Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Book Shop Tour di Kota Madiun

Book Shop Tour di Madiun

Book Shop Tour di Madiun

Naik bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) adalah satu dari bucket list di tahun 2023 yang akhirnya sudah saya coret. Receh ya teman-teman, cuma naik bus doang 😀 Saya memasukkannya ke bucket list 2023 karena memang sudah sangat lama tidak naik bus AKAP. Memang lebih ke arah kangen, sih, sekaligus nostalgia jaman SMA di Solo dan kuliah di Jogja selalu jadi penumpang setia bus AKAP Mira dan Sugeng Rahayu atau Sumber Selamat (dulu, namanya Sumber Kencono).

Book Shop Tour di Madiun
Berangkat ke Madiun naik Bus Mira, pulang ke Ngawi naik Bus Sumber Selamat. Lengkap 😀 | Dok. Pribadi.

Senin lalu, saya memutuskan naik bus AKAP ke kota tetangga, Madiun. Cukup 1 jam sekali perjalanan dari Ngawi. Pulang pergi total 2 jam dan itu bahagianya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata :-D. Checklist naik bus AKAP ini juga akhirnya saya barengi dengan book shop tour di Madiun. Iya, ngada-ngadain acara book shop tour gitu biar  gabutnya nggak kebangetan, hehe…

Book Shop Tour di Madiun
Salah satu sudut Kota Madiun. Ini berada di sebrang Plaza Madiun. | Dok. Pribadi.

Akhirnya saya memutuskan pergi ke dua toko buku yang ada di Madiun. Sekalian jalan, sekalian me-time. 🙂

TOGAMAS

Book shop pertama yang saya tuju adalah Toko Buku TOGAMAS. Pasti sudah sangat familiar juga kan, teman-teman? Toko buku yang memberikan diskon selamanya ini juga toko buku favorit saya sejak kuliah di Jogja. Toko buku yang beralamat di Jalan Biliton no. 27 ini berada di area ruko, terdiri dari dua lantai. Koleksi bukunya pun juga menurut saya cukup up to date. Tentu saja ada diskon yang meresahkan dompet dan kartu debit 😀

Book Shop Tour di Madiun
Salah satu sudut Togamas Madiun di lantai 2. | Dok. Pribadi.

Saat saya ke sana di Hari Senin cukup tenang karena ya pas jam sekolah dan jam kerja juga. Toko buku yang nyaris hadap-hadapan dengan SMAN 2 Madiun ini memiliki koleksi komik dan buku-buku young adult berbagai pilihan dari beberapa penerbit. Selain itu, Togamas Madiun juga menyediakan buku-buku agama, buku anak, buku-buku sekolah dan banyak pilihan alat tulis. Togamas ini adalah salah satu toko buku yang saya rindukan saat saya tinggal di Kota Palu.

GRAMEDIA

Hmm, toko buku satu ini juga tidak kalah famous di mata saya dan teman-teman, bukan? Bahkan saat tinggal di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Gramedia juga ada di sana. Saya bersyukur dan bahagia Gramedia dapat saya kunjungi di Kota Madiun. Ya, jika di Kota Madiun tidak ada, maka Gramedia terdekat berada di Kota Solo, butuh 1,5 jam perjalanan via toll atau 2 jam via non toll.

Book Shop Tour di Madiun
Salah satu sudut Gramedia Madiun. Agustus lalu, di ujung itu ada jendela kaca yang besar. | Dok. Pribadi.

Sebenarnya saya agak sedih saat tiba di Gramedia Plaza Madiun karena ruangnya menyempit. Ketika saya tanya kepada pegawainya karena sedang ada renovasi. Semoga nanti ketika ke sana lagi sudah kembali seperti semula. Agustus 2022 terakhir ke sana, Gramedia Madiun masih dengan ruangan yang luas dan spot favorit saya adalah rak-rak novel dan buku anak yang dekat dengan jendela kaca yang besar, terlebih Gramedia terletak di lantai teratas Plaza Madiun. Sambil pilih buku, buka-buka buku bisa sambil lihat keluar atau bisa sambil bengong-bengong gitu.

Soal pilihan buku, Gramedia layaknya raja. Pilihan bukunya banyak terlebih buku-buku dari Penerbit Gramedia sendiri dengan lini-lininya sangat banyak jumlahnya. Kualitasnya juga tak perlu diragukan. Hanya saja, pembelian langsung di toko  memang tidak ada diskon tapi masih bisa mengumpulkan poin melalui myvalue. Di toko ini juga tidak hanya buku yang disediakan, ada bermacam-macam alat tulis, tas, pernak pernik, mainan bahkan saya pun menjumpai produk Al Qolam berupa boneka Hafidz Doll dan lain-lainnya lengkap ada di sana. Rasanya, selain tempat kuliner, toko buku adalah tempat yang rasanya wajib ditemukan ketika saya berpindah kota.

 

Hasil Book Shop Tour

Book Shop Tour di Madiun
Hasil buruan Book Shop Tour di Madiun. | Dok. Pribadi.

