Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Pengalaman Berkunjung ke Gwanggyo Purunsup Library

Gwanggyo Library

Bicara fasilitas publik di Korea benar-benar nggak akan habis. Bagus, sangat terawat dan nyaman. Tidak hanya taman bermain atau transportasi publik, perpustakaan pun juga sangat nyaman dan mudah ditemui. Salah satu perpustakaan umum yang tidak jauh dari kampus suami dan Gwanggyo Lake, sekitar 20 menit jalan kaki, atau bisa lebih cepat lagi kalau naik bus.

Gwanggyo Library

Nah, di tepi Gwanggyo Lake ini ada satu perpustakaan umum namanya Gwanggyo Purunsup Library (광교푸른숲도서관). Perpustakaan ini dikelola oleh pemerintah setempat dan nyaman banget. Bayangkan sebuah perpustakaan dengan desain yang nggak monoton, nyaman dipandang dan nyaman untuk belajar.

Gwanggyo Library

Gwanggyo Library

Suasananya sejuk di tepi danau dan dikelilingi pepohonan. Saya bisa menghabiskan waktu seharian nunggu suami di tempat ini atau jika saya seorang mahasiswa di sini, pasti akan betah kapanpun belajar di perpustakaan ini seperti halnya suami.

Gwanggyo Library

Gwanggyo Library

Fasilitas dan Jam Buka

Gwanggyo Library

Perpustakaan ini ada beberapa lantai, dan tiap-tiap lantai ada peruntukannya sendiri.

Lantai B1 Underground Parking Lot.

Lantai 1 Auditorium, Ruang Serbaguna, Ruang kelas.

Lantai 2 Ruang perpustakaan umum (fisik dan digital), Lounge, Teras Outdoor.

Lantai 3 Perpustakaan anak, Café, dan Teras Outdoor.

Lantai 4 Tempat baca Outdoor.

Gwanggyo Library

Jadi tempat ini tuh nggak cuma menyediakan tempat baca yang nyaman dan cozy, tapi juga ada café di lantai 3. Jadi kalau bosan di ruang baca atau ruang kerja, bisa ke café sebentar sekadar minum kopi atau bisa juga baca/kerja-nya pindah ke café sekalian. Kalau saya sendiri, tempat favorit adalah di teras outdoor kalau sudah menjelang sore. Selain itu ada ruang dan lantai khusus untuk anak-anak. Jadi, para pengunjung bisa mengenalkan budaya baca pada anak-anak sejak dini. Kita pun nggak kekurangan tempat bermain untuk anak-anak, karena nyaman banget dan kids friendly anak-anak nggak merasa sedang berada di tempat belajar/perpustakaan.

Gwanggyo Library

Perpustakaan ini buka setiap hari termasuk weekend. Tutup setiap hari Jumat dan hari libur nasional. Ruang anak-anak buka dari pukul 09:00 pagi hingga pukul 18:00 sore. Sedangkan ruang baca umum buka dari jam 07:00 pagi hingga pukul 23:00 untuk weekday dan pukul 21:00 untuk weekend. Tentu saja free access alias gratis kalau mau masuk. Sebagai bookworm dan bisa menikmati tinggal (meski sebentar) di Korea sungguh menyenangkan, seakan kebutuhan kita akan membaca benar-benar tersalurkan dan difasilitasi 😀

Baca juga: Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park Kota Suwon.

Gwanggyo Library

Menikmati Sunset Kota Suwon dari Starbucks Café 41F

Starbucks 41F Suwon

Starbucks 41F Suwon

Di Korea, coffee shops sangat banyak dan hampir bisa ditemukan di manapun dengan beragam tema dan keunikannya masing-masing. Teman-teman bisa mencari di google dengan keyword: café cantik Korea, pasti akan muncul banyak sekali rekomendasi dan semuanya bagus-bagus.

