Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Rekomendasi Oleh-Oleh dari Pasar Wisata Tawangmangu

Oleh-Oleh Pasar Tawangmangu

Pertengahan Februari lalu saat ada long weekend, saya berkesempatan menikmati tanggal merah itu di Tawangmangu. Pagi hari sebelum pulang, saya menyempatkan untuk jalan kaki menuju Pasar Wisata Tawangmangu. Selain ingin menikmati udara pagi Tawangmangu, saya juga ingin tahu menu sarapan warga sekitar. Ternyata momen jalan pagi itu benar-benar mempertemukan saya dengan jajan tradisional Tawangmangu bernama Cothot.

 

Setelah puas antri dan makan Cothot di emper toko yang masih tutup, saya melanjutkan jalan-jalan saya dengan masuk ke area Pasar Wisata Tawangmangu. Niat tetap sama, jajan! Nah, ada beberapa rekomendasi oleh-oleh yang bisa kita bawa dari Pasar Wisata Tawangmangu, setidaknya ini versi saya 😀

 

Tanaman Hias

 

Yap, di pintu masuk utama Pasar Wisata Tawangmangu, para pengunjung akan disambut dengan banyak tanaman hias yang berjejer. Ragamnya pun juga banyak, mulai dari bunga seperti Mawar, Krisan, Melati Belanda dan lainnya. Tak hanya itu, ada juga aneka bibit buah seperti jeruk, alpukat, durian dan lainnya yang bisa kita pilih.

 

Ada juga beraneka ragam jenis dan bentuk kaktus hias. Kaktus berukuran mini yang telah ditanam didalam pot kecil. Pecinta kaktus pasti senang dan gemas ingin membawa semua kaktus-kaktus di sana.

 

Jajan Tradisional

 

Setelah melewati area tanaman hias, kita akan melewati kios-kios yang menyediakan aneka snack tradisional. Saat ke sana, saya lihat ada krupuk rambak kulit sapi khas Tawangmangu. Ada gula kacang, sale pisang, mete dan lainnya. Selain itu ada aneka oleh-oleh minuman tradisional seperti wedang uwuh dan teh khas wilayah Kemuning, Tawangmangu, Karanganyar.

 

Buah-Buahan

 

Tawangmangu yang berada di kawasan Gunung Lawu dengan udara yang sejuk cenderung dingin, tentu wilayahnya banyak menghasilkan buah-buahan khususnya durian, manggis, stroberi dan alpukat. Selain itu, jambu biji yang sempat saya beli di sana juga rasanya lebih manis dan kriuk. Di area samping Pasar Wisata Tawangmangu terdapat area khusus yang menjual berbagai jenis pisang seperti pisang Ambon, kepok, susu hingga pisang tanduk yang biasanya jarang saya temui.

 

Sayur-Sayuran

 

Berada di area pegunungan, tentu saja di Pasar Wisata Tawangmangu ini sangat mudah menjumpai beraneka ragam sayur terutama kubis, kol, wortel, daun bawang, seledri dan lainnya. Termasuk juga lobak dan beet.

 

Ternyata asik juga cuci mata pagi-pagi ke Pasar Wisata Tawangmangu, terlebih saat saya bisa membawa satu pot bunga krisan pink yang cantik sebagai buah tangan saat kembali ke rumah.

 

Baca juga: Menikmati Jajanan Tradisional, Cothot Khas Tawangmangu.

THX Coffee, Kedai Kopi dengan Nama Unik di Ngawi

THX Coffee

Salah satu rekomendasi kedai kopi di tengah Kota Ngawi dengan nama yang unik. Nama kedai kopi ini terdiri dari tiga huruf konsonan THX yang dibaca Thanks. Yap, THX Coffee. Seakan memiliki makna yang dalam gitu ya, agar para pengunjungnya senantiasa berterima kasih setidaknya pada diri sendiri, mencintai diri sendiri.

THX Coffee

Lokasi dan Jam Operasional

 

THX Coffee berada di Jalan Ahmad Yani No. 5, Beran I, Beran, Kecamatan Ngawi, Ngawi. Kedai kopi ini ada di seberang Pasar Beran. Menurut saya, posisinya sangat strategis dan mudah ditemukan. Dari Terminal Ngawi Lama juga dekat dan mudah dijangkau.

