Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Menikmati Pantai Taipa di Kota Palu

Pantai Taipa Palu

Pantai Taipa Palu

Masih dalam rangka mengabadikan memori manis di Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu, kali ini saya akan menceritakan tentang pantai (lagi). Yap, salah satu pantai yang tentunya cantik di Kota Palu. Memang, Sulawesi Tengah itu memiliki banyak pantai. Ada pantai yang telah dikelola maupun pantai yang masih alami. Tapi tentu saja, baik itu pantai yang sudah dikelola maupun yang belum dikelola, sama-sama indahnya. Pantai Taipa adalah salah satu pantai di pinggiran Kota Palu yang telah dikelola secara professional. Kenapa bisa disebut professional? Ya, karena Pantai Taipa telah dilengkapi dengan fasilitas lengkap, yaitu telah tersedia restoran, penginapan, kolam renang, dan cottage. Semua fasilitas ini dibangun secara rapi dan terawat.

Pantai Taipa Palu
Area kolam renang di Pantai Taipa yang langsung menghadap laut. Sisi kolam untuk orang dewasa.
Pantai Taipa Palu
Sisi kolam renang untuk anak-anak di Pantai Taipa, Kota Palu.
Pantai Taipa Palu
Terlihat deretan cottage di Pantai Taipa, Kota Palu.

Pantai Taipa berjarak kurang lebih 17 KM dari Kota Palu dan dapat ditempuh kira-kira 30 menit. Pantai Taipa memiliki pasir putih di sepanjang pantai dan air laut yang jernih. Begitu dekatnya sehingga bisa menjadi salah satu alternatif liburan bagi warga Kota Palu di akhir pekan yang bisa dijangkau dengan mudah. Pantai ini terletak di Teluk Palu sehingga di kejauhan terlihat Gunung Gawalise yang tentu menambah keindahan pantai ini. Pantai Taipa terletak di teluk Palu, oleh karena itu airnya cukup tenang dengan sedikit ombak-ombak kecil. Namun, di waktu-waktu tertentu terutama di sore hari, angin dan ombak cukup kencang bertiup atau ketika sedang pasang. Tiap ke pantai dan menjumpai air laut sedang pasang jadi teringat potongan lagu ini, “ketika tiba-tiba ombak di laut surut cinta kita berdua tetap pasang, sayang.” Adakah yang familiar dengan lagu itu? 😀

Pantai Taipa Palu
Pemandangan dari salah satu tempat makan yang ada di Pantai Taipa.
Pantai Taipa Palu
Menjelang senja di Pantai Taipa.

Yak, kembali lagi ke Pantai Taipa, banyaknya fasilitas yang tersedia, pengunjung tidak perlu merasa bingung mau ngapain. Bagi yang suka berenang bisa memilih mau berenang di kolam renang air tawar atau sekalian berenang di laut sambil melihat indahnya terumbu karang dan ikan-ikan. Bagi yang ingin bersantai bisa menyewa gazebo yang tersedia atau hanya sekadar duduk-duduk di pinggir pantai. Restoran juga tersedia, sehingga saya ketika berkunjung ke sana tidak perlu repot-repot membawa bekal dari rumah. Ada taman kecil juga yang bisa saya gunakan untuk jalan-jalan di sekitar pantai. Taman ini dilengkapi dengan jembatan di atas kolam yang dicat warna-warni, dan anak-anak bisa diajak memberi makan ikan.

Pantai Taipa Palu
Kolam yang cukup luas di area Pantai Taipa, terdapat jembatan dan di kolam tersebut terdapat ikan-ikan.

Selain melepas penat, saat berkunjung ke Pantai Taipa saya memanfaatkan juga untuk praktikum materi sekolah Bilgi di Al Kindi Online Preschool tentang benda yang bisa melayang dan mengapung di atas laut. Percobaan sederhana untuk anak preschool yaitu meletakkan telur di dalam gelas yang telah diisi air dan dicampur garam. Namun, karena langsung berada di pantai, saya langsung bisa mengambil air laut dan memasukkan telur ke dalam gelas berisi air laut. Hasilnya, telur pun melayang dan si anak pun juga senang. Ternyata belajar pun bisa dilakukan dengan sangat menyenangkan. 🙂

Pantai Taipa Palu
Melakukan praktikum sederhana di Pantai Taipa, Kota Palu.

Jika teman-teman merencanakan untuk menginap, di Pantai Taipa telah tersedia pula penginapan yang bisa disewa dengan harga yang lumayan oke dengan mempertimbangkan lokasi dan fasilitasnya. Per malam sekitar Rp500.000, 00. Namun nampaknya perlu dipastikan kembali apakah harga ini mengalami kenaikan harga atau tidak. Dengan segala fasilitas lengkap yang disebutkan di atas, untuk bisa menikmati keindahan Pantai Taipa para pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar 20 ribu rupiah, termasuk untuk berenang di kolam renang. Sementara untuk parkir kendaraan roda dua akan dikenakan tarif Rp 5.000,00 dan Rp 10.000,00 untuk roda empat. Tidak hanya itu, di Pantai Taipa ini juga sudah ada masjid yang sangat nyaman untuk melaksanakan salat.

