Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Menikmati Keindahan Langit di Haneul Park, Taman di Atas Awan

Haneul Park

Haneul Park

Haneul Park, atau kalau diartikan secara harfiah adalah “Taman Langit,” adalah salah satu taman yang terletak di dekat komplek Piala Dunia di Seoul, Korea Selatan. Mungkin sukar dipercaya, namun taman yang indah ini dulunya merupakan tempat pembuangan sampah, tetapi kini telah bertransformasi menjadi tempat yang memukau untuk dinikmati oleh para pengunjung.

 

Keindahan dan Sejarah Haneul Park

 

Haneul Park terletak di bagian tertinggi dari Taman Piala Dunia di Distrik Mapo, Seoul. Taman ini dibuka untuk umum pada tahun 2002, tepat waktu untuk Piala Dunia FIFA yang diadakan di Korea Selatan dan Jepang. Salah satu ciri khas yang membedakan Haneul Park adalah lanskapnya yang menakjubkan, dengan bukit-bukit yang menggelombang, padang rumput luas, jalur-jalur untuk pejalan kaki, dan berbagai jenis tanaman.

 

Taman ini memiliki sejarah yang menarik, di mana dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Namun, berkat upaya yang luar biasa, tempat ini telah berubah menjadi tempat yang ramah lingkungan dan indah. Saat ini, Haneul Park menjadi simbol transformasi yang menginspirasi, menunjukkan bahwa tempat yang dulunya kotor dan tercemar dapat diubah menjadi ruang yang hijau dan indah.

 

Kalau misalnya digali, di bawah taman ini pada kedalaman kira-kira 2 meter masih akan ditemukan sampah-sampah sisa masa lalu. Pertanyaan berikutnya, bukankah sampah yang membusuk lama-lama akan menghasilkan gas ya, apa tidak berbahaya? Inilah smart-nya penanganan sampah di Korea. Gas yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah tersebut malah dijadikan sumber energi listrik untuk menerangi sebagian wilayah Seoul. Sekali tepuk dua lalat mati: gunung sampah menjadi taman dan menghasilkan energi listrik untuk kota.

 

Akses Menuju ke Taman di Atas Awan

 

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan Haneul Park, akses ke tempat ini relatif mudah karena masih di dalam Kota Seoul. Anda dapat menggunakan transportasi umum seperti kereta bawah tanah dan bus untuk mencapainya. Berhenti di stasiun atau Halte World Cup Stadium. Setelah tiba di sana, pengunjung dapat mengikuti petunjuk menuju Haneul Park.

 

Perjalanan menuju taman ini juga bisa menjadi bagian dari petualangan yang menyenangkan. Teman-Teman akan melewati jalan-jalan yang mengarah ke puncak, memberikan pengalaman yang memikat dengan pemandangan yang mengagumkan. Perjalanan ini dapat membangkitkan semangat petualang dalam diri dan membuat saya semakin bersemangat untuk tiba di destinasi akhir, di atas awan. Mungkin terlalu berlebihan, namun tempat ini memang menjadi salah satu rekomendasi jika ingin menikmati kota Seoul dari ketinggian.

 

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Haneul Park buka pada jam-jam tertentu sesuai dengan musimnya. Biasanya, taman ini buka dari pagi hingga sore hari. Namun, penting untuk memeriksa jam buka terbaru sebelum mengunjungi taman.

 

Sebagai taman umum, Haneul Park tidak mengenakan biaya tiket masuk. Ini membuatnya menjadi tempat rekreasi yang terjangkau dan menyenangkan untuk dikunjungi bersama keluarga, teman, atau sendirian. Pengunjung dapat dengan bebas menjelajahi taman ini, berjalan-jalan di jalur yang disediakan dan menikmati pemandangan yang disajikan oleh alam.

 

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Haneul Park

 

Haneul Park bukan hanya tempat yang indah untuk berjalan-jalan, tetapi juga tempat yang ideal untuk berfoto. Pemandangan langit yang luas dan padang rumput yang menghijau memberikan latar belakang yang sempurna untuk mengambil gambar yang cantik. Terutama saat musim gugur tiba, taman ini berubah menjadi lautan emas dengan rerumputan Eulalia yang berubah warna. Tempat ini juga sering digunakan oleh pasangan yang ingin mengambil foto Prewed.

