Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Akun Instagram yang Wajib Dijadikan Panduan Saat Pertama Kali di Kota Palu

 

Saat pertama kali tinggal di Kota Palu, tepatnya wilayah Palu Selatan, saya benar-benar ‘buta’ tentang kota ini. Ya, ini adalah pengalaman pertama tinggal di Pulau Sulawesi. Tentu saja ada yang berbeda terutama cita rasa makanannya. Jangankan di Sulawesi, saat berpindah-pindah di dalam Pulau Jawa saja juga banyak sekali ‘warna’ yang saya jumpai.

Dalam hal adaptasi dan memperoleh informasi, saat ini, menurut saya sangat terbantu dengan adanya teknologi. Ada gawai yang sekarang sudah pintar didukung dengan layanan dari berbagai provider dengan akses internet yang cepat membuat segala macam informasi mudah didapat. Termasuk saat saya membutuhkan media untuk berkenalan dengan Kota Palu ini.

Hal yang paling mudah tentu melalui google kan ya? Tinggal ketik keyword apa yang ingin kit acari lalu taraaaa, muncullah berbagai alternatif informasi mana yang ingin kita telusuri. Saya juga melakukan hal itu. Dari pencarian itu, saya bertemu dengan akun-akun Instagram yang akhirnya menjadi ‘panduan’ dan ‘petunjuk’ hidup selama tinggal di Kota Palu.

Soal Palu

Akun ini menyediakan informasi tentang banyak hal di Kota Palu. Di akun ini bisa saya dapat informasi berbagai event yang sedang atau akan digelar di Kota Palu. Termasuk juga kabar-kabar baik seputar Palu juga update di sana bahkan interaksi antar pengguna di kolom komentar pun sungguh bermanfaat. Saya pernah menemukan jajan aneka cilok dari interaksi komentar para pengguna akun Instagram. Tidak hanya itu, saya juga dapat banyak informasi tempat wisata berupa pantai-pantai cantik detail dengan tempat bahkan waktu yang cocok untuk mengunjunginya. Di akun ini juga ada info seputar kuliner di Kota Palu mulai dari kuliner fancy hingga kali lima. Tempat makan dengan view pantai dengan ombak yang tenang di Kota Palu, seperti North Abel. Semua terpampang jelas di akun ini, hehehe…

Info Palu

Akun ini menurut saya juga hampir sama dengan akun Soal Palu. Kedua akun ini saling melengkapi bagi saya yang seorang pengguna sekaligus pencari informasi. Di akun ini juga menyediakan berbagai informasi seputar Kota Palu, event, kuliner, bahkan tempat ciamik untuk main. Dari akun ini saya dapat informasi tentang gerai-gerai vaksin covid 19, kapan pelayanannya dan apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi. Di akun ini juga saya bertemu dengan akun Torufarm di mana memudahkan saya untuk belanja dari rumah. Tidak hanya itu, info harga cabai atau sayur di Pasar Lasoani, pasar terdekat dari rumah, juga saya dapat dari akun Info Palu ini.

Menurut saya dua akun ini adalah akun induk yang akan membuka dan mengarahkan saya pada akun-akun lain yang memberi informasi secara lebih detail lagi. Misal saat ada event Danau Poso, saya juga tahu dari dua akun ini. Saya pun bisa menikmati kuliner dan menemukan masakan-masakan dengan cita rasa berbeda saat menemukan akun Keliling Palu yang juga muncul di akun Info Palu dan Soal Palu. Saya akhirnya tahu di mana gerai es teh Poci dan es teh Nusantara juga dari keliling di Instagram.

Hal-hal kecil yang saya temukan dari akun-akun ini tentu membuat saya senang sekaligus memudahkan saya dalam hal adaptasi dan tentu saja mencintai Kota Palu ini. Tentu saja harus cinta agar selama tinggal dan akhirnya pindah lagi, saya memiliki kenangan manis di sini. ^^

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Danau Tambing Poso Sulawesi Tengah

 

Hampir dua tahun tinggal di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Palu tentu secara emosional saya merasa ada ikatan yang tidak main-main. Terlebih ini pengalaman pertama kali tinggal di pulau Sulawesi dan hal yang membuat berkesan juga adalah saat saya pindah ke Kota Palu, kota ini masih dalam tahap recovery pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi. Antara mudah dan tidak mudah. Ternyata oh ternyata, Kota Palu menawarkan banyak keindahan setelah benar-benar tinggal di Bumi Kaktus ini.

