Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Seokchon Lake, Menikmati Festival Cherry Blossom Terbaik di Seoul

Seokchon Lake Seoul

Seokchon Lake Seoul

Seokchon Lake adalah salah satu tempat paling populer untuk melihat cherry blossom di Seoul. Selain memang tempatnya yang indah, tempat ini juga mudah diakses melalui transportasi umum, saya sendiri lebih suka diajak suami menggunakan subway dari Kota Suwon, tempat suami saya tinggal. Kalau naik subway, turun di Jamsil Station dan keluar melalui exit 1 atau 2 untuk menuju sisi danau bagian timur dan exit 3 atau 4 untuk menuju sisi danau bagaian barat. Selain naik subway, Seokchon Lake bisa juga diakses menggunakan bus. Saya suka menggunakan aplikasi Naver Map untuk menuju ke suatu tempat. Di situ akan dikasih tahu naik bus nomor berapa dan turun di halte mana bahkan akan dikasih tahu berapa menit lagi bus akan tiba di halte keberangkatan. Seriously, aplikasi semacam Naver Map ini yang suatu saat pengen banget ada di Indonesia, minimal di Jakarta dule deh. Amal jariyah banget sih orang yang bikin aplikasi ini, bener-bener berguna soalnya, hehe.

Seokchon Lake Seoul

Antara danau sisi timur dan barat dihubungkan oleh jembatan di bawah jalan raya. Di tengah danau sisi barat terdapat Lotte World Magic Island sedangkan danau di sisi timur nampak lebih lapang karena hanya berupa hamparan danau saja. Jadi saat ke sini memang menyesuaikan saja dengan selera kita ingin yang mana. Kalau ingin background foto yang variatif, bisa ke danau sisi barat atau kalau suka background foto yang agak lapang bisa ke danau di sisi timur.

Seokchon Lake Seoul

Ada yang mengklaim lebih dari 1000 pohon cherry blossom berjejer di sepanjang jalur yang mengelilingi danau. Saya sendiri gak sempat menghitungnya, ngapain juga kan, haha. Tapi yang jelas di sepanjang kiri kanan jalan yang mengelilingi danau tumbuh rapat berjejer pohon cherry blossom. Selama festival cherry blossom di Seokchon Lake, kita bisa berjalan-jalan dengan santai di bawah kanopi bunga cherry blossom yang berwarna merah muda pucat yang indah. Selain karena keindahan bunga cherry blossom, tempat ini populer karena berada satu komplek dengan Lotte World Magic Island dan Lotte World Tower. Teman-teman bisa di mana saja berfoto dengan background cherry blossom, tapi berfoto dengan tambahan background Lotte World Tower yang iconic, ya cuma ada di sini.

Seokchon Lake Seoul

Tips Menikmati Cherry Blossom dan Angle Foto Terbaik di Seokchon Lake

Seokchon Lake Seoul

Festival cherry blossom di Seokchon Lake sendiri biasanya diadakan pada minggu pertama dan kedua bulan April setiap tahunnya. Tips dari saya, kalau memang ingin mengunjungi danau ini tidak perlu menunggu hari festival diadakan, datang saja saat bunga cherry blossom sedang mekar dengan sempurna. Hari diadakan festival tidak selalu bertepatan dengan saat mekarnya bunga dengan sempurna. Misalnya festival tahun 2023 yang diadakan tanggal 5 โ€“ 9 April 2023. Saya sendiri datang tanggal 1 dan 2 April 2023 karena berdasarkan perkiraan cuaca tanggal 5 akan hujan sepanjang hari yang tentu saja akan membuat bunga cherry blossom menjadi rontok.