 

Sekadar duduk santai menikmati pemandangan adalah hal yang umumnya dilakukan disini. Teman-Teman dapat membawa bekal piknik, membaca buku atau hanya merenung sambil menikmati udara segar dan pemandangan menakjubkan di sekitar. Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Seoul yang menjulang, serta Sungai Han yang mengalir tenang di kejauhan.

 

Haneul Park adalah bukti nyata bahwa transformasi luar biasa dapat terjadi jika kita merawat lingkungan dan masyarakat kita. Dari tempat pembuangan sampah yang tak terpakai, taman ini telah berubah menjadi oase hijau yang menjadi tempat rekreasi, inspirasi, dan refleksi bagi penduduk kota dan pengunjung. Haneul Park adalah contoh hidup tentang bagaimana upaya kolektif dapat menciptakan perubahan yang positif.

 

Jika Teman-Teman berencana mengunjungi Seoul dan sudah bosan dengan tempat-tempat mainstream di Kota Seoul, tempat ini bisa menjadi pilihan yang sayang dilewatkan. Apalagi sebentar lagi musim gugur. Tempat ini akan semakin maksimal indahnya.

 

Baca juga: Kesejukan Alam di Yeongheung Arboretum Suwon.

Yeongheung Arboretum: Memasuki Kesejukan Alam di Tengah Kota Suwon

Arboretum Suwon

Arboretum Suwon

Jika Teman-Teman mencari tempat yang menyatukan keindahan alam dan pengetahuan botani di tengah kota Suwon, maka Yeongheung Arboretum adalah tempat yang sempurna untuk dikunjungi. Arboretum ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang menakjubkan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang menarik bagi semua kalangan. Kota Suwon sendiri, tidak begitu jauh dari Seoul, dan merupakan ibu kota provinsi Gyeonggi.

Arboretum Suwon

Yeongheung Arboretum adalah surga hijau yang terletak di jantung kota Suwon. Dengan luas lebih dari 10 hektar, Arboretum ini menjadi rumah bagi berbagai jenis tumbuhan yang ditanam dan dijaga dengan sangat baik. Pemandangan hijau yang menakjubkan menciptakan suasana yang menenangkan dan cocok untuk rekreasi serta refleksi. Di tengah-tengah Arboretum ini terdapat bangunan kaca yang difungsikan sebagai rumah kaca/greenhouse untuk menjaga tanaman-tanaman tropis bisa tetap hidup di musim dingin. Uniknya, bangunan ini nampak miring dan asimetris seperti bangunan yang mau runtuh. Namun, justru disitulah letak keunikannya.

Arboretum Suwon

arboretum Suwon

Hal yang Bisa Dinikmati di Yeongheung Arboretum

Arboretum Suwon

Arboretum Suwon

Sesampainya di area Yeongheung Arboretum, kita perlu menuju bangunan utama yang juga berfungsi sebagai pintu gerbang masuk. Di bangunan ini terdapat fasilitas pusat informasi turis, kafe, dan tempat baca untuk pengunjung yang memilih aktivitas indoor. Untuk menuju lokasi taman, dari gedung ini kita perlu turun satu lantai.

Arboretum Suwon

Arboretum Suwon

Segera setelah keluar gedung, pengunjung akan segera disambut oleh keindahan dan penataan yang begitu rapi serta lapangan rumput hijau yang luas. Taman ini menyediakan jalan-jalan setapak di antara pepohonan yang memungkinkan pengunjung menjelajahi berbagai jenis tumbuhan dari pohon-pohon besar hingga tumbuhan merambat yang anggun. Ada juga kolam, mata air, serta sungai buatan yang menambah keindahan alami tempat ini. Di dalam greenhouse/rumah kaca yang disebut di atas ada bermacam-macam tumbuhan tropis dan sub tropis, bahkan pohon pisang pun ada dan menjadi daya tarik di dalam rumah kaca. Tanaman padi yang kalau di Indonesia jadi hal biasa, di dalam Arboretum ini menjadi salah satu daya tarik karena orang kota di sini jarang melihat tanaman padi.