Saya membawa pulang 5 buku dari dua toko buku yang saya kunjungi. Lima buku yang setara dengan jumlah buku fisik yang saya baca di Bulan Januari belum termasuk tiga ebook yang saya baca di Kindle. Berharap tidak berlebihan sih saat membelinya, hehehe… Selain buku, saya juga membeli tiga pulpen warna dan dua textliner merk stabilo. 😀 Tak hanya buku, pulpen, dan stabilo, tentu saja saya membawa rasa bahagia, checklist naik bus AKAP dan jalan-jalan ke toko, mencium aroma toko buku, memilih dan pegang-pegang buku. Udah, itu rasanya sungguh membahagiakan 😀

Book Shop Tour di Madiun
Book Shop Tour sendiri dan nggak terbiasa foto selfie, jadi hanya punya foto kaki 😀 | Dok. Pribadi.

Selain dua toko di atas, sebenarnya saya juga mencari indie book shop di Kota Madiun tetapi belum menemukannya. Jika teman-teman punya rekomendasi, boleh langsung infokan di kolom komentar yaa 🙂

Baca juga: Jendela Buku, Toko Buku Favorit di Salatiga.

Menikmati Akhir Pekan di Adilah Garden Kota Palu

Adilah Garden Kota Palu

Adilah Garden Kota Palu

Di sekitar Kota Palu banyak tempat makan dengan konsep taman yang menyuguhkan pemandangan alam terbuka sembari pengunjung menikmati hidangan. Hal ini karena wilayah sekitar kota Palu yang tidak terlalu padat penduduk dan masih banyak lahan kosong, sehingga dimaksimalkan oleh pengusaha untuk membangun rumah makan dengan konsep seperti ini.

Adilah Garden Kota Palu
Jajaran kaktus hias di bagian depan saat pertama kali masuk ke Adilah Garden. | Dok. Pribadi.

Salah satu yang pernah saya kunjungi adalah Rumah Makan Adilah Garden, yang merupakan rumah makan berkonsep kebun dengan beberapa pilihan suasana berupa saung, indoor, atau outdoor menikmati makan di tengah taman. Adilah Garden memiliki taman dengan banyak ragam tanaman hias yang semuanya terawat dengan baik. Selain itu, juga terdapat sisi kebun binatang mini yang cocok untuk belajar anak-anak mengenal binatang. Setelah itu, terdapat kolam ikan yang luas dan kolam ikan kecil yang di tengahnya terdapat hiasan air mancur. Di sekitar kolam besar terdapat saung-saung yang bisa kita pilih untuk menikmati waktu bersama teman atau keluarga.

Adilah Garden Kota Palu
Tempat makan dengan meja kursi, outdoor, bagian ini berada di bagian tengah dari Adilah Garden. | Dok. Pribadi.
Adilah Garden Kota Palu
Area budidaya tanaman hias di Adilah Garden, Kota Palu. | Dok. Pribadi.

Saya pikir, Adilah Garden ini adalah tempat yang cocok untuk menghilangkan penat dan mengisi energi bersama keluarga atau bersama teman-teman. Saat menunggu pesanan datang, saya juga tidak merasa bosan karena bisa berkeliling di Adilah Garden yang menurut saya tempatnya luas ditambah dengan pemandangan deretan bukit-bukit.

Adilah Garden Kota Palu
Salah satu sudut area bermain di Adilah Garden. | Dok. Pribadi

Fasilitas yang lengkap dan menarik

Ada beberapa fasilitas yang ditawarkan di Adilah Garden berupa area olahraga dan tempat bermain untuk anak. Fasilitas olahraga yang ditawarkan ada gateball, area panahan, dan lokasi paintball. Selain terdapat area bermain dan olahraga, lokasi ini juga terdapat kolam ikan dan beberapa hewan yang dibentuk seperti kebun binatang mini seperti angsa, ayam kalkun, burung, kura-kura, dan kelinci.

Adilah Garden Kota Palu
Area bermain untuk anak-anak di Adilah Garden, Kota Palu. | Dok. Pribadi.

Sangat cocok sekali mengajak anak-anak untuk bermain dan sejenak melepas penat rutinitas sehari-hari. Tentu anak-anak akan betah berlama-lama di sini.  Termasuk Bilgi, anak saya pun juga susah diajak pulang ketika saya memintanya menyudahi bermain di Adilah Garden.

Adilah Garden Kota Palu
Area panahan di Adilah Garden, Kota Palu. | Dok. Pribadi.
Adilah Garden Kota Palu
Salah satu kelinci yang ada di Adilah Garden. Salah satu sisi yang dibuat seperti kebun binatang mini. | Dok. Pribadi.

Teman-teman juga bisa menyewa lahan di bagian tengah Adilah Garden untuk berbagai macam kegiatan, bisa gathering kantor, outbond, camping, bahkan untuk pernikahan dengan fasilitas sound system lengkap. Saat saya menghabiskan akhir pekan saya di Adilah Garden juga sedang berlangsung gathering sebuah kantor dengan konsep garden party tapi tidak benar-benar tidak mengganggu suasana. Memang jarak antar bagian juga lumayan, saat itu saya memilih tempat di area saung depan kolam ikan.

