Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Es krim memang jadi salah satu kudapan favorit yang bisa dinikmati dalam berbagai suasana hati. Hati lagi panas seperti teriknya Kota Palu bisa sekali didinginkan dan dilelehkan dengan es krim. Dalam waktu sekejap, mood bisa berubah menjadi lebih baik. Ice cream solves everything. Begitu quote yang terpasang di salah satu sudut dinding gerai es krim di Kota Palu. Benar atau benar ya Teman-Teman? Coba tebak di mana ini?
Mr Gelatozz Kota Palu.
Lokasi dan Waktu Buka
Nah, ada nih salah satu tempat untuk melelehkan hati yang panas di Kota Palu, hehe. Yap, Mr Gelatozz Palu. Gerai es krim ini terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai no. 88, Palupi, Kecamatan Tatanga. Mr Gelatozz Palu berada di jajaran Smart Kitchen, posisinya berdampingan, gitu deh. Jadi akan sangat mudah menemukan gerai Mr Gelatozz ini.
Mr Gelatozz Palu buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Mr Gelatozz Palu juga sudah tersedia di aplikasi GoFood dan GrabFood. Makin mudah dijangkau kan? Tapi menurut saya, memang lebih asik kalau langsung menikmati semuanya langsung di gerainya. Sekalian menikmati Kota Palu.
Menu yang Bisa Dinikmati di Mr Gelatozz
Aneka pilihan rasa es krim di Mr Gelatozz Palu. Nyam nyam!
Ada apa saja di Mr Gelatozz? Menurut saya, bagian menu ini juga bagian spesial yang dimiliki Mr Gelatozz Palu. Di gerai ini menyediakan aneka rasa es krim yang bisa dipilih dan dipadukan dalam satu cup. Saya sebagai pengunjung juga memilih bebas sesuai keinginan saya. Tidak dibatasi mau berapa rasa yang diinginkan. Es krimnya pun secara visual menarik hati, warna-warni seperti jalan hidup 😀 pun rasanya juga enak dan beragam.
Dua cup pertama pesanan kami dan juga kami pesan pastry tapi tidak terabadikan dengan baik 🙁
Selain aneka es krim, Mr Gelatozz menyediakan aneka menu kopi, menu minuman non kopi dan aneka pastry. Soal harga masih sangat terjangkau, worth it to try jika Teman-Teman sedang berada di Kota Palu.
Fasilitas di Mr Gelatozz
Menu istimewa tentu saja akan dibarengi dengan fasilitas yang oke, kok. Area parkir luas dan aman. Gerainya pun juga bersih, rapi, dan ber-AC. Untuk pembayaran, Mr Gelatozz menyediakan sistem pembayaran tunai dan non tunai. Pelayanannya pun juga menyenangkan dan sangat ramah.
Jika Teman-Teman sedang di Kota Palu, jangan lupa mampir sejenak dinginkan hati di Mr Gelatozz Kota Palu ^^ Penyuka es krim, mari merapat 😀
Makin meleleh hati saya kalau makan es krim sama laki-laki baju hitam itu 😀
Masih dalam rangka mengabadikan memori manis di Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu, kali ini saya akan menceritakan tentang pantai (lagi). Yap, salah satu pantai yang tentunya cantik di Kota Palu. Memang, Sulawesi Tengah itu memiliki banyak pantai. Ada pantai yang telah dikelola maupun pantai yang masih alami. Tapi tentu saja, baik itu pantai yang sudah dikelola maupun yang belum dikelola, sama-sama indahnya. Pantai Taipa adalah salah satu pantai di pinggiran Kota Palu yang telah dikelola secara professional. Kenapa bisa disebut professional? Ya, karena Pantai Taipa telah dilengkapi dengan fasilitas lengkap, yaitu telah tersedia restoran, penginapan, kolam renang, dan cottage. Semua fasilitas ini dibangun secara rapi dan terawat.
Area kolam renang di Pantai Taipa yang langsung menghadap laut. Sisi kolam untuk orang dewasa.Sisi kolam renang untuk anak-anak di Pantai Taipa, Kota Palu.Terlihat deretan cottage di Pantai Taipa, Kota Palu.