Arboretum Suwon

Arboretum Suwon

 

Bagi para pecinta alam, Yeongheung Arboretum merupakan tempat yang sempurna untuk menjelajahi keanekaragaman flora dan fauna. Pengunjung dapat melihat bermacam-macam spesies tumbuhan dari berbagai belahan dunia, yang dijaga dengan hati-hati oleh para ahli botani. Selain itu, berbagai burung dan serangga juga menjadi bagian integral dari ekosistem ini, memberikan pengalaman pengamatan satwa yang mengasyikkan.

Arboretum Suwon

Arboretum Suwon

Arboretum Suwon

Cara ke Yeongheung Arboretum dan Jam Operasionalnya

Jika Teman-Teman ingin berkunjung ke Yeongheung Arboretum, kalian dapat menggunakan berbagai opsi transportasi. Jika menggunakan kendaraan pribadi, cukup masukkan alamat “Yeongheung Arboretum” ke GPS atau Naver Map. Tersedia area parkir yang cukup luas dan dekat dengan gerbang masuk Arboretum. Namun karena lokasi Arboretum berada di tengah Kota Suwon memang paling nyaman naik transportasi umum, bus atau subway. Turun stasiun atau halte terdekat dilanjutkan dengan sedikit jalan kaki.

Arboretum Suwon

Untuk masuk ke dalam kawasan Yeongheung Arboretum, Anda hanya perlu membayar tiket masuk yang terjangkau. Untuk pengunjung dewasa, paling mahal hanya 4.000 won (setara 40.000 rupiah) untuk turis asing dan dari luar kota. Kalau punya ARC Kota Suwon, cukup membayar 2.000 won (setara 20.000 rupiah) karena dianggap penduduk Kota Suwon. Kalau untuk anak-anak, tentu lebih murah lagi. Arboretum ini biasanya buka sepanjang tahun dan jam bukanya dapat berbeda-beda sesuai dengan musim. Sebaiknya periksa situs web resmi arboretum sebelum merencanakan kunjungan untuk memastikan informasi terbaru mengenai harga tiket dan jam buka. Sementara ini, Arboretum dibuka mulai pukul 09:30 sampai dengan 17:30 dan setiap hari Senin tutup untuk perbaikan dan bersih-bersih area taman.

Arboretum Suwon

Fasilitas yang Tersedia di Yeongheung Arboretum

Arboretum Suwon

Yeongheung Arboretum dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Ada tempat istirahat, taman bermain untuk anak-anak, dan area piknik di sekitar taman, juga greenhouse. Jika Anda ingin memperdalam pengetahuan tentang botani, Arboretum ini juga memiliki pusat edukasi dengan berbagai pameran dan kegiatan interaktif yang menarik. Teman-Teman dapat mengikuti tur yang dipandu oleh ahli botani untuk mendapatkan wawasan lebih dalam tentang tumbuhan yang ada di Arboretum. Silakan datang ke pusat informasi turis dan bisa mendaftar untuk kegiatan edukasi bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Arboretum Suwon

Jadi,  Yeongheung Arboretum adalah destinasi yang sempurna bagi mereka yang mencari keindahan alam, pengetahuan botani dan kegiatan rekreasi di tengah kota Suwon. Dengan pemandangan yang menakjubkan, beragam tumbuhan langka, fasilitas yang memadai, serta program edukasi yang bermanfaat, tempat ini akan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi semua pengunjung termasuk saya. ^^

Arboretum Suwon

Arboretum Suwon

Baca juga: Yuk, ke Nami Island Saat Musim Gugur.