Adilah Garden Kota Palu
Area saung dengan pemandangan kolam ikan. | Dok. Pribadi.
Adilah Garden Kota Palu
Dok. Pribadi
Adilah Garden Kota Palu
Dok. Pribadi

Ketika berkunjung kesini tahun 2021, di bagian belakang sedang dalam pembangunan semacam pondok-pondok yang kemungkinan akan disewakan untuk tamu yang berminat untuk menginap. Oh ya, jika teman-teman akan berkunjung ke Adilah Garden, sebaiknya jangan berkunjung di Hari Senin karena tutup. Jam operasional ada di Hari Selasa hingga Minggu pukul 10.00-17.00 WITA.

Adilaj Garden Kota Palu
Ini adalah bagian belakang dari Adilah Garden. Pada waktu itu sudah ada 3 atau 4 kamar penginapan tetapi masih dalam tahap pembangunan. Mungkin tahun ini sudah dibuka untuk menginap. Atap hijau yang terlihat itu adalah kamar penginapan yang sedang dibangun. | Dok. Pribadi

Lokasi

Lokasi tempat makan ini agak di pinggir kota Palu namun masih sangat terjangkau. Tepatnya di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. Jika teman-teman memulai perjalanan dari Kota Palu lebih tepatnya dari Lapangan Vatulemo, ambil arah ke Jalan Veteran, kemudian belok kanan ke Jalan Bulu Masomba, lurus sampai menemukan Jalan Gn. Bulili, kemudian belok kiri di Jalan Vatunonju I dan masih lurus terus hingga sampai di Adilah Garden. Kalau bingung bisa menggunakan fasilitas Google Maps, tinggal ketik saja “Adilah Garden”. Jangan khawatir jika G-Map membawa teman-teman melewati jalan kecil yang sepi dengan kanan kiri masih penuh dengan tanaman seperti masuk ke area hutan. Karena itu, area Adilah Garden masih sangat sejuk dan tenang.

Harga

Tidak ada biaya masuk ke tempat ini, hanya perlu menyiapkan uang parkir saja dan tentu saja uang untuk membeli makanan :-D. Ada beberapa menu yang ditawarkan, yaitu nasi goreng, ayam goreng dan bakar, mie goreng, lalampa, dan yang paling saya suka ikan bakar. Oh ya, Adilah Garden juga menyediakan beberapa pilihan menu minuman. Saya sudah lupa harganya :-D, tapi tenang saja, harganya standar Kota Palu, tidak terlalu mahal, dibanding dengan fasilitas yang ada.

Adilah Garden Kota Palu
Sebagian hidangan dari menu yang saya pesan saat itu. | Dok. Pribadi

Untuk mencoba arena bermain dan olahraga, di area memanah pengunjung hanya membayar Rp 7.000,00 untuk lima kali memanah. Untuk bermain paintball ini perlu terlebih dahulu berlatih sebentar dengan instruktur, setelah itu baru berpindah ke area ‘medan perang’. Untuk bermain paintball sendiri pengunjung cukup membayar Rp 650.000,00 hingga Rp 1.000.000,00 untuk satu tim berjumlah 10 orang.

Menurut teman-teman, apakah cukup menarik untuk menikmati akhir pekan di Adilah Garden? 🙂

 

Baca juga: Villa Bukit Indah dan Tempat-Tempat untuk Menikmati Kota Palu. ^^

Memori Manis Makan di Atas Kapal Pinisi La Toratima Sigi

Resto La Toratima Sigi

Resto La Toratima Sigi

Menikmati makanan yang enak bersama pasangan dan anak di atas kapal pinisi tetapi dinikmati di Kota Sigi? Apakah mungkin ya teman-teman? 🙂 Kabupaten Sigi adalah salah satu kabupaten yang berada di Sulawesi Tengah yang jika kita membuka peta maka akan didapati bahwa kota ini tidak berbatasan langsung dengan laut. Di Sigi akan lebih banyak dijumpai rangkaian pegunungan. Kalau nggak ada pantai atau laut, bagaimana caranya makan di atas kapal pinisi? Itulah pertanyaan awal saya saat mendengar bahwa akan diajak makan di atas kapal 😀

Heston Blumenthal mengatakan bahwa baginya makanan adalah tentang momen, kesempatan, lokasi, teman-teman serta tentang rasa. Yap, rasa-rasanya kata Heston Blumenthal itu mewakili resto ini. La Toratima namanya dan benar-benar bisa menikmati hidangan yang enak di atas kapal pinisi. Kapal pinisi sendiri merupakan sebutan untuk kapal yang menggunakan sistem layar, tiang dan jenis tali.

Resto La Toratima Sigi
Pemandangan Kapal yang berada di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Resto yang terletak di Jalan Lando, Kalukubula ini memberi kesempatan kepada para pengunjung untuk menikmati hidangan mereka di atas kapal. La Toratima menawarkan masakan tradisional nusantara dengan rasa yang menurut saya enak. Resto yang berada di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi ini juga memberi pemandangan yang indah bahkan untuk sunset hunter sangat cocok menghabiskan waktu senja di sini karena La Toratima melayani pengunjung hingga pukul 10 malam dari jam 10 pagi. Selain bisa menjumpai kapal yang besar pun pengunjung disuguhi area taman dan kolam yang luas. Tak hanya itu, saat saya berkeliling bisa saya jadikan kesempatan belajar bagi anak mengenal beberapa nama buah-buahan diantaranya buah tin, manga, jambu air, papaya, sawo dan lain-lain.

