Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Pengalaman Berkunjung ke Taman Safari Solo di Hari Minggu

Taman Solo safari

Taman Solo Safari sebelumnya dikenal dengan nama Taman Satwa Taru Jurug atau Taman Jurug. Taman ini bahkan diabadikan dalam sebuah lagu dengan judul yang sama yaitu Taman Jurug yang dipopulerkan oleh Didi Kempot. Taman Jurug dulu hingga kini telah berganti nama tetap menjadi salah satu destinasi wisata ikonik di Kota Solo. Taman ini telah mengalami revitalisasi besar-besaran, mengubah wajahnya menjadi taman safari modern yang ramah keluarga serta mendidik. Nah, kali ini, saya akan berbagi cerita perjalanan saya dan Bilgi ke Taman Safari Solo di Minggu lalu.

 

Persiapan Perjalanan

 

Sebenarnya, rencana awal ke Solo Safari adalah ingin mencoba kereta BIAS, Kereta Bandara Internasional Adi Sumarmo rute baru yaitu Madiun-Bandara Solo PP. Ternyata tiket sold-out saat beli di loket tiga jam sebelum keberangkatan. Sebenarnya bisa dipesan melalui KAI Access di bagian kereta lokal tapi pemesanan via Iphone belum bisa dilakukan, hanya tersedia dan bisa melalui HP android untuk kereta BIAS.

 

Meski soal transportasi mengalami perubahan, Bilgi tetap semangat ke Taman Safari Solo. Tiket masuk saya beli secara online dengan tujuan menghindari antri atau kehabisan. Persiapan lain seperti biasa, saya meminta Bilgi untuk memakai kaos dan celana jeans agar nyaman. Taman ini cocok untuk wisata keluarga dengan anak-anak sambil mengenal beragam satwa.

 

Menikmati Keindahan Alam dan Satwa

 

Saya ingat sekali saat mulai masuk Kawasan Solo Safari, suasananya sejuk didukung dengan mendung dengan sedikit cahaya matahari disertai angin sepoi-sepoi. Enak banget untuk jalan-jalan dengan suasananya seperti ini. Taman Solo Safari ini didesain dengan lanskap hijau yang luas dan indah. Di sana, kami menemukan berbagai kendang satwa yang ditata menyerupai habitat aslinya. Beberapa satwa yang menjadi favorit Bilgi adalah:

 

Rusa: area tinggal rusa ini cukup luas dan berada di bagian depan. Terdapat beberapa jenis rusa termasuk juga Rusa Bawean. Jumlah rusa di sini juga termasuk banyak dengan area kendang yang luas dan bersih.

 

Unta: satwa yang khas dengan leher panjang dan punuk tinggi, hewan gurun ini juga memiliki daya tarik tersendiri untuk Bilgi dan anak-anak lain. Oh iya, di kendang unta ini kita bisa memberi makan unta dengan membeli sepaket sayuran dengan harga Rp 25.000,00 dan naik unta dengan tiket Rp 50.000,00 di jadwal yang tertera di sana.

 

Burung-Burung Eksotis: terdapat berbagai jenis burung, seperti kakatua, burung hantu, elang serta merak yang dilepaskan dari kendang yang membuat suasana semakin meriah. Di sini, ada booth untuk berfoto dengan beberapa burung.

 

Ada juga zona khusus untuk satwa yang jinak atau Pet Area di mana pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan hewan seperti kelinci, kambing dan kura-kura.

 

Fasilitas yang Nyaman

 

Solo Safari menyediakan fasilitas modern di antaranya,

 

  • Restoran dan Kafe.

Ada pilihan resto di Solo Safari yaitu Makunde dan Bengawan Resto yang menyediakan menu makanan nusantara dan internasional dengan pemandangan alam yang cantik. Di lobby dekat pintu masuk juga terdapat coffee shop Bernama Cotta Coffee yang menyediakan menu kopi dan non kopi beserta menu pasrty. Selain itu juga terdapat area foodcourt sebelum Bengawan Resto serta stand jajanan dan minuman.

  • Pusat Suvenir.

Jangan lewatkan untuk membeli cenderamata sebelum pulang dari Solo Safari. Pusat Suvenir menjadi destinasi terakhir karena berada di pintu keluar Solo Safari. Semua souvenir yang dijual bertema satwa.