Pengalaman Pertama Menikmati Musim Gugur di Nami Island

Nami Island

Nami Island

Kali ini perjalanan traveling kami adalah ke Nami Island yang berlokasi di pinggiran Kota Seoul, agak jauh sih. Nami Island adalah sebuah pulau di tengah sungai Han (Han River). Nami Island adalah destinasi populer bagi turis yang berkunjung ke Korea, khususnya di Kota Seoul. Pulau ini memiliki pemandangan yang cantik sepanjang tahun dan menampilkan pemandangan yang berbeda setiap musimnya, tapi yang paling terkenal dan ramai adalah saat musim gugur sekitar September-Oktober. Selama musim gugur, pulau ini dipenuhi dengan maple tree yang berwarna merah dan pohon ginko biloba yang berwarna kuning, sesuatu yang tidak dapat ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Selain itu, bagi penggemar drama jaman dahulu, pasti tidak asing dengan Drama Korea yang berjudul Winter Sonata. Yap, karena lokasi syutingnya adalah di pulau ini.

Nami Island

Cara Menuju ke Nami Island dan Biayanya

Nami Island

Cara menuju Nami Island ada beberapa transportasi yang bisa digunakan, tapi yang paling nyaman menurut saya adalah menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan turun di Stasiun Gapyeong. Lebih nyaman karena tidak perlu pesan tiket dan bayar pakai T-Money saja. Perjalanan sekitar 1,5 jam dari Kota Seoul. Kalau ingin lebih cepat bisa pakai Kereta ITX dari Stasiun Yongsan dan turun di Stasiun Gapyeong, kira-kira Cuma memakan waktu 55 menit. Tapi harus pesan tiket dulu sebelumnya, biasanya bisa dipesan online.

Nami Island

Dari Stasiun Gapyeong perjalanan dilanjutkan menggunakan bus sampai ke lokasi penyeberangan ke Nami Island. Menyeberang ke Nami Island pun ada dua cara, bisa pakai Kapal Feri atau kalau mau sekalian uji nyali bisa pakai wahana zip wire (semacam flying fox). Tapi memang untuk naik zip wire agak mahal sih, sekitar ₩38.000 sudah termasuk tiket masuk dan biaya naik Kapal Feri ketika pulang dari Nami Island. Kalau mau lebih murah ya naik Kapal Feri saja, dengan biaya ₩13.000 untuk perjalanan pulang pergi, jadi pastikan tiket tidak hilang ya supaya bisa pulang dari Nami Island.

Nami Island

Uniknya, sebelum naik Kapal Feri, kita harus membeli entry visa untuk masuk ke Nami Island. Lho, kok bisa? Bukannya ketika mau ke Korea kita sudah ngurus visa terlebih dahulu? Karena sejak tahun 2006 Nami Island mendeklarasikan Cultural Independence dari Korea Selatan dan bisa disebut sebagai Naminara Republic, bahkan mereka punya bendera sendiri lho. Mungkin semacam micronation seperti Vatikan City yang punya keistimewaan tersendiri.

Hal yang Bisa Dilakukan di Nami Island dan Fasilitasnya

Nami Island

Trus, kita bisa ngapain aja di Nami Island? Masa iya jauh-jauh cuma lihat pohon doang? Iya sih, pohon-pohonnya cantik banget pas musim gugur, tapi itu doang? Nggaklah, sebagai “negara independent” spesialis tourist attraction pasti ada lebiihi yang bisa ditawarkan dari “sekadar” pohon. Ini beberapa hal yang bisa dilakukan di Nami Island.

  1. Pohon Ginko Biloba dan Maple

Saat musim gugur, kedua pohon ini adalah primadonanya. Daun di pohon Ginko menjadi berwarna kuning cerah dan daun pohon Maple berubah warna menjadi merah terang. Ketika saya tunjukkan foto pohon itu pada ibu saya, beliau bahkan mengira itu adalah pohon plastik saking bagusnya. Berfoto dengan latar belakang pohon iconic saat musim gugur adalah sesuatu yang tidak boleh terlewat. Di negara empat musim, rata-rata kebanyakan pohon akan berubah warna menjadi kecoklatan saat musim gugur menjelang musim dingin, tapi dua pohon ini adalah yang terbaik.

