Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/cindiriy/domains/cindiriyanika.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Pengalaman Tak Terlupakan Menikmati Immersive Art di Arte Museum Jeju

Arte Museum Jeju

Jeju

Museum seringkali identik dengan hal-hal berbau sejarah masa lalu yang bagi sebagian orang cenderung membosankan. Misalnya museum yang terkenal di Jakarta, Museum Fatahillah yang berisi barang-barang bersejarah peninggalan masa kolonial Belanda. Atau di samping Museum Fatahillah, ada Museum Wayang yang menyimpan koleksi beragam jenis wayang dari seluruh Indonesia.

Museum King Sejong
Museum King Sejong.

Namun, di Korea persepsi saya tentang museum menjadi seketika berbeda dengan banyaknya varian museum yang ditawarkan. Dari yang memang menceritakan sejarah masa lalu, misalnya Museum King Sejong di komplek Gwanghamun Plaza yang menceritakan peran King Sejong dalam menciptakan huruf Korea (Hangeul) seperti yang kita kenal sekarang sampai museum dengan tema unik dan nyentrik.

Museum King Sejong
Museum King Sejong.

Di Kota Suwon sendiri, dimana saya tinggal, ada Museum Toilet, yang isinya tentu saja tentang sejarah toilet dan koleksi macam-macam toliet seluruh dunia. Bangunannya saja berbentuk seperti maaf kotoran manusia. Ada lagi Love Land Museum di Jeju yang menampilkan koleksi konten-konten dewasa yang dikemas dengan nuansa artistik sehingga tidak terlalu vulgar untuk ditampilkan.

Arte Museum Jeju

Nah, kali ini saya berkesempatan mengunjungi Arte Museum di Pulau Jeju yang mengusung konsep “immersive media art exhibition space”. Terdengar rumit ya? Namanya juga seni modern, biasanya kan harus kelihatan rumit dulu biar kelihatan keren, hehe. 😀

Arte Museum Jeju
Ruangan yang seakan-akan kita berada dalam ruangan bernuansa klasik Eropa, lengkap dengan lukisan-lukisan klasik.

Let me explain slowly, apa sih maksudnya. Jadi, dari konsep di atas ada tiga key words yang perlu digarisbawahi: media art, exhibition space dan immersive. Media Art, karena nama museumnya adalah Arte Museum, maka jelas bahwa apa yang ingin ditampilkan adalah berupa karya seni. Karya seni yang seperti apa?

Arte Museum Jeju

Masuk keyword kedua exhibition space, yang berarti karya seni yang ditampilkan dikonsep dalam bentuk exhibition/pameran dalam suatu space/ruang tertentu. Tapi karya seni dalam ruangan tadi harus berbentuk immersive. Immersive mengacu pada sebuah pengalaman pengunjung dimana mereka merasa terlibat dan menyatu dengan karya seni yang ditampilkan. Contoh mudah dari pengalaman immersive adalah pemakaian Virtual Reality atau bioskop 3D.

Arte Museum Jeju

Nah, ada gambaran atau makin bingung? Hehe. Intinya adalah, pengunjung tidak hanya memandang pameran seni dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi tapi bisa langsung berada di tengah-tengah pameran dan merasakan menjadi bagian dari sebuah karya seni. Media yang digunakan sebagian besar adalah proyektor yang menampilkan permainan cahaya di dalam ruangan dan didramatisasi dengan menambah efek suara menyesuaikan dengan temanya. Lebih jelasnya silakan dilihat foto-fotonya saja, pasti akan faham.

Arte Museum Jeju
(Suasana) Pantai Virtual.

Macam-Macam Immersive Art

Arte Museum Jeju
Hutan bunga.

Di dalam Arte Museum Jeju sendiri menampilkan banyak tema karya seni yang bisa dinikmati dalam sebuah gedung yang dari luar mirip sebuah gudang yang besar. Tidak heran karena memang bangunan yang dipakai memang bekas warehouse yang dimodifikasi.