Seokchon Lake Seoul

Cherry blossom ini meskipun cantiknya bukan main, tapi hatinya rapuh, kena angin saja rontok, apalagi kena hujan, habislah dia. Jadi, harus cermat memperkirakan kapan bunga ini akan mekar sempurna karena satu tempat dengan tempat yang lain akan berbeda waktunya, dan tentu saja cek juga perkiraan cuaca beberapa hari ke depan, jangan sampai sentuhan tanganmu didahului oleh sentuhan hujan. Di Korea, perkiraan cuaca akuratnya bukan main bahkan jamnya pun lumayan akurat. Suami pernah memiliki pengalaman bahwa dia satu hari melihat perkiraan cuaca hari itu pukul 12:00 akan hujan lebat, padahal pagi hari dia berangkat ke kampus, matahari masih terang benderang. Benar saja, kurang lebih pukul 12:00 turun hujan lumayan lebat. Tuh, jadi ingat dramanya Song Kang dan Park Min Young kan ๐Ÿ˜€ Teman-teman ingat judulnya apa? ๐Ÿ˜€

Seokchon Lake Seoul

Kembali ke festival cherry blossom di Seokchon Lake, benar saja hujan bahkan sudah turun sejak tanggal 4 April malam. Danau ini gratis dikunjungi kapan pun, jadi jangan khawatir. Saat momen cherry blossom sedang mekar-mekarnya, jangan harap bisa menikmati suasana tenang dan sepi. Pengunjung sudah pasti membludak mengingat bunga ini cuma mekar sekali setahun dan lama mekar yang termasuk pendek, maksimal hanya dua minggu sebelum rontok kena angin atau hujan. Tips lainnya, kalau ingin agak tenang menikmati pemandangan sekaligus foto-foto, kalian bisa mengunjungi pagi hari saat weekday sebelum pukul 09:00 pagi. Menurut suami, orang Korea itu bukan termasuk morning person. Kantor, sekolah, kampus, cafรฉ, restoran, ataupun pertokoan rata-rata buka paling pagi pukul 09:00, jadi weekday pagi kemungkinan besar masih akan sepi pengunjung. Kalau memang hanya punya waktu di weekend saja, ya dimaklumi aja dengan suasana Seokchon Lake yang padat pengunjung, ambil foto pun tidak bisa santai karena antri, pali pali ya kata orang Korea. Tapi tenang saja, walaupun padat, masih bisa menikmati indahnya cherry blossom dengan santai.

Seokchon Lake Seoul

Dari tadi yang dibahas gimana cara dapat foto bagus saat musim mekarnya cherry blossom ya. Ya memang apalagi yang dicari oleh turis macam saya selain foto-foto dan eksis di media sosial, haha. Eh, untuk update di blog juga ๐Ÿ˜€

Seokchon Lake Seoul

Baca juga: Rekomendasi Tempat Menikmati Musim Semi di Kota Suwon.

Seokchon Lake Seoul
‘pintu ke mana saja’ bagi saya ^^

Rekomendasi Tempat Menikmati Musim Semi di Kota Suwon

Musim Semi di Suwon Korea Selatan

Musim Semi di Suwon Korea Selatan

Di negara empat musim bulan Maret-April mungkin jadi bulan favorit bagi sebagian besar orang, karena bulan ini, khususnya di Korea musim semi mulai menunjukkan keindahannya. Tunas baru mulai tumbuh, rerumputan mulai menghijau, dan bunga mulai bermekaran. Di Korea, tidak ada daya tarik paling utama yang melebihi mekarnya cherry blossom di musim semi.

Spring Ajou University
Menikmati Cherry Blossom di salah satu sudut University of Ajou, Kota Suwon.

Oh iya, satu hal yang baru saya tahu bahwa ternyata cherry blossom adalah bunga yang rapuh macam saya hahah :-D, kena angin saja rontok, apalagi kena hujan, biasanya sejak mekar mereka cuma bisa bertahan 1 โ€“ 2 minggu doang, so we have to grab it fast.

Spring KyungHee University Suwon
Menikmati musim semi di salah satu sudut kampus, KyungHee University, Suwon.

Sebagai orang dari negara tropis yang hanya memiliki dua musim, this is my first spring and I hope it is not the last time. Kali pertama juga berkunjung di Kota Suwon karena suami sedang tinggal di sini. Kota Suwon dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Seoul, tidak terlalu jauh. Tentu saja ingin memaksimalkan pengalaman the first spring dengan sebaik-baiknya dengan mengunjungi spot terbaik menikmati cherry blossom di Suwon. Inilah beberapa spot terbaik di Kota Suwon.

Spring Hwaseong Fortress Suwon
Cherry Blossom dari Hwaseong Fortress, Suwon.