  1. Naik Sepeda

Nami Island cukup luas untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Alternatif lain bisa menggunakan sepeda yang disewakan. Ada tiga tipe sepeda yang bisa disewa: sepeda gowes biasa, sepeda listrik, atau sky-bike.

Sepeda gowes biasa bisa disewa seharga ₩5.000 untuk 30 menit atau ₩8.000 untuk sejam. Kalau mau lebih seru naik sepeda tandem untuk dua orang seharga ₩10.000 untuk 30 menit dan ₩16.000 untuk durasi sejam pemakaian.

Kalau sepeda listrik mirip kayak sepeda roda tiga tapi pakai listrik, jadi gak capek-capek gowes. Harga sewanya ₩12.000 (30 menit) dan ₩4.000 tiap 10 menit berikutnya.

Sky-bike ini yang paling seru. Kita bisa mengayuh “sepeda” tapi di atas semacam rel beberapa meter dari permukaan tanah. Karena ada track-nya, kita gak bisa bebas kemana-mana. Tapi cukup murah, sekali muter biayanya ₩3.000 untuk dewasa dan ₩2.000 untuk anak-anak.

  1. Melihat Binatang

Binatangnya nggak banyak sih, tapi seru juga bagi orang kota yang jarang lihat binatang hutan. Disini kita bisa melihat Ostrich (sejenis burung onta), kelinci, dan burung merak. Kadang-kadang kalau beruntung bisa lihat juga squirrel di pepohonan.

  1. Exhibition Hall dan Art Activities

Exhibition hall ini kayak museum tapi lebih fancy dan nggak membosankan. Ada beberapa macam exhibition hall yang bisa dinikmati, Moomin Exhibition Hall, Hongjun Ryu World Music, Yuqingcheng Clay Exhibition, lalu ada toko seni dan souvenir.

Nami Island

Selain itu, art activities yang bisa dilakukan adalah Ceramic Mug Painting (ngecat sendiri cangkir keramikmu), Stamp Making (bikin stempel khas Korea), Picture Frame (bikin bingkai foto sesuai selera), karikatur wajah, dan Glass Craft (bikin kerajinan dari kaca).

  1. Tempat Kuliner dan Musola

Nami Island

Nami Island

Tentu kalau capek muter-muter butuh tempat istirahat kan. Di Nami Island terdapat beberapa café dan restaurant, dan sangat muslim friendly. Ada beberapa restoran dan kafe halal, bahkan ada mushola yang sangat nyaman dan proper untuk sholat. Tempat sholat dipisah antara jamaah laki-laki dan perempuan. Sesuatu yang sangat jarang sekali bisa kalian temukan di lokasi wisata di Korea.

Nami Island

Nami Island

Baca juga: Pengalaman Pertama Berkunjung ke Seoul Wave Art Center. 

 

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Seoul Wave Art Center

Seoul Wave

Seoul Wave

Terletak di tepi Han River di Seoul, Seoul Wave Art Center adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi mereka yang ingin mencari ketenangan. Sesuai dengan namanya, beberapa sudut di tempat ini menyuguhkan beberapa karya seni dan art exhibition yang bisa dinikmati pengunjung. Atau kalau Teman-Teman adalah seseorang yang tidak terlalu paham dengan karya seni seperti saya dan hanya ingin mencari ketenangan, kalian bisa sekadar duduk-duduk sambil menikmati kopi di Floating Starbuck. Menarik bukan?

 

Alasan Harus Mengunjungi Seoul Wave Art Center

 

The Landmark: Seoul Wave Art Center

The Landmark: Seoul Wave Art Center sangat unik dan bagus secara arsitektur. tiga lantai ini tampak mengapung di tengah-tengah Han River yang dihiasi dengan jendela panorama yang membingkai pemandangan luas Sungai Han yang indah. Dihubungkan dengan jembatan yang berayun-ayun lembut. Makanya ada peringatan tidak boleh berlari-lari atau lompat-lompat ketika melewati jembatan ini. Jendelanya bangunannya nampak seperti gelombang. Mungkin karena bentuknya ini makanya bangunan ini dinamakan Wave Art.