  1. Ruangan yang nampak seperti berada dalam hutan bunga.
  2. Ruangan yang seakan-akan kita berada dalam ruangan bernuansa klasik Eropa, lengkap dengan lukisan-lukisan klasik.
  3. Pantai virtual dengan berbagai suasana (cerah, senja, badai, dll)
  4. Air terjun virtual dengan efek suara air terjun yang berisik
  5. Ruangan dengan efek tanpa batas (infinity room) yang berisi lampion warna-warni.

Selain yang disebutkan di atas, masih ada lagi sebenarnya tema-tema lain yang disuguhkan. Tapi karena memang saking bagusnya jadi lupa untuk banyak ambil foto dan lebih banyak keliling menikmati “immersive art”-nya. Tema lain yang masih ada misalnya: hutan virtual yang berisi macam-macam binatang, ruangan dengan lampion berbentuk kelinci, dan ruangan yang menampilkan objek wisata di Pulau Jeju, dalam bentuk virtual tentu saja.

Fasilitas

Fasilitas yang ditawarkan selain museumnya sendiri ada Convenience Store (Seven Eleven), toilet dan toko souvenir khas Jeju di pintu keluar museum. Selain itu, karena lokasi museum yang agak sedikit jauh dari jangkauan transportasi umum, banyak taksi yang parkir di luar museum.

Lokasi dan Biaya Masuk

Arte Museum Jeju

Alamat lengkap Arte Museum jeju adalah di 478 Eorimbi-ro, Jeju-si, Jeju-do. Buka dari pukul 10:00 pagi sampai dengan pukul 20:00. Pelayanan pembelian tiket terakhir adalah pukul 19:00. Harga tiketnya sendiri adalah 17.000 Won (sekitar 190.000 rupiah) untuk dewasa. Kalau saya pribadi tidak menyesal membayar sebesar harga tiket bila dibandingkan pengalaman yang didapat, benar-benar beda dan fun.

Penggagas dan Cabang Arte Museum

Arte Museum diorganisasi oleh perusahaan digital design bernama D’strict yang kantor pusatnya berbasis di Gangnam, Seoul, Korea Selatan. Arte Museum di Jeju adalah yang pertama. Selain di Jeju sudah banyak Arte Museum dengan konsep yang sama yang dibuka di Korea bahkan beberapa ada di luar Korea.

Cabang lain ada di Busan (Korea), Gangneung (Korea), Yeosu (Korea), Las Vegas (US), Dubai (UEA), Chengdu (China), dan Hongkong.

 

Baca juga: Menikmati Romantisme The Garden of Morningcalm Saat Musim Dingin.

Berburu Oleh-Oleh Khas Korea Dengan Kualitas yang Lebih Memuaskan di Arirang Souvenir Shop

Arirang Souvenir Shop

Arirang Souvenir Shop

Berkunjung ke tempat wisata rasanya memang tidak afdol kalau tidak membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman, terutama untuk diri sendiri. Begitupun kalau berkunjung ke Korea, pasti membeli oleh-oleh adalah salah satu check list yang harus terpenuhi.

Arirang Souvenir Shop

Di Kota Seoul, banyak tempat oleh-oleh yang bisa dikunjungi. Bahkan hampir di setiap spot lokasi wisata menyediakan minimal satu toko khusus untuk membeli oleh-oleh. Beberapa yang terkenal untuk membali oleh-oleh di Seoul adalah Myeong-dong, Namdaemun, Insadon atau Dongdaemun. Di sana Teman-Teman bisa menemukan oleh-oleh khas bernuansa Korea, seperti gantungan kunci, baju-baju, alat makan, makanan, dll.

Arirang Souvenir Shop

Kalau saya dan suami, beberapa kali memang ke tempat tersebut untuk membeli oleh-oleh. Tapi ada satu tempat yang menjadi tempat langganan suami saya membeli oleh-oleh. Lokasinya tidak di tempat yang saya sebutkan tadi, namun berada di dalam mall. Nama mall-nya adalah Doota Mall dan nama tokonya adalah Arirang Souvenir Shop.