THX Coffee

Jam operasional THX Coffee buka setiap hari dengan jadwal menyeduh yang berbeda. Hari Senin hingga Rabu memulai menyeduh pukul 13.00-23.00 WIB. Sedangkan Hari Kamis hingga Minggu pukul 11.00-23.00 WIB.

 

Menu

 

THX Coffee tentu saja menyediakan aneka menu kopi. Mulai Espresso, Americano, Cappuccino, Coffee Latte dan lainnya. Selain menu kopi juga ada menu non kopi seperti menu teh dan coklat. Semua menu minuman bisa dihidangkan panas atau dingin sesuai selera kita. Menu yang saya pesan tentu saja, Coffee Latte dingin tanpa gula ^^

 

Menu minuman selalu ada temannya yaitu menu makanan. THX Coffee menyediakan aneka camilan seperti kentang goreng, cireng, croffle dan lainnya. Spesial menu croffle tersedia empat pilihan topping yaitu keju, coklat, strawberry dan green tea.

 

Fasilitas

THX Coffee

THX Coffee menyediakan beberapa fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Diantaranya, THX Coffee menyediakan area no smoking dengan AC dan area smoking tanpa AC indoor. Selain itu, kedai kopi ini juga menyediakan beberapa meja kursi di area depan kedai yang nyaman untuk menikmati suasana malam atau sore.

THX Coffee
Spot favorit ^^

Jika datang ke THX Coffee karena work from café, THX Coffee menyediakan akses internet yang cepat dan tempat yang nyaman. Selain itu, juga tersedia area parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

 

Baca juga: Rekomendasi Kedai-Kedai Kopi di Kota Ngawi.

Persian Palace, Restoran Halal Persia di Seoul

Persian Palace Seoul

Di Korea, mencari restoran halal agak gampang-gampang-susah. Gampang karena memang sudah mulai banyak restoran yang menyematkan label halal pada restorannya. Agak susah karena harus effort dulu dengan searching di internet di mana lokasi restoran tersebut. Kadang-kadang lokasi restoran agak jauh dari tempat kita berada dan kalau beruntung bisa ketemu lokasi yang dekat-dekat.

Persian Palace Seoul

Suatu hari saya pernah berkunjung ke salah satu Palace di Seoul, namanya Changdokkung Palace. Ketika hari sudah beranjak siang, perut terasa lapar menandakan waktunya makan siang telah tiba. Saya coba mencari restoran halal di dekat saya berada menggunakan link di google maps yang menunjukkan peta lengkap lokasi restoran halal di Korea (tentang peta restoran halal ini, akan kita bahasa di lain kesempatan). Dan saya termasuk beruntung karena di dekat lokasi saya ada restoran halal bernama Persian Palace.

Persian Palace Seoul

Di Korea, saya belum pernah menemukan restoran halal dengan “label” Persia. Kebanyakan adalah restoran India, Uzbekistan, Mesir, Malaysia atau Indonesia. Jadi ini adalah pertama kali saya berkunjung ke Persian Restaurant. Jadi, tanpa banyak pertimbangan lagi, saya ingin mencobanyya.

Lokasi

Persian Palace beralamat lengkap di 9, Sungkyunkwan-ro 6-gil, Jongno-gu, Seoul. Dilihat dari nama jalannyya (Sungkyunkwan-ro). Restoran ini terletak tidak jauh dari Sungkyunkwan University Seoul, yang merupakan salah satu universitas tertua di Korea karena didirikan sejak tahun 1398, sudah berumur 600 tahun lebih.

Persian Palace Seoul

Lokasi restoran agak menjorok dari jalan utama dan memang terlihat kecil dari luar. Namun ketika masuk ke dalam, ruangannya cukup lega. Walaupun agak menjorok dari jalan utama, harusnya tidak susah menemukannya karena “rame”.

Suasana dan Menu

Persian Palace Seoul

Berdasarkan penelusuran di internet, Persian Palace dibuka pada tahun 2002 dan dioperasikan oleh pemilik asal Iran. Ornamen di restoran ini terkesan “rame” dengan banyaknya pernak-pernik khas Persia yang berwarna-warni dan cenderung mencolok. Di dalam restoran juga dihiasi dengan beberapa lukisan tokoh-tokoh yang saya tidak paham siapa mereka. Mungkin tokoh-tokoh bersejarah Persia jaman dahulu.