  • Spot Foto Instagrammable

Solo Safari menyediakan banyak spot foto menarik seperti jembatan kayu, taman bunga dan latar belakang satwa eksotis. Jangan lupa mengabadikan setiap momen berharga di sini.

  • Wahana Edukasi dan Hiburan

Solo Safari juga menyediakan beberapa atraksi satwa seperti atraksi gajah dan otter serta jadwal pertunjukkan dengan tempat duduk yang nyaman. Ada juga penyewaan mainan, pengalaman memberi makan satwa jinak, mencoba flying fox tetapi dengan duduk di kursi (lupa namanya šŸ˜€ haha)

  • Area Parkir

Solo Safari menyediakan area parkir yang luas dan aman. Tak perlu khawatir soal parkir saat membawa mobil atau motor ke Solo Safari.

 

Tiket

 

Solo Safari menyediakan dua jenis tiket yaitu regular dan premium. Kedua jenis tiket ini selisihnya sedikit. Saat ke Solo Safari saya memesan dua tiket premium kategori dewasa karena Bilgi sudah 7 tahun jadi masuk tiket dewasa. Tiket premium sebesar Rp 110.000,00/orang. Tiket anak maksimal di usia 6 tahun. Fasilitas yang membedakan dua tiket ini adalah tiket premium mendapat welcome drink, souvenir dan gratis naik buggy car.Ā TiketĀ onlineĀ bisa dipesan di sini ^^

Ā 

Refleksi Perjalanan

 

Mengunjungi Solo Safari bukan hanya tentang hiburan tetapi juga pelajaran tentang pentingnya menjaga alam dan melestarikan satwa liar. Perjalanan ini meninggalkan kesan mendalam terutama untuk Bilgi tentang keberagaman flora dan fauna yang dimiliki Indonesia.

 

Tips Mengunjungi Solo Safari

  • Datanglah lebih pagi untuk menikmati taman dengan maksimal.
  • Gunakan sepatu atau sandal yang nyaman karena di sana memang lebih banyak berjalan kaki.
  • Pastikan mematuhi aturan yang diterapkan Solo Safari demi kenyamanan dan keselamatan kita.
  • Lebij baik membeli tiket secara online untuk menghindari antrean atau khawatir kehabisan tiket jika kita berkunjung di akhir pekan atau musim liburan.

 

Solo Safari benar-benar memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan dan edukatif. Bagi Teman-Teman yang ingin menyelami harmoni antara manusia, satwa dan alam, tempat ini wajib masuk daftar tempat yang harus banget dikunjungi. ^^

 

Baca juga: Pengalaman Berkunjung ke Rumah Budaya Kratonan di Solo.

Rute Jelajah Jantung Kota Sisi Barat Kota Solo

Jantung Kota Sisi Barat

Di beberapa blogpost saya tahun lalu (2023), saya pernah berbagi pengalaman saya saat melakukan walking tour di Kota Solo bersama Soerakarta Walking Tour. Bagi saya pribadi, heritage walking tour itu menyenangkan. Selain itu, pasti akan mendapat ā€˜harta karun’ berupa informasi yang belum pernah saya tahu sebelumnya.

 

Nah, di bulan pertama dari 2024 ini saya berkesempatan mengikuti walking tour lagi bersama Soerakawan, sebutan untuk kawan jalan bersama Soerakarta Walking Tour. Kali ini, saya menjelajahi Jantung Kota Solo Sisi Barat. Mana saja itu?

 

Gereja Katolik Santo Petrus, Purwosari

 

Ini adalah titik pertama kami di rute jelajah Jantung Kota Sisi Barat setelah dari titik kumpul di depan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo. Jarak dari titik kumpul menuju Gereja Santo Petrus sekitar 100m. Gereja Santo Petrus merupakan gereja tertua kedua di Kota Solo setelah Gereja Katolik Santo Antonius, Purbayan.

 

Gereja Santo Petrus dibangun setelah Gereja Santo Antonius Purbayan pada tahun 1905. Pembangunan ini terjadi karena perkembangan umat Katolik di dalam wilayah Kota Solo dan luar Solo meningkat sangat pesat.

 

Gereja Katolik Santo Petrus Purwosari terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 370, Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

 

Ndalem Kalitan

Ndalem Kalitan

Merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Solo. Ndalem Kalitan adalah rumah peninggalan Sunan Paku Buwono (PB) X lalu diberikan kepada putri sulungnya, Kanjeng Gusti Ratu Alit. Nah, karena itulah bangunan ini disebut Ndalem Ratu Alit.

