diarahkan menuju link google maps yang sama.

Peta Restoran Halal di Korea

Pada tampilan di google maps, ada beberapa macam icon yang berbeda, yang bertujuan agar kita mudah mencari dan mengklasifikasikan apa yang mau kita cari. Contohnya icon berwarna hijau gelap adalah restoran halal, icon warna hijau muda adalah restoran yang tidak ada label halal tapi menyediakan menu halal, icon yang berwarna biru muda adalah restoran seafood,

warna hitam adalah lokasi masjid dan mushola, dan masih ada beberapa icon lagi dengan deskripsi yang berbeda. Untuk memunculkan keterangan icon ini, pada tampilan awal google maps klik saja di bagian bawah: view map legend. 

Peta Restoran Halal di Korea

Peta Restoran Halal Korea

Kalau saya, setelah saya memutuskan akan menuju restoran mana, biasanya restoran tersebut akan saya cari lagi lokasi tepatnya di Naver Map. Setelah ketemu lokasinya di Naver Map, baru saya ikuti petunjuk dari Naver, bagaimana cara menuju restoran tersebut. Soalnya, kalau langsung menggunakan google maps, kadang tidak akurat.

 

Baca juga: Yeongheung Arboretum, Memasuki Kesejukan Alam di Tengah Kota Suwon.

Bangunan-Bangunan yang Menjadi Saksi Sejarah Demokrasi Korea

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Korea Democracy Foundation (KDF), yang beralamat di 132 Naesonsunhwan-ro, Uiwang-si, Gyeonggi-do. KDF adalah organisasi nirlaba yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan (MOIS). Tujuannya adalah untuk menetapkan sejarah yang benar, menghormati semangat mereka yang berkomitmen pada negara, dan meneruskan pengalaman yang tak ternilai dari gerakan pro-demokrasi kepada generasi mendatang.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Di dalam Gedung KDF, ada sebuah ruangan yang cukup luas yang disebut Open Archive. Ruangan luas ini menyerupai perpustakaan besar, memuat berbagai artefak yang menjadi saksi proses demokrasi Korea. Mulai dari buku dan catatan harian demonstran, spanduk, potongan kayu, foto bahkan barang-barang bersejarah seperti meja belajar dan gitar yang konon dulunya dipakai oleh mahasiswa yang tewas dalam demonstrasi. Ruang arsip ini mengandung lebih dari 800.000 buah benda bersejarah.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Bangunan Bersejarah di Seoul

Setelah menjelajahi fasilitas di Gedung KDF, kami berkesempatan untuk mengunjungi beberapa bangunan bersejarah di Seoul yang memainkan peran penting dalam proses demokrasi Korea. Bangunan-bangunan ini menjadi saksi beberapa peristiwa penting di masa lalu.

 

Katedral Katolik Seoul

Juga dikenal sebagai Katedral Myeongdong. Katedral ini memiliki hubungan dekat dengan beberapa pemberontakan dan gerakan penting dalam sejarah modern Korea. Misalnya, selama Gerakan 1 Maret (1919), katedral ini memainkan peran sentral ketika aktivis kemerdekaan Korea berkumpul untuk membaca Deklarasi Kemerdekaan Korea, menandai momen penting dalam gerakan kemerdekaan Korea.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Kenapa mereka memilih untuk berkumpul di Katedral? Karena pada waktu itu rumah ibadah adalah salah satu lokasi yang tidak bisa diintervensi oleh Polisi dan Tentara. Aparat tersebut tidak diperkenankan masuk tanpa ijin ke dalam area rumah ibadah.

Bangunan Sejarah Demokrasi Korea

Bekas Pusat Kebudayaan Amerika

Awalnya dibangun sebagai markas besar YMCA Korea (NGO yang bergerak di bidang sosial dan kemanuasiaan) pada tahun 1928. Setelah Perang Korea bangunan ini berfungsi sebagai Pusat Kebudayaan United States Information Service (USIS). Bangunan ini menjadi salah satu bangunan bersejarah karena pada tahun 1980-an, dengan aktivis pro-demokrasi mahasiswa menduduki bangunan ini sebagai bentuk protes. Bahkan bekas-bekas tembakan peluru aparat pada dinding bangunan masih bisa kita lihat sampai sekarang.

