Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Anseong Farmland, Rekomendasi One Stop Menikmati Musim Gugur Paket Lengkap di Korea

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Di Korea ada banyak tempat recommended dan cantik ketika musim gugur tiba. Masing-masing menawarkan daya tarik dan pesonanya masing-masing. Saya pun baru tahu kalau trend musim gugur ternyata berbeda tergantung waktunya.

Anseong Farmland

Akhir September sampai dengan pertengahan Oktober, trend musim gugur adalah pink muhly, bunga cosmos dan silver grass. Di bulan ini dedaunan belum terlalu menguning atau memerah. Nah, nanti di akhir bulan Oktober sampai dengan awal November bunga-bungan mulai rontok. Trend berubah menjadi coklatnya pepohonan, merahnya daun maple dan kuningnya daun ginko.

Anseong Farmland

Banyak yang beranggapan kalau akhir Oktober sampai dengan awal November adalah puncaknya musim gugur dengan primadonanya adalah kuning daun ginko dan merahnya daun maple. Namun bagi teman-teman yang tidak sabar menunggu “puncak” musim gugur, sekitar awal bulan Oktober berfoto dengan background pink muhly dan hamparan bungan cosmos nggak kalah cantiknya.

Anseong Farmland

Di Korea, banyak tempat untuk menikmati awal musim gugur dengan beragam spesialisasinya. Ada tempat yang bagus untuk berfoto dengan background pink muhly (kayak rumput ilalang tapi berwarna pink) di tempat lain bagus untuk berfoto dengan latar hamparan bunga cosmos. Saya menemukan tempat yang ketika saya berkunjung bisa dibilang ini adalah one stop awal musim gugur. Karena semuanya ada. Nama tempatnya adalah Anseong Farmland (안성팜랜드). Yuklah kita bahas satu-satu 🙂

Anseong Farmland

Daya Tarik Utama

Anseong Farmland

Sesuai namanya: Farmland. Tempat ini memiliki konsep peternakan. Banyak hewan ternak yang dipelihara dan pengunjung bisa berinteraksi dengan mereka sebagai salah satu wisata edukasi bagi anak-anak.

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Hewan ternak yang dipelihara pun macam-macam dan cukup lengkap. Ada kambing, sapi, domba, keledai, burung unta, kelinci, macam-macam burung, ayam, kuda dan banyak macam-macam lagi. Lebih serunya, dengan membayar lebih kita bisa mencoba menunggang kuda yang disediakan.

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Anseong Farmland
Burung Unta.

Bergeser sedikit dari lokasi peternakan, kita akan disuguhkan dengan hamparan berbagai macam bunga dan trend awal musim gugur. Ada pink muhly, bunga cosmos warna kuning dan bunga cosmos warna ungu. Bonus, ada semacam pohon cemara yang berjejer di kedua tepi jalan setapak yang bagus untuk berfoto. Cukup lengkap, satu kali kunjungan kita sudah bisa menikmati semuanya, paket komplit.

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Di dekat gerbang masuk disediakan pula restoran dengan menu makanan Korea, ada beberapa kafe dan toko suvenir. Bagi keluarga yang membawa anak-anak, selain diajak berinteraksi dengan hewan-hewan ternak bisa juga diajak bermain di wahana permainan anak.

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Ada perosotan, ayunan, dan banyak mainan khas anak-anak lainnya. Sudah? Ternyata belum habis. Bagi anak remaja atau dewasa yang ingin sedikit petualangan seru, ada lokasi balap gokart yang bisa dicoba. Bener-bener hiburan paket lengkap.

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Lokasi dan Akses Masuk

Anseong Farmland

Lokasi tempat ini sesuai dengan namanya berada di Kota Anseong. Tinggal ketik saja Anseong Farmland atau 안성팜랜드, di Naver Map dan ikuti saja petunjuk transportasi yang digunakan. Dari Kota Suwon, tempat suami dan saya tinggal, paling gampang menggunakan bus satu kali nomor 8200. Kemudian dari pemberhentian bus terdekat bisa dilanjut dengan menggunakan taksi atau bisa jalan kaki. Kalau tidak biasa jalan kaki, saran saya pakai taksi saja, karena lumayan juga jalannya, kira-kira 45 menit.