Arirang Souvenir Shop

Lokasi

Arirang Souvenir Shop

Karena lokasinya berada di dalam mall dan bukan merupakan pusat tujuan turis, kadang-kadang tidak banyak yang tahu lokasi toko souvenir ini. Di Naver Map ketik saja Doota Mall. Lokasi tepatnya berada di lantai 5 di dalam mall ini. Doota Mall sendiri berlokasi tepat di seberang bangunan Dongdaemun Design Plaza (DDP) yang bentuknya sangat mencolok dan ikonik. Naik saja ke lantai 5 menggunakan eskalator dan lokasi tokonya tidak jauh dari eskalator.

Arirang Souvenir Shop

Keunggulan

Saya tahu lokasi toko oleh-oleh ini tentu saja dari suami yang mendapat rekomendasi dari temannya. Setelah kami mengunjungi tempat ini, suami saya baru sadar kalau tempat ini adalah tempat yang sama dimana teman-teman dari KBRI membawanya untuk beli oleh-oleh pada tahun 2017 silam. 😀

Arirang Souvenir Shop

Dibanding dengan toko oleh-oleh lain, berdasarkan pendapat saya pribadi tentu saja, ada beberapa keunggulan dari Arirang Souvenir Shop:

Penjaga tokonya bisa Bahasa Indonesia!

Arirang Souvenir Shop

Ini tentu hal yang sangat menyenangkan untuk wisatawan dari Indonesia yang pas-pasan atau gak bisa Bahasa Korea sama sekali. Apalagi yang nggak punya tour guide kan? Penjaga toko di sini kayaknya hampir semua bisa Bahasa Indonesia. Beberapa malah asli orang Indonesia yang bekerja di sini. Kita jadi gampang ngasih tahu mau oleh-oleh kayak apa, dengan harga berapa, spek-nya kayak apa dan berapa banyak. Sangat memudahkan sekali, bukan?

Harga cukup reasonable

Arirang Souvenir Shop

Beberapa teman bilang kalau harga di sini cukup murah. Kalau menurut saya yang memang jarang beli oleh-oleh di tempat lain (jadi gak bisa membandingkan), harganya reasonable, artinya sesuai dengan kualitas barang. Beberapa barang mungkin bisa kalian temukan dengan harga yang lebih murah di tempat lain. Tapi dengan kualitas bagus, harga di toko ini cukup reasonable.

Kualitasnya bagus

Arirang Souvenir Shop

Saya dan suami termasuk orang yang picky kalau membeli barang. Kalau untuk oleh-oleh, bukan sekadar yang penting murah tapi kualitas barang juga minimal cukup layak untuk diberikan ke keluarga atau teman. Contohnya kaos. Kaos di sini kualitasnya cukup bagus, kainnya bagus dan sablonnya juga kualitas bagus. Kami pernah bawa satu kaos untuk oleh-oleh teman di Jepang dan dia bilang kualitas sablonnya lebih bagus dari kebanyakan kaos oleh-oleh yang dari Jepang.

Arirang Souvenir Shop

Saya pernah membandingkan kualitas kaosnya dengan yang di jual di tempat belanja oleh-oleh lain, semisal Myeong-dong atau Insadong. Kalian memang akan bisa mendapat kaos dengan harga yang lebih murah, tapi kualitasnya tidak sebagus di Arirang, kainnya tipis dan sablonnya tidak semantab di Arirang.

One-stop shopping

Arirang Souvenir Shop

Di sini hampir semua barang oleh-oleh bisa kalian temui. Sebut saja mau apa. Dari mulai makanan, snack, barang kerajinan, gantungan kunci, hiasan magnet, sumpit set khas korea, kaos, tas, ginseng instan, alat tulis, dompet dan masih banyak lainnya.

Jadi buat yang waktunya terbatas atau energinya sudah habis seharian jalan-jalan dan tinggal beli oleh-oleh. Tempat ini cocok untuk karena menyediakan banyak pilihan oleh-oleh di satu toko.

 

So, enjoy shopping..!!!

 

Baca juga: Menikmati Suasana Musim Dingin di The Garden of Morningcalm, Gapyeong, Korea Selatan.