Suasana perjalanan menuju Danau Tambing

 

Bagaimana tidak, saya menyebut kota ini sebagai kota kombo di mana perbukitan yang berderet-deret dan juga deretan pantai yang indah. Kedua saling berhadapan, kalau couple sih udah saling tatap gitu posisinya. Betapa gampang jadi pemburu sunset di pantai, pun tak kalah mudah menjadi pemburu sunrise di bukit atau pegunungan. Tanpa keluar kota saya sudah mendapatkan paket kombo bahagia itu. Itu di dalam kota ya, bagi saya lebih spesial lagi alam Sulawesi Tengah ini jika mau dan ada kesempatan ke luar Kota Palu.

 

Menuju akhir tahun 2021 menurut foto di galeri smartphone saya 😀 meski belum akhir tahun banget sih, suami mengajak saya dan Bilgi pergi ke Danau Tambing, Poso. Itu destinasi pertama saya di Poso. Jaraknya cukup dekat dari Kota Palu, seingat saya hanya sekitar 2 jam dengan mobil. Kawasan Danau Tambing ini berbatasan dengan Kabupaten Sigi. Jadi kalau dari Kawasan Danau Tambing ke Danau Poso, Poso Kota atau Tentena masih sangat jauh, pun beda rute. Perjalanan ke Danau Tambing melalui Sigi, sedangkan ke Poso Kota atau Danau Poso melewati Kebun Kopi, Parigi Moutong bahkan melewati depan Pondok Pesantren Modern Gontor 6.

 

Pemandangan dari sisi yang lain setelah tracking

 

Danau Tambing dalam Bahasa Pamona yaitu Rano Kalimpaa atau Rano Tambing ini berada di Desa Sedoa, Lore Utara. Danau yang masih bagian dari wilayah Taman Nasional Lore Lindu. Danau yang terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut ini  selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai usia. Selain itu, udara di Danau Tambing juga sangat sejuk cenderung dingin. Saat saya berkunjung masih bisa dijumpai berbagai macam jenis burung yang dirawat secara bebas. Pohon-pohon dari berbagai varietas bisa dijumpai bahkan ada yang berukuran sangat besar dengan usia puluhan bahkan ratusan tahun. Bagi saya yang seorang pendatang baru, Danau Tambing tentu menjadi tempat baru yang juga berkesan karena di kawasan sekitar danau memang terawat dan bersih. Saya melihat para pengunjung Danau Tambing ini tertib juga untuk urusan sampah yang mereka bawa. Gimana nggak jatuh cinta kan ya?

 

Gambaran tentang kenyamanan di Danau Tambing ini juga mendukung bagi para pengunjung untuk beraktifitas. Apa itu?

 

Berkemah

 

Di area Danau Tambing ini terdapat area khusus yang disediakan oleh pengelola untuk berkemah. Tidak hanya para muda mudi yang berkemah tetapi juga mereka yang telah berkeluarga juga ada yang berkemah di sana. Tidak hanya berkemah sebagai keluarga kecil bahkan ada yang berkemah dengan keluarga besar. Seru banget! Saat malam juga diijinkan membuat api unggun tetapi harus dengan tanggung jawab. Ketika selesai berkemah ya sisa-sisa kayu atau sampah harus benar-benar bersih. Tak kalah penting, sebelum berkemah di Danau Tambing harus ijin pada pengelola, jumlah anggota yang berkemah, durasi berkemah, jumlah dan jenis kendaraan yang akan menempati lahan parkir, semua harus dilaporkan dengan jelas. Di area berkemah juga sudah disediakan lampu penerangan secukupnya, tetap syahdu kok.