 

Yangijae Gyeongungung

Bangunan ini merupakan salah satu istana kerajaan yang didirikan pada tahun 1905. Istana kerajaan ini sekarang berfungsi sebagai kantor Gereja Anglikan Seoul di Korea. Mungkin secara langsung kaitan dengan proses demokrasi korea tidak terlalu signifikan. Tapi tempat ini dijadikan salah satu tempat berkumpul aktivis pro-demokrasi pada masa lalu. Aparat tidak terlalu mengusik tempat ini karena mungkin lokasinya yang bersebelahan dengan Kedutaan Besar Inggris.

 

Sebenarnya masih banyak tempat bersejarah lain yang bisa kita kunjungi. Bukan hanya di Seoul tapi juga di kota lain, salah satunya yang terkenal adalah di Kota Gwangju. Satu hal yang bisa kita pelajari adalah Korea tidak secara instan menjadi negara maju seperti yang bisa kita saksikan saat ini. Mereka pun pernah mengalami masa-masa sulit karena perang, pemerintahan militer yang otoriter dan konflik internal lain. Tanggal kemerdekaan Korea dengan Indonesia pun sebenarnya hanya selisih 2 hari saja. Korea merdeka pada tanggal 15 Agustus 1945 dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

 

Baca juga: Ke Seoul? Jangan Lupa Mampir ke Starfield Library.

Melihat Korea dari Sisi Tradisional di Korean Folk Tourism

Korean Folk Village

Bagi teman-teman yang bosan dengan sisi modern Korea dan ingin melihat sisi tradisional dari Korea, tempat ini patut dikunjungi. Namanya adalah Korean Folk Village. Dari Namanya saja sudah kelihatan ya, kalau ini adalah wisata berbau pedesaan (village). Tapi ternyata bukan desa beneran. Korean Folk Village adalah sebuah tempat yang dikonsep supaya kita bisa merasakan suasana jadul korea jaman dahulu sebelum menjadi modern seperti sekarang. Hitung-hitung belajar Sejarah Korea, namun dengan cara yang menyenangkan.

Korean Folk Village

Apa itu Korean Folk Village?

Korean Folk Village (Bahasa Korea: 한국민속촌) bisa dikategorikan sebagai sebuah museum (living museum). Tempat ini pertama kali dibuka pada 3 Oktober 1974 (pembangunan dimulai pada tahun 1973 dan selesai pada tahun 1974). Korean Folk Village sebenarnya adalah tujuan wisata yang cukup populer bagi baik warga Korea sendiri maupun wisatawan asing.

Korean Folk Village

Konsepnya, rumah-rumah asli dari seluruh negeri dibangun kembali di tempat ini untuk menciptakan replika desa dari periode Joseon akhir dengan skala yang sebenarnya. Jadi luas tempat ini hampir sama seperti satu komplek perumahan. Cukup luas untuk membuat kaki gempor menelusuri setiap sudutnya. Bagaimana tidak, replika rumah-rumah disini dibangun seriil dan selengkap mungkin supaya pengunjung memahami bagaimana kehidupan desa Korea pada jaman dahulu. Setiap bangunan diberi keterangan sebagai penjelasannya. Jadi pengunjung akan tahu bagaimana bentuk rumah orang miskin pada jaman dahulu, bagaimana bentuk rumah orang kaya (tuan tanah), bagaimna  bentuk rumah kepala desa, sampai dibangun pula replika rumah bangsawan. Lebih dari 260 rumah tradisional yang mengingatkan pada Dinasti Joseon akhir dapat ditemukan di sana.

 

Daya Tarik

Komplek replika rumah-rumah pedesaan Korea pada jaman dulu yang dijelaskan di atas adalah salah satu daya tarik dari Korean Folk Village. Ada beberapa atraksi dan fasilitas yang bisa pengunjung nikmati antara lain:

Festival Musiman

Korean Folk Village

Ada beberapa fastival dan acara pertunjukana yang berbeda-beda setiap musimnya. Antara bulan Desember hingga Januari diselenggarakan Cold Winter Rural Home Tales, yaitu gambaran aktivitas masyarakat Joseon selama musim dingin yang mengajak pengunjung memancing di kolam es dan berburu hewan. Kemudian antara bulan Februari hingga Maret ada The Play from The Old Days yang berisi tentang nostalgia masa kecil masyarakat Korea Selatan pada tahun 70-an atau 80-an. Para pengunjung akan diajak membuat dalgona (membuat figur dari gula yang meleleh), memanggang ubi atau chestnut di atas kompor tradisional, tinggal di ruang ondol dalam rumah beratap jerami, dan membuat layang-layang tradisional.