 

Eksplorasi Budaya

Seperti yang disebutkan di atas, juga sesuai dengan namanya: Art Center. Di dalam bangunan ini kalian bisa melihat beberpa art exhibition yang kebanyakan menampilkan modern art.

 

Panorama Indah

Saat terbaik mengunjungi tempat ini adalah saat menjelang senja. Kalian bisa menikmati sunset di pinggir Han River sambil nongkrong di bangunan yang kalau dari dalam, mirip suasana di dalam Cruise Ship.

 

Tempat Nongkrong yang Nagih

Ini bagian favorit saya: Floating Starbuck. Di dalam bangunan ini terdapat Starbuck yang kesannya berada mengambang di tengah-tengah perairan. Menunya tidak ada yang istimewa, sama seperti Starbuck di tempat lain. Namun yang menjadi mahal adalah pemandangan yang disajikan di dalam Starbuck ini, terutama di waktu senja. Tidak banyak colokan listrik di tempat ini, masih ada tapi tidak banyak. Jadi buat kalian yang mau kerja sambil ngopi, mending masukin dulu laptopnya ke tas dan lanjut ngopi sambil menikmati sore hari di Han River.

 

Lokasi Beberapa Drama Korea

Ada beberapa K-Drama yang memiliki latar tempat di Seoul Wave Art Center. Diantaranya adalah Business Proposal (2022) ketika gaun putih Shin Ha Ri robek bagian belakang saat makan malam bersama Kang Tae Moo. Drama lain adalah Celebrity (2023), The Fabulous (2022), Love All Play (2022) dan Sisyphus (2021). Itu yang saya ingat, adakah drama lain yang Teman-Teman ingat di mana latar tempatnya di sini? 😀

Self Service Ramyeon

Setelah matahari tenggelam dan mulai gelap, tidak jauh dari tempat ini ada sebuah kedai ramyeon dengan konsep self service. Dari Seoul Wave Art Center, jalan kaki saja menyusuri sungai ke arah timur sampai melewati jembatan Hannam (Hannamdaegyo Bridge). Nanti akan ketemu minimarket kecil dengan nama Ministop. Nah, belinya disitu.

 

Self-service ramyeon

Ini adalah cara menikmati mie instan yang populer di Seoul. Konsep ini memungkinkan kalian untuk mengatur dan menyesuaikan apa isian di dalam ramyeon kalian. Caranya:

 

  • Pilih Mie Instan: Pertama, Kalian akan diminta untuk memilih jenis mie instan yang ingin dinikmati. Biasanya ada berbagai pilihan, termasuk berbagai jenis mie, bumbu, dan level pedas.

 

  • Tambahkan Bahan Tambahan: Setelah memilih mie instan, Kalian dapat menambahkan bahan tambahan sesuai selera. Misalnya, sayuran segar, telur rebus, potongan daging, sosis, atau seafood.

 

  • Bayar: Lakukan pembayaran di kasir, lalu gunakan mesin untuk memasak ramyeon yang biasanya berada di luar.

 

Self-Service cooking

Lanjut dengan proses memasak. Uniknya kita tidak perlu lagi memperkirakan berapa banyak airnya atau berapa lama masaknya, semua sudah diatur otomatis dengan mesin. Tinggal scan barcode di cup mie-nya dan tunggu mesin memproses. Kalau sudah cukup letakkan cup mie di tempat yang disediakan, oke, tinggal tunggu mie matang. Setelah matang, tinggal pilih mau makan di minimarketnya, di pinggir lapangan sambil lihat orang-orang main basket, atau di pinggir sungai Han, bebas. Tapi jangan lupa buang sampah di tempat yang disediakan setelahnya.
Pssst.., sedikit bocoran, BTS pernah syuting salah satu episode reality show-nya disini.

Nah, selain Seoul Wave Art Center, Teman-Teman juga bisa mengunjungi Dongdaemun Design Plaza yang juga berada di Kota Seoul.

