Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Hakui Kopi namanya. Kedai kopi yang lahir di Kota Marmer dan tumbuh di Indonesia. Saya yang juga kelahiran Tulungagung langsung senyum-senyum baca info di bio kedai kopi yang didominasi dengan warna putih ini. Tagline-nya simpel tapi ngena gitu ya..
Tentang Hakui Kopi
Area utama Hakui Kopi Solo.
Awal Juli lalu, saat ada keperluan di Kota Surakarta, saya menyempatkan diri berjalan kaki di Jalan Slamet Riyadi Solo. Bukan dari ujung ke ujung kok 😀 Saya hanya berjalan dari depan Kantor OJK hingga perempatan yang arah Pasar Kembang (lupa nama perempatannya haha). Bertemulah saya dengan Hakui Kopi Surakarta. Sebelumnya memang saya sudah lihat-lihat dulu di Google Maps.
Dari luar, kedai Hakui Kopi Surakarta ini didominasi warna putih dengan bangunan model minimalis modern. Cukup menarik karena ‘beda’ sendiri dari kedai dan warung-warung yang sederet dengannya. Ternyata memang asik untuk menikmati lalu lalang kendaraan Jalan Slamet Riyadi. Tak hanya itu, tempatnya juga instagrammable, lho…
Outdoor bagian belakang dari Hakui Kopi Solo.
Selain di Kota Surakarta, Hakui Kopi tentu saja bisa ditemui di kota kelahirannya yaitu Tulungagung tepatnya di nol KM, Hakui Kopi Stasiun Tulungagung, Kedai Timur bahkan ada di Kota Magelang. Dalam waktu dekat aka nada Hakui Kopi di Kota Jombang.
Connecting room ke area outdoor dan indoor bagian belakang di Hakui Kopi Solo.
Jam Buka dan Lokasi Hakui Kopi Surakarta
Teman-teman yang morning person pasti akan suka dengan jam buka kedai kopi ini. Yap, Hakui Kopi Surakarta mulai buka pukul 07.00 hingga pukul 23.00 WIB dan buka setiap hari. Lokasi Hakui Kopi Surakarta berada di Jalan Slamet Riyadi No. 257, Sriwedari, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Letak Hakui Kopi Surakarta ini sangat dekat dengan Toko Buku Gramedia Slamet Riyadi.
Menu di Hakui Kopi Surakarta
Saat di Hakui Kopi Surakarta, saya memesan segelas ice coffee latte sugar free karena itu memang favorit saya. Nah bicara soal menu, di Hakui Kopi tidak hanya menyediakan menu kopi tetapi juga memiliki pilihan menu minuman yang beragam. Ada signature yaitu Es Kopi Haku, Es Kopi Kui, Es Kopi Honey, Caramel Machiato dan Creamy Chocolate. Tersedia juga pilihan Hazelnut, Tiramisu, Caramel, dan Vanilla. Selain menu ragam Coffee Based seperti Espresso, Americano, Coffee Latte, Cappucino, Mocahcino dan Kopi Tubruk juga tersedia non coffee, tea based dan moctail. Teman-teman suka kopi yang manual brew? Di Hakui Kopi Surakarta juga tersedia.
Fasilitas di Hakui Kopi
Menunya beragam, lokasinya strategis dan jam buka juga mendukung untuk menikmati suasana pagi. Selanjutnya yang akan dicari tentu saja fasilitasnya, iya nggak sih?
Ruang indoor dan outdoor
Area outdoor bagian depan.
Di Hakui Kopi Surakarta ada pilihan indoor dan outdoor di mana keduanya terbagi menjadi dua area, bagian depan dan bagian belakang. Di bagian depan, ada area outdoor dan indoor sebagai ruang utama. Bagian belakang juga terdapat outdoor dengan taman kecil dan indoor.
Area outdoor dan indoor bagian belakang.
Musola dan Toilet
Saya senang sekali waktu itu menemukan ada musola di Hakui Kopi Surakarta karena memang waktu itu sudah masuk waktu Dzuhur. Musolanya kecil, cukup untuk satu orang dan sangat nyaman. Sajadahnya harum dan bersih. Alat salat seperti mukena, sarung dan sandal wudlu juga tersedia.
