Ruang Tumbuh & Bersenang-Senang

Memori Manis Makan di Atas Kapal Pinisi La Toratima Sigi

0

Resto La Toratima Sigi

Menikmati makanan yang enak bersama pasangan dan anak di atas kapal pinisi tetapi dinikmati di Kota Sigi? Apakah mungkin ya teman-teman? 🙂 Kabupaten Sigi adalah salah satu kabupaten yang berada di Sulawesi Tengah yang jika kita membuka peta maka akan didapati bahwa kota ini tidak berbatasan langsung dengan laut. Di Sigi akan lebih banyak dijumpai rangkaian pegunungan. Kalau nggak ada pantai atau laut, bagaimana caranya makan di atas kapal pinisi? Itulah pertanyaan awal saya saat mendengar bahwa akan diajak makan di atas kapal 😀

Heston Blumenthal mengatakan bahwa baginya makanan adalah tentang momen, kesempatan, lokasi, teman-teman serta tentang rasa. Yap, rasa-rasanya kata Heston Blumenthal itu mewakili resto ini. La Toratima namanya dan benar-benar bisa menikmati hidangan yang enak di atas kapal pinisi. Kapal pinisi sendiri merupakan sebutan untuk kapal yang menggunakan sistem layar, tiang dan jenis tali.

Resto La Toratima Sigi
Pemandangan Kapal yang berada di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Resto yang terletak di Jalan Lando, Kalukubula ini memberi kesempatan kepada para pengunjung untuk menikmati hidangan mereka di atas kapal. La Toratima menawarkan masakan tradisional nusantara dengan rasa yang menurut saya enak. Resto yang berada di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi ini juga memberi pemandangan yang indah bahkan untuk sunset hunter sangat cocok menghabiskan waktu senja di sini karena La Toratima melayani pengunjung hingga pukul 10 malam dari jam 10 pagi. Selain bisa menjumpai kapal yang besar pun pengunjung disuguhi area taman dan kolam yang luas. Tak hanya itu, saat saya berkeliling bisa saya jadikan kesempatan belajar bagi anak mengenal beberapa nama buah-buahan diantaranya buah tin, manga, jambu air, papaya, sawo dan lain-lain.

Menu di La Toratima

Resto yang berdiri dengan sentuhan tradisional ini memiliki menu makanan khas tradisional, diantaranya ikan nila bakar dan goreng, mujair bakar dan goreng, ca kangkung, Palumara, Kaledo dengan Sop Ubi Makassar serta aneka minuman seperti es the, jeruk serta aneka macam jus. Nah, ada pula menu khas yaitu ayam panggang La Toratima yang harus dipesan sehari sebelumnya.

Resto La Toratima Sigi
Menu yang kami pesan di La Toratima. Seadanya sekali karena itu pun nyaris lupa untuk ambil foto 😀 | Dok. Pribadi

Bagi saya menemukan resto dengan menu ikan air tawar adalah sebuah kemewahan tersendiri. Rata-rata yang sering saya jumpai aneka masakan dengan olahan ikan laut terlebih di Kota Palu. Lele saja saat dinikmati di Kota Palu jadi spesial karena nggak sebanyak di Jawa dan dari segi harga pun juga lebih mahal. Nah, apalagi kalau ketemu ikan nila dan mujair, mewahnya bukan main. Rasanya pun, ikan bakar yang saya pesan di La Toratima juga tidak ada aroma tanah, bumbunya pas dan sambalnya pun mantab.

Resto La Toratima Sigi
Melihat proses menangkap ikan secara langsung di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Di La Toratima, ikan mujair dan ikan nila ini diambil langsung dari kolam ketika ada penasan masuk dari pengunjung yang baru datang. Para pengunjung khususnya anak-anak akan disuguhi pemandangan menangkap ikan di kolam dengan jarring yang besar dan mereka memberi kesempatan untuk memberi makan ikan di kolam. Jadi memang proses memasaknya membutuhkan waktu yang agak lama. Saat menunggu hidangan yang dipesan siap, pengunjung diberi kebebasan untuk explore La Toratima. Itulah salah satu tujuan pemilik La Toratima mendirikan resto ini yaitu memberi kesempatan untuk melepas penat dengan menikmati alam yang ditawarkan di La Toratima. Oh ya, depan La Toratima ini ada hamparan sawah yang luas dan memang letaknya tidak langsung di pinggir jalan beraspal. Sentuhan pedesaannya pun masih terasa.

Resto La Toratima Sigi
Memberi makan ikan. | Dok. Pribadi.

Fasilitas di La Toratima

Resto La Toratima Sigi
Salah satu saung di atas kolam, berada di bagian tengah La Toratima. | Dok. Pribadi.
Resto La Toratima Sigi
Penampakan lantai pertama kapal di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Fasilitas sebuah resto tentu saja yang utama adalah tempat menikmati hidangan yang ada di resto yang kita tuju. La Toratima memberi banyak pilihan pada saya sebagai pengunjung saat ke sana. Saya diberi banyak pilihan yaitu di atas kapal pinisi yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dengan suasana meja makan dan kursi yang ditata dengan rapi sedangkan di lantai dua saya jumpai suasana lesehan. Selain di atas kapal, ada juga saung-saung. Saung yang berada di atas kolam maupun saung di tengah taman yang berada paling dekat dengan gerbang masuk La Toratima.

Resto La Toratima Sigi
Musola apung di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Fasilitas lain seperti toilet juga tersedia dalam keadaan bersih serta musola apung yang lega dan nyaman untuk melaksanakan salat saat waktu beribadah tiba. Hal yang tak kalah penting adalah fasilitas tempat parkir kendaraan yang luas. Soal parkir saya juga merasa tenang saat berkunjung ke sana. Meskipun tempatnya mengusung konsep pedesaan, La Toratima tetap menyediakan wifi dan pembayarannya pun tidak hanya secara tunai. Pihak La Toratima menyediakan pembayaran debit bahkan bisa juga secara transfer.

Bagaimana teman-teman, tertarik makan di atas kapal pinisi? Jangan lupa ke La Toratima Sigi jika teman-teman sedang berada di Kota Palu. Jarak antara Kota Palu ke La Toratima ini hanya sekitar 25 menit sampai 30 menit dengan berkendara secara santai. 🙂

Lebih cocok lagi, mampir makan di La Toratima dalam keadaan setelah tracking dari Air Terjun Wera Sigi. ^^

Leave A Reply

Your email address will not be published.