Starbucks 41F Suwon

Kali ini saya menemukan salah satu hidden gem coffee shop di dekat kampus suami, Ajou University. Saya menyebutnya hidden gem karena lokasinya tidak nampak dari luar (karena harus masuk lobby gedung dulu). Ditambah bukan berada di kawasan tourist attraction yang biasa orang-orang lalu-lalang. Nama coffee shop-nya Starbucks Café 41F. Ya, Starbucks yang sudah banyak dikenal dan ada dimana-mana. Yang membuat Starbucks ini berbeda adalah karena lokasinya yang berada di lantai 41 gedung perkantoran SK Tower.

Starbucks 41F Suwon

Fasilitas dan Daya Tarik

Sebenarnya, kalau dilihat dari fasiliutas yang ditawarkan dan desain cafenya tidak ada yang istimewa. Ada toilet, ruang duduk yang nyaman dengan colokan listrik di beberapa tempat, dan tentu saja internet kenceng tanpa password.

Starbucks 41F Suwon

Karena lokasinya yang berada di lantai 41, tentu saja yang paling istimewa adalah view dari jendela yang begitu indah. Ada balkon yang tersedia untuk lebih menikmati pemandangan Kota Suwon dari ketinggian. Gwanggyo Lake Park akan sangat terlihat jelas dari sini.

Starbucks 41F Suwon

Menjelang sunset, gorden yang menutupi ruangan dari silaunya sinar matahari akan dibuka oleh pegawai. Dan pemandangan sunset dari ketinggian adalah salah satu sunset terbaik menurut saya. Malam makin gelap, dan selanjutnya pemandangan lampu dari gedung-gedung kota Suwon akan lebih memanjakan mata pengunjung.

Starbucks 41F Suwon

Dengan pemandangan yang demikian bagusnya, tidak heran tempat ini hampir selalu penuh, terutama sore manjelang malam. Jadi kalau mau berkunjung kesini pintar-pintar mengatur waktu aja ya, biar tetap bisa dapat tempat duduk.

Starbucks 41F Suwon

Dapat tempat duduk di manapun tidak masalah, karena tidak harus berada dekat jendela untuk dapat foto-foto bagus. Taruh saja tas, dan pergi ke balkon untuk dapat foto terbaik. Kecuali Teman-Teman kesini juga sekalian kerja dengan laptop yang butuh colokan listrik, harus sabar dapat tempat duduknya, karena nggak semua tempat duduk ada colokannya.

Starbucks 41F Suwon

Lokasi dan Jam Buka

Starbucks 41F Suwon
Starbucks 41F berada di gedung sebelah kiri di lantai 41.

Agak sulit untuk ngasih arahan lokasi Starbucks ini, tapi kalian bisa mencarinya di maps dengan keyword: 스타벅스 광교SK뷰레이크41F점. Cari gedung SK Tower, masuk lobby-nya dan akan kelihatan plang yang mengarahkan langsung ke lantai 41.

Starbucks 41F buka dari jam 7 pagi dan tutup jam 11 malam.

Starbucks 41F Suwon

Baca juga: Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park di Kota Suwon, Korea Selatan.

Starbucks 41F Suwon

Menikmati Keindahan Gwanggyo Lake Park di Kota Suwon

Gwanggyo Lake Park

Gwanggyo Lake Park

Menurut saya, untuk urusan ruang publik, di Korea memang cukup mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Entah itu taman kota, taman bermain anak, danau-danau kecil yang multifungsi. Tidak perlu jauh-jauh, dekat Ajou University, kampus suami, ada sebuah danau yang indah dan terawat. Orang-orang lebih mengenalnya dengan nama Gwanggyo Lake Park, walaupun di peta (naver map) nama danaunya Woncheon Lake dan Sindae Lake. Gwanggyo Lake Park merupakan Lake Park paling luas di Korea (so far) dengan luasnya mencapai 2.05 juta meter persegi. Ini juga mengingatkan saya akan cerita seorang teman yang tinggal di Kota Sejong, Korea Selatan.

Gwanggyo Lake Park

Danau ini dibangun bersamaan dengan dibangunnya “Kota Baru” Gwanggyo. Di Korea kalau kotanya tidak ada kabel listrik berseliweran dan tertata rapi, bisa dipastikan itu kota yang baru-baru ini dibangun, katanya gitu.