Anseong Farmland

Memang tempat ini perlu effort lebih untuk dikunjungi. Selain itu, Anseong Farmland ini nggak gratis. Pengunjung perlu membayar tiket masuk yang harganya bervariasi, tergantung usia dan kapan hari kunjungannya (weekday/weekend). Tiket masuknya berkisar 11.000 sampai dengan 15.000 won, tergantung usia dan hari kunjungan. Dan perlu membayar lebih jika ingin merasakan menunggang kuda atau bermain gokart. Buka dari pukul 09:00 pagi ketika weekend dan pukul 10:00 ketika weekday dan tutup pukul 18:00. Pembelian tiket terakhir pukul 17:00.

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Perlu Effort dan Berbayar. Layakkah?

Anseong Farmland
Kalau indahnya kayak begini, masa iya nggak layak? 🙂

Namun, seperti yang saya ceritakan di awal, tempat ini layaknya one stop awal musim gugur. Saya merasa puas berkunjung ke sini walaupun perlu effort lebih dan ada biaya masuknya. Pengunjungnya juga nggak pernah kelihatan sepi, menandakan tempat ini memang banyak yang suka. Apalagi weekend dan menjelang matahari terbenam, bagus banget pemandangannya. Sunset dengan pemandangan latar pink muhly atau bunga cosmos. Daebak!!

Anseong Farmland

Baca juga: Menikmati Gwanggyo Lake Park di Kota Suwan, Gyeonggi-do, Korea Selatan.

Anseong Farmland

Anseong Farmland

Isup Cafe, Nongkrong Cantik Dengan Latar Rumput Pink Muhly

Isup Cafe
Isup Cafe
Isup Cafe

Ada beberapa kafe di Korea yang punya spesialisasi, terutama soal view dan daya tarik yang ditawarkan. Di Korea kebanyakan kafe tidak terlalu bersaing soal rasa minuman atau makanan, tapi lebih kepada keunikan dan experience apa yang ditawarkan kepada pengunjung.

Isup Cafe

Masih dalam nuansa musim gugur, kali ini saya berkesempatan mengunjungi kafe yang cantik banget ketika musim gugur tiba. Terutama pada awal musim gugur, kira-kira akhir September sampai dengan pertengahan bulan November. Nama kafenya adalah Isup Café, berlokasi di Kota Cheonan. Daya tarik utama café ini adalah hamparan rumput pink muhly dan sedikit sentuhan bunga cosmos.

Isup Cafe

Sedikit cerita, di Cheonan ada dua lokasi kafe favorit bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan background pink muhly. Pinseu Coffee dan Isup Café. Lokasi yang pertama, Pinseu Coffee lebih banyak direkomendasikan oleh blogger dan selebgram Korea. Maka sebenarnya tujuan utama saya adalah ke Pinseu Coffee ini. Namun ternyata lokasi café ini dari pemberhentian bus terdekat masih lumayan agak jauh dan tidak ada jalur khusus untuk pejalan kaki (maklum, lokasinya ada di pedesaan).

Isup Cafe
Pemandangan menuju Isup Cafe.

Kalau mau praktis sebenarnya bisa naik taksi, tapi waktu itu jarak tempuhnya cuma 30 menit jalan kaki. Jadi saya coba untuk jalan kaki saja sambil gandengan tangan sama pacar halal, eaaa :-D. Namun ternyata pilihan saya agaknya kurang tepat. Berkali-kali saya harus menepi karena ada mobil yang mau lewat. Ditambah saya kesana ketika weekend yang tentu saja sangat banyak pengunjung.

Isup Cafe

Sebelum sampai lokasi saya sudah bad mood duluan. Maka langsung saja saya putuskan untuk pindah tempat ke lokasi kafe kedua, Isup Café. Tidak seperti Pinseu Coffee yang agak jauh dari pemberhentian bus terakhir, Isup Café lumayan dekat dengan pemberhentian bus. Jadi sangat bisa dijangkau dengan jalan kaki. Dalam perjalanan, suami bercerita bahwa ada temannya yang sudah pernah Pinseu Coffee. Dari foto-fotonya memang bikin penasaran, karena bagus. Tapi Isup Café ternyata nggak kalah bagusnya dengan Pinseu Coffee. Oke, nggak jadi ‘ngreog’ lagi haha 😀

Isup Cafe

Isup Cafe

Daya Tarik dan Suasana Café

Isup Cafe

Kafe ini berlokasi di pinggiran kota, sehingga bagian belakang café adalah pepohonan yang mungkin sudah bagian dari tepi hutan. Jalan masuk ke kafe, di sebelah kiri dan kanan ditanami dengan padi, yang waktu saya kesana sudah menguning dan siap dipanen.