Korean Folk Village

Antara bulan Mei hingga Juni ada kegiatan “Welcome to Joseon” yang akan mengajak pengunjung mengenal tokoh-tokoh terkenal pada era Joseon yang sering muncul dalam cerita rakyat Korea Selatan. Antara bulan Juli hingga Agustus ada festival musim panas masyarakat Joseon dengan cara “perang air”. Dan puncaknya antara bulan September hingga November ada “Historical Drama Festival” yang menyuguhkan berbagai pertunjukan dari cerita rakyat atau dongeng pada era Joseon.

Korean Folk Village

Pertunjukan Tradisional

Setidaknya ada 3 pertunjukan tradisional yang ditampilkan setiap harinya, yaitu Pungmul yang menampilkan berbagai tarian dan musik tradisional Korea. Kemudian ada Eolssigu Jeolsiggu atau parade rakyat dengan tarian tradisional dan drama humor dalam cerita rakyat tradisional. Dan terakhir adalah prosesi upacara pernikahan tradisional yang paling diminati pengunjung, khususnya dari mancanegara. Para pemeran mengenakan pakaian pengantin tradisional lengkap dengan riasan, dekorasi pernikahan, hingga prosesi pernikahan yang khidmat sehingga hal ini terlihat sangat nyata.

Workshop Kerajinan Tangan

Di Korean Folk Village, para pengunjung juga dapat mengikuti workshop atau pelatihan kerajinan tangan yang akan mengasah kreativitas. Beberapa pelatihan yang dapat diikuti antara lain: menempa bahan-bahan dari kuningan dan perunggu; pelatihan kerajinan kayu; pelatihan kerajinan tembikar; pelatihan kerajinan bambu; pelatihan pyrografi (menulis di atas kayu atau kertas); pembuatan topeng kayu tradisional; pelatihan dyeing (pewarnaan alami menggunakan warna-warna dari tumbuhan dan alam); pelatihan pembuatan alat musik tradisional seperti danso (seruling bambu pendek) dan bermain mulpiri (seruling air); pembuatan pipa tembakau; dan pembuatan sepatu jerami.

Theme Park

Tempat ini cocok untuk pengunjung yang membawa anak kecil. Supaya tidak bosan, mereka bisa bermain di theme park ini. Ada berbagai macam wahana permainan disini. Ada bombom car, bianglala, perahu naga, dll. Bahkan ada juga rumah hantu yang tentu saja “menampilkan” hantu-hantu tradisional Korea.

Restoran dan Toko Suvenir

Ada beberapa restoran di dalam Korean Folk Village yang menjual berbagai macam masakan tradisional Korea. Ada juga toko suvenir yang sayang kalau dilewatkan

 

Selain berfungsi sebagai destinasi wisata, Korean Folk Village kadang-kadang juga dipakai sebagai set Drakor dan film khususnya yang bertema kerajaan. Antara lain Jewel in The Palace/Dae Jang Geum (2003-04), The Great Queen Seondeok (2009), Dong Yi (2010), Sunkyunwan Scandal (2010), Moon Embracing The Sun (2013), My Love from the Star (2013), 100 Days My Prince (2018), dan Crowned Clown (2019).

 

Lokasi dan Tiket Masuk

Lokasi Korean Folk Village terletak di wilayah Yongin, sebuah kota satelit di Kawasan Metropolitan Seoul di Provinsi Gyeonggi di Korea Selatan, bersebelahan dengan kota Suwon. Alamat lengkapnya di 경기도 용인시 기흥구 민속촌로 90 (보라동) (90 Minsokchon-ro, Giheung-gu, Yongin-si, Gyeonggi-do). Tinggal cari saja di Naver Map, pasti ketemu.

 

Untuk dapat memasuki kompleks Korean Folk Village, para pengunjung akan dikenakan biaya bervariasi sebesar KRW 32.000 (dewasa), KRW 26.000 (anak-anak), dan 22.000 (senior/disabilitas).