 

Camping di Danau Tambing
Suasana berkemah di Danau Tambing

 

Kalau berkemah, bagaimana dengan mandi, cuci alat makan atau buang air di mana? Tenang! Don’t worry 😀 Di Kawasan Danau Tambing disediakan toilet dengan jumlah yang cukup tanpa harus antri panjang. Kamar mandi yang ada sangat bersih dan jauh dari aroma-aroma tak sedap khas kamar mandi. Urusan toilet, aman. Tak hanya itu, di kawasan ini juga sudah ada musola beserta tempat wudlu yang bersih dan nyaman bagi pengunjung muslim.

 

Tracking

 

Tracking di Danau Tambing

 

Setelah sempat ditutup karena pandemi, Kawasan Danau Tambing dibuka kembali tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. Seingat saya, dibuka sekitar 23 Oktober 2021. Selain berkemah, kawasan ini saya juga bisa melakukan trekking bersama anak dan suami. Jalur tracking dibuat oleh pengelola kawasan Danau Tambing.

Salah satu jalur tracking yang telah disediakan oleh pengelola.

 

Jalur tracking ini mengelilingi Danau Tambing sembari bisa kita menikmati pemandangan alam yang benar-benar alami. Jalur tracking ini pun menurut saya juga masih termasuk jalur tracking alami atau ‘liar’. Benar-benar bisa untuk olahraga sekaligus cuci mata.

 

Berburu Foto

 

Alam yang indah tentu tak bisa dilewatkan tanpa mengabadikan momen kan ya? Selain berfoto dengan keluarga, teman, pasangan, atau siapa pun, di kawasan Danau Tambing ini juga bisa dimanfaatkan untuk hunting photo bahkan saat saya di sana, ada juga yang sedang memanfaatkan kunjungannya untuk membuat video pendek tentang Danau Tambing dan ada juga yang sedang membuat film pendek untuk tugas kuliah. Pun termasuk saya, momen di Danau Tambing saya abadikan di blogpost ini, hehehe..

 

 

Selain 3 kegiatan tadi, ada juga yang memancing dan juga berpiknik dengan menggelar tikar lalu menyiapkan kudapan. Aktifitas yang tak kalah membuat iri saat saya ke sana adalah ada salah satu pengunjung yang dengan santainya menghabiskan waktu di sana dengan membaca buku.

 

Yap, apa pun aktifitasnya semoga kita melewatinya dengan orang-orang tersayang. Kalau pun ke Danau Tambing sendirian ya nggak apa-apa lah ya 😀 Yang penting tetap ingat jaga kebersihan.

 

Sampai jumpa di Danau Tambing, Lore Lindu, Poso 

Tak lupa, cerita lain tentang Poso juga bisa dinikmati di sini ya teman-teman… ^^

Menikmati Danau Poso dari Torau Resort

 

Dulu, ketika saya masih duduk di sekolah dasar kelas 5 atau kelas 6, nama Danau Poso seolah sangat familiar. Di buku sekolah akan saya jumpai nama Danau Poso di bagian pengetahuan dasar atau pengetahuan alam. Lalu, saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama, nama Danau Poso kian mudah dijumpai, lebih-lebih di sekolah menengah pertama ini ada mata pelajaran Geografi. Apakah teman-teman juga menjumpainya di buku sekolah?

 

Semacam photobooth dengan latar Danau Poso
Semacam photo booth dengan latar Danau Poso

 

Saat itu, Danau Poso yang saya baca di buku pelajaran mengatakan bahwa danau ini terletak di Pulau Sulawesi, tepatnya di Propinsi Sulawesi Tengah. Saat itu bagi saya tentulah itu adalah sebuah tempat yang jauh untuk dijangkau bagi anak usia sekolah yang tinggal di Kota Ngawi, sebuah kota yang berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah. Di peta saja, menjangkau Pulau Sulawesi harus melewati Pulau Kalimantan yang sangat besar. Ketika itu Danau Poso merupakan nama tempat yang ‘wah’ untuk saya.