Isup Cafe
Kabel-kabelnya terlalu rapi 😀

Vibe-nya seperti kampung halaman. Kafe ini dengan mudah bisa dijangkau dengan transportasi umum. Space parkir untuk mobil tersedia cukup luas.

Isup Cafe
Area parkir.

Seperti yang saya tulis di atas, daya tarik utama tentu saja adalah pink muhly yang di tanam di halaman kafe. Desain kafenya juga cantik dengan dinding depan yang hampir semuanya terbuat dari kaca, sehingga pengunjung di dalam café bisa menikmati suasana luar kafe dengan nyaman.

Isup Cafe

Sedikit terpisah dari bangunan utama, ada bangunan kecil yang juga bisa digunakan pengunjung untuk duduk menikmati minuman. Bangunan ini bahkan bukan hanya dindingnya yang dari kaca melainkan juga atapnya. Nah, kalau kita bisa berkunjung di waktu yang tepat, di sekeliling bangunan kecil ini tumbuh beragam bunga utamanya bunga cosmos. Cantik sekali berfoto di depan rumah kaca dengan dikelilingi bunga-bunga.

Isup Cafe

Lokasi

Isup Cafe
Suasana pedesaannya dapet banget.

Café ini berlokasi di pinggiran kota Cheonan. Ada banyak cara menuju kafe ini, bisa menggunakan kereta kemudian disambung dengan bus atau bus seluruhnya dengan beberapa kali transit. Pokoknya pilih saja yang menurut kalian nyaman. Karena lokasinya agak di pinggir kota, bus menuju tempat ini tidak sebanyak di dalam kota. Jadi agak sedikit sabar menunggu, atau kalau tidak sabar naik taksi pun bisa jadi salah satu opsi. Lebih jelasnya ketik saja Isup Café atau 이숲카페,디저트 di Naver Map. Enjoy!

Baca juga: Ngopi Asik Dengan Nuansa Industrial di Vonzrr Cafe, Suwon, Korea Selatan.

Isup Cafe
Pohon Buah Kesemek.

Vonzrr Café, Ngopi Dengan Nuansa Industrial

Vonzrr Cafe

Vonzrr Cafe

Ada sebuah café yang namanya susah diucapkan karena hampir semua hurufnya menggunakan huruf konsonan. Namanya adalah Vonzrr Café, agak unik bukan namanya. Café ini sebenarnya ada beberapa cabang, ada di Suwon dan ada juga di Seoul. Saya sendiri baru mencoba yang ada di Suwon (본지르르 수원).

Vonzrr Cafe

Lokasi 

Lokasinya masih berada dalam komplek Hwaseong Fortress. Kafe ini walaupun berada di pinggir jalan utama, namun agak tersembunyi untuk bisa menemukannya. Pasalnya, lokasi café ini berada di lantai dua dan tidak ada papan nama di luar yang menunjukkan lokasi café ini. Saya sendiri tahu lokasi café ini dari rekomendasi Instagram. Sempat kebingungan karena merasa sudah di lokasi yang pas tapi cafenya tidak ketemu. Akhirnya tahu kalau lokasi café di lantai dua setelah mencocokkan bentuk jendela di foto dengan café di lantai dua.

Vanzrr Cafe

Café Vibe

Entahlah apakah café ini memang sengaja untuk susah ditemukan, namun kenyataannya café ini jarang sekali sepi. Bahkan beberapa orang rela menunggu giliran (waiting list) untuk bisa sekadar mendapat tempat duduk.

Vanzrr Cafe

Café ini nampaknya sedikit bernuansa industrial dan klasik atau bahasa gampangnya agak jadul. Mejanya didominasi dari bahan kayu sedangkan kursinya dari bahan besi. Di tengah ruangan terdapat meja kayu yang besar dan mencolok serta tanaman yang walaupun kecil, tapi terasa pas banget sama konsepnya. Langit-langit dan lantainya dibiarkan “setengah jadi” untuk menambah konsep industrial.