 

Korean Folk Village ini buka sepanjang tahun dan waktu operasionalnya menyesuaikan dengan musim dan cuaca di Korea Selatan, misalnya pada bulan Februari-April (peralihan musim dingin ke musim semi) buka pada pukul 09.30-18.00 (weekdays) dan 09.30-18.30 (weekend).Namun, ketika musim semi dan musim panas, waktu operasional akan lebih panjang 30 menit. Sedangkan pada musim gugur dan musim dingin lebih pendek 30 menit.

 

Informasi harga tiket dan jam buka mungkin dapat berubah, jadi mending ngecek aja di web resmi Korean Folk Village. Tenang, ada beberapa pilihan bahasa, termasuk Bahasa Inggris.

 

Baca juga: Pengalaman Keliling Menikmati Demilitarized Zone (DMZ) Korea.

Pengalaman Keliling Demilitarized Zone (DMZ)

DMZ

DMZ adalah sesuatu yang baru dan unik karena tidak banyak tempat dengan status DMZ (Demilitarized Zone). Area DMZ di Korea bukanlah satu-satunya di dunia, tapi merupakan salah satu yang paling terkenal dan dijaga ketat. Selain itu, di Korea Selatan, area DMZ telah menjadi salah satu objek wisata paling populer, terutama bagi turis asing. Mereka ingin melihat Korea Utara, salah satu negara yang paling terisolasi di dunia, dari area DMZ.

DMZ

Sebenarnya, ada DMZ lain di berbagai bagian dunia, tapi tidak sepopuler DMZ. Misalnya, ada DMZ di Siprus yang disebut sebagai the United Nations Buffer Zone atau the Green Line, yang memisahkan bagian utara Siprus yang dikuasai oleh Turki dari bagian selatan yang dikuasai oleh Yunani. DMZ ini didirikan pada tahun 1964 dan dipantau oleh PBB. Contoh lainnya adalah the Western Sahara Berm, sebuah dinding pasir yang diperkuat yang berfungsi sebagai DMZ de facto antara Maroko dan Republik Arab Sahrawi Demokratik. Dibangun pada tahun 1980-an dan memisahkan wilayah yang dikuasai oleh Maroko dari wilayah yang dikuasai oleh Sahrawi.

 

Tempat Menarik di DMZ

Ada banyak tempat menarik di DMZ, tapi karena keterbatasan waktu, kami hanya bisa mengunjungi beberapa di antaranya, seperti:

 

Taman Imjingak, Paju

Imjingak Park adalah taman yang terletak di Paju, Provinsi Gyeonggi, sekitar 7 kilometer barat daya dari Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea. Berfungsi sebagai simbol harapan untuk rekonsiliasi kedua Korea. Taman ini adalah tujuan wisata populer, menawarkan pengunjung sekilas tentang sejarah dan ketegangan Semenanjung Korea. Tempat ini adalah lokasi terjauh yang bisa dicapai oleh peradaban tanpa pemeriksaan dari militer.

DMZ

Taman Imjingak didirikan pada tahun 1972 sebagai penanda bagi mereka yang terpisah dari keluarga mereka selama Perang Korea dan tidak bisa kembali ke kampung halaman mereka di Korea Utara. Taman ini dinamai dari Sungai Imjin yang berdekatan, yang mengalir dari Korea Utara ke Korea Selatan.

DMZ

Di dalam taman ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai atraksi dan monumen. Salah satu yang paling terlihat adalah Lonceng Perdamaian Imjingak, sebuah lonceng perunggu besar yang melambangkan perdamaian dan persatuan. Ada pula Deck observasi yang memberikan pemandangan panoramik dari DMZ dan ada Jembatan Kebebasan (Freedom Bridge) yang digunakan untuk pertukaran tawanan selama Perang Korea.

 

Taman ini memiliki beberapa tugu dan pameran lainnya, termasuk Tembok Harapan, di mana pengunjung dapat meninggalkan pesan dan harapan untuk rekonsiliasi. Altar Mangbaedan, situs simbolis di mana orang menawarkan doa bagi leluhur mereka dari Korea Utara. Selain itu, ada patung, patung, dan artefak sejarah terkait Perang Korea dan pembagian dua Korea.