Ajou University

Spring Ajou University Suwon

Spring Ajou University Suwon

Ngapain jauh-jauh kalau di kampus suami, juga bisa menikmati cherry blossom yang tak kalah bagus dari tempat lain. Spot terbaik adalah di Student Union, taman belakang Central Library, dan di samping soccer field. Sore menjelang malam, banyak mahasiswa yang terlihat menikmati mekarnya cherry blossom sambil duduk di bangku taman. Entah sekadar duduk, baca buku, atau ngobrol dengan kawan-kawan yang sembari minum soju (non halal ya) dan ngemil.

Spring Ajou University Suwon

Spring Ajou University Suwon

Cerita dari suami, pihak kampus juga memanjakan mahasiswa dengan memasang lampu-lampu di bawah pohon supaya masih bisa dinikmati saat malam hari. Sebegitu effort-nya padahal lampu-lampu tadi gak sampe satu minggu sudah dibongkar lagi, why? Ya karena si cherry blossom udah rontok. Korea memang terbaik kalau masalah instalasi-instalasi cantik di setiap sudut kota.

Spring Ajou University Suwon

Spring Ajou University Suwon

KyungHee University

Spring KyungHee University Suwon

Spring KyungHee University Suwon
Berasa lihat drama nggak sih? ๐Ÿ˜€

Kali ini kalau kata suami, melipir sebentar ke kampus tetangga, KyungHee University kampus Suwon. Kampus ini katanya merupakan salah satu spot terbaik menikmati cherry blossom di Kota Suwon.

Spring KyungHee University Suwon

Spring KyungHee University Suwon

Spring KyungHee University Suwon

Ketika saya mengunjunginya saat puncaknya cherry blossom mekar, well no debate at all, secantik itu. Desain kampus yang dibangun dengan konsep neo renaissance semakin nambah cantik dan anggun.

Spring KyungHee University Suwon

Spring KyungHee University Suwon

Hwaseong Fortress

Spring Hwaseong Fortress Suwon

Spring Hwaseong Fortress Suwon

Pada jaman Dinasti Joseon, Suwon adalah salah satu pusat pemerintahan Korea. Nah, Hwaseong Fortress ini adalah bangunan semacam benteng yang dibangun untuk melindungi kota dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO.

Spring Hwaseong Fortress Suwon

Spring Hwaseong Fortress Suwon

Di sekitar fortress banyak sekali cafe cantik untuk tempat ngopi dan nongkrong. Ngafe sambil menikmati eksotisnya warisan sejarah di bawah cantiknya cherry blossom, because why not?ย Coba bayangkan minum kopi, baca buku, dan cherry blossomย sama dengan isi energi dan tangki cinta. Eaaaa ๐Ÿ˜€

Spring Hwaseong Fortress Suwon

Spring Hwaseong Fortress Suwon

Spring Hwaseong Fortress Suwon

Gwanggyo Lake Park

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Bisa dibilang, tempat ini adalah hidden gem di Kota Suwon. Karena teman-teman suami yang sudah lebih lama tinggal di Kota Suwon mengaku belum pernah dan tidak tau ada tempat ini. Gwanggyo Lake Park berlokasi di depan gerbang utama Kyonggi University.

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Kalau naik kereta dari Ajou University hanya berjarak satu stasiun. Pohon cherry blossom berjajar rapat di sepanjang tepi danau, dan di samping danau terdapat jalan raya yang pohon cheryy blossom-nya berjajar rapat sepanjang jalan, dramatis banget kayak dalam drama. Tempat ini gak diragukan lagi jadi salah satu tempat favorit kami terutama suami.

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Baca juga:ย Long Distance Survival Kits,ย Cerita LDR antar negara.

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Spring Gwanggyo Lake Park Suwon

Benteng Van Den Bosch, Wisata Sejarah di Tengah Kota Ngawi

Benteng Van Den Bosch Ngawi

Benteng Van Den Bosch Ngawi

Benteng Van Den Bosch atau biasa dikenal dengan nama Benteng Pendem Ngawi. Letaknya berada di tengah Kota Ngawi, tepatnya di Kelurahan Pelem tak jauh dari Alun-Alun Ngawi. Lokasinya sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti becak, bentor atau ojek.

benteng Van Den Bosch Ngawi
Gerbang masuk ke Benteng Van Den Bosch, Ngawi.