Toilet berada di bagian tengah bersebelahan dengan musola dan wastafel. Toilet sangat bersih dan di bagian dalam toilet dilengkapi dengan pengharum ruangan. Jadi, saya sebagai pengunjung juga harus menjaga kebersihan dong ya meskipun customer adalah raja.
Area Parkir
Untuk area parkir menurut saya memang terbatas ya, jika naik kendaraan roda dua sih bisa sat set parkir tepat di depan Hakui Kopi. Namun, jika mengendarai kendaraan roda empat mungkin Teman-Teman harus bertanya dulu pada bapak parkir yang berada di dekat situ.
Merchandise
Di Hakui Kopi tersedia gelas dan tumbler dengan label Hakui Kopi yang bisa dibeli dan dibawa pulang. Varian warnanya ada hitam dan putih. Pemakaian tumbler juga bagian dari usaha menyayangi bum ikan? 😀
Cerita menepi sejenak di Hakui Kopi Surakarta ini bagi saya menyenangkan. Terasa asik menikmati kopi sambil menikmati suasana Jalan Slamet Riyadi Solo. Tidak hanya itu, di Hakui Kopi juga bisa jadi tempat kerja karena memang tenang dan tersedia banyak colokan.
Jika di kota Teman-Teman belum ada Hakui Kopi, jangan sedih, mungkin Teman-Teman bisa jajan kopi atau minuman yang lain yang ada di kota kalian tinggal. ^^
Dan, jika sedang berada di Kota Surakarta, sempatkan mampir di Hakui Kopi ya ^^
Bandungan adalah sebuah kota kecamatan yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Bandungan diresmikan sebagai wilayah pemekaran dari sebagian wilayah Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Jambu dan Bawen. Bandungan ini terletak di kaki Gunung Ungaran yang berhawa sangat sejuk. Bandungan memiliki beberapa objek wisata yang menarik seperti Candi Gedong Songo, Taman Celosia, Alun-Alun Bandungan, Sunrise Hill dan kawan-kawanya yang sayang jika dilewatkan.
Bandungan yang memiliki destinasi wisata yang menarik tentu saja juga memiliki oleh-oleh yang juga harus diboyong. Nah, ada dua makanan sebagai oleh-oleh favorit bagi saya.
Tapai Sawut Daun Andong
Siapa yang tak kenal dengan tapai? Menurut saya, tapai ini sangat populer di kalangan masyarakat. Bahan dasar tapai ada yang dari ketan hitam atau putih dan dari bahan singkong. Tapai dari Bandungan ini sungguh unik. Dilihat dari cara mengemasnya membuat saya penasaran bahkan awalnya saya pikir itu adalah tempe, hahaha…
Tapai dari Bandungan ini berbahan dari singkong yang disawut atau diparut kasar. Kemudian dibungkus dengan daun andong hijau, begitu penuturan kakak sepupu saya yang tinggal di Bandungan. Tapai sawut Bandungan ini dari segi rasa juga berbeda dengan tapai singkong lainnya yang cenderung manis. Tapai Bandungan juga berbeda dengan Peuyeum yang memiliki citarasa manis, legit dan teksturnya cenderung lembut kering. Nah, tapai sawut Bandungan ketika telah ‘matang’ memiliki citarasa asam dan berair. Bagi Teman-Teman penyuka tapai dengan citarasa asam akan cocok dengan tapai sawut Bandungan ini. Selain itu, tapai sawut Bandungan ini juga bisa dinikmati dengan cara dibuat jus atau es campur. Aseli, seger!
Tapai sawut Bandungan ini mudah dijumpai di toko oleh-oleh yang terletak di sepanjang jalan area wisata atau tempat oleh-oleh di dalam area wisata. Saya pun sempat melihatnya ada di area oleh-oleh Candi Gedong Songo dan Taman Celosia.
Kue Mochi Asli ‘Sekar’ Berkah Jaya
Awalnya saya mengira, kue mochi ini adalah kue yang berasal dari Tiongkok atau Jepang lalu tersebar di Indonesia sebagai bentuk akulturasi budaya. Ternyata oh ternyata, di tahun 2022 saya pernah menemukan tulisan di Twitter bahwa kue mochi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTP) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sukabumi adalah tempat lahirnya kue ini.