Menu di La Toratima

Resto yang berdiri dengan sentuhan tradisional ini memiliki menu makanan khas tradisional, diantaranya ikan nila bakar dan goreng, mujair bakar dan goreng, ca kangkung, Palumara, Kaledo dengan Sop Ubi Makassar serta aneka minuman seperti es the, jeruk serta aneka macam jus. Nah, ada pula menu khas yaitu ayam panggang La Toratima yang harus dipesan sehari sebelumnya.

Resto La Toratima Sigi
Menu yang kami pesan di La Toratima. Seadanya sekali karena itu pun nyaris lupa untuk ambil foto 😀 | Dok. Pribadi

Bagi saya menemukan resto dengan menu ikan air tawar adalah sebuah kemewahan tersendiri. Rata-rata yang sering saya jumpai aneka masakan dengan olahan ikan laut terlebih di Kota Palu. Lele saja saat dinikmati di Kota Palu jadi spesial karena nggak sebanyak di Jawa dan dari segi harga pun juga lebih mahal. Nah, apalagi kalau ketemu ikan nila dan mujair, mewahnya bukan main. Rasanya pun, ikan bakar yang saya pesan di La Toratima juga tidak ada aroma tanah, bumbunya pas dan sambalnya pun mantab.

Resto La Toratima Sigi
Melihat proses menangkap ikan secara langsung di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Di La Toratima, ikan mujair dan ikan nila ini diambil langsung dari kolam ketika ada penasan masuk dari pengunjung yang baru datang. Para pengunjung khususnya anak-anak akan disuguhi pemandangan menangkap ikan di kolam dengan jarring yang besar dan mereka memberi kesempatan untuk memberi makan ikan di kolam. Jadi memang proses memasaknya membutuhkan waktu yang agak lama. Saat menunggu hidangan yang dipesan siap, pengunjung diberi kebebasan untuk explore La Toratima. Itulah salah satu tujuan pemilik La Toratima mendirikan resto ini yaitu memberi kesempatan untuk melepas penat dengan menikmati alam yang ditawarkan di La Toratima. Oh ya, depan La Toratima ini ada hamparan sawah yang luas dan memang letaknya tidak langsung di pinggir jalan beraspal. Sentuhan pedesaannya pun masih terasa.

Resto La Toratima Sigi
Memberi makan ikan. | Dok. Pribadi.

Fasilitas di La Toratima

Resto La Toratima Sigi
Salah satu saung di atas kolam, berada di bagian tengah La Toratima. | Dok. Pribadi.
Resto La Toratima Sigi
Penampakan lantai pertama kapal di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Fasilitas sebuah resto tentu saja yang utama adalah tempat menikmati hidangan yang ada di resto yang kita tuju. La Toratima memberi banyak pilihan pada saya sebagai pengunjung saat ke sana. Saya diberi banyak pilihan yaitu di atas kapal pinisi yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dengan suasana meja makan dan kursi yang ditata dengan rapi sedangkan di lantai dua saya jumpai suasana lesehan. Selain di atas kapal, ada juga saung-saung. Saung yang berada di atas kolam maupun saung di tengah taman yang berada paling dekat dengan gerbang masuk La Toratima.

Resto La Toratima Sigi
Musola apung di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Fasilitas lain seperti toilet juga tersedia dalam keadaan bersih serta musola apung yang lega dan nyaman untuk melaksanakan salat saat waktu beribadah tiba. Hal yang tak kalah penting adalah fasilitas tempat parkir kendaraan yang luas. Soal parkir saya juga merasa tenang saat berkunjung ke sana. Meskipun tempatnya mengusung konsep pedesaan, La Toratima tetap menyediakan wifi dan pembayarannya pun tidak hanya secara tunai. Pihak La Toratima menyediakan pembayaran debit bahkan bisa juga secara transfer.

Bagaimana teman-teman, tertarik makan di atas kapal pinisi? Jangan lupa ke La Toratima Sigi jika teman-teman sedang berada di Kota Palu. Jarak antara Kota Palu ke La Toratima ini hanya sekitar 25 menit sampai 30 menit dengan berkendara secara santai. 🙂

Lebih cocok lagi, mampir makan di La Toratima dalam keadaan setelah tracking dari Air Terjun Wera Sigi. ^^

Naik-Naik ke Air Terjun Wera di Kabupaten Sigi

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi…tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara a-a..”

Teman-teman tentu masih ingat dengan potongan lirik lagu itu bukan? Saya menyenandungkannya sepanjang perjalanan di mana pemandangan di depan mata ada gunung dengan nuansa hijau yang menenangkan. Dari rumah, suami hanya berpesan agar saya memakai sandal yang mudah dilepas dan nyaman. Ketika saya sadar, perjalanan kami telah keluar dari Kota Palu, saya pun makin penasaran akan dibawa ke mana.