 

Berpuluh tahun berlalu hingga nama Danau Poso teralihkan dengan mimpi dan ambisi lain 😀 tapi bukan sepenuhnya melupakan juga sih. Hingga akhirnya, Januari 2021 adalah awal Sulawesi Tengah menjadi ‘tempat bermain’ bagi saya karena harus pindah tinggal di Kota Palu. Momen ini menjadi kesempatan bagi saya untuk bermain dan menikmati Sulawesi Tengah, termasuk Kota Poso. Finally, here we go, Poso. Perjalanan dari Kota Palu ke Kota Poso memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam. Itu baru sampai kotanya ya. Jika lanjut hingga Danau Poso maka estimasi perjalanan dari pusat kota adalah 1,5 jam hingga 2 jam. Perjalanan ditempuh jalur darat.

 

Kalau teman-teman sedang berada atau merencanakan traveling di Sulawesi tepatnya di Sulawesi Tengah, Danau Poso adalah tempat yang layak untuk dijadikan tujuan. Danau Poso merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia setelah Danau Toba di Sumatra Utara dan Danau Singkarak di Sumatra Barat. Karena menjadi salah satu danau terbesar di Indonesia, danau ini menyuguhkan suasana yang berbeda dibandingkan danau-danau kecil lainnya. Vibe-nya seperti berada di pinggir pantai, padahal sebenarnya adalah danau. Danau Poso terkenal dengan pasirnya yang berwarna kuning keemasan. Gelombang air di danau ini juga mirip dengan gelombang air laut. Jika diperhatikan secara seksama, warna air di Danau Poso cukup unik. Di bagian pinggir danau, air berwarna hijau dan terdapat perbedaan dengan warna air di bagian tengah danau dimana air berwarna biru.

 

 

Berada di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut, danau dengan luas seluas 32.000 Ha membentang luas dari utara ke selatan dan mempunyai kedalaman mencapai 510 meter. Jika berangkat dari Kota Poso, Danau ini berjarak 56 km dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1,5 jam. Sedangkan dari Kota Palu, Danau Poso dapat dicapai setelah menempuh jarak sekitar 283 km dengan estimasi waktu perjalanan darat sekitar 8 jam.

 

Mengingat jaraknya yang lumayan juga dari Kota Palu, tentu pertanyaan berikutnya adalah dimana tempat menginap yang bagus? Ada banyak tempat penginapan di sekitar Danau Poso. Salah satu penginapan yang menarik untuk menikmati Danau Poso dari dekat adalah Torau Resort. Lokasi penginapan ini tepat berada di tepi Danau Poso. Sayangnya, hanya memiliki sedikit kamar, sekitar 6-7 kamar saja. Kamar yang terbatas, lokasi bagus, fasilitas lengkap, dan dekorasi kamar yang sangat indah, menjadikan Torau Resort sebagai salah satu tujuan utama ketika menginap di sekitar Danau Poso. Pemesanan kamar harus dilakukan jauh-jauh hari. Saya sendiri sering sekali kehabisan kamar, apalagi di musim liburan, harus gercep pokoknya.

 

Alasan Torau Resort Laris Manis

Model di foto tetap suami 😀 | Dari kolam renang seakan tanpa sekat dengan Danau Poso.

 

Kolam Renang Torau Resort

 

Memangnya apa yang bikin Torau Resort laris ya? Salah satunya adalah fasilitas yang lengkap. Selain ada kamar tempat menginap, di Torau Resort juga ada restoran dan kolam renang bagi pengunjung yang ingin berenang tapi takut berenang di danau yang lumayan dalam dan posisi kolam renang ini menghadap langsung ke Danau Poso. Ada juga wahana banana boat untuk pengunjung yang ingin basah-basahan di danau. Selain itu, spot-spot di Torau Resort menurut saya sangat instagramable. Bahkan, disediakan semacam photo booth di pinggir kolam renang.

 

 

Bagi saya, kamar-kamar di Torau Resort memiliki desain yang sangat unik, beraksen rumah kayu dan dibangun di atas danau. Sambil bersantai di depan kamar, anak-anak juga bisa diajak ngasih makan ikan-ikan yang berenang bebas di bawah kamar.