Saya juga sempat googling dengan keywords ‘Kue Mochi Asli ‘Sekar’ Berkah Jaya’ kemudian saya dapati bahwa kue dengan brand ini adalah oleh-oleh khas dari Kota Semarang. Termasuk juga saya temukan info demikian di sebuah marketplace. Terlepas dari mana asalnya, saya menemukan Kue Mochi Asli ‘Sekar’ Berkah Jaya ini banyak sekali tersedia di tempat oleh-oleh di Bandungan. Duh, mata saya selalu jeli kalau berhubungan dengan makanan 😀
Kue Mochi Asli ‘Sekar’ Berkah Jaya yang saya nikmati ini sangat lembut berisi (pasta) kacang. Rasanya pas, bukan yang manis banget. Mungkin bagi orang penikmat makanan manis, kue mochi ini termasuk kurang manis. Tapi, bagi saya justru pas, manis dan gurihnya seimbang.
Jika Teman-Teman berkunjung ke Bandungan, jangan lupa bawa memboyong Tapai Sawut Daun Andong, Kue Mochi Asli ‘Sekar’ Berkah Jaya atau bisa oleh-oleh yang lainnya ^^
Bagi penikmat wisata religi dan budaya sekaligus penikmat wisata alam khususnya pegunungan tentu sudah tak asing dengan destinasi wisata Candi Gedong Songo. Setiap candi memiliki sejarah dan kekayaannya sendiri. Menurut beberapa literatur yang saya baca, Candi Gedong Songo termasuk juga memiliki ciri khas tersendiri yang menunjukkan kekayaan berupa adanya akulturasi budaya di mana terdapat gambaran ruh nenek moyang yang bersatu dengan Dewa Siwa pada Candi Gedong Songo yang disimbolkan dengan Lingga-Yoni yang dibersamai tiga dewa yaitu Durga, Ganesha, dan Agastya.
Tentang Candi Gedong Songo dan Letaknya
Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, bertempat dalam komplek candi Hindu yang ditemukan sekitar abad VIII masehi. Nama Gedong Songo adalah penamaan dari masyarakat sekitar. Begitu penuturan Mas-Mas penjaga kuda yang mengantar saya berkeliling komplek Candi Gedong Songo. Nama Candi Gedong Songo berasal dari Bahasa Jawa yang berarti ‘Gedong’ adalah bangunan atau rumah, sedangkan ‘Songo’ berarti sembilan. Jika diartikan secara utuh adalah candi atau bangunan yang berjumlah sembilan.
Apakah benar berjumlah sembilan? Ini adalah pertanyaan saya pada penjaga kuda yang mengantar saya berkeliling. Menurut si Mas penjaga ini, jumlah candi keseluruhan ada 8 karena satu candi telah runtuh atau menjadi puing-puing. Di sisi lain, ada juga yang berpendapat jumlah candi kurang dari 8 dan ada juga pendapat bahwa jumlah candi ada lebih dari 40 jika dihitung hingga puncak Gunung Ungaran.
Bagi saya, letak Candi Gedong Songo yang berada di lereng Gunung Ungaran ini juga menarik. Gunung dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa dan sebuah persembahan terbaik. Selain itu, posisinya pun juga menarik, berderet dari bawah hingga atas perbukitan yang melambangkan hierarki kesucian yang berarti bahwa semakin candi berada lebih tinggi dari candi sebelumnya maka candi yang berada paling atas bernilai paling suci.
Perjalanan saya berkunjung ke Candi Gedong Songo dimulai dari candi I yang terletak di ketinggian 1.208m. Di dalam bilik candi I masih terdapat Yoni namun Lingga sudah tidak ada. Candi II terletak di ketinggian 1.274m terdapat dua candi induk dan berhadapan candi perwara yang telah runtuh. Kali ini saya memilih berkeliling dengan naik kuda dan diantar oleh penjaga yang biasa merawat kuda tersebut. Asik banget bisa sambil ngobrol dan mendengar cerita tentang Candi Gedong Songo.