Lokasi

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Pintu masuk menuju area Benteng Van Den Bosch, Ngawi.

Benteng Van Den Bosch terletak di Jalan Untung Suropati No. II, Pelem II, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Gapura Benteng Van Den Bosch tepat berseberangan dengan Taman Makam Pahlawan Ngawi. Letak Benteng Pendem ini dekat dengan Pasar Besar Ngawi dan pusat Pemerintahan Kabupaten Ngawi.

Benteng Van Den Bosch Ngawi

Sejarah Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Pintu bagian dalam dari Benteng Van Den Bosch Ngawi. Area bagian dalam yang terlihat belum dibuka untuk umum.
Benteng Van Den Bosch Ngawi
Salah satu sisi dari Benteng Van Den Bosch, Ngawi.

Benteng Van Den Bosch adalah sebuah bangunan peninggalan di jaman penjajahan Belanda. Benteng ini berada di dekat dengan sudut pertemuan Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Saat saya mengunjungi Benteng Van Den Bosch, benteng ini dibangun lebih rendah daripada posisi tanah di sekitarnya. Jadi dari luar seperti tidak terlihat bahwa ada sebuah benteng dan memenuhi unsur sebagai benteng pertahanan. Meskipun posisinya lebih rendah tapi benteng ini terhindar dari banjir.

Benteng Van Den Bosch Ngawi

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Deretan jendela di salah satu sisi benteng.

Menurut Bappelitbang Kabupaten Ngawi, dulu sekitar abad 19, Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur. Kemudian dijadikan pusat pertahanan Belanda di wilayah Madiun dan sekitarnya dalam Perang Diponegoro. Tahun 1825, Ngawi direbut dan diduduki Belanda. Untuk mempertahankan kedudukan, mempertahankan fungsi strategis Ngawi dan menguasai jalur perdagangan, Pemerintah Hindia Belanda membangun benteng yang dipimpin oleh Johannes Van Den Bosch.

Benteng Van Den Bosch Ngawi

Benteng Van Den Bosch Ngawi

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Salah satu sisi bagian belakang dari beteng.

Benteng Van Den Bosch dibangun tepat di sudut pertemuan Bengawan Solo dan Sungai Madiun yang pada saat itu menjadi jalur perdagangan strategis. Pada saat itu, jalur lalu lintas sungai dapat dilalui oleh perahu-perahu yang cukup besar. Tak hanya itu, perahu-perahu yang lalu Lalang memuat berbagai macam hasil bumi berupa rempah-rempah dan palawija dari wilayah Solo-Ngawi-Madiun menuju Gresik dan sebaliknya.

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Menuju sisi belakang dari Benteng Van Den Bosch, Ngawi.
Benteng Van Den Bosch Ngawi
Masih di bagian sisi belakang dari Beteng Van Den Bosch, Ngawi.
Benteng Van Den Bosch Ngawi
Salah satu pintu berukuran besar di sisi belakang benteng.

Wajah Baru Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Area belakang.

Saya menganggap, saya termasuk yang kurang beruntung, tumbuh besar di Ngawi tapi saya belum pernah berkunjung ke Benteng Pendem dalam bentuk bangunan asli atau sebelum dipugar. Kemarin saat ke Benteng Pendem, saya sudah melihatnya dalam balutan wajah baru. Sejak 2021, Benteng Van Den Bosch telah dipugar oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Penampakan depan pintu masuk pertama dari atas.

Benteng Van Den Bosch telah dibuka untuk umum tapi hanya bisa berkeliling di bagian luar benteng. Bagian dalam belum dibuka dan masih dalam tahap pemugaran. Menurut saya, tempatnya asik untuk berjalan-berjalan, masih banyak pohon-pohon yang membuatnya terlihat asri. Wajah baru Benteng Van Den Bosch didominasi dengan warna putih, jalur pejalan kaki terdapat jalan paving block yang nyaman bahkan rerumputan pun juga terlihat terawat serta kebersihan terjaga.

 

Fasilitas dan Tiket Masuk Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Penampakan area parkir dan halaman depan area parkir.