Gwanggyo Lake Park

Fasilitas dan Akses ke Gwanggyo Lake Park

 

Gwanggyo Lake Park

Gwanggyo Lake Park menyediakan banyak sekali fasilitas dan kenyamanan untuk para pengunjungnya. Fasilitas yang lengkap agak terpusat di sekitar Woncheon Lake dibandingkan dengan di Sindae Lake. Fasilitas yang ada antara lain:

  1. Café-café di sepanjang tepi danau.
  2. Menara pandang untuk menikmati pemandangan dari ketinggian
  3. Perpustakaan indah di tengah rimbunnya taman
  4. Ruang-ruang terbuka hijau untuk sekadar duduk santai atau bermain anak
  5. Jembatan dengan dihiasi lampu neon yang berwarna-warni
  6. View lampu-lampu apartemen ketika malam hari
  7. Toilet di beberapa titik

 

Lokasi Gwanggyo Lake Park adalah di 102, Gwanggyohosugongwon-ro, Yeongtong-gu, Suwon-si. Lokasinya yang lumayan dekat dengan Kantor Provinsi Gyonggi-do, membuatnya mudah sekali diakses. Bisa naik subway atau bus dan free access sepanjang hari, sepanjang tahun.

Gwanggyo Lake Park

Aktivitas yang bisa dilakukan di Gwanggyo Lake Park

Banyak fasilitas yang bisa dilakukan. Di taman ini saya dan pengunjung lain bisa sekadar jalan-jalan, joging, jajan di café, atau sekadar duduk-duduk di taman sekitar danau. Kalau mau kesini saya rekomendasikan sore hari menjelang malam.

Gwanggyo Lake Park

Di sore hari kalian bisa bersantai di sekitar taman, lalu ketika hari gelap pemandangan di sekitar danau akan menjadi sangat cantik dengan lampu-lampu neon warna-warni di jembatan pinggir danau dan lampu-lampu dari gedung apartemen tinggi yang mengelilingi danau.

Gwanggyo Lake Park
Saat malam hari.

Versi saya, menyenangkan sekali jika luang di sore hari, saya datang ke danau ini sekadar untuk berjalan santai mengelilingi danau, kemudian menjelang senja mampir ke café untuk istirahat, buka laptop, atau baca buku, lalu pulang sambil menikmati malam di sekitar danau. Lebih-lebih jika bisa tinggal di sini dalam waktu lama, healing-nya gampang dan anti bosan yak 😀

Gwanggyo Lake Park

Gwanggyo Lake Park
Saat malam hari.

Lokasi K-Drama

Bagi kalian pecinta K-Drama, beberapa spot di Gwanggyo Lake Park juga pernah digunakan sebagai lokasinya lho. Beberpa K-Drama yang pernah take di sini:

  1. Penthouse 2/The Penthouse: War in Life Season 2 (펜트하우스 2) (SBS, 2021)

Adegan ketika Cheon Seo-jin (Kim So-yeon) menanyakan ke Ha Eun-byeol (Choi Ye-bin) tentang apa yang terjadi selama the Cheonga Arts Festival (episode 6)

  1. KBS Drama Special: My Lilac (그곳에 두고 온 라일락) (KBS2, 2020)

Kang Yeon-woo (Sul Jung-hwan) propose ke Ra Shin-hye (Jung Yoo-min) ketika sedang jalan-jalan sore di danau ini.

  1. KBS Drama Special: Reason Not To Confess (고백하지 않는 이유) (KBS2, 2020)

Kim Ji-hoo (Shin Hyun-soo) ketemu temannya yang sama-sama pernah ambil kelas fotografi di taman ini, yang akhirnya akan menjadi crush-nya di universitas, Seo Yoon-chan (Go Min-si).

 

Baca juga: Menikmati Kesejukan Yeongheung Arboretum di Kota Suwon.