 

Menikmati The Garden of Morningcalm Saat Musim Dingin

The garden of morningcalm

The Garden of Morningcalm

Tempat ini memang berupa sebuah taman yang cukup luas, dan namanya sangat spesifik: The Garden of Morningcalm. Apakah maksudnya taman ini khusus diperuntukkan untuk kunjungan hanya di pagi hari? Atau waktu terbaik untuk mengunjungi taman ini adalah di pagi hari? Ternyata jawabannya bukan itu semua. Ada sebuah cerita kenapa taman ini diberi nama demikian.

The Garden of Morningcalm

Jadi begini ceritanya. Taman ini diinisiasi oleh Professor Sang-kyung Han dari Sahmyook University, dan dibuka pada 11 Mei 1996. Nama Garden of Morningcalm merujuk pada istilah yang dipakai oleh Rabindranath Tagore, seorang penyair dari India, untuk menyebut Korea sebagai “the Land of Morning Calm”. Jadi begitu ceritanya, kenapa taman ini dinamakan demikian. Salah satu tujuan dan filosofinya adalah untuk menunjukkan keindahan negeri Korea dalam bentuk taman yang cantik.

The Garden of Morningcalm

Daya Tarik

The Garden of Morningcalm

Taman ini dapat dikunjungi sepanjang tahun dalam musim apa saja: musim semi, musim panas, musim gugur, atau pun musim dingin. Masing-masing mempunyai daya tarik dan ciri khas masing-masing.

The Garden of Morningcalm

The Garden of Morningcalm

Musim semi ketika tunas-tunas mulai tumbuh dan beberapa bunga mulai bermekaran. Musim panas ketika dedaunan menjadi sangat hijau dan bunga-bunga mekar dengan maksimal. Musim gugur ketika daun-daun berubah menjadi kuning keemasan. Musim dingin ketika seluruh permukaan taman bisa tertutup oleh putihnya salju di siang hari dan festival cahaya lampu di malam hari.

The Garden of Morningcalm

The Garden of Morningcalm

Untuk lebih jelasnya, Teman-Teman bisa berkunjung di website-nya dan ada galeri foto di tiap musimnya yang memperlihatkan betapa cantiknya The Garden of Morningcalm. Bisa klik di sini ^^

The Garden of Morningcalm

The Garden of Morningcalm

Saya sendiri berkunjung ke taman ini di musim dingin dan lebih spesifik lagi di malam hari untuk menyaksikan taman yang dipenuhi oleh lampu berwarna-warni. Lighting Festival di musim dingin tahun ini dimulai dari tanggal 1 Desember 2023 – 17 Maret 2024.

The Garden of Morningcalm

The Garden of Morningcalm

Lampu-lampu mulai dinyalakan saat matahari terbenam sampai dengan pukul 21:00 atau 23:00 khusus hari Sabtu malam. Ada beragam tema dan ornamen dari Lighting Festival ini: pepohonan, laut beserta perahu dan ikan-ikan, beberapa foto spot, dedaunan, terowongan lampu, dll.

The Garden of Morningcalm

The garden of Morningcalm

Tiket Masuk dan Fasilitas

The Garden of Morningcalm

Masuk ke taman ini tidak gratis. Untuk tiket individual, harganya sebesar 7,500 won untuk anak-anak, 8,500 won untuk remaja, dan 11,000 won untuk dewasa. Pengunjung bisa dapat harga lebih murah jika datang dalam rombongan besar (group ticket). Ada juga tambahan diskon untuk manula (lebih dari 65 tahun) dan penyandang disabilitas.

The Garden of Morningcalm

Fasilitas yang diberikan untuk menunjang kenyamanan pengunjung cukup lengkap. Ada toilet, restaurant, café, bakery shop dan toko oleh-oleh.