Air Terjun Wera Sigi
Jalan menuju jembatan yang merupakan titik awal perjalanan ke Air Terjun Wera. | Dok. Pribadi

“Ke air terjun itu”, katanya sambil menunjuk ke arah air terjun yang terlihat masih begitu jauh. Bayangan saya selama sisa perjalanan, air terjun tujuan kami ini layaknya air terjun Tawangmangu di mana aksesnya mudah dan tetap bisa ‘jalan-jalan cantik’ atau ‘foto-foto cantik ala model’ 😀

Air Terjun Wera Sigi
Foto ini diambil di atas jembatan yang merupakan titik awal menuju air terjun. | Dok. Pribadi

Perjalanan sekitar 30 menit dari Kota Palu berakhir, kami parkir dan memulai perjalanan menuju air terjun yang bernama Air Terjun Wera. Tak perlu waktu lama, akhirnya saya buru-buru membuang segala ekspektasi tadi karena saat memasuki wilayah Air Terjun Wera ini masih sangat alami. Dari parkiran masuk ke area awal melalui jalan kecil dan turun melalui tangga alami dari akar pohon yang dibuat undak-undakan. Melewati jembatan, sungguh pemandangannya sangat bagus. Ada jalan paving dari batu alam yang dibuat rapi memudahkan untuk berjalan. Sepanjang jalan, ada sungai berbatu di sisi kiri dengan deru suaranya yang riuh. Sungai ini membelah hutan yang akan jadi teman perjalanan menuju Air Terjun Wera.

Air Terjun Wera Sigi
Terdapat pohon yang berukuran besar dan suasana yang sangat alami. | Dok. Pribadi.
Air Terjun Wera Sigi
Jalannya ramah 😀 | Dok. Pribadi.

Saya berjalan sebentar dengan jalan paving halus dan di bagian yang mulai menanjak, di sisi kiri terdapat semacam pagar untuk pegangan. Saya pikir, oke, termasuk ramah kalau aksesnya seperti ini, batin saya waktu. Hingga akhirnya, saya tiba di ujung di mana ada batu besar dan di baliknya adalah jalan terjal yang harus ditempuh untuk sampai Air Terjun Wera 😀

Air Terjun Wera Sigi
Mulai menggunakan mode tracking-hiking 😀 | Dok. Pribadi
Air Terjun Wera Sigi
Mulai mode gendong juga 😀 | Dok. Pribadi

Saya harus melepas sandal karena harus masuk sungai untuk menyebrang, lalu naik, naik, naik lagi, terus sambil tetap waspada dan memilah mana pijakan yang kuat untuk saya pijak selanjutnya, memastikan pijakan berikutnya aman. Perjalanan di area yang masih sangat alami ini ternyata lebih panjang daripada jalan paving sebelumnya 😀 Jadilah saya tracking-hiking untuk mencapai air terjun. Kegiatan tracking-hiking di bagian ini menantang wisatan  karena terdapat bebatuan terjal dan membuat beberapa titik jalur menyempit.

Air Terjun Wera Sigi
Momen menyeberangi sungai. | Dok. Pribadi

Selama perjalanan saya sudah tidak berpikir untuk bisa foto-foto cantik ala model tapi lebih kepada gimana nanti turunnya :-D, semoga pemandangan di depan sana sepadan dengan perjalanannya. Meski harus tracking-hiking, naik-naik, ternyata anak kami yang usia 3 tahun jauh lebih menikmatinya meski sekali dua kali dia minta gendong. Selama perjalanan naik ini kami hanya dua kali berpapasan dengan kelompok pemuda-pemudi yang baru saja turun dari air terjun.

Air Terjun Wera Sigi
Tracking-Hiking ke Air Terjun Wera ini semakin asik dengan kerja sama gantian gendong seperti ini 😀 | Dok. Pribadi

Sampai Puncak, Melihat Pesona Air Terjun Wera

Sungguh, segala peluh terbayar saat melihat air terjun yang indah, yang dikelilingi pohon-pohon dan tumbuhan-tumbuhan lain dengan warna hijau menawan. Air terjun yang terletak di Desa Balumpewa, Dolo Barat, Kabupaten Sigi ini dapat dinikmati keindahannya dari dua tempat atau dua sudut pandang, bagian atas dan bagian bawah air terjun yang lebih landai. Saat itu, saya menikmatinya di bagian atas, sudah tak sanggup lagi jalan ke bawah 😀

Air Terjun Wera Sigi
Air Terjun Wera dari sisi atas. | Dok. Pribadi.

Bagi pengunjung, selain menikmati keindahan alam dan setelah uji adrenalin, kurang rasanya jika tak berfoto ria atau setidaknya mengabadikan momen indah Air Terjun Wera. Selain keindahan air terjun, kawasan yang akhirnya saya tahu bahwa ini adalah kawasan hutan lindung makanya keadaannya sangat alami termasuk aksesnya. Suara-suara burung dan serangga terdengar jelas, karena itu memang setiap sudutnya harus diabadikan. Apalagi Air Terjun Wera ini berada di kawasan hutan lindung  di mana pepohonan tua berukuran besar yang bagi saya sendiri jarang saya jumpai.