Pantai Taipa Palu
Saat ke sana, ombak sedang besar dan laut sedang pasang.

Jika teman-teman sedang singgah di Kota Palu dan ingin menikmati suasana pantai selain Pantai Talise, Pantai Taipa bisa menjadi pilihan yang bisa dicoba. Jika teman-teman ingin menikmati pantai di luar Kota Palu tetapi ingin perjalanan yang singkat dengan view laut yang indah, teman-teman bisa mengunjungi pantai-pantai yang ada di Kota Donggala terutama Pantai Bonebula. ^^

 

Menikmati Indahnya Sunset Khas Pantai Bonebula

Pantai Bonebula Donggala

Pantai Bonebula Donggala

Pulau Sulawesi dan juga wilayah timur Indonesia lainnya memang terkenal dengan keindahan pantainya. Dulu, ketika melihat pantai di Jawa yang menurut saya sudah tampak bagus, menjadi tidak ada apa-apanya ketika sudah melihat pantai dan laut Sulawesi. Kali ini, satu lagi pantai di Sulawesi Tengah yang ingin saya ceritakan. Namanya Pantai Bonebula, tidak jauh dari Kota Palu, kira-kira dua jam perjalanan ke arah Donggala. Memang pantai Bonebula ini terletak di Kota Donggala. Kota Donggala adalah kota kecil, padahal jaman dahulu kala sebelum ada Kota Palu, Donggala merupakan pusat keramaian di Sulawesi Tengah. Bisa dibilang Donggala ini semacam kota tua. Perjalanan dari Palu ke Donggala memiliki pemandangan laut yang indah karena menyusuri garis pantai di sepanjang perjalanan.

Pantai Bonebula Donggala
Senja di Pantai Bonebula, Donggala.

Perjalanan ke pantai ini tidak bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum, karena memang tidak ada. Saya berkendara ke Pantai Bonebula menggunakan kendaraan pribadi. Saat saya ke sana dua tahun lalu, Pantai Bonebula masih sangat alami. Karena itu, jika Teman-Teman tidak membawa bekal dan sudah memasuki waktu makan, saya menyarankan untuk singgah sebentar di Donggala Kota untuk mengisi perut dan istirahat sejenak karena tidak ada rumah makan di sekitar pantai. Hanya ada beberapa penjual cemilan seperti cilok dan somay. Restoran favorit saya di Donggala adalah Rumah Makan Terminal Indah. Restoran ini berada di atas laut, seperti bentuk panggung, dan menu utamanya adalah ikan bakar dan aneka seafood lainnya. Saya akan membahas tentang rumah makan ini di lain kesempatan, hehe… 😀

Setelah makan siang, saya sekalian mampir ke masjid terdekat untuk sekalian salat dzuhur sebelum melanjutkan perjalanan. Tiba di Pantai Bonebula pada pukul 14.30, dan saya rasa ini adalah waktu yang tepat karena kita bisa bermain-main sebentar menikmati keindahan pantai sebelum akhirnya duduk santai menyaksikan matahari terbenan yang indah khas Pulau Sulawesi. Kenapa saya sebut khas, karena beberapa kali saya menikmati senja di Sulawesi Tengah selalu disuguhkan pemandangan yang serupa: langit kemerahan di ufuk barat (terkadang merah kebiruan tergantung cuaca) dan semburat awan yang membuat langit senja tidak terlalu “flat”.

Pantai Bonebula Donggala
Pantai Bonebula berpasir putih.

Seperti layaknya cuaca di kebanyakan daerah di pesisir Sulawesi Tengah, Pantai Bonebula hari itu cukup panas dan cerah tetapi berangin. Pantai ini tidak terlalu ramai. Banyak orang namun tidak membuat suasana terasa sumpek. Masih banyak ruang untuk main air, berenang, lari-larian di pinggir pantai, atau pun menikmati ayunan di bawah pohon pinggir pantai.

Pantai Bonebula Donggala
Ada ayunan di sebuah pohon di Pantai Bonebula, Donggala.