Ndalem Kalitan

Long story short, Ndalem Kalitan ini merupakan kediaman dari Ibu Tien Soeharto. Ndalem Kalitan terdiri dari tiga bagian yaitu pendopo, ruang tengah atau pringgitan dan senthong (ruang tidur). Saat ini Ndalem Kalitan difungsikan sebagai tempat berkumpul keluarga.

 

Ndalem Kalitan sangat asri dan sejuk karena memiliki pohon-pohon yang tinggi. Ada juga taman yang berada di halaman depan yang luas. Ndalem Kalitan setelah direnovasi, sekarang bisa dikunjungi untuk umum dengan cara melapor kepada petugas yang berjaga di sana.

 

Ndalem Kalitan berada di Jalan Kalitan No. 25, Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

 

Petilasan Makam Patih Sasranegara

 

Patih Sasranegara memiliki nama lengkap Kanjeng Raden Adipati (KRA) Sasranegara merupakan Patih Kraton Kasunanan Surakarta. Beliau menjadi patih selama kurang lebih 21 tahun. Menurut walking tour guide kami, ini merupakan makam dari Patih Sasranegara tapi yang dimakamkan di sini hanya satu bagian tubuh beliau. Apa cobaaa??? Adakah yang bisa menebaknya? Yak, bagian tubuh beliau yang dimakamkan di sini adalah ari-ari.

 

Oh iya, kantor yang ditempati oleh Patih Sasranegara ini menjadi cikal bakal berdirinya Museum Radyapustaka yang berada di area Sriwedari saat ini. Petilasan Patih Sasranegara ini berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

 

Rumah Sakit Pusat Surakarta atau RSU Mangkubumen

 

Biasa dikenal dengan sebutan Rumah Sakit Pusat, RSU Mangkubumen ini ada di rute jelajah Jantung Kota Sisi Barat. Dulu, rumah sakit ini dikenal dekat dengan sebutan RS Pusat. Memang ada?? Yap, ada tapiiii sekarang wujud bangunan rumah sakit ini telah berganti.

 

Saat ini, area Rumah Sakit Pusat telah berganti menjadi Mall Solo Paragon. Pasti langsung akrab kan di telinga jika menyebut nama Mall Solo Paragon? Yap, Mall Solo Paragon dibangun di lahan bekas RSUD Dr. Moewardi yang dulu Bernama RS Pusat Surakarta atau RSU Mangkubumen. Rumah sakit ini memiliki sejarah panjang sejak jaman penjajahan Belanda.

 

Museum Lukis Dullah

 

Tak jauh dari area bekas RS Pusat Surakarta, titik pemberhentian walking tour kami adalah Museum Lukis Dullah. Museum ini merupakan museum pribadi yang didirikan untuk mengenang pelukis revolusioner yang bernama Dullah. Museum Lukis Dullah diresmikan pada 1 Agustus 1998 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hasan.

 

Lokasi Museum Lukis Dullah di Jalan Ā Cipto Mangunkusumo No. 15 Sriwedari, Laweyan, Solo. Jadi museum ini masih berada di jalan yang sama dengan Rumah Sakit Pusat yang sekarang menjadi Mall Solo Paragon dan Petilasan Patih Sasranegara. Di dalam museum terdapat ratusan lukisan karya Dullah dari tahun 1939 hingga 1993. Sayangnya, Museum Dullah saat ini ditutup untuk umum karena alasan pribadi.

 

Ndalem Doyoatmojo

Jantung Kota Sisi Barat

Titik pemberhentian berikutnya adalah Ndalem Doyoatmojo yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 285, Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Ndalem Doyoatmojo telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.

 

Ndalem Doyoatmojo merupakan bangunan yang dulu menjadi tempat tinggal Kapiten Tituler Tionghoa Surakarta yang bernama Kwee Tjien Gwan. Pasca kemerdekaan, bangunan ini beralih fungsi sebagai kantor militer pada peristiwa Agresi Militer Belanda II. Setelah itu kepemilikan beralih menjadi milik Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Salahuddin Setiawan Djodi Nur Hadiningrat atau dikenal sebagai Setiawan Jodi (seorang musisi terkenal). Kemudian rumah ini dibeli oleh KPH. H. Nur Harjanto Doyoatmojo.