Pantai Taipa berjarak kurang lebih 17 KM dari Kota Palu dan dapat ditempuh kira-kira 30 menit. Pantai Taipa memiliki pasir putih di sepanjang pantai dan air laut yang jernih. Begitu dekatnya sehingga bisa menjadi salah satu alternatif liburan bagi warga Kota Palu di akhir pekan yang bisa dijangkau dengan mudah. Pantai ini terletak di Teluk Palu sehingga di kejauhan terlihat Gunung Gawalise yang tentu menambah keindahan pantai ini. Pantai Taipa terletak di teluk Palu, oleh karena itu airnya cukup tenang dengan sedikit ombak-ombak kecil. Namun, di waktu-waktu tertentu terutama di sore hari, angin dan ombak cukup kencang bertiup atau ketika sedang pasang. Tiap ke pantai dan menjumpai air laut sedang pasang jadi teringat potongan lagu ini, “ketika tiba-tiba ombak di laut surut cinta kita berdua tetap pasang, sayang.” Adakah yang familiar dengan lagu itu? 😀
Pemandangan dari salah satu tempat makan yang ada di Pantai Taipa.Menjelang senja di Pantai Taipa.
Yak, kembali lagi ke Pantai Taipa, banyaknya fasilitas yang tersedia, pengunjung tidak perlu merasa bingung mau ngapain. Bagi yang suka berenang bisa memilih mau berenang di kolam renang air tawar atau sekalian berenang di laut sambil melihat indahnya terumbu karang dan ikan-ikan. Bagi yang ingin bersantai bisa menyewa gazebo yang tersedia atau hanya sekadar duduk-duduk di pinggir pantai. Restoran juga tersedia, sehingga saya ketika berkunjung ke sana tidak perlu repot-repot membawa bekal dari rumah. Ada taman kecil juga yang bisa saya gunakan untuk jalan-jalan di sekitar pantai. Taman ini dilengkapi dengan jembatan di atas kolam yang dicat warna-warni, dan anak-anak bisa diajak memberi makan ikan.
Kolam yang cukup luas di area Pantai Taipa, terdapat jembatan dan di kolam tersebut terdapat ikan-ikan.
Selain melepas penat, saat berkunjung ke Pantai Taipa saya memanfaatkan juga untuk praktikum materi sekolah Bilgi di Al Kindi Online Preschool tentang benda yang bisa melayang dan mengapung di atas laut. Percobaan sederhana untuk anak preschool yaitu meletakkan telur di dalam gelas yang telah diisi air dan dicampur garam. Namun, karena langsung berada di pantai, saya langsung bisa mengambil air laut dan memasukkan telur ke dalam gelas berisi air laut. Hasilnya, telur pun melayang dan si anak pun juga senang. Ternyata belajar pun bisa dilakukan dengan sangat menyenangkan. 🙂
Melakukan praktikum sederhana di Pantai Taipa, Kota Palu.
Jika teman-teman merencanakan untuk menginap, di Pantai Taipa telah tersedia pula penginapan yang bisa disewa dengan harga yang lumayan oke dengan mempertimbangkan lokasi dan fasilitasnya. Per malam sekitar Rp500.000, 00. Namun nampaknya perlu dipastikan kembali apakah harga ini mengalami kenaikan harga atau tidak. Dengan segala fasilitas lengkap yang disebutkan di atas, untuk bisa menikmati keindahan Pantai Taipa para pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar 20 ribu rupiah, termasuk untuk berenang di kolam renang. Sementara untuk parkir kendaraan roda dua akan dikenakan tarif Rp 5.000,00 dan Rp 10.000,00 untuk roda empat. Tidak hanya itu, di Pantai Taipa ini juga sudah ada masjid yang sangat nyaman untuk melaksanakan salat.
Saat ke sana, ombak sedang besar dan laut sedang pasang.