 

Kamar Torau Resort
Penampakan Kamar di Torau Resort

 

Dengan segala fasilitas yang ditawarkan, dari segi harga menurut saya termasuk cukup kompetitif ya.. 😀 Tarifnya di kisaran 600.000 rupiah saat weekend atau musim liburan dan 485.000 untuk weekday. Selain kamar, ada juga paket menginap di tenda ala camping di tepi danau dengan biaya pertenda 400.000 per malam. Sedangkan tiket masuk bagi yang hanya ingin berenang saja cukup membayar 15.000 per orang. Bagaimana menurut teman-teman, mahal kah atau murah? 😀 Mengingat penginapan yang sering sekali sold out nampaknya harga segitu cukup layak untuk dicoba bukan? 🙂 Oh iya, cerita tentang Kota Poso di kesempatan yang lain juga bisa dinikmati di sini 🙂

Sampai jumpa di tepi Danau Poso, teman-teman ^^

Resika Caesaria: Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dengan Cimol

Mark Manson dalam buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck mengatakan bahwa orang-orang ingin memulai bisnis mereka sendiri tetapi mereka tidak akan menjadi pengusaha sukses kecuali menemukan cara untuk menghargai risiko, ketidakpastian, kegagalan berulang, jam-jam gila yang dicurahkan untuk sesuatu yang mungkin tidak menghasilkan apa-apa. Hal ini mengingatkan pada sosok muda inspiratif yang memiliki julukan Ratu Cimol dari Banyumas. Ya, sosok itu adalah Resika Caesaria Priyono, seorang gadis muda yang memiliki daya juang yang tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga mengubah kondisi ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik.

 

Alasan Menjadi Pengusaha Cimol

 

Menjadi wirausaha adalah sebuah keputusan yang berani dan tidak semua orang memiliki keberanian untuk memulai sebuah usaha mandiri, terlebih dengan modal yang sangat terbatas. Kemandirian ini bukan berarti tidak membutuhkan bantuan dari orang lain. Di sisi lain, kemandirian ini juga tidak menjadikan beban untuk orang lain.

 

Resika Caesaria Priyono atau dikenal dengan nama panggilan Chika atau Resika ini adalah bungsu dari empat bersaudara yang terlahir ketika usia kedua orangtua sudah terbilang lanjut. Kondisi tersebut menjadi tamparan sekaligus semangat bagi Resika untuk melakukan sesuatu agar bisa terus melanjutkan sekolah. Keinginannya yang kuat akan Pendidikan membuatnya memutar otak untuk menambah penghasilan meskipun saat itu kakak pertamanya bersedia membantu biaya pendidikannya saat masuk SMA. Namun, Resika berkeras hati mencari sendiri untuk kebutuhan setiap bulan dari kerja kerasnya.

 

Pada tahun 2005, saat itu Ajibarang, Jawa Tengah, tempat di mana Resika tinggal mulai dilanda ‘demam cimol’ atau Bahasa kerennya saat ini dilanda ‘cimol wave’, Resika menagkap peluang dan melihat ada celah harapan dari cemilan yang populer di tanah Sunda ini. Meskipun, diawal kedatangan cemilan ini di Ajibarang, Resika sempat melihat fenomena ‘cimol wave’ itu sebagai tren kuliner seperti biasa. Usaha dikatakan sukses jika sudah benar-benar dimulai dengan sebuah langkah nyata sekecil apapun itu usahanya.

 

Peran Utama Keluarga

 

Saat Resika memulai usahanya, ia masih berusia 16 tahun. Seorang gadis belia yang belum memiliki pengalaman, lebih-lebih modal yang sama sekali tidak ada. Kondisi yang dijalani Resika saat itu mendorongnya untuk memulai usaha cimol di daerahnya dengan modal minim sebesar Rp 63.000,00. Resika mengungkapkan keinginannya untuk berjualan cimol kepada orangtuanya. Semesta menyambut keinginannya. Kedua orangtuanya memiliki peran sebagai tim produksi dan ia memiliki peran di bagian tim marketing. Bagi Resika, keluarga adalah support system utamanya. Keluarga adalah benteng semangat paling depan bagi seseorang sekaligus tempat untuk mengisi daya semangat juang. Peran keluarga sangatlah luar biasa bagi kesuksesan seseorang.