Benteng Van Den Bosch menyiapkan fasilitas yang memadai bagi para pengunjung. Diantaranya area parkir yang luas, toilet yang mudah dijangkau yaitu tersedia toilet di sudut-sudut jalur keliling di area benteng, lingkungan yang bersih serta terdapat taman labirin dan air mancur.

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Tiket masuk Benteng Van Den Bosch.

Harga tiket menuju Benteng Van Den Bosch ini juga sangat terjangkau yaitu Rp 5.000,00/orang sudah termasuk parkir. Di area parkir juga ada beberapa kedai yang menjual aneka minuman dan cemilan. Jam operasional Benteng Van Den Bosch mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan buka setiap hari.

 

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Outing class anak-anak SD.
Benteng Van Den Bosch Ngawi
Dua bapak guru yang sedang beristirahat.

Tak hanya belajar sejarah, saat main ke Benteng Van Den Bosch saya melihat beberapa pasangan yang sedang melakukan sesi foto prewedding dan ada juga yang sedang melakukan sesi foto untuk katalog bisnis fashion. Ada juga yang melakukan piknik dengan menggelar karpet, menikmati bekal dan mengobrol. Di bagian belakang benteng, saya pun juga melihat ada rombongan anak-anak SD beserta bapak guru yang sedang melakukan outing class. Ada juga di sudut pintu masuk, sekelompok ibu-ibu sedang berkumpul dan mengadakan rapat. Ada juga kelompok senam yang mengadakan senam pagi di area Benteng Pendem.

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Pemandangan di belakang salah satu kedai.

Benteng Van Den Bosch Ngawi

Cerita kali ini saya tutup dengan perasaan senang karena akhirnya saya main-main ke Benteng Van Den Bosch di Tengah Kota Ngawi. Yuk, Teman-Teman mampir main di Benteng Van Den Bosch saat kalian berada di Ngawi.

Benteng Van Den Bosch Ngawi
Ini di area sisi samping kedua dari benteng.

Baca juga: Wajah Baru Stasiun Ngawi.ย 

Mendol Tempe Khas Malang, Olahan Tempe Sederhana Kaya Rasa

Mendol Tempe Khas Malang

Mendol Tempe Khas Malang

Mendol tempe adalah salah satu makanan khas Jawa Timur khususnya banyak dijumpai di Kota Malang. Makanan ini berbahan dasar tempe kedelai. Ada juga mendol dalam versi lain, maksud saya selain dari tempe. Saya biasa menjumpainya ketika mampir di warung Es Dawet Jabung Ponorogo tapi dengan nama yang berbeda.

Awal mula saya bikin Mendol Tempe Khas Malang setelah beberapa kali melihat WA story seorang teman yang mengunggah salah satu menu di warung makan miliknya, yaitu mendol tempe, saat itu teman saya menyebutnya mendol. Saya penasaran dan memutuskan untuk bertanya. Dia pun juga membagikan resep dan cara membuatnya. Saya sih cukup tahu diri dengan kemampuan masak yang pas-pasan, jadilah saya tetap nyari video step by step bikin mendol ini. ๐Ÿ˜€

Mendol Tempe Khas Malang
Ini mendol tempe yang saya campur dengan daun kemangi, cabai merah dan tepung (tanpa telur).

Dari nyari-nyari resep itulah, saya tahu bahwa si mendol ini khususnya mendol tempe adalah salah satu makanan khas Kota Malang. Bagi saya makanan khas Kota Malang itu Angsle, pokoknya berkesan banget. Balik lagi ke mendol tempe, hahaha, bisa jadi alternatif menyajikan olahan menu tempe selain di goreng garit atau goreng tepung, dimasak jadi mendoan, dimasak semur, orek tempe, sambel tumpeng tempe, opor tempe atau bahkan rendang tempe. Yang jelas, mendol tempe khas Malang ini sangatlah simpel, sederhana dari segi proses maupun bahan-bahan yang dipakai.

Mendol Tempe Khas Malang
Mendol tempe tanpa daun kemangi, dengan tepung dan telur. Tekstur saat sudah matang lebih empuk.