Komplek Candi II
Kemudian, candi III terletak di ketinggian 1.297m, terdiri dari tiga gedong yaitu candi induk dilengkapi dengan arca, candi apit dan candi perwara di depan candi induk. Mahakala dan Nandiswara ada di kanan dan kiri pintu candi. Candi IV berada di ketinggian 1.295m, di komplek candi keempat ini terdapat tiga sub kelompok. Candi V terletak di ketinggian 1.308m dan bisa dijumpai Arca Ganesha.
Candi III.Masih di komplek candi III.Masih di komplek candi III.
Saat ini Candi Gedong Songo berada di bawah pengelolaan Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Candi Gedong Songo terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Ambarawa, Jawa Tengah. Berwisata ke Candi Gedong Songo menurut saya, selain menikmati keindahan alam dan menikmati udara sejuk khas pegunungan juga bisa dijadikan tujuan wisata budaya serta bisa turut serta melestarikan bangunan cagar budaya.
Komplek candi V dari candi III.
Fasilitas di Candi Gedong Songo
Rasanya, fasilitas di sebuah destinasi wisata merupakan bagian penting ya Teman-Teman. Termasuk juga jika bicara fasilitas di Candi Gedong Songo ini. Dari pengamatan saya saat berkunjung ke Candi Gedong Songo, pengelola telah menyediakan fasilitas yang sangat memadai.
1. Penyewaan kuda
Yang mengantar kami berkeliling Candi Gedong Songo di atas kuda bernama Lili dan Kaila. Kedua sangat ramah.
Area Candi Gedong Songo ini sangat luas dan jalannya pun bukan tipe yang datar lurus gitu 😀 Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran jadi track keliling candi ya ada naik, ada turun, ada kelokan dengan pemandangan yang super indah. Nah, karena track yang ‘unik’ ini maka di Candi Gedong Songo terdapat penyewaan kuda untuk berkeliling candi. Tarifnya beragam mulai dari Rp 75.000,00 disesuaikan rute dan berat badan penyewa. Jangan khawatir juga jika memang belum pernah berkuda sebelumnya karena akan ditemani oleh penjaga kudanya, seperti saya kemarin juga seperti itu. Asik juga selain bisa memiliki pengalaman berkuda, saya juga bisa mendengar sekaligus bertanya tentang Candi Gedong Songo.
Bilgi bersama Pakde. Ini di area komplek candi III.
2. Area parkir yang luas
Area parkir di Candi Gedong Songo sangat luas. Ada area parkir ini terdiri dari area parkir kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 dan bus. Tarif parkirnya juga masih terjangkau yaitu Rp 5.000,00 untuk kendaraan roda 2 dan Rp 15.000,00 untuk kendaraan roda 4.
3. Area camping dan penginapan
Di dalam area Candi Gedong Songo, di antara komplek candi I menuju candi II terdapat area untuk camping dan penginapan. Menurut Mas-Mas yang menemani saya, area camping ini biasa dipakai berkemah kegiatan sekolah atau keluarga dan ramai saat musim liburan. Untuk penginapannya memang terbatas, jika menginginkan menginap harus reservasi terlebih dahulu.
4. Ayana Gedong Songo
Nah, ada spot foto-foto yang instagrammable juga lho di Candi Gedong Songo, namanya Ayana Gedong Songo. Terdapat coffee shop juga di sini. Letaknya di dekat komplek candi I. Setelah keliling di Candi Gedong Songo bisa banget istirahat di Ayana Gedong Songo ini.
5. Sumber air panas
Di area Candi Gedong Songo terdapat sumber air panas dan pemandian. Letaknya ada di bawah komplek candi III. Jika ingin merasakan sumber air panas di sini bisa menghubungi penjaga atau pengelolanya.
6. Area kuliner
Area kuliner di dekat pintu masuk. [In frame: Bilgi bersama Pakde].Di area Candi Gedong Songo juga tersedia deretan kedai makanan yang menyediakan beragam pilihan menu makanan berat atau camilan. Kalau saya, teh hangat atau kopi dinikmati dengan mie rebus cocok dengan cuaca di Candi Gedong Songo yang sejuk cenderung dingin. Bisa juga memilih menu lain seperti wedang ronde, tiwul bakar, soto, jagung rebus dan lainnya.