Jika teman-teman sedang singgah di Kota Palu dan ingin menikmati suasana pantai selain Pantai Talise, Pantai Taipa bisa menjadi pilihan yang bisa dicoba. Jika teman-teman ingin menikmati pantai di luar Kota Palu tetapi ingin perjalanan yang singkat dengan view laut yang indah, teman-teman bisa mengunjungi pantai-pantai yang ada di Kota Donggala terutama Pantai Bonebula. ^^
Sejak resmi menikah dan berumah tangga, saya dan suami termasuk pasangan nomaden alias rajin pindah dari satu propinsi ke propinsi lain di Indonesia. Biasanya setiap 2 atau 3 tahun, saya harus siap melow saat berkemas barang-barang yang harus dikirim ke tempat tinggal baru sesaat suami menerima SK mutasi.
Ya mudah nggak mudah, sedih nggak sedih tiap pindahan. Tetap ada senangnya kok. Sedihnya ya pasti saat terakhir menjelang pindah dan adaptasi pertama saat tiba di kota yang baru. Nobody is fully happy all the time, but similarly, nobody is fully unhappy all the time, either. Iya kan? 🙂
Di tempat yang baru, salah satu kegiatan menyenangkan selain kuliner, bagi saya adalah menemukan tempat kopi di kota yang baru saja saya jajaki. Saya cenderung tertarik pada kedai atau tempat ngopi ‘lokal’. Maksud saya, kedai kopi yang dikelola oleh perorangan setempat atau kedai kopi yang bukan brand nasional apalagi internasional gitu deh…
Termasuk tempat ngopi dengan suasana baru yang saya temui di Kota Palu khususnya yang dekat dengan tempat tinggal saya. Saat berada di Kota Palu, saya tinggal di sebuah komplek perumahan yang lokasinya dekat dengan Kantor Walikota Palu di mana jaraknya kurang dari 750 meter.
Nah, ada lima rekomendasi tempat ngopi di sekitar Kantor Walikota Palu yang menjadi langganan saya selama dua tahun tinggal di sana.
Ruang Koffie
Ruang Koffie ini berada tepat di belakang gedung Kantor Walikota Palu, tepatnya di Jalan Balai Kota Timur no.1. Di kedai ini saya suka dengan menu kopi Americano. Cita rasanya ada rasa asam aroma lemon padahal kata baristanya tanpa ada tambahan lemon ditambah pahitnya itu kuat. Saya menyukai perpaduan asam dan pahitnya. Ruang Koffie ini memiliki dua area, outdoor dan indoor. Kedai yang terletak satu deret dengan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Palu ini juga menyediakan minuman non kopi serta aneka kudapan. Cocok untuk catch up dengan teman atau kerja dari mana saja.
Ruang Koffie di Jalan Balaikota Timur, Kota Palu.
M Corner Street
Geser beberapa meter, ada tempat ngopi asik bernama M Corner Street. Kedai ini ada pertengahan 2021, seingat saya…hehe. Kedai yang terletak di pojok perempatan Jalan Nuri dan Jalan Cendrawasih ini memiliki konsep simple garden café. Suami lebih sering beli di sini varian Americano atau Latte. Saat malam, kedai ini terlihat paling cemerlang karena lighting-nya bagus. Simpel tapi romantic gitu. M Corner Street juga menyediakan menu non kopi dan camilan. Jadi cocok untuk ngobrol atau diskusi bareng teman atau pasangan.
Suasana M Corner Street saat malam.