Fasilitas di Kawasan Air Terjun Wera

Saat saya ke sana, sekitar awal Maret 2021, ternyata sudah dua tahun (dan baru saya tulis di tahun 2023, sungguh terlalu :-D), tidak ada fasilitas berupa toilet atau kamar ganti. Tidak ada musola atau warung makan. Saat itu tarif parkirnya pun sangat murah, Rp 5.000,00 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Masih sangat terjangkau kan? Di area parkir ini ada dua kedai kecil yang dikelola perorangan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Waktu yang disarankan saat ke Air Terjun Wera adalah saat musim kemarau karena saat musim penghujan dikhawatirkan debit air meningkat mengingat untuk sampai ke air terjun harus menyebrangi sungai secara langsung (masuk ke dalam sungai). Memakai alas kaki yang nyaman dan simpel yang mudah dilepas jika tidak nyaman menggunakan alas kaki basah. Membawa makanan dan minuman secukupnya agar perjalanan tracking-hiking lebih ringan. Selain itu, harus tetap memperhatikan keamanan diri dan bawaan seperti kamera atau telepon genggam. Tak lupa yang juga sangat penting, jika pergi ke Air Terjun Wera bersama anak usia di bawah 5 tahun harus diawasi dengan maksimal dan sebaik mungkin. Tak hanya waspada kepada diri sendiri dan barang bawaan, tentu saja kita harus tetap menjaga kebersihan, sisa bungkus jajan harus kita bawa turun dan buang di tempat sampah karena alam yang cantik ini harus benar-benar kita jaga. Setelah puas treking di Air Terjun Wera, Teman-Teman bisa langsung makan siang sembari istirahat di La Toratima, Sigi.

Gimana teman-teman, siap uji adrenalin di Air Terjun Wera? 🙂

Baca juga: Keindahan Air Terjun Saluopa di Tentena, Poso.

Jajanan Khas yang Harus Dicicipi Saat Berkunjung ke Kota Palu

Jajanan Khas Kota Palu

Jajanan Khas Kota Palu

 

Jonathan Safran Foer pernah menuliskan ‘food is culture, habit ,craving and identity’ dan di saat saya membacanya saya pun membenarkan. Kuliner di suatu daerah atau kota akan menjadi sebuah identitas sekaligus simbol budaya. Saat awal-awal tinggal di Kota Palu, hal yang saya cari pertama kali adalah soal makanannya beserta jajanannya. Rumah belum menjadi ‘rumah’ jika belum terisi dengan makanan. Saya menjadikan sebuah kota yang baru menjadi ‘rumah’ ya lewat makanannya itu 😀

Kota Palu
Pasha Ungu saat menjabat wakil walikota Palu. | Dok. Pribadi.

 

Seperti kota-kota lain, saya percaya pasti akan memiliki kekayaan kuliner, entah dari makanannya, kudapannya hingga minumannya. Termasuk juga Kota Palu, di awal 2021 yang terasa begitu asing kecuali spanduk yang terpasang di kantor walikota Palu, gambar Pasha Ungu pakai seragam korpri waktu itu, hehe…
Saya sedikit demi sedikit mencari tahu tentang kota ini dari jajanannya. Menurut saya, ada beberapa jajanan yang harus dicicipi jika sedang di Kota Palu, terlebih jika baru pertama kali ke Kota Palu.

 

Lalampa

Jajanan Khas Kota Palu Lalampa
Lokasi di Jalan Veteran, dekat toko grosir telur dan showroom Edison. | Dok. Pribadi.

 

Jajanan ini kalau di Jawa seperti kue lemper, bedanya adalah lalampa ini berisi ikan yang dimasak pedas. Biasanya ikan yang digunakan jenis cakalang, tuna atau tongkol. Lalu dibungkus dengan daun pisang. Setelah sempurna bungkusannya, dilumuri dengan minyak sayur atau minyak kelapa lanjut dibakar. Lalampa ini dinikmati selagi hangat. Kalau saya, beli di mana pun sama enaknya 😀 tapi memang dari sekian tempat yang jual lalampa, paling enak lalampa di pojok pertigaan Toboli, ke arah Parigi Moutong setelah melewati Kebun Kopi. Nah, dari segi ukuran, kalau lemper ukurannya bisa padat berisi sedangkan lalampa ukurannya kecil (langsing) dan saya makan satu rasanya kurang. 😀

Jajanan Khas Kota Palu Lalampa
Lalampa Toboli. | Dok. Pribadi

 

Panada

Kue ini, menurut saya yang nggak pintar dalam hal masak dan baking, adonannya mirip seperti donat tapi nggak bolong. Bentuknya setengah lingkaran dengan bagian pinggir diuntir-untir dan bagian dalam ada isiannya. Nah, isiannya ini juga bervariasi. Ada yang isian berupa ikan, lobak dan so’on. Ada juga yang isiannya ikan dan bihun. Rasa panada ini manis, gurih, dan pedas. Jika isiannya tidak dimasak pedas ya hanya manis dan gurih. Favorit saya sekaligus jarak mendapatkannya dekat adalah panada di A.M Kopi. ^^

Panada A.M Kopi
Panada yang saya beli di A.M Kopi. | Dok. Pribadi.

Baroncong

Jajanan Khas Kota Palu Baroncong
Proses pembuatan Baroncong. Berada di perempatan Jalan Garuda-Jalan Maleo. | Dok. Pribadi.

 

Kue satu ini paling enak dinikmati saat pagi sebagai teman minum teh atau minum kopi. Sekilas, baroncong ini mirip pukis karena memang dimasak dicetakan kue pukis tapi dari segi adonannya berbeda. Baroncong ini rasanya manis legit tapi nggak bikin eneg. Di dalamnya terdapat serutan kelapa muda. Ah, kue ini ngangenin!

Jajanan Khas Kota Palu Baroncong
Kue Baroncong | Dok. Pribadi.