Resep Mendol Tempe Khas Malang

  • Tempe kedelai
  • Bawang putih
  • Ketumbar
  • Daun bawang
  • Gula dan garam secukupnya
  • Tepung atau telur (bisa pakai salah satu atau dua-duanya)
  • Merica bubuk (optional)
  • Daun kemangi (optional)
  • Air secukupnya
  • Cabai (optional, jika ingin terasa pedas)

Langkah Cara Memasak

Mendol Tempe Khas Malang
Proses goreng mendol tempe.
  • Hancurkan tempe yang sudah disiapkan
  • Campurkan semua bahan dan bumbu dalam satu wadah. Untuk bawang putih saya lebih suka haluskan atau diulek terlebih dahulu.
  • Bentuk mendol dengan dikepal, ukurannya sesuai selera. Kalau saya cukup saya sendok langsung masuk penggorengan ๐Ÿ˜€
  • Goreng hingga keemas an lalu tiriskan.
  • Taraaaaa, bisa dinikmati selagi hangat dengan cabai atau saos sambal.

Tips Agar Mendol Tempe Lebih Enak

Kata teman saya, tips agar mendol tempe terasa lebih enak dan sedap adalah menggunakan tempe semangit. Tempe yang level matangnya sudah matang banget, menuju busuk tapi belum busuk. ๐Ÿ˜€ Menurut saya, memang benar. Saya sempat memasak mendol dengan bahan tempe yang masih โ€˜segarโ€™ dan tempe semangit. Mendol tempe dengan bahan tempe semangit memang lebih gurih apalagi jika ditambah dengan daun kemangi. Olahan tempe yang menurut saya cukup sederhana tapi ternyata setelah siap santap, jadi kaya rasa.

Adakah Teman-Teman yang sudah mencobanya langsung di Malang? Atau Teman-Teman tertarik membuatnya juga? Yuuukk, cerita-cerita di kolom komentar ^^

 

Baca juga: Lumpia Samijaya, Jajan Legendaris di Malioboro.

Heritage Trainz Loco Tour Cepu, Wisata Sejarah Kereta Api di Kota Blora

Wisata Heritage Loco Tour Blora

Wisata Heritage Loco Tour Blora

Sejarah Lokomotif Cepu di Kota Blora ini merupakan peninggalan Belanda ketika masih menjajah Indonesia. Dari apa yang say abaca dari web Kabupaten Blora, Heritage Trainz Loco Tour Cepu dulunya adalah Bengkel Traksi atau Depo Loco tempat menyimpan beberapa loco tua milik Perhutani yang dibangun sejak tahun 1911 dan jaringan relnya dibangun empat tahun kemudian di tahun 1915 sekaligus menjadi rel tertua di Pulau Jawa.

Heritage Loco Tour Blora

Wisata Heritage Loco Tour Blora
Bengkel Traksi atau Depo Loco.

Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu di Kota Blora ini sebenarnya adalah sebuah tempat wisata sejarah tentang kereta api yang populer. Saya pun, sudah lebih dari dua kali melewatinya. Tapi ya, baru sadar kalau ada tempat wisata sebagus ini setelah direkomendasikan oleh adik. Saat tiba di lokasi, batin bersorak โ€˜bisa update blog nih!โ€™ ๐Ÿ˜€

Heritage Loco Tour Blora

Selain cocok untuk bahan update blog ๐Ÿ˜€ Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu juga cocok untuk wisata edukasi bersama anak-anak atau bahkan untuk objek penelitian sejarah. Tempatnya dimanfaatkan untuk belajar di luar kelas pun juga asik, bisa memanfaat gazebo-gazebo yang ada atau bisa juga lesehan.

Heritage Loco Tour Blora

Heritage Loco Tour Blora
Tertera di lokomotif.

Lokasi dan Jam Operasional Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu

Heritage Loco Tour Blora

Tempat wisata yang dikelola langsung oleh Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Cepu ini menawarkan paket perjalanan dengan menggunakan kereta api bersejarah dan suasana rindang khas hutan. Meskipun dengan suasana hutan, keberadaan objek wisata ini sangat mudah dijangkau karena dekat jalan raya. Tepatnya di Jalan Sorogo, Ngalengperhutani di Kecataman Cepu, Kota Blora. Tempatnya berada di lingkungan kantor Perhutani.

Heritage Loco Tour Blora
Kereta Drensin.