TeBe (Tempat Berkumpul)
Geser lagi, tepatnya agak naik lagi, tempat ngopi yang tak kalah nyaman yaitu TeBe atau Tempat Berkumpul. Seperti Namanya, TeBe ini juga termasuk tempat ngopi yang ramai pengunjung. Rata-rata ya muda-mudi yang berkumpul di sana sambil menikmati kopi. Di kedai yang terletak di Jalan Swadaya ini saya juga dengan varian kopi gula arennya. Pahit, manis, gurihnya dapat. Selain itu, saya juga sangat suka menu nasi paru khas TeBe, nasi hangat dipadukan dengan telur orak-arik dan tentu saja paru yang dimasak pedas huhah gitu 😀 Nah, selain menu nasi paru, TeBe juga satu lokasi dengan kedai Sate Taichan dan ada pula toko pakaian anak yang buka saat siang. Saat saya tiba di Kota Palu, TeBe belum ada, mereka buka di pertengahan tahun 2021, seingat saya ya…
TeBe [Tempat Berkumpul]
A.M Kopi
This is it! Bisa dibilang, A.M Kopi ini adalah kedai pertama kali yang saya temukan dan saya kunjungi yang akhirnya jadi tujuan untuk kerja jarak jauh juga saat malam. Terletak di Jalan Swadaya no. 25 di mana masih dekat dengan Kantor Walikota Palu, yang penting lagi, ini juga dekat sekali dari rumah kurang lebih 250 meter. A.M Kopi ini kedai yang menurut saya super simpel tapi menunya nggak bisa dibilang biasa-biasa aja.
A.M Kopi di Jalan Swadaya. Ini A.M Kopi tampak depan.
Menu kopi favorit saya di A.M Kopi adalah kopi rantau dan kopi lemonade. Kopi rantau ini semacam kopi susu tapi beda, pun di sana menu kopi susu juga ditulis dengan jelas. Kopi rantau ini ngangenin bagi saya, cita rasanya entah berbeda, gurih manis di top note-nya lalu di ujung ada rasa pahit gurih. Di aplikasi go-food pun kopi rantau juga jadi menu favorit. Selain menu varian kopi juga ada yang non kopi, misal varian teh dan coklat. Tak lupa juga, tersedia camilan berupa brownies, bakpao, dan camilan kesukaan saya yaitu panada. Saya gambarkan panada itu seperti donat lalu ada isian berupa ikan yang dimasak bumbu pedas, kadang dicampur soon dikit atau semacam lobak.
Penampakan penuh A.M Kopi dan sekarang pohon yang terlihat paling depan itu sudah besar 😀
Kalau kurang kenyang dengan camilan yang ada di A.M Kopi, pengunjung bisa langsung merapat ke BORS Café yang letaknya bergandengan, satu lokasi. Menunya berupa hamburger dan menu aneka nasi. Favorit saya? Beef Burger dan Beef Teriyaki. Isian daging untuk burger mereka memasaknya mendadak, jadi bukan olahan daging frozen gitu. Jadi memang nunggu sedikit lebih lama tapi ya lama-lama amat sih.
Kopitaro
Lanjuuuttt, yuk mari, geser sedikit lagi dari A.M Kopi ke Kopitaro. Lokasi Kopitaro ini juga berada di Jalan Swadaya, masih dekat dengan Kantor Walikota Palu sekaligus dekat tempat tinggal saya. Kopitaro ini seingat saya saat ngobrol dengan pemiliknya sudah buka cukup lama, tetapi lokasi di Jalan Swadaya ini baru di awal tahun 2022 adalah tempat baru. Jadi saya sempat menikmati suasana grand opening Kopitaro saat itu.
Kopitaro tampak bagian indoor.
Hal yang spesial di kedai ini adalah kopinya diracik secara manual dan saat proses itu pengunjung bisa menyaksikan langsung sambil membuka obrolan dengan barista yang juga pemiliknya langsung atau dengan barista yang lain. Favorit saya di kedai ini adalah Caramel Latte dengan less sugar. Kopitaro menyediakan ruang indoor dan outdoor dengan akses wifi yang cepat. Jadi cocok untuk kerja jarak jauh juga. Saya pun sudah pernah menulis cerita tentang Kopitaro.
Kelima tempat ngopi ini berada tidak jauh dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu. Jadi ketika teman-teman sedang transit di Kota Palu bisa mampir di tempat ngopi di atas. Kira-kira mana yang membuat kalian tertarik untuk mengunjunginya? 🙂
Saat pertama kali tinggal di Kota Palu, tepatnya wilayah Palu Selatan, saya benar-benar ‘buta’ tentang kota ini. Ya, ini adalah pengalaman pertama tinggal di Pulau Sulawesi. Tentu saja ada yang berbeda terutama cita rasa makanannya. Jangankan di Sulawesi, saat berpindah-pindah di dalam Pulau Jawa saja juga banyak sekali ‘warna’ yang saya jumpai.