 

Kereta Gantung (Gondola) dan Observatorium Sungai Imjin

Lokasinya masih di Imjingak Park. Selesai pada tahun 2020, Gondola Perdamaian Imjingak Paju menawarkan pandangan udara dari DMZ sambil membawa penumpangnya melintasi Sungai Imjin. Setelah turun dari gondola dan berjalan sekitar 300 meter, kalian akan melihat observatorium yang menghadap Sungai Imjin. Observatorium memberikan pandangan panoramik dari Zona Demiliterisasi.

 

Terowongan Ketiga (3rd Tunnel)

DMZ

Terowongan Infiltrasi Ketiga atau Terowongan 3 adalah salah satu dari empat terowongan yang diketahui digali di bawah perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang membentang di selatan Panmunjom. Terowongan yang tidak selesai ini ditemukan pada Oktober 1978 setelah deteksi ledakan bawah tanah pada Juni 1978.

DMZ

Terowongan ini sekarang menjadi situs wisata, meskipun masih dijaga ketat. Pengunjung dapat memasuki terowongan dengan berjalan menuruni lereng curam yang panjang. Fotografi dilarang dalam terowongan. Pihak Korea Selatan telah memblokir Garis Demarkasi Militer yang sebenarnya dalam terowongan dengan tiga barikade beton. Wisatawan dapat berjalan sejauh barikade ketiga, dan barikade kedua terlihat melalui jendela kecil di barikade ketiga.

 

Observatorium Dora

Observatorium Dora berada di sisi Korea Selatan dari garis imajiner paralel 38. Observatorium ini terletak di puncak Dorasan (Gunung Dora) di Paju dan memberikan pemandangan indah melintasi Zona Demiliterisasi. Pengunjung dapat melihat wilayah Korea Utara melalui teropong. Mereka dapat melihat “desa propaganda” Korea Utara di DMZ dan kota Kaesong. Observatorium ini dekat dengan Terowongan Infiltrasi Utara Ketiga yang digali oleh Korea Utara ke Selatan. Stasiun Dorasan, juga dekat, dirancang untuk menjadi stasiun yang menghubungkan rel kereta api Selatan dan Utara suatu hari nanti di masa depan.

 

Reunifikasi?

Saya merasa tidak berhak mencampuri urusan antara kedua negara tersebut. Tapi kalau sebatas opini setelah mengunjungi DMZ adalah, bahwa Korea Selatan siap untuk reunifikasi karena kita dapat melihat beberapa fasilitas yang telah disiapkan untuk reunifikasi kapan pun itu terjadi. Beberapa contohnya antara lain:

 

Daerah Keamanan Bersama Panmunjom (Panmunjom Joint Security Area (JSA))

Terletak di dalam DMZ. Sayangnya, kami tidak sempat mengunjungi tempat ini saat itu. JSA adalah satu-satunya bagian dari DMZ di mana pasukan Korea Utara dan Korea Selatan berdiri berhadapan. Mungkin tempat ini foto-fotonya sudah sering terlihat di internet.

 

Ini merupakan simbol penting dari pembagian wilayah berdaulat antara kedua Korea tetapi juga berfungsi sebagai tempat untuk pembicaraan dan negosiasi antara Korea Utara dan Selatan.

 

Stasiun Dorasan

Stasiun Dorasan adalah stasiun kereta api yang dibangun untuk menghubungkan jalur kereta api Korea Utara dan Korea Selatan. Meskipun hubungan kereta api belum sepenuhnya terwujud, Stasiun Dorasan melambangkan harapan untuk reunifikasi dan potensi integrasi transportasi dan ekonomi antara Korea Utara dan Korea Selatan.

 

Jejak Perdamaian (Peace Trails)

Korea Selatan telah mengembangkan beberapa peace trails dan dek observasi sepanjang DMZ. Jejak-jejak ini memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi keindahan alam sambil belajar tentang sejarah dan pentingnya DMZ. Tempat ini juga berfungsi sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi.

 

Desa Pemersatu (Unification Village)

Desa Persatuan (Daeseong-dong) adalah desa kecil yang dihuni oleh penduduk dan petani Korea Selatan. Desa ini mewakili keinginan untuk reunifikasi, karena didirikan untuk menunjukkan bahwa orang dapat hidup dan berkembang di daerah perbatasan yang rawan. Selain itu, desa ini merupakan simbol harapan karena salah satu alasan orang tinggal di desa ini dengan sukarela adalah karena memiliki anggota keluarga yang terpisah di Korea Utara. Mereka ingin menjadi orang pertama yang bertemu dan mendekap kerabat mereka ketika reunifikasi terjadi suatu hari nanti.