 

Loji Gandrung

Loji Gandrung

Akhirnya kita sampai di final destination dari kegiatan jalan-jalan jelajah Jantung Kota Sisi Barat yaitu Loji Gandrung. Bangunan ini merupakan Rumah Dinas Walikota Solo yang memiliki gaya arsitektur Indis (perpaduan antara budaya Eropa, Belanda, dengan budaya lokal, Jawa).

Loji Gandrung

Baca juga: Cerita Jelajah Baluwarti Bersama Soerakarta Walking Tour.

Rekomendasi Museum yang Wajib Dikunjungi di Kota Solo

Museum di Solo

Libur telah tiba nih Teman-Teman ^^ Sudah ada rencana kah? Kali ini saya ingin mengajak Teman-Teman untuk ā€˜virtual traveling’ dulu ke Solo. Seperti kita tahu ya bahwa Kota Solo memiliki banyak sekali destinasi wisata. Salah satu destinasi wisata budaya di Solo adalah museum.

Berikut adalah rekomendasi museum-museum yang berada di Kota Solo dan wajib nih dikunjungi saat liburan nanti.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Di sini ada sebuah museum tentang sejarah Kota Surakarta. Bisa belajar tentang sejarah Kota Surakarta secara asik selain dari buku. Di ruang ini menampilkan sejarah perjalanan revolusi industri hingga tumbuhnya kolonialisme di Indonesia. Tentu saja, museum ini menampilkan sejarah Surakarta. Setiap ruang memiliki vibe yang berbeda, nggak monoton. Jadi nggak membosankan.

Rumah Budaya Kratonan

Selain museum tentang sejarah Kota Surakarta, di Rumah Budaya Kratonan ini ada perpustakaan yang memiliki koleksi buku yang banyak dengan genre yang beragam. Ada museum dan perpustakaan, Rumah Budaya Kratonan semakin lengkap dengan adanya Laras Resto. Bagi saya ini paket lengkap ya, satu tempat ada museum, lanjut bisa baca buku sambil menikmati minuman dan kudapan tanpa harus repot berpindah.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang ketiga.

Rumah Budaya Kratonan ini berada di Jalan Manduro No. 6, Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Solo. Akses menuju RBK ini sangat mudah termasuk juga jika menggunakan transportasi online.

Selengkapnya bisa dibaca di sini cerita kunjungan saya di RBK^^

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Ingin tahu tentang sejarah pers nasional? Yap, Teman-Teman wajib menepi ke Monumen Pers Nasional yang berada di Jalan Gajahmada No. 59, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Lokasinya sederet sangat dekat dengan RS Muhammadiyah Solo.

Monumen Pers Nasional

Museum ini merupakan museum khusus pers nasional Indonesia mulai dari awal lahirnya, perjalanannya hingga saat ini. Perkembangan pers khusus di wilayah Solo pun juga dijelaskan secara tuntas di museum ini melalui infografis di setiap ruang. Museum yang berada di Gedung utama dekat lobi menyajikan banyak pengetahuan tentang pers nasional disertai pameran koleksi buku-buku yang tertata rapi.

Monumen Pers Nasional

Selain Museum Pers Nasional, di sini ada juga perpustakaan umum, perpustakaan anak, ruang baca (koran) digital dan ruang baca fisik. Tiket masuknya pun juga gratis serta tersedia fasilitas lain berupa free access wifi, musola, toilet dan area parkir.

Selengkapnya bisa dibaca di sini cerita main-main saya di Monumen Pers Nasional^^

Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum Tumurun atau juga dikenal dengan nama Tumurun Private Museum adalah salah satu museum yang berada di Kota Solo. Museum Tumurun ini adalah museum milik pribadi, salah satu pengusaha ternama sekaligus pendiri PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) Kota Solo, HM Lukminto.

Museum Tumurun

Museum Tumurun ini memiliki dua lantai. Museum Tumurun ini terdiri atas karya seni mulai dari lukisan, instalasi seni dan mobil antik. Di lantai pertama, saat baru saja memasuki museum, pandangan saya disambut dengan mobil antik yang cantik. Ada tiga mobil antic yang berada di lantai satu, yaitu Dodge tahun 1948 dan Mercedez Bens tahun 1972.

Museum Tumurun

Museum ini terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No. 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo dengan tiket masuk Rp 25.000,00/orang. Museum ini buka mulai dari tanggal 2 Desember 2023 hingga 25 Mei 2024.