Dalam hal adaptasi dan memperoleh informasi, saat ini, menurut saya sangat terbantu dengan adanya teknologi. Ada gawai yang sekarang sudah pintar didukung dengan layanan dari berbagai provider dengan akses internet yang cepat membuat segala macam informasi mudah didapat. Termasuk saat saya membutuhkan media untuk berkenalan dengan Kota Palu ini.
Hal yang paling mudah tentu melalui google kan ya? Tinggal ketik keyword apa yang ingin kit acari lalu taraaaa, muncullah berbagai alternatif informasi mana yang ingin kita telusuri. Saya juga melakukan hal itu. Dari pencarian itu, saya bertemu dengan akun-akun Instagram yang akhirnya menjadi ‘panduan’ dan ‘petunjuk’ hidup selama tinggal di Kota Palu.
Soal Palu
Akun ini menyediakan informasi tentang banyak hal di Kota Palu. Di akun ini bisa saya dapat informasi berbagai event yang sedang atau akan digelar di Kota Palu. Termasuk juga kabar-kabar baik seputar Palu juga update di sana bahkan interaksi antar pengguna di kolom komentar pun sungguh bermanfaat. Saya pernah menemukan jajan aneka cilok dari interaksi komentar para pengguna akun Instagram. Tidak hanya itu, saya juga dapat banyak informasi tempat wisata berupa pantai-pantai cantik detail dengan tempat bahkan waktu yang cocok untuk mengunjunginya. Di akun ini juga ada info seputar kuliner di Kota Palu mulai dari kuliner fancy hingga kali lima. Tempat makan dengan view pantai dengan ombak yang tenang di Kota Palu, seperti North Abel. Semua terpampang jelas di akun ini, hehehe…
Info Palu
Akun ini menurut saya juga hampir sama dengan akun Soal Palu. Kedua akun ini saling melengkapi bagi saya yang seorang pengguna sekaligus pencari informasi. Di akun ini juga menyediakan berbagai informasi seputar Kota Palu, event, kuliner, bahkan tempat ciamik untuk main. Dari akun ini saya dapat informasi tentang gerai-gerai vaksin covid 19, kapan pelayanannya dan apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi. Di akun ini juga saya bertemu dengan akun Torufarm di mana memudahkan saya untuk belanja dari rumah. Tidak hanya itu, info harga cabai atau sayur di Pasar Lasoani, pasar terdekat dari rumah, juga saya dapat dari akun Info Palu ini.
Menurut saya dua akun ini adalah akun induk yang akan membuka dan mengarahkan saya pada akun-akun lain yang memberi informasi secara lebih detail lagi. Misal saat ada event Danau Poso, saya juga tahu dari dua akun ini. Saya pun bisa menikmati kuliner dan menemukan masakan-masakan dengan cita rasa berbeda saat menemukan akun Keliling Palu yang juga muncul di akun Info Palu dan Soal Palu. Saya akhirnya tahu di mana gerai es teh Poci dan es teh Nusantara juga dari keliling di Instagram.
Hal-hal kecil yang saya temukan dari akun-akun ini tentu membuat saya senang sekaligus memudahkan saya dalam hal adaptasi dan tentu saja mencintai Kota Palu ini. Tentu saja harus cinta agar selama tinggal dan akhirnya pindah lagi, saya memiliki kenangan manis di sini. ^^
Saya masih ingat, ketika saya tiba di Kota Palu pada Januari 2021. Beberapa saat sebelum pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Sis Al Jufri, saya terpana dengan pemandangan di luar jendela pesawat. Kota Palu paket kombo di mana laut dan pegunungan bertemu dalam satu titik. Indah sekali. Sesuatu di luar prasangka saya sebelum saya tiba yang dipenuhi dengan rasa khawatir apakah nanti akan betah tinggal di Kota Palu.