THe Garden of Morningcalm

Lokasi

Te Garden of Morningcalm

Yang sedikit menantang adalah lokasinya yang berada di pedesaan dan agak jauh dari Kota Seoul. Ketik saja di Naver Map: Garden of Morningcalm. Teman-Teman akan diarahkan pada taman yang beralamat di Sang-myeon, Gapyeong-gun, Gyeonggi-do. Taman ini berada sedikit di luar Seoul, masuk Gapyeong yang kalau dilanjutkan perjalanannya sedikit lagi akan sampai di Pulau Nami.

The Garden of Morningcalm

Perjalanan dari Kota Seoul (Seoul Station) memakan waktu hampir 2 jam dan berpindah kereta sebanyak 2 kali sampai terakhir di stasiun Cheongpyeong. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan bus menuju Morning Calm Garden.

The Garden of Morningcalm

Bus paling pagi dari stasiun Cheongpyeong adalah pukul 09:40 sedangkan bus terakhir dari garden menuju stasiun adalah pukul 20:00. Jadi, hati-hati supaya tidak ketinggalan bus terakhir, terutama yang ingin berkunjung di musim dingin menikmati Light Festival. Jangan lupa pakai baju winter yang proper, dingin banget!

 

Baca juga: Menikmati Kota Seoul dari Namhansanseong Seomun Observatory Secara Gratis.

Surakartea, Teahouse dengan Artisan Tea yang Mewangi di Kawasan Baluwarti

Surakartea

Surakartea

Tak hanya destinasi wisata sejarah dan budaya, Kawasan Baluwarti yang berada di lingkungan Keraton Surakarta juga bisa kita jadikan destinasi wisata kuliner. Di sebuah sudut jalan kecil, ada sebuah teahouse atau kedai teh yang menawan hati. Secara visual, kedai teh ini adalah bangunan dengan gaya klasik khas rumah keraton.

Surakartea

Surakartea

Saat pertama kali menemukannya di Google Map, saya merasa wow sekali karena biasanya yang saya temukan adalah kedai kopi. Namun kali ini adalah kedai teh. Letaknya pun sangat strategis ada di samping Keraton Surakarta. Semoga Teman-Teman penasaran ya 😀

Surakartea

Lokasi dan Jam Operasional

Surakartea

Kedai teh ini bernama Surakartea. Berada di Jalan Tamtaman III, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Lokasinya ada berada tepat di samping Keraton Surakarta. Jika menuju Surakartea melewati depan keraton maka kita akan belok ke kiri mengikuti benteng keraton hingga menenukan Jalan Tamtaman III. Surakartea berada di ujung jalan.

Surakartea

Menurut saya sangat mudah menemukannya karena memang tinggal mengikuti arahan Google Map ditambah lagi di bagian depan ada papan nama tertulis “Surakartea”. Tak hanya itu, bangunan kedai teh ini juga teramat cantik untuk dilewatkan oleh mata.

Surakartea

Kedai teh yang berdiri sejak November 2021 ini mulai melayani para penikmat teh pukul 08.00 hingga 23.30 setiap hari. Jika libur menyeduh maka akan diumumkan di Instagram Surakartea.

Surakartea

Menu

Surakartea

Surakartea

Surakartea merupakan sebuah kedai teh yang menyediakan aneka menu teh yang tak biasa. Teh yang ada di kedai ini merupakan artisan tea dengan bahan berkualitas terbaik. Racikan artisan tea biasanya dikombinasikan atau dicampur dengan tisane, bahan alami lain berupa bunga, buah dan rempah. Proses meracik dengan komposisi yang pas itu juga memerlukan pengetahuan karena itu artisan tea adalah sebuah karya seni dalam bentuk minuman teh yang estetik dari segi rasa.

Surakartea
Arunika.

Saat berkunjung ke Surakartea, saya memesan teh bernama Arunika yang terdiri dari racikan black tea, chamomile dan bunga krisan (seingat saya yang terakhir ini adalah bunga krisan haha :-D) Aromanya menggoda dan memiliki harum yang khas. Dari segi rasanya pun juga menjadi kaya, ada pahit, ‘hangat’ dan manis samar-samar. Saya menikmatinya tanpa menambah gula.