Selengkapnya bisa dibaca di sini asiknya saya berkunjung ke Museum Tumurun^^

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka ini juga terletak di Jalan Slamet Riyadi terletak tepat di samping Taman Sriwedari. Museum Radya Pustaka ini merupakan museum tertua di Indonesia. Dari dulu hingga sekarang, bangunan museum hampir tidak banyak berubah.

Museum Radya Pustaka

Gedung dengan gaya arsitektur Belanda masih dipertahankan dengan perpaduan khas ala keraton yaitu putih, biru tua dan kuning emas sekaligus menjadi ciri khas dari museum ini. Museum Radya Pustaka buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Hari Selasa hingga Minggu dan tutup di Hari Senin. Masuk museum ini gratis.

Selengkapnya bisa dibaca di sini, cerita saya saat main ke Museum Radya Pustaka^^

Museum Musik

Museum Musik

Museum musik dikenal dengan nama Lokananta Records. Museum ini berada di Perum Percetakan Negara Cabang Surakarta di Jalan A. Yani, Kerten tepatnya berada di seberangĀ The Sunan Hotel.Ā Di sini kita akan tahu tentang perjalanan musik dan lika-liku lahirnya sebuah lagu hingga enak didengar di telinga kita. Tiket masuk ke museum ini Rp 30.000,00/orang.

Museum Musik

Yuuukk, tertarik berkunjung ke mana duluĀ nih,Ā Temans? ^^

 

 

Matalokal ID Lokananta, Surga Pernak-Pernik Unik Desainer Indonesia di Solo

Matalokal

Matalokal

Akhir-akhir ini, seperti yang kita tahu seruan ā€˜pilih lokal’ menjadi sangat hangat dan dekat dalam aktifitas keseharian kita. Seruan ini menjadi salah satu kesempatan emas bagi pelaku UMKM di Indonesia. Kualitas produknya pun juga nggak mengecewakan bahkan ada produk-produk yang unik bahkan nyentrik.

Matalokal

Matalokal ID

Salah satu store yang menyediakan aneka produk lokal ini adalah Matalokal ID. Gerai yang memiliki tagline: Indonesia’s Artisant-Designers ini menyediakan produk beragam yang berkualitas.

Matalokal

Matalokal ID adalah sebuah toko yang menampilkan dan melakukan akurasi produk lokal terbaik para desainer dan seniman Indonesia. Gerai Matalokal ID dipenuhi dengan barang-barang unik dan cantik yang dibuat dengan penuh cinta. Selain itu, saat saya memasuki gerai Matalokal ID Lokananta, saya memang diberi pengalaman berbelanja yang berbeda.

Matalokal

Lokasi dan Jam Operasional

Sebenarnya, Matalokal ID berada di tiga kota. Matalokal ID pertama ada di Jakarta, tepatnya di M Bloc Space. Matalokal ID kedua lahir di Kota Seminyak, Bali. Selanjutnya, Matalokal ID buka store di Lokananta.

Matalokal

Matalokal ID Lokananta mulai buka pukul 10.00 WIB yang menurut saya sih menyesuaikan jam operasional Lokananta Bloc. Saat saya berkunjung sekitar pukul 14.00 WIB, jadi ya memang sudah buka šŸ˜€ dan buka setiap hari. Stafnya pun juga sangat ramah. Saya pun merasa nyaman saat masuk ke Matalokal Lokananta.

Matalokal

Ada apa saja di Matalokal ID Lokananta?

Di store area Lokananta Bloc ini, gerai Matalokal ID berada di samping kedai Sawahita. Berada di sebuah ruangan yang cukup lega menurut saya tapi super lengkap. Ada berbagai macam pernak-pernik perhiasan yang unik. Tentu saja nggak pasaran ya..

Matalokal

Semua pernak-pernik ini stoknya nggak banyak. Terlihat cantik-cantik. Ada juga arloji yang terbuat dari kayu, beneran deh semua lucu-lucu. Ada juga aneka totebag dengan motif yang langka, topi-topi bucket, stiker, notebook, sticky note, mug, tumbler, pakaian-pakaian etnik, kain dan lainnya.

Matalokal

Ada juga produk dari Cocona Care. Sebuah brand perawatan tubuh yang didirikan oleh Sri Lestari. Produknya berupa body moisturizer, hair conditioning dan beragam aroma terapi yang aromanya enak dan wangi.

Matalokal
Mata Patjar.