7. Area souvenir
Pengelola Candi Gedong Songo juga menyediakan area souvenir. Area ini letaknya di arah jalan menuju pintu keluar. Semua ditata rapi dan bersih. Sepanjang jalan menuju pintu keluar terdapat banyak toko oleh-oleh. Ada toko oleh-oleh berupa makanan, baju dan barang-barang kerajinan. Pengunjung bisa memilih sesuai selera apa yang ingin dibeli untuk oleh-oleh keluarga atau teman.
8. Musola
Di area wisata Candi Gedong Songo juga disediakan musola yang lebih dari satu, seingat saya. Intinya sangat mudah jika pengunjung muslim akan melaksanakan salat di tengah waktu kunjung di Candi Gedong Songo.
9. Toilet
Toilet bagi saya menjadi fasilitas penting yang harus tersedia di sebuah destinasi wisata. Nah, di area Candi Gedong Songo ini juga sangat mudah dijumpai toilet. Semua toilet dalam keadaan bersih ya Teman-Teman. Jadi jangan khawatir.
10. Tempat cuci tangan
Di area wisata Candi Gedong Songo juga menyediakan banyak sekali tempat cuci tangan. Protokol kesehatan telah diterapkan juga di sini. Jangan khawatir jika ingin mencuci tangan, tempat cuci tangan sangat mudah dijangkau.
Komplek candi III. Sejauh mata memandang, sungguh cantik.Komplek candi III.
Jam Operasional dan Tiket Masuk Candi Gedong Songo
Ini juga hal penting yang harus diperhatikan juga ya Teman-Teman ^^. Jam operasional Candi Gedong Songo mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Saya kemarin datang berkunjung sekitar pukul 13.30 WIB. Untuk tiket masuk ke area Candi Gedong Songo adalah Rp 15.000,00 untuk wisatawan lokal seperti saya.
Komplek candi III.
Tips Berkunjung ke Candi Gedong Songo
Nah, dari pengalaman saya berkunjung kemarin, ada beberapa tips yang saya rangkum jika nanti ke Candi Gedong Songo lagi atau untuk Teman-Teman yang akan berkunjung ke sana.
Komplek candi I.
Lebih baik datang ke Candi Gedong Songo saat pagi atau sebelum pukul 12.00 WIB karena setelah itu kabut mulai turun. Saat saya ke sana, kabut mulai turun tapi memang tidak mengurangi keindahan dan kesyahduan sih, hanya terasa lebih dingin aja.
Lebih baik datang saat musim kemarau, jadi saat berkeliling di area candi bisa lebih nyaman ya, nggak basah-basah, bisa motret tanpa ribet sambil megang paying hehe. Selain itu, jika datang sangat musim kemarau kemungkinan tidak akan sedingin saat musim hujan.
Hal penting lagi, jaga kebersihan. Buanglah sampah di tempat yang telah disediakan. Jangan mencoret-coret di area wisata Candi Gedong Songo karena ini adalah kawasan cagar budaya yang berarti kekayaan budaya negara kita.
Bagi saya, wisata ke Candi Gedong Songo ini termasuk ramah anak ya. Areanya yang luas bisa dimanfaatkan untuk sarana belajar anak dan juga bisa digunakan untuk melatih sensori juga serta aktifitas fisik juga tidak terbatas. Namun, sebagai orangtua harus tetap mengawasi dan selalu mendampingi anak-anak bersama kita.
Oh iya, sebaiknya siapkan uang tunai lebih jika berencana ingin naik kuda, beli oleh-oleh atau souvenir dan jajan-jajan ya ^^
Yap, inilah cerita pengalaman saya berkunjung ke Candi Gedong Songo yang menawan. Sampai jumpa di Candi Gedong Songo, Teman-Teman ^^
Meski udaranya sejuk cenderung dingin, menikmati es tungtung [es krim tradisional, menurut saya] di kawasan wisata Candi Gedong Songo tetap terasa enak.
Kota Solo memiliki ragam kuliner khas yang tidak sedikit. Selain nasi liwet, selat Solo, nasi timlo dan tengkleng, ada menu kuliner Kota Solo yang tak kalah spesial. Yap, tahu kupat. Dari segi bumbu, menurut saya menu tahu kupat ini termasuk sederhana tetapi saat menyantapnya rasanya jadi ‘rumit’ dalam artian jadi berkesan.