Keindahan Kota Palu ini juga terbingkai dalam sebuah lagu berjudul Palu Ngataku dalam Bahasa Kaili yang berarti Palu Tempat Tinggalku. Dalam lagu itu digambarkan sama seperti apa yang lihat, paket kombo.
[Tempat kelahiranku subur, tempat kelahiranku indah, letaknya di tengah-tengah (di antara gunung dan teluk)]
Dan, ada hal yang membuat saya girang saat beberapa hari tinggal di Kota Palu adalah saat melewati kantor Walikota Palu ada foto Pasha Ungu pakai baju Korpri…hahaha meski saat saya datang adalah saat-saat akhir jabatannya sebagai Wakil Walikota Kota. Receh sekali yaa…
Long story short, setelah melewati beberapa bulan dan diajak explore Kota Palu, justru saya betah dan jatuh hati. Saya nggak perlu jauh-jauh kalau untuk menikmati daily refreshing. Ya, karena Kota Palu ini seperti kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Dalam satu kota, semua itu bisa dinikmati.
Nah, ada nih 5 rekomendasi tempat untuk menikmati landscape Kota Palu yang bisa ngena banget di hati.
Monumen Nosarara Nosabatutu
Monumen Nosarara Nosabatutu diambil dari lantai 2 dekat Gong Perdamaian.
Monumen Nosarara Nosabatutu dikenal pula dengan sebutan Gong Perdamaian Nusantara. Nosarara Nosabatutu dalam Bahasa Kaili (suku asli di Sulawesi Tengah) memiliki arti bersaudara dan bersatu. Sekilas tentang monument ini dibangun karena keprihatinan atas terjadinya konflik di Poso, Sigi, dan wilayah lainnya yang tentu saja meninggalkan duka yang mendalam.
Monumen Nosarara Nosabatutu terletak di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Keberadaannya di atas bukit yang berjarak cukup dekat belakang Mako Polda Sulawesi Tengah. Tempat ini bisa dicapai kurang dari 15 m3nit dari tempat tinggal saya. Karena letaknya di atas bukit maka bisa menikmati keindahan Kota Palu dengan dengan hamparan Teluk Palu dan Gunung Nokilalaki rasa puas. Tidak hanya itu, saat membalik posisi badan 180 derajat maka mata saya pun dimanjakan dengan view pemandangan pegunungan yang hijau. Di area monumen juga dilengkapi dengan taman-taman bunga yang indah.
Bukit Indah Doda
Bukit Indah Doda atau Bukit Doda terletak di Gunung Gawalise, Kabupaten Sigi. Oh ya, Kabupaten Sigi merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Palu. Menikmati panorama Kota Palu dari sini sungguh tak kalah memanjakan mata, terlebih jika menikmatinya di Villa Bukit Indah Doda. Nah, saya pernah nih bikin cerita jalan-jalan ke Villa Bukit Indah Doda secara detail.
Puncak Paralayang Salena
Dokumentasi Pribadi oleh Nugie
Puncak Paralayang Salena bagi saya adalah salah satu spot yang mampu menyajikan keindahan alam khas pegunungan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Puncak Paralayang Salena ini terletak di sebelah barat Kota Palu, tepatnya di Dusun Salena Kecamatan Ulujadi, masih berada di dalam Kota Palu.
Dokumentasi Pribadi, Karya Nugie.
Akses menuju puncak Paralayang Salena sangat bagus, jalan aspal yang mulus, tanpa lubang-lubang dan didominasi dengan warna hijau yang menyejukkan. Saat berada di puncak, kita akan puas menikmati hamparan Teluk Palu dan landscape Kota Palu. Saat saya ke sana tidak ada tiket masuk dan sudah memiliki toilet karena Puncak Salena ini juga digunakan untuk camping. Hal yang terpenting lagi adalah di sini benar-benar bersih.