Vanzrr Cafe

Masih di tengah ruangan, ada pemutar musik jadul karena masih ada tempat untuk memutar CD. Entah hanya sebagai pajangan atau memang beneran bisa berfungsi, soalnya musik-musik yang diputar sumbernya dari laptop, yang juga dipajang di tengah ruangan.

Vanzrr Cafe

Di ruangan yang dekat dengan jendela diperuntukkan untuk pengunjung yang ingin “bekerja” mejanya lumayan lebar untuk menaruh laptop dan kursi yang keras (walaupun ada lapisan busanya sih). Di meja juga disediakan colokan listrik dan lampu baca.

Vanzrr Cafe

Sedangkan ruangan yang agak dalam digunakan untuk pengunjung yang memang ingin bersantai karena kursi duduknya berupa sofa yang empuk dan meja yang kecil dan rendah, yang tentu tidak nyaman untuk bekerja dengan laptop.

Vanzrr Cafe

Menu dan Fasilitas

Vanzrr Cafe

Menu yang disediakan cukup standar sebagaimana café-café lain di Korea. Ada menu coffee atau non coffee, tea, dan dessert. Harganya pun cukup standar, tidak murah namun juga tidak mahal. Kalau berkunjung kesini saya rekomendasikan untuk mencoba cheese cake-nya, lumayan enak. Fasilitas lain yang hampir selalu ada di café Korea adalah toilet, biasa saja sih, masih dengan tema industrial, tapi bersih dan wangi toiletnya.

Vanzrr Cafe

Kalau menurut saya, daya tarik café ini terletak dari interiornya yang memang nyaman banget untuk kerja atau bersantai. Lampunya juga dipilih yang bernuansa lembut dan agak berwarna orens temaram. Dan ini adalah salah satu café yang baru saya datangi dan jadi tempat favorit suami untuk belaja.  Selain karena dekat juga karena memang nyaman dan dekat dengan tempat wisata.

Vanzrr Cafe

Baca juga: Pantai, Sunset, Windmill: Kombinasi Epik di Tandohang Port Ansan.

Seongyeong Library, Perpustakaan di Kawasan Budaya Hwaseong Fortress

Seongyeong Library

Seongyeong Library

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengunjungi perpustakaan lagi di kota Suwon. Perpustakaan ini bernama Suwon Public Seongyeong Library (수원 선경도서관) dan dikelola oleh Pemerintah Kota Suwon.

Seongyeong Library

Seongyeong Library

Lokasi dan Akses

Seongyeong Library

Perpustakaan ini berada di area Hwaseong Fortress, benteng jaman kerajaan yang menjadi bagian dari warisan budaya UNESCO. Seperti biasa untuk menuju kesini, gunakan saja Naver Map dan ketikkan nama perpustakaannya dan ikuti petunjuk di aplikasi tersebut. Karena lokasinya yang agak jauh dengan stasiun kereta, maka paling gampang kesini pakai bus atau taksi kalau agak sultan dikit.

Seongyeong Library

Di sekeliling perpustakaan terdapat banyak café karena memang berada di lokasi wisata. Jadi kalau café sedang penuh atau sedang pengen lokasi belajar atau kerja yang agak sunyi, tapi sambil berwisata, maka perpustakaan ini patut dicoba.

Seongyeong Library

Fasilitas dan Jam Buka

Seongyeong Library

Karena lokasinya yang berada dalam komplek Hwaseong Fortress, tidak heran ketika baru masuk perpustakaan, di lantai satu kita langsung bisa melihat ruang ekhsibisi yang memajang pernak-pernik kuno jaman kerajaan. Di lobi lantai satu ini ditampilkan baju raja dan permaisuri beserta aksesorisnya (topi, ikat pinggang, sepatu, dll).

Seongyeong Library

Perpustakaan ini terdiri dari tiga lantai. Lantai satu terdiri dari perpustakaan anak, auditorium, dan cyber library. Lantai dua berisi ruang baca dan kantor. Sedangkan lantai tiga terdiri dari ruang baca dan lounge. Uniknya di lantai tiga ini dipisah antara ruang baca laki-laki dan perempuan.

Seongyeong Library

Seongyeong Library

Tempat favorit saya adalah di lounge room. Di sini disediakan kursi sofa empuk yang biasanya digunakan pengunjung untuk beristirahat, bahkan sampi tertidur. Pengunjung bisa beristirahat di sofa dengan jendela yang langsung menghadap komplek Hwaseong Fortress.