Persian Palace Seoul

Di pintu masuk, kita langsung disuguhkan dengan foto pemilik restoran dengan ukuran yang lumayan besar. Masuk lagi agak ke dalam, terpajang foto-foto pemilik restoran yang nampaknya banyak diundang oleh stasiun TV Korea. Hal ini mengesankan bahwa pemilik restoran ini adalah seorang yang bukan sembarangan dan memiliki kualitas bagus di bidangnya. Mungkin hal inilah yang membuat harga di restoran ini kalau menurut saya cukup mahal. Menu kebab (bukan wrapped kebab ya, tapi kayak daging yang ditusuk dengan batang besi, mirip sate) ada di harga 23,000 – 24,500 won (230.000 – 245.000 rupiah).

Persian Palace Seoul

Ada juga menu-menu sederhana yang harganya masih masuk di kantong. Saya sendiri memesan kari kambing dan nasi di harga 12,000 won (120.000 rupiah). Untuk minuman, salah satu yang khas di sini adalah Zaffron Tea di harga 6,000 won (60.000 rupiah). Selain itu ada Persian Tea, Turkish Coffe, dan Arabic Ghawa (coffee).

Persian Palace Seoul

Recommended?

Persian Palace Seoul

Bagi teman-teman yang sedang berada di Korea dan ingin mencoba sesuatu yang baru, saya rasa restoran ini patut dicoba. Restoran ramah muslim dari negara lain bisa jadi sering kalian temui, tapi restoran Persia mungkin agak jarang. Selain itu, di lantai bawah ada tempat sholat juga. Di Korea, bisa ketemu tempat istirahat untuk makan sekaligus bisa sholat ketika jalan-jalan/traveling adalah sesuatu yang mewah.

 

Baca juga: Pengalaman Tak Terlupakan Menikmati Immersive Art di Arte Museum Jeju.

Dawet Suronatan, Dawet Legend Kota Madiun

Dawet Suronatan

Dawet ini legend banget di dunia per-kulineran Kota Madiun. Bukan hanya karena saking tuanya warung dawet ini, tapi juga karena rasanya yang tetap otentik dan terjaga. Kabarnya warung dawet ini sudah eksis sejak tahun 1962 sampai dengan sekarang. Dan sekarang telah dikelola oleh generasi ketiga dari pencetusnya.

Dawet Suronatan

Lokasi

Nama Suronatan berasal dari nama kampung Suronatan dimana pertama kali warung dawet ini berada. Namun seiring dengan ramainya pembeli, lokasi warung pindah ke Jalan Merbabu No. 10, Kota Madiun (dekat dengan Masjid Agung Kota Madiun), sampai dengan sekarang. Walaupun sudah berpindah tempat, nama Suronatan tetap dipertahankan sebagai bagian dari branding.

Dawet Suronatan

Menu

Es dawetnya tetap menjadi andalan. Disajikan pada mangkuk kecil dengan berbagai macam isian. Ada 4 isian yang menjadi ciri khas dawet ini: cendol, bubur sum sum, ketan hitam, dan tape singkong, dipadukan dengan kuah santan dan gula aren.

Dawet Suronatan

Sejak saya SMA hingga sekarang yang kurang lebih sudah 15 tahun yang lalu, rasa dari dawet ini tidak banyak berubah. Rasanya benar-benar terjaga. Secara keseluruhan, dawet ini tidak terlalu manis. Untuk saya yang tidak terlalu menyukai makanan/minuman yang terlalu manis, rasa kuah dawet Suronatan pas buat saya.

 

Walaupun terkenal dengan dawetnya, ada satu menu lagi yang pasti saya pesan ketika berkunjung ke sini, yaitu gado-gado Suronatan. Jujur, gado-gado disini adalah gado-gado terbaik versi saya. Saya belum pernah merasakan gado-gado yang lebih enak dari gado-gado Suronatan. Tapi tentu saja, ini kembali pada selera masing-masing ya. Yang bikin beda adalah rasa bumbu kacangnya yang lembut dan tidak pedas. Rasa pedasnya berasal dari tambahan sambal yang diletakkan terpisah di pinggiran piring, jadi cabainya tidak dicampur dengan bumbu kacangnya.