Selepas badan basah dan kotor terkena pasir putih, disediakan kamar bilas untuk mandi dan ganti baju. Sayangnya karena air tawar susah diperoleh, pada waktu itu saya harus membayar lebih untuk air bilas. Satu jerigen kira-kira 10-15 ribu, tergantung ukuran. Barulah setelah badan bersih dan segar, silakan siapkan minuman hangat dan cemilan lalu duduk santai menikmati pantai. Chill and relax. Sore kala itu, saya sempat menikmatinya juga dengan duduk di atas pasir putih Pantai Bonebula sambil membaca buku dan melihat tawa bahagia seorang anak yang sedang menikmati waktu di pantai bersama sang ayah. Indah. 🙂

Selepas matahari terbenan, sebelum pulang kami menyempatkan dulu sholat magrib di tepi pantai. Nuansanya berbeda dibanding biasanya salat di ruangan tertutup di masjid atau ruang salat di rumah. Malam beranjak, sebenarnya saya bisa memilih utnuk sekalian menginap atau pulang. Kalau menginap silakan membawa tenda sendiri, namun ada biaya tambahan untuk ijin menginap kepada pengelola. Kalau memutuskan untuk pulang saya sarankan jangan terlalu malam, karena jalan dari Pantai Bonebula ke jalan utama poros Donggala-Mamuju belum ada penerangan yang memadai dan cukup gelap dan kontur jalannya naik turun ditambah banyak tikungan tajam. Tapi sangat layak untuk dicoba. Worth it.

Pantai Bonebula Donggala

Namun, geliat tumbuh di Pantai Bonebula terlihat. Tahun lalu, 2022, dari akun Instagram Soal Palu mengunggah berita yang membuat saya senang sekaligus bergumam ‘wah, sayang sekali belum bisa ke sana lagi’ karena di sekitar Pantai Bonebula sudah ada penginapan bernama Sunset Rumah 40 dengan view yang langsung menghadap laut. Di dekat Pantai Bonebula ini juga ada Pantai Boneoge yang tak kalah cantik dan Pusat Laut. Saya pun sangat ingin kembali lagi ke sana suatu hari nanti.

Pantai Bonebula Donggala
Sunset Pantai Bonebula, Donggala.

Oh ya, teman-teman juga bisa menikmati senja dari Kota Ampana yang juga tak kalah indah dengan senja khas Sulawesi ^^

Saben Ayu, Menikmati Vibe Bali di Ngawi

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi

Saben Ayu namanya. Salah satu tempat favorit saya untuk WFA alias kerja dari mana saja. Rasanya saya harus mengabadikan Saben Ayu dalam bentuk tulisan karena tempatnya memang sungguh menenangkan, setidaknya menurut saya. Selain tujuan untuk WFA, saya juga biasanya ke sini bersama Bilgi, putra semata wayang saya, yang biasanya jika dia penat maka dia mengajak minum teh di sawah-sawah. Tempat yang dia maksud itu y aini, Saben Ayu.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Bagian depan dari Saben Ayu, Ngawi. | Dok. Pribadi

Baru di parkiran saja rasanya sudah menyenangkan setiap kali bertandang ke sini. Jalan masuk menuju ruang utama, pandangan saya sudah disuguhi hijau-hijau dan dua kolam ikan di kanan kiri. Terdapat iyup-iyup dengan tiang dan atap yang ditutup dengan kain putih khas suasana rumah-rumah di Bali pada umumnya. Semakin masuk, rasanya makin senang karena di sini disediakan buku-buku yang bisa dibaca di tempat. Bookworm macam saya tentu bahagia meskipun lebih sering sudah bawa buku atau Kindle sendiri. Senang aja kalau lihat tempat makan yang ada buku-bukunya gitu.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Bagian Depan dari Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Saben Ayu terdiri atas tiga bagian. Pertama, halaman depan dengan dua kolam ikan dan di sisi kanan terdapat bale dengan meja dan tikar untuk lesehan. Dari sisi ini, pengunjung bisa menikmati gemercik air dan kecipak-kecipuk ikan serta hamparan sawah.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Teras depan bangunan utama Saben Ayu. | Dok. Pribadi
Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Ruang utama Saben Ayu. | Dok. Pribadi
Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Ruang utama Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Kedua, bagian tengah. Ini adalah bagian bangunan utama yang memadukan indoor-outdoor. Bangunan berupa rumah tanpa dinding dan jendela. Terakhir, bagian belakang. Bagian ini juga memadukan indoor-outdoor. Bedanya dengan bagian utama adalah di bagian belakang ini adalah lesehan sedangkan ruang utama atau tengah disediakan meja kursi berbagai bentuk. Iya, kursinya nggak monoton. Ada kursi rotan, ada kursi meja makan memanjang, ada kursi yang berbentuk batang kayu jati panjang. Oh ya, dari ruang utama ke bagian lesehan belakang dihubungkan dengan jembatan kecil di atas kolam ikan. Di mana pun pilihan duduk, hamparan sawah dan Gunung Lawu yang akan menghiasi pandangan mata.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Ini salah satu sudut bagian belakang dari Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Lokasi

Tadi saya sudah menyebutkan kalau Saben Ayu ini menenangkan. Yap, menenangkan dalam artian yang sebenarnya. Jadi lokasi Saben Ayu bisa dibilang memang jauh dari jalan raya bahkan admin instagramnya pun pernah menuliskan rasa terimakasih atas kedatangan para tamu ke Saben Ayu meskipun butuh effort lebih. Terletak di Jambe Kulon, RT. 09/RW.06, Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Rumah makan yang mulai buka pukul 10.00 ini terletak di ujung pemukiman dan sekolah, sisi depan, belakang, dan sebelah kiri adalah hamparan sawah yang luas. Salah satu jalan menuju Saben Ayu berupa hamparan persawahan yang luas dengan jalan masih tanah bebatuan tapi cukup lebar jika dilewati mobil. Pilihan lain, bisa melewati arah Ngale atau lewat Paron menuju Gelung karena pilihan arah jalan ini sudah paving.