Surakartea

Selain memesan Arunika, saya juga memesan Teh Solo dengan ciri khas ‘wasgitel’ (wangi, sepet, legi, kentel). Manisnya ditambah gula dan bisa minta less sugar. Untuk Teh Solo dinikmati dingin sedangkan Arunika disajikan dalam keadaan panas.

Surakartea
Solo Tea.

Untuk menu makanan di Surakartea menurut saya menunya beragam. Saat ke sana, sebenarnya saya mengincar menu gudeg, sayangnya menu gudeg saat itu sedang kosong. Akhirnya saya dan Bilgi memesan menu comfort food sejuta umat hahaha alias nasi goreng. Selain enak rasanya, tingkat pedasnya juga bisa request. Untuk menu makanannya termasuk ramah anak kok.

Surakartea

Alasan Harus Singgah ke Surakartea

Surakartea

Sebuah kedai, selain menu, fasad bangunannya juga menjadi hal yang penting untuk menarik hati calon pengunjung. Begitu juga Surakartea, sebuah rumah khas Jawa ala rumah keraton yang estetik. Setiap sudutnya instagrammable. Sesi berfoto jangan sampai dilewatkan untuk mengabadikan momen.

Surakartea

Di ruang tengah Surakartea terdapat perangkat gamelan. Jika kita datang dengan rombongan dan reservasi sebelumnya, kita berkesempatan untuk memainkan alat-alat music gamelan itu bersama pelatih professional. Saat saya ke sana bersamaan dengan satu rombongan yang sedang memainkan gamelan di ruang tengah.

Surakartea

Fasilitas di Surakartea menurut saya sangat memuaskan. Ada area parkir, toilet pria wanita yang terpisah, musola dan wifi. Selain itu juga ada aula yang bisa disewa untuk acara besar seperti gathering atau pesta. Tak hanya itu, ada area indoor dan outdoor. Khusus outdoor sangat syahdu dinikmati saat malam hari.

Surakartea

Gimana Teman-Teman? Tertarik menikmati artisan tea di Surakartea?

 

Baca juga: Heritage Walking Tour Mengenal Baluwarti Bersama Soerakarta Walking Tour.

Asiknya Menikmati Kereta Api Melintas di Jalan Slamet Riyadi dari Sekutu Kopi

Sekutu Kopi

Sekutu Kopi

You call it coffee, but I call it my support emotional beverage, begitulah saya menggambarkan kopi bagi diri saya sendiri? Ada yang sama kah? Bicara soal kopi, terlebih saat traveling rasanya memang nggak bisa skip begitu aja ya. Apalagi saat jalan-jalan ke kota lain, tentu akan ada dorongan untuk ngopi sejenak di kedai lokal setempat.

Sekutu Kopi

Hal ini juga terjadi saat saya jalan-jalan ke Kota Solo. Saat keluar dari Kawasan Kampung Batik Kauman dan memasuki Jalan Slamet Riyadi, saya mampir di sebuah kedai kopi yang memiliki tiga lantai. Alasannya cukup simpel waktu itu, menikmati kopi favorit sambil menikmati Jalan Slamet Riyadi.

Sekutu Kopi

Menu

Sekutu Kopi

Sekutu Kopi namanya. Salah satu kedai kopi lokal yang ada di pusat Kota Solo ini menyajikan aneka pilihan menu kopi dan non kopi. Pilihan saya waktu itu adalah segelas ice coffee latte sugar free dan Bilgi segelas ice lemon tea. Tak hanya menyajikan menu minuman dalam sajian dingin tetapi juga dalam sajian panas. Pengunjung bisa memilih sesuai yang diinginkan.

Sekutu Kopi

Selain minuman juga ada pilihan makanan dan aneka pastry. Waktu itu, Bilgi menjatuhkan pilihan memesan yang saya lupa namanya 😀 semacam pizza tetapi juga mirip pie. Rasanya enak, crunchy, lembut bagian tengah dan kulitnya itu renyah. Kalau saya, wajib coba pastry di Sekutu Kopi saat ke sini lagi.