Putu

Jangan dibayangkan kue ini rasanya manis seperti yang saya lakukan saat pertama kali di Kota Palu. Saya mengikuti feed obrolah netizen tentang kue ini beserta rekomendasi tempat yang mereka sebutkan. Salah satu netizen menuliskan sebuah tempat yang ternyata dekat rumah. Tanpa pikir panjang, keesokan hari, pagi-pagi sekali saya bergegas membeli dengan bayangan kue putu yang gurih manis. 😀

Jajanan Khas Kota Palu Putu
Putu Kota Palu. | Dok. Pribadi

 

Ternyata kue ini berbeda dengan putu yang biasa saya makan. Putu di Kota Palu ini dari ketan dicampur kelapa muda dan dinikmati dengan duo. Ap aitu duo? Nah, duo ini enak banget, semacam ikan kecil-kecil atau seperti ebi segar dimasak dengan tomat dan cabai (tapi bukan seperti sambal tomat). Enak lagi kalau makan ini saat Minggu pagi di Kampung Nelayan sambil menikmati ombak Teluk Palu dengan pemandangan Gunung Nokilalaki.

 

Jepa’

Jajanan Khas Kota Palu Jepa'
Proses pembuatan jepa’ dengan cara ditindih bergantian dengan tembikar panas. Di foto ini ada dua tembikar yang dipakai untuk proses pembuatan jepa’. | Dok. Pribadi.

 

Dari tampilannya saat pertama kali melihat saya langsung suka padahal belum mencoba, baru lihat proses masaknya 😀 Jepa’ ini terbuat dari tepung sagu dimasak di atas tembikar tanpa minyak. Biasanya, isi jepa’ adalah ikan suwir yang dimasak pedas atau taburan gula merah. Jajanan ini pun mudah didapatkan. Spot favorit saya menikmati jepa’ ini di anjungan pantai Talise. Makan jepa’ sore-sore sambil nunggu sunset dengan deburan ombak Teluk Palu dan pemandangan Gunung Nokilalaki. Bisa juga menikmati jepa’ di kafe jepa’ di tengah kota. Di kafe itu bisa menikmati juga surabi dan nasi kuning khas Kota Palu.

Jajanan Khas Kota Palu
Menikmati jepa’ di Pantai Talise, Teluk Palu. | Dok. Pribadi

 

Selain lima jajanan di atas, masih ada jajanan-jajanan baru yang membuat saya jatuh cinta dengan Kota Palu. Tulisan ini sepertinya akan lanjutan bagian keduanya, sih. 😀 Dari kelima jajanan ini, adakah yang membuat teman-teman penasaran tertarik untuk mencoba? Jajanan apa?
Yuk, berbagi di kolom komentar 🙂

 

Baca juga: Tempat Ngopi di Sekitar Kantor Walikota Palu.

Rekomendasi Tempat Ngopi di Sekitar Kantor Walikota Palu

 

Sejak resmi menikah dan berumah tangga, saya dan suami termasuk pasangan nomaden alias rajin pindah dari satu propinsi ke propinsi lain di Indonesia. Biasanya setiap 2 atau 3 tahun, saya harus siap melow saat berkemas barang-barang yang harus dikirim ke tempat tinggal baru sesaat suami menerima SK mutasi.

Ya mudah nggak mudah, sedih nggak sedih tiap pindahan. Tetap ada senangnya kok. Sedihnya ya pasti saat terakhir menjelang pindah dan adaptasi pertama saat tiba di kota yang baru. Nobody is fully happy all the time, but similarly, nobody is fully unhappy all the time, either. Iya kan? 🙂

Di tempat yang baru, salah satu kegiatan menyenangkan selain kuliner, bagi saya adalah menemukan tempat kopi di kota yang baru saja saya jajaki. Saya cenderung tertarik pada kedai atau tempat ngopi ‘lokal’. Maksud saya, kedai kopi yang dikelola oleh perorangan setempat atau kedai kopi yang bukan brand nasional apalagi internasional gitu deh…

Termasuk tempat ngopi dengan suasana baru yang saya temui di Kota Palu khususnya yang dekat dengan tempat tinggal saya. Saat berada di Kota Palu, saya tinggal di sebuah komplek perumahan yang lokasinya dekat dengan Kantor Walikota Palu di mana jaraknya kurang dari 750 meter.

Nah, ada lima rekomendasi tempat ngopi di sekitar Kantor Walikota Palu yang menjadi langganan saya selama dua tahun tinggal di sana.

 

Ruang Koffie

Ruang Koffie ini berada tepat di belakang gedung Kantor Walikota Palu, tepatnya di Jalan Balai Kota Timur no.1. Di kedai ini saya suka dengan menu kopi Americano. Cita rasanya ada rasa asam aroma lemon padahal kata baristanya tanpa ada tambahan lemon ditambah pahitnya itu kuat. Saya menyukai perpaduan asam dan pahitnya. Ruang Koffie ini memiliki dua area, outdoor dan indoor. Kedai yang terletak satu deret dengan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Palu ini juga menyediakan minuman non kopi serta aneka kudapan. Cocok untuk catch up dengan teman atau kerja dari mana saja.

 

Ruang Koffie di Jalan Balaikota Timur, Kota Palu.