Menu di Saben Ayu

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Wedang uwuh, Saben Ayu. | Dok. Pribadi

Tempatnya sungguh nyaman, pemandangannya bikin senyum-senyum sendiri. Bagaimana dengan menunya? Tenang, Teman-Teman 🙂 Menurut saya, menu yang dihadirkan di Saben Ayu bervariasi. Banyak pilihannya terutama bagian minumannya, di sini menyediakan beraneka macam wedang. Mulai dari wedang jahe yang simpel hingga wedang racikan khas Saben Ayu ada dan bisa custom juga misal tanpa gula atau ingin pakai pemanis gula batu juga bisa. Aneka minuman dingin mulai dari es teh, es jeruk peras, es jeruk nipis, hingga es blewah ada. Minuman favorit saya adalah wedang uwuh dan wedang tape ketan.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Wedang tape ketan hitam, Saben Ayu dengan pemandangan Gunung Lawu. | Dok. Pribadi.

Tidak hanya minuman yang banyak pilihan, kudapannya juga mulai dari sosis-nugget, singkong goreng, pisang goreng, mendoan, dan tahu gejrot ada. Menu utama ada nasi ayam betutu. Pilihan lainnya ada ayam geprek, nasi ayam suwir, dan nasi ikan bandeng. Sebenarnya masih ada lagi tapi saya hanya ingat menu yang sering saya pesan 😀 Semua masakan dari menu yang saya pesan, saya suka terutama ayam suwir dan ayam betutu termasuk juga sambalnya.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Wedang uwuh dan nasi ayam suwir Saben Ayu. | Dok. Pribadi.

Harganya bagaimana? Soal harga menurut saya itu relatif ya. Menu nasi mulai dari harga Rp 13.000 hingga Rp 18.000 seingat saya. Minumannya pun juga masih relatif murah, lagi-lagi menurut saya. 😀 Dari semua menu, ada kudapan yang membekas bagi saya, saat itu entah kunjungan saya yang keberapa ke Saben Ayu dan saya disuguhi uwi kukus kesukaan saya. Gratis. Udah, bahagia banget. 😀

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Uwi kukus, Saben Ayu, Ngawi. | Dok. Pribadi

Fasilitas

Kalau mengunjungi sebuah rumah makan, selain menu dan lokasi, fasilitas juga bagian dari pertimbangan ingin tidaknya berkunjung, iya kan ya? Nah, di Saben Ayu ini juga menyediakan fasilitas berupa wifi yang aksesnya cepat menurut saya. Fasilitas lain seperti toilet juga tersedia dan tentu terjaga kebersihan serta kenyamanannya. Ada juga musola dengan mukena, sarung, dan sajadah tersedia lengkap. Tempat cuci tangan juga tersedia. Ada juga untuk tempat bersantai seperti ayunan yang bisa untuk spot foto. Tak lupa, fasilitas yang tak kalah penting adalah tempat parkir. Parkiran di Saben Ayu berada tepat di depan Saben Ayu, bisa untuk parkir motor dan mobil.

Saben Ayu Vibe Bali di Ngawi
Salah satu momen cantik, senja di Saben Ayu dengan latar Gunung Lawu, Ngawi. | Dok. Pribadi.

Bagi teman-teman yang sedang berada di Kota Ngawi dan ingin suasana desa yang tenang, bisa banget sejenak menepi ke Saben Ayu. Bisa juga, jika teman-teman punya keluarga di Ngawi, Saben Ayu bisa dijadikan tempat pilihan untuk ber-quality time bersama keluarga atau bertemu dan berkumpul dengan teman ^^

Mampir juga di Gubuk Reneo Ngawi. ^^

 

Book Shop Tour di Kota Madiun

Book Shop Tour di Madiun

Book Shop Tour di Madiun

Naik bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) adalah satu dari bucket list di tahun 2023 yang akhirnya sudah saya coret. Receh ya teman-teman, cuma naik bus doang 😀 Saya memasukkannya ke bucket list 2023 karena memang sudah sangat lama tidak naik bus AKAP. Memang lebih ke arah kangen, sih, sekaligus nostalgia jaman SMA di Solo dan kuliah di Jogja selalu jadi penumpang setia bus AKAP Mira dan Sugeng Rahayu atau Sumber Selamat (dulu, namanya Sumber Kencono).