Sekutu Kopi

Lokasi dan Jam Operasional

Sekutu Kopi berada di Jalan Slamet Riyadi No. 116, Keprabon, Banjarsari, Kota Solo. Cara menuju ke Sekutu Kopi sangatlah mudah. Kita bisa menggunakan Batik Solo Trans atau BST dengan tujuan halte Pasar Pon. Sekutu Kopi tepat berada di belakang halte. Bisa juga menggunakan transportasi online seperti Gojek.

Sekutu Kopi
Lantai 2.

Kita bisa berkunjung ke Sekutu Kopi mulai dari pukul 07.00 hingga 22.59 setiap hari. Jam bukanya sangat ramah untuk morning person yang harus ngopi pagi-pagi 😀 Jam operasionalnya juga lama ya, jadi kapan pun saat kita main ke Solo, bisa banget nih isi amunisi emosional kita ke sini 😀

Fasilitas

Sekutu Kopi menyediakan tiga lantai dengan suasana yang berbeda. Lantai 1 dan lantai 2 adalah ruangan ber-AC bebas asap rokok. Lantai paling atas khusus diperuntukkan untuk smoking area.

Sekutu Kopi

Di lantai 2 tersedia toilet yang bersih dan nyaman yang bisa digunakan para pengunjung. Masih di lantai 2, di ruang ini juga ada keyboard dan gitar, sepertinya untuk live musik, disediakan juga perlengkapan seperti tisu, sedotan dan gula.

Sekutu Kopi

Untuk area parkir, menurut saya lumayan terbatas karena memang langsung menghadap Jalan Slamet Riyadi. Untuk kendaraan roda dua sih bisa leluasa, tetapi kendaraan roda empat bisa saja terbatas. Namun akan tetap dibantu oleh juru parkir yang bertugas.

Hal yang Menyenangkan

Sekutu Kopi
Menikmati Kereta Batara Khrisna melintas di Jalan Slamet Riyadi.

Bagi saya simpel aja, menikmati lalu lalang kendaraan Jalan Slamet Riyadi dari lantai dua Sekutu Kopi sambil menikmati segelas coffee latte itu menjadi mood booster yang memuaskan. Terlebih saat bisa mendapati pemandangan kereta Batara Khrisna melintas di Jalan Slamet Riyadi, syahdu aja gitu rasanya 😀 Plus dengan minuman favorit dengan racikan yang pas.

Sekutu Kopi

Ada yang minat menikmati pengalaman yang sama di Sekutu Kopi? Mumpung liburan, yuukk mampir sini ^^

Sekutu Kopi
Beberapa merchandise Sekutu Kopi

Baca juga: Sawahita Lokananta Bloc, Tempat Ngopi dan Baca Buku yang Tenang.

Rekomendasi Museum yang Wajib Dikunjungi di Kota Solo

Museum di Solo

Libur telah tiba nih Teman-Teman ^^ Sudah ada rencana kah? Kali ini saya ingin mengajak Teman-Teman untuk ‘virtual traveling’ dulu ke Solo. Seperti kita tahu ya bahwa Kota Solo memiliki banyak sekali destinasi wisata. Salah satu destinasi wisata budaya di Solo adalah museum.

Berikut adalah rekomendasi museum-museum yang berada di Kota Solo dan wajib nih dikunjungi saat liburan nanti.

Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan

Di sini ada sebuah museum tentang sejarah Kota Surakarta. Bisa belajar tentang sejarah Kota Surakarta secara asik selain dari buku. Di ruang ini menampilkan sejarah perjalanan revolusi industri hingga tumbuhnya kolonialisme di Indonesia. Tentu saja, museum ini menampilkan sejarah Surakarta. Setiap ruang memiliki vibe yang berbeda, nggak monoton. Jadi nggak membosankan.

Rumah Budaya Kratonan

Selain museum tentang sejarah Kota Surakarta, di Rumah Budaya Kratonan ini ada perpustakaan yang memiliki koleksi buku yang banyak dengan genre yang beragam. Ada museum dan perpustakaan, Rumah Budaya Kratonan semakin lengkap dengan adanya Laras Resto. Bagi saya ini paket lengkap ya, satu tempat ada museum, lanjut bisa baca buku sambil menikmati minuman dan kudapan tanpa harus repot berpindah.