 

Langkah selanjutnya yang ditempuh oleh Resika adalah memasarkan produknya yaitu cimol kepada teman-temannya serta menitipkan di kantin sekolah. Ia tak menyangka bahwa cimol buatannya disukai oleh banyak orang. Tak berhenti sampai di situ, Resika juga harus mengatur keuangannya. Uang hasil penjualan cimol tetap harus diputar untuk produksi selanjutnya, untuk biaya hidup sehari-hari bahkan Resika bisa menyelesaikan Pendidikan SMA hingga menyelesaikan kuliahnya. Selama menempuh Pendidikan di perguruan tinggi, Resika tetap menjalankan bisnisnya.

 

Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dengan Cimol

 

Menurut Resika, cemilan sederhana seperti cimol saja bisa mengangkat perekonomian keluarga maka ia pun meyakini bahwa cimol juga memiliki peluang bisa mengangkat perekonomian keluarga lain. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Resika. Saat ia telah menyelesaikan kuliahnya, ia mengambil langkah untuk serius membuat badan usaha formal dan mengurus merk dagang cimol miliknya.

 

Bisa dibaca secara lengkap di sini.

 

Ketika ia melihat ekonomi keluarganya jauh lebih baik dari usaha cimol yang ia dirikan dan melihat keluarga lain di sekitarnya yang masih kesulitan secara ekonomi, maka Resika pun tak tinggal diam. Ia mengambil langkah untuk memberdayakan orang-orang di sekitar ia tinggal. Resika mengajak beberapa orang tetangganya sebagai karyawan dan mengembangkan waralaba gratis untuk masyarakat yang kurang mampu. Resika juga membuka waralaba untuk kalangan menengah dan para pekerja dengan sistem berbayar. Hasil dari pendapatan waralaba berbayar ini digunakan sebagai subsidi untuk waralaba gratis.

 

Tantangan lain bagi Resika adalah ketika gelombang pandemi datang yang tentu saja memberi dampak buruk bagi industri kuliner yang ia jalankan. Tentu saja Resika tak tinggal diam dengan keadaan seperti itu. Akhirnya, ia menemukan perubahan pola belanja masyarakat dari yang awalnya offline menjadi online.  Bagi Resika menyerah pada keadaan saat itu bukanlah pilihan.

 

Mendirikan usaha yang melibatkan masyarakat luas tentu saja ada ujian yang harus dihadapi. Bagi Resika, hal yang cukup menantang adalah mengubah pola pikir masyarakat yang kurang mampu di mana sudah terbiasa untuk pasrah dan cukup menunggu bantuan datang dari pemerintah. Menurut Resika, pola pikir seperti itu akan menghambat bagi masyarakat untuk lebih sejahtera dan mandiri. Sebuah usaha yang besar dan perlu pendampingan yang tidak main-main, namun minimal bagi Resika adalah bisa mengubah pola pikir itu di kalangan yang bekerja sama dengannya. Resika juga berprinsip bahwa usaha yang ditekuninya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya tetapi juga bermanfaat untuk orang lain.

 

Usaha Resika ini tidak hanya membuahkan hasil bagi dirinya tetapi juga mengangkat kualitas perekonomian masyarakat terlebih masyarakat di sekitar ia tinggal. Prinsipnya yang kuat juga kegigihannya berjuang mengantarkan Resika menjadi salah satu penerima apresiasi SATU INDONESIA AWARD 2014 dari ASTRA.

 

Semangat Terpadu ASTRA Untuk Indonesia 

Long Distance Marriage Survival Kits

 

Rasanya, Long Distance Marriage (LDM) kali ini harus ‘dirayakan’ dan diabadikan dalam tulisan. Biasanya, LDM antar kota, antar propinsi dan paling jauh antar pulau. Saya menganggap kali ini istimewa karena LDM antar negara, alhamdulillah masih satu benua Asia. Perbedaan waktu pun hanya 2 jam, berasa WIB dan WIT gitu aja meski sudah beda musim. Saya tak pernah menyangka bahwa prosesnya akan secepat ini. Tidak menyangka juga jika tahun ini akan memulai LDM lagi.