Seongyeong Library

Di ruangan ini juga terdapat vending machine yang berisi minuman kaleng dan coffee machine (bisa panas atau dingin). Kalau kalian merasa sumpek dan ingin baca-baca atau duduk di area terbuka, di halaman perpustakaan terdapat beberapa bangku dan gezebo yang nyaman.

Seongyeong Library

Ruang baca di lantai tiga buka dari pukul 07:00 dan tutup pukul 23:00. Sedangkan ruang kerja dan akses pada koleksi buku di perpustakaan buka dari pukul 09:00 dan tutup pukul 22:00 saat weekday, kalau weekend tutup pukul 18:00.

Baca juga: Rekomendasi Perpustakaan di Propinsi Gyeonggi, Gwanggyo Purunsup Library.

Mengintip Serba Serbi Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum Tumurun atau juga dikenal dengan nama Tumurun Private Museum adalah salah satu museum yang berada di Kota Solo. Museum ini sangat layak masuk dalam daftar kunjung museum di Kota Solo. Saya akui, saya nggak paham-paham banget soal seni tapi jadi mood booster ketika berkunjung ke pameran atau museum seni. 🙂

Museum Tumurun

Selayang Pandang Museum Tumurun

Museum Tumurun

Hal pertama yang terlintas dalam benak saya tentang museum ini adalah namanya. Kok bisa namanya Tumurun? Ternyata oh ternyata, Museum Tumurun ini adalah museum milik pribadi salah satu pengusaha ternama sekaligus pendiri PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) Kota Solo, HM Lukminto.

Museum Tumurun

Museum ini diwujudkan oleh anak mendiang HM. Lukminto dalam rangka untuk mengenalkan karya seni milik keluarga besarnya. Terdapat banyak, bisa jadi sekitar 120an (saya nggak ngitung :-D) koleksi karya seni di dalam museum. Koleksi karya dan barang seni ini kemudian diwariskan secara turun temurun hingga akhirnya menjadi nama museum ini.

Museum Tumurun ini memiliki dua lantai. Museum Tumurun ini terdiri atas karya seni mulai dari lukisan, instalasi seni dan mobil antik. Di lantai pertama, saat baru saja memasuki museum, pandangan saya disambut dengan mobil antik yang cantik. Ada tiga mobil antic yang berada di lantai satu, yaitu Dodge tahun 1948 dan Mercedez Bens tahun 1972.

Museum Tumurun

Di lantai satu, saya dan para pengunjung lain bisa melihat dan menikmati karya seni kontemporer seperti Tisna Sanjaya, Eddy Susanto, Hery Dono dan Rudi Mantofani. Sementara di lantai dua, kita bisa bertemu dengan karya seni karya old master yang melegenda seperti Affandi, Ahmad Sadali, Antonio Blanco, Walter Spies, Raden Saleh dan lainnya.

Museum Tumurun

Lokasi Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum pribadi ini terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No. 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Kalau saya gambarkan sih ya, ada di belakang Sami Luwes sebelum Pasar Kembang dan memang dekat dengan Sriwedari.

Museum Tumurun

Tiket dan Cara Mendapatkannya

Museum Tumurun

Agar bisa memiliki akses masuk ke Museum Tumurun, kita harus memiliki tiket. Harga tiket masuk sebesar Rp 25.000,00/orang untuk dewasa dan anak-anak. Cara mendapatkannya bisa dengan memesan di web Museum Tumurun (klik aja) atau bisa juga on the spot berdasarkan pengalaman saya sih bisa ya. Oh iya, tersedia tiket gratis juga lho, tentu saya harus war yaaa 😀

Museum Tumurun

Jam Operasional

Museum Tumurun

Museum Tumurun buka Hari Selasa hingga Hari Minggu. Khusus Hari Senin tutup. Untuk jam operasionalnya sedikit berbeda ya, yaitu Selasa hingga Kamis buka mulai pukul 13.00-15.00 WIB sedangkan Jumat hingga Minggu buka lebih pagi, mulai pukul 10.00-15.00 WIB.

Museum Tumurun
Di lantai dua.