Puncak Salena ini juga dalam tahap pengembangan menjadi Ecotourism of Salena. Selain digunakan untuk festival paralayang juga dimanfaatkan untuk wisata sepeda gunung, motor trail, dan outbound. Camping di sini pun juga perfecto.
Puncak Matantimali
Talent: Nugie [Dokumentasi Pribadi]
Naahh, tempat keempat ini berada di luar Kota Palu tepatnya di Kecamatan Banawa, Kabupaten Sigi. Matantimali diambil dari nama desa yang berada di Kawasan Gunung Gawalise, karena inilah Matantimali memiliki ketinggian kurang lebih 1.500 mdpl yang secara otomatis mampu menghadirkan panorama Kota Palu yang indah dari ketinggian. Saya juga pernah membaca bahwa Puncak Matantimali ini menjadi salah satu lokasi paralayang terbaik di se-Asia. Selain itu, di sini juga bisa digunakan untuk camping apalagi saat akhir pekan.
Pemandangan Kota Palu dari Matantimali Saat Malam. [Dokumentasi Pribadi]
Camping di Matantimali akan memberi kepuasan karena bisa menikmati sunset, sunrise, panorama Kota Palu saat malam dengan kerlip lampu-lampu kota, menikmati suasana Kota Palu saat siang dan juga menikmati alam sekitarnya yang hijau serta udara yang sejuk.
Bukit Satu Pohon
Pemandangan sisi Kota Palu dari Bukit Satu Pohon [Dokumentasi Pribadi, Cindi]
Pertama kali dengar dari suami saat akan ke sini, saya tidak percaya kalau bukit ini benar-benar hanya satu pohon. Ternyata oh ternyata, beneran ada satu pohon yang terletak tepat di puncak bukit ini. Panas dong kalau nggak ada pepohonan? Menurut saya nggak terlalu panas, tetap sejuk dan tetap bisa menikmati hamparan hijau perbukitan khas alam pegunungan.
Saat saya ke bukit satu pohon ini, saya hanya mampu sampai di tiga perempat saja, tidak sampai puncak berfoto dengan pohon satu-satunya itu. Jalan setapaknya seperti 180 derajat tegak lurus gitu…haha. Namun, meski hanya di tiga perempat saja, dari sini bisa menikmati landscape Kota Palu yang masyaAllah indah sekali. Di bukit yang terletak di Desa Sibedi, Kabupaten Sigi ini juga terdapat fasilitas umum seperti toilet dan musola. Selain itu, juga ada beberapa warung-warung makan yang menyediakan camilan seperti pisang goreng dengan sambal terasi hingga menu berat berupa nasi atau mie serta aneka minuman dingin.
Yuhuuu, inilah lima tempat rekomendasi favorit saya untuk menikmati landscape Kota Palu. Jika teman-teman sedang berada di Kota Palu, jangan lupa menikmati Kota Palu dari ketinggian. Vibe-nya itu lho akan sungguh berkesan. ^^
Doda adalah sebuah nama desa yang terletak di dataran tinggi, Kecamatan Lore Utara, masuk dalam Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Desa Doda masuk dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu, dengan wisata unggulannya adalah situs megalitikum berupa patung-patung batu dengan ukuran besar.
(Foto Pribadi)
Namun, kali ini saya tidak akan berbicara tentang Desa Doda yang ini. Saya akan bercerita tentang Doda yang lain yaitu Villa Bukit Indah Doda. Doda kali ini tidak terletak di Kabupaten Poso, melainkan masuk dalam kawasan Kabupaten Sigi, tidak jauh dari Kota Palu. Intro-nya gini amat yaaa 😀
Lokasi Villa Bukit Indah Doda kira-kira 15-20 menit dari Kota Palu, tergantung dari mana berangkatnya. Misal, saya berangkat dari Palu Selatan sekitar area Balaikota, saya langsung menuju Jalan Gunung Gawalise, kemudian berbelok menuju arah SMK N 4 Palu (SMK N 4 Palu ini jadi patokannya), kemudian lurus saja, jalan menuju Villa Bukit Indah Doda ini menanjak kira-kira 1 km. Lokasi villa berada di sebelah kiri jalan setelah masjid Al Askar. Karena tidak ada transportasi umum yang bisa digunakan, menurut saya lebih baik menggunakan kendaraan pribadi, baik motor ataupun mobil agar bisa leluasa menikmati waktu di villa ini. Lokasi parkiran cukup luas, jadi tidak perlu khawatir.