 

Kedai Kimbab dalam Drama Extraordinary Attorney Woo ^^

 

Long story short, akhir Juli lalu suami mendapat rejeki berupa lolos beasiswa Pemerintah Korea Selatan untuk melanjutkan S2. Semua proses seakan berjalan sangat cepat termasuk packing pindahan dari Kota Palu, Sulawesi Tengah menuju Kota Ngawi, Jawa Timur. Selain urusan pindahan, segala urusan administrasi cuti, tugas belajar, perijinan ini itu dan segala administrasi dari pihak Pemerintah Korea Selatan pun juga sangat ‘palli palli’ seperti budaya di sana. Semua berjalan cepat.

 

Baca juga: Suka Duka Menjalin Hubungan Dengan Alumni STAN 

 

Akhirnya kami memutuskan untuk LDM sementara waktu karena beberapa hal penting termasuk urusan sekolah anak. Ya bisa sekolah di Korea Selatan tapi memang ada alasan khusus untuk menunda ikut pindah ke sana. Rasanya LDM antar negara gimana, sih? 😀

Yaaaaa, ternyata begini rasanya hahaha, tetap berat atau malah lebih berat. Ada saat bisa berdiri dengan waras, ada kalanya oleng-oleng dikit aja, ada kalanya ya nangis guling-guling, khusus terakhir ini bercanda 😀

 

Di sisi lain, sekali pun ada rasa sedih misal lihat ada teman yang bisa pergi bersama suami atau istri mereka, saya tetap bersyukur dengan keadaan saat ini. Saya bersyukur bisa ‘mengantar’ suami hingga bisa melanjutkan pendidikan di jenjang magister. Termasuk bisa meluaskan definisi tentang saling mendukung meski berjauhan. Hal ini pun juga nggak effortless, tetap butuh dukungan agar kami tetap bisa bertahan dengan jarak dan menjaga kesetiaan. Ciieeee…

 

Lalu, apa saja  survival kits untuk LDM yang istimewa kali ini?

 

  • Gawai

Beberapa survival kits yang kami usahakan untuk mendukung LDM kali ini adalah kami akhirnya menyamakan smartphone plus dengan menggunakan satu akun. Tujuannya agar kami bisa langsung mengakses galeri foto secara otomatis tanpa harus saling mengirim foto melalui Whatsapp atau Telegram.

 

  • Internet

Setelah menyamakan gawai, saya pun nambah router dan upgrade internet. Selain wifi, tentu saja harus siap punya jatah paket data. Keberadaan internet ini tidak hanya untuk komunikasi dengan suami tetapi untuk tetap produktif menghasilkan cuan atau nulis di blog. Iya, punya kegiatan selain bersama anak, pelaku LDM macam saya harus punya kegiatan untuk diri sendiri. Terlebih kalau itu bisa memberi kepuasaan dan makin lebih lebih lagi bisa menghasilkan cuan. Iya, nggak sih? 😀

Kan lumayan juga kalau dipakai traveling bareng anak untuk refreshing hehehe…

 

  • Buku

 

Nah, buku juga jadi salah satu survival kits untuk saya. Saat mengawasi anak yang sedang main mandiri, nyuci baju atau sebelum tidur, saya biasanya menikmati momen-momen seperti itu dengan membaca buku. Saya lebih suka buku fisik daripda ebook. Kalau bentuk fisik ada aroma kertas yang menenangkan. Membaca buku juga bisa mengurangi kecemasan atau kegalauan yang seringnya tanpa alasan.

 

  • Aplikasi Nonton Streaming

 

Selain aplikasi untuk mendukung kegiatan membaca, saya pun juga langganan beberapa aplikasi nonton streaming. Saya paling suka nonton KDrama kemudian mini series semacam Lupin, Sherlock Holmes, Blacklist, Working Mom, Kungfu Panda atau film-film Hollywood. Selama ini saya langganan di antaranya Netflix, VIU, Disney Hotstar, dan Vidio.