Pojok yang menarik bagi saya di Matalokal ID Lokananta ini adalah pojok Mata Patjar. Sebuah pojok dengan jajaran buku-buku dari Patjar Merah. Bagi bookworm tentu ini adalah hal yang menyenangkan dan akhirnya ada dua buku yang saya boyong:Ā Hai, Nak!Ā danĀ Cerita Tentang Placemaking. Bisa belanja buku dan cuci mata pada sebuah yang ada di gerai Matalokal ID Lokananta. Oh iya, di gerai ini juga sering mengadakan eventĀ lho, bisa selalu cek diĀ InstagramĀ Matalokal.

Matalokal

Matalokal

Selain itu, ada photobox yang bisa dicoba juga bareng bestie, keluarga atau dengan diri sendiri šŸ˜€ Asik kan? Ada rencana akhir pekan ini ke Matalokal ID Lokananta, Temans?

Matalokal

Baca juga: Main di Lokananta Bloc, Yuk Mampir Ngopi di Sawahita.

 

Mengintip Serba Serbi Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum Tumurun atau juga dikenal dengan nama Tumurun Private Museum adalah salah satu museum yang berada di Kota Solo. Museum ini sangat layak masuk dalam daftar kunjung museum di Kota Solo. Saya akui, saya nggak paham-paham banget soal seni tapi jadi mood booster ketika berkunjung ke pameran atau museum seni. šŸ™‚

Museum Tumurun

Selayang Pandang Museum Tumurun

Museum Tumurun

Hal pertama yang terlintas dalam benak saya tentang museum ini adalah namanya. Kok bisa namanya Tumurun? Ternyata oh ternyata, Museum Tumurun ini adalah museum milik pribadi salah satu pengusaha ternama sekaligus pendiri PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) Kota Solo, HM Lukminto.

Museum Tumurun

Museum ini diwujudkan oleh anak mendiang HM. Lukminto dalam rangka untuk mengenalkan karya seni milik keluarga besarnya. Terdapat banyak, bisa jadi sekitar 120an (saya nggak ngitung :-D) koleksi karya seni di dalam museum. Koleksi karya dan barang seni ini kemudian diwariskan secara turun temurun hingga akhirnya menjadi nama museum ini.

Museum Tumurun ini memiliki dua lantai. Museum Tumurun ini terdiri atas karya seni mulai dari lukisan, instalasi seni dan mobil antik. Di lantai pertama, saat baru saja memasuki museum, pandangan saya disambut dengan mobil antik yang cantik. Ada tiga mobil antic yang berada di lantai satu, yaitu Dodge tahun 1948 dan Mercedez Bens tahun 1972.

Museum Tumurun

Di lantai satu, saya dan para pengunjung lain bisa melihat dan menikmati karya seni kontemporer seperti Tisna Sanjaya, Eddy Susanto, Hery Dono dan Rudi Mantofani. Sementara di lantai dua, kita bisa bertemu dengan karya seni karya old master yang melegenda seperti Affandi, Ahmad Sadali, Antonio Blanco, Walter Spies, Raden Saleh dan lainnya.

Museum Tumurun

Lokasi Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum pribadi ini terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No. 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Kalau saya gambarkan sih ya, ada di belakang Sami Luwes sebelum Pasar Kembang dan memang dekat dengan Sriwedari.

Museum Tumurun

Tiket dan Cara Mendapatkannya

Museum Tumurun

Agar bisa memiliki akses masuk ke Museum Tumurun, kita harus memiliki tiket. Harga tiket masuk sebesar Rp 25.000,00/orang untuk dewasa dan anak-anak. Cara mendapatkannya bisa dengan memesan di web Museum Tumurun (klik aja) atau bisa juga on the spot berdasarkan pengalaman saya sih bisa ya. Oh iya, tersedia tiket gratis jugaĀ lho, tentu saya harusĀ warĀ yaaa šŸ˜€

Museum Tumurun

Jam Operasional

Museum Tumurun

Museum Tumurun buka Hari Selasa hingga Hari Minggu. Khusus Hari Senin tutup. Untuk jam operasionalnya sedikit berbeda ya, yaitu Selasa hingga Kamis buka mulai pukul 13.00-15.00 WIB sedangkan Jumat hingga Minggu buka lebih pagi, mulai pukul 10.00-15.00 WIB.

Museum Tumurun
Di lantai dua.