Hal-Hal yang Diperbolehkan dan Tidak Diperbolehkan 

Museum Tumurun

Di dalam museum, saya dan para pengunjung lain diperbolehkan untuk berfoto di dekat karya seni. Namun para pengunjung tidak diijinkan untuk menyentuhnya.

Museum Tumurun

Di dalam museum para pengunjung hanya boleh masuk dengan membawa handphone atau kamera saja. Tas dan barang bawaan lainnya harus dititipkan ke bagian keamanan termasuk dompet.

Museum Tumurun

Tidak diijinkan berbuat kegaduhan. Jadi masing-masing pengunjung bertanggung jawab dengan ketenangan di dalam museum.

Museum Tumurun

Di Museum Tumurun disediakan fasilitas untuk para pengunjung terutama untuk kenyamanan dan kepuasan menikmati karya seni, yaitu di setiap lukisan atau karya seni disediakan barcode yang bisa dipindai. Di situ terdapat informasi lengkap yang bisa dibaca secara mandiri.

Museum Tumurun

Museum Tumurun juga menyiapkan pemandu untuk menemani pengunjung berkeliling museum. Jadi jangan khawatir, kita tidak akan kebingungan apalagi kesepian 😀

Museum Tumurun

Selain itu, tersedia area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Ada juga toilet yang bisa digunakan di luar bangunan museum. Ada hal yang tak kalah penting, menurut saya Museum Tumurun ini ramah untuk teman-teman disabilitas karena akses ke lantai dua tidak menggunakan anak tangga.

Museum Tumurun

Museum Tumurun

Gimana Teman-Teman? Tertarik ke Museum Tumurun? Yuklah gass aja, Museum Tumurun akan buka hingga tanggal 21 November 2023. ^^

Baca juga: Ke Solo? Yuk Cari Tahu Tentang Solo di Rumah Budaya Kratonan! 

Museum Tumurun
Jangan lupa jajan es teh di sebrang Museum Tumurun 🙂

Asiknya Mengenal Sejarah Surakarta di Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan namanya. Tempatnya cukup tersembunyi dan sekilas tidak tampak seperti destinasi wisata sejarah yang ada di Kota Solo. Pemandangan dari luar seperti bangunan khas Jawa atau Joglo yang selalu terlihat menawan. Saya penasaran tentang Rumah Budaya Kratonan (RBK) dari Mas Arkha, owner Titilaras saat saya walking tour di Pasar Gede, Solo di Bulan Juli lalu. Apa yang membuat saya penasaran dengan RBK? Ada apa saja di sana? ^^

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan
Taman bagian depan dan Laras Resto.

Galeri Sejarah Surakarta

Rumah Budaya Kratonan
Ruang pertama di Galeri Sejarah Surakarta, RBK.

Galeri Sejarah Surakarta memiliki beberapa ruang yang memberi edukasi sejarah dari yang kompleks menuju spesifik. Di ruang ini menampilkan sejarah perjalanan revolusi industry hingga tumbuhnya kolonialisme di Indonesia. Tentu saja, di galeri ini menampilkan sejarah Surakarta. Setiap ruang memiliki vibe yang berbeda, nggak monoton. Jadi nggak membosankan.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang kedua.

Saya teringat, saat di ruang kedua yang menampilkan sejarah perjuangan di Surakarta, pengunjung tidak hanya membaca informasi-informasi yang tertera tetapi juga bisa menggunakan alat peraga yang tersedia.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan
Terdapat empat jendela seperti ini di ruang kedua.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Begitu juga di ruang ketiga. Ruang ini didesain sebagai ruang cermin, dikelilingi dengan cermin. Selain belajar sejarah khususnya Multatuli, di ruang ketiga ini bisa mirror selfie juga 😀 Selanjutnya masih ada dua ruang yang didesain berbeda dari ruang-ruang sebelumnya.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang ketiga.

Nah, di ruang terakhir menampilkan kekayaan Kota Solo berupa batik dan kekayaan kuliner Solo dalam bentuk gambar. Menurut saya, ini adalah salah satu cara menyenangkan untuk belajar sejarah terutama untuk anak-anak.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang keempat.

 

 

 

Rumah Budaya Kratonan
Ruang terakhir.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Perpustakaan

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Ada perpustakaan juga lho di Rumah Budaya Kratonan dengan koleksi buku-buku yang beragam bahkan buku-buku anak pun tersedia. Perpustakaan di RBK ini didesain semi open space dan instragammable 😀 Mau baca buku atau kerja di perpustakaan RBK ini benar-benar nyaman. Untuk nugas mandiri atau kelompok juga oke banget!