Untuk jadwal operasionalnya yaitu buka setiap hari. Saat weekdays buka mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan saat weekend pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Oh iya, saya sangat senang dan mengapresiasi tempat wisata ini karena jam bukanya benar-benar ontime, Teman-Teman. Saya berkunjung di Hari Sabtu, datang awal dan tiba tepat pukul 08.00 dan sudah buka.

Heritage Loco Tour Blora

Heritage Loco Tour Blora
Interior bagian dalam gerbong Kereta Ruston.

Harga Tiket di Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu

Heritage Loco Tour Blora
Rincian harga tiket di Wisata Heritage Loco Tour Cepu, Blora.

Di sini ada dua macam tiket yaitu tiket masuk dan tiket kereta wisata. Untuk tiket masuk, saya pikir masih terjangkau di harga Rp 10.000,00/orang dan anak-anak usia sebelum SD tidak dikenakan biaya tiket alias gratis. Untuk tiket kereta juga ada dua jenis yaitu Tiket Kereta Api Ruston (saya sih nyebutnya kereta api besar :-D) sebesar Rp 20.000,00/orang dan Tiket Kereta Api Drensin, tiket untuk jarak 1KM sebesar Rp 60.000,00 dan jarak 3KM sebesar 160.000,00. Harga tiket Kereta Api Drensin ini adalah untuk lima orang sekali jalan.

Heritage Loco Tour Blora

Sayangnya, saat saya berkunjung kemarin untuk Kereta Api Ruston sedang tidak beroperasi karena masih dalam perbaikan dan untuk Kereta Api Drensin juga tidak beroperasi karena sang masinis sedang sakit. Oh iya, untuk hari-hari biasa, sang masinis tidak standby di lokasi melainkan pakai cara on call gitu. Beneran deh, jadi wajib balik lagi ๐Ÿ˜€ Karena rute perjalanan kereta api di sini adalah keliling hutan di Kawasan Perhutani Cepu yang dulu dibuka Belanda sebagai hutan industri penghasil kayu jati . Dalam imajinasi saya sih asik ya makanya bertekad untuk balik lagi. ๐Ÿ˜€

Heritage Loco Tour Blora

Fasilitas di Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu

Heritage Loco Tour Blora
Area taman bagian belakang.

Tempat wisata yang menarik tentu saja harus didukung fasilitas yang oke, bukan? Begitu juga di objek Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu. Fasilitas yang tersedia adalah musala, toilet, gazebo, taman yang luas dan tertata, serta area parkir yang luas dan gratis.

Heritage Loco Tour Blora
Area toilet.

Menurut saya sih ya, Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu sangat cocok dijadikan wishlist jalan-jalan bareng anak-anak dan keluarga di akhir pekan. Yuk, ke Wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu di Kota Blora.

 

Baca juga: Wajah Baru Stasiun Ngawi dan Kayangan Cafe di Desa Wisata Brubuh Ngawi.

Wajah Baru Stasiun Ngawi, Langkah Awal Lebih Nyaman Memulai Perjalanan

Stasiun Ngawi

Wajah Baru Stasiun Ngawi

Dulu, orang-orang mengenalnya dengan nama Stasiun Paron. Hal itu dikarenakan letak stasiun berada dalam wilayah Kecamatan Paron. Nama Stasiun Paron berganti ketika selesai dibangun ulang sekitar tahun 2019. Stasiun Ngawi merupakan salah satu dari empat stasiun yang berada di Kabupaten Ngawi. Ketiga stasiun lainnya yaitu Stasiun Walikukun, Stasiun Kedunggalar, dan Stasiun Geneng. Stasiun Paron atau sekarang dikenal dengan Stasiun Ngawi menjadi stasiun paling besar di Kota Ngawi.

Wajah Baru Stasiun Ngawi

Stasiun Ngawi berjarak kurang lebih 8KM dari Ngawi Kota. Tidak terlalu jauh dibandingkan dengan tiga stasiun lainnya. Jadi saya pikir, bisa jadi jawaban kenapa akhirnya Stasiun Paron berganti nama menjadi Stasiun Ngawi. Semoga nggak ngawur sih ini ๐Ÿ˜€

Stasiun Ngawi
Wajah Lama Stasiun Ngawi yang dulunya bernama Stasiun Paron. Ini sekitar bulan November 2018.