Hal-Hal yang Diperbolehkan dan Tidak DiperbolehkanĀ 

Museum Tumurun

Di dalam museum, saya dan para pengunjung lain diperbolehkan untuk berfoto di dekat karya seni. Namun para pengunjung tidak diijinkan untuk menyentuhnya.

Museum Tumurun

Di dalam museum para pengunjung hanya boleh masuk dengan membawa handphone atau kamera saja. Tas dan barang bawaan lainnya harus dititipkan ke bagian keamanan termasuk dompet.

Museum Tumurun

Tidak diijinkan berbuat kegaduhan. Jadi masing-masing pengunjung bertanggung jawab dengan ketenangan di dalam museum.

Museum Tumurun

Di Museum Tumurun disediakan fasilitas untuk para pengunjung terutama untuk kenyamanan dan kepuasan menikmati karya seni, yaitu di setiap lukisan atau karya seni disediakan barcode yang bisa dipindai. Di situ terdapat informasi lengkap yang bisa dibaca secara mandiri.

Museum Tumurun

Museum Tumurun juga menyiapkan pemandu untuk menemani pengunjung berkeliling museum. Jadi jangan khawatir, kita tidak akan kebingungan apalagi kesepian šŸ˜€

Museum Tumurun

Selain itu, tersedia area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Ada juga toilet yang bisa digunakan di luar bangunan museum. Ada hal yang tak kalah penting, menurut saya Museum Tumurun ini ramah untuk teman-teman disabilitas karena akses ke lantai dua tidak menggunakan anak tangga.

Museum Tumurun

Museum Tumurun

Gimana Teman-Teman? Tertarik ke Museum Tumurun? Yuklah gass aja, Museum Tumurun akan buka hingga tanggal 21 November 2023. ^^

Baca juga: Ke Solo? Yuk Cari Tahu Tentang Solo di Rumah Budaya Kratonan!Ā 

Museum Tumurun
Jangan lupa jajan es teh di sebrang Museum Tumurun šŸ™‚

Asiknya Mengenal Sejarah Surakarta di Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan namanya. Tempatnya cukup tersembunyi dan sekilas tidak tampak seperti destinasi wisata sejarah yang ada di Kota Solo. Pemandangan dari luar seperti bangunan khas Jawa atau Joglo yang selalu terlihat menawan. Saya penasaran tentang Rumah Budaya Kratonan (RBK) dari Mas Arkha, owner Titilaras saat saya walking tour di Pasar Gede, Solo di Bulan Juli lalu. Apa yang membuat saya penasaran dengan RBK? Ada apa saja di sana? ^^

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan
Taman bagian depan dan Laras Resto.

Galeri Sejarah Surakarta

Rumah Budaya Kratonan
Ruang pertama di Galeri Sejarah Surakarta, RBK.

Galeri Sejarah Surakarta memiliki beberapa ruang yang memberi edukasi sejarah dari yang kompleks menuju spesifik. Di ruang ini menampilkan sejarah perjalanan revolusi industry hingga tumbuhnya kolonialisme di Indonesia. Tentu saja, di galeri ini menampilkan sejarah Surakarta. Setiap ruang memiliki vibe yang berbeda, nggak monoton. Jadi nggak membosankan.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang kedua.

Saya teringat, saat di ruang kedua yang menampilkan sejarah perjuangan di Surakarta, pengunjung tidak hanya membaca informasi-informasi yang tertera tetapi juga bisa menggunakan alat peraga yang tersedia.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan
Terdapat empat jendela seperti ini di ruang kedua.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Begitu juga di ruang ketiga. Ruang ini didesain sebagai ruang cermin, dikelilingi dengan cermin. Selain belajar sejarah khususnya Multatuli, di ruang ketiga ini bisa mirror selfie juga šŸ˜€ Selanjutnya masih ada dua ruang yang didesain berbeda dari ruang-ruang sebelumnya.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang ketiga.

Nah, di ruang terakhir menampilkan kekayaan Kota Solo berupa batik dan kekayaan kuliner Solo dalam bentuk gambar. Menurut saya, ini adalah salah satu cara menyenangkan untuk belajar sejarah terutama untuk anak-anak.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang keempat.

 

 

 

Rumah Budaya Kratonan
Ruang terakhir.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Perpustakaan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Ada perpustakaan juga lho di Rumah Budaya Kratonan dengan koleksi buku-buku yang beragam bahkan buku-buku anak pun tersedia. Perpustakaan di RBK ini didesain semi open space dan instragammable šŸ˜€ Mau baca buku atau kerja di perpustakaan RBK ini benar-benar nyaman. Untuk nugas mandiri atau kelompok juga oke banget!