Happy Traveling! ^^

 

Baca juga: Rekomendasi Tempat Menikmati Musim Semi di Kota Suwon, Korea Selatan.

 

Kesan Manis Ketika Berkunjung ke Starfield Library di Kota Seoul

Starfield Library

Starfield Library

Selain dari drama Korea, memiliki kesempatan berkunjung ke Korea membuat saya menyadari ada satu hal yang cukup menarik perhatian dari negara ini. Negara ini sangat memperhatikan detail dan mempercantik setiap sudut kota demi kenyamanan penduduknya. Di Korea saya bisa dengan mudah menemukan taman-taman untuk bersantai ataupun sudut-sudut yang instragammable, dengan berbagai macam tema. Nah, bagi Teman-Teman pecinta buku atau minimal suka foto dengan background buku biar dikira pinter (haha), ada banyak spot semacam itu di Korea. Misalnya Paju Book Village, Arc n Book atau yang lumayan iconic di Seoul: Starfield Library.

Lokasi dan Kesan pada Starfield Library

Starfield Library berlokasi di Coex Mall, Seoul. Makanya kadang-kadang disebut sebagai Starfield Coex Library. Starfield Library adalah salah satu yang paling cantik di Seoul, yang jadi icon di tempat ini adalah adanya rak buku setinggi 13 meter dan pasti jadi mandatory background foto oleh pengunjung. Memang sih rata-rata pengunjung yang datang ke sini hanya untuk foto dibanding bener-bener baca buku, haha. Tapi kalau kalian memang ke sini untuk baca buku, Starfield Library juga cukup nyaman untuk menikmati waktu dengan membaca buku. Tempat ini juga nyaman untuk kerja atau belajar menggunakan laptop karena ada beberapa bangku dan meja yang dilengkapi dengan colokan listrik. Bangunan ini didesain ramah lingkungan dengan meminimalisasi penggunaan lampu. Kalau siang hari tempat ini akan sangat terang karena atapnya yang dari kaca transparan, memungkinkan cahaya luar untuk masuk. Tapi saat hari gelap tempat ini akan berubah menjadi remang-remang dengan ambient lighting yang sangat nyaman untuk membaca buku.

Informasi Jam Operasional dan Panduan Menuju Starfield Library

Untuk masuk ke sini pun tidak dipungut biaya alias free. Pengeluaran yang mungkin ada kalau kalian ingin jajan di café di dalam perpustakaan. Starfield Library buka setiap hari dari pukul 10:30 dan tutup pukul 22:00. Untuk akses ke Starfield Library sangat mudah karena berlokasi di tengah Kota Seoul. Kalian bisa menggunakan subway dan turun di berbagai titik lokasi:

  • Subway Line 2, turun di Samseong Station Exit 5 dan 6
  • Subway Line 9, turun di Bongeunsa Station Exit 1, 6, dan 7
  • Subway Line 7, turun di Cheongdam Station Exit 2

Selain foto-foto dan baca buku, kegiatan yang bisa dilakukan disini adalah menonton pertunjukan karena kadang ada event tertentu yang diadakan di lantai dasar. Kadang-kadang ada exhibition show dengan tema buku, bedah buku dengan penulisnya langsung, atau pembacaan puisi. Tentu kendalanya adalah bahasa karena hampir semua event-event tadi berbahasa Korea.

Saran saya kalau mau kesini adalah waktu sore hari menjelang malam, sehingga bisa menikmati dua suasana sekaligus, saat terang dan saat gelap dengan suasana dan ambience yang tentu akan berbeda.

Selain mengunjungi Starfield Library, di Kota Seoul Teman-Teman juga bisa mengunjungi destinasi wisata istana sebagai wisata sejarah dan budaya. Selamat mencoba dan happy traveling, Friends! ^^

 

Baca juga: Seokchon Lake, Menikmati Cherry Blossom Terbaik di Kota Seoul.