Rumah Budaya Kratonan
Ruang ketiga.

Rumah Budaya Kratonan ini berada di Jalan Manduro No. 6, Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Solo. Akses menuju RBK ini sangat mudah termasuk juga jika menggunakan transportasi online.

Selengkapnya bisa dibaca di sini cerita kunjungan saya di RBK^^

Monumen Pers Nasional

Monumen Pers Nasional

Ingin tahu tentang sejarah pers nasional? Yap, Teman-Teman wajib menepi ke Monumen Pers Nasional yang berada di Jalan Gajahmada No. 59, Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Lokasinya sederet sangat dekat dengan RS Muhammadiyah Solo.

Monumen Pers Nasional

Museum ini merupakan museum khusus pers nasional Indonesia mulai dari awal lahirnya, perjalanannya hingga saat ini. Perkembangan pers khusus di wilayah Solo pun juga dijelaskan secara tuntas di museum ini melalui infografis di setiap ruang. Museum yang berada di Gedung utama dekat lobi menyajikan banyak pengetahuan tentang pers nasional disertai pameran koleksi buku-buku yang tertata rapi.

Monumen Pers Nasional

Selain Museum Pers Nasional, di sini ada juga perpustakaan umum, perpustakaan anak, ruang baca (koran) digital dan ruang baca fisik. Tiket masuknya pun juga gratis serta tersedia fasilitas lain berupa free access wifi, musola, toilet dan area parkir.

Selengkapnya bisa dibaca di sini cerita main-main saya di Monumen Pers Nasional^^

Museum Tumurun

Museum Tumurun

Museum Tumurun atau juga dikenal dengan nama Tumurun Private Museum adalah salah satu museum yang berada di Kota Solo. Museum Tumurun ini adalah museum milik pribadi, salah satu pengusaha ternama sekaligus pendiri PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) Kota Solo, HM Lukminto.

Museum Tumurun

Museum Tumurun ini memiliki dua lantai. Museum Tumurun ini terdiri atas karya seni mulai dari lukisan, instalasi seni dan mobil antik. Di lantai pertama, saat baru saja memasuki museum, pandangan saya disambut dengan mobil antik yang cantik. Ada tiga mobil antic yang berada di lantai satu, yaitu Dodge tahun 1948 dan Mercedez Bens tahun 1972.

Museum Tumurun

Museum ini terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No. 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo dengan tiket masuk Rp 25.000,00/orang. Museum ini buka mulai dari tanggal 2 Desember 2023 hingga 25 Mei 2024.

Selengkapnya bisa dibaca di sini asiknya saya berkunjung ke Museum Tumurun^^

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka ini juga terletak di Jalan Slamet Riyadi terletak tepat di samping Taman Sriwedari. Museum Radya Pustaka ini merupakan museum tertua di Indonesia. Dari dulu hingga sekarang, bangunan museum hampir tidak banyak berubah.

Museum Radya Pustaka

Gedung dengan gaya arsitektur Belanda masih dipertahankan dengan perpaduan khas ala keraton yaitu putih, biru tua dan kuning emas sekaligus menjadi ciri khas dari museum ini. Museum Radya Pustaka buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Hari Selasa hingga Minggu dan tutup di Hari Senin. Masuk museum ini gratis.

Selengkapnya bisa dibaca di sini, cerita saya saat main ke Museum Radya Pustaka^^

Museum Musik

Museum Musik

Museum musik dikenal dengan nama Lokananta Records. Museum ini berada di Perum Percetakan Negara Cabang Surakarta di Jalan A. Yani, Kerten tepatnya berada di seberang The Sunan Hotel. Di sini kita akan tahu tentang perjalanan musik dan lika-liku lahirnya sebuah lagu hingga enak didengar di telinga kita. Tiket masuk ke museum ini Rp 30.000,00/orang.

Museum Musik

Yuuukk, tertarik berkunjung ke mana dulu nih, Temans? ^^