Dawet Suronatan

Selain itu, kalian juga bisa memesan menu lain seperti garang asem, rawon, soto, dll. Dan tentu saja aneka minuman yang lain selain dawet, semisal es teh, es jeruk, bahkan susu juga ada. Tapi jujur saya belum pernah pesen selain gado-gado dan dawet, karena saking “ketagihan” dengan 2 menu itu, hehe.

 

Harga

Harganya pun relatif terjangkau untuk tempat yang bisa dibilang legendaris. Gado-gado 20.000 rupiah per porsi, sedangkan dawetnya sendiri 10.000 rupiah per porsi.

Menu lain pun tidak jauh beda harganya. Soto dan rawon sebesar 25.000 rupiah per porsi, sedangkan minuman bervariasi antara 5.000 – 15.000 rupiah per porsinya.

Dawet Suronatan

Fasilitas

Ruang bersantap di warung ini cukup luas dan nyaman. Pelayanannya pun cukup cepat, dan tidak perlu menunggu lama.

Dawet Suronatan

Menurut saya, kelemahan dari warung dawet Suranatan adalah tempat parkirnya yang terbatas. Tempat parkir mobil cuma ada 2 buah itu pun agak “dipaksakan” di pinggir jalan depan warung. Kalau kalian terlanjur masuk gang untuk mencoba parkir di depan warung dan ternyata sudah penuh, maka harus putar balik lagi untuk mencari parkir lain karena memang gangnya agak sempit dan satu arah. Kalau saya seringnya parkir di pinggir alun-alun atau di masjid agung, kemudian jalan kaki ke warung dawet.

 

Baca juga: Bluder Cokro, Oleh-Oleh Famous dari Madiun yang Wajib Dibawa Pulang.

Perjalanan Ngawi-Jogja dengan Tarif Khusus Kereta Api Indonesia

Saat saya dan keluarga pindah kembali ke Jawa setelah beberapa tahun tinggal di Sulawesi, naik kereta menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh anak semata wayang kami. Saya memilih weekday dengan pertimbangan tidak ramai dan anak bisa menikmati perjalanannya. Akhirnya saya dan Bilgi melakukan perjalanan naik kereta api jarak jauh ke Yogyakarta dari Ngawi.

Tarif Khusus KAI

Tarif Khusus KAI

Tarif Khusus KAI
Tarif Khusus KAI Terbaru.

Sengaja tidak pesan tiket dari jauh hari karena ingin dadakan aja. Setelah sarapan, saya ajukan tawaran ‘Ke Jogja hari ini mau Kak?’ Eh, anaknya menyambutnya dengan antusias. Jadi saya pesan tiket via aplikasi KAI di dua jam sebelum keberangkatan dan kaget juga dengan tagihan yang harus saya bayar. Murah banget!!!

 

Saat sampai di Stasiun Ngawi dan bertanya soal harga tiket yang murah itu, ternyata itu adalah tarif khusus. Tarif khusus merupakan merupakan tiket dengan tarif rendah yang bisa dibeli mulai dua jam sebelum keberangkatan.

Tarif Khusus KAI
Tarif Khusus KAI Terbaru.

Pembelian dengan tarif khusus itu bisa dilakukan melalui aplikasi KAI yaitu KAI Access, situs KAI, loket stasiun atau kanal eksternal yang bekerja sama dengan KAI. Perlu diperhatikan juga tarif khusus ini hanya berlaku untuk perjalanan rite tertentu yang tiketnya masih tersedia.

Tarif Khusus KAI
Tiket Tarif Khusus Yogyakarta-Ngawi

Teman-Teman pasti penasaran tentang bedanya dengan tiket Go Show. Sekilas mirip ya tapi berbeda. Tiket Go Show adalah membeli tiket kereta api hanya di loket stasiun mulai dari tiga jam sebelum keberangkatan dan rutenya bisa dengan rute penuh kereta api yang kita butuhkan. Maksud saya, rute start keberangkatan kereta hingga finish stasiun tujuan akhir kereta tersebut.

 

Tips Mendapatkan Tiket Tarif Khusus

 

Seperti yang saya paparkan di atas, tiket tarif khusus itu semacam nyuplik dari perjalanan kereta jarak jauh yang tiketnya masih kosong. Misal, saya dari Ngawi ke Yogyakarta naik Kereta Api Bangunkarta tujuan Jakarta yang berangkat dari Jombang. Saya membeli tiket tarif khusus Ngawi-Yogyakarta yang menjadi rute perjalanan Kereta Api Bangunkarta.