Book Shop Tour di Madiun
Berangkat ke Madiun naik Bus Mira, pulang ke Ngawi naik Bus Sumber Selamat. Lengkap 😀 | Dok. Pribadi.

Senin lalu, saya memutuskan naik bus AKAP ke kota tetangga, Madiun. Cukup 1 jam sekali perjalanan dari Ngawi. Pulang pergi total 2 jam dan itu bahagianya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata :-D. Checklist naik bus AKAP ini juga akhirnya saya barengi dengan book shop tour di Madiun. Iya, ngada-ngadain acara book shop tour gitu biar  gabutnya nggak kebangetan, hehe…

Book Shop Tour di Madiun
Salah satu sudut Kota Madiun. Ini berada di sebrang Plaza Madiun. | Dok. Pribadi.

Akhirnya saya memutuskan pergi ke dua toko buku yang ada di Madiun. Sekalian jalan, sekalian me-time. 🙂

TOGAMAS

Book shop pertama yang saya tuju adalah Toko Buku TOGAMAS. Pasti sudah sangat familiar juga kan, teman-teman? Toko buku yang memberikan diskon selamanya ini juga toko buku favorit saya sejak kuliah di Jogja. Toko buku yang beralamat di Jalan Biliton no. 27 ini berada di area ruko, terdiri dari dua lantai. Koleksi bukunya pun juga menurut saya cukup up to date. Tentu saja ada diskon yang meresahkan dompet dan kartu debit 😀

Book Shop Tour di Madiun
Salah satu sudut Togamas Madiun di lantai 2. | Dok. Pribadi.

Saat saya ke sana di Hari Senin cukup tenang karena ya pas jam sekolah dan jam kerja juga. Toko buku yang nyaris hadap-hadapan dengan SMAN 2 Madiun ini memiliki koleksi komik dan buku-buku young adult berbagai pilihan dari beberapa penerbit. Selain itu, Togamas Madiun juga menyediakan buku-buku agama, buku anak, buku-buku sekolah dan banyak pilihan alat tulis. Togamas ini adalah salah satu toko buku yang saya rindukan saat saya tinggal di Kota Palu.

GRAMEDIA

Hmm, toko buku satu ini juga tidak kalah famous di mata saya dan teman-teman, bukan? Bahkan saat tinggal di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Gramedia juga ada di sana. Saya bersyukur dan bahagia Gramedia dapat saya kunjungi di Kota Madiun. Ya, jika di Kota Madiun tidak ada, maka Gramedia terdekat berada di Kota Solo, butuh 1,5 jam perjalanan via toll atau 2 jam via non toll.

Book Shop Tour di Madiun
Salah satu sudut Gramedia Madiun. Agustus lalu, di ujung itu ada jendela kaca yang besar. | Dok. Pribadi.

Sebenarnya saya agak sedih saat tiba di Gramedia Plaza Madiun karena ruangnya menyempit. Ketika saya tanya kepada pegawainya karena sedang ada renovasi. Semoga nanti ketika ke sana lagi sudah kembali seperti semula. Agustus 2022 terakhir ke sana, Gramedia Madiun masih dengan ruangan yang luas dan spot favorit saya adalah rak-rak novel dan buku anak yang dekat dengan jendela kaca yang besar, terlebih Gramedia terletak di lantai teratas Plaza Madiun. Sambil pilih buku, buka-buka buku bisa sambil lihat keluar atau bisa sambil bengong-bengong gitu.

Soal pilihan buku, Gramedia layaknya raja. Pilihan bukunya banyak terlebih buku-buku dari Penerbit Gramedia sendiri dengan lini-lininya sangat banyak jumlahnya. Kualitasnya juga tak perlu diragukan. Hanya saja, pembelian langsung di toko  memang tidak ada diskon tapi masih bisa mengumpulkan poin melalui myvalue. Di toko ini juga tidak hanya buku yang disediakan, ada bermacam-macam alat tulis, tas, pernak pernik, mainan bahkan saya pun menjumpai produk Al Qolam berupa boneka Hafidz Doll dan lain-lainnya lengkap ada di sana. Rasanya, selain tempat kuliner, toko buku adalah tempat yang rasanya wajib ditemukan ketika saya berpindah kota.

 

Hasil Book Shop Tour

Book Shop Tour di Madiun
Hasil buruan Book Shop Tour di Madiun. | Dok. Pribadi.