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Resto

Rumah Budaya Kratonan

Resto di Rumah Budaya Kratonan ini bernama Laras. Namanya cantik ya? Kalau kata saya sih njawani, menggambarkan perempuan Jawa yang lembut gitu šŸ˜€ Laras Resto menyediakan berbagai pilihan menu makanan mulai dari main course, snack hingga menu penutup ada.

Rumah Budaya Kratonan

Saat saya di Rumah Budaya Kratonan tepat saat jam makan siang. Saya memesan nasi goreng yang nggak pedas untuk Bilgi dan kroket untuk saya. Nasi gorengnya enak, gurihnya pas dan tipe nasi goreng khas Solo gitu. Untuk porsinya menurut saya ini adalah nasi goreng porsi jumbo karena akhirnya harus kami habiskan berdua šŸ˜€ Untuk kroketnya enaaaaaakkkkk, bagian dalam teksturnya lembut dan bagian luarnya renyah. Rasa gurihnya pas, maksud saya kalau untuk camilan gurihnya pas, bukan yang kebangetan gitu.

Rumah Budaya Kratonan

Untuk minuman, kami memesan es teh gula sedikit dan es jeruk tanpa gula. Harga minuman dan makanan di Laras Resto ini masih terjangkau. Ya karena yang makan dan minum di resto ini menjangkau semua kalangan termasuk pelajar. Jadi soal harga masih bersahabat. ^^

Rumah Budaya Kratonan

Pendopo

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan juga memiliki pendopo yang cukup luas. Biasanya pendopo ini disewakan untuk acara-acara tertentu seperti pernikahan atau gathering. Adakalanya digunakan untuk kegiatan budaya Rumah Budaya Kratonan seperti pelatihan gamelan, tari dan belajar menulis aksara Jawa. Semua kegiatan tersebut dibuka untuk umum.

Lokasi dan Jam Operasional

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan berada di Jalan Manduro No. 6, Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Solo. Akses menuju RBK ini sangat mudah termasuk juga jika menggunakan transportasi online.

Untuk jam operasional kafe di Rumah Budaya Kratonan mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00 setiap harinya dan Galeri Sejarah Surakarta mulai buka pukul 09.00 hingga 15.00 dibagi menjadi empat sesi di Selasa hingga Sabtu.

Rincian sesinya adalah sesi I pukul 09.00, sesi II pukul 11.00, sesi III pukul 13.00, dan sesi IV pukul 15.00. Khusus Hari Minggu ada dua sesi pukul 11.00 dan 13.00. Saat saya ke sana di Hari Minggu, ada sesi III pukul 15.00 karena yang akan masuk Galeri Sejarah Surakarta ini rombongan atau group.

Rumah Budaya Kratonan

Tiket

Rumah Budaya Kratonan

Tiket masuk ke area Rumah Budaya Kratonan ini gratis kecuali galeri. Untuk tiket masuk galeri sangat terjangkau yaitu Rp 25.000,00 untuk dewasa dan Rp 10.000,00 untuk tiket usia pelajar.

Fasilitas

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan ini menurut saya sangat nyaman untuk berakhir pekan, chatch up dengan teman-teman atau berkumpul dengan keluarga. Fasilitas yang disediakan juga mendukung mulai dari parkir yang cukup untuk kendaraan roda empat dan roda dua, terdapat musola untuk salat, toilet yang bersih dan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Fasilitas terpenting adalah ada tour guide selama berkeliling galeri. Selain tour guide juga disediakan ā€˜tour guide’ dalam bentuk audio.

Rumah Budaya Kratonan

Bagi saya berkunjung ke Rumah Budaya Kratonan ini sangatlah menyenangkan. Termasuk juga untuk Bilgi. Kami sama-sama mendapat pengalaman baru yang tak terlupakan. Jika ada kesempatan lagi main ke Solo, akan mampir lagi ke RBK. Ada yang mau ketemuan di sana? ^^

Baca juga: Ke Solo? Yuk, Intip Keseruan Berkunjung ke Monumen Pers Nasional!

Rumah Budaya Kratonan
Spot wajib ‘mirror selfie’ di Rumah Budaya Kratonan šŸ˜€