 

Berburu Kuliner Tempo Dulu di Pasar Djadoel Ngawi

Pasar Jadul Ngawi

Pasar Jadul Ngawi

Pasar Djadoel Ngawi merupakan event  rutin Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ngawi yang bekerja sama dengan Desa Tawun. Dinamakan Pasar Djadoel karena di event ini pengunjung dimanja dan diajak seolah-olah merasakan kembali suasana di masa lalu. Terlebih lagi, para pedagang di Pasar Djadoel ini mengenakan pakaian tradisional seperti kain lurik yang menambah kesan otentik Pasar Djadoel ini.

 

Waktu dan Tempat Diselenggarakan Pasar Djadoel

 

Bagi saya, Pasar Djadoel ini salah satu destinasi wisata unik yang ada di Ngawi. Pasar Djadoel Ngawi ini bisa dinikmati setiap Hari Minggu Legi dalam penanggalan kalender Jawa. Karena itu, sering juga disebut dengan nama Pasar Djadoel Ahad Legi. Pasar ini buka mulai pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB.

 

Pasar Djadoel Ahad Legi diadakan di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Tepatnya berada di area Taman Wisata Tawun. Tiket masuk ke sini sebesar Rp 5.000,00/orang termasuk anak-anak di atas usia 5 tahun.

Kuliner di Pasar Djadoel Ahad Legi

Pasar Jadul Ngawi

Pasar Djadoel ini menawarkan aneka jajanan dan makanan tradisional dengan konsep nuansa jadul atau jaman dulu. Jajanan dan makanan yang ada di Pasar Djadoel antara lain gatot, tiwul, nasi jagung, pecel, getuk, cenil dan lain-lainnya. Tidak hanya itu, ada aneka minuman tradisional juga seperti aneka jamu, dawet, dan aneka minuman dingin lainnya.

 

Saat pertama kali ke Pasar Djadoel edisi Agustus lalu, saya menikmati seporsi nasi tiwul lengkap dengan urap dan ikan asin (yang sebenarnya nggak asin). Bilgi menikmati seporsi sate ayam kampung. Ayah dan ibu menikmati nasi pecel dan nasi jagung porsi komplit. Sarapan kami ditutup dengan jamu kunir asem yang rasanya manis asam segar. Tidak hanya sarapan, kami juga membeli tepung garut, waluh atau labu kuning, enthik dan mbili.

 

Fasilitas di Pasar Djadoel Ngawi

 

Pasar Djadoel Ahad Legi ini sangat menarik banyak pengunjung dari luar Desa Tawun, termasuk saya. Jadi memang ramai saat berada di Pasar Djaoel ini. Bicara destinasi wisata tentu tak akan lepas dari fasilitas ya. Nah, di Pasar Djadoel ini menurut saya fasilitasnya sudah oke. Ada area parkir yang luas sekali, sangat cukup untuk kendaraan roda empat maupun roda dua bahkan ada rombongan yang naik kereta mini.

 

Pasar Djaoel ini terletak di dalam area Wisata Taman Tawun, soal toilet sudah pasti ada dan mudah ditemukan. Ada dua live music yaitu di bagian depan di antara pintu masuk dan tangga ke atas menuju area Pasar Djadoel. Ada live music di bagian belakang, kalau yang ini khusus musik tradisional Jawa semacam music keroncong.

 

Tips Berkunjung ke Pasar Djadoel Ngawi

 

  • Harus selalu menjaga kebersihan. Jika sarapan atau jajan dengan langsung makan di tempat, buang bungkus daun di tempat sampah yang telah disediakan.
  • Jangan lupa bawa tas belanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
  • Lebih baik bawa kotak makan sendiri jika ingin beli jajan yang ingin dinikmati di rumah.
  • Lebih baik datang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 sudah tiba di lokasi jika jarak tempuhnya cukup jauh.
  • Terakhir tapi penting sekali adalah siapkan uang tunai. Setidaknya siapkan uang pecahan.

 

Tertarik ke Pasar Djadoel Ahad Legi Ngawi, yuk mari di Bulan Oktober ini ^^

 

Baca juga: Ide Kegiatan Anti Bosan di Alun-Alun Ngawi.