Tujuh Rekomendasi Kedai Kopi Hits di Kota Ngawi

Kedai Kopi di Ngawi

Kedai Kopi di NgawiTulisan ini muncul karena habis jalan-jalan alias blog walking dari blog Rumika Journey. Jika di sana membahas tentang tujuh rekomendasi Sushi halal, saya akan bercerita tentang tujuh rekomendasi kedai kopi di Kota Ngawi. Tentu saja semua kedai kopi ini sudah saya datangi minimal sekali dan ada yang bolak-balik saya kunjungi.

 

Glory Coffeenery

 

Salah satu kedai kopi yang terletak di Jalan Trunojoyo. Glory Coffeenery ini terletak di lantai dua, di atas Indomaret Trunojoyo. Di sini tersedia area outdoor dan indoor. Area outdoor berada di teras dan bisa menikmati suasana Jalan Trunojoyo dari lantai dua, apalagi saat sore menjelang senja. Menu di sini juga enak, apalagi dimsum dan coffee latte favorit saya.

Cerita lengkapnya pernah saya tulis di sini.

 

Modus Café

 

Kedai kopi ini berada di Jalan S. Parman, Kelurahan Beran, Kota Ngawi. Bagi saya ini adalah kedai kopi yang jam buka paling pagi yaitu pukul 08.00 WIB dengan menu sarapan yang komplit. Menu kopi favorit saya di sini adalah coffee latte sugar free dan big sandwich. Kedai kopi ini memiliki dua area, indoor dan outdoor dengan konsep kebun. Meski memilih outdoor suasana di kedai kopi ini tetap terasa adem.

Cerita di Modus Café pernah saya tulis di sini.

 

Thx Coffee

 

Saya sih bacanya ‘thanks coffee’ ya 😀 Kedai kopi ini terletak di Jalan Ahmad Yani No. 5 Beran, Kota Ngawi. Kedai ini terletak di seberang Pasar Beran Ngawi. Thx Coffee buka pukul 13.00 hingga 23.00 di Hari Senin-Rabu dan pukul 11.00 hingga 23.00 WIB di Hari Kamis-Minggu. Menu yang pernah saya pesan di sini adalah Hazelnut Latte.

 

The Real Coffee and Eatery

 

Kedai kopi ini juga saya temukan dari kebiasaan jalan-jalan di Google Maps 😀 The Real Coffee and Eatery ini terletak di Jalan Supriyadi, Dungus, Karangasri, Kota Ngawi. Menu yang pernah saya coba di sini adalah cappuccino dan kwetiau goreng. Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.

 

Berdjoeang Coffee

 

Kedai kopi yang terletak di Jalan Brawijaya No. 13 Kerek, Margomulyo, Kota Ngawi. Menu favorit saya tetap coffee latte sugar free. Kedai ini juga sempat buka cabang di dekat lapangan Paron tetapi saat ini cabangnya tutup.

 

Belikopi Ngawi

 

Belikopi Ngawi adalah kedai kopi yang terletak paling dekat dengan Alun-Alun Ngawi tepatnya dari Taman Lalu Lintas. Kedai ini terletak di Jalan Hasanudin No. 1 Margomulyo Ngawi. Jam bukanya juga pagi seperti Modus Café pukul 08.00 hingga 22.00 WIB setiap hari. Namun, di kedai ini untuk menu makanan pilihannya adalah aneka ropang atau toast.

 

Floe Coffee and Space

 

Floe Coffee and Space berada di Jalan Raya Ngawi-Caruban KM 2, Karangasri, Kota Ngawi. Dari semua kedai kopi yang saya ulas kali ini, bisa jadi ini kedai kopi yang sedikit ‘melipir’ dari pusat Kota Ngawi tapi sangat mudah dijangkau. Jam operasional Floe Coffee and Space mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WIB setiap hari. Di sini saya pernah memesan coffee latte dan beef rice bowl. Menurut saya rasanya enak dan tempatnya nyaman.

Saya pernah bercerita tentang Floe Coffee and Space secara detail di sini.

 

Yap, inilah tujuh rekomendasi kedai kopi di Kota Ngawi dari saya. Semoga bisa membantu menemukan kedai kopi favorit Teman-Teman di Kota Ngawi ini ^^