Alamat dan Jam Buka Tahu Kupat Sido Mampir
Ada beberapa tempat Tahu Kupat di Kota Solo yang menjadi langganan sekaligus favorit bagi saya. Salah satunya adalah Tahu Kupat Sido Mampir yang berada di jantung Kota Solo. Tahu Kupat Sido Mampir ini terletak di Jalan Gajah Mada, tepat di dekat lampu merah perempatan Jalan Gajah Mada. Di sini ada tiga atau empat warung Tahu Kupat yang berjejer saling berdampingan, meskipun juga ada kedai makan Chinese Food dan tengkleng, seingat saya. Di antara jejeran warung makan itu, Tahu Kupat Sido Mampir yang jadi tujuan saya. Warung tahu kupat yang berada paling ujung tepat di samping Masjid Solikhin.
1 porsi tahu kupat biasa dan es teh adalah Rp 16.000,00.
Tahu Kupat Sido Mampir Gajah Mad aini mulai buka pukul 06.00 hingga sore atau akan tutup jika sudah habis. Di warung ini selalu ramai pengunjung terutama di jam makan siang plus liburan. Buka dan melayani para penggemar tahu kupat setiap hari. Oh ya, di warung ini juga ada live music-nya lho..
Gambaran Tahu Kupat Khas Kota Solo
Tahu kupat menurut saya hidangan yang sederhana dan berkesan bagi penikmatnya. Dalam sepiring tahu kupat terdiri atas tahu yang digoreng garing, irisan kupat, kubis segar yang diiris kecil, tauge rebus, mie kuning (bukan mie kuning pada umumnya dalam bakso atau mie ayam), bihun, kacang goreng dan potongan bakwan. Bumbu siramnya berupa kecap, air asam (karena ada rasa asam segar gitu), ada ulekan bawang putih, plus sambal. Tipe cita rasa manis pedas.
Tips Makan Tahu Kupat Sido Mampir Gajah Mada
Warung Tahu Kupat Sido Mampir ini sangat ramai khususnya saat jam makan siang atau jam sarapan ditambah lagi jika saat momen liburan. Di sisi lain, area parkir di sini sangat terbatas. Jika datang menggunakan kendaraan roda dua, saya pikir akan gampang soal parkir tapi jika berkendara dengan kendaraan roda empat sebaiknya datang di jam-jam selain waktu makan siang dan sarapan. Ada tukang parkir yang mengarahkan dan menjaga jadi tetap aman ya soal parkir.
Tahu Kupat Sido Mampir menyediakan pilihan menu tahu kupat biasa dan spesial. Biasa berarti tanpa telur sedangkan spesial berarti tambah telur. Bagi saya, menu tahu kupat biasa sudah sangat kenyang dan lebih dari cukup. Pesan saya sih, pesan sesuai kebutuhan dan kemampuan dalam menghabiskan makanan agar tidak menyisakan makanan ya Teman-Teman ^^
Yuhuuu, kalau datang ke Kota Solo jangan lupa mampir menikmati Tahu Kupat Sido Mampir di Jalan Gajah Mada ini ya 🙂
Bahagianya bookworm itu seakan simpel, menemukan ‘surga’ berisi beragam buku didukung dengan diskon yang menyertainya. Iya nggak? Ya, setidaknya begitu sih bagi saya sendiri, hehehe. Berada dalam event yang berkaitan dengan buku, melihat beragam genre buku hingga rasanya bisa mencium aroma buku dalam waktu bersamaan itu seperti hujan oksitosin. Bahagia banget!
Mengenal Festival Literasi Patjar Merah
Salah satu event literasi yang membuat para bookworm bahagia adalah Patjar Merah. Nama Patjar Merah merupakan sebuah nama dari judul novel tahun 1930-an yaitu Patjar Merah Indonesia. Dalam novel tersebut ada seorang tokoh Bernama Patjar Merah. Dia adalah sosok yang cerdik, pandai, gemar membaca, dan seorang tokoh pahlawan. Yap, dia adalah Tan Malaka.