 

Fasilitas dan inisiatif-inisiatif ini nampaknya menunjukkan komitmen Korea Selatan terhadap perdamaian, dialog, dan upaya potensi reunifikasi.

 

Baca juga: Menikmati The Garden of Morningcalm Saat Musim Dingin.

Nikmati Seblak Sepuasmu di Raja Seblak Prasmanan Ngawi

Raja Seblak Prasmanan

Saya masih nggumun ketika mendapati bahwa sekarang makan seblak bisa pilih sendiri apa saja isian seblak yang ingin kita nikmati. Ternyata tidak hanya rumah makan yang menawarkan gaya prasmanan, menu seblak pun juga ada model prasmanan.

Raja Seblak Prasmanan

Gaya prasmanan semacam ini memang bisa memuaskan tetapi bagi saya juga melenakan hahaha. Lebih-lebih kalau pas lapar mata. Bagaimana tidak, menu isian seblak yang tersaji sangat lengkap, mulai dari pilihan sayur, aneka macam pilihan krupuk, ada mie, telur ayam, telur puyuh dan beraneka ragam pilihan frozen food yang enak-enak.

Raja Seblak Prasmanan

Kebayang kan misal sedang kalap? 😀 Nah, salah satu warung seblak dengan gaya prasmanan di Kota Ngawi adalah Raja Seblak Prasmanan. Saat memasuki warung atau kedai ini, mata langsung dimanjakan dengan aneka isian seblak yang menggoda iman. Mulai sayurannya yang fresh dan pilihannya lebih dari satu, belum isian lain-lainnya.

Raja Seblak Prasmanan

Lokasi dan Jam Operasional

 

Makanan khas Sunda yang berasal dari wilayah Parahyangan yang biasanya didominasi dengan krupuk, sekarang sudah banyak berinovasi terutama isiannya. Cita rasa gurih dan pedas serta rasa kencur yang khas dalam masakan ini memang tidak berubah tapi isiannya jadi lebih beragam.

Raja Seblak Prasmanan

Raja Seblak Prasmanan Ngawi juga menyediakan hal yang menyenangkan ini, memberi banyak pilihan penikmat seblak dengan ragam pilihan isian seblak. Para pengunjung bisa mulai menikmati seblak prasmanan di Raja Seblak mulai pukul 10.00 WIB hingga habis.

Raja Seblak Prasmanan

Raja Seblak Prasmanan berada di Jalan MH. Thamrin No. 32 Ngawi, samping Gang Ketonggo IV. Lokasinya sangat dekat dengan Alun-Alun Kota Ngawi. Sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

 

Menu

Raja Seblak Prasmanan

Menu utama di warung ini adalah seblak yang isiannya bisa kita pilih sendiri, jenis dan jumlahnya. Perlu hati-hati juga biar nggak lapar mata dan akhirnya mubadzir ya. Level pedasnya juga bisa kita tentukan sesuai kemampuan dan selera kita. Selain itu juga ada menu ayam geprek dan menu minuman yang banyak, tidak hanya es teh dan es jeruk tetapi juga aneka minuman seperti teh tarik, jus dan lainnya.

Raja Seblak Prasmanan

Kesan Makan Seblak Prasmanan

Raja Seblak Prasmanan

Saya benar-benar senang dengan gaya makan seblak seperti ini. Pengalaman pertama juga makan seblak prasmanan bersama teman wali murid dan salah satu ustadzah Bilgi . Raja Seblak Prasmanan ini sangat ramai pengunjung tetapi jangan khawatir dengan tempat duduk jika dimakan di sana. Tersedia meja kursi dan area lesehan.

Raja Seblak Prasmanan

Makan di sini harus super sabar karena harus dimasak dahulu sesuai antrian. Cocok jika datang bersama teman karena waktu tunggu bisa sambil ngobrol haha hihi. Masakannya pun enak, balance semuanya, nggak dominan asin, manis atau rasa kencur. Pokoknya pas dan saya akan kembali lagi.

 

Kalau Teman-Teman sudah punya pengalaman menikmati seblak dengan gaya prasmanan seperti ini? ^^

 

Baca juga: Ide Kegiatan Menyenangkan yang Bisa Dilakukan di Alun-Alun Ngawi.