Saya membawa pulang 5 buku dari dua toko buku yang saya kunjungi. Lima buku yang setara dengan jumlah buku fisik yang saya baca di Bulan Januari belum termasuk tiga ebook yang saya baca di Kindle. Berharap tidak berlebihan sih saat membelinya, hehehe… Selain buku, saya juga membeli tiga pulpen warna dan dua textliner merk stabilo. 😀 Tak hanya buku, pulpen, dan stabilo, tentu saja saya membawa rasa bahagia, checklist naik bus AKAP dan jalan-jalan ke toko, mencium aroma toko buku, memilih dan pegang-pegang buku. Udah, itu rasanya sungguh membahagiakan 😀

Book Shop Tour di Madiun
Book Shop Tour sendiri dan nggak terbiasa foto selfie, jadi hanya punya foto kaki 😀 | Dok. Pribadi.

Selain dua toko di atas, sebenarnya saya juga mencari indie book shop di Kota Madiun tetapi belum menemukannya. Jika teman-teman punya rekomendasi, boleh langsung infokan di kolom komentar yaa 🙂

Baca juga: Jendela Buku, Toko Buku Favorit di Salatiga.

Menikmati Akhir Pekan di Adilah Garden Kota Palu

Adilah Garden Kota Palu

Adilah Garden Kota Palu

Di sekitar Kota Palu banyak tempat makan dengan konsep taman yang menyuguhkan pemandangan alam terbuka sembari pengunjung menikmati hidangan. Hal ini karena wilayah sekitar kota Palu yang tidak terlalu padat penduduk dan masih banyak lahan kosong, sehingga dimaksimalkan oleh pengusaha untuk membangun rumah makan dengan konsep seperti ini.

Adilah Garden Kota Palu
Jajaran kaktus hias di bagian depan saat pertama kali masuk ke Adilah Garden. | Dok. Pribadi.

Salah satu yang pernah saya kunjungi adalah Rumah Makan Adilah Garden, yang merupakan rumah makan berkonsep kebun dengan beberapa pilihan suasana berupa saung, indoor, atau outdoor menikmati makan di tengah taman. Adilah Garden memiliki taman dengan banyak ragam tanaman hias yang semuanya terawat dengan baik. Selain itu, juga terdapat sisi kebun binatang mini yang cocok untuk belajar anak-anak mengenal binatang. Setelah itu, terdapat kolam ikan yang luas dan kolam ikan kecil yang di tengahnya terdapat hiasan air mancur. Di sekitar kolam besar terdapat saung-saung yang bisa kita pilih untuk menikmati waktu bersama teman atau keluarga.

Adilah Garden Kota Palu
Tempat makan dengan meja kursi, outdoor, bagian ini berada di bagian tengah dari Adilah Garden. | Dok. Pribadi.
Adilah Garden Kota Palu
Area budidaya tanaman hias di Adilah Garden, Kota Palu. | Dok. Pribadi.

Saya pikir, Adilah Garden ini adalah tempat yang cocok untuk menghilangkan penat dan mengisi energi bersama keluarga atau bersama teman-teman. Saat menunggu pesanan datang, saya juga tidak merasa bosan karena bisa berkeliling di Adilah Garden yang menurut saya tempatnya luas ditambah dengan pemandangan deretan bukit-bukit.

Adilah Garden Kota Palu
Salah satu sudut area bermain di Adilah Garden. | Dok. Pribadi

Fasilitas yang lengkap dan menarik

Ada beberapa fasilitas yang ditawarkan di Adilah Garden berupa area olahraga dan tempat bermain untuk anak. Fasilitas olahraga yang ditawarkan ada gateball, area panahan, dan lokasi paintball. Selain terdapat area bermain dan olahraga, lokasi ini juga terdapat kolam ikan dan beberapa hewan yang dibentuk seperti kebun binatang mini seperti angsa, ayam kalkun, burung, kura-kura, dan kelinci.

Adilah Garden Kota Palu
Area bermain untuk anak-anak di Adilah Garden, Kota Palu. | Dok. Pribadi.

Sangat cocok sekali mengajak anak-anak untuk bermain dan sejenak melepas penat rutinitas sehari-hari. Tentu anak-anak akan betah berlama-lama di sini.  Termasuk Bilgi, anak saya pun juga susah diajak pulang ketika saya memintanya menyudahi bermain di Adilah Garden.

Adilah Garden Kota Palu
Area panahan di Adilah Garden, Kota Palu. | Dok. Pribadi.
Adilah Garden Kota Palu
Salah satu kelinci yang ada di Adilah Garden. Salah satu sisi yang dibuat seperti kebun binatang mini. | Dok. Pribadi.

Teman-teman juga bisa menyewa lahan di bagian tengah Adilah Garden untuk berbagai macam kegiatan, bisa gathering kantor, outbond, camping, bahkan untuk pernikahan dengan fasilitas sound system lengkap. Saat saya menghabiskan akhir pekan saya di Adilah Garden juga sedang berlangsung gathering sebuah kantor dengan konsep garden party tapi tidak benar-benar tidak mengganggu suasana. Memang jarak antar bagian juga lumayan, saat itu saya memilih tempat di area saung depan kolam ikan.