Menjadikan sosok Tan Malaka sebagai nama event literasi tentu memiliki tujuan harapannya semangat Tan Malaka yang pandai dan gemar membaca menginspirasi acara ini dan semua para pengunjungnya. Selain itu, bagi saya ada hal menarik lain di festival literasi Patjar Merah adalah tempat pameran yang digunakan. Adakah Teman-Teman bisa menebaknya? 😀
Patjar Merah 1 atau ruang pameran utama.
Patjar Merah bagi saya selalu menarik setiap mengadakan pameran kelilingnya di beberapa kota di Jawa seperti Jakarta, Yogyakarta, Malang, Semarang dan sekarang di Solo. Venue yang dikonsep oleh Patjar Merah adalah bentuk apresiasi ruang-ruang lama yang tidak terpakai untuk mengaktualisasi kembali gedung-gedung tersebut. Termasuk Denyut Merah Solo ini bertempat di Ndalem Djojokoesoeman yang merupakan bangunan cagar budaya. Jika Teman-Teman mengikuti perjalanan Patjar Merah pasti ingat ya tempat-tempat yang dipakai untuk pameran di kota-kota yang pernah disambangi Patjar Merah kan ya?
Patjar Merah 2 atau ruang pameran 2.Patjar Merah 3 atau ruang pameran 3.
Hal-Hal Menyenangkan di Patjar Merah Solo
Kado dari Patjar Merah saat Jelajah Baluwarti bersama Soerakarta Walking Tour.
Denyut Patjar Merah di Kota Solo tidak hanya sekadar pameran buku saja tetapi juga banyak workshop dan acara lain seperti beberapa heritage walking tour dan pertunjukan paper moon puppet. Seperti halnya kemarin, di Hari Minggu ada agenda dari Patjar Merah dan Soerakarta Walking Tour dalam ‘Jelajah Baluwarti’. Bagi saya acara itu sangat mengasyikkan, kapan lagi kan ya? Jalan-jalan sambil diceritakan tentang sejarah tempat-tempat yang mungkin saat kita lewati biasa saja ternyata menyimpan sejarah. Ada juga nanti di Hari Minggu ada jelajah rasa di pojok Pasar Gede, Solo. Untuk workshop di Patjar Merah juga diisi oleh tokoh-tokoh terkenal serta ada beberapa seniman dari Solo.
Buku karya dari salah satu penulis Kota Solo.
Selain kegiatan-kegiatan yang menyenangkan itu, Denyut Patjar Merah Solo juga menyediakan buku-buku yang beragam genre dari banyak penerbit, penerbit mayor dan penerbit indie. Soal harga jangan khawatir, didukung dengan diskon hingga 80%. Ada buku-buku non-fiksi, buku fiksi, buku anak-anak hingga buku mewarnai pun juga ada.
Ketemu Mba Reda Gaudiamo ^^Salah satu karya Mba Reda, udah pernah baca?
Fasilitas di Festival Patjar Merah Solo
Fasilitas yang disiapkan menyambut Denyut Patjar Merah Solo ini sangat ‘mewah’ lho. Area parkir yang luas untuk roda dua dan kendaraan roda empat. Toilet yang bersih di beberapa sudut dalam venue. Ada musola untuk melaksanakan salat bagi pengunjung muslim. Area Ndalem Djojokoesoeman yang sejuk dan asri serta tidak ada tiket masuk ke venue Patjar Merah. Denyut Patjar Merah Solo ini ada tiga ruang pameran buku karena memang banyak sekali judul buku yang disediakan.
Suasana Patjar Merah, Minggu (2/7).
Tips Berkunjung ke Patjar Merah Solo
Tetap terapkan protokol kesehatan ya Teman-Teman, kenakan masker dan siapkan Bisa juga mencuci tangan di tempat yang telah disiapkan.
Sebaiknya bawa totebag atau paperbag (jika pakai tas kecil) karena Patjar Merah tidak menyediakan kantong sekali pakai jika berbelanja buku.
Patjar Merah menyediakan totebag untuk pembelian buku minimal Rp 200.000,00.
Karena bertempat di bangunan cagar budaya, sebagai pengunjung kita harus tetap menjaga kebersihan, jauhi kegiatan merusak fasilitas di Ndalem Djojokoesoeman.