 

Itu dia empat LDM survival kits ala saya 😀😀

Jikalau teman-teman ada ide atau saran survival kits yang bisa ditambahkan agar tetap waras selama LDM ini. Boleh banget tinggalkan saran di kolom komentar 😀😀

Yuuk yuukkk yuukkk 😀😀

Kerja Dari Mana Saja #3: Glory Coffeenery

 

Dalam hidup, ada kalanya bertemu momen yang tidak mudah tapi ada saat di mana segala terasa mudah. Sama halnya dengan bekerja. Ada kalanya susah, ada kalanya mudah dan menyenangkan. Apalagi sekarang di era new normal setelah ada work from home. Semua pekerjaan diselesaikan di rumah atau di mana saja yang penting terhubung dengan internet dan semua kewajiban harus diselesaikan dengan baik. Kali ini Kerja Dari Mana Saja the series kembali lagi setelah lama hiatus. 🙂

 

Kisah Kerja Dari Mana Saja #3 kali ini datang dari Glory Coffeenery. Salah satu coffee café yang berada di jantung Kota Ngawi. Kota paling barat dari Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Kota Sragen, Jawa Tengah. Kalau teman-teman pernah dengar lagu “Kartonyono Medot Janji”, nah itu di Kota Ngawi. Glory Coffeenery ini terletak di lantai dua Indomaret Jalan Trunojoyo. Di sini bisa memilih tempat di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kalau saya, lebih suka bekerja dengan duduk di teras (outdoor), langsung bisa menatap langit. Apalagi kalau ke sini saat sore menjemput senja gitu. Aduhai sekali melankolisnya 😀

 

Kafe yang mengusung semangat life with glory ini menurut saya nyaman untuk dijadikan tempat kerja sekaligus bikin semangat ngeruk recehan hahaha… 😀 Selain itu, teamwork-nya memang masih muda-muda, jadi terasa semangatnya juga. Ngaruh kan ya?

 

 

Di Glory Coffeenery ini, saya suka dengan hot coffee latte terlebih cara menyajiannya si gula dibuat terpisah tanpa request sebelumnya. Untuk yang saya yang pengen defisit kalori tapi angin-anginan alias sering khilaf, jadi merasa diberi pilihan di depan meja ‘oke, tanpa campur gula’ gitu kira-kira. 😀 Selain minuman based on coffee, saya tetap suka teh-tehan yaitu Lychee Tea. Nah, enaknya lagi, biasanya setelah kerja di mana otak diperas biasanya perut harus terima asupan kan ya? Di Glory Coffeenery juga menyediakan menu makan berat dan camilan dengan pilihan yang beragam. Beberapa waktu lalu, saya sempat memesan Rice Bowl Beef Blackpaper. Bayangan saya, ya namanya rice bowl ya disajikan dalam porsi kecil ternyata oh ternyata porsinya cukup besar untuk saya dengan rasa yang enak plus telur mata sapi dan harga terjangkau. Terlebih waktu saya memesannya saat ada promo diskon 17 belasan. Gimana nggak makin worth to eat. 😀 Sedangkan untuk camilan, saya pernah memesan mix dimsum. Satu porsi berisi empat dimsum beragam rasa seperti namanya mix dimsum. Ada dimsum ranjau (pedas), seafood, ayam, dan satu lagi mirip choipan. Kalau saya sih udah bisa kenyang dengan empat dimsum itu plus segelas Lychee Tea.

 

 

Ngomong-ngomong tentang fasilitas, kenapa nyaman bekerja dari Glory Coffeenery ini tidak lepas dari ketersediaan jaringan wifi. Aksesnya cepat, tempat nyaman dan bersih. Akses wastafel mudah dijangkau dan toilet pun juga tersedia. Kalau ke sini malam hari, suasananya mendadak romantis karena setting lampu-lampunya. Selain untuk kerja, bisa juga dijadikan untuk tempat reuni atau ketemuan dengan teman lama atau sama mantan juga boleh hahaha, becanda boleh ya? 😀

 

Lebih lengkap, boleh banget berkunjung dulu ke Instagram Glory Coffeenery, informasinya lengkap termasuk menu beserta info harganya. Selain itu, ada info live music juga. Setelah dari sini, jika teman-teman penasaran dengan seri ‘Kerja Dari Mana saja’ bisa langsung klik di sini 🙂 Bocorannya, seri kedua berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah. ^^

Jadi, mau seberat apa pun pekerjaannya, jangan lupa ngopi dan menikmatinya. Sampai jumpa di seri berikutnya…