Adilah Garden Kota Palu
Area saung dengan pemandangan kolam ikan. | Dok. Pribadi.
Adilah Garden Kota Palu
Dok. Pribadi
Adilah Garden Kota Palu
Dok. Pribadi

Ketika berkunjung kesini tahun 2021, di bagian belakang sedang dalam pembangunan semacam pondok-pondok yang kemungkinan akan disewakan untuk tamu yang berminat untuk menginap. Oh ya, jika teman-teman akan berkunjung ke Adilah Garden, sebaiknya jangan berkunjung di Hari Senin karena tutup. Jam operasional ada di Hari Selasa hingga Minggu pukul 10.00-17.00 WITA.

Adilaj Garden Kota Palu
Ini adalah bagian belakang dari Adilah Garden. Pada waktu itu sudah ada 3 atau 4 kamar penginapan tetapi masih dalam tahap pembangunan. Mungkin tahun ini sudah dibuka untuk menginap. Atap hijau yang terlihat itu adalah kamar penginapan yang sedang dibangun. | Dok. Pribadi

Lokasi

Lokasi tempat makan ini agak di pinggir kota Palu namun masih sangat terjangkau. Tepatnya di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. Jika teman-teman memulai perjalanan dari Kota Palu lebih tepatnya dari Lapangan Vatulemo, ambil arah ke Jalan Veteran, kemudian belok kanan ke Jalan Bulu Masomba, lurus sampai menemukan Jalan Gn. Bulili, kemudian belok kiri di Jalan Vatunonju I dan masih lurus terus hingga sampai di Adilah Garden. Kalau bingung bisa menggunakan fasilitas Google Maps, tinggal ketik saja “Adilah Garden”. Jangan khawatir jika G-Map membawa teman-teman melewati jalan kecil yang sepi dengan kanan kiri masih penuh dengan tanaman seperti masuk ke area hutan. Karena itu, area Adilah Garden masih sangat sejuk dan tenang.

Harga

Tidak ada biaya masuk ke tempat ini, hanya perlu menyiapkan uang parkir saja dan tentu saja uang untuk membeli makanan :-D. Ada beberapa menu yang ditawarkan, yaitu nasi goreng, ayam goreng dan bakar, mie goreng, lalampa, dan yang paling saya suka ikan bakar. Oh ya, Adilah Garden juga menyediakan beberapa pilihan menu minuman. Saya sudah lupa harganya :-D, tapi tenang saja, harganya standar Kota Palu, tidak terlalu mahal, dibanding dengan fasilitas yang ada.

Adilah Garden Kota Palu
Sebagian hidangan dari menu yang saya pesan saat itu. | Dok. Pribadi

Untuk mencoba arena bermain dan olahraga, di area memanah pengunjung hanya membayar Rp 7.000,00 untuk lima kali memanah. Untuk bermain paintball ini perlu terlebih dahulu berlatih sebentar dengan instruktur, setelah itu baru berpindah ke area ‘medan perang’. Untuk bermain paintball sendiri pengunjung cukup membayar Rp 650.000,00 hingga Rp 1.000.000,00 untuk satu tim berjumlah 10 orang.

Menurut teman-teman, apakah cukup menarik untuk menikmati akhir pekan di Adilah Garden? 🙂

 

Baca juga: Villa Bukit Indah dan Tempat-Tempat untuk Menikmati Kota Palu. ^^

Memori Manis Makan di Atas Kapal Pinisi La Toratima Sigi

Resto La Toratima Sigi

Resto La Toratima Sigi

Menikmati makanan yang enak bersama pasangan dan anak di atas kapal pinisi tetapi dinikmati di Kota Sigi? Apakah mungkin ya teman-teman? 🙂 Kabupaten Sigi adalah salah satu kabupaten yang berada di Sulawesi Tengah yang jika kita membuka peta maka akan didapati bahwa kota ini tidak berbatasan langsung dengan laut. Di Sigi akan lebih banyak dijumpai rangkaian pegunungan. Kalau nggak ada pantai atau laut, bagaimana caranya makan di atas kapal pinisi? Itulah pertanyaan awal saya saat mendengar bahwa akan diajak makan di atas kapal 😀

Heston Blumenthal mengatakan bahwa baginya makanan adalah tentang momen, kesempatan, lokasi, teman-teman serta tentang rasa. Yap, rasa-rasanya kata Heston Blumenthal itu mewakili resto ini. La Toratima namanya dan benar-benar bisa menikmati hidangan yang enak di atas kapal pinisi. Kapal pinisi sendiri merupakan sebutan untuk kapal yang menggunakan sistem layar, tiang dan jenis tali.