Yuk berkunjung ke Denyut Patjar Merah Solo yang masih berlangsung hingga Hari Minggu, 9 Juli 2023 nanti di Ndalem Djojokoesoeman, Solo ^^
Ada satu episode kisah Upin dan Ipin di mana mereka sangat ingin naik kapal seperti teman mereka, Ehsan. Kemudian si Kembar membuat kapal dari kardus bekas bersama Kak Ros tapi saat mereka menerima tantangan untuk membawa kapal kardus mereka di parit atau sungai kecil, rusaklah kapal kardus mereka. Cerita berlanjut ketika Atok mengajak mereka naik sampan menyusuri sungai dengan standar keamanan juga, mereka memakai rompi keselamatan. Ingatkah episode ini?
Hal pertama yang terbayang saat akan menaiki kapal di Sungai Maron adalah kisah Upin dan Ipin itu :-D. Ternyata menyenangkan naik kapal kecil atau sampan dengan mesin dan baling-baling yang kecil juga padahal Sungai Maron ini bisa disebut sebagai sungai yang besar juga.
DermagaLoket untuk sewa kapal.
Lokasi, Tiket Masuk, dan Tiket Naik Kapal di Sungai Maron
Ujung dari Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo.
Jelajah Sungai Maron merupakan pengalaman pertama saya naik perahu di kanal di antara pohon-pohon palem ke Pantai Ngiroboyo berpasir hitam. Sungai Maron menawarkan spot yang Instagrammable dan wahana yang asik untuk liburan bersama teman atau keluarga. Tipe tujuan wisata yang asik untuk rame-rame, kurang asik kalau datang sendiri.
Wisata alam Sungai Maron terletak di Dersono, Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Operasional wisata Sungai Maron dibuka mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Destinasi wisata Sungai Maron buka setiap hari dan di masa liburan akan sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan.
Tiket masuk menuju destinasi ini adalah Rp 5.000,00/orang dan anak-anak usia TK tidak perlu membayar tiket alias gratis. Untuk sewa perahu dikenakan biaya Rp 100.000,00/perahu yang bisa dinaiki 4 orang. Menurut saya harga ini masih terjangkau mengingat jarak tempuh pulang-pergi kurang lebih 45-60 menit hingga berujung di Pantai Ngiroboyo. Bapak ‘nahkoda’ perahu pun juga bisa menunggu jika kita ingin mampir sejenak di pantai sebelum kembali ke titik awal. Tak lupa, pengelola juga menyediakan rompi keselamatan yang harus dipakai oleh pengunjung jika akan naik perahu.
Fasilitas di Destinasi Wisata Sungai Maron
Menikmati liburan di Sungai Maron rasa-rasanya dimanjakan dengan pemandangan alam dengan nuansa hutan yang asri. Liburan yang terasa menyenangkan ini tentu harus didukung dengan fasilitas yang oke juga ya. Ada beberapa fasilitas di Sungai Maron yang membuat saya nyaman sebagai pengunjung, diantaranya adalah area parkir yang luas, tarifnya pun juga masih sangat wajar untuk kendaraan roda empat Rp 5.000,00 dan Rp 3.000,00.
Ada juga beberapa kedai dengan menyediakan menu es kelapa muda yang harganya Rp 7.000,00 per buah utuh, ada mushola, serta toilet.
Tips Berkunjung ke Sungai Maron
Ketika Teman-Teman berencana menghabiskan waktu liburan dengan susur Sungai Maron, berikut tips dari saya untuk kalian 🙂
Selain sebagai destinasi wisata, Sungai Maron juga digunakan jalur transportasi untuk membawa rumput pakan ternak.
Menurut saya, waktu terbaik untuk susur Sungai Maron adalah pagi hari, selain belum terlalu panas, suasana juga masih relatif sepi.
Pastikan kondisi badan dalam keadaan fit ya Teman-Teman agar bisa menikmati keindahan sepanjang Sungai Maron.
Siapkan uang tunai dan jangan lupa bawa smartphone atau kamera dalam keadaan full battery biar puas foto-foto dan bikin videonya.
Selalu berhati-hati dan tetap jaga kebersihan yaaa…
Sampai berjumpa dengan keindahan Sungai Maron, Teman