Ide Kegiatan Asik di Alun-Alun Ngawi

Alun-Alun Ngawi

Alun-Alun Ngawi

Konon, Alun-Alun Ngawi ini adalah alun-alun terbesar se-Jawa Timur dengan luas 68.310 meter persegi. Alun-Alun Ngawi atau disebut dengan nama Alun-Alun Merdeka berada di Kluncing, Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Alun-Alun Ngawi tepat berada di tengah kota dengan letaknya yang strategis dan mudah dijangkau.

Di Alun-Alun Ngawi terdapat empat lapangan dan beberapa taman yang bisa digunakan untuk beraktifitas. Berikut ide kegiatan asik yang bisa dilakukan di Alun-Alun Ngawi.

Berolahraga

 

Olahraga yang biasa saya lakukan di Alun-Alun Ngawi adalah lari. Satu putaran keliling alun-alun itu adalah 1KM dan saya biasa lari 5-7 putaran. Selain lari, olahraga lainnya yang bisa dilakukan adalah jalan cepat, jalan santai, tenis, basket, sepakbola atau yang lain. Di Alun-Alun Ngawi ada 4 lapangan yaitu lapangan sepak bola, lapangan tenis, lapangan basket, dan lapangan terapi yang biasanya digunakan untuk berolahraga. Oh iya, di sini juga tersedia area khusus untuk berlatih skateboard juga lho ^^

 

Bermain

 

Terdapat beberapa playground dengan pilihan yang menarik di Alun-Alun Ngawi yang bisa digunakan untuk bermain. Ada pilihan prosotan dan ayunan. Bagi saya, cukup menyenangkan kalau momong di alun-alun. Anak main dan cukup diawasi aja sambil duduk-duduk makan cilok 😀

 

Jika malam hari biasanya ada penyewaan sepeda listrik untuk menikmati suasana alun-alun. Ada juga kereta mini dan delman yang hanya ada saat malam saja. Selain itu anak-anak juga bisa mewarnai dan memancing (mainan) ikan yang disewakan. Sederhana tapi menyenangkan.

 

Bersantai

 

Ada pilihan taman yang bisa dipilih untuk bersantai saat berada di Alun-Alun Ngawi diantaranya taman lalu lintas, taman merpati, taman terapi, taman bagian tengah dekat rumah baca dan taman pojok sisi barat. Setiap taman terdapat kursi yang bisa digunakan untuk duduk santai menikmati semilir angin. Selain itu juga terdapat gazebo yang bisa digunakan untuk berkumpul dengan teman atau keluarga jika datang beramai-ramai.

 

Favorit saya adalah di pojok alun-alun dekat lapangan bola, tepat di sebrang SMKN 1 Ngawi. Tempatnya sangat rindang dan sejuk, nyaman sekali untuk membaca buku sambil ngemil atau menikmati segelas es teh 😀

Alun-Alun Ngawi

Jajan

 

Hal yang paling menarik bagi saya adalah melihat orang-orang menikmati makanan yang mereka bawa sambil duduk lesehan di trotoar bagian dalam alun-alun. Jadi, Alun-Alun Ngawi ini seperti terbelah oleh jalan aspal kecil di bagian tengah tapi jalan tengah ini memang ditutup di hari biasa. Nah biasanya akan dimanfaatkan oleh pengunjung untuk duduk lesehan sambil menikmati jajan yang mereka bawa ditambah lagi di bagian tengah ini suasananya sejuk, angin sepoi-sepoi gitu.

 

Kalau Teman-Teman, apa aktifitas favorit kalian jika sedang di alun-alun kota?

 

Baca juga: Rekomendasi Jajanan Favorit di Car Free Day Alun-Alun Ngawi.

Menikmati Jalan Slamet Riyadi Solo Versi Low Budget, Ngapain Aja?

Solo Low Budget

Solo Low Budget

Jalan Slamet Riyadi merupakan jalan utama sekaligus berada di jantung Kota Solo. Salah satu sisi di jalan ini memiliki ruang untuk jalan kaki yang cukup lega. Selain itu juga masih banyak pohon-pohon besar nan rindang yang membuat suasana lebih adem saat siang hari.