Resto La Toratima Sigi
Pemandangan Kapal yang berada di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Resto yang terletak di Jalan Lando, Kalukubula ini memberi kesempatan kepada para pengunjung untuk menikmati hidangan mereka di atas kapal. La Toratima menawarkan masakan tradisional nusantara dengan rasa yang menurut saya enak. Resto yang berada di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi ini juga memberi pemandangan yang indah bahkan untuk sunset hunter sangat cocok menghabiskan waktu senja di sini karena La Toratima melayani pengunjung hingga pukul 10 malam dari jam 10 pagi. Selain bisa menjumpai kapal yang besar pun pengunjung disuguhi area taman dan kolam yang luas. Tak hanya itu, saat saya berkeliling bisa saya jadikan kesempatan belajar bagi anak mengenal beberapa nama buah-buahan diantaranya buah tin, manga, jambu air, papaya, sawo dan lain-lain.

Menu di La Toratima

Resto yang berdiri dengan sentuhan tradisional ini memiliki menu makanan khas tradisional, diantaranya ikan nila bakar dan goreng, mujair bakar dan goreng, ca kangkung, Palumara, Kaledo dengan Sop Ubi Makassar serta aneka minuman seperti es the, jeruk serta aneka macam jus. Nah, ada pula menu khas yaitu ayam panggang La Toratima yang harus dipesan sehari sebelumnya.

Resto La Toratima Sigi
Menu yang kami pesan di La Toratima. Seadanya sekali karena itu pun nyaris lupa untuk ambil foto 😀 | Dok. Pribadi

Bagi saya menemukan resto dengan menu ikan air tawar adalah sebuah kemewahan tersendiri. Rata-rata yang sering saya jumpai aneka masakan dengan olahan ikan laut terlebih di Kota Palu. Lele saja saat dinikmati di Kota Palu jadi spesial karena nggak sebanyak di Jawa dan dari segi harga pun juga lebih mahal. Nah, apalagi kalau ketemu ikan nila dan mujair, mewahnya bukan main. Rasanya pun, ikan bakar yang saya pesan di La Toratima juga tidak ada aroma tanah, bumbunya pas dan sambalnya pun mantab.

Resto La Toratima Sigi
Melihat proses menangkap ikan secara langsung di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Di La Toratima, ikan mujair dan ikan nila ini diambil langsung dari kolam ketika ada penasan masuk dari pengunjung yang baru datang. Para pengunjung khususnya anak-anak akan disuguhi pemandangan menangkap ikan di kolam dengan jarring yang besar dan mereka memberi kesempatan untuk memberi makan ikan di kolam. Jadi memang proses memasaknya membutuhkan waktu yang agak lama. Saat menunggu hidangan yang dipesan siap, pengunjung diberi kebebasan untuk explore La Toratima. Itulah salah satu tujuan pemilik La Toratima mendirikan resto ini yaitu memberi kesempatan untuk melepas penat dengan menikmati alam yang ditawarkan di La Toratima. Oh ya, depan La Toratima ini ada hamparan sawah yang luas dan memang letaknya tidak langsung di pinggir jalan beraspal. Sentuhan pedesaannya pun masih terasa.

Resto La Toratima Sigi
Memberi makan ikan. | Dok. Pribadi.

Fasilitas di La Toratima

Resto La Toratima Sigi
Salah satu saung di atas kolam, berada di bagian tengah La Toratima. | Dok. Pribadi.
Resto La Toratima Sigi
Penampakan lantai pertama kapal di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Fasilitas sebuah resto tentu saja yang utama adalah tempat menikmati hidangan yang ada di resto yang kita tuju. La Toratima memberi banyak pilihan pada saya sebagai pengunjung saat ke sana. Saya diberi banyak pilihan yaitu di atas kapal pinisi yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dengan suasana meja makan dan kursi yang ditata dengan rapi sedangkan di lantai dua saya jumpai suasana lesehan. Selain di atas kapal, ada juga saung-saung. Saung yang berada di atas kolam maupun saung di tengah taman yang berada paling dekat dengan gerbang masuk La Toratima.

Resto La Toratima Sigi
Musola apung di La Toratima. | Dok. Pribadi.

Fasilitas lain seperti toilet juga tersedia dalam keadaan bersih serta musola apung yang lega dan nyaman untuk melaksanakan salat saat waktu beribadah tiba. Hal yang tak kalah penting adalah fasilitas tempat parkir kendaraan yang luas. Soal parkir saya juga merasa tenang saat berkunjung ke sana. Meskipun tempatnya mengusung konsep pedesaan, La Toratima tetap menyediakan wifi dan pembayarannya pun tidak hanya secara tunai. Pihak La Toratima menyediakan pembayaran debit bahkan bisa juga secara transfer.

Bagaimana teman-teman, tertarik makan di atas kapal pinisi? Jangan lupa ke La Toratima Sigi jika teman-teman sedang berada di Kota Palu. Jarak antara Kota Palu ke La Toratima ini hanya sekitar 25 menit sampai 30 menit dengan berkendara secara santai. 🙂

Lebih cocok lagi, mampir makan di La Toratima dalam keadaan setelah tracking dari Air Terjun Wera Sigi. ^^