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Resto

Rumah Budaya Kratonan

Resto di Rumah Budaya Kratonan ini bernama Laras. Namanya cantik ya? Kalau kata saya sih njawani, menggambarkan perempuan Jawa yang lembut gitu 😀 Laras Resto menyediakan berbagai pilihan menu makanan mulai dari main course, snack hingga menu penutup ada.

Rumah Budaya Kratonan

Saat saya di Rumah Budaya Kratonan tepat saat jam makan siang. Saya memesan nasi goreng yang nggak pedas untuk Bilgi dan kroket untuk saya. Nasi gorengnya enak, gurihnya pas dan tipe nasi goreng khas Solo gitu. Untuk porsinya menurut saya ini adalah nasi goreng porsi jumbo karena akhirnya harus kami habiskan berdua 😀 Untuk kroketnya enaaaaaakkkkk, bagian dalam teksturnya lembut dan bagian luarnya renyah. Rasa gurihnya pas, maksud saya kalau untuk camilan gurihnya pas, bukan yang kebangetan gitu.

Rumah Budaya Kratonan

Untuk minuman, kami memesan es teh gula sedikit dan es jeruk tanpa gula. Harga minuman dan makanan di Laras Resto ini masih terjangkau. Ya karena yang makan dan minum di resto ini menjangkau semua kalangan termasuk pelajar. Jadi soal harga masih bersahabat. ^^

Rumah Budaya Kratonan

Pendopo

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan juga memiliki pendopo yang cukup luas. Biasanya pendopo ini disewakan untuk acara-acara tertentu seperti pernikahan atau gathering. Adakalanya digunakan untuk kegiatan budaya Rumah Budaya Kratonan seperti pelatihan gamelan, tari dan belajar menulis aksara Jawa. Semua kegiatan tersebut dibuka untuk umum.

Lokasi dan Jam Operasional

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan berada di Jalan Manduro No. 6, Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Solo. Akses menuju RBK ini sangat mudah termasuk juga jika menggunakan transportasi online.

Untuk jam operasional kafe di Rumah Budaya Kratonan mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00 setiap harinya dan Galeri Sejarah Surakarta mulai buka pukul 09.00 hingga 15.00 dibagi menjadi empat sesi di Selasa hingga Sabtu.

Rincian sesinya adalah sesi I pukul 09.00, sesi II pukul 11.00, sesi III pukul 13.00, dan sesi IV pukul 15.00. Khusus Hari Minggu ada dua sesi pukul 11.00 dan 13.00. Saat saya ke sana di Hari Minggu, ada sesi III pukul 15.00 karena yang akan masuk Galeri Sejarah Surakarta ini rombongan atau group.

Rumah Budaya Kratonan

Tiket

Rumah Budaya Kratonan

Tiket masuk ke area Rumah Budaya Kratonan ini gratis kecuali galeri. Untuk tiket masuk galeri sangat terjangkau yaitu Rp 25.000,00 untuk dewasa dan Rp 10.000,00 untuk tiket usia pelajar.

Fasilitas

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan ini menurut saya sangat nyaman untuk berakhir pekan, chatch up dengan teman-teman atau berkumpul dengan keluarga. Fasilitas yang disediakan juga mendukung mulai dari parkir yang cukup untuk kendaraan roda empat dan roda dua, terdapat musola untuk salat, toilet yang bersih dan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Fasilitas terpenting adalah ada tour guide selama berkeliling galeri. Selain tour guide juga disediakan ‘tour guide’ dalam bentuk audio.

Rumah Budaya Kratonan

Bagi saya berkunjung ke Rumah Budaya Kratonan ini sangatlah menyenangkan. Termasuk juga untuk Bilgi. Kami sama-sama mendapat pengalaman baru yang tak terlupakan. Jika ada kesempatan lagi main ke Solo, akan mampir lagi ke RBK. Ada yang mau ketemuan di sana? ^^

Baca juga: Ke Solo? Yuk, Intip Keseruan Berkunjung ke Monumen Pers Nasional!

Rumah Budaya Kratonan
Spot wajib ‘mirror selfie’ di Rumah Budaya Kratonan 😀