 

M Corner Street

Geser beberapa meter, ada tempat ngopi asik bernama M Corner Street. Kedai ini ada pertengahan 2021, seingat saya…hehe. Kedai yang terletak di pojok perempatan Jalan Nuri dan Jalan Cendrawasih ini memiliki konsep simple garden café. Suami lebih sering beli di sini varian Americano atau Latte. Saat malam, kedai ini terlihat paling cemerlang karena lighting-nya bagus. Simpel tapi romantic gitu. M Corner Street juga menyediakan menu non kopi dan camilan. Jadi cocok untuk ngobrol atau diskusi bareng teman atau pasangan.

 

Suasana M Corner Street saat malam.

TeBe (Tempat Berkumpul)

Geser lagi, tepatnya agak naik lagi, tempat ngopi yang tak kalah nyaman yaitu TeBe atau Tempat Berkumpul. Seperti Namanya, TeBe ini juga termasuk tempat ngopi yang ramai pengunjung. Rata-rata ya muda-mudi yang berkumpul di sana sambil menikmati kopi. Di kedai yang terletak di Jalan Swadaya ini saya juga dengan varian kopi gula arennya. Pahit, manis, gurihnya dapat. Selain itu, saya juga sangat suka menu nasi paru khas TeBe, nasi hangat dipadukan dengan telur orak-arik dan tentu saja paru yang dimasak pedas huhah gitu 😀 Nah, selain menu nasi paru, TeBe juga satu lokasi dengan kedai Sate Taichan dan ada pula toko pakaian anak yang buka saat siang. Saat saya tiba di Kota Palu, TeBe belum ada, mereka buka di pertengahan tahun 2021, seingat saya ya…

 

TeBe [Tempat Berkumpul]

A.M Kopi

This is it! Bisa dibilang, A.M Kopi ini adalah kedai pertama kali yang saya temukan dan saya kunjungi yang akhirnya jadi tujuan untuk kerja jarak jauh juga saat malam. Terletak di Jalan Swadaya no. 25 di mana masih dekat dengan Kantor Walikota Palu, yang penting lagi, ini juga dekat sekali dari rumah kurang lebih 250 meter. A.M Kopi ini kedai yang menurut saya super simpel tapi menunya nggak bisa dibilang biasa-biasa aja.

 

A.M Kopi di Jalan Swadaya. Ini A.M Kopi tampak depan.

 

Menu kopi favorit saya di A.M Kopi adalah kopi rantau dan kopi lemonade. Kopi rantau ini semacam kopi susu tapi beda, pun di sana menu kopi susu juga ditulis dengan jelas. Kopi rantau ini ngangenin bagi saya, cita rasanya entah berbeda, gurih manis di top note-nya lalu di ujung ada rasa pahit gurih. Di aplikasi go-food pun kopi rantau juga jadi menu favorit. Selain menu varian kopi juga ada yang non kopi, misal varian teh dan coklat. Tak lupa juga, tersedia camilan berupa brownies, bakpao, dan camilan kesukaan saya yaitu panada. Saya gambarkan panada itu seperti donat lalu ada isian berupa ikan yang dimasak bumbu pedas, kadang dicampur soon dikit atau semacam lobak.

 

A.M Kopi
Penampakan penuh A.M Kopi dan sekarang pohon yang terlihat paling depan itu sudah besar 😀

 

Kalau kurang kenyang dengan camilan yang ada di A.M Kopi, pengunjung bisa langsung merapat ke BORS Café yang letaknya bergandengan, satu lokasi. Menunya berupa hamburger dan menu aneka nasi. Favorit saya? Beef Burger dan Beef Teriyaki. Isian daging untuk burger mereka memasaknya mendadak, jadi bukan olahan daging frozen gitu. Jadi memang nunggu sedikit lebih lama tapi ya lama-lama amat sih.

 

Kopitaro

Lanjuuuttt, yuk mari, geser sedikit lagi dari A.M Kopi ke Kopitaro. Lokasi Kopitaro ini juga berada di Jalan Swadaya, masih dekat dengan Kantor Walikota Palu sekaligus dekat tempat tinggal saya. Kopitaro ini seingat saya saat ngobrol dengan pemiliknya sudah buka cukup lama, tetapi lokasi di Jalan Swadaya ini baru di awal tahun 2022 adalah tempat baru. Jadi saya sempat menikmati suasana grand opening Kopitaro saat itu.

 

Kopitaro tampak bagian indoor.

 

Hal yang spesial di kedai ini adalah kopinya diracik secara manual dan saat proses itu pengunjung bisa menyaksikan langsung sambil membuka obrolan dengan barista yang juga pemiliknya langsung atau dengan barista yang lain. Favorit saya di kedai ini adalah Caramel Latte dengan less sugar. Kopitaro menyediakan ruang indoor dan outdoor dengan akses wifi yang cepat. Jadi cocok untuk kerja jarak jauh juga. Saya pun sudah pernah menulis cerita tentang Kopitaro.

Kelima tempat ngopi ini berada tidak jauh dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu. Jadi ketika teman-teman sedang transit di Kota Palu bisa mampir di tempat ngopi di atas. Kira-kira mana yang membuat kalian tertarik untuk mengunjunginya? 🙂

 

Baca juga: Jajanan Khas Kota Palu yang Wajib Dicicipi.