Ada banyak hal yang menarik di Jalan slamet Riyadi dan saya memasukkannya dalam dua cara menikmatinya. Salah satunya adalah menikmati jalan utama ini dengan versi low budget. Trus, ngapain aja dong?

Berjalan Kaki

Slamet Riyadi Solo

Menikmati Jalan Slamet Riyadi dengan berjalan kaki adalah ide terbaik versi low budget tentu saja 😀 Selain itu, dengan berjalan kaki rasanya bisa dapat aja gitu feel-nya. Dilakukan saat siang hari dengan cuaca yang terik pun masih terasa adem dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

Melihat Loji Gandrung dari Dekat

Loji Gandrung

Loji Gandrung merupakan rumah dinas walikota Solo dengan gaya arsitektur indis. Loji Gandrung juga menjadi ikon Kota Solo sekaligus menjadi bangunan cagar budaya. Loji Gandrung memiliki sejarah yang sangat berarti ketika sebagai markas Gatot Subroto dan Slamet Riyadi Menyusun rencana untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jika ingin melihat area dalam Loji Gandrung bisa bertanya langsung pada petugas yang berjaga di bagian depan. Saat saya ke sana, saya hanya menikmati bagian depan dan melanjutkan jalan-jalan saya.

Mengenang Taman Sriwedari

Taman Sriwedari

Saya terkejut ketika Langkah kaki saya sampai di depan gerbang Taman Sriwedari. Dulu sewaktu saya kecil hingga masa-masa SMA, area ini seperti taman ria dan pusat kebudayaan. Banyak pementasan budaya yang digelar di Taman Sriwedari. Namun saat saya ke sana Agustus lalu (2023), Taman Sriwedari sudah bersih dan tersisa patung ikonnya Sriwedari. Meski demikian, ternyata masih ada pementasan rutin digelar di Taman Sriwedari ini.

Taman Sriwedari

Melihat Rusa

Rusa Sriwedari

Masuk ke area Taman Sriwedari ini ternyata ada sekawanan rusa yang cukup jinak. Pun ada petugas keamanan yang berjaga. Saat ke sana, sayang nggak bertemu dengan penjual sayur yang bisa diberikan pada rusa-rusa itu.

Berkunjung ke Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka ini juga terletak di Jalan Slamet Riyadi terletak tepat di samping Taman Sriwedari. Museum Radya Pustaka ini merupakan museum tertua di Indonesia. Dari dulu hingga sekarang, bangunan museum hampir tidak banyak berubah. Gedung dengan gaya arsitektur Belanda masih dipertahankan dengan perpaduan khas ala keraton yaitu putih, biru tua dan kuning emas sekaligus menjadi ciri khas dari museum ini. Museum Radya Pustaka buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Hari Selasa hingga Minggu dan tutup di Hari Senin. Masuk museum ini gratis.

Museum Radya Pustaka

Berfoto

Slamet Riyadi Solo

Ketika saya berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi ini, ternyata ada tempat iconic yang bisa digunakan untuk mengabadikan momen di salah satu sudut Kota Solo ini. Salah satu pojok iconic itu berada di sudut Stadion R. Maladi Sriwedari. Sudut ini rindang dan terdapat tulisan I love Solo dengan tanda hati berwarna merah. Selain itu, kita bisa sejenak duduk di kursi yang tersedia untuk menikmati lalu lalang kendaraan dan jika beruntung bisa melihat Kereta Batara Khrisna melintas di Jalan Slamet Riyadi.

 

Yaahh, ini beberapa kegiatan menikmati Kota Solo khususnya Jalan Slamet Riyadi versi low budget tapi tetap menyenangkan dan ramah anak 😀 Silakan mencoba bagi Teman-Teman yang akan berkunjung ke Solo ^^

 

Baca juga: Serunya Jelajah Baluwarti Bersama Soerakarta Walking Tour.