Tarif Khusus KAI

Untuk tujuan Yogyakarta dengan keberangkatan dari Ngawi begitu juga sebaliknya ada beberapa pilihan kereta api jarak jauh yang bisa dipilih. Termasuk juga kelas yang kita inginkan.

 

Agar perjalanan kita nyaman dan aman, saya punya beberapa tips di antaranya kita harus memastikan bahwa perjalanan kita tidak di hari libur atau long weekend. Jika perjalanan saat weekend jari kita harus satset saat war tiket dua jam sebelum keberangkatan. Pilih dan sesuaikan kelas kereta sesuai keinginan atau budget perjalanan kita, ada pilihan gerbong kereta ekonomi, ekonomi regular, ekonomi premium, bisnis dan eksekutif.

 

Nah, tertarik melakukan perjalanan di rute-rute tertentu dengan tarif khusus dari Kereta Api Indonesia? ^^

 

Baca juga: Wajah Baru Stasiun Ngawi, Langkah Awal Lebih Nyaman Memulai Perjalanan.

Rekomendasi Kuliner yang Wajib Dicoba di Sekitar Pasar Wisata Tawangmangu

Rekomendasi Kuliner Tawangmangu

Kuliner rasanya menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan ketika kita sedang bepergian atau traveling. Kuliner seakan menjadi jendela informasi untuk mengenal lebih dekat daerah yang sedang kita kunjungi. Saya juga merasakan hal yang semacam itu. Ketika berada di tempat atau kota yang baru saya datangi, kuliner selalu jadi top bucket list yang harus ada dalam agenda.

Sate Kambing Pak Pur

Saat berlibur ke Tawangmangu beberapa saat lalu, selain berkunjung ke destinasi yang sangat ingin saya kunjungi, kuliner juga menjadi bagian yang penting. Ada menu kuliner yang memang baru bagi saya, ada juga yang menunya bisa dijumpai di kota mana pun tetapi menjadi primadona di kota yang sedang saya kunjungi. Berikut adalah rekomendasi kuliner di sekitar Pasar Wisata Tawangmangu yang wajib Teman-Teman cicipi ^^

Cothot

Sate Kambing Pak Pur

Sate Kambing Pak Pur

Menu sate kambing tentu bisa kita jumpai di kota mana pun, tetapi Sate Kambing Pak Pur di Tawangmangu ini wajib masuk bucket list kuliner saat di Tawangmangu. Sate Kambing Pak Pur Tawangmangu ini selain memang enak, ternyata harganya juga sangat terjangkau alias murce bingit! Warungnya selalu ramai dikunjungi terlebih saat jam makan siang. Meski antri panjang, penantian panjang terbayar dengan lezatnya.

Cerita lengkapnya ada di sini ^^

Cothot

Cothot

Bagi saya, ini adalah camilan baru. Bentuknya mirip pastel dengan bahan utamanya adalah singkong. Teksturnya mirip gethuk tapi beda, enak banget dimakan saat pagi di mana udara Tawangmangu terasa dingin. Cita rasa Cothot ini manis plus gurih dari singkong. Jika ingin menikmati Cothot ini harus rela antri bersama warga lokal di pojok Pasar Wisata Tawangmangu pagi hari.

Kenapa namanya Cothot? Cerita lengkapnya ada di blogpost saya minggu lalu, di sini yaaa ^^

Cothot

Rolade

Rolade yang saya tahu selama ini adalah adonan daging sapi atau ayam yang dibungkus daun pisang mirip lontong dikukus kemudian digoreng atau bisa dimasak dengan kuah. Namun, saat berada di Tawangmangu dan melewati banyak penjual gorengan, mata saya tertarik pada camilan bulat berwarna hijau yang ternyata bernama Rolade.

Rolade

Rolade yang saya temui di Tawangmangu terbuat dari daun singkong dicampur tahu putih, nggak tahu sih ada tambahan telurnya atau tidak. Bentuknya bulat, setelah dikepal kemudian dilumuri tepung lanjut digoreng. Nikmat sekali dimakan selagi hangat dengan cabai hijau.

 

Adakah rekomendasi lain kuliner favorit kalian di Tawangmangu?