Saya merasa termasuk orang yang beruntung, meski tinggal bukan di area pusat Kota Ngawi, tapi saya tinggal dekat Stasiun Ngawi. Nggak ada 5 menit sudah sampai stasiun jika ingin bepergian menggunakan kereta api. Meski begitu, saya juga pernah ketinggalan kereta saat akan keluar kota dan itu rasanya jadi kebiasaan. ๐Ÿ˜€

Wajah Baru Stasiun Ngawi
Peron Stasiun Ngawi. Untuk kantor dan ‘pusat kendali’ berubah letaknya.

Dulu, bangunan Stasiun Ngawi itu termasuk kecil. Turun dari kendaraan, masuk teras stasiun sudah langsung pintu pemeriksaan. Memasuki stasiun, ruang tunggu dan peron juga begitu dekat. Dalam ingatan saya, dulu, ada dua kios atau toko oleh-oleh dan jajanan dalam stasiun, sedangkan di area parkir juga masih ada deretan warung nasi pecel dan toko jajan yang buka 24 jam. Sekarang, area Stasiun Ngawi sudah tidak ada warung maupun kios jajan lagi.

Wajah Baru Stasiun Ngawi
Menuju pintu pemeriksaan dan ruang tunggu.
Wajah Baru Stasiun Ngawi
Ruang Tunggu di Stasiun Ngawi.

Kini, Stasiun Ngawi lebih instagramble. Bangunannya memberi nuansa klasik modern. Jauh lebih bersih, jauh lebih tertata, dan jauh lebih baik semuanya. Padahal dulu, juga sudah termasuk bagus dalam hal penataan dan kebersihan. Karena bangunan Stasiun Ngawi jauh lebih besar, kalau tiba di stasiun mepet dengan keberangkatan kereta dijamin lelah jiwa raga ๐Ÿ˜€ Dari pintu masuk yang sekarang ada palang parkir, melewati halaman yang lumayan luas, naik tangga melewati pintu masuk stasiun, dari pintu masuk ke pemeriksaan, lalu ruang tunggu yang sekarang juga jadi ruang yang leluasa. Bagi saya juga tantangan meninggalkan kebiasaan datang mepet ke stasiun saat akan bepergian.

Wajah Baru Stasiun Ngawi
Area parkir Stasiun Ngawi yang sekarang, lebih luas.

Fasilitas di Stasiun Ngawi seperti toilet dan musala yang sama seperti dulu, sekarang jelas jauh lebih bersih dan nyaman. Parkir pun demikian, kini Stasiun Ngawi lebih sistematis soal parkir dan bisa dibilang lebih aman karena menggunakan karcis dan gate otomatis. Area parkir pun jadi lebih luas karena sudah tidak ada warung atau kios-kios. Jadi wajib siapkan bekal sebelum ke stasiun karena di area dalam stasiun belum ada gerai atau kios jajan lagi. Tidak hanya itu, di salah satu sudut stasiun, dekat pintu masuk tepat di samping loket, ada pojok klasik, gitu sih saya nyebutnya. Ada beberapa items benda-benda tradisional yang dipamerkan di sana. Ada tumbu, pawon, kukusan, sutil kayu, serta kain batik yang dipajang dan alat membatik. Banyak pembaharuan pihak KAI ini khususnya di Stasiun Ngawi, bagi pengguna seperti saya juga menjadi bagian dari langkah awal memulai perjalanan dengan nyaman dan menyenangkan.

wajah Baru Stasiun Ngawi
Sudut klasik, ini penamaan saya sih, karena bingung nyebutnya gimana ๐Ÿ˜€

Jika Teman-Teman sedang naik kereta api dan berhenti sejenak di Stasiun Ngawi, feel free colek-colek saya atau semoga tulisan ini mengingatkan Teman-Teman pada saya, heheheโ€ฆ ๐Ÿ™‚

 

Mampir juga di Gubuk Reneo Ngawi atau Ngopi di Glory Coffeenery.

Baca juga: Heritage Loco Tour Cepu, Wisata Sejarah Kereta Api di Kota Blora.