
Saya masih ingat, ketika saya tiba di Kota Palu pada Januari 2021. Beberapa saat sebelum pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Sis Al Jufri, saya terpana dengan pemandangan di luar jendela pesawat. Kota Palu paket kombo di mana laut dan pegunungan bertemu dalam satu titik. Indah sekali. Sesuatu di luar prasangka saya sebelum saya tiba yang dipenuhi dengan rasa khawatir apakah nanti akan betah tinggal di Kota Palu.
Keindahan Kota Palu ini juga terbingkai dalam sebuah lagu berjudul Palu Ngataku dalam Bahasa Kaili yang berarti Palu Tempat Tinggalku. Dalam lagu itu digambarkan sama seperti apa yang lihat, paket kombo.
“Ngataku nasugi, Ngataku nagaya, karona ritatangana.”
[Tempat kelahiranku subur, tempat kelahiranku indah, letaknya di tengah-tengah (di antara gunung dan teluk)]
Dan, ada hal yang membuat saya girang saat beberapa hari tinggal di Kota Palu adalah saat melewati kantor Walikota Palu ada foto Pasha Ungu pakai baju Korpri…hahaha meski saat saya datang adalah saat-saat akhir jabatannya sebagai Wakil Walikota Kota. Receh sekali yaa…
Long story short, setelah melewati beberapa bulan dan diajak explore Kota Palu, justru saya betah dan jatuh hati. Saya nggak perlu jauh-jauh kalau untuk menikmati daily refreshing. Ya, karena Kota Palu ini seperti kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Dalam satu kota, semua itu bisa dinikmati.
Nah, ada nih 5 rekomendasi tempat untuk menikmati landscape Kota Palu yang bisa ngena banget di hati.
- Monumen Nosarara Nosabatutu

Monumen Nosarara Nosabatutu dikenal pula dengan sebutan Gong Perdamaian Nusantara. Nosarara Nosabatutu dalam Bahasa Kaili (suku asli di Sulawesi Tengah) memiliki arti bersaudara dan bersatu. Sekilas tentang monument ini dibangun karena keprihatinan atas terjadinya konflik di Poso, Sigi, dan wilayah lainnya yang tentu saja meninggalkan duka yang mendalam.

Monumen Nosarara Nosabatutu terletak di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Keberadaannya di atas bukit yang berjarak cukup dekat belakang Mako Polda Sulawesi Tengah. Tempat ini bisa dicapai kurang dari 15 m3nit dari tempat tinggal saya. Karena letaknya di atas bukit maka bisa menikmati keindahan Kota Palu dengan dengan hamparan Teluk Palu dan Gunung Nokilalaki rasa puas. Tidak hanya itu, saat membalik posisi badan 180 derajat maka mata saya pun dimanjakan dengan view pemandangan pegunungan yang hijau. Di area monumen juga dilengkapi dengan taman-taman bunga yang indah.
- Bukit Indah Doda
Bukit Indah Doda atau Bukit Doda terletak di Gunung Gawalise, Kabupaten Sigi. Oh ya, Kabupaten Sigi merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Palu. Menikmati panorama Kota Palu dari sini sungguh tak kalah memanjakan mata, terlebih jika menikmatinya di Villa Bukit Indah Doda. Nah, saya pernah nih bikin cerita jalan-jalan ke Villa Bukit Indah Doda secara detail.
- Puncak Paralayang Salena

Puncak Paralayang Salena bagi saya adalah salah satu spot yang mampu menyajikan keindahan alam khas pegunungan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Puncak Paralayang Salena ini terletak di sebelah barat Kota Palu, tepatnya di Dusun Salena Kecamatan Ulujadi, masih berada di dalam Kota Palu.

Akses menuju puncak Paralayang Salena sangat bagus, jalan aspal yang mulus, tanpa lubang-lubang dan didominasi dengan warna hijau yang menyejukkan. Saat berada di puncak, kita akan puas menikmati hamparan Teluk Palu dan landscape Kota Palu. Saat saya ke sana tidak ada tiket masuk dan sudah memiliki toilet karena Puncak Salena ini juga digunakan untuk camping. Hal yang terpenting lagi adalah di sini benar-benar bersih.
Puncak Salena ini juga dalam tahap pengembangan menjadi Ecotourism of Salena. Selain digunakan untuk festival paralayang juga dimanfaatkan untuk wisata sepeda gunung, motor trail, dan outbound. Camping di sini pun juga perfecto.
- Puncak Matantimali

Naahh, tempat keempat ini berada di luar Kota Palu tepatnya di Kecamatan Banawa, Kabupaten Sigi. Matantimali diambil dari nama desa yang berada di Kawasan Gunung Gawalise, karena inilah Matantimali memiliki ketinggian kurang lebih 1.500 mdpl yang secara otomatis mampu menghadirkan panorama Kota Palu yang indah dari ketinggian. Saya juga pernah membaca bahwa Puncak Matantimali ini menjadi salah satu lokasi paralayang terbaik di se-Asia. Selain itu, di sini juga bisa digunakan untuk camping apalagi saat akhir pekan.

Camping di Matantimali akan memberi kepuasan karena bisa menikmati sunset, sunrise, panorama Kota Palu saat malam dengan kerlip lampu-lampu kota, menikmati suasana Kota Palu saat siang dan juga menikmati alam sekitarnya yang hijau serta udara yang sejuk.
- Bukit Satu Pohon

Pertama kali dengar dari suami saat akan ke sini, saya tidak percaya kalau bukit ini benar-benar hanya satu pohon. Ternyata oh ternyata, beneran ada satu pohon yang terletak tepat di puncak bukit ini. Panas dong kalau nggak ada pepohonan? Menurut saya nggak terlalu panas, tetap sejuk dan tetap bisa menikmati hamparan hijau perbukitan khas alam pegunungan.
Saat saya ke bukit satu pohon ini, saya hanya mampu sampai di tiga perempat saja, tidak sampai puncak berfoto dengan pohon satu-satunya itu. Jalan setapaknya seperti 180 derajat tegak lurus gitu…haha. Namun, meski hanya di tiga perempat saja, dari sini bisa menikmati landscape Kota Palu yang masyaAllah indah sekali. Di bukit yang terletak di Desa Sibedi, Kabupaten Sigi ini juga terdapat fasilitas umum seperti toilet dan musola. Selain itu, juga ada beberapa warung-warung makan yang menyediakan camilan seperti pisang goreng dengan sambal terasi hingga menu berat berupa nasi atau mie serta aneka minuman dingin.
Yuhuuu, inilah lima tempat rekomendasi favorit saya untuk menikmati landscape Kota Palu. Jika teman-teman sedang berada di Kota Palu, jangan lupa menikmati Kota Palu dari ketinggian. Vibe-nya itu lho akan sungguh berkesan. ^^