Infinity Pool di Villa Bukit Indah Doda saat malam. (Foto milik pribadi).
Café The Hills bisa dibilang sebuah lokasi wisata dengan restoran atau café dengan bisnis utamanya (saat ini). Di sekitar café ada taman kecil yang bisa digunakan untuk bermain anak-anak atau untuk sekadar duduk-duduk, pada malam hari taman ini akan semakin cantik karena dihiasi lampu kecil warna-warni. Selain itu, terdapat pula kolam renang dengan konsep infinity pool, yang artinya, jika kita berfoto dengan angle dan sudut pandang yang pas, akan nampak seakan-akan kolam renang tersebut tidak memiliki ujung. Kemudian sedikit di bawah café terdapat kamar-kamar yang sedang dalam pengembangan, nantinya kamar-kamar ini akan menjadi semacam villa yang dapat disewa.
(Foto milik pribadi)
Itulah sekilas tentang Villa Bukit Indah Doda. Lalu apa spesialnya? Nampaknya sudah umum ada café yang dilengkapi dengan kolam renang dan taman bermain. Keunggulan dari Villa Indah Bukit Doda adalah pada pemandangan atau view-nya yang cantik. Berada pada ketinggian, pemandangan yang ditawarkan adalah Teluk Palu dengan latar belakang pegunungan. Akan lebih indah lagi bila kita datang pada malam hari, kita bisa menikmati lampu-lampu Kota Palu tampak kelap-kelip layaknya bintang-bintang.
Pemandangan cantik ini dipadukan dengan penataan lokasi yang nyaman untuk hang out dengan teman maupun dengan keluarga. Villa Bukit Indah Doda ini baru beroperasi pasca gempa Palu 2018, sehingga tempatnya masih sangat terawat dan nyaman.
(Foto milik pribadi)
Tempat makan di lokasi ini ada dua, yang pertama bernama Upper Hills Ballroom and Dining, yang bisa dipesan untuk kegiatan-kegiatan formal. Kemudian yang kedua dan biasanya menjadi favorit pengunjung adalah The Hills Café, yang berada tepat di samping kolam renang. Saya pertama kali mencoba tempat makan di Café The Hills. Makanan yang ditawarkan cukup beragam, ada berbagai varian nasi goreng, mie, soto, ikan bakar khas Palu, bakso bahkan ada menu andalan khas Palu, Kaledo. Tidak hanya makanan berat, Café The Hills juga menyediakan menu kudapan dan berbagai pilihan menu minuman. Tentu saja dengan harga yang masih terjangkau menurut saya. Menarik lagi, saya bisa memilih untuk makan di lokasi indoor ataupun outdoor. Tentu saja, jika cuaca sedang bagus, saya sangat merekomendasikan untuk memilih tempat duduk outdoor di pinggir kolam renang sambil menikmati pemandangan Kota Palu dari ketinggian.
Pemandangan Kota Palu saat malam dari Bukit Doda. (Foto milik pribadi).
Teman-teman yang ingin berkunjung ke Villa Bukit Indah Doda, mungkin bisa memilih waktu sore hari atau malam hari. Sore hari kita bisa bermain air di pinggir kolam renang atau menikmati sore dengan berenang , kemudian menjelang malam bisa santai dan menghangatkan diri di Café The Hills sambil menikmati gemerlap lampu-lampu Kota Palu dari ketinggian. Dengan segala fasilitas dan view yang ditawarkan serta tiket masuk ke lokasi Rp20.000 per orang, menurut saya sudah sangat memuaskan dan membuat bahagia. Ada yang punya rencana traveling ke Palu? Yuuk, mampir di Villa Bukit Indah Doda. ^^